Share

Bab 1227

Author: Angin
Nova berlumuran darah Kura Sakti.

Darah itu panas, dan seluruh tubuhnya terasa sangat panas. Pada saat yang sama, darah meresap masuk ke pakaiannya. Saat darah itu memasuki tubuhnya melalui pori-pori, dia merasakan kekuatan yang kuat memasuki tubuhnya. Kekuatan ini menyerang tubuhnya dan otaknya.

Setelah entah berapa lama, dia pun siuman.

“Ah ....”

Begitu bangun, kepalanya langsung sakit luar biasa.

Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak kesakitan.

“Duar!”

Saat ini, terdengar ledakan di kejauhan.

Ledakan itu bergema dan tanah berguncang, seolah-olah akan terjadi gempa bumi.

Nova berdiri kaget.

Duar! Duar! Duar!

Ledakan-ledakan terus terjadi di kejauhan.

Dia jadi panik.

Saat ini, Chandra sedang bersama Maniso.

Kura Sakti telah terbunuh. Inti dalam dari Kura Sakti telah hancur berkeping-keping, dan banyak praktisi hebat yang berusaha untuk mendapatkannya. Pertarungan untuk memperebutkan bagian-bagian itu seperti bisa menjungkirbalikkan dunia.

Dia dan Maniso berencana untuk per
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Jenderal Naga   Bab 1228

    Setelah beberapa saat, dia muncul di hadapan Nova.Dia melambaikan tangannya dengan santai dan kekuatan yang kuat muncul di telapak tangannya. Nova langsung dibuat bergerak menepi. Dia menarik Nova dan bertanya, “Nova, kenapa kamu masih di sini? Bukannya kamu sudah pulang tadi malam?”“Kakek ....” Nova menangis saat melihat Robi.Robi menyadari cucunya berlumuran darah, mengerutkan kening dan bertanya, “Apa kamu terluka?”Dia meraih tangan Nova dan merasakan denyut nadinya.Seketika, ekspresi Robi berubah.“Aura yang kuat sekali.”Saat ini, sebuah rudal ditembakkan.“Ayo.”Kekuatan Robi sudah mencapai Tingkat Kedelapan, dan dia merasakan aura berbahaya.Dia menarik Nova dan melarikan diri dengan cepat.Saat mereka menghindar, rudal mendarat di area tempat mereka berada barusan.“Duar!”Dalam radius satu kilometer, semuanya langsung rata dengan tanah, dan banyak batu berguling dan terbang ke udara.Di langit, ada lebih dari seratus jet tempur.Pengeboman gila-gilaan dilakukan terhadap p

  • Jenderal Naga   Bab 1229

    Chandra dan Maniso menerobos keluar dari kawasan Gunung Langit.Ada sejumlah besar pasukan tidak jauh dari sana.Ada mobil tank, senjata besar, dan banyak prajurit yang membawa senjata berat.Chandra mengerutkan kening saat melihat pemandangan itu.Orang-orang itu sudah melihat Chandra melalui drone dan mengetahui identitasnya. Mereka tidak gegabah dalam bertindak, melainkan menunggu perintah dari atas.Chandra berjalan mendekat dan berhenti seratus meter jauhnya dari dari para tentara itu. Dia mengaktifkan energi sejatinya dan berteriak dengan keras, “Suruh pemimpin kalian keluar.”Namun, para prajurit itu tidak menjawabnya.Pada saat ini, jet tempur di langit masih melakukan pengeboman.Banyak praktisi seni bela diri hebat yang terluka, dan sekarang mereka tidak dapat melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka.“Menjengkelkan,” terdengar teriakan marah.Segera setelah itu, sesosok tubuh melesat ke langit. Orang ini memegang Pedang Es, mengayunkan pedang yang memiliki energi mena

  • Jenderal Naga   Bab 1230

    “Chandra, apa yang kamu lakukan?”Raut muka Shadow agak berubah. Dia berjuang keras untuk melawan, tetapi titik akupunturnya sudah disumbat dan dia tidak bisa bergerak sama sekali.“Perintahkan pasukan untuk mundur,” perintah Chandra.Para prajurit di sana memandang satu sama lain. Untuk sesaat, mereka tidak tahu harus berbuat apa.Mereka semua tahu bahwa Chandra adalah Raja Naga, pemimpin Pasukan Naga Hitam di Gurun Selatan, serta pemimpin Pasukan Api Merah di Someria.Chandra memandang para prajurit itu lagi dan bertanya dengan dingin, “Kamu berasal dari pasukan mana?”Seorang tentara datang dan berkata dengan hati-hati, “Jen … Jenderal, kami adalah Pasukan Khusus Spesies Asing. Kami tidak termasuk pasukan mana pun. Kami adalah pasukan khusus yang diperintahkan langsung oleh Raja.”“Sekali lagi, mundur.” Chandra memberi perintah lagi.“Um ....”“Kenapa, kamu mau mati? Apa kamu kamu siapa yang kamu serang? Sekarang ini mereka sedang terluka, jadi mereka hanya bisa melarikan diri secar

