แชร์

Bab 4 : Semua berkat bantuanku!

ผู้เขียน: Pipi_Kiri
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-12-06 13:00:12

“A-apa?!” kali ini Gio sedikit meninggikan suaranya.

Leon Adinata, pemuda 29 tahun itu mengangguk mantap. “Gadis itu sangat pemberani! Dia sangat cocok bukan?”

Gio mengikuti pandangan Tuan Mudanya dan memperhatikan keributan kecil yang baru saja terjadi di dekat gerbang depan. Rencana Leon diam-diam datang kemari untuk mencari kelemahan musuh mereka.

“Apa Tuan yakin?” ujarnya ragu tapi sekaligus percaya, karena bosnya itu tidak pernah bercanda kalau sedang bekerja.

“Iya, Gio. Dia gadis yang tepat untukku ‘kan? Apa kau lihat gerakannya tadi? Itu adalah refleks yang bagus! Aku suka dengan wanita yang pandai bela diri!” jelasnya lagi.

Leon menampakkan senyum kecil di sudut bibirnya.

Gio pun langsung manggut-manggut mengerti.

‘Oh, sepertinya Tuan menyukai gadis itu? Ini tidak bagus!’ batinnya gelisah.

Melihat Kayla yang akan berjalan melewati mereka, pemuda itu langsung bergerak mengambil kesempatan.

“Maaf, apa kamu tidak apa-apa?” Leon bertanya dengan sopan.

Kening Kayla berkerut, melirik sekilas dan menjawab ketus. “Aku baik-baik saja. Permisi!”

Dia kembali melangkahkan kakinya.

Kali ini Leon membiarkan Kayla pergi dan kembali berdiri dengan Gio.

“Eh, anu. Maaf, Tuan Muda. Aku pikir tadi Tuan akan bilang kalau dia anggota Black Snake yang kita cari!” ujarnya hati-hati.

Orang suruhan Gio belum tahu wajah wanita itu, yang tak lain adalah Nora.

Leon menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, Gio. Mereka tidak mungkin muncul terang-terangan begini di depan umum. Ingat pesan papa!” tegasnya.

“Baiklah, Tuan. Aku paham, jadi apa Tuan suka padanya?” kali ini Gio tidak sabar untuk memastikan.

“Iya, dong. Dia cantik dan sepertinya pintar!” pujinya tulus.

Wajah Gio langsung berubah khawatir dan mendadak gelisah.

***

Terdengar suara riuh kemeriahan dari arah panggung utama. Ternyata pembukaan sedang berlangsung. Saat ini pembacaan kegiatan berikut sponsor acara hari ini dilanjutkan dengan peresmian festival.

Terdengar nama pemilik dari perusahaan papa Sonia yang disebut.

“Oh, aku ingat sekarang. Jadi benar, papanya memang salah satu sponsor acara ini?” gumam Kayla terlihat kesal.

Dia pun memutuskan untuk menggunakan rencananya.

“Aku akan tunjukkan kekuasaan Black Snake!”

Dengan cepat dia berjalan memasuki area orang penting di kota ini.

Meja Walikota!

“Sayang, apa itu mantan istrimu? Untuk apa dia ke arah meja VIP?”

Sonia yang sedang mengobrol dengan rekan bisnis papanya tentu terkejut saat melihat Kayla ada di sini.

Rio mengangguk. “Benar, Sayang!”

Gadis itu tersenyum licik dan bersemangat. “Ayo, Sayang. Kita juga ke sana!”

Laren Purnama adalah Walikota Green Leaf. Pria 48 tahun itu tidak bisa menutupi ekspresi terkejutnya saat melihat siapa yang berjalan mendekat ke arahnya.

“Biarkan dia lewat!” titahnya cepat pada pengawal pribadinya.

“Halo, Paman. Apa kabar?” sapa Kayla tersenyum ramah.

Laren langsung bangkit berdiri. “Ka-kayla? Apa ini benar kamu?” ucapnya tak percaya.

