Share

3.Terkejut

Author: Gibran
last update Last Updated: 2024-09-28 08:54:37

Dewi Utari tak bisa berkata apa-apa mendapat pertanyaan dari Bara Sena. Sedari awal dia memang tak pernah menyangka anak-anak Jaka Geni yang berasal dari istri Ras manusia mampu bersaing dengan anak-anak Jaka yang berasal dari para dewa. siluman dan ras Kristal Jiwa seperti dirinya.

Disaat mereka tengah saling diam karena tak ada topik yang bisa dibicarakan, datang dari kejauhan beberapa sosok yang tidak asing lagi bagi Bara Sena. Pucuk dicintai ulam pun tiba. Orang yang tengah dia dan keluarga Dewi Utari bicarakan ternyata datang. Mereka adalah Song Yue dan kedua saudaranya Hua Tian Geni dan Sua Ning Geni beserta dengan ibunya Dewi Song Hua.

"Kau sudah berada disini anak muda," kata Dewi Song Hua sambil tersenyum. Bara mendatangi wanita tersebut lalu memberinya hormat karena biar bagaimana pun wanita itu adalah salah satu calon mertuanya. Song Yue berusaha untuk tetap tenang setelah bertemu dengan Bara Sena. Namun tetap saja, dia tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Dan semua itu tak luput dari pandangan mata kedua anak Dewi Utari.

"Apa kabar Song Yue...?" tanya Bara sambil tersenyum. Wanita berjuluk Ratu Es itu membalas senyuman tersebut lalu dia pun menjawab dengan singkat.

"Aku baik-baik saja..." ucapnya sambil mengulum senyum. Suci dan Umbara sama-sama menatap keakraban Bara dengan Song Yue.

"Dari tatapan mereka, apa yang dikatakan Bara Sena ini sepertinya benar adanya. Song Yue yang dingin itu kini telah berubah. Benar-benar berbeda dengan Song Yue yang aku kenal dulu..." batin Dewi Suci Geni merasa sedikit tidak suka dengan kehadiran Song Yue yang ternyata cukup dekat dengan Bara Sena.

Dewi Song Hua menghampiri Dewi Utari lalu keduanya saling berpelukan dan cium pipi.

"Bagaimana Keadaanmu Utari?" tanya Dewi Song Hua.

"Aku seperti yang kau lihat, tanpa kurang suatu apa. Hmm...Anak-anakmu sudah meningkat sangat pesat dibanding saat terakhir bertemu. Rahasia apa yang mereka gunakan untuk menaikkan kekuatan hingga secepat itu?" tanya Dewi Utari.

Dewi Song Hua menoleh kearah Bara Sena yang tengah asyik menggoda Song Yue yang tersipu malu. Kedua kakaknya, Sua Ning dan Hua Tian nampak acuh tidak acuh melihat keakraban adik bungsu mereka dengan Pendekar Golok Iblis.

"Semua karena Putra Bima...Dia yang merubah Song Yue menjadi seperti yang terlihat saat ini..."kata Dewi Song Hua.

"Karena Bara Sena? Apa yang dilakukan olehnya sehingga Song Yue bisa menjadi berlawanan arah dengan sikapnya yang dingin itu?" tanya Dewi Utari penasaran.

"Entahlah. Tapi mereka itu sepasang kekasih," kata Dewi Song Hua dengan tenang. Namun suaranya yang tenang itu membuat Dewi Utari terkejut bukan main. Termasuk Suci dan Umbara yang sama sekali tak menduga akan mendengar kabar itu dari Dewi Song Hua.

"Kau tidak sedang bercanda bukan?"

Dewi Song Hua tersenyum.