  • Jenderal Naga   Bab 1231

    Chandra bukan sombong.Dia memang telah mencapai Tingkat Ketujuh, dan dia berlatih Ilmu Keabadian Vajra. Dengan menggunakan ilmu ini, pertahanannya jadi sangat kuat, dan dia yakin bahwa dia tidak akan kalah melawan para praktisi yang sudah berada di Tingkat Kedelapan.Selain itu, dia juga telah berlatih Rahasia 13 Pedang dengan intensif.Dia memiliki kekuatan.Raja terdiam.Dia sudah lama menunggu hari ini.Sekarang, dia akhirnya bisa menangkap semuanya. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini.“Chandra, kamu adalah Raja Naga dari Gurun Selatan, dan kamu adalah pemimpin dari dua pasukan. Apa kamu tahu kalau ikut campurnya pada praktisi kuno itu terhadap negara separah apa? Para praktisi itu nggak peduli pada aturan. Mereka pantas mati dan nggak seharusnya ada. Ini adalah kesempatan. Kalau kita melewatkannya, nggak akan ada lagi.”“Aku tahu, tapi apa kamu tahu ada berapa banyak praktisi seni bela diri di tempat ini? Kamu pikir kamu benar-benar bisa membunuh semuanya?”Chandra berada d

  • Jenderal Naga   Bab 1232

    “Baik, akan segera saya aturkan,” ujar Paul. Begitu dia mendapatkan perintah, lelaki tersebut langsung melaksanakannya. Dia memberi tahu Pasukan Api Merah dan Pasukan Naga Hitam serta menghubungi Arya untuk meminta lelaki itu mengerahkan pasukan bantuan. Tiga markas besar mulai menerbangkan pesawat helikopter milik mereka.Di bagian luar Kelompok Gunung Langit, tampak Chandra berkata, “Maniso, kita lihat kira-kira para petarung Delapan Alam ini masih tersisa berapa banyak. Semua orang boleh hidup, tapi orang-orang Duku Dukun harus mati!”Tujuan Chandra adalah untuk memusnahkan anggota Suku Dukun. Sekarang merupakan waktu yang tepat dan dia tidak ingin melewatkannya.“Baik.“ Maniso mengangguk dan keduanya langsung melompat dan terbang ke arah tempat keberadaan Kelompok Pasukan Langit. Tidak butuh waktu lama untuk kedua orang itu berdiri di posisi puluhan meter di atas tanah dan mengamati bagian bawah mereka dengan saksama. Di sana terlihat banyak tempat yang mengepulkan asap hitam yang

  • Jenderal Naga   Bab 1233

    “Ada, ngga?!” tanya Chandra.Chandra balas bertanya, “Demi berlatih Ilmu Transformasi Kitab Sihir, kamu membuat banyak penelitian dan menyuntikkan virus ke tubuh banyak orang. Kamu membuat mereka berubah nggak seperti manusia. Apakah menurutmu kamu nggak salah?”“Memangnya aku melakukan itu? Sejak kapan aku melakukan penelitian? Nggak ada hubungannya juga semua virus yang kamu sebutkan itu,” ujar Kadir balas bertanya.“Kenapa? Sampai detik ini kamu masih berusaha mengelak?”Kadir diam dan tidak bersuara. Dia tahu tidak akan ada gunanya menjelaskan lagi. Chandra mengeluarkan pedang dan mengarahkannya lurus-lurus pada Kadir. Lelaki itu memejamkan matanya dan ketika Chandra hendak menusuknya, Kadir mengeluarkan sebuah bola yang meneteskan darah sambil memberikan pada Chandra.“Ini adalah bagian inti dalamnya Kura Sakti. Setelah dia dibunuh, inti tubuhnya juga dikeluarkan. Aku mendapatkan salah satunya dengan susah payah dan sekarang aku berikan padamu. Kemampuanmu lebih besar dari milikku

