Share

Bab 106 Dugaan Benar!

Penulis: Dilla Maharia
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-20 17:49:59

Barra Malik Virendra, CEO tampan yang biasanya bersikap dingin dan arogan, kali ini tampak berjalan dengan wajah tenang.

Ia melangkah keluar dari lift pribadi yang ada di unitnya lantai teratas, kini berada di lobby menuju pintunya yang megah.

Disana, Jefri, asisten pribadi yang selalu mendampingi telah menunggu setia bersama mobil mewah yang akan mengantar mereka ke suatu tempat yang tersembunyi.

Tak ada yang tahu bahwa tempat itu adalah lokasi dimana Barra biasa memberi pelajaran kepada orang-orang yang dianggapnya sebagai pengganggu atau ancaman, baik bagi bisnisnya maupun yang dirasa telah mengusik hidupnya. Di tempat itulah, Barra menunjukkan sisi lain dari dirinya yang kejam dan tak kenal ampun.

“Pagi Pak.” Sapa Jefri dengan santun. Bisa ia rasakan aura positif yang terpancar di wajah sang Bos.

Ini seperti sebuah keajaiban, Jefri sempat melihat Barra tadi tersenyum tipis pada penjaga Lobby. Tak pernah seorang Barra seperti itu sebelumnya. Selama ini senyumnya sangatlah maha
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Asmiranti
kupikir part ini sudah pembalasan bara pada saudara tiri Olivia, ternya belum ya
goodnovel comment avatar
Nv_26
lanjut kaaak... kok kaya dikit apa aq bacanya kecepeten...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 107 Olivia Tersadar!

    “Laksmana tidak tau kalau Nyonya sudah anda nikahi. Kalau dia tau, mungkin diapun tidak akan berani macam-macam lagi pada Nyonya karena akan berurusan langsung dengan anda, Pak Barra. Justru malah dia akan ketar-ketir terhadap seorang Barra Malik Virendra.” Lanjut Jefri ikut geram. “Jadi begitu?” Barra dengan tatapan tajam, mengangkat dagunya, tak ingin Laksmana semakin merajalela, “Kalau begitu, dia harus tau bahwa Barra Malik Virendra adalah suami dari keponakannya!” Tegas Barra, mengejutkan Jefri. “A-Anda akan terang-terangan menunjukkan pada Laksmana bahwa andalah yang sekarang melindungi Nyonya?” “Bukan hanya pada Laksmana, tetapi pada semua orang sehingga mulai sekarang tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam pada istriku, karena akan berhadapan langsung denganku dan dengan keluarga besar Virendra!” Barra semakin mempertegas. Hatinya panas, ingin rasanya menghabisi Laksmana jika saja bisa saat ini juga. Namun nasib Ibu mertuanya masih di tangan pria kemaruk itu. Bar

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 108 Detik-detik Pengeksekusian!

    Mobil Olivia diparkirkan khusus di parkiran pasien. Ia yang telah turun dari mobil, dengan napas berat dan tubuh berkeringat dingin, segera memasuki area lobby untuk mendaftarkan diri ke bagian administrasi. Satpam mempersilahkan Olivia menuju bagian pendaftaran. “Terimakasih Pak.” Ucapnya memaksakan senyum dengan wajah sudah pucat. Saat berjalan ke bagian pendaftaran, pandangan mata Olivia menggelap. Langkahnya seketika terhenti, seakan ada suara berdenging di telinganya yang membuat suara orang-orang yang beraktivitas di sekitar lobby tersebut lenyap, tak terdengar lagi “Mbak?” Satpam yang berdiri di pintu lobby hendak mendekati Olivia yang mencari pegangan pada tangannya, kakinya sudah tak kuasa menopang tubuh untuk tetap berdiri. Brugh! Tubuh Olivia terjatuh ke lantai lobby, seketika tak sadarkan diri sebelum sampai di meja pendaftaran. “Mbak...” Satpam berlari menuju posisi Olivia yang pingsan, begitu pun petugas pendaftaran yang sontak siaga akan membantu. “Baw

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 109 Selesaikan Mereka!