"Kenapa aku harus bercanda Utari? Aku bukan orang yang suka bercanda, kau seharusnya tahu itu sejak lama," sahut Dewi Song Hua membuat Dewi Utari terdiam seketika. Selama ini dia memang mengenal Song Hua sebagai wanita dari alam roh yang sangat pendiam. Beberapa kali pernah berselisih dengan Tribuana Mahadewi istri Jaka Geni yang juga berasal dari alam lain. Namun sekarang semua sudah berlalu dan mereka sangat jarang sekali berkumpul kecuali sang Batara memiliki acara dan mengumpulkan semua anggota keluarga Geni.

"Sepertinya aku harus pergi dulu untuk mendaftarkan mereka bertiga. Siapa yang menjadi penanggung jawab di Turnamen kali ini Utari?" tanya Dewi Song Hua yang akhirnya membuka suara lebih dulu setelah Dewi Utari terdiam cukup lama.

"Oh, penanggung jawab kali ini adalah Ratu Laut Utara, Dewi Lanjar." kata Dewi Utari.

"Oh...Dia," Song Hua hanya tersenyum setelahnya lalu dia pun melangkah pergi setelah sebelumnya mengajak ketiga anaknya.

"Aku pergi dulu...Sampai jumpa," kata Song Yue dengan wajah merah. Bara mengangguk sambil melambaikan tangan.

"Tunggu aku," ucap pemuda itu sambil mengedipka salah satu matanya. Song Yue yang sudah terlanjur malu dengan godaan-godaan yang Bara tujukan padanya hanya tersenyum manis sambil berlari kecil menyusul ibu dan kedua saudaranya.

"Kau nampak akrab sekali dengannya adik?" tanya Sua Ning Geni. Wanita dengan wajah cantik dan tubuh indah namun terkesan sedikit garang. Meski tak menutup keanggunannya karena pakaian yang dia kenakan.

"Aku biasa saja kakak," sahut Song Yue acuh tak acuh.

"Kau itu tidak bisa berpikir jernih Song Yue. Apakah kau tidak tahu, dia sudah memiliki kekasih?" tanya Hua Tian yang memiliki dendam pribadi terhadap Bara Sena saat berada di Gurun Sha beberapa waktu yang lalu.

"Apa urusannya dengan dirimu? Ini adalah urusanku sendiri, aku minta jangan ada yang ikut campur." sahut Song Yue ketus. Dia merasa kesal karena kedua saudaranya seolah tak mendukung perasaannya terhadap Bara Sena.

"Sua Ning, Hua Tian...Sebaiknya kau tak mengusik perasaan Song Yue. Dia sedang berbahagia, kalian sadar itu bukan?" tegur Dewi Song Hua melalui telepati yang dia kirimkan kepada dua anaknya. Hua Tian dan Sua Ning sama-sama saling tatap.

"Baik ibu," sahut mereka bersamaan dengan cara yang sama. Yaitu menggunakan telepati.

Akhirnya tak ada lagi suara selain langkah kaki mereka dan suara orang-orang yang lalu lalang di Kota Probo Lintang tersebut. Sementara itu, Bara Sena kembali berbincang dengan Suci dan Dewi Utari. Gadis itu begitu penasaran dengan hubungan Song Yue dan Bara Sena.

"Kau benar-benar mampu menjadikan Song Yue sebagai kekasihmu?" tanya Suci dengan nada sedikit ketus. Bara merasa aneh dengan perubahan nada suara dari gadis tersebut yag terkesan tengah kesal kepadanya. Padahal dia tak salah apa-apa terhadap anak Dewi Utari tersebut.

"Kami memang memiliki hubungan, dan itu tidak terlalu sulit bagiku. Ada apa? Kau sepertinya tidak menyukai hubunganku dengan dia? Apakah kau merasa iri padanya?" tanya Bara langsung tanpa basa basi lagi.

