Share

Hari pernikahan

Penulis: Rachel Bee
last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-18 10:44:41

Jantung Amira berdebar kencang, rasanya seperti akan jatuh ke perut. Lima menit lagi acara dimulai dan dia masih terdiam di dalam ruangan menunggu prosesi ikrar selesai dibacakan. Citra ikut terlihat resah, ia dengan setia menemani Amira memegangi tangannya yang dingin dan basah. Amira sangat gugup.

“Jangan takut, Mbak. Mas Keenan adalah yang terbaik,” hibur Citra dengan senyumannya yang manis. Amira tersenyum lega.

“Keenan sudah selesai. Kamu bisa keluar.” Andrew berdiri di depan pintu menyambut adiknya yang masih duduk diam di atas ranjang. “Sangat gugup?” Amira mengangguk.

Andrew menggandeng tangan sang adik dan membawanya keluar ruangan dengan langkah tegapnya. Semua undangan yang hadir menyambut bahagia pasangan Keenandra yang baru itu. Amira duduk di samping Keenandra yang kini resmi menjadi suaminya. Keduanya tersenyum saling bicara lewat mata dan sentuhan tangan. Citra hampir saja berteriak heboh melihat interaksi mereka berdua.

Pesta pernikahan digelar cukup meriah. Ini adala
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Gairah cinta sang CEO   Mulai dari awal

    Pesta terus berlanjut hingga menjelang malam. Saat tamu undangan telah pulang sebagiannya, Aletta yang belum beranjak dari tempat duduk tiba-tiba saja berdiri dan melangkah ke panggung pelaminan. Sam dan Andrew juga Andrinov ikut berjaga-jaga. Mereka takut Aletta berbuat macam-macam di atas sana.Dan benar saja, Aletta berdiri dengan tangan berada di pinggang lalu berteriak cukup keras. Tamu undangan yang belum pulang menoleh ke arahnya.“Oh, ini yang kemarin sudah merebut suami orang? Selamat ya, atas pernikahannya. Pasti senang karena sudah berhasil menjadikan Keenan sebagai suami kamu.” mata Aletta tertuju pada Amira, bibirnya menyeringai. “Senang kan?”Andrinov dan Sam berlari ke atas panggung, memegang tangan Aletta dan membawanya turun tapi wanita itu memberontak dengan suara yang cukup keras. Ia tak mau dipaksa turun.“Lepas! Kalian sama saja dengan Amira yang telah merusak rumah tangga aku dan Keenan!” teriaknya

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-19
  • Gairah cinta sang CEO   Ada penguntit

    Empat bulan berlalu sejak pernikahan Amira, perut yang kemarin rata kini mulai membulat sempurna. Amira semakin protekti, begitu juga dengan Keenandra. Setiap harinya, suami Amira itu selalu membuatkan makanan sehat untuknya sarapan dengan menu khusus untuk ibu hamil. Sedikit bosan, tapi Amira sangat senang saat melahapnya.“Enak?” Amira mengangguk. “Aku bawakan cemilan untuk kamu di kantor. Untuk makan siang, sudah aku pesan di catering yang aman.”“Sudah diganti menunya?” tanya Amira.“Sudah. Kamu bosan udang kan? Aku ganti tumis daging.” Amira tersenyum mendengar Keenandra sangatlah peka dengan segala kode yang diberikan olehnya. Padahal, Amira tak terus terang kalau dia bosan dengan makanannya.“Akhir-akhir ini aku tuh pengin banget teh dingin. Kamu tahu kan teh yang dicampur mawar itu? Aku pengin dibeliin sama kamu,” rengek Amira merayu dengan kedua mata bulatnya yang berkedip-kedip.“Mau aku belikan?”Amira mengangguk senang. Matanya berbinar cerah. “Teman aku ada yang mau pulang

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-27
  • Gairah cinta sang CEO   Dukungan orang luar

    Amira dan Citra tiba di sebuah gedung perkantoran besar yang tengah mengadakan sebuah pameran produk lokal. Produk mereka juga akan dipamerkan di sana. Tak ada perubahan, pelanggan produknya masih tetap banyak. Sepertinya mereka tak begitu terpengaruh dengan rumor yang berkembang tentang kehidupan pribadinya dan Keenandra.Mungkin mereka tak tertarik, hanya Aletta saja yang tertarik.“Bu Amira!” teriak seseorang dari arah meja pameran. Amira menoleh ke belakang mencari orang itu. “Bu Amira!” orang itu berteriak lagi lalu berlari menghampiri Amira.“Bu, ingat saya tidak?” tanya orang itu yang kini berdiri di depan Amira dengan wajah kelelahannya.“Saya lupa. Maaf ya, faktor umur,” kekeh Amira.“Saya Susi, bu. Saya dulu sales di kantor pusat. Sekarang saya naik jadi supervisor di cabang.” Amira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia memang banyak merekrut sales beberapa tahun lalu t

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-28
  • Gairah cinta sang CEO   Ada apa dengan Citra dan Sam?

