"Oh, aku mengerti sekarang! Apa kamu sudah memiliki anak, Rick? Kamu tahu benar tentang anak-anak," tanya Aliana, dan Elrick tidak tahu harus menjawab apa.Yang Elrick tahu dan yakini sekarang adalah, Leon benar-benar anaknya, darah dagingnya. Elrick yakin itu, karena matanya tidak dapat membohonginya, dan Elrick langsung merasakan ikatan batin dengan anak itu ketika ia menggendongnya tadi."Di mana orang tua anda?" tanya Elrick mengalihkan pertanyaan Aliana tadi."Oh, mereka sedang di Seoul sekarang. Dirumah kakakku," jawab Aliana sambil menyelimuti Leon sampai batas bawah dagunya."Bukankah rumah yang di sebelah itu rumah Om anda, Nona?' "Iya, tapi mereka semua sedang di Seoul juga. Itu makanya aku meminta bantuanmu, Rick.""Apa anda tidak memiliki baby sitter?" tanya Elrick dengan kening yang mengerut. Karena tidak mungkin sekelas Adipramana tidak mampu membayar baby sitter kan?"Suster Rina sedang sakit, jadi aku memintanya untuk istirahat dulu sampai kondisinya prima lagi, aku t
Aliana terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dan ia langsung bergegas turun dari tempat tidurnya. Karena seingatnya Aliana tidur jam satu, itu berarti ia sudah tidur selama enam jam penuh tanpa terbangun karena suara tangis Leon, baru kali ini ia tidur sepulas ini sejak hadirnya Leon.Takut terjadi sesuatu pada Leon, dengan langkah cepat Aliana menuju ke pintu penghubung, dan langsung diam terpaku saat melihat pemandangan di depannya. Nampak di atas tempat tidur, Elrick sedang tertidur pulas sambil memeluk Leon yang juga masih tertidur pulas. Aliana langsung menghela napas lega, karena tidak terjadi sesuatu pada Leon seperti yang ia khawatirkan tadi.Baru saja Aliana balik badan untuk kembali lagi ke kamarnya, tapi kakinya menginjak bebek karet teman mandi Leon, hingga mengeluarkan bunyi seperti bunyi bebek pada umumnya."Mommy ... " panggil Leon.Aliana langsung balik badan dan mendapati dua pasang mata yang sedang menatapnya, sebelum Elrick bergerak turun dari temp
Entah Aliana harus senang atau iri saat melihat kedekatan Leon dengan Elrick. Leon tidak mau lepas dari Elrick, anak itu hanya mau lepas saat Elrick sedang menyetir saja. Tapi ketika mobil sudah di Serahkan ke petugas valet parking, Leon kembali minta gendong sama Elrick.Entah apa yang dibisikkan Elrick di telinga Leon hingga anak itu mau jalan sendiri, meski tangannya masih terus memegang tangan Elrick.Dan saat mereka melewati tempat bermain anak, Leon menarik tangan Elrick, mengajaknya masuk ke dalam area bermain itu, "Ada Comas, Om!" serunya sambil menunjuk kereta mini dengan desain bentuk Thomas."Sebentar ya, Leon. Om beli kartunya dulu," kekeh Elrick, tapi dengan sigap salah satu pengawal Aliana yang bernama Ekram sudah terlebih dahulu membelikannya untuk Leon."Kartunya, Pak Ricko!" serunya sambil menyerahkan kartu itu ke Elrick."Terima kasih, Ram!" ucap Elrick lalu kembali memberikan perhatiannya pada Leon."Leon mau naik kereta Thomas itu?" tanyanya dan Leon mengangguk."K
Elrick kembali mengumpat pelan, "Apa wanita tua itu masih saja berusaha menjodohkan saya dengan Gwen?" tanya Elrick kesal."Sepertinya begitu, Tuan," jawab Jack."Saya tidak mau tahu, tutupi keberadaan saya di sini, atau saya tidak akan membayar gajimu selama satu tahun penuh!" gertak Elrick lalu mematikan sambungan teleponnya."Sial! Masalah satu belum selesai, muncul lagi masalah lainnya!" desah Elrick pelan sambil mengurut keningnya.Saat Elrick kembali ke ruang VIP, terdengar tangisan Leon dan Elrick bergegas memasuki ruangan itu, nampak Aliana yang berdiri membelakanginya sedang membujuk Leon untuk menghentikan tangisannya."Huhu, Om, Eon mo Om!" rengek Leon.
