Share

Bab 1995

Author: Awan
Sebelum Yuna selesai berbicara, pria itu tiba-tiba berbalik dengan gerakan yang begitu cepat. Refleks, Yuna pun berhenti dan mereka saling bertukar pandang.

Pria itu mendengus dan menyingkirkan wajah ramah yang semula dia tunjukkan, lalu dia berkata, “Kusarankan supaya kamu jangan menganggap diri sendiri terlalu pintar. Nggak perlu banyak tanya tentang sesuatu yang nggak perlu kamu tahu.”

Setelah mengatakan itu, dia langsung berjalan menuju pintu kamar tanpa menoleh lagi ke belakang.

“Sudah kubilang, R10 masih belum rampung sepenuhnya. Kalaupun aku dijadikan pemicunya, aku nggak akan kalian mendapatkan apa yang kalian mau. Apa kalian nggak bersedia mendengar saranku sebentar saja?”

Yuna siap untuk bertaruh. Dia tidak mengenali siapa pria ini dan apa kelemahannya, maka itu dia hanya bisa menggunakan R10 sebagai senjata untuk bernegosiasi. Bagaimanapun juga, semua lab ini dibangun demi keberlangsungannya R10, jadi mereka tidak mungkin tidak peduli tentang apa pun yang bisa mendukung kebe
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1996

    Brandon sudah bisa bebas berkeliaran di luar, tetapi dia tidak bisa menjamin seberapa kuat virus itu dalam tingkat penularan dan apakah virus itu sungguh menjangkit tubuhnya. Brandon hanya bisa berusaha sebisa mungkin mengurangi interaksi dengan orang lain untuk menekan kemungkinan terjadinya infeksi.Untungnya sampai saat ini semuanya masih terlihat aman. Paling tidak orang yang pernah berinteraksi langsung dengannya tidak menunjukkan gejala aneh, dan dia sendiri juga merasa baik-baik saja. Namun … masih belum ada kabar apa pun tentang Yuna.Dengan koneksi dan sumber daya yang Brandon miliki, jika memang Yuna masih berada di kota ini, seharusnya sudah ditemukan entah dari kapan. Akan tetapi faktanya hingga sekarang masih tidak ada petunjuk sedikit pun mengenai keberadaannya. Maka hanya ada satu kemungkinan yang ada, bahwa Yuna tidak berada di kota ini.Masalahnya, memindahkan orang dalam waktu singkat pun pasti akan menyisakan jejak seperti rekaman CCTV di jalan atau semacamnya, rasan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1997

    “Tapi kalau aku lapor polisi, apa nantinya Papa malah jadi berada dalam bahaya?” tanya Bella khawatir, meski melapor polisi itu adalah idenya sendiri.Sebelum ini Bella menyembunyikan fakta bahwa ayah diculik dari Brandon dan tidak melapor ke polisi karena takut si penculik akan menyakiti ayahnya, tetapi sekarang sudah lewat dua hari masih tidak ada kabar juga. Hal itu jelas membuat Bella panik. Di ingin melapor ke polisi, tetapi di satu sisi dia tidak mau nyawa ayahnya berada dalam bahaya.“Dari situasi sekarang ini seharusnya aman-aman saja, tapi … aku nggak bisa menjamin!” kata Brandon. Dia berusaha untuk menganalisis keadaan mereka sekarang dengan seobjektif mungkin, tetapi tetap saja ketika didengar, rasanya sedikit menyedihkan. Dia bahkan masih belum tahu apa tujuan si penculik ini. Namun dari yang sekarang bisa disimpulkan, mereka tidak akan mengingkari janji. Apa yang perlu Brandon sampaikan sudah dia sampaikan, dan dia juga sudah berjanji agar Bella bisa sedikit lebih tenang.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1998

    Brandon hanya bisa mengatakan itu untuk saat ini. Sejauh yang bisa Brandon ingat sejak dia pergi dari rumahnya Juan, dia hanya berinteraksi dengan pengawalnya dan juga Bella. Jika benar penyakit ini bisa menular atau punya kemungkinan untuk menyebar ke orang lain, berarti Bella adalah orang yang paling mungkin tertular.Tentu saja, Brandon tidak bisa mengatakan itu secara gamblang sebelum punya bukti yang kuat. Jika mengatakan itu tanpa dasar yang jelas hanya akan menimbulkan kepanikan.“Ooh, oke,” sahut Bella. Dia pun membertimbangannya dengan serius setelah mendengar bahwa itu bisa dijadikan referensi, yang siapa tahu berguna kelak. “Belakangan ini kayaknya kulitku sedikit alergi. Aku nggak tahu apa ada hubungannya atau nggak, tapi dari awal kulitku memang lebih sensitif, makanya aku nggak menganggap serius.”“Alergi?”“Iya. Di badanku ada bintik-bintik merah, tapi nggak begitu gatal, jadi aku diamkan saja. Dulu juga pernah ada, tapi nggak lama langsung hilang.”“Oke, selain itu masi

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1999

    Tidak butuh waktu lama Brandon sudah tiba di depan pintu rumah kediamannya Edgar. Dia tidak langsung turun, dia tetap menunggu di mobil dan menurunkan kaca jendela seakan sedang menunggu sesuatu.Tak lama kemudian ponselnya berdering. Dia melihat ada sebuah pesan masuk. ***Dari luar Shane mungkin terlihat setuju dengan rencana yang Rainie buat, tetapi dia masih tidak bisa percaya sepenuhnya padanya, itu tidak mungkin! Rainie licik dan banyak akal bulus, dan Shane percaya Rainie juga tidak akan sepenuhnya percaya kepadanya pula. Mereka bersama semata-mata hanya karena hubungan yang saling menguntungkan.Akan tetapi Shan penasaran dengan apa yang Rainie katakan dengan kartu as itu, apa yang membuat dia begitu percaya diri. Shane yakin kartu as itu bukan hanya bosnya saja yang akan dijadikan bahan eksperimen. Pasti masih ada sesuatu yang belum Rainie tunjukkan.Karena itu dua hari ini selain menstabilkan lingkungan kerjanya yang sempat kacau, Shane juga diam-diam mengikuti Rainie berhar