Memerah wajah Suci mendengar godaan tersebut. Menutupi perasaan malunya, dengan nekat dia langsung menyerang Bara untuk memberinya pelajaran. Tangan kanannya bergerak cepat mengarah ke leher pertanda dia ingin menyerang titik lemah sang pemuda. Dewi Utari ingin menghentikan hal itu namun gerakan Suci sangatlah cepat dan tentu saja tidak mudah untuk menghentikannya. Umbara hanya terdiam dan tersenyum berharap Bara akan tergeletak di lantai dalam keadaan leher robek besar.

Tapi tak ada yang tahu, seberapa kuat Bara Sena dan seberapa cepat dia dalam menghindari serangan. Pengalamannya di Zhuo Guo menghadapi banyak lawan tangguh membuat serangan Suci tak ada apa-apanya di depan mata Pendekar Golok Iblis tersebut.

Set!

Tubuh pemuda itu tiba-tiba saja menghilang sehingga tangan Suci hanya menemui tempat kosong. Gadis itu sangat terkejut serangan cepat miliknya dalam jarak tidak lebi dari satu tombak berhasil dihindari oleh Bara Sena dengan mudahnya. Kedua matanya benar-benar terbuka saat ini. Begitu juga Dewi Utari dan Umbara Wisnu yang sama-sama tercengang melihat kecepatan Bara dalam menghindari serangan Dewi Suci Geni yang kecepatannya hampir tak Terkalahkan di Probo Lintang!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Geger Kahyangan   4.Uji Kemampuan

    Dewi Utari. Umbara Wisnu dan Suci Geni benar-benar dibuat terkejut dengan kecepatan Bara Sena menghindari serangan cepat putri Batara Geni dengan Dewi Utari tersebut."Bagaimana kau bisa bergerak secepat itu!?" seru Suci tak percaya dengan apa yang baru saja dia alami.Bara tersenyum tipis."Kau pikir aku lebih lambat darimu? Kau belum tahu siapa aku, gadis kecil..." ucap Bara sambil mengerahkan kekuatan angin di kedua kakinya dan bersiap untuk melesat. namun rupanya Suci lebih dulu menyerangnya karena rasa penasaran pada pemuda tersebut. Dia ingin tahu apakah tadi hanya kebetulan atau memang pria itu sangat cepat sampai bisa menghindari serangannya.Wuut!Tubuh Suci bagaikan sekelebatan bayangan yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Mereka yang ingin melihat kecepatan gadis itu harus menggunakan kekuatan mata agar mampu mengikuti gerakan cepatnya. Orang-orang yang sebelumnya lalu lalang berjalan menikmati indahnya kota Probo Lintang berdamai-ramai menonton pertarungan Bara Sen

    Last Updated : 2024-09-28
  • Geger Kahyangan   5.Kegaduhan Di Kota

    Bara Sena menatap tajam kearah Suci yang baru saja mendarat di lantai setelah sebelumnya dia melayang di udara untuk menghindari gelombang api yang tiba-tiba saja muncul dari dalam tubuh Pendekar Golok Iblis tersebut."Jadi kamu ini seorang iblis!?" seru Suci merasa kecewa karena ternyata pemuda tampan yang sempat membuat hatinya tertarik adalah seorang Iblis. Gadis itu belum begitu tahu mengenai jati diri sang Pendekar yang sudah melanglang Buana di Tanah Zhuo Guo."Kau hampir saja mencelakai ku dengan serangan aneh. Tentu saja aku tak mau tinggal diam..." sahut Bara dengan suara berat.Umbara yang sejak tadi mengamati dan kaget melihat wujud Iblis Bara Sena akhirnya dia pun ikut campur karena merasa Iblis itu sangat berbahaya. Dan tidak hanya Bara, beberapa pendekar yang ada disana juga mengepung pemuda tersebut."Iblis ini harus kita tangkap dan diadili!" teriak beberapa orang.Bara tersenyum sinis."Kalian ini memiliki mental setipis daun yang hanya berani saat bersama dengan daun