"Oma, aku bukan pria biasa saja, aku juga sama berkuasanya dengan mereka, Oma. Bahkan lebih.""Yang kau tidak tahu cucuku yang malang, mereka ahli menyembunyikan seseorang, hingga tidak ada satu orangpun yang akan menemukannya. Apa jadinya jika mereka tahu kau ayah dari cucunya? Bersiaplah kau tidak akan bisa bertemu dengan anakmu lagi seumur hidupmu!""Apa Oma pikir aku akan diam saja melihat mereka menyembunyikan anakku? Aku akan mencarinya sampai ke lubang semut sekalipun!" geram Elrick kesal, karena Omanya terlalu menganggap remeh dirinya."Kau memang berkuasa juga, Elrick. Tapi di Eropa sana, bukan di Asia. Kau juga harus tahu batasanmu! Jadi sebelum kedua pria itu kembali ke Jakarta, kau harus sudah bisa mengambil hati wanita itu dan anaknya, supaya kau bisa berterus terang pada wanita itu kalau kau adalah ayah dari anaknya.""Dan wanita itu akan langsung berlayar pergi dari hidupku bersama dengan anaknya," desah Elrick."Apa maksudmu?" tanya Oma."Wanita itu dengan tegas mengat
Elrick mengetuk pintu sesuai dengan kode yang Aliana berikan padanya, sebelum membuka pintu dan melangkah masuk."Proposal kita diterima, Nona. Tapi dengan satu syarat ... " info Elrick sumringah, dan mampu menarik perhatian Aliana dari layar laptopnya"Benarkah? Dan apa syarat itu?" tanya Aliana dengan nada tidak percaya."Benar, Nona. Anda bisa cek email anda sekarang."Dan senyum lebar seketika menghiasi wajah cantik Aliana saat membaca isi email dari PT. Rick Tech itu."Mereka meminta aku selaku Presdir AS Group dan Elrick CEO Rick Group, yang harus turun tangan langsung dalam menangani proyek ini? Ya Tuhan!" pekik Aliana, lalu menatap Elrick dengan sorot mata tidak percaya, 
Dengan enggan Elrick melepas kacamatanya, dan kembali menatap Aliana.'Ya, benar. Itu mata Leon. Mata yang terlihat indah yang dibungkus dengan bulu mata yang tebal dan lentik, juga alis tebalnya. Ya Tuhan, apa ini hanya kebetulan saja? Atau jangan-jangan ... ' menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan kembali pikirannya."Apa kita pernah bertemu sebelumnya, Rick?" tanya Aliana."Hmm mungkin pernah. Saya sering menemani boss lama saya untuk menghadiri beberapa rapat penting perusahaan dengan berbagai Presdir dari perusahaan lain, mungkin anda salah satunya, Nona," elak Elrick sambil memakai lagi kacamatanya."Semenjak saya menjabat sebagai Presdir, kamu sudah bekerja pada saya.""Itu berarti kita belum pernah bertemu sebelumnya, Nona." Aliana kembali menatap Elrick dengan teliti, "Yah, mungkin saya yang salah mengenali," ralatnya.Pintu terketuk dengan nada yang Aliana tahu itu adalah sekretarisnya, jadi Aliana tidak perlu berteriak mempersilahkannya masuk, karena sekretarisnya itu
Night club itu berlokasi di kawasan distrik bisnis ibukota, klub malam yang menawarkan ambience yang berbeda. Baik itu desain interiornya, dinding-dinding batu di lorong, hingga ruang utama yang dirancang mewah, dengan tata cahaya yang sangat luar biasa.Klub yang memiliki ratusan variasi minuman beralkohol ini, terinspirasi oleh kisah Harry Potter untuk rancangan desain interiornya, dan sering mendatangkan DJ dari mancanegara, termasuk malam ini, DJ itu didatangkan langsung dari negeri kangguru.Berbeda dengan klub lainnya, karena bagian dalamnya terlihat lebih luas dan tidak terlalu banyak table, sehingga menyisakan space yang lebih luas dan leluasa bagi yang ingin berjoget.Saat Aliana dan Elrick tiba, Cintya masih dalam perjalanan menuju klub yang mampu menampung hingga delapan ratus orang itu, dan Aliana langsung
"Maaf, tadi aku tidak membawa ponselku," ujar Leia pada Guzmân setelah melihat lebih dari sepuluh panggilan tidak terjawab dari pria itu, dan ia langsung menelepon balik. "memangnya kamu darimana? Kamar mandi?" tanya Guzmân. "Aku dari rumah sakit," jawab Leia. "Kamu sakit apa? Kenapa tidak mengabariku, ah maaf aku lupa kalau ponselmu tidak terbawa. Apa aku perlu ke Apartmentmu? Kamu mau aku bawakan apa" "Hanya kelelahan saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kamu tenang saja." "Mana bisa aku tenang, kalau sahabatku sedang sakit. Besok kita batalkan saja rencana ke taman hiburannya yaa," saran Guzmân. "Ya, maaf. Karena aku ke taaman hiburannya jadi batal," desah Leia. "Kesehatanmu jauh lebih penting, Leia ... Boleh aku ke Apartmentmu?" "Malam ini aku tidur bersama dengan keluargaku di Penthouse Om Keanu. Karena aku