Kayla pun menyalami pria itu untuk menunjukkan rasa hormatnya karena biar bagaimanapun mereka ada di tempat umum.

“Aku baik-baik saja, Paman. Acara hari ini benar-benar luar biasa. Mama pasti bangga padamu,” ujarnya dengan sedikit tertawa renyah.

Laren jadi salah tingkah. “Eh, i-itu. Iya, Kayla. Kenapa tidak bilang mau kemari? Aku bisa menyiapkan semua untuk me-”

“Wah, lihat ini? Apa setelah jadi janda kamu mengincar suami orang?”

Suara ejekan dari Sonia membuat mereka semua menoleh ke belakang.

“Pak Walikota, maaf mengganggu, tapi wanita ini pasti sudah membuat Anda tidak nyaman ‘kan? Dasar tidak tahu diri!” Rio tidak ingin ketinggalan mencari muka dengan menghina mantan istrinya.

“A-apa? Apa maksud ucapan kalian?” tanya Laren tak mengerti.

Kayla yang paham, tidak ingin pria itu sampai membuka semuanya.

“Ti-tidak apa-apa, Paman. Mereka ini cuma lalat kecil pengganggu!”

Kedua mata Sonia melotot tidak terima setelah mendengar itu.

“Apa katamu? Dasar wanita kotor dan miskin!” teriaknya ketus. Mulutnya berubah manyun karena kesal.

Sementara Rio tadi sedikit terkejut saat mendengar Kayla memanggil Walikota dengan sebutan paman. Apalagi tadi mereka terlihat akrab dan tidak seperti bertemu warga biasa. Tapi sisi hatinya yang lain menolak itu semua.

Rio memberikan tatapan mengejek. “Ternyata kamu memang murahan, Kayla. Apa ini kelakuanmu yang sebenarnya? Mengincar pria tua kaya, hah? Cih!”

Kayla melirik Laren yang tampak tenang dan tidak terganggu sama sekali.

‘Kenapa harus ada mereka sih? Paman pasti bingung!’ hatinya gelisah.

Situasi jadi semakin runyam dan tambah panas saja. Namun dengan cepat Kayla mendekat dan merangkul lengan pria paruh baya itu.

“Memangnya kenapa? Apa yang aku lakukan itu bukan urusan kalian! Cepat pergi dari sini!” Kayla mengibaskan tangan kanannya dengan berani.

“A-apa?!” Sonia ternganga. “Wah! Baru dekat dengan walikota saja sudah belagu kamu!”

Sonia ingin mendekat tapi Laren dengan cepat mencegahnya.

“Jangan berani maju selangkah pun! Kalau kalian mau buat keributan di sini, lebih baik pergi!” tegasnya dengan tatapan tajam.

Mendengar itu Rio dan Sonia saling pandang.

Rio yang tidak ingin terlibat masalah berinisiatif buka suara. “Maaf, Pak Walikota. Lebih baik hindari wanita ini atau ca-”

“Ada apa ini?!”

Semua tatapan tertuju pada wanita yang bergegas mendekat. Kayla pun melepaskan rangkulannya dan bisa bersikap tenang lagi.

“Nora? Kamu juga di sini?” ucap Laren kembali terkejut.

Nora mengangguk sekilas dan memberikan tatapan isyarat pada pria itu. Seketika itu juga Laren pun mengerti.

“Nora?” gumam Sonia. Keningnya berkerut karena ia merasa pernah mendengar nama itu dari papanya.

Gadis itu tidak menyangka akan bertemu Nora di festival ini.

Sebuah keberuntungan!

“Kenapa Sonia?” bisik Rio penasaran.

“Dia adalah orang penting di kota ini, Sayang. Papa pernah bilang kalau proyek baru ada hubungannya dengan wanita ini!” jelasnya singkat.

Mendengar itu kedua mata Rio berbinar. Ini adalah kesempatan emas untuk dirinya bisa dekat dengan orang seperti Nora.