    Last Updated : 2024-09-28
  • Geger Kahyangan   6.Raja Bayu Jaga Geni

    DUAAAARRR!Ledakan keras terdengar saat petir merah menyambar tubuh Bara Sena yang masih dalam wujud Iblis Neraka. Meski sudah menahan serangan petir itu menggunakan kekuatan perisai cahaya dan tangan Neraka miliknya, tubuh Bara Sena masih terdorong surut ke belakang hingga beberapa langkah. Pemuda itu terkejut merasakan dahsyatnya kekuatan petir merah milik Bayu Jaga Geni. Begitu juga dengan semua orang yang melihat petir merah tersebut. Karena mereka semua tahu, Bayu tidak memiliki kekuatan petir merah. Dia hanya memiliki petir putih yang tingkatannya berada di bawah merah, ungu, kuning, hitam dan biru. Lebih terkejut lagi Bayu Jaga Geni yang melihat Bara Sena nampak baik-baik saja setelah menahan petir merah yang dia keluarkan dari ujung jarinya."Dia bisa menahannya dengan mudah? Layak disebut Pemburu Dewa sejati seperti yang ayah katakan..." batin Bayu Jaga Geni sambil terus mengawasi Bara Sena yang masih menatap tajam kearahnya."Benar, aku adalah Bayu Jaga Geni. Raja di Keraj

    Last Updated : 2024-10-10
  • Geger Kahyangan   7.Kasmaran

    Dewi Suci Geni masih saja ternganga tak percaya dengan apa yang dia lihat dalam cincin ruang pemberian dari Bara Sena. Hal itu jelas membuat ibunya sang Dewi Utari dan kakaknya Umbara menjadi penasaran dengan apa yang Suci lihat didalam cincin tersebut."Kenapa kau diam saja Suci!? Apa yang ada di dalam cincin itu?" tanya Dewi Utari."Suci! Kau tidak sedang berpikir aneh bukan!? Apa yang ada didalam cincin itu!?" Umbara ikut menimpali.Suci yang mendengar pertanyaan-pertanyaan dari kakak dan ibunya menutup kembali cincin yang ada di jarinya. Dia pun menoleh kearah kakak dan ibunya. Senyum lebar dan bahagia terlihat jelas dari raut wajahnya."Ada banyak harta di dalam cincin ini ibu...Aku jadi penasaran, kenapa Bara Sena memberikan ini semua kepada kita..." ucap gadis itu sambil tersenyum. "Harta...? Itu artinyha kerugian di tempat ini bisa kita tutupi?" tanya Dewi Utari merasa lega. Awalnya dia ingin meminta tolong kepada suaminya, Batara Geni untuk membayar kerugian yang terjadi di

    Last Updated : 2024-10-10
  • Geger Kahyangan   8.Gundah

    Bara termenung selama beberapa saat. Hal itu tentu saja memancing kecurigaan Lu Xie bahwa pemuda itu menyembunyikan sesuatu darinya."Kau tak mau berterus terang...? Aku pikir kau membohongiku waktu kita berada di Tanah Larangan Gurun Sha..." kata Lu Xie membuat Bara semakin bingung dan kelabakan."Aku...Aku...Aaaaakhhh! Aku bingung harus berkata apa padamu!" kata Bara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Lu Xie tersenyum dari balik cadar nya."Aku tahu, banyak rahasia yang kau sembunyikan...Aku sadar, aku tak mungkin menghentikan kegilaanmu. Tapi satu kata dariku untukmu...Aku adalah wanita yang tak ingin menjadi selir di hatimu. Dan kurasa, kau sudah melakukan itu padaku sejak kau menyatakan cintamu padaku waktu itu..." kata Lu Xie membuat Bara tertegun dan terdiam terpaku."Apakah kau menolak cintaku...?" tanya pemuda itu dengan perasaan gelisah tak karuan.Lu Xie tak menjawab. Dia menatap kearah langit. Lalu terdengar suaranya mendesah masygul."Entahlah...Dikatakan aku me

