Share

Bab 23 ~ Salah Paham

Author: Kinan Larasati
last update Last Updated: 2024-11-01 22:02:48

“Makanlah bubur ini, aku sengaja memesan bubur untukmu,” ucap Leon. Saat ini, dia dan Aerline berada di ruangan pantry kantor. Leon sengaja membelikan bubur untuk Aerline yang terlihat lemas.

“Aku gak mood makan,” keluh Aerline.

“Paksain dong. Kamu masuk angin kayaknya. Udah berapa kali masuk ke kamar mandi sejak tadi?” tanya Leon.

“Tiga kali. Mungkin benar masuk angin, lemas sekali rasanya,” keluh Aerline. Terlebih hatinya sakit dan dia ingin sekali menangis, tetapi dia sadar posisinya adalah sebagai yang kedua dan selingkuhan Joel. Dia harus menerima konsekuensi seperti ini.

“Biar aku suapin. Buka mulutmu?” ujar Leon mengambil sendok dan menyendokkan bubur tersebut.

“Buka mulutmu, Lin.” Leon sedikit memaksa, walau Aerline terus menolaknya.

Aerline menggeleng pelan, merasa tidak nyaman dengan perhatian Leon yang berlebihan.

“Leon, aku bisa makan sendiri,” ujarnya, berusaha terdengar tegas meski suaranya lemah.

“Tidak, kamu butuh tenaga. Ini hanya bubur, tidak akan membuatmu k
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (4)
goodnovel comment avatar
anadesiana
maya pasti salah faham ke aer,pasti dia menganggap aer tukang bohong.pdhl sh leon lho yg ngejar2 aer,tp aer hanya menganggap leon temen. aku kesel dh sm joel,jgn php donk joel...
goodnovel comment avatar
Dshaku
serba salah ya Ar.. tp saya ikuta baper Lo.
goodnovel comment avatar
fitri hd
gk ada kerjaan banget orang yang nyebar² berita gk jelas tentang aerline dan Leon padahal mau atau tidak adanya hubungan ya terserah mereka, gk harus smpe di post begitu udh macam artis yg ketangkep basah pacaran
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 24 ~ Aerline yang Sakit

    “Makanannya sudah jadi, makan dulu,” ucap Joel berjalan mendekati ranjang dan duduk di sisi ranjang di mana Aerline merebahkan tubuhnya. “Aku gak mau makan,” keluh Aerline. “Perutku sakit.” Joel menatap Aerline yang sudah berkeringat dingin dan wajahnya yang pucat pasi di sana. Joel mengerutkan keningnya, merasa khawatir melihat kondisi Aerline. "Kamu pasti butuh energi, Aerly. Coba sedikit saja, ya?" ujarnya lembut, berusaha meyakinkan.Aerline menggeleng lemah, "Aku benar-benar tidak bisa, Joel. Rasanya mual." Dia menutup matanya sejenak, berusaha menahan rasa sakit yang menjalar di perutnya.Joel menghela napas, lalu meraih handuk kecil di meja dan mengelap keringat di dahi Aerline. "Kalau kamu tidak mau makan, setidaknya minum air putih. Itu bisa membantu," sarannya.Aerline membuka matanya dan menatap Joel dengan tatapan lemah. "Tapi aku tidak ingin membuatmu khawatir," katanya pelan."Jangan khawatirkan aku. Yang penting sekarang adalah kamu. Aku di sini untuk merawatmu," jaw

