Share

SAKIT, SAYANG

Penulis: arafaq_9
last update Terakhir Diperbarui: 2024-07-04 17:59:52
Victor mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, pria itu berharap segera sampai di mansionnya. Sesampainya di mansion, ia mencari keberadaan Kiara. Victor melangkah menuju kamar wanita itu, ketika sampai di kamar. Victor melihat Kiara yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Sayang?" panggil Kiara, ia mengernyit melihat wajah Victor yang nampaknya menahan amarah. Victor sendiri mengunci pintu kamar Kiara, ia lantas mendekati Kiara.

"Ada apa denganmu ... hmmpptthhh," Kiara tidak dapat melanjutkan ucapannya ketika Victor melumat bibirnya paksa, bahkan kini tangan pria itu sudah meremas gundukan sintalnya dengan kasar.

"S-sayang, sakit," rintih Kiara ketika Victor menyesap kulitnya dengan tindakan yang kasar, belum selesai dengan itu. Kini Victor menghempaskan tubuh Kiara ke atas ranjang.

Meskipun tidak terlalu sakit, tapi cukup membuat Kiara merintih. Kiara ingin berdiri, namun Victor sudah mengungkungnya. Mencium bibirnya dengan paksa, menyentuhnya dengan kasar. Kiara me
arafaq_9

Selamat Membaca ❤ Sehat Selalu 😘 Jangan lupa ulasan, jejak komentar, dan votenya 🙏 terimakasih 😗

| 11
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Srikandy Mojangkarawang
jahat banget mantan istri nya dedy Viktor
goodnovel comment avatar
Sri Wahyuni
kurang ajar nenek lampir itu ..enth knp tiba2 sia muncul
goodnovel comment avatar
Pebyana Rhica
kasian sm Kiara dijadiin pelampiasan amarah dady Viktor...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KECURIGAAN EDWIN

    "Morning, Baby," sapa Victor ketika Kiara baru saja membuka kedua matanya, wanita itu mengulas senyumnya. "Morning, Sayang. Kau ke kantor hari ini?" tanya Kiara, Victor mengangguk. "Iya, ada beberapa meeting di kantor. Kenapa, Baby?" "Tidak apa-apa, aku ingin makan bersama. Ntahlah, aku tidak ingin jauh darimu," ucap Kiara dengan sedikit merengek, Victor terkekeh. Tangannya terulur mengelus wajah cantik kekasihnya. "Datang saja ke kantor, tapi pergi bersama sopir. Jangan pergi sendiri atau naik taxi," "Okay, Sayang. Terimakasih," ujar Kiara dengan senang, Victor mengangguk. "Apapun yang kau mau, Baby." Victor memangut bibir Kiara sejenak. "Ayo mandi," ajak Victor. "Mandi bersama?" "Ya, aku ingin mandi bersamamu." Victor menegakkan tubuhnya, ia menggendong dan membawa Kiara menuju kamar mandi. Setibanya di kamar mandi, mereka berdua masuk ke dalam bathtub. "Mau makan di luar apa di kantor, Sayang? Jika di kantor aku akan memasak untukmu," Victor melingkarkan t

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-06
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   SIKAP KASAR VICTOR

    Dengan emosi yang meluap, Victor melangkah menuju kamarnya bersama Kiara. Setibanya di depan kamar, Victor segera membuka pintunya, dan melihat Kiara yang berbaring di atas ranjang dengan memakai lingerie. Tidak mencurigai apa yang terjadi, Kiara sendiri menuruni ranjang dan menyambut Victor yang baru saja datang. "Bagaimana meetingmu, Say—" Brugh! "Shhss, kenapa. Sayang?" tanya Kiara sembari meringisa ketika Victor menghempaskan tubuhnya ke ranjang, ia menatap Victor, dan ia baru sadar jika raut wajah pria itu sama dengan beberapa hari lalu. "Say ... hmmmpptthh." Kiara tidak dapat melanjutkan ucapannya, ketika Victor kembali menyerang bibirnya dengan kasar, Kiara menggeliat, ia mencoba meloloskan diri dari Victor. Sebab ia tidak ingin kejadian tempo lalu terulang. Namun, bagaimana bisa ia lepas jika kini tubuhnya di kunci oleh Victor. Bahkan pria itu tidak meloloskannyya sedikit pun, kini Victor menegakkan tubuhnya. Pria itu merobek lingerie Kiara dengan kasar, membuat Kiara

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-06
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KEMARAHAN EDWIN

