Home / Romansa / Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket / Bab 17 : Kejutan Untuk Rachel

Share

Bab 17 : Kejutan Untuk Rachel

Author: Linda Malik
last update Huling Na-update: 2024-11-10 11:04:30
“Kita mau kemana, Chel?” tanya Jo di tengah jalan.

Deg, baru Rachel menyadari jika dirinya telah melupakan sesuatu. Ya, kenapa tadi Rachel tidak bertanya sama sekuriti rumahnya. Bodohnya Rachel!

Jonathan menepikan motor di bahu jalan. Lalu menoleh ke belakang.

“Jangan bilang lu gak tau kemana nenek lu dirawat?” tanya Jonathan dengan kedua alis bertaut. Dia membuka penutup helm dan berusaha menoleh ke arah Rachel.

“Gue lupa nanya Jo. Tunggu sebentar gue mau telepon papa,” ucap Rachel lalu segera merogoh ponsel yang tersimpan di saku seragamnya.

“Duh, Jo lu punya pulsa gak? Gue lupa pulsa gue habis,” Rachel merasa malu mengatakannya namun tak ada pilihan lain selain jujur.

Jo mengambil ponsel, membuka layar dan menyerahkannya pada Rachel.

Rachel segera meraihnya, menyalin nomor ayahnya dan segera menghubungi.

Tak menunggu lama, panggilan terhubung. Dia segera menanyakan tentang rumah sakit mana nenek Maria dirawat. Ayahnya tidak menjawab, namun berkata akan mengirimkan lokasinya
Linda Malik

Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya, agar Thor semangat update nya ☺️🫰

| 14
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Cut Zanah
pelan pelan jo minum ny ...
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 18 : Hadiah Rumah Masa Depan?

    Rachel pun sama terkejutnya. “Maaf om, apa ini tidak berlebihan? Bahkan—,”“Benar pa, kita kan gak tahu ke depannya nanti seperti apa. Bisa jadi Jo dan Rachel tidak jadi menikah,” pungkas Jonathan memotong ucapan Rachel. Dia merasa aneh dengan ide Nicholas.“Apa katamu? Kalian berdua harus menikah! Bukankah begitu Jacob?” sanggah Nicholas sambil memandang ke arah Jacob, seakan meminta dukungan.“Benar, nak. Ini merupakan ide om Nicho, tapi atas persetujuan papa. Dan menurut papa itu adalah hal yang baik untuk kalian berdua,” jelas Jacob seraya tersenyum pada putrinya.Rachel tersenyum kikuk mendengar penjelasan Jacob. Memang terasa berlebihan, bahkan perasaan cinta belum tumbuh di hati keduanya. Membayangkan hidup berdua dengan pemuda tengil yang sering menjahilinya, tak terlintas sedikitpun dalam benak Rachel. Tentu hidupnya akan diliputi kesialan sepanjang waktu jika harus hidup berdua dengan Jonathan.Rachel menghela nafas berat sebelum menerima kunci yang masih disodorkan di had

    Huling Na-update : 2024-11-10
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 19 : Pelukan Jo?

    Karena panik, Jonathan menarik tubuh Rachel untuk bersembunyi di sudut dapur. Tubuh mereka kini terhalangi oleh lemari raksasa yang menyimpan beberapa peralatan antik.Jonathan belum menyadari jika tubuh mereka begitu dekat. Bahkan punggung Rachel begitu melekat di dadanya yang polos. Tangan kanannya masih membungkam mulut Rachel, sementara tangan kirinya berada di pundak Rachel.Kalau dilihat-lihat posisi Jonathan seperti sedang memeluk Rachel dari arah belakang.Udara yang dingin, justru membuat wajah Rachel memanas. Itu terjadi karena jantungnya yang terus berdegup kencang. Sementara Jonathan masih fokus memandang dari kejauhan, saat Nicholas mulai melangkah mengelilingi ruang keluarga.Nafas Jo terhenti tatkala melihat langkah ayahnya semakin mendekat ke arah dapur. Namun suara Debora menahan langkah Nicholas.“Ada apa, Pi?” suara Debora terdengar, sehingga membuat Nicho memutar tubuhnya.“Tidak ada apa, Mi. Mungkin papi salah dengar tadi. Seperti ada yang teriak,” jelas Nicholas