    “Kamu tau siapa yang sudah mengusir kalian dari rumah itu? Itu adalah aku!” Barra tersenyum puas, namun tampak seram di mata Angelina, Reyhan dan pelayan. Bulu kuduk ketiganya berdiri, aura Barra begitu menakutkan. “Siapa yang membuat Abian pulang ke rumah dalam keadaan babak belur dan bisnisnya dalam hitungan detik bangkrut? Itu juga adalah aku!!” “Kamu tau, siapa yang telah membuat Helen menghilang dari peredaran?” Barra menatap jengah pada Angelina yang terkejut, “Itu juga Aku!” Lanjut Barra tersenyum sinis. “Apaaa??” Angelina shock, ternyata Ibunya menghilang bukan karena tak peduli pada dirinya, tetapi di lenyapkan oleh Barra Malik Virendra? “Dan sekarang tinggal kamu yang akan aku selesaikan!!” Barra bangun dari duduknya, tak ingin berlama-lama lagi menatap wajah-wajah manusia yang ada di hadapannya, terutama Angelina. “Pak Barra, apa yang akan anda lakukan terhadap kami?? Tolong jangan hukum kami, kami menyesal Pak...” Reyhan bersujud di hadapan Barra, bermohon. “Ka

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 110 Kemana Dia??

    “Mungkin karena Nyonya sudah terbiasa pergi ke kantor setiap hari, jadi Nyonya merasa tidak perlu minta izin lagi pada anda, Pak. Apalagi ponsel Nyonya tidak ada bersamanya, sehingga beliau tidak bisa memberitahu anda yang juga tidak sedang berada di rumah.” Jefri mencoba memberi penjelasan yang masuk akal. “Ya aku bisa memahami itu. Tapi tetap saja aku tidak mau dia pergi kemanapun setelah kejadian kemarin!” Barra menghela nafas panjang. Dirinya harus segera ke kantor sekarang untuk membawa Olivia pulang. “Jef, dia pergi tanpa supir lagi. Kita susul ke kantor sekarang!” Barra mulai cemas, khawatir karena Olivia pergi seorang diri. “Baik Pak.” Angguk Jefri, begitu pun supir. “Telepon dulu bagian IT, tanyakan apakah Olivia sudah berada di sana!” “Ya Pak.” Jefri langsung melakukan perintah Barra, menelepon ke divisi IT untuk menanyakan keberadaan Nyonya mudanya. “Pak Ardi, Nona Olivia ada di ruangan?” Tanya Jefri to the point saat manager IT menerima panggilan telepon dari

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-22
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 111 Wanita Siapa?

    Tangan mereka saling menggenggam erat. Raut wajah bahagia terpancar dari keduanya. Tidak ada yang lebih sempurna dari pemandangan ini, begitulah yang tampak di mata semua orang jika melihat kemesraan dan keromantisan Laksmana bersama istrinya tersebut. Namun, ekspresi kebahagiaan Paman Olivia itu seketika buyar ketika ia melihat sosok Barra, sang CEO muda yang dikenal sukses dan cerdas berjalan ke arah mereka. Ekspresi wajah Laksmana seketika berubah drastis. Bibirnya yang tadi tersenyum lebar menjadi kaku, alisnya yang terangkat kini terkulai layu, dan matanya yang berbinar kini tenggelam dalam kecemasan. Ia merasakan jantungnya berdegup kencang, seakan hendak melompat keluar dari dada. Sementara itu, istrinya yang menyadari perubahan wajah Laksmana, menatapnya dengan bingung, “Ada apa sayang?” Tanyanya dengan suara pelan, penuh kekhawatiran. Laksmana tidak bisa menjawab. Ia terus menatap sosok Barra yang semakin mendekat, melangkah dengan percaya diri. Auranya dingin namun begit

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-22
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 112 Rumah Sakit!