“Halo, Nona Nora. Tidak terjadi apa-apa. Hanya saja, wanita ini membuat Walikota dan kami tidak nyaman. Benar kan, Sayang?”

Sonia mengangguk cepat. “Iya, benar. Wanita gatal ini pasti ingin merusak acara festival!” ucapnya yakin dengan senyuman licik yang terbit di wajahnya.

“Diam kalian!” teriak Nora geram. “Jangan berani ikut campur dengan apa yang bukan urusan kalian! Paham?!” titahnya dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

Sonia dan Rio ternganga karena tidak menyangka Nora malah membela Kayla yang jelas-jelas hanya orang biasa yang mengacau.

Kayla tersenyum senang. “Sudahlah, Nora. Lebih baik kita pergi saja dari sini. Aku sudah mau muntah melihat wajah mereka dari tadi.”

“Heh, sok akrab kamu! Sopan sedikit dengan Nona Nora! Dasar wanita udik!” Sonia masih tidak terima.

“Cukup! Kamu yang harus sopan pada Nona Kayla!” jawab Nora cepat yang membuat gadis itu bungkam seketika itu juga.

“A-apa maksudnya dengan panggilan itu?” ucap Sonia terbata.

Kayla pun menunjuk wajah Rio dengan berani. “Lihat kan, Rio? Asal kamu tahu! Kalau bukan karena aku dan Nora, mana mungkin semua hutangmu itu lunas dan kamu bisa bekerja di perusahaan besar! Kamu bisa jadi manajer itu juga semua berkatku!”

“A-apa?!”

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 5 : Aku Tahu Rahasiamu!

    Rio dan Sonia kompak menjawab saat mendengar ucapan Kayla barusan. “Hahaha!” Mereka berdua tertawa kencang membuat Kayla semakin kesal melihatnya. “Apa kamu bilang? Jangan mimpi, Kayla!” Sonia mengibaskan tangannya di depan wajah. Rio pun kembali bersikap sok dan percaya diri. “Mana mungkin orang sepertimu bisa berurusan dengan para pebisnis. Kamu itu cuma wanita miskin penjual sayur! Baru dekat dengan Pak Walikota saja kamu sudah belagu!” ungkapnya tetap tak takut. Kedua tangan Kayla mengepal dengan erat. ‘Aku harus bagaimana supaya mereka percaya? Sial!’ Laren yang tadi masih mengamati situasi, tidak tahan lagi melihat mereka semua yang berdebat di depannya. Bisa hilang wibawa dan kekuasaannya di sini. “Cukup! Kalian berdua seharusnya menaruh hormat pada kepona… eh, maksudku pada Kayla. Dia sudah banyak membantu orang!” ucapnya hampir keceplosan. “Tidak mau, Pak!” jawab dua pasangan selingkuh itu bersamaan. “Untuk apa? Apa karena dia memanggil Anda dengan sebutan paman, be

    ปรับปรุงล่าสุด : 2024-12-09
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 6 : Membuat Rencana Baru

    Kayla menunjuk dengan ragu, “Ka-kamu? Sedang apa di sini?” ucapnya gugup. “Tunggu dulu, apa kamu mengikutiku sampai kemari?” Kedua mata wanita itu membola, benar-benar tidak percaya kalau orang asing ini tahu tempat tinggalnya padahal mereka bertemu hanya sekilas. Kayla menelan ludahnya dengan kasar, bahaya kalau sampai orang di sini tahu statusnya sebagai anak dari penguasa kota ini. Sekarang bukan waktu yang tepat.Leon sebisa mungkin bersikap santai.“Ekhmm. Sebenarnya aku tadi tidak sengaja melihatmu masuk kemari. Apartemenku ada di seberang sana. Jadi, sekalian saja aku mampir, boleh ‘kan?” ungkapnya dengan memasang senyuman semanis mungkin.Tapi di mata Kayla, senyuman jahil lebih tepatnya.‘Sial! Bikin jantungan saja!’Kayla mencebikkan bibirnya kesal karena hampir kecolongan. Jadi, dia tidak akan basa basi lagi pada orang ini.“Ck! Apa yang kamu mau? Kalau cuma kepo tidak usah diteruskan, jika masih sayang dengan nyawamu!” ketusnya langsung.Pemuda itu cukup terkejut dengan a

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-01
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 7 : Proyek Ini Kekuasaanku!