"Kalian lihat? Leuis sangat mengkhawatirkan Leia. Dia bahkan lupa ada kita di sini," ujar mommy Aliana sambil menggelangkan kepalanya."Bukankah Leuis memang seperti itu sejak dulu?" tanya Leon. Ia heran kenapa mommynya bersikap seolah itu adalah hal yang baru untuk Leuis. Padahal sejak dulu, kalau Leon dan Leia sama-sama terjatuh, maka Leia lah yang akan mendapatkan perhatian Leuis, bukan dirinya apalagi yang lain.Kedua pasang orang tua itu, juga Aurora memutuskan untuk tidak memberitahu terlebih dahulu rencana mereka itu pada yang lainnya. Demi lancarnya semua rencana yang telah mereka susun dengan rapi itu."Anak-anak, sebaiknya kalian berangkat lebih dulu ke rumah sakit, ada yang harus kami para orang tua bahas!" seru daddy Keanu. Mereka pun dengan patuh melangkah ke arah lift untuk menuju parkiran mobil."Masih mau lanjut atau tidak?" tanya mommy Cornelia."Sebaiknya lanjut saja, Leuis masih belum berani mengakui perasaannya secara
"Apa kamu serius dengan putri om dan akan menikahinya?" tanya daddy Keanu pada Leuis saat keluarga mereka tengah berkumpul di ruang keluarga di Penthouse opa Hardhan yang kini sudah beralih menjadi milik daddy Keanu itu."Dad ... Kenapa bertanya seperti itu?" keluh Aurora sebelum melirik sekilas Leia yang tengah fokus dengan makanannya."Kenapa? Daddy hanya memastikan saja karena kamu adalah anak Daddy satu-satunya. Tidak ada satupun yang boleh menyakitimu termasuk Leuis!"Daddy Keanu kembali menatap tajam Leuis, "Ayo jawab!" serunya dengan tidak sabar."Saya tidak bisa menjanjikan apapun pada Om, karena saya tidak dapat menebak kedepannya akan seperti apa. Tapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah menyakiti Aurora," jawab Leuis."Lagipula aku belum mau menikah, Dad! Aku masih mau mengembangkan karir modelku," sambung Aurora."Mau kamu kembangi lagi hingga tahap mana, Aurora? Kamu sudah berada di puncak karirmu saat ini, d
"Siang sekali kau datangnya, dari mana saja?" cecar Leuis ketika pintu kantornya mengayun terbuka, menampakkan sosok Guzmân yang melangkah masuk mendekatinya.Alih-alih merespon Leuis, Guzmân malah mendudukkan dirinya di kursi depan meja kerja Leuis,"Aaahh hari yang membahagiakan ... " desahnya penuh kemenangan.Leuis menyipitkan kedua matanya ke arah Guzmân saat bertanya, "Dan apa tepatnya yang membuatmu bahagia?" Mengingat sahabatnya itu baru saja bertemu dengan Leia, membuat Leuis menduga kalau ini pasti ada hubungannya dengan Leia. Jangan bilang kalau mereka ..."Kami sudah resmi pacaran sekarang," jawab Guzmân dengan nada bangga.Seketika bahu Leuis merosot di kursinya, seolah ada beban berat yang menimpa bahunya itu. Ia menatap Guzmân lekat-lekat mencari jejak kebohongan di sana, tapi sialnya kedua mata pria itu mengatakan yang sebaliknya."Well ... Congratulations, to both of you!" serunya meski tidak terdengar
"Pria itu selalu mendekatiku, Dad! Dan aku sudah kehabisan cara untuk membuatnya menjauh dariku!" keluh Aurora pada daddy Keanu, saat mereka tengah menghadiri pesta cocktail di salah satu rumah klien daddy Keanu yang juga dihadiri daddy Elrick dan mommy Aliana itu.Daddy Keanu melirik pria yang dimaksud putri semata wayangnya itu, pria yang saat ini terus menatap Aurora tanpa berkedip sedikitpun,"Pria seperti itu hanyalah para pria pemburu harta," gumam daddy Elrick yang langsung diamini daddy Keanu,"Ya, aku juga menduganya seperti itu. Dan kamu sudah bertindak benar dengan memilih untuk menjauhkannya, Aurora.""Ya tapi pria itu terus saja mendatangiku, Dad. Dia bahkan mengetahui jadwal pemotretanku dengan tepat. Dia selalu mengetahui lokasiku berada.""Apa kamu mau Daddy menghabisinya?" tanya daddy Keanu.Aurora meringis sebelum menjawab, "Tidak, Demi Tuhan jangan, Dad! Aku hanya ingin menghindarinya bukan menghilangkan nyawa
