Share

Bab 1217

Penulis: Angin
“Pedang Iblis, Darah Iblis?”

Pengetahuan ini tidak tertulis di dalam empat lukisan yang Raja Januar tinggalkan. Sekarang, kurang lebih Robi sudah menerka mengapa Raja Januar membagikan keempat lukisan itu kepada empat keluarga. Pasti dia tidak ingin ada orang asing yang tahu tentang rahasia itu, berharap siapa pun di generasi selanjutnya yang bisa memecahkan rahasia itu datang ke sini dan membunuh Kura Sakti.

“Gimana ini?” tanya Wanto. “Jadi mau kita buka pintunya atau nggak?”

Robi pun jadi bimbang. Darah Kura Sakti begitu mengerikan sampai pedang yang mengenai darahnya saja bisa berubah. Kalua dimakan, andaikan bisa hidup abadi sekalipun, yang memakannya sudah bukan lagi manusia, melainkan monster. Ketakutan yang Robi alami ini membuat Wanto tersadar bahwa Robi masih belum setamak itu. Dia tidak sampai mengorbankan segalanya hanya untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar.

Setelah lama ta bersuara, akhirnya Robi berbicara, “Biarpun darah itu darah iblis, masih ada empedu dan organ-o
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Jenderal Naga   Bab 1218

    “Kurasa kita sudah bisa bergerak. Coba pikirkan, kalau sampai Kadir membunuh semua yang ada di sini, dia juga bakal membunuh kita. Tapi kalau kita maju lebih dulu dan berhasil bunuh dia duluan, kita bisa mengambil posisi sebagai ketua aliansi yang baru dan berkuasa atas semua petarung di dunia. Bukankah itu lebih bagus?”“Benar juga apa katamu,” balas Alden.Apa yang Chandra katakan memang masuk akal, tapi itu sangat berbahaya karena kalau sampai terjadi kesalahan, merekalah yang akan mati. Mereka harus bisa membunuh Kadir dalam sekali percobaan, atau akibatnya akan sangat fatal.“Kalau begitu, tunggu apa lagi?”“Tenang dulu, biar kuatur.”Setelah itu, Alden langsung berpindah ke sebelah Kadir dan berbisik kepadanya, “Ketua, kapan kita bergerak?”“Sabar dulu, lihat situasi,” sahut Kadir. Dia sama sekali tidak terburu-buru karena dia tahu, Someria saat ini memiliki banyak sekali petarung yang sudah di alam kedelapan, tapi mereka masih tidak menampakkan diri. Kalau Kadir yang bergerak du

  • Jenderal Naga   Bab 1219

    Kadir memuntahkan darah cukup banyak. Dia berhasil memukul mundur lawannya, tapi dia sendiri menderita luka yang cukup parah dan langsung terjatuh.Di sana ada lebih dari puluhan ribu orang, tapi suasana di tempat terasa sunyi senyap. Mereka semua masih bingung mengapa sesama Suku Dukun malah saling menyerang rekannya sendiri. Di tengah perhatian banyak orang yang tertuju padanya, Alden membuka topeng yang menutupi wajahnya. Wajahnya terlihat pucat dan ada bekas darah yang mengalir di ujung bibirnya.“Alden, aku sudah memperlakukan kamu dengan baik, tapi kamu ….”“Ya. Kamu memang sudah memperlakukan aku dengan sangat baik. Kalau waktu itu kamu nggak menolongku, aku pasti sudah mati. Tapi itu sudah lebih dari seratus tahun yang lal. Sekarang kamu sudah nggak punya ambisi lagi. Selama seratus tahun terakhir kamu cuma mengurung diri meneliti ilmu bela diri. Kalau saja kamu masih punya ambisi sebesar dulu, Someria sudah berada dalam genggaman tanganmu. Kamu menguasai semua kekuatan Suku Du

  • Jenderal Naga   Bab 1220

    Mereka sudah cukup lama berjalan, tapi Kura Sakti masih tak kunjung muncul. Bahkan sekadar tanda-tanda kehidupannya saja tidak ada.“Mana kutahu,” jawab Wanto. “Coba kita jalan saja terus.”Wanto memang tahu tentang rahasia dari gua ini, tapi dia belum pernah membuka segel dan masuk sampai sejauh ini. Namun Robi tidak percaya Kura Sakti sudah mati begitu saja. Dari informasi yang ditinggalkan oleh Raja Januar, Kura Sakti sudah berusia lebih dari tiga ribu tahun di saat Raja Januar masih hidup. Kalaupun saat itu Kura Sakti terluka, rasanya tidak mungkin dia akan mati semudah itu.Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian, tibalah mereka di bagian yang terdalam. Di sana terdapat sebuah kolam dingin yang airnya mengeluarkan kabut putih.Wanto melihat sekelilingnya dan berkata, “Ini sudah jalan buntu.”“Kalau Kura Sakti masih hidup, berarti dia masih bersembunyi di dalam kolam itu,” kata Robi seraya mengumpulkan energi sejatinya dan menyerang ke arah kolam itu.Seket