    Rio tidak ingin hari ini jadi berantakan dan menimbulkan masalah baru, apalagi karena hal pribadi. Dia akan membereskan hal ini karena meeting sebentar lagi akan dimulai. Dengan cepat dia meminta diri pada Donny dan rekan bisnis yang lain. Dia tidak akan membiarkan calon mertuanya melihat orang itu di sini. Kedua kakinya dengan cepat melangkah dan tangan kanannya pun menarik lengan wanita itu untuk mengikutinya menjauh dari area pintu depan. “He-hei! Lepaskan aku!” ucapnya tak terima. “Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana bisa kamu masuk? Apa kamu berniat mengacau?” Rio langsung memberikan semua pertanyaan yang berputar di kepalanya. Ya, wanita itu adalah Kayla! Dengan sekali sentak dia melepaskan cekalan mantan suaminya itu. “Memangnya kenapa? Apa ada larangan kalau aku tidak boleh kemari?” Kayla malah balik bertanya. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Tentu dia tidak mau lagi hanya diam saja saat diintimidasi dan diperlakukan seenaknya oleh pria durjana di depannya in

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-02
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 8 : Jangan Dengarkan Penipu Ini!

    Rio heran dengan sikap calon mertuanya. Dilihatnya benda yang ada di hadapan mantan istrinya itu.“Ada apa, Pak? Kenapa kaget begitu?” tanya Rio dengan kening berkerut.Donny tidak menghiraukan ucapan Rio barusan, lebih tepatnya tertarik dengan benda kecil yang memiliki simbol kepala ular di ujung gagangnya.Kayla benar-benar berhasil menarik perhatian semua orang kali ini. Dia tetap berusaha untuk bersikap tenang dengan senyuman manis yang mengembang sempurna di wajahnya.“Nah, aku punya sesuatu yang bisa mengukuhkan kalau proyek ini di bawah kendaliku!” ujarnya dengan ceria sambil menunjuk stempel khusus yang ada di atas meja kaca itu.Suasana pun kembali riuh saat melihat benda itu.“Itu stempel seperti milik Nona Nora! Tidak mungkin kamu juga punya!” celetuk salah satu di antara mereka. Donny semakin terkejut mendengar itu.“Ti-tidak … ini mustahil!” ucap Donny sangat tidak menyangka. “A-apa kamu pikir dengan benda itu bisa membuat kami takut, hah?” sambungnya lagi mencoba untuk t

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-05
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 9 : Aku Adalah Pacarnya!

    Kayla tersenyum puas mendengar itu. Semua orang pun akhirnya paham siapa sebenarnya Kayla dan bertepuk tangan untuk memberikan selamat, kecuali Rio dan Donny. Mereka pun percaya kalau Kayla bukan penipu seperti yang dituduhkan Donny karena tidak mungkin Nora sembarangan memilih orang.“Meeting hari ini selesai. Terima kasih semuanya!” ucap Nora mengakhiri keputusannya dan bangkit berdiri dari duduknya.Setelahnya satu persatu perwakilan perusahaan menyalami Kayla untuk memberikan selamat. Kayla menerimanya dengan baik dan tersenyum ramah. Hal itu wajar karena mereka tidak tahu kalau Kayla sebelum ini menikah dan hidup miskin, yang mereka tahu sekarang kalau Kayla adalah perwakilan dari keluarga Yuditama, tetapi tidak dengan Rio yang masih tidak terima dengan semua ini.Kayla pun mengajak Nora untuk sedikit menjauh dari keramaian.“Jadi, bagaimana sekarang?” ucapnya pelan.“Nona jangan khawatir! Setelah dokumennya selesai kita akan melihat ke lokasi dan mulai mengerjakan pembangunan da

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 10 : Dasar Wanita Gila!

