Fin mengendarai mobilnya menuju basecamp setelah mendapatkan telpon dari Max untuk memindahkan tawanan mereka.Ring ring ringBunyi ponsel Fin kembali berdering. Dengan sigap Fin menekan tombol di layar mobilnya."Ada apa Ken?""Tuan Max menyuruh kita untuk memindahkan dia ke penjara khusus pria.." jawab Ken dengan cepat."Ya, aku sudah mengetahuinya. Dan sekarang lagi on the way ke basecamp.. !" balas Fin sambil menyetir. Dirinya tidak kehilangan fokus pada saat menelpon karena memakai speaker yang langsung terhubung dengan kendaraannya."Jemput aku Fin, biar kita sama-sama ke sana. Di sana sangat berbahaya!" tukas Ken mengkhawatirkan Fin yang nekat berpergian ke penjara khusus pria yang terkenal sangat kejam itu."No problem Ken! Kamu istirahat saja di rumah, aku bisa membawa bawahan kita," tolak Fin memikirkan kondisi Ken saat ini."Hmm, baiklah. Kamu segera info kepadaku kalau ada hal buruk yang terjadi.""Of course! And take a rest!" tutup Fin menyudahi telponnya. Karena sekarang
Di Kanada, di sebuah apartment yang mewah. Giselle kini tengah tertidur dengan lelap setelah melewati malam yang begitu panjang dan memabukkan. Setelah melewati sesi pertama. Gerald dengan cepat kembali bisa menaikkan birahi mereka kembali.Tanpa batas dan tanpa ragu mereka kembali meraih puncak kenikmatan bersama yang melebihi pertarungan ranjang mereka yang pertama.Gerald yang bangun terlebih dahulu menatap lurus ke wajah Giselle yang masih terlelap dan memeluk pinggangnya.Dengan jari telunjuknya, Gerald mengusap lembut pipi Giselle dan sampai ke bibir Giselle yang begitu seksi baginya."Kamu sangat luar biasa di atas ranjang Giselle...!"Tangannya terus turun mengusap leher dan bahu hingga lengan Giselle."Sepertinya aku akan membuatmu menjadi milikku !"Giselle merasakan geli di lengannya dan sedikit menggeliat dan berusaha membuka matanya. Dengan mengerjapkan matanya. Giselle melihat sosok pria yang tadi malam sudah menghabiskan malam yang luar biasa bersamanya."Meski bangun t
Bella tertegun melihat apa yang kini ada di tangannya. Surat gugatan cerainya kepada Steve sudah terbubuhi tanda tangan Steve.Wanita berparas cantik itu mengangkat wajahnya dengan mata berkaca-kaca, "Love?” Panggil Bella lirih, tidak percaya akan dia dapatkan secepat ini. Dan ada rasa sakit yang tidak dapat dia hindari. Namun dari semua rasa sakit itu. Beban di dada Bella tiba-tiba terasa begitu ringan. Seolah ada beban besar yang menguap."Iya sayang?" jawab Austin dengan senyuman manisnya."Apa ini nyata?" tanya dengan raut wajah tidak percaya.Austin berlutut lalu mensejajarkan posisi mereka dan menangkup wajah Bella. Di sapunya air mata Bella yang tanpa Bella sadari sudah jatuh begitu saja."Yes love... Ini nyata... Sekarang kamu adalah milikku seutuhnya...!" ucap Austin lembut sampai ke hati terdalam Bella.Bella tidak dapat menahan rasa harunya, "Love! Hikss!!" Bella menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Austin.Austin segera menangkap tubuh Bella dan memeluknya dengan erat.
"Buka untukku sayang!" suara berat yang begitu mendominasi. Kini posisi kepala Austin sudah berada di antara kedua paha Bella.Bella membuka kakinya dengan lebar."Bella Sophie!" seru Austin dengan suara tinggi. Semua lampu di dalam ruangan seketika menyala dengan terang benderang. Sehingga Austin dapat melihat milik Bella yang begitu indah tepat berada di depannya.Bella seketika terkejut melihat lampu yang menyala dengan sendirinya."Sayang?"Austin mendongakkan kembali kepalanya melihat Bella yang tengah memanggilnya.Bella menaikkan sedikit tubuhnya dan melihat kekasihnya itu yang siap untuk melahap dirinya.Bella menunjuk ke arah lampu dengan mata dan dagunya."Ahh, apa kamu tidak sadar ketika pertama kali kita masuk? Aku menyebut namamu sayang... Karena itu adalah pasword untuk menyalakan lampu di ruangan ini..." jawab Austin sambil tersenyum.Deg"Oh my! Aku pikir kamu hanya asal memanggil namaku..." Balas Bella.Austin tertawa kecil, "Masih ada yang ingin di tanyakan sayang?"
