Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Arogan / Bab 103 (21+) Capek...

Share

Bab 103 (21+) Capek...

last update Last Updated: 2025-01-19 17:05:27

Olivia sedikit meringis saat aset berharga suaminya itu kembali di satukan pada tubuhnya, masih sangat sakit dan perih bukan main.

“Tahan sedikit saja Olivia...” Bisik Barra, paham dengan apa yang dirasakan istrinya. Ini masih begitu sulit diterobos, namun Barra tak menyerah hingga akhirnya sukses melakukannya dengan sedikit hentakan.

Olivia mencengkeram kuat lengan Barra, menahan rasa perih, “Pak Barra...” Lirihnya, terdengar menggoda di telinga Barra.

Sang CEO tak peduli, tak sedikit pun merasakan sakit atas cengkeraman kuku istrinya yang bisa meninggalkan bekas luka di lengan dan punggungnya. Di sanalah sensasi nikmatnya, ada tanda yang Olivia tinggalkan nantinya di tubuhnya meski sebuah cakaran kecil. Ia suka.

Masih tak melepaskan pagutan lidah mereka yang saling bertautan, tubuh Olivia Barra gendong sehingga kedua kaki istrinya melingkar di pinggangnya dengan milik mereka di bawah sana sudah menyatu.

Olivia memeluk erat leher Barra sembari masih dimanjakan dengan bertukar sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Asmiranti
semoga bisa dapat hasil yang buat kalian berdua terikat selamanya
goodnovel comment avatar
Nv_26
moga jadi tuh kecebongnya barra.. mommy syafira pasti seneng banget
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 104 Ingin Cucu?

    Barra bahkan tak sadar jika sekarang sudah hampir pukul sembilan pagi, harus ke kantor untuk menghadiri beberapa jadwal rapat penting, dan... “Jefri!” Barra baru ingat jika dirinya menyuruh Jefri menunggunya di tempat pengeksekusian miliknya. Ada Angelina dan Reyhan yang harus diberi pelajaran. Ia kecup bibir merah muda sang istri, pertanda morning kiss yang mulai sekarang harus selalu dilakukan. Lalu melepaskan tubuh Olivia dari pelukannya perlahan agar tak mengganggu tidur Istrinya itu. Ia kemudian mendudukkan diri untuk mengambil ponsel di atas meja nakas samping ranjang. “Jef menelepon berkali-kali sejak sore kemarin.” Barra menggaruk pelipisnya, asistennya itu pasti menunggu dan menunggu dirinya. Namun karena sudah disibukkan oleh seorang Olivia, tak ada lagi yang Barra ingat. Lupa pada yang lain, lupa waktu, hanya seorang Olivia yang memenuhi hati dan pikirannya. Ia lirik Olivia yang tertidur pulas, istrinya itu sudah benar-benar membuatnya takluk. °°°°° “Bagaimana Jef?” T

    Last Updated : 2025-01-20
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 105 Ungkapan Syafira!

    “Mommy... Ingin kami punya anak?” Tanya Barra deg-degan. [Tentu saja... Kan sebelum berangkat ke Jerman Mommy udah ngomong kalau Mommy akan menjalankan pengobatan ini dengan serius karena Mommy pengen sehat biar bisa main sama cucu-cucu Mommy. Kamu rajin kan bikinnya sama Oliv?] Barra sedikit salah tingkah mendengar ucapan Syafira yang terlalu blak-blakan. [Bar, kok diam? Kamu malu? Buahahaha...] Syafira menertawakan ekspresi wajah putranya. Ia sangat tahu bagaimana jika seorang Barra sedang malu dan salah tingkah. Sedang Barra berusaha menutupi kegugupannya, tak suka diledek Syafira. [Bar, makasih ya nak karena kamu udah membuktikan sama Mommy kalau kamu serius mau membuka lembaran baru bersama istri kamu Oliv. Mommy gak sia-sia berobat jauh-jauh kesini demi mendapatkan kesembuhan. Mommy benar-benar pengen punya cucu Bar... Cucu dari kamu dan Oliv aja! Kalau udah kayak gini, Mommy janji akan sembuh dan gak ogah-ogahan lagi berobatnya! Nanti kalau Mommy udah kembali ke Ind

    Last Updated : 2025-01-20
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 106 Dugaan Benar!