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 25 ~ Merawat Aerline

    Joel duduk di sisi ranjang Aerline dan menggenggam tangannya. "Bagaimana sekarang? Apa masih sakit?” tanya Joel menatap Aerline dengan penuh kekhawatiran. “Kenapa lama sekali? Apa yang kalian bicarakan? Apa kondisiku parah?” tanya Aerline menatap Joel dengan intens. “Dokter bilang, kamu harus istirahat total dan jangan sampai kelelahan. Dokter curiga kalau kamu menderita sakit usus buntu, tindakan akan dilakukan, setelah melihat kondisi kamu tiga hari ke depan,” ucap Joel. “Ah begitu. Aku tidak pernah menyangka akan sakit usus buntu,” keluh Aerline. “Itulah. Akibat dari kamu yang suka sekali makan mie, minuman soda dan makanan siap saji. Belum lagi makan pedas,” keluh Joel sampai tidak bisa berkata-kata lagi. "Aku tahu aku salah, Joel. Aku akan memperbaiki pola makan dan gaya hidupku mulai sekarang. Aku tidak ingin sakit lagi," kata Aerline sambil menarik napasnya. Joel tersenyum lega mendengar komitmen Aerline. "Mulai sekarang, kamu harus lebih peduli dengan kesehatanmu. Kamu t

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 26 ~ Sikap Manja Aerline

    “Um…!” Aerline terbangun dari tidurnya. Dia melihat sisi ranjangnya dan tidak melihat Joel di sana. “Joel?” panggil Aerline tetapi tidak mendengar jawaban dari Joel. Wanita itu pun bangkit dari posisinya dan menuruni ranjang. Dia sempat meringis sakit di bagian perutnya, dan rasa pusing di kepala. Tetapi, dia cukup kuat untuk bangun dan berjalan. Aerline berjalan keluar dari kamarnya, dia melihat Joel duduk di atas sofa sedang sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya. Wanita itu berjalan lemas mendekati Joel. “Joel,” panggil Aerline membuat Joel menoleh ke arahnya. “Kenapa kamu bangun?” tanya Joel. “Kamu tidak ada di kamar,” jawab Aerline. Dengan manja, Aerline naik ke atas pangkuan Joel dan memeluk tubuh Joel di sana, dia merebahkan kepalanya di pundak lebar pria itu. “Masih sakit perutnya?” tanya Joel dengan nada lembut. “Sedikit, badanku terasa lemas,” gumam Aerline di sana. “Aku akan membuat bubur lagi untukmu,” ucap Joel mengusap punggung Aerline dengan lembut. “Nanti sa

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 27~ Satu Malam Bersama Orang Asing

    Gisella masuk ke salah satu club malam. Dia duduk di kursi bartender dan memesan tequila yang memiliki kadar alkohol 35-60%. Malam ini, Gisella ingin mabuk dan melupakan Joel. Dia berharap hatinya tidak akan terlalu sakit dan dia bisa merasa lebih baik. Gisella memandang sekeliling klub malam, lampu yang berkilauan dan suara musik yang keras membuat suasana terasa hidup. Saat bartender menyajikan gelas tequila yang sudah dingin, dia merasakan detak jantungnya yang berdebar. Dia meneguk minumannya dan merasakan hangatnya alkohol yang mengalir dalam tubuhnya, menggantikan rasa sakit yang bersarang di hatinya.Setiap tegukan seolah membawa sejumlah kenangan tentang Joel, wajahnya dan suaranya yang bisa membuat Gisella berdebar, tetapi malam ini, dia ingin mengabaikannya. Dia ingin melupakan segala rasa yang menyakitkan, bahkan jika hanya untuk beberapa jam. Musik yang mengalun mengajak setiap pengunjung untuk bergoyang, dan Gisella mulai merasakan semangat itu mengalir kembali ke dalam

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 28 ~ Bertahan Walau Sakit

    “Ba… bagaimana ini bisa terjadi?” batin Giselle sangat syock menyadari dia tidur bersama pria asing. Wanita itu bergerak perlahan menuruni ranjang tanpa ingin membangunkan pria yang tidur di sampingnya. Kemudian, dia berjalan pelan memungut pakaiannya yang berserakan di lantai dan bergegas masuk ke kamar mandi. “Aku pasti sudah gila,” batin Giselle saat bayangan-bayangan kejadian semalam bermunculan di kepalanya. Pria itu membawa Giselle ke dalam hotel, dan mereka seperti sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Giselle merasakan getaran ketidakpastian di dalam dirinya. Setiap langkah yang diambilnya menuju kamar mandi dihantui oleh ingatan samar tentang malam yang baru saja berlalu. Dia mengusap wajahnya, mencoba mengusir kebingungan yang menggelayuti pikirannya. Di bawah hangatnya air shower, dia berusaha menenangkan diri. "Ini hanya kesalahan," gumamnya pada refleksi di cermin, "Aku hanya terhanyut dalam suasana, mungkin terlalu banyak minum."Namun, saat air mengalir di kul

