“Mobil kamu hari ini datang, kamu bisa pergi kuliah sendiri nanti kalau Akbi lagi keluar kota dan enggak bisa anter jemput kamu seperti saat ini,” kata Beni memberitahu.Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju kampus dalam mobil MPV mewah milik Beni.“Makasih ya Pa, padahal Papa enggak perlu repot-repot ...,” Bee berujar sambil menatap Beni penuh syukur meski terselip rasa tidak enak hati.“Enggak apa-apa Bee, hanya sebuah mobil,” balas Beni ringan seolah mobil tersebut adalah sebuah mainan dengan harga murah.“Dulu Ayah kamu banyak membantu Papa, seharusnya Johan bisa lulus lebih awal tapi ketika Ujian Akhir Semester, Papa kedapatan menyontek kepada Johan membuat kami berdua mendapat nilai E dan harus mengulang mata kuliah Akuntansi Biaya padahal mata kuliah itu begitu mudah bagi Johan,” tutur Beni kemudian tertawa.Bee tersenyum mengingat Akbi pernah mengajarinya mata kuliah tersebut.Kenapa dirinya tidak sepandai sang Ayah?Kemudian Bee teringat sesuatu, ia menarik nafas se
“Kereeeen, lain kali lawan sepertu itu lagi ya!” puji Aldo ketika mereka berjalan beriringan menuju pelataran parkir.Masalah tadi telah selesai dengan baik karena Bee bersikeras untuk tidak memperpanjang meski Tasya nampak terpaksa meminta maaf.Kali ini cctv menyelawatkan Bee dan juga terimakasih kepada Aldo yang sudah cepat tanggap dengan otak cerdasnya memiliki ide untuk melepaskan Bee dari masalah.“Tapi aku enggak bermaksud ngelawan,” Bee menyanggah mengungkapkan fakta.“Kalau gitu, kedepannya kamu harus lawan ... sekalipun mereka terluka, Pak Beni lebih berkuasa dan kamu akan selalu terbebas dari masalah!” “Wooow, Kak Aldo lagi ngajarin aku enggak bener?” tuduh Bee dengan mata memicing.Pria itu tertawa kemudian berkata, “Bee, enggak ada salahnya melawan kalau kamu benar ... ini dunia nyata bukan negri dongeng! Keberuntungan tidak selalu berpihak sama kamu, jadi sekali-sekali kamu harus melawan ... mempertahankan pendapat kamu apa lagi kalau kamu benar,” ujar Aldo kemudian men
Bee mengerjap ketika ia merasakan kehadiran seseorang di ruangan tempatnya tidur beberapa bulan terakhir.Lalu matanya memicing guna memperjelas indera penghilatan karena selain ia baru saja terjaga, pencahayaan di ruangan itu pun sangat minim.“Akbi?” panggilnya menerka.“Kenapa lo tidur di sini? Gue udah bilang tidur di kasur!” “Aku enggak tau kamu pulang kapan, jadi aku tidur di sini jaga-jaga kalau kamu pulang.” Akbi mengembuskan nafas kasar sambil melepas kancing kemeja, keningnya berkerut dampak dari kekesalan menemukan sang istri tidur di walk in closet padahal sebelum pergi ke luar kota ia sudah berpesan agar Bee tidur di atas ranjang.“Mau gue pulang atau enggak, lo tidur sana!” Akbi berseru, menaikan intonasi suaranya.“Tapi, Bi ... a ... aku, belum si ... ap,” ucapannya terbata dengan nada yang semakin rendah.Bee juga menundukkan kepala, merasakan panas di pipinya dan sudah dipastikan wajahnya merah seperti kepiting rebus.Bukan Bee menolak tidur satu ranjang, ia hanya t