    Barra Malik Virendra, CEO tampan yang biasanya bersikap dingin dan arogan, kali ini tampak berjalan dengan wajah tenang. Ia melangkah keluar dari lift pribadi yang ada di unitnya lantai teratas, kini berada di lobby menuju pintunya yang megah. Disana, Jefri, asisten pribadi yang selalu mendampingi telah menunggu setia bersama mobil mewah yang akan mengantar mereka ke suatu tempat yang tersembunyi. Tak ada yang tahu bahwa tempat itu adalah lokasi dimana Barra biasa memberi pelajaran kepada orang-orang yang dianggapnya sebagai pengganggu atau ancaman, baik bagi bisnisnya maupun yang dirasa telah mengusik hidupnya. Di tempat itulah, Barra menunjukkan sisi lain dari dirinya yang kejam dan tak kenal ampun. “Pagi Pak.” Sapa Jefri dengan santun. Bisa ia rasakan aura positif yang terpancar di wajah sang Bos. Ini seperti sebuah keajaiban, Jefri sempat melihat Barra tadi tersenyum tipis pada penjaga Lobby. Tak pernah seorang Barra seperti itu sebelumnya. Selama ini senyumnya sangatlah maha

    Last Updated : 2025-01-20
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 107 Olivia Tersadar!

    “Laksmana tidak tau kalau Nyonya sudah anda nikahi. Kalau dia tau, mungkin diapun tidak akan berani macam-macam lagi pada Nyonya karena akan berurusan langsung dengan anda, Pak Barra. Justru malah dia akan ketar-ketir terhadap seorang Barra Malik Virendra.” Lanjut Jefri ikut geram. “Jadi begitu?” Barra dengan tatapan tajam, mengangkat dagunya, tak ingin Laksmana semakin merajalela, “Kalau begitu, dia harus tau bahwa Barra Malik Virendra adalah suami dari keponakannya!” Tegas Barra, mengejutkan Jefri. “A-Anda akan terang-terangan menunjukkan pada Laksmana bahwa andalah yang sekarang melindungi Nyonya?” “Bukan hanya pada Laksmana, tetapi pada semua orang sehingga mulai sekarang tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam pada istriku, karena akan berhadapan langsung denganku dan dengan keluarga besar Virendra!” Barra semakin mempertegas. Hatinya panas, ingin rasanya menghabisi Laksmana jika saja bisa saat ini juga. Namun nasib Ibu mertuanya masih di tangan pria kemaruk itu. Bar

    Last Updated : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 108 Detik-detik Pengeksekusian!

    Mobil Olivia diparkirkan khusus di parkiran pasien. Ia yang telah turun dari mobil, dengan napas berat dan tubuh berkeringat dingin, segera memasuki area lobby untuk mendaftarkan diri ke bagian administrasi. Satpam mempersilahkan Olivia menuju bagian pendaftaran. “Terimakasih Pak.” Ucapnya memaksakan senyum dengan wajah sudah pucat. Saat berjalan ke bagian pendaftaran, pandangan mata Olivia menggelap. Langkahnya seketika terhenti, seakan ada suara berdenging di telinganya yang membuat suara orang-orang yang beraktivitas di sekitar lobby tersebut lenyap, tak terdengar lagi “Mbak?” Satpam yang berdiri di pintu lobby hendak mendekati Olivia yang mencari pegangan pada tangannya, kakinya sudah tak kuasa menopang tubuh untuk tetap berdiri. Brugh! Tubuh Olivia terjatuh ke lantai lobby, seketika tak sadarkan diri sebelum sampai di meja pendaftaran. “Mbak...” Satpam berlari menuju posisi Olivia yang pingsan, begitu pun petugas pendaftaran yang sontak siaga akan membantu. “Baw

    Last Updated : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 109 Selesaikan Mereka!

