Share

Bab 101

Author: Awan
Setelah selesai mengantarkan Lawson ke hotel, mereka membuat janji dengan lelaki itu untuk menjemputnya nanti malam dan kemudian kembali pulang.

Saat mereka hanya tinggal berdua saja, Valerie baru mengeluarkan semua pertanyaan yang sedari tadi bercokol di benaknya. “Logan, sebenarnya siapa Lawson ini? Kenapa kamu bersikap begitu sopan dengan dia? Aku lihat, dia nggak menganggap kita sama sekali. Apa perlu kamu bersikap segitu baiknya di depan dia?”

“Apanya yang nomor satu? Kenapa aku nggak pernah dengar nama dia? Apa dia bohong? Kamu bawa aku keliling seharian penuh hanya demi menjemput dia saja? Tapi setelah dia datang malah nggak melakukan apa pun!”

“Kenapa nggak tunggu kemampuan dia yang sebenarnya baru kita putuskan mau melakukan apa? Bagaimana kalau dia hanya penipu?” ujar Valerie. Dia berpikir-pikir lagi dan merasa sikap Lawson membuatnya tidak nyaman.

“Nggak mungkin dia penipu, kamu tenang saja! Nggak mudah juga bisa membuatnya datang.” Kedua tangan Logan diletakkan di depan kem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 102

    Logan merasa terkejut ketika mendapati ibunya menelepon dirinya. Tetapi dia tidak ada alasan logis untuk menolaknya. Logan hanya berharap lelaki yang bernama Lawson ini cukup kuat hingga bisa membantu perusahaannya menghadapi situasi saat ini.Ketika malam tiba, mereka kembali menjemput Lawson di hotel. Saat ini, sikap Valerie telah berubah drastis dibandingkan dengan siang tadi. Awalnya perempuan itu tidak yakin apakah Lawson seorang pembohong atau tidak, dia bahkan meragukan kemampuan asli lelaki itu.Tetapi setelah mendengar cerita Logan yang mengatakan bahwa lelaki itu adalah orang yang dikenalkan sang ibunya, semuanya berubah dan membuat Valerie merasa jauh lebih tenang.Seluruh orang di kota ini tahu siapa sosok Tania. Orang yang sering berinteraksi dengannya sudah ditakdirkan bukan merupakan orang yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu Valerie percaya kalau Lawson pasti bisa membantu mereka.“Pak Lawson, kami benar-benar mengucapkan terima kasih sekali karena Bapak bisa datang u

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 103

    “Oh ya?” Lawson mengangkat kedua alisnya dengan acuh tak acuh.“Pak Lawson juga pasti tahu kalau ada sedikit bahan baku yang berbeda ataupun komposisinya yang nggak sama, maka produk yang dihasilkan juga nggak akan sama. Yuna nggak hanya melakukan sesuatu pada bahan-bahan baku, tetapi juga meminta asistennya diam-diam mengganti resepnya,”“Selain itu akhir-akhir ini tubuhku sering dalam keadaan nggak begitu sehat dan sedikit pilek, karena itu mereka memanfaatkan kesempatan ini. Mau tidak mau kami harus merepotkan Pak Lawson,” ujarnya dengan pandangan yang menunduk ke bawah sambil berpura-pura menahan tangis.Valerie terlihat begitu kasihan hingga membuat siapa pun merasa iba dan tidak tega. Lawson memandangi wajah perempuan itu dan jarinya mengetuk pelan di atas meja. Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh lelaki itu dan tidak tahu apakah dia memercayai ucapan Valerie.Logan tersadar dan langsung menambahkan, “Benar! Pak Lawson nggak tahu kalau akhir-akhir ini Valerie kecapekan karena mas