    Huling Na-update : 2024-11-11
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 20 : Permintaan Jessi

    Ingin rasanya Rachel menolak permintaan ayahnya. Namun dia terpaksa turun karena merasa tidak enak pada Jo yang sudah menjemputnya. “Hati-hati kalian ya. Jonathan papa titip Rachel ya,” ucap Jacob melepaskan kepergian putrinya. Jonathan mengangguk. Setelah memastikan posisi Rachel sudah aman di belakang, dia segera memacu motornya menuju ke sekolah. Selama di perjalanan keduanya hanya terdiam. Bukan seratus persen keinginan Jo untuk mengantar jemput Rachel. Tapi ini adalah desakan dari Nicholas. “Papa akan memotong uang jajanmu jika kamu menolak mengantar Rachel,” perintah Nicholas tadi, saat Jonathan baru bangun tidur. Itupun karena suara berisik Debora yang membangunkan Jonathan secara paksa, agar tidak telat ke sekolah. “Bangun Jo! Apa kamu tidak malu, sudah sebesar ini tidak bisa bangun lebih awal. Kasihan Rachel nanti menunggu. Ayo bangun!” ucap Debora sembari menarik ujung selimut Jonathan. Ya, mau tidak mau Jonathan terpaksa menuruti perintah kedua orang tuanya. Agar

    Huling Na-update : 2024-11-11
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 21 : Makan Siang Berdua

    “Apa hubungan antara lu dan Rachel? Mengapa kalian bisa barengan ke sekolah?” tanya Jessi saat mereka sudah berada di taman berdua.Suasana sangat sepi, karena letak taman sekolah berada di samping perpustakaan. Sehingga tak ada satu siswa pun yang melintas di sana, kecuali tujuan mereka yang langsung memasuki perpustakaan.Wajah Jonathan yang tadinya serius mendadak tertawa lebar.“Apaan sih Jo, kok malah ketawa? Gue kan nanya serius!” tegas Jessi dengan muka sebal.“Lagian ngapain lu nanya tentang si cupu? Aneh, memang kalau gue nganterin si cupu ke sekolah, lu ngira gue ada hubungan sama dia?” ujar Jo dengan senyum manisnya. Mampu menghipnotis Jessi, yang selama setahun ini menaruh perasaan lebih pada pemuda tampan ini.“Ya, enggak. Setidaknya gue ngerasa aneh aja. Gue kira lu musuhan sama si cupu. Tiba-tiba tadi gue lihat lu boncengin dia,” Jessi memalingkan muka dengan wajah memerah.Sungguh dia merasa malu telah menanyakan hal yang aneh pada Jonathan. Harusnya Jessi tahu, jika t

    Huling Na-update : 2024-11-12
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 22 : Hujan Turun

    Saat pelajaran sekolah telah usai, kali ini Jonathan yang berinisiatif untuk mengantar Rachel pulang bersama. “Hey Cupu, tunggu gue di warung depan sekolah. Gue mau ke parkiran dulu, buat ambil motor,” ucap Jonathan sebelum dia keluar dari kelas. Rachel tak menjawab, meski mendengar dengan jelas. Jonathan pun keluar dari kelas, menuju ke parkiran. Segera menaiki motor dan menyalakan mesin. Teguran seseorang, membuat Jo menahan langkah. “Jo, lu pulang sendiri? Atau sama si cupu?” ucap Ray dengan tatapan mengejek. Sudah dua hari ini, dia memergoki temannya mengantar jemput Rachel. Namun Jo hanya terdiam, tak menggubris ucapan Rayjendra. Justru dia melajukan motor melewati temannya itu. Sesampainya di pintu gerbang, kembali Jessi menghadangnya. Sehingga Jo mengerem mendadak. “Astaga Jes, apa sih lu berdiri di situ?” teriak Jonathan yang merasa jantungnya hampir copot. Untung saja dia bisa cepat mengerem, sehingga tidak menabrak Jessi. Jessi justru tersenyum tanpa rasa bersalah. Be

    Huling Na-update : 2024-11-12
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 23 : Jo, Terpesona?