  • Jenderal Naga   Bab 1221

    Chandra tampak keheranan melihat kakeknya sedang bersama dengan tetua Gunung Langit yang dia temui beberapa hari lalu. Dan juga, mengapa kemunculan mereka berdua diikuti oleh seekor kura-kura hitam raksasa?Kura-kura itu melayang di udara dengan mata merah darah menyala menatap segala manusia yang ada di bawahnya. Aumannya yang memekakkan telinga menimbulkan gempa bumi seolah hari kiamat telah tiba. Beberapa petarung yang lebih lemah dibuat tak berdaya akibat auman itu, bahkan tak sedikit yang langsung mati.Selain itu, auman Kura Sakti juga menyisakan retakan di tanah yang menghancurkan banyak bangunan di perguruan Gunung Langit.“Monster apa itu?!”“Cepat lari!”“Kabur!”Banyak petarung yang refleks melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka. Sementara itu Kadir masih bertarung dengan Alden di tempat lain. Pertarungan berjalan cukup sengit, tapi masih tidak jelas siapa yang akan menang. Sekalipun Kadir menderita luka yang cukup parah, Alden tidak bisa membunuhnya langsung.“Robi

  • Jenderal Naga   Bab 1222

    Kadir tertawa terbahak-bahak dan langsung maju menyerang Kura Sakti. Kecepatannya bagaikan kilatan cahaya. Dalam sekejap mata Kadir sudah sampai di hadapan Kura Sakti dan bersiap untuk menyerangnya. Energi sejatinya yang menyerupai cahaya hitam turun menyambar dari langit tepat ke kepala Kura Sakti.Namun, kulit Kura Sakti sangat tebal. Bahkan dengan serangan penuh dari Kadir pun tidak cukup untuk mengakibatkan kerusakan yang berarti bagi Kura Sakti. Yang ada, Kura Sakti justru malah makin mengamuk. Buntutnya yang besar itu Kura Sakti ayunkan kepada Kadir dengan sekuat tenaga hingga menimbulkan tipuan angin topan. Kadir pun terkena tiupan angin itu dan melayang jauh.Mengetahui bahwa darah Kura Sakti bisa memperpanjang umurnya, Kadir jadi tidak sabar untuk membunuhnya. Namun dia terlalu meremehkan Kura Sakti. Alhasil lukanya jadi makin parah karena terkena serangan darinya.Saat Kura Sakti sedang lengah karena baru saja menyerang Kadir, giliran Robi yang menyerang. Dia tahu petarung la

  • Jenderal Naga   Bab 1223

    Saat Rully bergabung dalam pertempuran, sudah ada empat Pesilat Tingkatan Kedelapan yang bertarung melawan Kura Sakti.Robi, Wanto, Welly, dan Rully.Keempat orang ini semuanya merupakan pesilat di Tingkatan Kedelapan.Keempat orang itu berdiri di empat sisi, semuanya mengeluarkan kekuatan unik mereka. Ada empat energi sejati yang terlihat seperti empat berkas cahaya, terus menerus menyerang Kura Sakti.Namun, cangkang kura-kura Kura Sakti itu sangat keras sehingga Pesilat Tingkatan Kedelapan pun tidak dapat merusaknya sama sekali.Dampak mengerikan dari kekuatan energi sejati terus melanda wilayah sekitar, dan pegunungan di sekitar terus hancur.Di bawah sana ada banyak korban jiwa.Beberapa dari mereka yang lemah telah tewas dalam pertempuran.Sebagian yang lebih kuat juga banyak yang terluka.Orang-orang yang berada di Tingkat Ketiga atau lebih tinggi menyelamatkan diri dengan cepat.Chandra melihat pertarungan sengit di langit dari kejauhan, ekspresi di wajahnya serius.Dia sudah b

