Share

Bab 1220

Author: Angin
Mereka sudah cukup lama berjalan, tapi Kura Sakti masih tak kunjung muncul. Bahkan sekadar tanda-tanda kehidupannya saja tidak ada.

“Mana kutahu,” jawab Wanto. “Coba kita jalan saja terus.”

Wanto memang tahu tentang rahasia dari gua ini, tapi dia belum pernah membuka segel dan masuk sampai sejauh ini. Namun Robi tidak percaya Kura Sakti sudah mati begitu saja. Dari informasi yang ditinggalkan oleh Raja Januar, Kura Sakti sudah berusia lebih dari tiga ribu tahun di saat Raja Januar masih hidup. Kalaupun saat itu Kura Sakti terluka, rasanya tidak mungkin dia akan mati semudah itu.

Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian, tibalah mereka di bagian yang terdalam. Di sana terdapat sebuah kolam dingin yang airnya mengeluarkan kabut putih.

Wanto melihat sekelilingnya dan berkata, “Ini sudah jalan buntu.”

“Kalau Kura Sakti masih hidup, berarti dia masih bersembunyi di dalam kolam itu,” kata Robi seraya mengumpulkan energi sejatinya dan menyerang ke arah kolam itu.

Seket
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Jenderal Naga   Bab 1221

    Chandra tampak keheranan melihat kakeknya sedang bersama dengan tetua Gunung Langit yang dia temui beberapa hari lalu. Dan juga, mengapa kemunculan mereka berdua diikuti oleh seekor kura-kura hitam raksasa?Kura-kura itu melayang di udara dengan mata merah darah menyala menatap segala manusia yang ada di bawahnya. Aumannya yang memekakkan telinga menimbulkan gempa bumi seolah hari kiamat telah tiba. Beberapa petarung yang lebih lemah dibuat tak berdaya akibat auman itu, bahkan tak sedikit yang langsung mati.Selain itu, auman Kura Sakti juga menyisakan retakan di tanah yang menghancurkan banyak bangunan di perguruan Gunung Langit.“Monster apa itu?!”“Cepat lari!”“Kabur!”Banyak petarung yang refleks melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka. Sementara itu Kadir masih bertarung dengan Alden di tempat lain. Pertarungan berjalan cukup sengit, tapi masih tidak jelas siapa yang akan menang. Sekalipun Kadir menderita luka yang cukup parah, Alden tidak bisa membunuhnya langsung.“Robi

  • Jenderal Naga   Bab 1222

    Kadir tertawa terbahak-bahak dan langsung maju menyerang Kura Sakti. Kecepatannya bagaikan kilatan cahaya. Dalam sekejap mata Kadir sudah sampai di hadapan Kura Sakti dan bersiap untuk menyerangnya. Energi sejatinya yang menyerupai cahaya hitam turun menyambar dari langit tepat ke kepala Kura Sakti.Namun, kulit Kura Sakti sangat tebal. Bahkan dengan serangan penuh dari Kadir pun tidak cukup untuk mengakibatkan kerusakan yang berarti bagi Kura Sakti. Yang ada, Kura Sakti justru malah makin mengamuk. Buntutnya yang besar itu Kura Sakti ayunkan kepada Kadir dengan sekuat tenaga hingga menimbulkan tipuan angin topan. Kadir pun terkena tiupan angin itu dan melayang jauh.Mengetahui bahwa darah Kura Sakti bisa memperpanjang umurnya, Kadir jadi tidak sabar untuk membunuhnya. Namun dia terlalu meremehkan Kura Sakti. Alhasil lukanya jadi makin parah karena terkena serangan darinya.Saat Kura Sakti sedang lengah karena baru saja menyerang Kadir, giliran Robi yang menyerang. Dia tahu petarung la

  • Jenderal Naga   Bab 1223

    Saat Rully bergabung dalam pertempuran, sudah ada empat Pesilat Tingkatan Kedelapan yang bertarung melawan Kura Sakti.Robi, Wanto, Welly, dan Rully.Keempat orang ini semuanya merupakan pesilat di Tingkatan Kedelapan.Keempat orang itu berdiri di empat sisi, semuanya mengeluarkan kekuatan unik mereka. Ada empat energi sejati yang terlihat seperti empat berkas cahaya, terus menerus menyerang Kura Sakti.Namun, cangkang kura-kura Kura Sakti itu sangat keras sehingga Pesilat Tingkatan Kedelapan pun tidak dapat merusaknya sama sekali.Dampak mengerikan dari kekuatan energi sejati terus melanda wilayah sekitar, dan pegunungan di sekitar terus hancur.Di bawah sana ada banyak korban jiwa.Beberapa dari mereka yang lemah telah tewas dalam pertempuran.Sebagian yang lebih kuat juga banyak yang terluka.Orang-orang yang berada di Tingkat Ketiga atau lebih tinggi menyelamatkan diri dengan cepat.Chandra melihat pertarungan sengit di langit dari kejauhan, ekspresi di wajahnya serius.Dia sudah b