    “A-apa?!”Kayla terpekik tak percaya. Kedua matanya membulat sempurna mendengar itu. ‘Apa maksud pria ini? Seenaknya saja mengaku pacarku!’Sonia dan Rio pun saling pandang.“Oh, pahlawan kesiangan rupanya. Pergi dari sini! Jangan ikut campur!” Rio berkata ketus dengan tatapan sinis ke arah Leon.‘Apa benar pria ini pacarnya? Sialan!’ batin Rio penasaran. Ada sedikit rasa cemburu dan tidak terima karena pemuda itu terlihat lebih tampan dan gagah. Ya, Rio terpaksa harus mengakui hal itu.Leon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan tetap tenang. “Aku tidak tahu apa masalah kalian sebenarnya, tapi aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya!”Dia sengaja melakukan ini untuk melindungi Kayla, padahal namanya saja dia belum tahu.“Apa yang kamu lakukan di sini?” Kayla tidak tahan lagi untuk bertanya karena penasaran. Pria ini seperti ada di mana-mana atau cuma kebetulan saja.Sonia pun tersenyum sinis, lalu dengan tatapan penuh ejekan gadis itu pun berjalan ke arah Ka

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 11 : Maafkan Kami, Nona!

    Sebelum itu, di kantor polisi …“Benar sekali, Pak! Dia sudah melakukan penyerangan pada kami berdua. Lihat? Ini buktinya! Calon suami saya sampai berdarah dan saya juga didorong hingga terjatuh!” ucap gadis itu sambil menangis tersedu-sedu.Sementara Rio hanya diam saja membiarkan gadis itu melakukan apa yang dia mau.“Baik, Bu. Kami akan segera menangkap pelakunya!” ucap petugas itu dengan tegas.Walaupun awalnya petugas itu tidak bersedia karena kurang bukti, tetapi Sonia sudah menyiapkan sejumlah uang yang besar untuk membayar mereka.Gadis itu tersenyum licik di sela-sela tangisnya. Kali ini dia akan melakukan segala cara untuk menjebloskan Kayla ke penjara. ‘Tunggulah, Kayla! Sebentar lagi semua orang akan membencimu! Hahaha!’Kembali ke apartemen …Kening Kayla tampak berkerut mendengar itu.“A-apa maksud kalian? Aku tidak melakukan apapun. Kalian sudah salah orang!” jawabnya dengan tegas.Namun mereka berdua tidak peduli apa yang diucapkan Kayla dan langsung memaksanya untuk

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 12 : Boleh Aku Maju Sekarang?

    Napas Kayla seperti berhenti. Dengan berjalan pelan wanita itu maju ke arah Leon.“A-apa yang kamu lakukan di sini?” Kayla bertanya dengan susah payah.Leon pun langsung memasang senyuman terbaiknya. “Apa kamu selalu bersikap seperti itu?”Bukannya menjawab pertanyaan tadi tapi malah balik bertanya. Hal itu semakin membuat Kayla was-was.‘Apa dia tahu soal Black Snake? Tentangku?’ pikiran Kayla mencoba menebak.Kini jarak mereka sudah dekat. Kayla memindai pemuda itu dengan mata penuh selidik.“Kamu tidak apa-apa ‘kan? Hebat sekali! Pria itu sampai meminta maaf seperti itu padamu. Aku terkesan!” ungkap Leon jujur. Kayla cukup terkejut. Sekarang dia melihat raut wajah Leon yang terlihat khawatir itu. Tidak ada tanda-tanda kalau pemuda itu menyindir soal kelompok mereka.‘Sepertinya dia tidak tahu!’ batinnya lega.Namun dia harus tetap berhati-hati.“Mereka pasti salah paham. Aku lega kamu bisa mengatasi hal ini. Padahal tadi aku sudah bilang akan jadi saksi kalau kamu tidak bersalah!”