    Edwin melangkah dengan langkah terburu-buru menuju pintu masuk mansion megahnya. Wajahnya memerah padam, dahinya berkerut dalam, dan tinjunya terkepal erat. Hatinya dipenuhi rasa marah dan kecewa yang tak terkira. Baru saja, dia menerima sebuah bukti yang tak terduga, bukti yang mengungkap skandal besar yang selama ini disembunyikan oleh dua orang yang ada di sekitarnya sendiri. Edwin membuka pintu dengan kasar, hingga bunyi keras menggema di seluruh ruangan. Para maid yang melihatnya langsung menundukkan kepala, takut akan amarahnya yang meledak-ledak. "Dimana Daddy, dan Kiara?" tanya Edwin dengan suara menggelegar, semua maid yang ada di sana menunduk takut. Sementara Paula mendongak, dan memberanikan diri menatap Edwin. "Tuan Victor, dan Nona Kiara tidak ada di mansion. Tuan," jawab Paula. "Brengsek! Pergi kalian semua dari ruangan ini!" titah Edwin dengan amarahnya yang meluap, semua para maid menurut. Mereka segera pergi meninggalkan ruang tamu. Pyarrr! Pyarrr! Edwin

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-07
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   HANCUR & KEPERGIAN KIARA

    Beberapa jam sebelumnya, "Apa aku harus memberikan kesempatan untuk Victor?" "Sepertinya memang aku harus memberikan kesempatan kembali untuknya, bagaimana pun juga aku sudah memiliki hubungan terlalu jauh dengannya. Tidak mungkin aku pergi begitu saja, lagi pula Edwin sudah mengurus perceraian kami. Siapa tau dengan ini Victor bisa berterus terang karena hubungan kami yang sudah tidak ada penghalang kembali," ucap Kiara, wanita itu nampak menyakinkan dirinya sendiri tentang Victor. Kiara duduk di depan meja rias, ia melihat pipinya yang memar. Menyentuhnya dengan perlahan, Kiara meringis. Rasanya masih sedikit sakit. "Apa sebenarnya yang sedang ia sembunyikan, aku benar-benar tidak mengerti. Kenapa dia bersika—" Kiara tidak dapat melanjutkan ucapannya, ketika ponselnya mendapatkan notifikasi pesan. Kiara membukanya. Deg! Jantung Kiara berdegup dengan kencang, rasa sesak tiba-tiba menghantam hatinya. Ketika kedua matanya melihat sebuah video yang terkirim di ponselnya

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-09
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   HAMIL?

    Beberapa hari kemudian, Suara muntahan terdengar nyaring dari arah kamar yang saat ini di tempati oleh Kiara, Sarah yang mendengar bergegas menuju kamar wanita itu. Setibanya di sana, Sarah segera masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu membantu Kiara memuntahkan semua gejolak di perutnya. "S-sudah, Sarah," ujar Kiara, ia mengusap dan membersihkan bekas muntahannya yang ada di sekitar bibirnya. "Sepertinya kau sedang sakit, Kiara. Wajahmu pun terlihat sangat pucat, nanti sore sebelum kau berangkat ke airport—kita pergi ke rumah sakit terlebih dahulu," ajak Sarah, Kiara menggelengkan kepalanya. "Tidak mau, aku tidak apa-apa. Sarah," tolak Kiara. "Aku tidak menerima penolakan, Kiara. Kita mampir ke rumah sakit sebentar, baru kau boleh pergi meninggalkan negara ini. Jika kau tidak mau periksa, aku juga tidak akan memperbolehkanmu pergi," ancam Sarah, sebab sudah beberapa hari ini Kiara seperti itu, dan membuatnya merasakan kecurigaan. Kiara menghela nafasnya perlahan, "baiklah, kita

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-10
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   POOR VICTOR

    Gedung tua, New York. "Dia sudah di dalam?" tanya Victor, Joshua mengangguk. "Sesuai dengan perintah Tuan, Nyonya Nicole, dan Delon sudah ada di dalam. Mereka sudah sama-sama terikat di kursi," Victor tidak menjawab, pria itu melangkah masuk ke dalam gudang. Menguatkan dirinya sendiri, Joshua sendiri turut melangkah masuk. Setibanya di dalam gudang, tubuh Victor bergetar ketika melihat Nicole. Hatinya terasa sesak. "Apakah saya saja yang mengeksekusi, Tuan?" tanya Joshua saat melihat respon tubuh Victor. Victor menggeleng, ia mengambil nafasnya, dan menghembuskannya perlahan. "Biar aku saja," lirihnya, Victor melangkah mendekati Nicole yang sudah menatapnya tajam. "Lepaskan aku sialan! Apa yang kau lakukan!" teriak Nicole, ia memberontak. Kedua matanya menatap marah Victor. "Aku melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan sejak lama, Nicole. Sudah seharusnya aku membun-uhmu sejak dulu, bukan membiarkanmu sampai kau merusak semuanya! Karena kau—Kiara pergi sialan!