  • Jenderal Naga   Bab 1224

    Semuanya terluka, bahkan ada yang dipapah pulang.Chandra memandang pemimpin mereka, Maniso, yang terlihat sangat malu. Dia pun bertanya, “Pak, ada apa?”Maniso tampak serius dan berkata, “Kami nggak bisa pergi. Di luar perbatasan Gunung Kiliman, ada banyak pasukan, senjata perang, tank, kendaraan lapis baja, dan bahkan jet tempur. Waktu aku mau membawa orang-orang dari berbagai sekte pergi, kami diserang. Banyak dari mereka yang terkena serangan dan banyak orang kehilangan nyawa.”“Pasukan?” seru Chandra dan Sonia secara bersamaan.“Iya.” Maniso tampak serius.Chandra bertanya, “Pasukan apa?”Maniso menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Aku nggak tahu.”“Masih perlu ditanyakan? Itu pasti rencana Raja. Raja ingin membunuh semua praktisi hebat di wilayah Gunung Langit.”“Sialan. Dulu, nenek moyang kita mengikuti raja lama dalam perang. Kalaupun mereka nggak punya prestasi, mereka juga sudah bekerja keras. Sekarang, setelah negara ini damai dan aman, Raja malah khawatir praktisi kita ak

  • Jenderal Naga   Bab 1225

    Keinginan manusia tidak ada habisnya.Terutama keinginan akan keabadian.Semua orang takut mati.Semakin lama kita hidup, semakin kita takut akan kematian.Jika darah Kura Sakti benar-benar mempunyai efek keabadian, maka akan terjadi pertarungan lainnya begitu Kura Sakti mati.Siapa yang akan tersenyum di akhir?Chandra tidak tahu.Dia menyaksikan pertempuran itu dari kejauhan.Di udara, belasan orang menggunakan ilmu mereka secara bersamaan, dan satu per satu mengeluarkan berbagai keahlian khusus. Gelombang energi sejati terus menyerang Kura Sakti satu demi satu.“Aduh!” Kura Sakti murka.Ekor besarnya mengibas.Angin kencang menyapu di udara, menghasilkan bunyi yang keras.Saat itu juga, ada tiga orang yang terpukul. Semuanya muntah darah dan terpental ke belakang.Chandra juga ketakutan saat melihat pertarungan yang begitu sengit.Kura Sakti memang kuat sekali. Ada begitu banyak praktisi kuat yang menyerang bersama-sama dan bertarung dalam waktu yang lama, tapi sepertinya dia tidak

  • Jenderal Naga   Bab 1226

    Tetesan darah itu jatuh ke tubuhnya. Dia berteriak kesakitan, jatuh dan berguling-guling di tanah.Selama itu terjadi, darah kembali menetes di tubuhnya.Nova berlumuran darah.Dia jatuh ke tanah dan langsung pingsan.Kura Sakti melarikan diri dengan cepat, dan yang lainnya segera mengejarnya.Akhirnya, Kura Sakti marah.Dia mulai mengerahkan kekuatannya dan melawan para pengejarnya lagi.Pertempuran itu berlangsung sengit.Setelah berjuang selama berjam-jam, Kura Sakti akhirnya kelelahan, dan para praktisi lainnya semuanya terluka.Melihat pertempuran itu hampir selesai, Robi pun mengeluarkan serangan terkuatnya. Dia langsung memotong kepala Kura Sakti. Saat kepala Kura Sakti terbelah, sebuah inti dari dalamnya terjatuh keluar.Inti dalam itu berwarna merah, sebesar bola basket dan berlumuran darah. “Inti dalam?”Semua orang menjadi heboh melihat inti dalam itu.Saat ini, mereka semua jadi lupa mengambil darah.Karena mereka semua tahu kalau inti dalam dari hewan itu adalah bagian ya