    Citra menginap di rumah Amira malam ini. Katanya, dia ingin membicarakan sesuatu pada kakak angkatnya itu. Entah mengapa sejak kemarin perasaannya tak tenang. Bukan hanya Citra saja yang menginap, ternyata Sam pun juga. Pria itu datang setelah Citra lalu dengan seenaknya duduk di sofa ruang tengah sambil menjulurkan kakinya. Yang terlebih dahulu kesal adalah Keenandra. Si pemilik rumah ingin sekali mengusirnya tapi tidak jadi. Mengingat Sam adalah salah satu sponsor pernikahannya dengan Amira. "Citra tidur sini juga?" Sam menunjuk ke kamar tamu dekat tangga. Keenandra mengangguk tanpa menoleh. Tangannya sibuk menggulir tablet seluler di tangannya. "Nanti aku tidur di mana?" "Enggak usah manja! Noh, ada kamar satu lagi." Keenandra menunjuk ke arah lantai dua dekat kamarnya. "Atau tidur di sofa, lantai juga bisa." Citra keluar dari dalam kamar tamu bersama dengan Amira di sampingnya. Mereka tak menyapa kedua pria yang sedang duduk di ruang tenga

    Terakhir Diperbarui : 2024-06-01
  • Gairah cinta sang CEO   Pikiran negatif

    "Woow..." Terkejut, itu respon pertama yang ditunjukkan oleh Aletta saat membaca artikel yang terdapat foto Amira dan seorang pria tengah berdiri dengan tangan saling berpegangan. Tampak Amira tersenyum dan tangan pria itu berada di pinggangnya. Sentuhan romantis yang membuat banyak orang bertanya-tanya. "Ada apa, Aletta?" tanya Sonia yang baru saja datang dari luar. Aletta menunjukkan sesuatu pada ibunya. Sebuah artikel yang menunjukkan kedekatan Amira dengan seorang pria di gedung kantornya. "Amira dipegang laki-laki. Mana pegangannya mesra banget tuh," tunjuk Aletta. "Cih, sekali wanita nakal tetap saja wanita nakal. Heran, Keenan suka banget sama wanita kayak gitu," cibir Sonia. "Keenan mungkin belum tahu kalau istri kesayangannya itu 'nakal'." Aletta terkekeh. "Biar saja. Kalau dia tahu, pasti menyesal." Di tempat berbeda, Keenandra tertawa melihat artikel dan foto tentang Amira yang katanya berseli

    Terakhir Diperbarui : 2024-06-02
  • Gairah cinta sang CEO   Dia ingin kembali

    "Selamat siang pak, Keenan," sapa resepsionis kantor Keenandra. Pria itu hanya mengangguk sambil menggandeng tangan Amira masuk ke dalam kantornya. "Pak, ada tamu ingin bertemu dengan pak Keenan." Keenandra mengerutkan dahinya. Seingatnya, ia tak ada janji bertemu dengan siapapun hari ini. Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh atasannya, sekretaris Keenandra menambah kalimatnya, "Wanita, bernama Anna. Dia kawan lama pak Keenan katanya." "Kawan lama? Saya tidak punya teman bernama Anna. Ya sudah, saya akan temui dia. Kamu, siapkan ruangan untuk briefing kita siang ini." sekretaris Keenandra mengangguk sopan lalu pergi kembali ke ruangannya. "Siapa? Aku belum pernah dengar nama Anna." "Aku juga." Keenandra diikuti Amira masuk ke dalam ruangannya yang sebagian pintunya memakai kaca tembus pandang. Ada semacam bar kecil dan juga ruang makan di dalamnya. Rencananya, Keenandra juga akan menambahkan ruangan kecil di dekat pintu masuk khusus untuk istrinya yang akan menemani di rua