    “Kamu tau siapa yang sudah mengusir kalian dari rumah itu? Itu adalah aku!” Barra tersenyum puas, namun tampak seram di mata Angelina, Reyhan dan pelayan. Bulu kuduk ketiganya berdiri, aura Barra begitu menakutkan. “Siapa yang membuat Abian pulang ke rumah dalam keadaan babak belur dan bisnisnya dalam hitungan detik bangkrut? Itu juga adalah aku!!” “Kamu tau, siapa yang telah membuat Helen menghilang dari peredaran?” Barra menatap jengah pada Angelina yang terkejut, “Itu juga Aku!” Lanjut Barra tersenyum sinis. “Apaaa??” Angelina shock, ternyata Ibunya menghilang bukan karena tak peduli pada dirinya, tetapi di lenyapkan oleh Barra Malik Virendra? “Dan sekarang tinggal kamu yang akan aku selesaikan!!” Barra bangun dari duduknya, tak ingin berlama-lama lagi menatap wajah-wajah manusia yang ada di hadapannya, terutama Angelina. “Pak Barra, apa yang akan anda lakukan terhadap kami?? Tolong jangan hukum kami, kami menyesal Pak...” Reyhan bersujud di hadapan Barra, bermohon. “Ka

    Last Updated : 2025-01-21
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 110 Kemana Dia??

    “Mungkin karena Nyonya sudah terbiasa pergi ke kantor setiap hari, jadi Nyonya merasa tidak perlu minta izin lagi pada anda, Pak. Apalagi ponsel Nyonya tidak ada bersamanya, sehingga beliau tidak bisa memberitahu anda yang juga tidak sedang berada di rumah.” Jefri mencoba memberi penjelasan yang masuk akal. “Ya aku bisa memahami itu. Tapi tetap saja aku tidak mau dia pergi kemanapun setelah kejadian kemarin!” Barra menghela nafas panjang. Dirinya harus segera ke kantor sekarang untuk membawa Olivia pulang. “Jef, dia pergi tanpa supir lagi. Kita susul ke kantor sekarang!” Barra mulai cemas, khawatir karena Olivia pergi seorang diri. “Baik Pak.” Angguk Jefri, begitu pun supir. “Telepon dulu bagian IT, tanyakan apakah Olivia sudah berada di sana!” “Ya Pak.” Jefri langsung melakukan perintah Barra, menelepon ke divisi IT untuk menanyakan keberadaan Nyonya mudanya. “Pak Ardi, Nona Olivia ada di ruangan?” Tanya Jefri to the point saat manager IT menerima panggilan telepon dari

    Last Updated : 2025-01-22
  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 111 Wanita Siapa?

    Tangan mereka saling menggenggam erat. Raut wajah bahagia terpancar dari keduanya. Tidak ada yang lebih sempurna dari pemandangan ini, begitulah yang tampak di mata semua orang jika melihat kemesraan dan keromantisan Laksmana bersama istrinya tersebut. Namun, ekspresi kebahagiaan Paman Olivia itu seketika buyar ketika ia melihat sosok Barra, sang CEO muda yang dikenal sukses dan cerdas berjalan ke arah mereka. Ekspresi wajah Laksmana seketika berubah drastis. Bibirnya yang tadi tersenyum lebar menjadi kaku, alisnya yang terangkat kini terkulai layu, dan matanya yang berbinar kini tenggelam dalam kecemasan. Ia merasakan jantungnya berdegup kencang, seakan hendak melompat keluar dari dada. Sementara itu, istrinya yang menyadari perubahan wajah Laksmana, menatapnya dengan bingung, “Ada apa sayang?” Tanyanya dengan suara pelan, penuh kekhawatiran. Laksmana tidak bisa menjawab. Ia terus menatap sosok Barra yang semakin mendekat, melangkah dengan percaya diri. Auranya dingin namun begit

    Last Updated : 2025-01-22

Latest chapter

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 245. Akan Menjelaskan.