    “Hey mau kemana kamu? Ayo kita pulang sekarang!” ucap Jonathan lalu segera menaiki motornya kembali.Namun Rachel justru berjalan melewatinya, membuat Jo semakin gemas dibuatnya.Kembali dia turun dari motor dan mengejar Rachel.“Hey, hey Rachel! Ayo kita pulang! Jangan menambah kerjaan gue!” sentak Jonathan sembari meraih tangan Rachel.“Aku bisa pulang sendiri,” suara Rachel terdengar lirih. Saat ini dia tengah menangis, namun Jo tidak menyadarinya karena air mata Rachel yang ikut larut dalam guyuran hujan.Jonathan tak kunjung menuruti Rachel, karena menurutnya jika terjadi sesuatu pada gadis ini, tentu dirinya yang akan terlebih dulu disalahkan.Rachel masih berusaha untuk membebaskan tangannya dari cengkraman Jonathan. Namun sepertinya genggaman Jonathan begitu erat.“Lepasin Jo, sakit!” sentak Rachel.Jo masih tak menggubris ucapan Rachel, tangannya terulur melepas kacamata Rachel yang sangat basah dan menyimpannya dalam saku seragam.“Ayo pulang, gue anter pulang sekarang!” teg

    Huling Na-update : 2024-11-13
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 24 : Telat Lagi!

    Namun karena mereka menaiki kendaraan roda empat justru membuat perjalanan memakan waktu lebih lama. Karena Jonathan kesulitan untuk menyalip, apalagi keadaan jalanan yang cukup padat. Wajah Rachel terlihat panik, melihat pada jalanan di depannya. “Duh bisa cepetin dikit Jo? Ini kita bakal telat loh!” ucapnya lagi. “Santai saja, jam pertama kan olahraga. Jadi kita masih punya waktu,” jawab Jo santai. Astaga meskipun jam pertama pelajaran olahraga, tapi Rachel juga tidak ingin terlambat hadir. Tentu nantinya dia takut jika menjadi tontonan teman-temannya. Apalagi telatnya berdua dengan si Biang Kerok. Dan benar dugaan Rachel, mereka terlambat sepuluh menit. Pintu gerbang pun sudah ditutup. Namun yang membuat Rachel merasa panik, justru Jo melewatkan gerbang sekolah. “Jo, mau kemana kita? Pintu gerbangnya udah lewat,” beritahu Rachel. Apa mungkin Jo mengantuk sehingga dia kebablasan? Jonathan bergeming, tak menjawab. Dia sudah terbiasa melakukan ini. Tentu jika pintu gerbang sud

    Huling Na-update : 2024-11-13
  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 25 : Rachel Terpesona?

    “Dari mana saja kamu Jonathan?” tanya pak Agus.“Saya habis dari toilet pak. Buang hajat,” jawab Jonathan dengan ekspresi santai.Pak Agus menghela nafas, tidak cuma sekali Jonathan terlambat mengikuti pelajarannya. Ini bahkan sudah tak terhitung berapa kali.“Tetap berdiri di samping bapak, dan kamu yang menjadi contoh teman-temanmu untuk senam pemanasan,” perintah pak Agus.Jonathan melaksanakan perintah sang guru. Memberi contoh gerakan pemanasan pada teman-temannya.Setelah selesai melakukan pemanasan, pak Agus membagi siswa menjadi beberapa grup. Masing-masing grup terdiri dari lima orang.Grup Jonathan mengawali permainan, melawan salah satu grup anak laki-laki yang lain. Sementara murid lain yang belum bermain, menunggu di sisi lapangan.Rachel duduk melihat pada teman-temannya yang sedang bermain basket. Namun mengapa fokusnya justru pada Jonathan?Tubuh Jonathan memang terlihat lebih menonjol dari yang lain. Tubuhnya yang jangkung serta wajahnya yang tampak bersinar. Membuat