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09

บทล่าสุด

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 69 : Tinggalkan Kayla? Kau Gila!

    Setelah beberapa puluh menit, mobil Rio memasuki parkiran salah satu apartemen mewah. Tekadnya sudah bulat untuk datang kemari. Dia pun bergegas masuk ke apartemen itu dan langsung menuju ke meja resepsionis.“Selamat malam, Pak. Ada yang bisa saya bantu?” sapa gadis itu dengan tersenyum ramah.“Halo! Aku memang butuh bantuanmu, Cantik!”Tak lama setelah itu telepon interkom yang ada di ruang tamu berdering nyaring.“Siapa ya? Baru kali ini aku dengar telepon di kamar ini berbunyi? Apa ada hal penting dari pihak manajemen?” gumam pemuda itu dengan kening berkerut.Dia heran sebab tidak ada memesan makanan atau layanan apapun sebelumnya.Dengan gerakan cepat dia mengangkat gagang telepon itu. “Halo? Siapa ini?”[“Katakan pada Leon, aku tunggu di Cafe Town Coffee di depan apartemennya ini. Sekarang juga!” ucapnya dengan suara dingin.]Mata Gio terbelalak geram. “Siapa kau? Beraninya menyuruh tuanku!”[Rio tersenyum sinis. “Bilang padanya ini soal Kayla!”]Belum sempat pemuda itu menjaw

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 68 : Awasi dan Ikuti Pria Itu!

    Di mansion Yuditama …,Pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan tubuh tegapnya sedang menikmati segelas whisky sambil menatap keluar jendela kaca.Pintu ruangannya terbuka lalu suara langkah kaki terdengar mendekat.“Selamat malam, Tuan Besar. Saya ingin melaporkan hal yang Tuan minta,” ucap pemuda itu memecah keheningan.Kevin pun berbalik dan menatap anak buahnya sekilas lalu meneguk minumnya sampai habis dan meletakkan gelas itu ke meja.“Jelaskan!” “Baik, Tuan Besar!” jawabnya cepat.Pemuda itu mengangkat tabletnya dan mulai membaca.“Informasi yang saya dapat, pria itu membeli mobil secara cash, lunas dengan uang tunai. Dia datang kemari dengan temannya atau mungkin juga asistennya. Dia sedang mencari lahan atau tempat yang membutuhkan investor juga konselor bisnis. Semua memakai data temannya itu. Tinggal di apartemen Paradise Hills berseberangan dengan Nona muda, Tuan!” ungkapnya dengan lugas.Kevin manggut-manggut paham.“Begitu ya? Jadi dia bukan orang miskin?” ujarn

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 67 : Seperti Kencan Dadakan?

    Plaakkk!!!Gio memegang pipinya yang ditampar oleh Nora.Tapi, suaranya kok–“Hei! Halo!” Nora melambaikan tangannya di depan wajah pemuda itu.Gio pun tersadar. “Hah? A-apa?!” ucapnya tergagap.Rupanya semua itu tadi hanya khayalan.Nora mencebikkan bibirnya karena kesal.‘Sialan! pria ini malah melamun!’Gio jadi malu dan serba salah. Dia berharap semoga Nora tidak menyadari apa yang ada di pikirannya barusan.“Maaf, Nona. Sepertinya aku terlalu sibuk bekerja jadi tidak fokus,” ucapnya asal.Nora susah payah menahan emosinya.“Jadi, apa kamu mau bengong di sini seharian?” Gio jadi ciut juga karena suaranya terdengar ketus.“Ya, tidak juga. Aku juga butuh ditemani, Nona. Nanti kalau tersesat di rumah sebesar ini bagaimana?”Nora melongo. “Ya sudah! Makanya ikut aku!”Wajah pemuda itu langsung berubah lega dan berbinar bahagia.‘Sial! Merepotkan sekali pria ini! Kenapa aku harus berakhir ciuman dengannya kemarin!’Nora hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang terlewat ceroboh.Setela