    “Itu yang belum saya ketahui. Saya akan mencari tau. Parahnya, Azalea akan segera kembali ke Jakarta. Dia sudah berada di Bandara kota itu,” sambung Jefri geleng-geleng kepala. “Kita terkecoh. Kita pikir dengan dia ditahan, masalah akan selesai. Ternyata dia masih juga berulah. Perempuan itu benar-benar gila!” Syifa menggerutu. “Ada seseorang yang kuat berada di belakangnya!” sahut Barra, wajahnya dingin menahan kemarahan. Ada yang coba-coba cari masalah dengannya. Jefri dan Syifa sontak menatap Barra, benar juga apa yang dikatakan Bos mereka itu. Penjamin Azalea pasti bukan sembarang orang. “Cari tau siapa orang itu, Jef! Meskipun kita membuat laporan tentang masalah ini, Azalea tidak akan tersentuh karena dia dilindungi seseorang yang kuat. Kita lihat, sekuat apa orang itu setelah Barra Malik Virendra mengambil tindakan keras!” Barra mengeraskan rahang, masih berusaha kuat mengontrol emosi. “Baik, Pak. Akan saya selidiki!” Jefri menegaskan. “Dan Azalea, Pak?” Syifa masih tak p

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 244. Apa Ini?

    Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Langkah Barra yang cepat, seketika terhenti saat melihat kerumunan awak media sudah menunggu di pintu keluar Bandara. Dengan raut wajah terkejut, ia mengerutkan kening, keheranan dengan hadirnya para wartawan di sana. “Ada apa ini?” gumamnya dalam hati, perasaannya tak enak. Sementara Jefri dan petugas keamanan bergegas mendekat, langsung siaga memberikan penjagaan ketat pada Barra agar para media tersebut tetap menjaga jarak. Flash kamera yang diarahkan pada CEO UD Entertainment itu, begitu menyilaukan. Awak media berusaha mendekati posisi Barra dengan pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan tanpa jeda. “Bagaimana komentar Anda tentang video mesra anda yang beredar barusan, Pak Barra?” teriak salah satu wartawan, membuat Barra terlonjak kaget. Video mesra dirinya? Apa maksudnya? Jefri segera melangkah ke depan, mencoba menghalangi wartawan yang terus mendesak. Sementara Syifa yang berjalan di samping Barra, mencari informasi di ponselnya

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 243. Pingsan?

    “Alhamdulillah. Selagi kamu percaya sama suami kamu, sebesar dan sebanyak apapun cobaan, cinta kalian berdua akan tetap kuat. Teruslah seperti ini ya, Nak...” Syafira bangga pada sang Menantu. “InsyaaAIIah. Sekarang Mas Barra gimana, Mom?” “Seharusnya jadwal penerbangannya ke Jakarta pukul tujuh malam nanti. Tapi karena masalah ini, dia mempercepat kepulangan ke sini. Setelah Azalea dibawa ke kantor polisi tadi, Barra dan Jefri langsung ke Bandara. Gak perlu berlama-lama di tempat itu, daripada muncul masalah baru nanti. Mungkin jam sembilan malam, dia udah tiba di Jakarta,” Jelas Syafira, seketika membuat Olivia senang. “Kamu udah rindu Mas Barra, hem?” Syafira menggoda Olivia. Olivia mesem-mesem, lalu mengangguk malu-malu. “Aah... Manis sekali kalian ini. Barra juga tadi ditelepon nanyain kamu terus. Dia gak sabar mau bersama istrinya lagi, rindu berat dia. Dasar si Bucin!” Syafira geleng-geleng kepala. Sementara di depan pintu, Amanda dan Virendra mendengar percakapan antara

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 242. Percaya.