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 29 ~ Terlalu Sakit

    “ Joel!” Gisella memasuki ruangan Joel tanpa mengetuk pintu. Di dalam ruangan, sedang ada orang dari divisi lain yang sedang berdiskusi dengan Joel. “Apa kamu tidak tau, tata krama memasuki ruangan orang lain?” sindir Joel dengan nada yang sangat dingin membuat Gisella memalingkan wajah antara malu dan rasa bersalah. “Aku akan menunggumu sampai selesai,” jawab Gisella akhirnya dan mengambil duduk di atas sofa yang ada di ruangan itu. Joel tidak mempedulikannya dan kembali melanjutkan diskusinya dengan anak buahnya. Suasana di dalam ruangan kembali hening, kecuali suara diskusi yang terus berlangsung. Gisella merasa seolah ada dinding tak terlihat yang memisahkan dirinya dengan Joel. Dia mencoba untuk tetap tenang dan tidak menunjukan betapa canggungnya situasi itu baginya.Mata Gisella melirik ke arah Joel, yang tampak sangat fokus dan profesional. Namun, di dalam hatinya, ada rasa kekecewaan yang mendalam. Dia tahu bahwa tindakannya masuk tanpa mengetuk pintu adalah kesalahan, te

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 30 ~ Sosok Mencurigakan

    Aerline menatap ponselnya yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dan di apartemen dia hanya sendirian, Freyya sudah kembali sejak sore tadi. “Joel lagi ngapain, ya. Dia masih kerja kayaknya,” gumam Aerline bangkit dari duduknya sambil meletakkan ponselnya ke atas meja. Dia berjalan ke dapur dan membuka kulkas, ternyata sudah penuh dengan sayuran dan beberapabahan masakan. Bahkan ada daging, ikan, udang, bahkan kerang. Joel selalu tau apa yang disukai Aerline. “Dia tau kalau aku sangat suka sangat suka udang dan kerang,” gumamnya tersenyum. Perasaan menghangat saat menyadari kalau Joel sama sekali tidak melupakannya dan masih ingat apa yang dia suka.Aerline tersenyum kecil sambil memandangi isi kulkas yang dipenuhi bahan-bahan makanan favoritnya. Ada perasaan hangat yang muncul saat dia menyadari perhatian kecil yang diberikan Joel. Meskipun tak ada pesan atau kabar langsung dari Joel malam ini, Aerline tahu bahwa tindakan-tindakan kecil seperti ini adalah caranya menunjukkan ra

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 31 ~ Pria Misterius 

    “Selamat makan,” ucap Aerline, berusaha menampilkan semangatnya meski ada sedikit rasa tidak nyaman di dalam. “Selamat makan, Aerly. Aku yakin ini pasti enak,” jawab Joel dengan penuh keyakinan, sambil mengambil sendoknya dan mencicipi masakan yang telah disiapkan Aerline.Saat Joel mengunyah, Aerline memperhatikan ekspresinya dengan penuh harap. Senyuman mulai terbentuk di wajah Joel saat rasa makanan itu menyentuh lidahnya. “Ini, luar biasa! Kamu harus masak lebih sering, bahkan saat kamu tidak sakit,” serunya, membuat Aerline merasa bangga. “Manfaatkan keahlian memasakmu untuk membuat masakan seperti ini, bukan mie instan. Kalau males masak, kamu bisa makan di restoran atau pesan online. Atau, kamu bisa menghubungiku untuk nemenin kamu makan,” ujar Joel. “Benarkah? Aku bisa menghubungimu kapan saja untuk nemenin aku makan?” tanya Aerline menatap Joel dengan intens di depannya.“Ya. Aku akan usahakan untuk selalu nemenin kamu,” ujar Joel tersenyum manis di sana. “Baiklah, aku ak