Akbi mengembuskan nafas kasar, kenapa istrinya menjadi banyak bicara seperti ini? Moodnya kini telah berubah, ia sudah tidak ingin melanjutkannya lagi.Padahal tadi Akbi begitu merindukan melumat bibir mungil itu, betapa manis ketika terakhir ia menikmatinya.Dengan kasar Akbi menarik tangannya dari belakang kepala Bee.Merebahkan tubuhnya terlentang lalu memejamkan mata. Bee mengerjap beberapa kali, tentu saja hal itu membuatnya bingung karena sang suami mendadak berhenti melakukan niatnya.Bee sedikit mengangkat tubuh demi bisa melihat wajah Akbi. “Bi, enggak jadi ciumnya?” “Enggak jadi, bete gue!!” Akbi berseru kesal.Bibir Bee mencebik. “Bete kenapa? Ayo, mau cium enggak? Mumpung aku lagi baik nih.” Kedua alis Akbi terangkat mendengar penuturan istrinya yang bernada menantang.Ada apa dengan istrinya? Apa tadi siang kepalanya terbentur?Salah besar, Bee hanya sedang bahagia karena Diana menerima baju buatannya.Selama beberapa hari Akbi pergi keluar kota, ia tidak mendapat sed
“Lo lagi datang bulan ya, Bee?” tanya Akbi lalu melirik jemarinya yang ia angkat untuk menyakinkan apakah prasangkanya benar.Akbi menggeram frustasi, memejamkan mata dengan rahang mengetat menahan ledakan emosi yang tidak mungkin ia lampiaskan kepada istrinya.Bila sudah seperti ini siapa yang mau di salahkan?Lagi-lagi usahanya gagal dan bila Akbi mengumbar emosinya, sudah dipastikan Bee akan ketakutan dan ia harus melakukan pendekatan kembali dari awal.Lelaki itu pikir bila lembab di bagian inti sang istri adalah dampak dari rangsangannya namun ternyata karena datang bulan.Sementara Bee mengerutkan wajah seraya menggigit bibir bawah ketika melihat darah di jari Akbi kemudian buru-buru turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan bercak darah di bagian intinya.“Bi, maaf ...,” ucap Bee penuh penyesalan setelah selesai membersihkan tubuhnya.“Enggak, Bee ... gue enggak bisa maafin lo! Lo tau gue punya kebutuhan dan udah beberapa bulan ini demi lo, demi pernikahan k
“Hai Tante ... apakabar?” Anggit menyapa Diana dengan nada ramah yang sangat berlebihan.Senyum lebar merekah di wajahnya dengan tulang pipi menonjol yang di balut make up tebal.Perempuan itu sampai berdiri lalu menarik kursi untuk Diana duduki.Siang ini mereka sedang berada disebuah restoran di salah satu Mall terbesar di Jakarta.“Baik sayang, kamu apakabar?” Diana balik bertanya setelah selesai mengecup pipi kiri dan kanan Anggit juga Lisa.“Masih sedikit kecewa sih Tan ... tapi ya sudahlah, dari awal Anggit tau kalau ada kecurangan dalam penjurian ... titipan yang berkuasa ternyata yang bertahan meski tidak memiliki kemampuan,” balasnya menuduh seraya menopang satu kaki.Menceritakan sekilas mengenai suasana hatinya dan mengklarifikasi mengenai kegagalannya daram kontes.Padahal memang kemampuan perempuan itu masih di bawah kriteria rata-rata yang ditetapkan.Setelah melabrak Bee di coffeshop milik sahabat Akbi, Anggit pergi ke Singapura dan beberapa hari berada di sana untuk me
Satu notif muncul di ponsel Bee, malasan-malasan ia meraih dari atas nakas kemudian membacanya.[Gue pulang malem ~ SuamiKu]Tanpa sadar Bee memajukan bibirnya kemudian menarik bibir itu segaris setelah menyadari bila ia dilarang mengeluh.Jemarinya dengan lihai membalas pesan tersebut.[Kenapa? ~Bee]Akbi menelan saliva, menimbang apakah ia harus menjawab jujur.Sementara Bee merutuki pesan yang menurutnya posesif yang baru saja ia kirim karena khawatir bila Akbi akan salah persepsi dan mengira bila dirinya telah terbuai oleh segala perhatian dan perbuatannya yang sangat memabukkan beberapa hari lalu.Setelah beberapa menit berpikir, nampaknya Akbi harus berkata jujur mengingat hubungan mereka yang telah banyak kemajuan.Akbi tidak ingin hubungan mereka dinodai oleh kebohongan juga sekalian mengetes sang istri, apa wanita itu cemburu atau memakluminya.[Ke apartemen Anggit dulu, sebentar ~Suamiku]Jantungnya berdetak kencang seakan ia sedang berlari ke apartemen Anggit untuk menyeret