    Huling Na-update : 2024-11-14

Pinakabagong kabanata

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 199 : Takdir Jessi

    Tiba-tiba Jonathan merasa kesulitan untuk menelan ludah. Pandangannya tak teralihkan sedikitpun dari sosok gadis yang tak lama lagi akan menjadi istri masa depan.Model gaun yang terlihat lebih sederhana dari gaun pertama, namun tak kalah elegan dan berkelas. Model gaun mengikuti lekuk tubuh Rachel, sehingga membuatnya terlihat lebih dewasa.Raut wajah Rachel terlihat lebih percaya diri. Terlihat dari caranya berdiri dan menegakkan pandangan ke depan.Backless dress dengan berhias Payet Kristal, terlihat berkilau sehingga membuat wajah pemakai menjadi lebih bercahaya.“Wah, sepertinya pilihan Jo sangat tepat. Gaun ini terlihat sangat manis!” puji Debora seraya melangkah menghampiri Rachel.Sebuah pujian yang semakin meningkatkan rasa percaya diri dalam hati Rachel.“Bagaimana Jo menurutmu?” Debora beralih menatap ke belakang. Melihat pada putranya yang masih tak berpindah posisi. Duduk memperhatikan Rachel dengan mata tak berkedip.“Cantiiik.. eh, maksud Jo gaunnya bagus dan cocok,” r

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 198 : Gaun Pilihan Jo

    Siang itu, Rachel dan Jonathan sudah berada di sebuah butik yang menyediakan berbagai gaun pernikahan. Butik yang cukup terkenal di kalangan atas. Pemilik butik tak lain adalah rekan Debora yang juga berkecimpung dalam dunia fashion.Debora sudah lebih dulu berada di butik, sebelum putra dan calon menantunya itu datang.Jonathan dan Rachel disambut ramah oleh para pegawai butik, termasuk seorang pria pemilik butik yang hampir seluruh tubuhnya dihiasi oleh aksesoris wanita.“Han, tunjukin koleksi terbaikmu pada anak-anakku!” pinta Debora pada sang pemilik butik seraya meraih tangan Rachel. Membawanya menuju sofa melingkar yang berada di tengah ruangan dengan perpaduan warna putih dan silver itu.Rachel terlihat sangat gugup. Baru kali ini dia menginjakkan kakinya di ruangan mewah yang dipenuhi oleh koleksi gaun nikah. Tak menyangka di usianya yang masih terbilang muda, sudah berada di tempat ini.Lelaki yang dipanggil Han, meminta asistennya untuk mengambilkan tablet berisi katalog gau

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 197 : Mencintai dan Dicintai

    Rachel tampak resah, berjalan mondar-mandir di dalam kamar. Setelah acara pertemuan itu usai, tak ada satu kalimat pun yang terucap dari bibirnya. Tak ada kemungkinan untuk menolak, selain hanya pasrah menjalani takdirnya.Perasaannya kini campur aduk. Antara takut, gelisah dan belum siap untuk menikah. Semenjak kepergian papa Jacob, tiada tempat nyaman untuk mengadu. Menurutnya waktu satu minggu terlalu cepat. Pernikahan yang akan membuatnya, menjalani kehidupan baru dengan pemuda tengil yang kini telah menjadi kekasih sekaligus tunangannya.Rachel melihat jari manisnya, dimana tersemat cincin emas putih bukti pengikat hubungan antara dirinya dan Jonathan. Sungguh rasanya seperti mimpi. Hal yang tak pernah dia pikirkan akan terjadi tak lama lagi.Rachel beralih memandang kotak-kotak hantaran yang tersusun rapi di atas meja belajar. Barang-barang pemberian keluarga Jonathan sebagai simbol acara lamaran tadi.Tangannya meraih salah satu kotak dengan ukuran paling kecil. Set perhiasan