Latest chapter

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 55 ~ Permintaan Joelio

    “Sebenarnya apa yang tadi dimaksud Leon, ya. Dia tidak melihat dan mendengar apa pun, kan?” batin Aerline merasa terusik dengan apa yang dikatakan Leon tadi. “Sudahlah, mungkin hanya salah paham. Sebaiknya aku kembali fokus bekerja,” gumamnya mulai fokus menatap layar laptop di depannya. Aerline berusaha mengalihkan pikirannya dari ucapan Leon yang menggantung dan penuh tanda tanya. Namun, rasa penasaran tetap membayang di benaknya, membuatnya sulit benar-benar fokus. Dia mengetik beberapa baris dokumen di laptopnya, tapi pikirannya terus berputar pada kemungkinan-kemungkinan yang dimaksud Leon.“Apa dia mendengar sesuatu waktu aku bicara dengan Joel tadi? Atau… apa mungkin dia benar-benar tahu?” Aerline bergumam pelan, menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Dia merasa bahwa Leon bukan tipe orang yang bicara sembarangan. Jika dia mengatakan sesuatu, pasti ada alasan di baliknya.Namun, Aerline menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran-pikiran itu. "Fokus, Aerl

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 54 ~ Ketahuan?

    “Jadi, aku sebrengsek itu di matamu?” Aerline terkejut saat mendengar bisikan seseorang di belakangnya. Dia langsung membalikkan badannya dan melihat Joel berdiri di belakangnya. “Joel? Apa yang kamu lakukan di sini? Pergilah, nanti ada yang lihat. Kita lagi ada di kantor,” ujar Aerline melihat kanan dan kiri dengan khawatir. “Kenapa begitu gelisah? Memangnya kenapa kalau ketahuan?” goda Joel. “Apa kamu akan memakiku lagi?” Aerline merasa tubuhnya membeku, otaknya berputar cepat mencoba mencari alasan atau cara untuk keluar dari situasi ini. "Joel, aku nggak bermaksud... Maksudku, voice note itu... Aku... Aku mabuk waktu itu!" katanya terbata-bata, wajahnya memerah.Joel menyeringai kecil, tangannya dimasukkan ke saku celananya dengan santai. "Oh, jadi kalau mabuk, semua hal yang kamu sembunyikan keluar begitu saja, ya?" tanyanya dengan nada yang menggoda namun matanya tajam mengamati reaksi Aerline.Aerline menelan ludah, hatinya semakin kalut.

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   53 ~ Tamu Tidak Di undang

    “Apa yang kamu lakukan di rumahku?” tanya Joel merasa kesal karena kehadiran Bailee di sana. Ibu tiri Joel itu berjalan masuk dengan langkah angkuh memasuki rumah Joel. “Apa seperti itu, kamu menyapa ibumu?” tanya Bailee. Joel menatap Bailee dengan sinis. “Kalau tidak ada hal penting. Keluar!” usir Joel tanpa belas kasih. “Kamu selalu saja bersikap dingin padaku, Joel. Padahal dulu kita sangat dekat,” ujarnya dengan seringai. “Keluar!” usir Joel. “Ada jadwal untuk bertemu wedding organizer dan persiapan foto pra wedding dengan Gisella. Luangkanlah waktumu,” ujar Bailee. “Aku sibuk!”“Sibuk berkencan maksudmu?” ujar Bailee tersenyum meremehkan Joel. Bailee mengayunkan kakinya dengan santai, duduk di sofa ruang tamu Joel seolah rumah itu miliknya. Wajahnya tidak menunjukkan rasa terganggu oleh sikap dingin putra tirinya.“Kamu memang keras kepala seperti ayahmu,” kata Bailee dengan nada menyindir. “Tapi ingat, Joel, pernikahanmu dengan Gisella ini bukan hanya untukmu. Ini tenta