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 104

    Tidak ada perubahan ekspresi yang berarti di wajah Lawson, dia mendekatkan wajahnya dan mengendus aroma minyak esensial tersebut. Keningnya berkerut kemudian melihat kertas resep yang ada di tangannya dan membacanya sekilas.Sudut bibirnya terangkat ke atas membentuk seulas senyum miring dan berkata, “Permainan kecil.”“Maksudnya, Pak Lawson tahu bagaimana cara memperbaiki ini?”Meski gumaman Lawson tadi cukup pelan, Logan bisa mendengarnya dan langsung bertanya dengan nada antusias.“Memperbaiki? Nggak, nggak perlu diperbaiki karena ini bukan resep komposisinya,” sahut Lawson sambil mengibaskan tangannya dan membiarkan kertas di tangannya itu jatuh ke lantai.“Bukan resepnya komposisinya?!”Tidak hanya Logan yang terkejut, tetapi semua orang yang ada di sana juga tercengang.“Nggak mungkin! Kami sudah mencobanya berkali-kali dan aromanya mendekati. Hanya ada sedikit perbedaan saja. Kalau bukan ini resepnya, nggak mungkin aromanya begitu mirip,” celetuk seseorang yang ada di sana.Lela

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 105

    Logan tampak sibuk mengurus masalah minyak esensial hingga rasanya kepala lelaki itu nyaris pecah. Untuk sementara waktu dia tidak ada waktu untuk memikirkan Yuna dan proses persidangannya. Sedangkan di waktu yang sama, Yuna sudah mulai melakukan aktivitas kerjanya yang baru.Jika dibandingkan dengan keributan yang terjadi sebelumnya, pencabutan gugatan VL justru datang tanpa ada penyebabnya. Banyak orang yang masih penasaran dan berharap pada kelanjutan yang akan terjadi. Tetapi rasa penasarannya justru diakhiri dengan begitu saja hingga membuat mereka merasa tidak senang.Masih ada yang membahas dan meributkan hal ini. Ada yang mengatakan bahwa VL diancam makanya mencabut gugatan mereka. Ada juga yang mengatakan karena VL berbaik hati makanya melepaskan Yuna begitu saja. Menghadapi begitu banyak omongan orang-orang, Yuna hanya mengirimkan tulisan yang berisi, “Yang benar akan terbuktikan, aku nggak peduli.”Kalimat singkat yang sederhana justru mendadak membuatnya mendapat banyak pen

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 106

    Yuna tidak pernah bilang pada Brandon kalau dia menyukai ketenangan dan tidak suka dengan suara bising. Awalnya Yuna pikir lelaki seperti Brandon pasti akan dikelilingi oleh banyak pelayan. Di rumahnya juga pasti akan ada sangat banyak orang yang mondar mandir.Tetapi ternyata dia justru menyukai ketenangan juga. Selain tukang bersih-bersih yang terkadang datang sesuai jam yang ditentukan, tidak ada lagi orang lain yang datang. Rumah ini menjadi luar biasa sunyi.Untuk urusan dapur dilakukan sendiri oleh Brandon. Meski keadaan seperti ini membuat rumah ini terasa sangat sepi, Yuna justru menyukai perasaan seperti ini dan tidak ada yang mengusiknya.Teh bunga tersebut diletakkan di atas lampu esensial dan dibiarkan mendidih secara perlahan. Di sampingnya diletakkan beberapa potong makanan ringan di atas piring kecil. Brandon tetap kekeh untuk tidak mengizinkan Yuna masuk ke dalam dapur, sehingga dia hanya bisa menuruti lelaki itu dan duduk dengan patuh di kursinya.Meja di depannya terp

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 107

    Katanya produk baru tetapi ternyata tetap saja berasal dari komposisi yang sama. Palingan hanya jumlah dari salah satu bahan yang perbandingannya sedikit berubah, tidak ada yang baru dan membuatnya cukup kecewa.Yuna pikir dia bisa mendapatkan sesuatu hal yang baru, tapi ternyata hal tersebut hanya bisa terjadi jika dia beruntung saja.“Kalau memang semudah itu mendapatkan kejutan dan inspirasi, bukankah orang yang menjadi peracik aroma bisa sangat banyak sekali?” kata Brandon sambil membawa perempuan itu masuk dalam pelukannya.“Sudah makan, belum?” tanya lelaki itu lagi.“Sudah,” jawab Yuna. Setelah menjawab pertanyaan tersebut, dia menangkap sorot mata Brandon dan dengan cepat menambahkan, “Aku nggak masuk dapur! Hari ini aku pulang lebih cepat jadi makan di luar dulu.”“Kamu nggak tunggu aku?” Brandon menyipitkan matanya dan nada suaranya terdengar kecewa.“Aku … aku tadi kelaparan,” kata Yuna. Padahal hanya masalah kecil, tapi kenapa dia merasa baru saja melakukan kesalahan besar?