  • Jenderal Naga   Bab 1227

    Nova berlumuran darah Kura Sakti.Darah itu panas, dan seluruh tubuhnya terasa sangat panas. Pada saat yang sama, darah meresap masuk ke pakaiannya. Saat darah itu memasuki tubuhnya melalui pori-pori, dia merasakan kekuatan yang kuat memasuki tubuhnya. Kekuatan ini menyerang tubuhnya dan otaknya.Setelah entah berapa lama, dia pun siuman.“Ah ....”Begitu bangun, kepalanya langsung sakit luar biasa.Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak kesakitan.“Duar!”Saat ini, terdengar ledakan di kejauhan.Ledakan itu bergema dan tanah berguncang, seolah-olah akan terjadi gempa bumi.Nova berdiri kaget.Duar! Duar! Duar!Ledakan-ledakan terus terjadi di kejauhan.Dia jadi panik.Saat ini, Chandra sedang bersama Maniso.Kura Sakti telah terbunuh. Inti dalam dari Kura Sakti telah hancur berkeping-keping, dan banyak praktisi hebat yang berusaha untuk mendapatkannya. Pertarungan untuk memperebutkan bagian-bagian itu seperti bisa menjungkirbalikkan dunia.Dia dan Maniso berencana untuk per

  • Jenderal Naga   Bab 1228

    Setelah beberapa saat, dia muncul di hadapan Nova.Dia melambaikan tangannya dengan santai dan kekuatan yang kuat muncul di telapak tangannya. Nova langsung dibuat bergerak menepi. Dia menarik Nova dan bertanya, “Nova, kenapa kamu masih di sini? Bukannya kamu sudah pulang tadi malam?”“Kakek ....” Nova menangis saat melihat Robi.Robi menyadari cucunya berlumuran darah, mengerutkan kening dan bertanya, “Apa kamu terluka?”Dia meraih tangan Nova dan merasakan denyut nadinya.Seketika, ekspresi Robi berubah.“Aura yang kuat sekali.”Saat ini, sebuah rudal ditembakkan.“Ayo.”Kekuatan Robi sudah mencapai Tingkat Kedelapan, dan dia merasakan aura berbahaya.Dia menarik Nova dan melarikan diri dengan cepat.Saat mereka menghindar, rudal mendarat di area tempat mereka berada barusan.“Duar!”Dalam radius satu kilometer, semuanya langsung rata dengan tanah, dan banyak batu berguling dan terbang ke udara.Di langit, ada lebih dari seratus jet tempur.Pengeboman gila-gilaan dilakukan terhadap p

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2183

    Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga

  • Jenderal Naga   Bab 2182

    Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

  • Jenderal Naga   Bab 2178

    Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

  • Jenderal Naga   Bab 2176

    “Jadi sebenarnya apa itu Keberuntungan?” tanya Chandra.Trigali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia sendiri juga tidak tahu hal itu. Bukan hanya dia yang tidak tahu, bahkan gurunya pun tidak tahu. Bahkan boleh dibilang, tidak ada seorang pun di dunia yang mengetahui apa itu Keberuntungan.“Aku juga nggak tahu. Satu-satunya yang aku tahu yaitu Keberuntungan itu ada hubungannya dengan rahasia utama langit dan bumi. Ada hubungannya dengan serangan kaumku terhadap bumi saat itu,” ujar Trigali.“Oh ya?” Chandra menjadi tertarik.Sampai saat ini, Chandra masih belum mengetahui mengapa Kaum Iblis menyerang bumi pada zaman dulu, mengapa mereka memilih meninggalkan bumi saat mereka hampir menduduki bumi.Chandra pernah bertanya pada Koko sebelumnya, tapi Koko tidak mengatakan apa pun. Kali ini, Chandra bertanya dan mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.Trigali berpikir sejenak, lalu menjawab, “Sebenarnya, kaum kami menyerang bumi hanya untuk mengikuti Aturan Langit. Sekalipun kaum kami n

  • Jenderal Naga   Bab 2175

    Chandra sama sekali tidak menyangka Keberuntungan akan muncul secepat itu. Padahal dia memang sudah berencana untuk datang ke Kota Bushu dan mencari tahu. Dia ingin tahu seperti apa Keberuntungan yang muncul dari bencana alam itu. Kemudian, dia akan masuk ke Istana Abadi Ceptra dan mengurung diri di Rumah Waktu untuk sementara waktu sambil meningkatkan kekuatannya. Setelah itu dia baru pergi merebut Keberuntungan.Tidak disangka, baru tiba di Gunung Bushu, Keberuntungan pun telah muncul. Dalam sekejap, Gunung Bushu memancarkan sinar, lalu seluruh bumi juga ikut bersinar. Banyak daerah tidak dikenal bermunculan. Daerah-daerah tersebut membawa Energi Spiritual Langit dan Bumi yang kuat.“Kak Sasa, Keberuntungan sudah muncul, ya? Keberuntungan apa yang muncul setelah bencana alam kali ini? Kenapa sampai bisa buat banyak orang hebat memperebutkannya?” tanya Chandra.Suara Sasa bergema di dalam kepala Chandra, “Aku nggak tahu sebenarnya seperti apa Keberuntungan itu. Aku hanya tahu itu Kebe

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status