    Terakhir Diperbarui : 2024-06-03
  • Gairah cinta sang CEO   Urung mendekati

    Keenandra keluar dari ruang rapat dua jam kemudian. Seharusnya bisa selesai tepat waktu jika tidak ada kendala di lapangan. Keenandra sempat mengeluh karena ia sudah berjanji pada Amira untuk mengajaknya berjalan-jalan sebentar sebelum pulang. "Saya ingin semuanya sempurna malam ini. Semua tanggung jawab saya serahkan pada pak Andrinof selaku wakil," ujar Keenandra sebelum mengakhiri rapat. Berkali-kali ia melirik arlojinya, hatinya mulai resah. "Ada pertanyaan lagi? Jangan sampai semua hancur karena ada divisi yang tidak ada persiapan sama sekali." "Enggak bisa diwakilin sama yang lain?" Andrinof mengacungkan tangannya. "Baru pulang tadi siang dari Pekanbaru." "Tidak ada. Kalau kamu punya perwakilan yang mumpuni, silakan saja." Andrinof terlihat tak suka dengan jawaban kakak sepupunya. Ia melirik ke sampingnya lalu menghitung berapa banyak staf andalannya yang berada di sana. "Ok, Dino sama Sasha stand by sampai malam ya." kedua staf itu melotot dengan tatapan mata tajamnya. "Say

    Terakhir Diperbarui : 2024-06-04
  • Gairah cinta sang CEO   Keluh kesah mama

    Ting... Suara ponsel Keenandra berbunyi nyaring. Amira yang kebetulan sedang memegangnya jadi penasaran dengan sebuah pesan yang masuk entah dari siapa. Kening Amira berkerut tak nyaman saat ia membuka pesan tersebut. Matanya melirik ke arah Keenandra yang sedang sibuk mengemudikan mobilnya. "Tahu enggak sih, ada orang yang mau misahin rumah tangga kita," tanya Amira yang hanya diangguki oleh Keenandra. "Siapa ya? Kayaknya aku kenal orangnya." "Banyak, sayangku. Yang penting kamu jangan terpengaruh. Tadi sudah minum vitamin kan?" Amira mengangguk. "Jangan lupa minum susu pas nanti sampai rumah." "Ini kamu enggak mau tahu siapa yang mau bikin rusak rumah tangga kita?" Keenandra terkekeh. Satu belokan di depan mereka, sampailah di kompleks perumahan. Keenandra mengacak rambut istrinya yang sejak tadi mencebikkan bibirnya. "Pasti haters enggak jelas." Keenandra tak mau ambil pusing dan berdebat tentang siapa yang tak menyukai pernikahan mereka. Biar saja, yang terpenting Amira tak b

    Terakhir Diperbarui : 2024-06-10

Bab terbaru

  • Gairah cinta sang CEO   Epilog : Akhir Sebuah Dendam

    [Breaking news: Pemilik agensi QA entertainment dipanggil pihak kepolisian berdasarkan laporan dari estetique cosmetic atas pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pemilik agensi.] "Aletta, sudah dua kali kamu seperti ini. Apa sih yang kamu inginkan? Kita bisa hidup dengan damai kan?" Amira menghela napasnya kasar. Ia sebenarnya sudah lelah dengan semua hal yang berkaitan dengan Aletta. Amira bersandar di sofa ruangannya. Setelah Aletta dipanggil oleh pihak kepolisian, ia langsung meminta wanita itu untuk datang ke kantornya. Untung saja ia menurutinya. Kini, mereka berdua tengah berhadapan dengan tatapan saling menghunus satu sama lain. "Aku masih dendam sama kamu. Tapi sebenarnya aku juga dijebak oleh Anna. Kamu kenal orang itu?" Amira mengangguk. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" "Dia kan sudah kabur sama papa mertua. Biarkan saja," jawab Amira santai. "Jadi, dia selingkuhan om Bara?" Amira mengangguk. "Yang aku tahu, dia itu mantan pacar Keenan." "Ya, dia balas dendam sam

  • Gairah cinta sang CEO   Terjebak Permainan Sendiri

    "Aletta! Apa yang kamu perbuat pada Keenan sampai dia marah dan menganggu papa? Sudahlah Aletta. Jangan pernah mengusiknya lagi." Aletta yang baru saja bangun dari tidur dan duduk di meja makan hanya memutar bola matanya malas. Ia merasa kesal terus digurui oleh ayahnya. Rasa sakit hatinya masih terasa hingga sekarang, apakah ayahnya tak peduli padanya lagi? "Papa! Aku tuh lagi memperjuangkan nama baikku yang sudah dirusak oleh mereka. Papa sepertinya lebih senang nama baikku hancur daripada nama ayah yang memang sudah hancur sejak dulu," ketus Aletta. Sonia membelalakkan matanya. Ia tak menyangka jika anaknya akan berani berkata kasar pada ayahnya sendiri. Ardiwira hampir saja akan melayangkan tamparannya pada Aletta, untung saja Sonia bisa mengatasinya. "Jangan seperti ini pada anak sendiri. Bicara dengan baik dan jangan berbuat keributan," ujar Sonia. Ardiwira menurunkan tangannya lalu melanjutkan lagi makan paginya. Sonia menaruh roti isi ke piring Aletta dan menyuruhnya maka