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 196 : Menentukan Hari Baik

    Rachel kembali berdiri, namun tatapannya tak teralihkan dari ketiga mobil yang mulai memasuki pekarangan rumah.Mobil milik Nicholas berada paling depan. Tak selang lama, Nicholas dan Debora keluar dengan penampilannya yang terlihat elegan.Setelan jas formal warna hitam melekat di tubuh tegap Nicholas. Sementara Debora mengenakan dress panjang dengan warna senada. Sebuah kalung berlian tersemat di leher jenjangnya, membuat penampilan Debora tampak berkilau dan berkelas.Natasya membawa putrinya melangkah lebih dekat untuk menyambut orang yang tak lama lagi akan menjadi besannya.Rachel segera menyapa kedua orang tua Jonathan seraya mencium tangan dengan santun. “Apa kabar nyonya Maria?” sapa Nicholas ramah pada nenek Maria.“Seperti yang terlihat, keadaanku sudah sehat dan membaik,” balas nenek Maria seraya tersenyum simpul.Menyusul pengacara Lim yang turut datang bersama dengan istrinya. Rachel berusaha menampilkan senyum terbaiknya, meski dalam hati masih penasaran dengan apa mak

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 195 : Kedatangan Keluarga Besar

    “Ini ada orang gak dikenal ngirimin mami foto sama video. Papi coba lihat!” ucap Debora seraya menyerahkan ponsel pada suaminya. Raut wajah Nicholas tampak datar, melihat foto dan video itu. Memang benar itu video tentang putranya, namun baginya tak ada masalah. “Siapa kira-kira yang ngirim itu, Pi?” tanya Debora dengan raut penasaran. Dalam beberapa foto menampilkan putranya yang tengah keluar dari sebuah bangunan resto dengan posisi menggendong sang menantu. Bisa dipastikan foto itu diambil diam-diam kemarin malam. Sementara video berisi penampakan putranya yang tengah berdiri menunduk dengan posisi kepala masuk ke dalam mobil. Entah apa yang dilakukan Jonathan saat itu. “Kirim nomor pengirimnya! Nanti biar aku suruh orang untuk menyelidiki!” perintah Nicholas seraya mengembalikan ponsel ke istrinya. Disambut anggukan Debora. Pembicaraan Nicholas dan Debora cukup membuat Jonathan penasaran. “Ada apa sih, Mi? Foto apa?” tanya Jonathan setelah menyelesaikan acara makannya. “Fo

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 194 : Hanya Ciuman!

    Terkejut bercampur malu, Rachel kembali menundukkan pandangan. Memilin ujung selimut untuk meredakan degup jantung yang mulai bertalu. Haruskah Rachel marah? Sedangkan dia tahu jika kondisinya yang tak sadar, bahkan sangat merepotkan pemuda itu. “Tapi semalam..” Rachel menjeda ucapannya. Malu rasanya menanyakan hal yang pribadi, tapi Rachel ingin memastikan jika semalam pemuda itu tak melakukan tindakan yang di luar batas. “Kenapa, Bae? Kok gak dilanjutin?” Rachel tampak bingung untuk mulai, tapi dia begitu penasaran akan hal yang terjadi semalam hingga membuat Jonathan tidur satu kamar dengannya. “Semalam kita gak ngapa-ngapain kan, Jo?” ucap Rachel setelah mengumpulkan keberaniannya. Wajahnya masih menunduk malu, namun matanya melirik ke wajah Jonathan. “Tenang aja, kita semalam gak ngapa-ngapain. Hanya..” Jonathan sengaja menjeda ucapannya. Ingin melihat reaksi kekasihnya. Dan benar sesuai dugaannya, gadis itu menegakkan pandangan dan membalas tatapannya dengan raut wajah te