Bee mengerjap ketika tidur lelapnya terganggu oleh suara berisik di lantai bawah.Ia mendudukkan tubuh sambil memegang kedua kepala yang terasa pening karena harus ditarik paksa dari tidur lelapnya. Mata Bee memicing memandang jam yang tergantung di dinding. Jam yang menunjukkan pukul tiga dini hari membuat rasa ingin taunya bertambah besar apa yang terjadi di bawah sana ketika fajar pun belum menyingsing.Perlahan Bee turun dari tempat tidur melangkah menuju pintu kemudian membukannya.Suara Beni terdengar kencang di sertai sebuah suara hentakkan telapak tangan yang menyentuh kulit dan ia yakini bila itu adalah suara tamparan.Sayangnya Bee tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Beni dan hal itu membuat langkahnya semakin cepat menuju lantai bawah.“Akbi,” gumam Bee setelah berada di lantai dua dan melihat sosok suaminya di bawah sana bersama Beni juga Aldo.“Kamu mau bikin Papa mati karena jantungan, iya?!” sentak Beni dengan raut kecewa dan kerutan di dahi yang semakin membuatny
“Sorry, enggak sengaja ... gue buru-buru,” ujar Arsha kepada gadis populer yang baru saja ia senggol tanpa sengaja.“Heh, pendek! Seenaknya aja lo minta maaf ... emang gue segede gini enggak keliatan apa? Dasar pendek ... anak kurcaci!” teriak Devina tepat di depan wajah Arsha.Devina Agni yang sedari SMP sudah sering wara-wiri di layar televisi membintangi iklan maupun sinetron.Karirnya tersebut tidak lepas dari bantuan sang Bunda yang juga merupakan seorang artis pada jamannya meski sampai saat ini masih terkenal dengan semua skandal yang melekat pada dirinya semenjak muda.Devina sendiri masih disanksikan siapa Ayah kandung yang sebenarnya karena tiba-tiba Ibunda dari Devina itu menghilang lalu beberapa tahun kemudian muncul kembali dengan status sebagai janda dan digosipkan menjadi pelakor dalam rumah tangga seorang pengusaha tambang dari Kalimantan.Setelah itu ia di gosipkan memiliki hubungan terlarang dengan produser film untuk bisa ikut berperan di layar lebar meski hanya seb
“Maheswari Arshavina Marthadidjaya!!” Teriak Akbi memanggil putri kecilnya yang berumur lima tahun.Gadis kecil itu sedang asyik menggoreskan paku berkarat pada body mobil mewah seharga lima belas miliar milik sang Daddy.Menggambar gunung dan tumbuhan juga beberapa bentuk abstrack tidak jelas.Telinganya tertutup headphone dengan tanduk unicorn, suara kencang terdengar dari sana hingga Akbi bisa mendengar lagu apa yang sedang di putar headphone canggih tersebut.Akbi menyimpan kedua tangannya di pinggang, ia jengkel bukan karena Arsha melukis mobilnya tapi karena suara kencang di headphone tersebut bisa saja membuat si bungsu tuli.Akbi tarik headphone berwarna pink itu membuat gadis kecil dengan rambut kuncir kuda mendongakan kepala.“Hai Dad, look!” Arsha berseru sambil menunjuk lukisannya.“Bagus ‘kan, Dad?” tanyanya lagi sambil memiringkan kepala dengan senyum manis semanis senyum sang Mommy.Akbi menggendong Arsha lalu mengambil paku berkarat dari tangan mungil itu untuk ia buan