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-11
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   PENYESALAN VICTOR

    Toronto, Kanada Sarah mengelus lengan Kiara. "Kau yakin akan bekerja?" tanya Sarah. Kini keduanya sudah berada di Toronto, sudah dua bulan mereka ada di sini. Keduanya bekerja di Martinez Corporation sebagai office girls. Kiara menatap Sarah, bibirnya mengulas senyumnya. "Aku yakin, usia kandunganku sudah hampir memasuki tujuh bulan. Sarah, aku harus mempersiapkan segalanya untuk anakku." Kiara mengelus perutnya yang sudah membuncit, hatinya menghangat jika mengingat sebentar lagi akan segera bertemu. "Baiklah jika begitu, kita berangkat sekarang." Sarah menggandeng tangan Kiara, membawa wanita itu untuk menunggu taxi. Martinez Corporation, Setibanya di perusahaan, Kiara dan Sarah langsung bekerja. Mereka berpisah dalam tugas masing-masing, Kiara sendiri masuk ke dalam ruangan CEO sekaligus pemilik perusahaan Martinez. Kiara yang sedang membersihkan meja, menoleh ke arah pintu yang terbuka. Wanita itu membungkuk hormat. "Selamat pagi, Tuan Alex." sapanya. Alex men

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-13
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CHAPTER 26

    Keesokan harinya, Joshua mengetuk pintu kamar Victor, pagi ini mereka akan melakukan pertemuan di perusahaan kliennya. Tak lama kemudian, Victor membuka pintunya. Victor menatap Joshua. "Apa mereka sudah menghubungimu?" Joshua mengangguk. "Sudah, Tuan. Mereka meminta Tuan langsung ke perusahaan." "Baiklah, kalau begitu tunggu aku di mobil. Sebentar lagi aku akan menyusul," "Baik, Tuan," Victor masuk ke dalam kamarnya kembali, ia mengambil dasinya, dan berdiri di depan cermin. Victor menatap dirinya sendiri, rasa sesak kembali merasuki benaknya, saat ia mengingat Kiara. Bayangan Kiara yang selalu memasangkan dasinya, dan membantunya bersiap terlintas di otaknya. Victor menghembuskan nafasnya perlahan. "Andai kau berada di sini, pasti kau yang sudah membantuku. Baby." Victor mengulas senyum tipisnya, tatapannya menjadi sendu. Tak lama kemudian, Victor bergabung bersama Joshua di mobil. Kini mereka menuju perusahaan yang akan mengadakan pertemuan, setibanya di sana

    Terakhir Diperbarui : 2024-07-15

Bab terbaru

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MELIAR DI TAMAN

    Victor mencium Kiara dengan penuh gairah, bibirnya menyapu dengan lembut namun menuntut, membuat wanita itu tenggelam dalam arus hasrat yang menggelora. Tangan besar Victor menelusuri lekuk tubuh Kiara, menariknya semakin dekat hingga dada mereka saling bertemu, seakan ingin menyatu lebih dalam. Kiara menggeliat dalam pelukan Victor, jemarinya menyusuri rambut pria itu, menariknya lebih dekat sementara desahan penuh nikmat meluncur dari bibirnya. Victor menyeringai, menikmati bagaimana istrinya menjadi begitu patuh dalam kungkungannya. "Kau benar-benar menggoda, Baby," gumam Victor dengan suara serak sebelum melumat bibir Kiara lagi, kali ini lebih menuntut, lebih mendominasi. Kiara tersentak, namun tubuhnya segera menyesuaikan, menerima setiap sentuhan Victor dengan penuh hasrat. Dengan satu gerakan kuat, Victor mengangkat Kiara dan mendudukkannya di bangku kayu yang dingin. Gaun rumah yang sederhana dengan mudah tersingkap saat tangan Victor mengelus pahanya, jemarinya meny