    Last Updated : 2024-10-11
  • Geger Kahyangan   9.Lian Xie

    Dewi Es Lian Xie hanya tersenyum dengan wajah sedikit memerah. Entah kenapa dia merasa senang sekaligus malu-malu mendengar pujian dari pemuda yang ada di hadapannya."Kau pandai memuji. Tidak heran jika banyak wanita jatuh hati padamu," kata Dewi Es lalu dia melayang turun dan duduk disebelah Bara Sena.Pemuda itu terdiam lalu dia menunduk dan kemudian menatap kearah lain dengan mata yang sedikit menunjukkan semburat luka."Tidak semua wanita akan merasa senang dengan pujian. Bahkan aku gagal mendapatkan hati seseorang yang menawan hatiku. Siapa sangka, aku akan merasakan yang namanya sakit hati...Kecewa..." kata Bara sambil tersenyum kecut."Karena cinta ditolak?" sahut Lian Xie sambil menutup mulut menahan tawa."Cih! Kau tak tahu apa-apa tentang cinta. Meski usiamu sudah tua, kau masih sangat awam dalam dunia percintaan. Coba saja kau mengalami apa yang aku rasakan..." kata Bara sedikit kesal dia ditetawakan oleh wanita itu."Jangan salah sangka kau anak muda. Aku pernah mengalami

    Last Updated : 2024-10-11
  • Geger Kahyangan   10.Kedatangan Tak Terduga

    Bara Sena menatap wajah Lian Xie yang memerah setelah mengatakan sesuatu yang terasa aneh bagi pemuda tersebut."Apakah aku tidak salah dengar?" tanya Bara sambil terus menatap wanita tersebut hingga membuatnya salah tingkah. Namun Lian Xie mencoba untuk tetap tenang dan menutupi perasaan malunya dengan melotot kearah Bara Sena."Aku sudah katakan dan aku tak mau mengulangnya lagi! Tapi jangan salah paham, aku melakukan ini bukan kemauanku sendiri. Tapi ini untuk kepentingan orang banyak. Para pengikutmu juga akan merasakan tenang saat dunia Penyimpanan kembali seperti semula." kata Dewi Es itu akhirnya menemukan cara untuk beralasan kenapa dia mengatakan hal aneh itu kepada Bara Sena yang tentu saja akan menjadikan kesalahpahaman.Kedua alis Bara Sena terangkat."Ooohh...Begitu...Hmmm, aku pikir kau akan menghianati cinta Cakara...Hahahaha!" kata Bara sambil tertawa dan kemudian merebahkan diri di atas genting. Lian Xie membuang muka kearah lain agar pemuda itu tidak tahu raut wajah

    Last Updated : 2024-10-11
  • Geger Kahyangan   11.Rombongan Dari Langit

    Lian Xie yang merasa aneh dengan tubuhnya segera pergi setelah beberapa saat lamanya menyaksikan sepasang kekasih yang tengah asyik bercinta. Wanita itu melayang terbang menuju kearah sebuah menara yang tinggi di Kota Probo Lintang. Dia mendarat di atas atap menara setinggi hampir 100 tombak tersebut. Menara itu bukanlah satu-satunya bangunan tertinggi di Kota Probo Lintang. Di Istana Kerajaan sendiri ada 12 menara yang tingginya mencapai 500 tombak dengan aura petir menyelimuti ujung dari 12 menara tersebut."Apa yang tengah mereka lakukan di pagi hari seperti ini? Aku tak menyangka kekasihnya akan datang dan melakukan itu dengan bocah laknat itu...Tapi, bukankah seharusnya aku tidak masalah dia mau melakukan apa pun dengan wanita? Kenapa hatiku merasa tidak terima...? Ada apa sebenarnya dengan diriku...?" batin Lian Xie sambil menatap kearah langit dan menghela napas.Sementara itu, Bara Sena dan Chang Mei yang tengah asyik bercinta akhirnya mencapai puncak kenikmatan setelah serang