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 66 : Melihat Masa Depan Kita

    “Berani sekali kau mengencani putriku?!”Baik Kayla dan Leon sama-sama terkejut saat mendengar suara Kevin yang tiba-tiba menggelegar di ruangan itu. Kedua sejoli itu terpaku. Bahkan Laura sampai memegangi dadanya. Mama Kayla mengerti raut wajah Leon yang tertekan.“Sini, Sayang. Ayo, Nak tampan duduklah di sini!” ajak Laura sambil melambaikan tangannya. Menatap bergantian pada putri dan pria di sampingnya.“Kalian belum kenal, tapi kenapa kamu ramah sekali padanya?!” ujar pria itu ketus.Laura melihat wajah Kevin yang berubah masam lalu dengan cepat dia melotot tajam pada suaminya. Membuat pria itu mendengus.“Ayo, Sayang!”Mereka mendekat bersama lalu Kayla duduk di sebelah mamanya sementara Leon mendudukkan tubuhnya ke sofa tunggal di sebelah kanan papa Kayla.Kevin bahkan sudah menampakkan diri sebagai orang tua yang protektif. Kayla khawatir kalau papanya tahu mereka sudah tidur bersama, Leon pasti akan tinggal nama setelah ke luar dari rumah mereka. Lihat saja duduknya bak kais

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 65 : Bertemu Musuh Papaku

    Mata Kayla mengerjap beberapa kali seolah masih belum sadar dari rasa terkejutnya.Leon pun menarik tubuh Kayla untuk berdiri menghadapnya. Dia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga.“Iya, Honey. Apa kamu mau?” tanya Leon sekali lagi.“Mau!” Kayla mengangguk cepat berkali-kali. “Aku mau, Sayang!” sambungnya lagi.Dia memeluk Leon dengan perasaan senang yang membuncah. Ini sangat berbeda saat Rio memintanya menikah, seolah ini adalah lamaran pertama di hidupnya. Pria ini begitu romantis dan lembut dalam berkata-kata. Sikapnya yang gentle sebagai seorang pria tentu meluluhkan kerasnya dinding yang sempat Kayla bangun.Leon melerai pelukan mereka dan menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang, namun terdapat kegelisahan di sana.“Tapi, hal itu masih lama untuk bisa terwujud. Tidak apa-apa 'kan?”Kening Kayla langsung berkerut heran. “Apa maksudmu?”Helaan napas kasar terdengar. “Aku masih belum mapan, Kayla. Aku malu kalau bertemu papamu nanti. Belum ada yang bisa kubanggak

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 64 : Apa Kamu Mau Menikah Denganku?

    Kedua mata Kayla membulat sempurna mendengar penjelasan dokter kandungan itu.“Dokter tidak bohong ‘kan?” Wanita itu mencoba tersenyum meskipun sedikit tersinggung. Dia seorang dokter yang berintegritas tinggi dan profesional di rumah sakit ini. Tidak mungkin dia memberi keterangan palsu. Apalagi pasiennya adalah orang berkuasa seperti Kayla. Profesi dan rumah sakit ini dipertaruhkan olehnya.Kayla jadi tidak enak dengannya tapi itu disebabkan dia sangat terkejut. Dia merasa belum puas dan ingin memastikan sekali lagi.“Ma-maaf! Saya tidak bermaksud menyepelekan, Dok! Saya tidak mandul ‘kan?” Kayla bertanya dengan gugup.Dokter itu tersenyum dan menggeleng cepat. “Tidak, Bu Kayla. Jika seseorang belum kunjung hamil itu bukan berarti dia mandul. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. Bisa karena capek, lelah, stress, pola hidup tidak sehat atau suami yang merokok sehingga cairan yang dihasilkan kurang bagus,” jelasnya dengan sabar.Dia teringat selama menikah sibuk bekerja dan mengurus