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CIUM AKU, DADDY

    Di sebuah toko bunga mewah yang terletak di sudut jalan kota, Victor berdiri dengan tenang, matanya menelusuri berbagai macam bunga yang tertata indah di dalam vas kaca. Wangi mawar dan lily bercampur lembut di udara, menciptakan suasana yang menenangkan. Tangan Victor yang besar dan kokoh mengambil seikat mawar merah dengan kelopak yang masih segar, lalu menatapnya sejenak. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat membayangkan bagaimana ekspresi Kiara ketika menerimanya nanti. Namun, momen itu terganggu oleh suara langkah kaki seseorang yang mendekat. "Victor." Sebuah suara lembut namun tajam bergema di udara. Victor menegang sejenak sebelum menoleh sekilas. Sosok wanita dengan gaun berwarna biru tua berdiri di sana, rambut panjangnya tergerai sempurna, matanya menatap Victor dengan penuh arti. Eleanor. Namun, Victor hanya menoleh sebentar sebelum kembali menatap mawar di tangannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia melangkah ke kasir. Eleanor memicingkan matanya,

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ANCAMAN EDWIN

    Keesokan harinya, suasana di sebuah kafe mewah di pusat kota terasa sibuk. Para eksekutif dengan setelan mahal memenuhi ruangan, membahas bisnis mereka dengan serius. Aroma kopi berkualitas tinggi bercampur dengan suara dentingan gelas dan piring, menciptakan harmoni yang khas. Di salah satu sudut ruangan yang lebih privat, Edwin Anderson duduk tegap di kursinya, ekspresi wajahnya tenang dan profesional. Seorang pria paruh baya dengan jas hitam yang rapi duduk di hadapannya, sementara beberapa dokumen terbuka di atas meja. "Mr. Anderson, saya harus mengakui, proposal Anda sangat mengesankan," ucap pria itu sambil melirik berkas yang tersusun rapi. "Namun, kami tetap ingin memastikan bahwa kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kami membutuhkan jaminan bahwa distribusi produk ini akan berjalan lancar tanpa kendala logistik." Edwin menyandarkan tubuhnya, menyesap espresso hitamnya sebelum menjawab dengan suara dalam yang tegas, "Anda tidak perlu khawatir, Mr. Col

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   RENCANA ELEANOR & CECIL

    Di sebuah kafe dengan desain klasik nan elegan, dua wanita duduk berhadapan di sudut ruangan yang sedikit tersembunyi. Aroma kopi hitam yang pekat bercampur dengan wangi vanilla dari lilin aroma terapi di setiap meja, menciptakan suasana yang nyaman. Namun, meski suasananya tampak damai, percakapan di meja itu jauh dari kata tenang. Eleanor mengaduk cangkir kopinya dengan pelan, pandangannya lurus ke depan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Sementara itu, wanita di hadapannya, Cecil, tersenyum miring sambil memainkan sendok peraknya. "Kau terlihat terlalu serius, Eleanor," ucap Cecil dengan nada santai, tapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. "Apa kau masih tidak terima kalau Victor sudah menjadi milik wanita lain?" Eleanor tersenyum tipis, tapi matanya berkilat tajam. "Victor bukan 'milik' siapa pun, apalagi wanita biasa seperti Kiara. Aku mengenalnya lebih lama. Aku tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Dia hanya… tersesat sejenak." Cecil terkekeh pela

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   SOSOK MASALALU

    Pagi menjelang dengan tenang di mansion keluarga Anderson. Matahari baru saja menyentuh puncak pohon ketika Kiara terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih diselimuti kehangatan Victor, yang lengannya melingkari pinggangnya dengan posesif. Ia tersenyum tipis, membiarkan dirinya menikmati momen itu sebelum akhirnya mencoba beranjak.Namun, begitu ia bergerak, lengan Victor mengencang."Jangan pergi," gumamnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.Kiara terkekeh, membelai rambut suaminya. "Anak-anak bisa bangun kapan saja. Aku harus melihat mereka."Victor membuka matanya perlahan, menatapnya dengan pandangan yang selalu berhasil membuat Kiara kehilangan napas. "Biarkan Sofia mengurus mereka sebentar lagi. Aku masih ingin bersamamu."Kiara menggigit bibir, hampir tergoda, tapi suara dentingan piring dari lantai bawah mengingatkannya bahwa hari sudah dimulai. Ia pun mencium pipi Victor singkat sebelum berhasil meloloskan diri dari pelukannya.Saat turun ke ruang makan, aroma kop