Karena Guzmân yang terus mendesaknya, pada akhirnya Leia menceritakan semua masalahnya dengan Leuis. Mulai dari c1uman tak terduga mereka di atas jembatan harapan, lanjut ke c1uman Leuis yang lainnya, hingga ke masalah Aurora.Leia tidak lagi dapat menyembunyikan semua kenyataan itu dari Guzmân. Pria itu telah lama curiga kalau ada sesuatu di antara Leia dan Leuis, dan dengan gigihnya selalu mengorek masalah itu dari Leia.Bahkan Leia mengakui kalau sebenarnya ia sangat menyukai Leuis, hanya karena tidak ingin menjadi orang ketiga di dalam hubungan pria itu dengan Aurora, itu makanya ia memilih untuk menjauh.Meski demikian ia tetap merahasiakan kalau Leuis adalah kakak angkatnya, dan Leia adalah putri dari miliarder ternama, Mr. Rick."Jadi, Leuis memintamu untuk turut serta ke Venice?" tanya Guzmân."Yaa ... " jawab Leia sambil memberengut dan menyandarkan punggungnya ke kursinya."Kenapa terlihat kesal seperti itu? Bukankah it
"Hari ini Leia tidak masuk!" seru Leon sambil duduk santai dengan kedua kaki yang ia naikkan ke atas meja.Dari balik meja kerjanya, Leuis menatap kedua kaki yang saling menopang itu tanpa ada keinginan untuk menegurnya untuk menurunkan kakinya, ia tidak mau membuang kata-katanya dengan percuma, adiknya itu tidak akan mau mendengarkan.Sejak Leon kerja di perusahaannya, Leia memang selalu berangkat bareng kakaknya itu. Dan Leia tidak pernah lagi mendatangi unitnya. Wanita itu selalu pulang malam dan beralasan makan di tempat Aletta pada Leon dan sepupu-sepupunya. Dan paginya selalu beralasan Aletta sudah membawakan sarapan pagi untuknya.Apa benar dengan yang dikatakan Alexa tempo hari, kalau Leia menghindarinya hanya karena tidak mau menjadi orang ketiga di dalam hubungannya dengan Aurora? Apa wanita itu benar-benar cemburu pada Aurora?Haruskah Leuis menceritakan yang sebenarnya pada Leia kalau ia dan Aurora hanya tengah berpura-pura p
"Harus banget yaa kamu pindah, Leia?" tanya Alexa pada sepupunya yang tengah packing baju-bajunya untuk di pindahkan ke Apartmentnya yang baru."Apartmentku yang baru lebih dekat jaraknya dari kantor Leuis, Lexa. Bisa dicapai dengan hanya berjalan kaki," jawab Leia."Aku tahu bukan itu kan alasan utamamu untuk segera pindah dari sini?" tebak Alexa.Leia menutup kopernya yang sudah penuh, setelah menguncinya dengan rapat baru ia mengalihkan perhatiannya pada Alexa, "Apa maksudmu?" tanyanya."Leuis, karena dia sekarang telah menjalin hubungan dengan Aurora kan?"Leia tertawa getir, "Astaga ... Darimana pikiran anehmu itu datang, Lexa? Apa hubungannya kepindahanku dengan Leuis dan Aurora? Mereka mau menikah sekalipun aku tidak peduli, aku sudah memiliki Guzmân, apa kamu lupa dengan apa yang daddyku bilang kemarin malam? Kami akan dijodohkan.""Kamu hanya tinggal menyangkalnya saja, Leia. Tidak perlu menjelaskan panjang lebar sepert
"Kamu menyukai Leia kita, ya kan?" tebak Alexa.Mereka tengah menikmati malam hari yang tidak kalah ramainya dengan siang hari di jalanan terindah di kota Paris itu, seperti biasanya Leuis selalu memilih untuk jalan di belakang mereka. Dan Alexa menyamakan langkahnya dengan pria itu saat yang lainnya sudah berada sedikit lebih jauh darinya dan Leuis."Aku memang menyukainya, dia adikku," jawab Leuis dengan santai, dan Alexa memutar kedua bola matanya,"Kamu tahu betul apa maksud dari pertanyaanku tadi, Leuis."Sambil memasukkan sebelah tangannya ke saku celananya, Leuis menatap punggung wanita yang Alexa maksud, yang tengah bergandengan tangan dengan Aletta. Sesekali jari telunjuk wanita itu menunjuk ke salah satu kafe atau apapun selama percakapannya dengan sahabatnya itu.Ya, ia tahu apa maksud dari pertanyaan Alexa tadi, dan ia enggan untuk menjawabnya. Bukan karena ia tidak percaya pada Alexa, tapi karena mengatakan yang sebenarnya pu