  • Gairah cinta sang CEO   Ancam Mengancam

    Amira tidur lebih dulu setelah makan malam. Matanya sangat lelah setelah seharian duduk mendengarkan rapat mendadak yang dilakukan oleh tim legal untuk membahas fitnah yang ditujukan pada brand miliknya. Walaupun itu bukan tugas utama tim legal, tapi mereka bisa menanganinya karena masih berhubungan dengan reputasi brand yang mereka jaga selama ini. Menjelang tengah malam Amira terbangun. Rasa haus yang mencekat tenggorokannya membuatnya terpaksa bangun dan turun dari ranjang. Matanya menyipit mendapati tempat kosong di sampingnya. Rupanya sang suami juga terbangun di tengah malam. "Kau belum tidur atau baru bangun?" tanya Amira yang melihat sosok Keenandra di sofa ruang tengah. "Kemarilah." Keenandra menepuk tempat kosong di sebelahnya. Amira mendekat. Karena rasa haus yang menyerang, ia begitu saja menyambar gelas minum milik suaminya lalu meneguknya hingga tandas. "Kenapa terbangun, ada pekerjaan yang membuatmu tak bisa tidur?" tanya Amira. Keenandra menggelengkan kepalanya. I

  • Gairah cinta sang CEO   Penyelidikan Lebih Dalam

    Keenandra memimpin langsung rapat divisi penyiaran yang rencananya akan menyiarkan  tentang manipulasi surat hutang yang dilakukan oleh perusahaan kecil milik keluarga Ardiwira. Sebenarnya kasus ini sudah ditutupi dengan rapi oleh keluarga itu namun tiba-tiba mencuat karena lawan yang dihadapi oleh Ardiwira adalah anak perusahaan milik kakak Amira. Kebetulan yang sangat bermanfaat. Kepala divisi penyiaran sudah menyiapkan draft untuk berita skandal itu esok hari. Ia memaparkan bahwa hasil investigasi itu sangatlah mudah, mengingat perusahaan milik kakak Amira juga pernah berhubungan dengan SUN TV. Banyak yang telah mereka dapatkan langsung dari sumbernya. "Semua aman?" tanya Keenandra. Kepala divisi mengangguk. "Siapkan semuanya dengan baik. Saya mau narasumber, hasil investigasi di kantor pajak dan semua yang berhubungan dengan kasus itu ditunjukkan ke depan publik. Kasus ini mungkin adalah kasus kecil, tapi ini menyangkut dengan kelakuan Aletta yang s

  • Gairah cinta sang CEO   Ini Baru Awal

    Rencana penghancuran itu dimulai. Aletta yang berada di belakang layar memainkan perannya dengan apik. Ia membuat konten yang berhubungan dengan niatnya untuk menghancurkan reputasi baik Amira. Minggu pertama, ia mulai membahas kosmetik yang sedang viral. Aletta sengaja menaruh nama kosmetik milik Amira sebagai bahan percobaan. Lalu minggu depannya, ia membahas tentang status anak yang lahir di luar pernikahan dan yang paling puncaknya, ia juga membahas tentang nepotisme di kalangan para pengusaha agar bisnisnya berjalan dengan lancar. Hal ini tentunya menuai pro kontra yang cukup menarik di kalangan publik. Satu sisi menunjukkan sisi positif, tapi di sisi lainnya sangat berpotensi menimbulkan isu sensitif yang sedang beredar. Benar saja, publik jadi menduga jika semua yang dikatakan oleh konten milik agensi baru Aletta tengah menyindir Amira, pebisnis muda yang dirumorkan telah merebut Keenandra dari sisi Aletta. 'Ini jelas menyindir Amira. S