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KABAR BAHAGIA DARI SARAH

    Mansion keluarga Anderson berdiri megah di atas lahan luas, dikelilingi taman berhiaskan mawar putih yang bermekaran. Di halaman belakang, air mancur berlapis marmer memantulkan sinar matahari sore, menciptakan suasana damai yang selalu dirindukan Kiara setelah bepergian jauh. Hari itu, keluarga kecil mereka baru saja kembali dari perjalanan di laut. Kenneth dan Felix tidur nyenyak di kamar bayi, sementara Victor mengawasi mereka dari kursi di sudut ruangan, lengan bersilang di dada. Kiara berdiri di ambang pintu, mengamati suaminya yang tampak begitu tenang. "Kau terlihat seperti penjaga gerbang surga," godanya sambil melangkah masuk. Victor menoleh, seulas senyum tipis di bibirnya. "Jika begitu, berarti kau bidadarinya." Ia menepuk pahanya, memberi isyarat agar Kiara mendekat. Tanpa ragu, Kiara duduk di pangkuannya. Tubuhnya bersandar pada dada bidang Victor, menikmati kehangatan yang selalu membuatnya merasa aman. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara deru me

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KITA AKAN BERCINTA LAGI

    Matahari telah naik lebih tinggi, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan laut yang tenang. Kiara berbaring terlentang di atas selimut putih, dadanya masih bergerak naik-turun perlahan. Victor memandanginya dengan mata penuh kepuasan, jari-jarinya yang besar dengan lembut mengusap lekuk tulang rusuk sang istri. “Kau masih hidup?” goda Victor, suaranya serak namun penuh kelembutan. Bibirnya menempel di bahu Kiara, mengecap keringat asin yang mengering. Kiara memicingkan mata, tangan mungilnya menampar lembut dada Victor. “Hampir tidak,” jawabnya sambil tertawa ringan. “Kau benar-benar … tidak pernah kehabisan tenaga.” Victor menggeram rendah, mendekapnya erat sebelum bangkit dengan gesit. Tubuh atletisnya terpampang sempurna di bawah sinar matahari. “Ayo kita bersihkan diri,” ujarnya sambil merentangkan tangan. “Sebelum Sofia datang dan melihat kita seperti dua remaja mabuk cinta.” Kiara menggigit bibir, matanya menyapu tubuh Victor dari kepala hingga ujung kaki. “Kau yan

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MENGGELORA

    Matahari pagi menyingsap perlahan, menebar cahaya keemasan yang menari-nari di atas permukaan laut tenang. Yacht megah itu berayun lembut, seakan masih terbuai oleh kenangan malam penuh gairah. Sisa-sisa dekorasi pesta kemarin bergoyang ditiup angin sepoi, balon biru dan putih sesekali bersentuhan dengan riak air yang berkilauan. Kiara berdiri di tepi dek, kedua tangannya bertumpu pada pagar. Gaun putih tipis yang dikenakannya berkibar-kibar, memperlihatkan siluet tubuhnya yang ramping diterpa cahaya mentari pagi. Rambutnya yang berwarna brown diterbangkan angin, menciptakan aurora kegelisahan yang diam-diam diamati oleh sepasang mata biru tajam dari kejauhan. Victor melangkah mendekat dengan diam-diam, sepatunya nyaris tak bersuara di atas lantai dek yang masih lembap oleh embun pagi. Bau laut yang asin bercampur wangi vanilla dari parfum Kiara memenuhi indranya. Tanpa kata, kedua tangannya merangkul pinggang rambut itu dari belakang, menarik tubuh istrinya hingga pung

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ULANG TAHUN SIKEMBAR

    Angin laut berhembus lembut, membawa aroma asin yang menyegarkan di bawah langit biru yang cerah. Di dek sebuah yacht mewah yang tengah berlayar di tengah lautan, terdengar tawa ceria anak-anak. Kenneth dan Felix, putra kembar Kiara dan Victor, bermain di atas karpet tebal yang diletakkan di atas dek. Kedua bayi laki-laki itu kini berusia 11 bulan, sebentar lagi genap satu tahun. Kiara duduk di salah satu kursi berjemur, matanya tak lepas dari kedua anaknya yang tengah bermain dengan bola-bola kecil berwarna cerah. Wajahnya berseri-seri, menunjukkan kebahagiaan seorang ibu yang tengah menikmati momen bersama keluarganya. Victor, yang berdiri tidak jauh darinya, sesekali mengangkat Kenneth atau Felix dan melemparkan mereka ke udara sebelum menangkap mereka kembali, membuat gelak tawa kedua bayi itu semakin pecah. “Aku masih tak percaya mereka akan genap satu tahun minggu depan,” ujar Kiara dengan senyum lembut. Victor mendekatinya, menggendong Kenneth di satu tangan dan mer

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status