Kehamilan Bee yang kedua ini sungguh berat padahal hanya ada satu janin saja di dalamnya tidak seperti ketika hamil si kembar yang walaupun perutnya sangat besar dan membutuhkan asupan gizi dua kali lipat tapi tidak ada kendala yang berarti.Mual dan susah makan hanya pada trimester pertama setelah itu Bee menjalani aktivitas seperti biasa.Tapi anehnya, kehamilan Bee saat ini berbanding terbalik dengan kehamilan yang sebelumnya.Semakin besar kandungan Bee, semakin sering mengalami muntah dan juga sulit memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.Beruntung pekerjaannya yang masih tersisa setelah pesta Gunadhya dapat diselesaikan oleh bantuan Ibu Aneu juga tim dan untuk sementara Bee tidak menerima pesanan kebaya hingga tubuhnya pulih pasca melahirkan.Selama kehamilannya Bee sudah di rawat dua kali di rumah sakit, seperti saat ini ketika kehamilannya sudah sangat besar dan mendekati waktu melahirkan, ia harus terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit.Di sebrang sana, Akbi yang menungguin
“Harusnya mereka dibawa,” Bee menggerutu sambi memajukan bibirnya.Mereka yang dimaksud Bee adalah si kembar dan Akbi sudah langsung tau ketika melihat wajah sang istri yang tampak sendu. Saat ini mereka sudah berada di kapal pesiar menuju Thailand, kamar exclusive itu memiliki balkon, privat pool juga jacuzy.Sambil menikmati matahari terbenam, keduanya bersandar pada daybed.Tidak ada masalah ketika tadi keduanya pergi meninggalkan si kembar, semua telah disiapkan secara matang.Diana akan tinggal di rumah Bee selama perjalanan bulan madu itu.Seperti pasangan yang baru menikah pada umumnya, Akbi dan Bee juga tampak mesra saling rangkul dan banyak tertawa dengan obrolan receh mereka ketika berada di bandara menunggu pesawat sampai menginjakan kaki di kapal pesiar ini.Tapi setelah semua itu, Bee merasa hampa, kosong dan kehilangan.Biasanya sore hari adalah waktunya ia memandikan si kembar kemudian memberi mereka makan sambil menunggu Daddynya pulang kerja.Tidak seperti sekarang,
Gaun pengantin indah rancangan khusus sang Ibunda tercinta yang merupakan designer ternama itu membalut tubuh Bee dengan sempurna.Model gaun mermaid, menampilkan perut Bee yang sudah sedikit buncit. Seakan ingin menunjukan eksistensi anak ke tiga mereka yang berada di dalamnya.Mata Akbi sulit lepas dari tatapannya kepada sang istri, crown dikepalanya dengan surai di pelipis membuat Bee tampak secantik dewi Yunani.Tidak ada heels tinggi untuk membuat tubuh Bee tampak jenjang, Akbi menyembunyikannya lalu menggantinya dengan flatshoes berwarna senada dengan gaun dan memiliki bunga besar sebagai aksen di bagian depannya.“Kamu siap?” Akbi bertanya sebelum mereka keluar.“Bersamamu, aku selalu siap ...,” jawab Bee mantap memunculkan sebuah senyum di bibir Akbi.Sambil menggendong Aarash dan Aarav keduanya melangkah pelan melewati jalan setapak yang dibentuk dari taburan bunga.Semua kamera profesional maupun handphone terarah kepada mereka.Lagu milik Jhon Legend berjudul All Of Me yang
Beberapa minggu terakhir, Akbi maupun Bee disibukan dengan persiapan pernikahan tapi juga tidak sampai membuat keduanya stress karena mereka menyerahkan semuanya kepada Wedding Organizer berpengalaman dan profesional.Mereka berdua juga tidak pernah sulit menentukan pilihan mulai dari tempat acara hingga souvenir untuk para tamu.Bukan bermaksud meremehkan tapi untuk menuju sebuah kebahagiaan kita juga harus menempuhnya dengan suka cita.Bee tidak pernah mengira bila Ibu Aneu ternyata diam-diam telah membuatkannya kebaya dan gaun pengantin yang akan dikenakannya pada resepsi pernikahan.Ibu Aneu yang sudah mengetahui ukuran badan Bee, tiba-tiba saja beliau memintanya untuk melakukan fitting agar bisa memperbaiki kekurangan tapi ternyata sesuatu yang dibuat dengan cinta dan kasih sayang tidak perlu diragukan hasilnya.Semuanya pas tanpa sedikitpun kekurangan, sempurna membalut tubuh Bee seperti saat ini.“Kakak ... adik ... Mommy cantik, enggak?” tanyanya pada si kembar yang asyik berm