    Last Updated : 2024-10-13

Latest chapter

  • Geger Kahyangan   447.Tak Berkutik

    Bara Sena keluar dari tumpukan batu dan tanah yang menimbun tubuhnya. Meski tidak terluka parah, Pendekar Golok Iblis itu merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Dia menatap Binatang Pemburu Jiwa dari kejauhan karena tubuhnya memang terpental sangat jauh setelah menangkis serangan lima cahaya merah dari makhluk mengerikan tersebut."Lukanya pulih kembali dengan cepat! sialan....! Kalau hanya melukainya sama saja percuma kita bersusah payah!" gerutu Bara sambil memikirkan cara untuk membunuh makhluk tersebut.Disisi lain Gandi juga keluar dari dalam reruntuhan batu yang hancur oleh hantaman tubuhnya. Dia menyeka debu yang menempel di tubuhnya. Matanya menyala biru menatap kearah sosok Binatang Pemburu Jiwa."Kekuatan serangan, pertahanan dan juga kecepatannya diluar dugaan. Bahkan setelah aku menggunakan sisik naga pun masih merasakan dampak dari serangannya. Makhluk ini sangat berbahaya...Pantas saja Dara pun tak mampu menanganinya." batin Gandi."Bagaimana? Apakah serangan tadi

  • Geger Kahyangan   446.Jurus Tusukan Teratai Angin

    Bara Sena yang saat itu masih berada di puncak gunung dan tengah mengendalikan Rantai Ungu miliknya terkejut dengan kemunculan 4 Binatang Pemburu Jiwa. Dan kini empat binatang itu bersatu untuk mengalahkan Gandi Wiratama. Jika dia berusaha membantu Raja Naga Air tersebut, maka kendalinya atas rantai ungu akan hilang dan pasukan Mayadwipa yang di pimpin Empat Raja akan bergerak bebas. Dengan jumlah pasukan sebanyak itu, meski lawan mereka adalah seorang Dewa sekalipun, tetap akan kesulitan. Apalagi para prajurit tersebut memiliki kemampuan menyusun formasi yang menyulitkan lawan."Apa yang harus aku lakukan? Sial!" batin pemuda itu kesal karena dia hanya bisa setengah berlutut sambil menapakkan tangannya ke tanah."Kau pasti sudah sangat gatal ingin ikut bertarung bukan? Hahaha!" bisik Iblis Sasaka di dalam kepala Bara."Makhluk yang bersatu itu memiliki kekuatan yang tidak wajar sama seperti Panglima Bayantaka. Keadaan Gandi juga sudah hampir kehabisan tenaga setelah mengerahkan pasuk

  • Geger Kahyangan   445.Mantra Penggabung Jiwa

    Lingkaran biru itu muncul tepat di belakang Sri Wedari. Tak lama kemudian Gandi muncul dan memegang bahu wanita Naga tersebut. Seketika wujud wanita itu kembali seperti semula seolah kekuatan sisik naga telah diambil kembali oleh pemiliknya. Sri Wedari hanya bisa terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya terasa kaku."Jangan berbuat hal bodoh. Aku tak mengijinkan itu. Lebih baik kau rawat mereka yang terluka dengan kemampuan milikmu. Biarkan anjing ini aku yang hadapi." kata Gandi dengan suara yang membuat tanah bergetar.Sri Wedari tak bersuara sama sekali dan hanya bisa menunduk. Dia mundur secara perlahan dan membiarkan Gandi yang maju untuk menghadapi manusia anjing tersebut.Melihat Gandi yang muncul menggunakan portal gaib, kedua mata binatang Pemburu Jiwa itu pun menyala merah menatap tajam kearah Gandi."Bisa menciptakan portal gaib? Itu artinya dia adalah seorang Dewa Tingkat Atas. Kalau begitu, jiwanya pasti lebih nikmat dibanding yang lainnya, kekeke..." ucap ma