"Aku ingin di atas!" bisiknya lembut dan malu.Austin tersenyum senang, "Do it love!!" kemudian membopong tubuh Bella agar naik ke atas pangkuannya.Bella sedikit berdiri sambil memegang junior Austin dan dengan pelan memasukkannya ke dalam liang surgawinya."Euhm! Akh! Ini masuk sayang!" Kedua tangannya memegang bahu Austin dan mendorong Austin dengan lembut untuk berbaring."Aku ingin mencoba ini sayang!" Bella kemudian bergerak dengan pelan tapi pasti. Dengan menekan tubuhnya, Bella dapat merasakan kenikmatan luar biasa. Terus bergerak dengan pelan memaju mundurkan pinggulnya."Ough! Be—Bella... Akh sayang!" serak Austin meringis keenakan dengan goyangan pinggul Bella.Miliknya di dalam terasa dipijat dengan kuat. Dan karena terbenam dengan sempurna membuat nikmatnya berkali-kali lipat.Bella tersenyum melihat ekspresi Austin, kemudian merendahkan tubuhnya menciumi bibir prianya itu."Kamu menyukainya sayang?" tanya Bella di sela lumatan mereka dan goyangan pinggulnya."Ini luar bi
"Kami berdua memiliki hubungan yang rumit. Dan pria yang mengambil istriku adalah CEO dari Orion Corporation.." terang Steve dengan senyuman sinis.Della shock dengan apa yang barusan Steve katakan, "Whatt ?!""Maksud Pak Steve, Pak Austin yang mengambil istri Bapak..??""Tunggu..tunggu !!! Artinya wanita yang bersama Pak Austin terakhir kali, itu adalah ..?""Yah, benar. Wanita itu adalah istriku. Hmm, sekarang sudah menjadi mantan istri." jawab Steve dengan senyum getir tercetak di wajahnya."Oh my!! Apa yang sedang terjadi? Ma—maaf Pak, bukan maksud saya...""It's ok Della, cepat atau lambat kamu juga pasti akan mengetahuinya," sela Steve.Della menunduk, ada perasaan sungkan karena sudah membahas masalah pribadi atasannya."Apa Pak Steve baik-baik saja melihat Pak Austin dan mantan istri Bapak ?" tanya Della hati-hati.Steve menghela nafas, "Tentu saja tidak.""Lalu kenapa Bapak diam saja ?" tanya Della dengan nada kesal."Pantas saja kemarin Pak Steve tiba-tiba keringat dingin, t
Daniel yang mendapatkan kabar dari Bella kalau dirinya sedang dalam perjalanan ke kantornya langsung turun ke cafe kantor untuk memesan minuman untuk Bella."Ehh... Bukannya itu Bella?" gumam Daniel pada saat melihat Bella yang baru saja masuk ke dalam kantornya.Tapi yang membuatnya sempat ragu, karena saat itu Bella sedang menggandeng tangan seorang pria dengan mesra.Daniel mengikuti Bella dari belakang sambil menjaga jarak hingga benar-benar yakin kalau dia tidak salah orang.Bella berhenti di depan resepsionis dan menanyakan perihal janji temu bersama Daniel.Daniel yang mendengar dari belakang langsung maju menghampiri Bella dan berseru, "Be—Bella..?"Bella dan Austin menoleh ke asal suara."Da—Daniel ?" Kaget Bella melihat Daniel yang ada di belakangnya.Daniel berusaha bersikap tenang dan mengambil langkah mendekati Bella."Hai Bella... Long time no see you.." ucap Daniel sambil tersenyum. Daniel mengulurkan tangannya.Bella tersenyum lalu melepaskan tautan tangannya dengan Aus
Daniel menghela nafas dan membuangnya, sehingga Bella dan Austin menoleh ke arah Daniel.Daniel akhirnya tahu alasan satu-satunya Bella menolak. Padahal Daniel sempat berpikiran sempit kalau pria bernama Austin lah penyebab Bella menolak tawarannya."Uhm Bella, sebaiknya kamu membaca surat kontrak terbaru kita sebelum kamu menolaknya, Can you??" sela Daniel dari adegan romantis di depannya.Dengan ragu Bella mengikuti saran Daniel setelah mendapatkan anggukan semangat dari Austin.Bella membaca satu per satu point surat kontrak terbaru yang dikatakan Daniel.Seketika dia merasa ada yang aneh di surat kontrak baru itu."Daniel, tunggu! Apa maksud kamu yang tertulis disini?" Bella meletakkan kertas tersebut di meja dan menunjuk ke beberapa point, kalau Bella tidak harus datang ke kantor setiap hari. Lalu Bella kembali menunjuk dimana kalau dia tidak berada di bawah naungan Perusahaan Giselle, artinya dialah yang di rekrut langsung oleh perusahaan Daniel tanpa keterlibatan Giselle.Danie
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p