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 52 ~ Penghibur

    “Baru pulang?” tanya Freyya yang ternyata sedang sibuk di dapur saat Aerline sampai di apartemen. “Ya. Apa yang sedang kamu lakukan, Frey?” tanya Aerline berjalan perlahan mendekati dapur. “Aku sedang menghancurkan dapur. Apa kamu tidak lihat kalau aku sedang memasak!” ucap Freyya dengan mendengus. Aerline terkekeh di sana. “Sensi amat, Bu… ““Pergilah mandi, aku akan siapkan makan malam untuk kita berdua,” ujar Freyya. “Oke.”Aerline tersenyum kecil mendengar jawaban Freyya yang ketus tapi hangat. Freyya selalu seperti itu, penuh kehebohan tapi diam-diam peduli. Langkah Aerline melambat sejenak saat melihat kekacauan di dapur, tepung yang tumpah, beberapa alat masak berserakan, dan aroma masakan yang entah berhasil atau gagal tercium samar-samar.“Jangan terlalu lama mandinya, nanti makan malamnya dingin!” seru Freyya dari dapur sambil mengaduk sesuatu di wajan.Aerline hanya mengangguk sambil melangkah ke kamar mandi. Setelah hari yang panjang dan emosional, suara dan kehadiran

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 51 ~ Diantar Pulang

    “Saya, batalkan pembeliannya,” ujar Gisella yang bergegas pergi dari sana meninggalkan Kyle. Pelayan di sana dibuat terkejut dan hanya bisa melihat kepergian Gisella. “Nona Gisella, tunggu! Apa anda sangat handal menghindar? Bahkan tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di malam itu,” ujar Kyle masih mengejar Gisella. “Apa yang harus aku pertanggungjawabankan? Itu terjadi, karena kita sama-sama mabuk,” ujar Gisella masih terus berjalan cepat, berharap Kyle pergi. Kyle menghentikan langkahnya dan menatap punggung Gisella dengan tatapan tajam. “Kamu pikir itu alasan yang cukup? Mengabaikan semuanya hanya karena kita mabuk?”Gisella menghentikan langkahnya, menghela napas panjang sebelum berbalik menghadap Kyle. “Lalu apa yang kamu mau dariku, Tuan Kyle? Penyesalan? Permintaan maaf? Atau... tanggung jawab seperti yang kamu katakan?” tanya Gisella dengan kesal. Kyle mendekat, nadanya berubah lebih lembut. “Aku hanya ingin kita bicara, Nona. Bukan seperti ini, terus menghindar

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 50 ~ Bertemu Kembali

    “Hei, Lin. Ada apa denganmu? kedua matamu sembab, apa kamu habis menangis?” tanya Agnes. “Aku baik-baik saja,” jawab Aerline di sana. “Aku hanya merasa sedih saja.” “Apa kamu ada masalah? katakanlah, jangan memendamnya sendiri,” ucap Agnes. “Bukan hal besar. Hanya merasa kecewa karena orang yang sangat kupercaya membohongiku,” ucap Aerline.Agnes menatap Aerline dengan penuh perhatian. Ia bisa melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang mengganggu temannya. Meski Aerline mencoba tersenyum, matanya yang sembab dan wajah yang tampak lelah mengkhianati perasaan yang sebenarnya."Lin, kamu tahu kan aku selalu ada buat kamu? Kalau kamu mau cerita, aku siap mendengarkan," ujar Agnes lembut, mencoba membuat Aerline merasa nyaman.Aerline menghela napas panjang, pandangannya menerawang ke arah jendela. "Bukan hal besar, Agnes. Aku hanya... kecewa," ucapnya dengan nada datar, meskipun rasa sakit di hatinya terdengar jelas dalam suaranya.Agnes mengerutkan alis. "K