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 108

    Seketika kata-kata itu terucap dari mulutnya, Yuna langsung sadar kalau dia telah melontarkan sebuah pertanyaan yang bodoh. Mana mungkin Brandon tidak tahu soal itu! Bekerja di perusahaan yang sama dengan suami memang bukan hal yang baik, apalagi kalau dia itu adalah bos perusahaan. Dia pasti akan langsung tahu apa pun yang terjadi. Yuna menghela napasnya dan melanjutkan ucapannya dengan nada pasrah, “Kamu kan sudah tahu, harusnya kamu ngerti kalau ini keputusan perusahaan. Aku ini cuma karyawan biasa, jadi aku cuma bisa nurut saja.” “Kedengarannya kamu nggak suka, ya? Kalau kamu nggak mau pergi ….” Namun sebelum Brandon selesai bicara, Yuna langsung memotongnya, “ Siapa bilang aku nggak mau. Aku bukannya nggak mau nyapa, tapi nggak sempat. “Perbedaan suhu antara siang dan malam di sana lumayan jauh, jangan lupa bawa jaket,” pesan Brandon menyudahi obrolan mereka. Jujur saja, Yuna cukup terkejut dengan sikap Brandon. Awalnya dia pikir Brandon akan keberatan, tapi ternyata dia mal

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 109

    Logan pun hanya bisa tersenyum pasrah dan berkata, “Kamu juga tahu aku sayang banget sama kamu, jadi kamu jangan berbuat sembarangan, ya? Pokoknya aku nggak suka cara dia ngelihat kamu.” Setiap wanita pasti akan bahagia ketika melihat pasangannya cemburu. Valerie pun menyipitkan matanya dan masuk ke dalam pelukan Logan. “Kamu cemburu, ya? Sudah lama aku nggak lihat kamu cemburu kayak begini. Aku senang banget, deh! Kalau begini, aku jadi semakin pengin pergi bareng sama Lawson,” ujar Valerie bergurau. “Coba saja kalau berani!” ancam Logan sambil melingkari leher Valerie dengan kedua tangannya, “Kalau kamu berani selingkuh sama dia, aku patahin kakimu!” “Duh, galak banget, sih!” ledek Valerie seraya menjulurkan lidahnya. “Kamu tenang saja, kalaupun dia tertarik sama aku, aku nggak bakal ngapa-ngapain sama dia, apalagi … di saat kayak begini.” “Apa maksud kamu?” tanya Logan. “Aku ….” Awalnya Logan masih tidak sadar apa maksud dari ucapan Valerie, tapi setelah dia tersadar, tanpa di

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2399

    Harus diakui, setiap tutur kata yang Yuna ucapkan sangat mengena di sanubari Ratu. Memang benar meski Ratu tidak bisa lagi menunggu, toh sekarang ada waktu kosong. Tidak ada salahnya bagi Ratu untuk memberi kesempatan kepada yuna untuk mencoba. Kalau yuna gagal, tinggal lakukan sesuai dengan rencana awal.Rencana R10 ini sejak awal memang sudah mendapat berbagai macam halangan. Pertama adalah perlawanan dari anaknya sendiri, kemudian jika diumumkan pun, entah akan seperti apa kritik dan tekanan dari opini publik. Namun di luar semua itu, yang paling penting adalah bahwa Ratu sendiri juga tidak yakin dengan keputusannya sendiri.Dari luar, Ratu mungkin terlihat tegas. Namun hanya dia sendiri yang tahu kalau sebenarnya dia pun sering meragukan keputusannya. Jika Ratu tidak ragu, pada hari itu juga dia akan tetap melanjutkan eksperimennya, bukan malah menunggu seperti sekarang. Dengan diberhentikannya eksperimen R10 untuk sementara, Ratu makin bimbang.“Kamu butuh apa?” tanya Ratu. Berhub