    “Aku gak akan membuang waktu Om dengan percuma. Justru aku pengen ngasi tau Om sesuatu yang pasti bisa bikin Om senang,” Jelas Azalea. [Jangan bertele-tele!] “Ok, aku langsung masuk ke intinya. Jadi sebenarnya waktu Barra sedang mandi, aku udah aktifin kamera handphoneku di tempat yang gak diketahui Barra, tujuannya untuk merekam kebersamaan kami di sana. Seperti yang Om suruh, aku harus bisa membuat Barra bertekuk lutut sama aku dan kami akhirnya menghabiskan waktu berdua di kamar itu. Tadinya aku pikir aku pasti berhasil membuat Barra meniduri aku dan aku bisa hamil setelah kejadian itu. Dan rekaman hubungan intim kami bisa aku jadikan alat untuk mendesak Barra supaya bertanggung jawab atas kehamilan aku nanti. Tapi sayang, semua rencana gagal!” ujar Azalea. [Lalu kamu cerita kegagalan kamu itu untuk apa? Mau menunjukkan betapa tidak bergunanya kamu?] “Sebentar, Om. Jangan marah-marah terus, aku belum selesai,” Azalea mendengus kesal. Sakit hati akan ucapan Haris yang mengatakan

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 241. Rencana B!

    Vincent membukakan pintu mobil bagian belakang saat mobil telah diparkirkan di area pekarangan rumah. Tampak Amanda turun dari sana. la kemudian berjalan menghampiri Virendra dan Syafira yang berdiri di halaman sembari menatap padanya. “Amanda...” lirih Syafira, cukup terkejut mengetahui ternyata besannyalah tamu yang datang berkunjung. Seharusnya ini adalah sesuatu yang menggembirakan. Tetapi karena adanya permasalahan yang menimpa sang Putra, dirinya jadi was-was dengan kedatangan besannya tersebut. Sama halnya dengan Virendra. Perasaan pria itu seketika tak tenang, khawatir Amanda datang untuk membawa Olivia pergi karena percaya pada pemberitaan yang beredar di media sosial. Tak akan ia biarkan jika hal itu sampai terjadi. Syafira menyambut dengan ramah kedatangan Amanda, bersikap seolah semua baik-baik saja. “Manda... Selamat datang,” sapanya dengan membuka kedua tangan untuk memeluk Amanda. “Syafira, Rendra, aku udah janji mau berkunjung sore ini, kan?” Amanda tersenyum tip

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 240. Shock

    “Elgard kan udah bilang sama Papa, Azalea itu gak akan bisa membantu kita,” Elgard menyayangkan Azalea yang terciduk telah menjebak Barra. “Papa gak menyangka aja kalau Barra Malik Virendra bisa menolak Azalea. Dia sudah berpenampilan menggoda, malah gak memakai apa-apa di depan Barra waktu mereka cuma berdua aja di kamar itu. Seharusnya sebagai laki-laki yang normal, Barra akan tergoda,” Haris masih terheran-heran. “Benarkah? Kuat juga imannya,” Elgard ikut tercengang. Ternyata tidak ada istilah cinta lama bersemi kembali bagi seorang Barra untuk Azalea. “Barusan Iagi, si Azalea nangis-nangis mengatakan kalau dia dibawa ke kantor polisi. Dia minta tolong supaya Papa cepat-cepat membebaskan dia dari sana,” ujar Haris cukup frustasi. “Kenapa dia bisa di kantor polisi? Barra melaporkannya?” Elgard terkejut. “Siapa Iagi kalau bukan Barra!” Haris menggerutu. “Dia tega, Pa? Azalea kan mantan istrinya?” “Itu yang bikin Papa semakin gak menyangka. Barra itu udah gak pake hati Iagi sam

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 239. Sudah Tepat!