  • Jenderal Naga   Bab 1234

    “Kenapa bisa percaya denganku?”“Inti dalam dari Kura Sakti merupakan sesuatu yang sangat berharga. Aku mau membunuhmu, tapi kamu justru memberikannya padaku sebelum kamu mati.  Dari sana aku bisa menebak kalau kamu bukan orang jahat.”Chandra percaya dengan perasaannya. Dia merasa Kadir bukan orang picik dan jahat. Meski dia adalah pemimpin Suku Dukun, selama ratusan tahun dia menguasai Suku Dukun tanpa melakukan apa pun yang mencelakai negara.Sedangkan Alden membunuh Kadir karena lelaki itu sudah kehilangan ambisi untuk menjadi penguasa. Kadir hanya sibuk menyembunyikan diri untuk berlatih.Kadir bersandar di batu sambil menatap Chandra dengan ekspresi kagum dan berkata, “Nggak heran kalau kamu jadi Raja Naga dan ketua dari dua kelompok pasukan. Sikapmu benar-benar luar biasa! Aku berhutang budi denganmu. Kalau suatu hari ada butuh bantuanku, aku pasti akan memberikan dukungan sepenuh hati.”Lelaki itu bangkit berdiri dan kemudian kembali jatuh ke tanah. Dengan cepat Chandra berkata

  • Jenderal Naga   Bab 1235

    “Kakek, ini apa?”Robi tengah sibuk melihat ke sekeliling dan ingin mencari jalan keluar. Ketika mendengar suara Nova, dia berbalik dan bertanya, “Apa?”Nova menunjuk pedang berwarna hitam yang ada di tanah. Tempat ini sangat dalam sekali dan tidak ada penerangan. Sekeliling mereka gelap gulita, tetapi Nova yang berada di tingkat Tiga Alam dengan kemampuan pandangan yang bagus masih bisa membuatnya melihat sekitar, meski dalam keadaan gelap gulita.“Ini … ini Pedang Kejahatan. Ribuan tahun yang lalu, pedang ini merupakan pedang milik salah satu anak buah Raja Januar yang paling hebat. Raja Januar membawa banyak pesilat untuk membunuh Kura Sakti, tetapi mereka gagal. Hanya pemilik dari Pedang Kejahatan ini yang berhasil melukai Kura Sakti,”“Tubuhnya mengenai darah dari Kura Sakti dan dia gagal mengendalikan dirinya dan kehilangan akal sehat. Raja Januar menyerangnya dan memutuskan tangan orang itu, kemudian dia membawa pedang tersebut pergi.”“Pedang ini merupakan pedang iblis dan peda

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 2185

    “Tugu Langit Tanpa Batas?” tanya Chandra antusias. Informasi tentang zaman dia berada sekarang tertulis di Tugu Langit Tanpa Baras yang artinya sekarang dia tidak lagi berada di zamannya. Dia sudah melakukan perjalanan melintasi waktu dan kembali ke masa lalu. Chandra melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, terdapat banyak sekali prajurit. Beberapa di antaranya sudah berhasil menyelesaikan tantangan dan masuk ke dalam Kota Tanpa Batas yang merupakan titik awal dalam Negeri Penelusuran. Chandra memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, sampai dia melihat sebuah tugu yang berwarna hitam dengan tinggi ratusan meter dan lebar 30 meter. Di tugu itu, terukir banyak tulisan rahasia. Selain itu, ada ratusan ribu prajurit yang berkumpul di bawah tugu. “Apa arti tulisan itu?”“Tugu Langit Tanpa Batas memang sangat ajaib.”*** Banyak prajurit yang tidak mengerti tentang tugu ini saling berdiskusi satu sama lain. Tidak lama kemudian, Chandra ikut berkumpul di bawah tugu. Dia melihat T

  • Jenderal Naga   Bab 2184

    Kedua orang ini sudah bertarung dengan sangat sengit yang telah membuat mereka terluka sekaligus menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan mereka. Namun, mereka masih terhitung cukup kuat bagi Chandra. “Kurang ajar, aku salah perhitungan. Aku terlalu cepat muncul, seharusnya aku muncul ketika mereka sudah kehabisan tenaga untuk bertarung,” ujar Chandra sambil menepuk dahinya dan menyesali kemunculannya yang terlalu cepat. Kesatria Hitam dan laki-laki berjubah hitam menatap Chandra ngeri. Terlebih lagi, si laki-laki berjubah hitam yang sampai berkeringat dingin di punggungnya. Di sisi lain, Chandra sedang merenung sejenak. Sejauh ini, Chandra tidak memiliki masalah apa pun dengan si laki-laki berjubah hitam. Laki-laki itu pasti tidak akan menyerang Chandra kalau Chandra tidak menyerangnya. Namun, hal itu berbeda dengan Kesatria Hitam. Karena ada masalah yang cukup besar di antara mereka berdua. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk menghadapi Kesatria Hitam terlebih dahulu. “Kesat

  • Jenderal Naga   Bab 2183

    Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga

  • Jenderal Naga   Bab 2182

    Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus

  • Jenderal Naga   Bab 2181

    Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,

  • Jenderal Naga   Bab 2180

    Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?

  • Jenderal Naga   Bab 2179

    Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah

  • Jenderal Naga   Bab 2178

    Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny

  • Jenderal Naga   Bab 2177

    Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status