  • Geger Kahyangan   444.Sri Wedari

    Pragasena bersama Banyu Segara dan Sri Wedari sama-sama merasakan tekanan dari hawa membunuh binatang Pemburu Jiwa yang tengah murka tersebut. Tekanan itu bahkan membuat mereka hampir jatuh berlutut karena saking kuatnya."Gila! Hanya aura membunuh saja sudah sekuat ini!" seru Pragasena."Makhluk ini sangat kuat...! Bagaimana dengan Iblis bernama Mayadwipa yang memelihara mereka!?" sahut Banyu Segara."Aku tak bisa menjawab hal itu. Yang jelas, dia telah menaklukkan seluruh makhluk hidup di Tanah Kutukan ini kecuali diriku." kata Pragasena membuat Banyu Segara terdiam seketika."Kalau benar begitu, Mayadwipa adalah musuh yang sangat berbahaya..." kata Sri Wedari.Pragasena dan Banyu Segara sama-sama saling pandang dan tak berkata apa-apa. Tiba-tiba dari arah langit muncul sinar merah membara yang menderu kearah mereka. Dengan cepat Pragasena segera mengerahkan tenaga dalamnya dan melepaskan Pukulan Sakti miliknya ke atas. Banyu Segara pun ikut membantu. Kecuali Sri Wedari yang bergera

  • Geger Kahyangan   443.Binatang Pemburu Jiwa

    Ratusan ribu pasukan air milik Gandi menerjang pasukan Ratu Mayadwipa. Peperangan tak dapat dielakkan lagi. Para dewa yang membantu Bara dan Gandi pun mengamuk begitu sampai di kaki gunung. Karena kaki pasukan sebanyak itu terikat oleh rantai ungu milik Bara, dengan mudah para pasukan air membunuh mereka menggunakan Pedang maupun tombak.Para Raja yang melihat itu nampak geram namun tak bisa berkutik karena rantai ungu yang melilit tubuh mereka. Dalam sekejap mata, ribuan bahkan puluhan ribu prajurit Mayadwipa tewas di tangan pasukan air dan para dewa yang menyerang mereka secara serempak. Mayat berjatuhan dalam keadaan terpenggal kepalanya atau pun terpotong tubuhnya. Banyak pula yang mati karena luka tusuk dan anak panah air yang menancap bagaikan besi.Keadaan yang tak menguntungkan tersebut memaksa para Raja mengeluarkan bekal rahasia yang dibawa dari Kerajaan Mayadwipa."Lepaskan semua peliharaan Ratu! Biarkan mereka mengamuk!" teriak Raja Agra memberi perintah kepada tiga Raja l

  • Geger Kahyangan   442.Siasat

    Xue Ruo berniat untuk menerobos pertahanan lawan yang masih berjarak belasan ribu tombak dari puncak gunung tersebut. Namun dia masih menahan diri melihat Lian Xie memegang pundaknya."Tahan dulu amarahmu. Jika kau kesana sekarang, bisa jadi kau akan masuk ke dalam perangkap orang-orang aneh yang baru saja datang melalui celah ruang." kata Lian Xie mengingatkan.Xue Ruo pun menuruti apa kata Lian Xie. Bagaimana pun juga, dia merasa tidak perlu meluapkan amarah tanpa berpikir panjang. Karena dia pernah mengalami hal yang buruk akibat kecerobohannya tersebut. Wanita itu akhirnya bisa menahan diri dan menunggu saran dari Lian Xie yang dirasa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.Pasukan Raja Agra bersama para pengawal istana mulai bergerak maju. Lingkaran hitam raksasa pun ikut bergerak kearah gunung mengikuti langkah para prajurit yang berjumlah ratusan ribu. Para Raja yang lain pun ikut bergerak dengan perintah di tangan Raja Agra melalui telepati.Hu Shi Yun menoleh kearah Rui Y