“Lagi apa?” tanya suara dari sebrang sana, ekspresi wajah pria dalam panggilan video itu juga tampak tenang tidak mencerminkan suasana hatinya saat ini yang sedang tegang menjelang akad nikah esok hari.“Abis maskeran, biar besok make up-nya nempel sampe malem,” Bee menjawab sama tenangnya.Berbeda dengan Akbi, perasaan Bee malah jauh lebih lega.Tidak seperti pernikahan yang pertama, berniat menodai kesucian mahligai pernikahan—pernikahannya kali ini bersama Akbi memang berniat membangun rumah tangga yang bahagia, untuk menyempurnakan setengah Agamanya.“Besok enggak usah cantik-cantik banget ya, By ... aku suka kesel kalau ada cowok ngeliatin kamu terus-terusan” Bee tersenyum dan senyum itu sangat menarik hati Akbi, begitu cantik luar biasa bila Bee sedang tersenyum tersipu seperti itu.“Meski banyak pria menggoda, tapi hati ini tau harus berlabuh di mana,” ujar Bee berpuitis.Akbi tergelak, biasanya dirinya yang menggoda Bee dengan kata-kata puitis atau lagu yang sesuai dengan per
“Calon istri siapa sih, cantik banget ...,” ujar Akbi setelah memberikan satu kecupan di pipi Bee.Kalimat biasa namun berdampak luar biasa bagi setiap wanita.Apalagi pria itu mengecup pipinya ditengah-tengah kerumunan orang yang sedang menyaksikan akad nikah Zeline.Tapi saat ini Akbi sedang tidak berdusta pasalnya Bee memang berdandan sangat cantik untuk pesta pernikahan Zeline Gunadhya.Pagi sekali Bee datang ke hotel ini untuk mengecek dan memastikan kebaya akad nikah yang akan dikenakan Zeline. Semua sempurna, tidak ada kekurangan apalagi cacat, ingatkan Bee untuk memberi bonus pada krunya yang memperlakukan semua gaun tersebut dengan sangat hati-hati. Zeline tampak puas ketika melihat tubuhnya di cermin terbalut kebaya akad nikah, begitu pula dengan seluruh keluarga Gunadhya.Sungguh suatu kehormatan bagi Bee dipercaya menjadi bagian dalam momen bersejarah bagi keluarga Gunadhya.“Si kembar mana?” Bee bertanya untuk menetralkan persaannya yg sedang tersipu.Kemarin Bee memin
Betapa sulitnya driver mengemudikan mobil untuk bisa melewati kerumunan para pencari berita yang memadati gerbang komplek perumahan kaum jetset dimana rumah Ibu Aneu berada.Undangan pesta pertunangan Akbi dan Bee yang tersebar menjadi berita hangat di kalangan infotainment terlebih foto keduanya yang tertangkap kamera netizen sedang nonton bersama beberapa waktu lalu menjadi pencetus berita tersebut yang menjadi bola liar dan menghasilkan banyak asumsi publik.Beni sengaja meminta aparat keamanan untuk membantu tim sekuriti komplek agar tidak mengijinkan para pencari berita masuk dan mengganggu jalannya acara.Meski Akbi sudah berjanji untuk memberikan klarifikasi ketika pesta pernikahannya nanti akan tetapi mereka seolah tidak sabar ingin mengetahui alasan kenapa di batalkannya pesta pernikahan dengan Anggit.Bukan hanya Akbi dan Bee yang dikejar-kejar wartawan, Anggit pun demikian namun tidak satu patah kata pun keluar dari mulutnya.Saat ini perempuan itu tidak menerima job mengin