Austin menstater kendaraannya dan melajukan dengan kecepatan sedang.Bella memiringkan duduknya dan melihat ke arah Austin, "Love... Jadi kamu mengundang Daniel untuk apa kalau bukan urusan pekerjaan ?!""Oh my!! Kenapa dia sangat menggemaskan seperti ini! Aku jadi semakin ingin menggodanya.." gumam Austin dalam hati menahan tawanya.Austin menoleh sebentar dan memegang pipi Bella, "Hanya undangan makan malam atau makan siang...""Oh, Hmm... Ok sayang! Eh tapi di mana? Bukannya kamu tidak mengundang siapapun ke apartment?" Bella tersadar dan bertanya."Oh my Bella! Apa kamu selalu menggemaskan seperti ini!!" serunya dalam hati."Tentu saja bukan di Apartment sayang... Nanti kita pilih bersama tempatnya.. Ok ?"Bella tersenyum dan mengacungkan jempolnya, "Ok sayang!!""By the way kita mau kemana ?"Austin menoleh dan berkedip menggoda, "Kencan sayang..."Blushhh"Ahhh... sangat menggemaskan...!!" seru Austin dan mencubit pipi Bella dengan lembut."Ihhh... Sayang..!!""Hahahhaa..." tawa
Austin membuka kotak berwarna hitam itu dan menatap dalam manik mata indah kekasihnya, "Bella Sophie... Will you marry me?"Deg!Dengan bibir bergetar, "Love?" gumam kecil Bella."Hmm..?" Austin bergumam lembut, menyunggingkan senyum.Austin menyerahkan cincin dengan berlian berbentuk persegi sebagai pemanis dan memancarkan kemewahan dari cincin berlian tersebut ke tangan Bella.Bella tersenyum bahagia. Tidak percaya dirinya akan berada di titik seperti ini. Menemukan pria yang benar-benar membuat dirinya merasa begitu nyaman dan yang paling utama adalah menjadikan dirinya adalah prioritas utama dalam hidupnya.Bella menerima kotak hitam yang indah itu, dan berkata " Yes, I will...!"Austin memeluk Bella erat dan mengecup puncak kepala, kening, mata, pipi, hidung dan bibir. Kecupan yang menjadi sebuah ciuman yang begitu dalam dan lembut."Thank you love, aku berjanji menjadikanmu wanita terbahagia di dunia ini!" janji Austin dengan senyuman manisnya."Iya love, i know that... Aku tahu
"Ahk... Honey! Kamu adalah milikku Rose!!" seru Fin bersamaan menggapai puncak kenikmatannya untuk kedua kalinya."Hahh... hah... Hahh.." deru nafas Rose terdengar, mendapatkan puncak kenikmatan bersama terasa sungguh luar biasa.Nafasnya memburu membuat dadanya bergerak naik turun.Fin mengukung tubuh Rose dan meraup bibir Rose yang kini membuatnya tidak lagi bisa berpaling. Bibir yang membuatnya tidak bisa tidur semalaman."Thank you Rose, terima kasih karena sudah memberikannya untukku... Aku sudah melepaskan segelmu hanya untuk diriku..." ucap Fin lembut setelah melepaskan ciumannya.Akhirnya inilah tindakan yang bisa Fin ambil karena tidak tahan dengan serangan-serangan yang di berikan oleh Rose pada saat di bawah pengaruh obat lukcnat itu. Serta apa yang dikatakan Ken terus terngiang di kepalanya."Berarti Rose di berikan obat peransang dosis tinggi! Sekarang semua keputusan di tanganmu Fin! Kalau kamu tega melihat Rose seperti itu selama 24 jam. Silahkan... Tapi aku benar-benar
"Tentu saja aku cemburu, sangat cemburu sayang..." Austin berkata setelah melepaskan ciumannya.BlushBella tersenyum dan mengusap lembut pipi pria yang tengah menatapnya dengan tatapan cemburu. "Aku milikmu sayang, hati dan raga ini milikmu... selamanya..." ucap Bella lembut dan masuk ke dalam pelukan Austin."Jadi jangan meragukan apapun... Hmm?" Bella mendongakkan kepala dan berucap dengan manja.Cup...Austin mengecup kening Bella, "Aku hanya takut kamu terpengaruh dengan perkataan Steve...""Terpengaruh akan hal apa sayang?" tanya Bella yang sudah melepaskan pelukannya untuk melihat kerisauan kekasihnya."Yahh... Mungkin dia akan mengatakan sesuatu tentangku... Atau dia akan kembali membuat hatimu goyah..." jujur Austin akan kerisauan hatinya.Bella terperangah dengan perkataan Austin yang ternyata masih bisa merasa tidak percaya diri hanya karena hal seperti ini."Oh my sayang!" Bella memegang kening dan menggeleng pelan kepalanya merasa tidak percaya."Apakah ini kekasihku? Aus