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 63 : Diagnosa Yang Kutunggu

    Besok paginya …,Kedua mata Nora perlahan terbuka. Lalu reflek dia duduk dengan cepat dan melihat sekeliling.Dia berada di kamarnya!“Sial!” umpatnya sambil memijat kepalanya yang berdenyut pusing.Dia yakin Damar akan marah kalau tahu semalam pulang dalam keadaan mabuk. Untung saja anak buah mereka selalu menjaganya.Padahal semalam ayahnya yang menggendong dari mobil sampai ke kamar. Mengelus rambutnya dengan sayang dan menyelimutinya.Damar melirik sekilas jaket kulit yang putrinya pakai. Bohong kalau dia tidak tahu, apalagi aroma parfum pria menguar dari sana. Saat ke luar kamar dia bertanya kenapa Nora mabuk, anak buahnya menjelaskan dia cuma banyak minum dan tidak terjadi apa-apa. Mungkin karena stress sebab kemarin ada masalah di proyek baru. Damar mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Keduanya kompak merahasiakan apa yang terjadi pada Nora. Biarlah itu jadi urusan pribadi Bosnya.Tiba-tiba ingatan Nora saat di club semalam kembali berputar di kepalanya. Meski samar tapi di

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 62 : Itu Ciuman Pertamaku (18+)

    Di Club M One …,Gio duduk di kursi yang ada di depan bar dan memesan minumannya. Dia memilih tempat ini karena berbekal dari informasi anak buahnya yang mengikuti Nora. Wanita itu sesekali datang kemari saat malam, mungkin ini tempat favoritnya.Mata pemuda itu memindai setiap sudut ruangan yang bising dengan hingar bingar musik berdentum keras. Pas di meja ujung, meski penerangan lampu samar-samar, Gio yakin kalau itu adalah Nora.Dia tersenyum senang saat melihat wanita itu duduk sendiri.Ini adalah malam keberuntungan!Gio pun mengambil gelas whisky di meja dan meneguknya setengah. Dia butuh keberanian penuh untuk menghampiri wanita dingin seperti Nora.Pemuda itu berjalan mendekat ke meja masih memegang gelasnya. Berani datang sendirian, mengantarkan nyawa mungkin?“Berhenti!”Kaki Gio reflek mengikuti suara pria berbadan besar yang menghadangnya.“Siapa kau? Dilarang mendekat!” tegas pria itu lagi.Gio merasa kepalang tanggung jadi dia terobos saja.“Nona Nora, mau kutemani?” te

  • Istri Yang Kubuang Ternyata Mafia Penguasa   Bab 61 : Kamu Punya Wanita Simpanan?!

    Sebelum itu …, Kayla menekan nomor telepon khusus dan tersambung ke rumahnya. [“Halo, Nona Kayla! Ada yang bisa saya bantu?” jawab seseorang di seberang sana.] Dia tersenyum karena tanpa perlu bicara, orangnya sudah tahu kalau itu nomor teleponnya. “Oke, aku minta bantuanmu untuk mencari nomor kamar atas nama Leon Adinata atau Gio di apartemen Paradise Hills. Secepatnya!” pintanya cepat. [“Tentu, Nona. Ada lagi?”] “Itu saja. Aku tunggu!” Kayla menghela napas panjang. Dia pun bergegas menuju kamar mandi. Setelah bersiap dia akan langsung mendatangi pria yang sedang menghindarinya itu. Kembali ke waktu sekarang, Setahunya dia tidak memesan makanan dan juga tidak punya teman di sini. Jadi, daripada menduga terus lebih baik mengecek langsung. Gio tentu terkejut saat melihat siapa yang mengetuk pintu apartemen. Pemuda itu bahkan tidak berkedip melihat sosok yang ada di hadapannya. Wanita cantik itu memakai long coat coklat berdiri di depan kamar mereka dengan kedua tang

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status