    “Aku tak percaya mereka menempatkannya di kamar seperti itu!” Barra mengeraskan rahang. Matanya menatap jengah ke luar jendela mobil pada view jalanan malam yang masih ramai, tak sabar Ingin secepatnya tiba di rumah sakit. Jefri yang menyetir mobil, melirik sekilas pada Barra duduk di belakang melalui spion depan. Sedang mobil Barra di bawa supir yang lebih dulu berjalan di depan mereka. “Nyonya maksudnya Pak?” Tanya Jefri, memastikan. “Tadi di telepon, petugas Rumah Sakit mengatakan istriku dirawat di kamar inap dengan tiga bahkan empat pasien dalam satu ruangan. Coba bayangkan, dia harus sekamar dengan orang lain. Pasti bukan hanya wanita pasien yang ada di kamar itu. Dia juga harus berbagi satu kamar mandi dengan pasien lainnya, itu keterlaluan! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana istriku berbagi kamar mandi dengan orang lain, para pesakitan pula!” Barra geram, khawatir pada keamanan, juga kehigienisan tempat dan tubuh Olivia. “Mungkin ada faktor lain sehingga Nyonya terpaksa

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-22
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 113 Apakah Istri saya...??

    “Dia kan?” Dokter dan perawat saling bertatapan, mencari jawaban tentang pria yang berjalan menuju ke arah mereka. Barra berjalan dengan tak melepas tatapannya dari wajah istrinya yang terlihat begitu pucat dan lemah. Dadanya bergemuruh, ia tak suka Olivia dalam kondisi memprihatinkan seperti ini. Kekhawatirannya semakin menjadi, namun berusaha ditutupi dari semua orang. “Selamat malam Dokter.” Sapa Barra dengan raut wajah dingin tak berekspresi, mencoba tetap bersikap tenang. “Oh, ma-malam... Anda...?” Dokter masih belum bisa mempercayai penglihatannya terhadap pria tampan yang ia lihat di hadapannya saat ini. “Um Dok, ini Bos saya yang saya minta perawat untuk meneleponnya tadi.” Olivia cepat-cepat menjelaskan. Perasaannya sudah gelisah, sudah menyiapkan diri untuk disemprot habis-habisan oleh kemarahan suami rahasianya itu. “Oo... Bos ya? Kalau saya tidak salah, Barra Malik Virendra bukan?” Tanya Dokter sambil tersenyum begitu ramah, sedang perawat di sampingnya masih

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-23
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 114 Ingin Pulang!

    Ia dekati bibirnya pada wajah cantik yang tertidur begitu damai itu, mencium kening istrinya tersebut dalam-dalam. Setidaknya ada rasa lega, Olivia-nya masih baik-baik saja dan ternyata bukan diculik oleh Laksmana Sanjaya. Barra kemudian duduk di kursi. Tepat di samping bed pasien untuk menjaga istrinya itu malam ini. °°°°° Olivia tersentak dari tidurnya. Ia benar-benar sudah tertidur begitu lelap dan lama, sampai-sampai tak tahu pada apapun lagi di sekitarnya. Olivia mendudukkan diri perlahan, ia lirik jam dinding di kamar rawatan tersebut. Sudah menunjukkan pukul lima subuh. “Udah subuh... Ya Allah, jangan sampai kesiangan lagi sholat subuhnya.” Olivia hendak turun dari bed, hati-hati karena tangan kirinya di infus. Belum sempat turun, Olivia akhirnya menyadari juga jika semalam suaminya datang dan meminta pihak rumah sakit untuk memindahkannya ke kamar yang sekarang ia tempati. Setelah dibawa ke kamar ini, dirinya yang takut dan merasa bersalah pada Barra, merasakan k

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-23

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 210. Niat Jahat!!