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2398

    Saat Yuna mengatakan itu, ekspresi wajah Ratu masih tidak berubah. Ratu hanya menutup kelopak matanya untuk menutupi sorotan yang terpancar dari bola matanya. Tentu saja pada awal eksperimen ini dilakukan, dia menyembunyikan faktanya dari semua orang agar tidak ada yang tahu.Eksperimen ini sejatinya adalah sesuatu yang membahayakan nyawa manusia. Ratu tahu betul akan hal tersebut, karena untuk membuat dia hidup abadi, dia harus mengorbankan nyawa orang lain. Kalau sampai ada satu orang saja yang tahu dan kemudian tersebar luas, tentu saja seluruh dunia akan mengecamnya.Namun di sisi lain, Ratu tidak mungkin dan tidak akan mau menyerah. Makanya saat melakukan penelitian, dia hanya memberikan satu resep kepada setiap grup, kemudian meminta mereka untuk menjalankan eksperimen sesuai dengan instruksi yang tertera di setiap lembaran resepnya.Tentu untuk menutupi agar orang lain tidak bisa menerka apa yang sedang mereka lakukan, Ratu memberikan banyak resep yang sebenarnya sama sekali tid

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2397

    Suara anak kecil yang menggemaskan itu membuat Yuna teringat, sewaktu dia terakhir kali bertemu dengan Nathan, saat itu dia memang sedang hamil. Seketika mendengar itu, Yuna pun tersenyum seraya memegangi perutnya yang kini sudah rata, “Mereka sudah lahir.”“Adik cowok, ya?” tanya Nathan penasaran.“Ada cowok dan cewek. Anak Tante yang lahir ada dua, lho!” ujar Yuna tersenyum sembari mengangkat dua jarinya.Sorot mata Nathan seketika bercahaya. Perasaannya yang sejak awal murung dan penuh waspada langsung berubah menjadi jauh lebih ceria selayaknya anak kecil pada umumnya.“Dua adik?! Wah, Tante hebat banget!”“Hahaha, makasih, ya! Nanti Tante ajak kamu ketemu mereka kalau ada kesempatan,” ujar Yuna tersenyum, nada bicaranya pun jauh lebih lembut saat dia berbicara dengan anak kecil. Melihat Nathan membuat Yuna teringat dengan anak-anaknya sendiri, hanya saja ….“Aku juga kangen sama mereka, tapi … kayaknya aku nggak bisa ketemu mereka lagi,” ucap Nathan dengan suaranya yang kian menge

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2396

    Mungkin sekarang Nathan sudah tidak lagi disembunyikan seperti pada saat Fred yang memimpin. Namun tentu saat itu banyak hal yang Fred lakukan secara diam-diam. Dia mengira dia bisa menyembunyikan semuanya dari orang lain bahkan dari sang Ratu sekalipun. Namun dia tidak tahu bahwa sebenarnya Ratu sudah mengetahuinya sejak awal.Di luar kamar tempat Nathan ditahan ditempatkan seorang penjaga. Yuna sempat dicegat saat dia mau masuk ke dalam. Yuna menduga mungkin ini adalah perintah dari Ratu. Mereka semua juga diawasi dan dapat berkomunikasi dengan intercom.Nathan sangat patuh sendirian di dalam tidak seperti kebanyakan anak seumurannya. Bahkan sewaktu melihat Yuna, dia masih bisa tersenyum dengan santun dan menyapanya.“Halo, Tante.”“Kamu masih mengenali aku?” tanya Yuna.“Iya, Tante Yuna,” jawab Nathan mengangguk.Yuna pernah menyelamatkan nyawa Nathan saat mereka berada di Prancis. Yuna juga banyak membantu Nathan dan ada suatu waktu Nathan sering main ke rumah Yuna, tetapi kemudian

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2395

    Tangan yang mulanya Ratu gunakan untuk mengelus wajah Ross langsung ditarik. Raut wajahnya juga dalam sekejap berubah menjadi berkali-kali lipat lebih sinis.“Jadi dari tadi kamu ngomong panjang lebar ujung-ujungnya cuma mau aku membuang eksperimen ini.”“Aku mau kamu merelakan diri sendiri,” kata Ross sambil berusaha meraih tangan ibunya lagi, tetapi Ratu menghindarinya.“Aku cape. Kamu juga balik ke kamarmu saja untuk istirahat,” ucap sang Ratu seraya berpaling.“Ma ….”Sayangnya panggilan itu tidak membuat Ratu tergerak, bahkan untuk sekadar menoleh ke belakang pun tidak.“Ricky!”Ricky yang dari awal masih menunggu di depan pintu segera menyahut, “Ya, Yang Mulia.”“Bawa Ross balik ke kamarnya.”Saat Ricky baru mau masuk untuk mengantar pangerannya pergi, Ross langsung berdiri dan bilang, “Aku bisa jalan sendiri.”Maka Ross pun segera berbalik pergi, tetapi belum terlalu jauh dia melangkahkan kakinya, dia kembali menoleh ke belakang dan berkata, “Ma, aku tahu apa pun yang aku bilang