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2000

    Shane terus mengikuti Rainie dari belakang dan tidak menemukan keanehan apa pun, hingga dia akhirnya mengitari kota sebanyak dua putaran baru dia merasa ada yang aneh. Sebelumnya mungkin Rainie sengaja memutar untuk melepaskan diri dari kejaran Shane, tetapi sekarang dia jelas sedang mempermainkan penguntitnya. Mungkinkah … dia tahu kalau yang menguntitnya itu adalah Shane?Tiba-tiba mobil di depan langsung melaju kencang, tanpa pikir panjang Shane juga menginjak pedal gas dan menambah kecepatan. Dua mobil ini terus melaju di tengah kesunyian malam. Di saat itu Shane yakin kalau dia sudah ketahuan oleh Rainie.Maka dari itu Shane tidak lagi sembunyi-sembunyi dan mengejarnya dengan kecepatan penuh, sementara Rainie memperlambat laju mobilnya. Ketika sudah mulai menyusul, Shane langsung banting setir berbelok ke depan mobil Rainie. Rainie dengan sigap menekan rem sehingga tidak terjadi tabrakan.Shane langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Rainie. Rainie masih tetap duduk di dalam

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2001

    Shane menaksir Rainie untuk mengukur tingkat seberapa dia bisa dipercaya. Rainie bersandar di mobilnya dengan bibir terangkat lebar ke atas. Dia mengamati Shane dengan tatapan matanya yang meledek, seolah sedang meragukan keberaniannya. Shane sebenarnya bukan tidak berani, tetapi dia curiga Rainie punya maksud lain. Tempat mereka sekarang berada sangat terpencil. Kalaupun mobilnya ditinggalkan di sini juga tidak akan ada orang yang peduli.Bisa dibilang setiap langkah yang Rainie ambil sudah dia perhitungkan dengan matang. Dia sengaja memancing Shane ke tempat ini. Bahkan siasatnya untuk membuat Shane turun dari mobil juga mungkin sudah dia perhitungkan.“Kenapa? Takut? Kalau nggak berani ya sudah! Aku nggak punya banyak kesabaran untuk nunggu kamu! Oh ya, lain kali aku belum tentu mau ngajak kamu untuk kedua kalinya! Bye!” ujar Rainie sembari melambaikan tangannya, dan bersiap untuk pergi.“Tunggu!”Entah ini perangkap atau bukan, Shane tidak peduli. Dia sudah mengikuti Rainie selama

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2002

    Shane sungguh penasaran. Dia ingin tahu rahasia macam apa yang seorang wanita seperti Rainie sembunyikan dari orang lain.Begitu masuk, mereka harus melewati lorong yang sempit. Lorongnya tidak begitu panjang, lebih seperti jalur kecil yang dibuat dengan cara digali. Di ujung lorong terdapat sebuah ruangan kecil yang cukup untuk menampung beberapa orang di dalamnya. Saat itu di dalam hanya ada satu orang yang sedang terikat dan tertutup matanya. Namun demikian, Shane masih dapat mengenalinya.“Dia …?!”Rainie menaruh telunjuk di depan bibirnya meminta Shane untuk diam. Shane tidak habis pikir bagaimana caranya Rainie bisa membawa orang itu ke sini, pastinya dibutuhkan keberanian yang luar biasa untuk itu. Rainie tidak berbicara, dia hanya diam saja melihat orang itu tanpa kata-kata. Setelah beberapa saat dia pun berbalik dan berjalan ke luar.Shane kebingungan di saat itu apa yang sebaiknya dia lakukan. Haruskah dia membebaskan orang itu, atau sebaiknya dia mengikuti Rainie keluar. Set

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2003

    “Rainie, aku nggak mau menemani kegilaanmu. Kamu sendiri saja!”Saat Shane hendak pergi, dia mendengar Rainie memanggilnya dari belakang, “Shane … kamu pikir kamu bisa turun dari mobilku begitu kamu sudah naik?”“Ini aku sudah turun.”Namun mobil yang Rainie maksud tentu saja bukan arti mobil secara harafiah. Shane hanya sengaja pura-pura tidak mengerti. Jika Shane menemani perempuan gila ini, justru dia sendirilah yang gila.“Aku nggak peduli kamu benar-benar nggak ngerti atau cuma pura-pura bego. Intinya, berhubung kamu sudah tahu, kamu sudah nggak punya kesempatan untuk mundur lagi!” kata Rainie dengan raut wajah yang kini terlihat begitu mengerikan.Shane juga balas menatap balik Rainie dengan wajah yang dingin. Di saat mereka sedang bersitegang seperti itu, tiba-tiba pintu garasi mengeluarkan suara yang seketika menyita perhatian mereka. Rainie spontan meraba pinggangnya dan menyamping untuk melihat ke arah pintu masuk garasi, sementara Shane hanya diam saja mematung tak bergerak.

Latest chapter

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2389

    “Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2388

    Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2387

    “Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2386

    Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2385

    “Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2384

    “Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2383

    Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2382

    “Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2381

    Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status