    “Sudah! Kalian berdua harus bekerjasama. Kamu juga, El. Sebagai wakil Clarissa, kamu harus ikut bersamanya. Jangan bawa-bawa masalah pribadi ke pekerjaan. Papa gak suka!” “Ya, Pa. Elgard paham.” Ucap Elgard, tak mau mengecewakan Haris. Clarissa hanya diam dengan wajah angkuhnya. Tak mau menurunkan ego jika sudah berdebat dengan dua pria ini. “Kamu kenapa kusut gitu? Papa lihat, setelah nikah lagi, kamu nggak pernah bahagia seperti dulu. Berantem lagi?” Elgard buang nafas kasar, capek hati. “Chelsea, Pa.” Jawabnya lesu. “Kenapa dia?” Haris penasaran. “Dia lagi hamil, tapi masih suka ngerokok, minum, lalu ngerancang beberapa gaun pengantin buat project dia di acara fashion week Madam Prilly minggu depan. Pola hidup dia benar-benar gak baik buat calon anak kami. Padahal sebelum nikahin dia, Elgard gak tau kalau Chelsea suka rokok sama minum. Berkali-kali Elgard tegur, dia malah melawan dan ujung-ujungnya bertengkar. Capek Elgard, Pa!” Haris tersenyum samar. Ya, bagus jika putranya

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 209. Rencana Apa?

    Dua hari berlalu... Di kediaman keluarga Nugroho, sarapan pagi baru saja selesai. “Pa, jangan lupa minum obat tensinya. Mama ke depan dulu ya, mau nyiram tanaman,” Ucap Ayuma pada Haris. “Ya, Sayang.” Haris tersenyum hangat pada istri tercintanya, matanya lalu melirik obat yang telah Ayuma siapkan di atas meja makan. Kini tinggal Haris dan Clarissa-sang Putri di ruang makan tersebut. Clarissa menatap Haris dengan sorot mata penuh tanya. “Hari ini jadi pertemuan dengan PT. Selamat, Kak?” Tanya Haris setelah menelan pil dengan didorong beberapa teguk air minum. “Jadi, pukul sepuluh ini, Pa,” Jawab Clarissa, menatap intens wajah sang Papa. “Sama Elgard juga, kan?” “Hu'um.” “Bagus. Elgard itu public speaking-nya bagus. Dia ahli banget dalam urusan lobi-melobi dengan klien,” Haris senang. Putri dan Putranya kompak dalam mengurus perusahaan keluarga. “Kenapa gak Elgard aja yang jadi Presdir, Pa? Dia lebih cocok!” “No! Selagi dia masih sama perempuan itu, gak akan Papa kasi dia ja

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 208. Akhirnya Mau!!

    “Manda, kemarilah. Duduk di samping Papa,” Pinta Tuan Rawless menepuk-nepuk tempat duduk di sebelahnya. Amanda diam sesaat, hingga akhirnya mengikuti permintaan Tuan Rawless. Ia berpindah duduk, tepat di samping sang Ayah. Tuan Rawless mengambil tangan putrinya, ia genggam dengan lembut. “Papa juga masih memiliki rasa trauma atas apa yang Papa alami selama dalam pelarian Papa. Papa merasa butuh bercerita dengan seseorang yang bisa mengobati rasa trauma itu. Dan kamu juga sama seperti Papa, kamu perlu menghilangkan rasa trauma dan kebencian kamu demi bisa hidup tenang dan bahagia. Ayo kita ke Psikolog, Nak! Atau bila perlu, kita ke Psikiater untuk mengobati trauma kita ini...” Tuan Rawless mencoba hati-hati dalam berucap, tak ingin Amanda semakin berang. “Psikiater?” Amanda terkejut. “Papa pikir Manda gila?!” Ia tarik tangannya dari genggaman Tuan Rawless. “Bukan Nak. Orang yang datang ke mereka bukan berarti gila. Seperti kasus kita, trauma yang mendalam memang terkadang membutuhk

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 207. Tak Menerima Alasan!!