    “Silahkan melakukan pembelaan di kantor. Anda juga akan kami beri kesempatan untuk menghubungi pengacara yang Anda maksud tadi. Sekarang ikut!” titah petugas, tak mau membuang waktu.“Sebentar!!!” Azalea panik. Belum sempat Haris Nugroho mengirimkan bantuan untuk membawanya kabur dari tempat ini, sekarang malah dirinya dibawa ke kantor polisi. Kenapa nasibnya sesial ini, pikirnya?“Jefri... Mana Barra???!” teriak Azalea pada Jefri yang berdiri dengan wajah datar bersama Syifa dan Pak Andi. Pemilik penginapan itu juga membuat pelaporan untuk oknum pekerjanya yang sudah disuap Azalea sehingga merugikan citra usahanya yang sudah dibangun dengan baik selama belasan tahun.“Maaf, Bu Azalea. Pak Barra tidak sudi bertatap muka dengan Anda. Beliau hanya menitipkan pesan bahwa nanti Anda juga harus membuat klarifikasi atau pengakuan atas perbuatan Anda yang sudah mencoreng nama baik beliau,” ujar Jefri dengan sikap tenang.“Bajing*n Barra Malik Virendra!! Tega sekali dia memperlakukan mantan i

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 238. Di Laporkan?

    Rapat perusahaan hampir selesai sore ini. Tinggal arahan singkat dari Haris Nugroho selaku Komisaris. “Peningkatan saham cukup_” Haris tersentak saat ponselnya tiba-tiba bergetar di atas meja. Semua mata menatap ke arahnya, termasuk Clarissa dan Elgard yang duduk tak jauh darinya. Haris melirik Elgard yang juga menatap padanya dengan wajah penasaran. Berharap sang ayah mendapat kabar baik dari seseorang yang ditugaskan dalam misi mereka. “Um, sebentar. Saya terima telepon dulu,” Haris dengan wajah serius, bangkit dari duduknya, pergi keluar dari ruang rapat untuk menjawab panggilan masuk tersebut. Clarissa mengerutkan alis. Tak seperti ayahnya biasanya yang paling pantang menerima telepon saat rapat berlangsung. Ayahnya itu juga tampak antusias saat melihat siapa yang melakukan panggilan telepon di layar ponselnya. Siapa yang menelepon sebenarnya? Sementara itu, di luar ruangan rapat berdinding kaca. “Bagaimana bisa gagal???!!” Tanya Haris kaget, namun tetap memelankan suaranya.

  • Istri Kesayangan Tuan Arogan   Bab 237. Tak Peduli Lagi!

    “Kenapa aku harus bertanggung jawab? Aku tidak menyebut nama di sana. Netizen aja yang berspekulasi macam-macam!” ketus Azalea. Hatinya merasa senang akhirnya semua percaya jika dirinya masih menjalin hubungan dengan Barra. Jefri dan Syifa saling melempar pandang, memang Azalea tak menyebut nama Barra. Tetapi tingkah dan clue yang ia berikan, tertuju pada seorang Barra Malik Virendra. “Maafkan saya sekali lagi. Saya kecolongan dengan karyawan saya. Itu tukang bersih-bersih baru, sehingga saya tidak tau kalau dia terjerat judol sampai mau disuap seperti itu. Saya berjanji akan bertanggungjawab atas ketidaknyamanan ini,” sang pemilik penginapan merasa bersalah dan menyesal bukan main. “Tunggu saja Pak Barra memutuskan apa yang akan beliau lakukan. Bos saya itu sedang marah besar sekarang!” Jefri berwajah dingin, akan menunggu keputusan Barra. “Aku udah bisa pergi? Atau kalian memang mau aku di sini supaya semakin banyak orang yang melihat kalau ternyata aku juga ada di penginapan ya

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status