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 193 : Menjaga Sepanjang Malam

    “Bae, Bae.. Ada gue di sini! Lu gak sendiri..” bisik Jonathan tepat di depan telinga gadis yang tampak gelisah dalam tidur. Kini posisi Jo duduk di tepi ranjang. Tangannya terulur menyentuh dahi Rachel. Namun tiba-tiba Jonathan terkejut tatkala tangannya merasakan suhu tubuh Rachel yang panas. Rachel demam! “Astaga, Bae. Lu sakit?!” Bergegas Jo mengeratkan selimut di tubuh Rachel, ketika melihat tubuh kekasihnya menggigil. Jonathan beranjak keluar dari kamar menuju tempat penyimpanan obat. Mengambil alat kompres instan, lalu beralih mencari obat penurun demam. Sayangnya, Jo kurang paham akan nama-nama obat. Ingin hati bertanya pada asisten rumah tangga, namun Jonathan tak enak hati membangunkan mereka. Jonathan meraih ponsel, mencari dengan cepat obat penurun panas pada daftar pencarian. “Paracetamol,” gumamnya mengingat seraya membaca label obat yang tersedia di kotak p3k. Akhirnya dia menemukan obat yang dicari. Segera Jonathan mengambil segelas air putih dan membawan

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 192 : Pikiran Kotor

    Jonathan terlalu larut dalam gelombang hasrat yang membuat telinganya tuli. Dia sama sekali tak mendengar panggilan dari asisten yang kini sudah pergi, setelah meletakkan baskom berisi air dan handuk kecil di sisi meja, samping pintu. Jo merasakan tangan Rachel yang menepuk-nepuk dadanya. Segera dia melepaskan pagutan, sebelum kekasihnya itu kehabisan nafas. “Gue sayang sama lu, Bae!” Suara Jonathan terdengar serak di antara deru nafas yang memburu. Ciuman yang berlangsung cukup lama, membuat Rachel hampir kehabisan oksigen. Jonathan masih dalam posisi mengukung tubuh Rachel. Dahi mereka melekat, hidung keduanya bersentuhan, kedua pasang mata saling pandang. Menciptakan gelombang cinta yang menghanyutkan hati kedua insan. Perlahan mata lentik itu kembali terpejam. “Bae? Ganti baju dulu?” Jonathan menjauhkan wajahnya. Menyadari jika Rachel sudah tertidur, diapun urung membangunkannya. Jonathan beralih melihat ke arah pintu yang sudah tertutup. Melangkah untuk mengambil barang yang

  • Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket   Bab 191 : Memancing Hasrat

    Jonathan memacu mobilnya sembari memikirkan langkah yang terbaik. Tidak mungkin jika dia membawa Rachel pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk seperti ini. Bisa-bisa nenek Maria akan marah, dan membuat kondisi kesehatannya memburuk. Atau lebih baik Jo membawa Rachel pulang ke rumah? Tentu orang tuanya akan bisa memahami keadaannya sekarang. Ya, sepertinya dia sudah mendapatkan jalan keluar. Jo akan membawa Rachel pulang ke rumahnya. Jo meraih ponsel dan segera menghubungi Debora. Niatnya agar maminya tak terkejut melihat dia pulang membawa Rachel. Jonathan menunggu beberapa detik hingga panggilan terhubung. Menyalakan mode loudspeaker agar tak mengganggu selama dia fokus menyetir. “Halo, Jo. Kenapa?” Suara Debora terdengar. “Mami dimana?” “Mami lagi keluar sama papi, mungkin malam atau besok pagi baru pulang. Kenapa Jo?” Jonathan tak menjawab, dia tengah berpikir. Jika orang tuanya tidak ada di rumah, lalu bagaimana dia harus minta tolong mami untuk menghubungi keluarga Rachel?

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status