    “Kami semua paham dengan penderitaan kamu, Nak. Kami tau betapa beratnya apa yang sudah kamu lalui_” “Kalian gak tau! Gak usah sok baik, merasa paling paham! Manda tau, di belakang Manda, semua menyalahkan Manda karena memisahkan Oliv dari Barra.” Amanda memotong ucapan Tuan Rawless. “Ok, mungkin memang Barra sudah menyadari kesalahannya. Tetapi siapa yang bisa menjamin kalau di kemudian hari dia gak akan menyakiti Oliv lagi?” “Papa yakin Barra setia dan sangat mencintai Oliv, Manda!” Tuan Rawless meyakinkan Amanda. “Halah! Papa tau, dulu Abian sangat mencintai Manda. Sampai Oliv lahir dan berusia empat tahun, hidup keluarga kecil kami begitu sempurna dan bahagia.” Amanda tergelak sinis, muak. “Tetapi setelah Helen hadir di antara kami, malapetaka datang. Oliv berumur lima tahun, Abian berselingkuh di belakang Manda. Dia berubah begitu drastis. Kami selalu bertengkar karena dia tidak lagi mempedulikan istri dan anaknya. Sampai akhirnya Manda tau dia ternyata sudah menjalin hubung

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 206. Berkunjung...

    Olivia bersenandung ringan. la baru saja mengeringkan rambut panjangnya dengan hair dryer, selesai keramas. Rasanya begitu segar. Kaki indah Olivia melangkah ke lemari pakaian, akan mengambil baju rumahannya untuk dipakai. Ceklek! Pintu kamar dibuka dari luar, tampak Barra masuk dengan mata tak berkedip ke arahnya yang masih mengenakan handuk singkat membalut tubuhnya sebatas dada dan pangkal paha. Barra berjalan mendekati Olivia yang menutup pintu lemari setelah mendapatkan daster santai yang ia pilih. “Mas, udah selesai meetingnya? Kok cepat?” Olivia terheran. Suaminya sudah masuk kamar saja. Barra tak menjawab. Tangannya langsung meraih tubuh Olivia, menarik pinggang istri cantiknya itu ke dalam dekapannya. Hug! “M-Mas...” Olivia terkesiap, tatapan Barra membuat tubuhnya meremang. Kedua tangan pria itu memeluk kencang pinggangnya hingga tubuh mereka menempel rapat. “Rindu kamu Sayang!” Ungkap Barra untuk pertama kalinya memanggil Olivia dengan mesra, langsung di depan yan

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 205. Berbenah Diri...

    Mobil Amanda tiba di PT. LV-RAWLESS ENERGY. Vincent membantu membukakan pintunya, mempersilahkan sang Nyonya turun. “Ibu ada beberapa jadwal rapat sampai sore. Kamu bisa pulang saja dulu Vincent, temani Adnan bermain ya,” Ucap Amanda setelah turun dari mobil. “Terimakasih, Bu,” Vincent menatap Amanda melangkah pergi bersama para staff perusahaan yang dari tadi telah menunggu Pimpinan sebenarnya PT. LV-RAWLESS itu di depan lobbi. la buang napas kasar. Sejak tadi rasanya begitu tegang dan sesak. Hatinya tak tenang. Jika pengkhianat seperti Margaretha dan Helen diperlakukan seperti tadi, bagaimana dengan dirinya dan Nia nanti? Mereka masih aman karena belum ketahuan telah mengkhianati kepercayaan sang Nyonya. Jika sampai ketahuan, bisa habis mereka berdua, terutama Nia yang sangat ia khawatirkan. Drrt... Ponsel Vincent tiba-tiba bergetar saat dirinya sedang larut dalam kekhawatiran. la terkejut, cepat-cepat menerima panggilan masuk tersebut. “Ini siapa?” Lirihnya dengan mengernyi

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 204. Butuh Bantuan!