Di saat yang lain. Max setelah dari penjara XX yang terkenal paling kejam dan ketat di negara mereka, memilih untuk pergi ke rumah putih. Rumah di mana ada seorang wanita yang menunggu dirinya.Dan di tengah perjalanan yang cukup jauh. Karena lokasi dari penjara tersebut ke rumah putih cukup memakan waktu yang lama. Ponsel Max berdering dengan tidak sabaran.Max menekan LCD di layar mobilnya pada saat melihat penelpon adalah Fergi, pria yang ia percayakan untuk menjaga wanitanya."Halo Tuan Max," sapa Fergi dengan nada hati-hati."Ada apa Fergi ?" jawab Max dengan suara beratnya."...""Fergi!! Ada apa?!" suara max yang sudah tidak sabar."Maafkan saya, Madam..." gumam Fergi yang dapat di dengar oleh Max.Max menaikkan satu alisnya. Di dalam batinnya pasti sudah ada sesuatu yang terjadi."Fergi!" teriak Max tersulut emosi."Tu—tuan... Madam tadi mendapatkan perlakuan kasar dari salah satu klien. Karena klien tersebut memaksa harus Madam Hana yang melayaninya..." jawab Fergi."Shit! Apa
Bab yang sangat panas >,” Max menjadi sangat agresif dari pada biasanya.Max berhenti dan mengukung tubuh Hana. "Aku akan mensterilkanmu sayang," suara berat Max serta hembusan nafas panasnya menyapu wajah Hana. Membuat darah Hana berdesir mendengarkan kalimat seduktif dari Max.Hana balas menatap manik mata Max yang hitam pekat, menangkup wajah Max dengan kedua tangan mungilnya."Yes please, Max..." suara seksi Hana menyihir Max masuk ke dunia lain. Dimana dunia yang hanya ada mereka berdua. Bersiap untuk mengarungi indahnya aktivitas yang menanti mereka.Max seke
Kedua tangan kekar Max menahan punggung Hana yang melengkung ke belakang dengan begitu erotis. Kedua tangan Hana menyangga di leher Max dengan kuat.Tubuh mereka penuh dengan peluh keringat."Ah! Suka Max... Ah... I—ni... Luar biasa! Faster please!" Max semakin kuat menghentakkan pinggulnya membuat tubuh Hana melayang naik turun. Membuat Max semakin terangsang luar biasa."Kamu sangat cantik Han dengan rambut basah seperti ini. Seksi!" racau Max dan menekan kepala Hana. Bibirnya yang mendesah terlalu erotis untuk di biarkan menganggur.Max kembali melumat dan memakan bibir Hana ke dalam mulutnya dengan begitu rakus. Hana melenguh nikmat.Pertama kali Max bermain seintens ini, sangat agresif dan sedikit kasar.Hana kembali merasakan kewanitaannya bedenyut. "Max! Ahh... Sayang.. Aku... Akh... Aku...!!""Keluarkan sayang... Aku akan membuatmu mendesah dan merasakan orgasme berkali-kali!" seru Max semakin kuat, keras dan cepat menghujam inti tubuh Hana."Akh! Max!”"Yaah! Keluarkan sayang.
"Baiklah sayang... Aku akan melepaskan rumah putih ini...!" ucap Hana di dalam pelukan Max.Max tersenyum lega. Kemudian dengan mudah Max berbaring dan memindahkan posisi mereka. Kini Hana sudah berada di atas tubuh Max. Wanita mungil nan manja yang begitu dia cintai."Terima kasih sayang," gumam Max pelan dan mengecup kening Hana.Wajah Hana basah bercampur keringat dan air mata. Max meraih wajah cantik tersebut. Ditatapnya dengan lekat."Jangan melihatku seperti ini sayang, aku sangat berantakan..." Hana memasukkan kembali wajahnya di tengkuk leher Max."Hahahaha... Siapa yang bilang kamu berantakan? Let me see!" Max kembali menangkup wajah Hana. Mata sembap dan peluh keringat usai mereka bercinta dengan begitu hebat."Cantik dan seksi..." puji Max mengusap lembut pipi Hana. Dan di dekatkannya bibir mereka. Max menciumi bibir Hana penuh cinta."Akh!" pekik Hana.Max menghentikan ciumannya, "Sakit?"Di sentuhnya bagian sudut bibir Hana yang terluka."Hmmm... Perih sayang.." jawab Han
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p