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 49 ~ Permintaan Joel

    Aerline membuka laptopnya, jemarinya dengan cekatan mengetikkan beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk meeting Joel bersama Manager. Tatapannya fokus, sesekali dia memeriksa ulang setiap detail untuk memastikan semuanya sempurna. Setelah selesai, dia menekan tombol *print* dan mendengar suara lembut printer yang mulai bekerja.Tumpukan kertas hasil cetakan segera ia ambil, lalu ia beranjak dari kursinya. Langkah Aerline terarah menuju ruang fotokopi, sebuah ruangan kecil yang terletak di sisi kosong dekat gudang kantor. Suasana di sana terasa sepi, hanya terdengar bunyi halus pendingin ruangan dan deru mesin penghancur kertas yang baru saja digunakan oleh seseorang.Aerline menyalakan mesin fotokopi dan mulai menggandakan dokumen-dokumen yang tadi diprint. Sambil menunggu, pikirannya sedikit melayang ke kejadian saat Joel bersama Gisella yang tampak serasi. Hal itu, seakan membuat Aerline sadar, kalau Joel lebih cocok dengannya dibanding dengan Aerline. “Apa kamu akan terus men

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 48 ~ Rasa Cemburu dan Kesal Joel

    “Kamu yakin akan masuk kerja?” tanya Freyya saat Aerline sudah bersiap dengan setelan kerjanya. Dia memakai pakaian milik Freyya yang memang seukuran dengannya.“Ya, aku akan masuk kerja. Gimana pun, aku tidak bisa terus menerus menghindar. Aku harus menghadapinya,” ujar Aerline. “Baiklah, kalau memang sudah merasa lebih baik,” ujar Freyya. “Ya, seharian kemarin aku sudah menenangkan diri. Dan kurasa, aku akan bisa dan sanggup menghadapinya sekarang,” ujar Aerline. “Apa rencanamu selanjutnya? Apa kamu akan kembali tinggal bersamanya?” tanya Freyya. “Tidak. Aku sudah pernah memutuskan kalau aku hanya tinggal di sana selama tiga hari. Lalu pindah ke sini,” ucap Aerline. “Ya, lebih baik begitu. Setidaknya, menjaga jaraklah, supaya Joel bisa lebih melihatmu,” ujar Freyya membuat Aerline terdiam. “Sarapan dulu sebelum berangkat. Aku sudah membuatkan roti panggang isi,” ujar Freyya. Mereka pun berjalan menuju mini bar dan duduk berhadapan. Aerline melihat piring berisi roti panggang

  • Jadi yang Kedua: Jerat Pesona Mantan Kekasih   Bab 47 ~ Sahabat Sejati

    Tok! tok! tok!“Ya, sebentar,” jawab Freyya berjalan membuka pintu apartemennya. Dia cukup terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu.“Lin?” panggil Freyya.Aerline berjalan mendekati Freyya dan memeluk sahabatnya dengan perasaan sakit bukan main. Walau dia sadar, hal ini pasti terjadi, tetapi entah kenapa rasanya jauh lebih sakit dari yang dibayangkan.Freyya yang mengetahui apa yang terjadi, hanya diam dan mengelus punggung Aerline dengan lembut di sana.“Kita masuk, ya,” ucap Fretta membuat Aerline menganggukkan kepalanya.Freyya menutup pintu perlahan setelah Aerline masuk ke apartemennya. Ruangan itu hangat, namun suasana yang dibawa Aerline terasa berat, seolah setiap langkahnya meninggalkan jejak kesedihan. Freyya memandu Aerline menuju sofa di ruang tengah. “Duduklah dulu,” ujar Freyya lembut, sambil menuangkan segelas air untuk Aerline. Dia meletakkannya di meja dan duduk di sebelah sahabatnya.Aerline menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri, tetapi matanya

DMCA.com Protection Status