    “Tunggu! Apa maksudnya ini? Aku mau diapakan Manda!!” pekik Margaretha, histeris dengan tubuh bergetar hebat. “Kamu maling! Hukuman untuk maling ada pada tangannya!” Jawab Amanda menegaskan. “Kamu kejam!!!” Teriak Margaretha, tak mau. “Aku memang kejam! Dan bukan hanya tangan, tetapi sedikit demi sedikit bagian tubuh lainnya juga akan mendapat perlakuan yang sama setiap harinya!” Amanda berwajah bengis, menyeramkan. “Mandaaa... Jangan lakukan itu...” Margaretha menjerit-jerit, ketakutan. “Lakukan di sini, sekarang juga. Biar wanita pengkhianat itu bisa melihat langsung!” Tunjuk Amanda pada Helen yang menggigil. “Baik, Bu!” dua wanita penjaga menarik kasar Margaretha, mendudukkannya di kursi dengan mengikat masing-masing pergelangan tangannya di pegangan kursi. Margaretha berteriak, meraung-raung, histeris saat pembalasan Amanda disegerakan. Amanda tersenyum sinis, dirinya begitu puas bisa memberikan pelajaran pada istri Laksmana ini atas apa yang telah dilakukannya. Tatapanny

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 203. Tak Ada Ampun!

    “Ada apa, Pa?” Elgard terheran melihat Haris Nugroho tiba-tiba mendatanginya ke ruang wakil Presiden direktur. “Kamu dari mana? Kenapa baru ada jam segini di kantor,” Haris Nugroho mendengus kesal. “Dari rumah sakit. Tadi nemani Chelsea cek kandungan.” “Hah, dia lagi!” Haris Nugroho selalu muak jika sudah mendengar nama menantunya itu. Elgard menatap sang Ayah. Haris Nugroho memang tak peduli sedikit pun pada calon bayinya di kandungan Chelsea. Tak pernah menanyakan keadaannya. “Tadi Papa datang ke rumah Paman Abraham Rawless untuk berkunjung sekaligus kembali menjalin hubungan baik dengan keluarga Rawless.” Ungkap Haris Nugroho to the point. “Benarkah? Kenapa Papa gak ajak Elgard?” Elgard seketika excited. “Papa aja habis disemprot karena gak menjaga Olivia dengan baik. Apalagi kamu yang udah nyia-nyiain cucunya. Bisa mati kamu!” Elgard terhenyak, benar juga. “Seharusnya kita dan keluarga Rawless adalah dua gabungan keluarga besar yang luar biasa. Tetapi gara-gara kamu, kita

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 202. Masih Mencari...

    “Sudah tau di mana Oliv?” Amanda bertanya, namun tatapannya tetap fokus pada tangannya yang menandatangani beberapa berkas di atas meja kerjanya. Vincent diam sejenak, sedang mengatur kata-kata yang tepat untuk disampaikan. Nyonya majikannya masih diliputi amarah yang besar. “Belum, Bu. Pak Jefri tidak pernah pergi ke suatu tempat yang diduga sebagai kediaman baru Pak Barra. Kami sudah mengawasi kemana pun dia pergi. Dia hanya ke UD Entertainment, lalu pulang ke rumah Tuan Rawless. Penthouse Pak Barra pun kosong setelah orang kita menyelidiki ke sana. Dan Pak Barra tidak ke Kantor sehingga kita tidak bisa mengikuti kemana dia pulang. Kami kehilangan jejaknya,” Jelas Vincent, hati-hati. Aura Amanda begitu dingin, membuat suasana di dalam ruang kerja wanita itu tegang mencekam. Amanda mengepal kuat jari jemarinya, tengah menahan amarah. “Dia pintar sekali. Putriku pasti disekap di suatu tempat. Aku tidak tau bagaimana keadaan Oliv sekarang di tengah kehamilan mudanya. Barra memisahka

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status