  • Geger Kahyangan   441.Para Pengawal

    Wung!Sepuluh Pedang Es raksasa meluncur dari atas langit menuju ke bawah sana dimana ratusan ribu prajurit manusia iblis terpana dibuatnya. Raja Agra pun terpaku sejenak karena hantaman gelombang petir merah masih belum usai ditambah serangan mematikan sadari atas langit."Kekuatan apa yang sebenarnya kami hadapi? Apakah ini alasan Ratu mengutus setengah prajurit Kerajaan ke tempat ini? Karena lawan memiliki kekuatan yang mengerikan..." batin Raja Agra.Tiba-tiba muncul pecahan ruang di atas ratusan ribu pasukan tersebut. Lalu keluar beberapa sosok dari dalam pecahan ruang tersebut dan langsung mengayunkan senjata mereka kearah langit.Wusss!Tiga sinar putih menderu membentuk sabit raksasa. Lian Xie terkejut merasakan aura kuat dari serangan tiga sosok yang baru saja muncul tersebut. Dan ternyata benar, serangan itu memang sangat kuat. Itu terbukti saat tiga cahaya berbentuk sabit tersebut membabat putus tiga pedang es raksasa milik Dewi Es Lian Xie. Setelah itu terciptalah ledakan

  • Geger Kahyangan   440.Lian Xie & Lu Xie

    Dewi Es Lian Xie mendengus geram melihat apa yang tengah dilakukan oleh para prajurit bawahan Raja Agra. Lu Xie yang juga melihat hal itu tak tinggal diam. Dia berniat untuk membantu wanita tersebut menggunakan kemampuan petir merah miliknya."Jangan membantuku Lu Xie! Biarkan aku yang menangani para serangga ini. Kau tetap ditempat dan menjaga mereka berdua. Aku yakin, musuh mengincar Gandi dan Bara yang membawa pusaka dari Bayantaka dan reruntuhan Kuno." kata Lian Xie.Lu Xie mengangguk dan tetap berada di tempatnya sambil menatap kearah langit dimana puluhan lingkaran portal muncul dan mengeluarkan Pedang Es raksasa."Wanita ini, dia memiliki banyak kekuatan yang tak terbayangkan olehku..." batin Lu Xie.Para Raja yang lain yang juga melihat lingkaran biru tersebut segera saling berhubungan melalui telepati jarak jauh. "Apa yang terjadi di wilayah Agra?" tanya Raja Ungrama."Ada Dewa dengan kekuatan es yang menjadikan kami sasaran Pedang Es raksasa miliknya. Saat ini kami akan ber

  • Geger Kahyangan   439.Para Raja

    Belasan ribu tahun yang lalu, seorang wanita dari ras Iblis bernama Mayadwipa atau yang disebut sebagai Tujuh Iblis Kehancuran datang ke tanah kutukan yang ada di dalam wilayah Kerajaan Naga Air dan menaklukkan Kerajaan manusia iblis serta binatang Iblis di sana. Para Raja Manusia Iblis yang menyerah pun menjadi bawahan sang Wanita Iblis yang memang memiliki kekuatan sangat mengerikan. Tidak ada satu pun Raja Kerajaan dari ras manusia iblis maupun ras bintang Iblis yang mampu melawan Ratu Mayadwipa sehingga mereka pun dipaksa untuk tunduk kepada wanita Iblis tersebut.Para Raja tidak menyadari, bahwa waktu itu Mayadwipa datang dalam keadaan tengah terluka setelah pertarungannya melawan Sasaka. Kedatangannya telah mengubah pandangan dua ras tersebut terhadap Pencipta mereka, yakni Empu Jagat Martapura yang kala itu sudah melemah setelah menciptakan Tombak Banyu Biru dan senjata terakhir sebagai kuncinya, yakni Pedang Pembuka Kehidupan.Setelah Empu Jagat meninggal, Mayadwipa pun menjad

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status