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2394

    Seketika itu Ratu syok karena dia jarang sekali melihat anaknya bersikap seperti ini. Saking syoknya sampai dia tidak bisa berkata-kata dan hanya terdiam menatap dan mendengar apa yang dia sampaikan.“Ma, aku tahu sebenarnya kamu pasti takut. Takut tua, takut mati, takut masih banyak hal yang belum diselesaikan. Aku thau kamu juga bukannya egois. Kamu melakukan eksperimen ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi karena masih banyak hal yang mau kamu lakukan.”Di saat mendengar kata-kata Ross, tanpa sadar mata Ratu mulai basah, tetapi dia berusaha untuk menahan laju air matanya.“Aku juga tahu kamu pasti sudah capek. Orang lain melihat kamu berjaya, tapi aku tahu setiap malam kamu susah tidur, bahkan terkadang waktu aku pulang malam dan melewati kamarmu, aku bisa dengar suara langkah kaki lagi mondar-mandir. Kamu pasti capek banget karena harus menanggungnya sendirian. Sering kali aku mau membagi beban itu, tapi ….”Sampai di situ Ross terdiam dan tidak lagi meneruskan ka

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2393

    “Aku nggak pernah dengar tentang itu,” sahut Ross dengan tenang.“Jelas kamu nggak pernah dengar. Itu hal yang sangat mereka rahasiakan, nggak mungkin mereka mau kamu tahu.”“Jadi Mama sendiri tahu dari mana?” Ross bertanya balik.“....” Ratu berdeham seraya berpaling, dia lalu mengatakan, “Aku punya jalur informasiku sendiri. Terserah kamu percaya atau nggak, tapi itu benar.”“Aku bukanya nggak percaya, tapi kamu yang takut aku nggak percaya. Kalau memang dirahasiakan, pastinya nggak akan mudah untuk mendapat informasi itu. Aku cuma penasaran dari mana kamu tahu itu. Tentu saja kamu bisa bilang informasi itu didapat dari jalur informanu sendiri, tapi coba pikir lagi. Kamu sudah melakukan eksperimen ini selama bertahun-tahun, tapi siapa yang tahu sebelum ini terbongkar? Atau kamu pikir kamu lebih pandai merahasiakan ini dari mereka?”“.… Ross, kamu ….”Saat Ratu baru mau berbicara, dia lagi-lagi disela oleh Ross yang bicara dengan suara pelan. “Ma, tolong jangan marah. Kamu marah karen

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2392

    Bagaimanapun yang namanya anak sendiri, ketika sudah meminta maaf, amarah Ratu sudah tidak lagi berkobar.“Iya, aku tahu aku salah,” kata Ross menunduk. “Aku nggak sepantasnya ngomong begitu.”“Kamu benar-benar sadar kalau salah?” tanyanya. “Angkat kepalamu. Tatap mataku.”Lantas Ross perlahan mengangkat kepalanya sampai matanya bertatapan, tetapi tetap tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan apa-apa. Selagi menatap Ross dalam-dalam, Rat tersenyum dan berkata, “Ross, kamu nggak tahu kamu salah. Tatapan mata kamu memberi tahu kalau kamu sebenarnya masih nggak rela!”Bagaimana mungkin Ratu tidak memahami anaknya sendiri. Tatapan mata Ross mengatakan dengan sangat jelas kalau dia masih tidak mengaku salah, tetapi dia hanya mengalah agar ibunya tidak marah. Hanya saja setelah mengalami masa kritis dan setelah mengobrol dengan Juan dan Fred, pemikiran dan suasana hati Ratu sudah sedikit berubah.“Ross, kamu sudah lama tinggal di negara ini, jadi pemikiran kamu sudah terpengaruh sama

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2391

    Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status