  • Gairah cinta sang CEO   Rencana Licik

    Amira memperlihatkan pesan yang tadi diterimanya pada Citra, sekretarisnya. Wanita itu terkejut tak percaya. Pasalnya, selama ia bekerja dengan Amira, baru kali ini bosnya itu mendapatkan ancaman serius dari salah satu musuhnya. Dan sepertinya, orang yang mengancam ini mengenal baik Amira dan suaminya. "Menurutmu, apa ini ada kaitannya dengan Aletta?" tanya Amira dengan wajah serius. "Apa yang harus kulakukan?" "Mbak Amira, selama ini Aletta tidak pernah mengancam mbak walaupun ada permusuhan diantara kalian. Ya, walaupun sering memaki dan itu sudah biasa. Tapi, ini sesuatu yang berbeda." Citra mengetukkan jarinya pada dagu. Ia berpikir sejenak lalu kembali berkata, "Apakah ini orang yang berbeda? Maksud aku—" "Tepat sekali. Aku sama berpikiran seperti kamu. Tak mungkin Aletta mengancamku seperti ini. Seburuk-buruknya dia, hanya sebatas caci maki saja. Siapa sebenarnya yang telah mengancamku?" "Mungkin saja—" "Siapa yang mengancammu?" pintu ruangan terbuka dengan kasar dari luar.

  • Gairah cinta sang CEO   Ancaman Orang Baru

    Anna tidak main-main dengan rencananya menghancurkan Keenandra dan keluarganya. Ia nekat mendatangi petinggi rumah sakit yang pernah dikenalnya lalu membebaskan Aletta dengan surat yang menyatakan jika wanita itu telah sembuh total dari penyakitnya. Ia mengajak Aletta untuk bekerjasama membuat sebuah acara online yang berfokus pada perubahan psikologis seseorang dan mentalitasnya juga. Acara seperti itu sedang banyak disukai masyarakat kelas menengah dan berhasil mengangkat nama Aletta sebagai salah satu survivor di sana. Hal ini tak luput dari pengawasan Keenandra yang baru mengetahui cerita viral Aletta lewat media sosial yang sering dibacanya. Ada satu video yang menayangkan kisah tentang Aletta dari sisi seorang istri yang tersakiti karena pengkhianatan suaminya. Lalu kisah itu dibelokkan dengan narasi bahwa Amira yang telah membuat kehancuran itu. "Siapa sih yang tak sakit hati kalau lihat suami masih menghubungi mantan tunangannya? Ya, pastilah semua wanita akan mengamuk," uj

  • Gairah cinta sang CEO   Amira Musuh Bersama

    Tidak bisa mendekati Keenandra dengan cara halus, Anna rupanya masih punya banyak ide licik untuk mendekatinya. Terpikirkan di kepalanya untuk mendekati Amira, istri Keenandra itu tapi ia tak punya akses lebih dekat dengannya. Sambil menunggu umpannya datang mendekat, Anna lebih baik menjemput bola terlebih dahulu. Dari rumor yang ia dengar dari para penggosip dunia hiburan, mantan istri Keenandra kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di Jakarta. Walau dia sendiri belum bisa memastikannya. "Mau ke mana?" tegur Mia, sahabat dekat Anna yang tinggal bersama di apartemennya. Sejak isu perselingkuhan mencuat, Anna tak bisa lagi menggunakan fasilitas dari Bara untuk sementara. Ia tak mau disorot oleh media. "Mencari sesuatu," sahut Anna. "Kau tidak sedang merencanakan sesuatu yang salah, kan?" Mia rupanya mencurigai tingkah Anna. Tidak biasanya wanita itu pergi sesiang ini di hari kerja. Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. "Jangan macam-macam. Kalau ingin balas d

  • Gairah cinta sang CEO   Singkirkan dia

    "Dia pikir dia siapa?" Anna memukul meja kayu di ruangan kerja Bara setelah diusir oleh Keenandra dari ruangannya. Matanya memerah marah dengan emosi yang hampir saja tak bisa dikendalikannya. Niatnya untuk mendekati mantan kekasihnya hilang dalam sekejap karena kata-kata kasar pria itu. "Ternyata dia makin jauh sekarang. Aku pikir, dia hanya singgah sementara lalu akan kembali padaku." Anna memejamkan mata sambil berjalan mengitari ruangan kerja itu. Kepalanya berpikir banyak hal dan cara agar Keenandra mau menerima kehadirannya lagi. Dulu, Keenandra adalah satu-satunya pria yang mau berteman dengannya saat masih sekolah. Dia adalah pria yang selalu memberikan tangannya untuk diraih saat sedang ada masalah. Namun, semenjak orangtuanya tahu tentang hubungan mereka dan mengancam masa depan, mereka pun berpisah. Anna tak tahu apa yang terjadi di tahun berikutnya. Sejak mereka putus, Anna memilih menyingkir dari hidup Keenandra dan tak menunjukkan wajahnya lagi. "Apa yang harus kul

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status