  • Jenderal Naga   Bab 1224

    Semuanya terluka, bahkan ada yang dipapah pulang.Chandra memandang pemimpin mereka, Maniso, yang terlihat sangat malu. Dia pun bertanya, “Pak, ada apa?”Maniso tampak serius dan berkata, “Kami nggak bisa pergi. Di luar perbatasan Gunung Kiliman, ada banyak pasukan, senjata perang, tank, kendaraan lapis baja, dan bahkan jet tempur. Waktu aku mau membawa orang-orang dari berbagai sekte pergi, kami diserang. Banyak dari mereka yang terkena serangan dan banyak orang kehilangan nyawa.”“Pasukan?” seru Chandra dan Sonia secara bersamaan.“Iya.” Maniso tampak serius.Chandra bertanya, “Pasukan apa?”Maniso menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Aku nggak tahu.”“Masih perlu ditanyakan? Itu pasti rencana Raja. Raja ingin membunuh semua praktisi hebat di wilayah Gunung Langit.”“Sialan. Dulu, nenek moyang kita mengikuti raja lama dalam perang. Kalaupun mereka nggak punya prestasi, mereka juga sudah bekerja keras. Sekarang, setelah negara ini damai dan aman, Raja malah khawatir praktisi kita ak

  • Jenderal Naga   Bab 1225

    Keinginan manusia tidak ada habisnya.Terutama keinginan akan keabadian.Semua orang takut mati.Semakin lama kita hidup, semakin kita takut akan kematian.Jika darah Kura Sakti benar-benar mempunyai efek keabadian, maka akan terjadi pertarungan lainnya begitu Kura Sakti mati.Siapa yang akan tersenyum di akhir?Chandra tidak tahu.Dia menyaksikan pertempuran itu dari kejauhan.Di udara, belasan orang menggunakan ilmu mereka secara bersamaan, dan satu per satu mengeluarkan berbagai keahlian khusus. Gelombang energi sejati terus menyerang Kura Sakti satu demi satu.“Aduh!” Kura Sakti murka.Ekor besarnya mengibas.Angin kencang menyapu di udara, menghasilkan bunyi yang keras.Saat itu juga, ada tiga orang yang terpukul. Semuanya muntah darah dan terpental ke belakang.Chandra juga ketakutan saat melihat pertarungan yang begitu sengit.Kura Sakti memang kuat sekali. Ada begitu banyak praktisi kuat yang menyerang bersama-sama dan bertarung dalam waktu yang lama, tapi sepertinya dia tidak

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

  • Jenderal Naga   Bab 2178

    Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

  • Jenderal Naga   Bab 2176

    “Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n

  • Jenderal Naga   Bab 2175

    Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe

  • Jenderal Naga   Bab 2174

    “Keberuntungan belum juga muncul hingga saat ini. Padahal bencana sudah cukup lama terjadi di bumi. Aku ingin mundur sejenak dan masuk ke dalam Istana Abadi sebelum keberuntungan itu benar-benar muncul. Karena aku berniat untuk mendapatkannya,” jawab Chandra. Kekuatan Chandra saat ini masih sangat lemah. Selain itu, kesenjangan kekuatannya dengan Trigali, Awan, Peri Puti dan para prajurit jenius lainnya juga sangat besar. Bisa dibilang, mustahil baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dengan kekuatannya saat ini. Namun, Chandra juga sadar, kekuatan tidak sepenuhnya menjadi faktor utama dalam mendapatkan keberuntungan, melainkan dibutuhkan keberuntungan baginya untuk bisa mendapatkan keberuntungan dahsyat itu. Apa pun yang terjadi, Chandra harus tetap mencoba untuk mendapatkan keberuntungan itu. “Aku akan pergi bersamamu,” ujar Nova cepat. Kekuatan Nova memang cukup dahsyat jika dibandingkan dengan prajurit bumi. Namun, kekuatannya masih terhitung lemah jika dibandingkan prajur

  • Jenderal Naga   Bab 2173

    Sasa sama sekali tidak merasa bangga setelah mendengar pujian itu, sebaliknya dia justru berkata dengan tenang, “Walaupun formasi pulau itu sangat sulit bagimu, tapi semua itu sama sekali tidak ada artinya bagiku. Itu hanyalah tipuan sederhana untuk menipu mata kita.”“Pokoknya kamu hebat,” ujar Chandra yang tetap mengagumi kekuatan Sasa.Namun, sampai sekarang Chandra masih belum tahu berada di tingkat berapa kekuatan Sasa sebenarnya. Hal yang pasti adalah Sasa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. “Hufh!”Sasa menghela napas lalu berkata, “Zaman ini mungkin bukan hanya zaman paling cemerlang, tapi juga zaman paling gelap yang pernah ada. Entah apa yang akan terjadi di masa depan.”Kemudian suara Sasa tidak lagi terdengar di benak Chandra. Di sisi lain, orang-orang yang mengejar Kota Mati sudah kembali. Mereka bukan hanya gagal mengejar Kota Mati, tapi juga kehilangan kesempatan untuk berlatih lebih lama di kolam energi.Akhirnya, Awan dan Peri Puti memutuskan untuk membawa anak bu

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status