Share

Bab 65

Author: Liazta
last update Last Updated: 2024-05-09 22:48:16

Arion bukanlah jenis pria yang sabar menunggu. Namun semua itu berlaku ketika berkaitan dengan Zahira.

Pemuda berwajah bule itu dengan sabar menunggu Zahira keluar dari ruang rapat.

"Apa yang mereka bahas, mengapa lama sekali?" Gumamnya pelan.

"Jika aku meminta Hira untuk berhenti, dia pasti setuju." Arion berkata dengan yakin.

"Zahira itu gadis yang cerdas, rajin dan tekun, aku berani taruhan 50 juta. Jika dia mau berhenti, aku akan memberi kakak 50 juta. Namun jika tidak mau berhenti, maka, kakak yang harus memberikan aku uang 250 juta."

Mata Arion terbuka lebar ketika mendengar perkataan Lily.l

"Aku menang hanya dapat 50 juta, tapi jika kamu yang menang 250 juta?" Arion mengulangi aturan yang dibuat Lily.

Lily tersenyum sinis dan menganggukkan kepalanya. Senyum sinis seperti ini sudah menjadi ciri khas gadis tersebut.

"Ini tidak adil," tolak Arion.

Sungguh pintar sekali cara gadis itu untuk mendapatkan uang yang banyak. Aturan yang diberikan

"Yang menjadi bos diantar kita, sia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 66

    "Ada yang bisa saya bantu pak?" Zia masih menunggu jawaban dari bosnya.Sebastian hanya diam memandang gadis cantik yang saat ini duduk di depannya. Entah mengapa dia merasakan sesuatu yang berbeda ketika melihat Zia. Namun rasa apa ini, Sebastian juga tidak mengerti."Pak Sebastian." Zia memanggil karena pria itu hanya diam memandangnya. "Pak Sebastian. "Zia kembali memanggil. Sikap Sebastian yang seperti ini membuat dia bingung. "Iya," jawab Sebastian dengan gugup.Ada apa dengan dirinya? Mengapa bisa seperti ini. Sebastian sangat malu dengan apa yang barusan dia lakukan. "Maaf pak ada apa memanggil saya?" Zia bertanya dengan sangat sopan seraya tersenyum yang begitu sangat manis. Zia menyadari sangat mengagumi ketampanan bosnya. Apalagi melihat mata Sebastian yang tajam dan bola mata yang berwarna hitam pekat. "Tunggu sebentar." Sebastian mengambil ponsel yang tadi di letaknya di atas meja. Melihat Zia membuat dia hampir melupakan apa yang akan dilakukannya.Zia sedikit mengan

    Last Updated : 2024-05-13
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 67

    "Padahal cuma makan malam aja tapi kenapa harus berdandan seperti ini." Zahira memandang Arion yang duduk di sebelahnya. Gadis cantik itu hanya memandang beberapa detik saja dan kemudian menundukkan kepalanya. Zahira kesal terhadap jantungnya yang sudah mulai nakal. Setiap kali menatap wajah tampan Arion, jantungnya selalu saja berdetak lebih cepat. Setelah tadi menjemputnya di rumah sakit, pria itu langsung mengajaknya ke salon, kemudian butik dan sekarang mereka makan malam di sebuah restoran mewah. Zahira semakin larut dalam suasana ketika mendengar alunan musik romantis asal negara Itali. "Sesuai tema baby, makan malam romantis." Arion tersenyum memandang bidadari cantik yang duduk di sebelahnya. Zahira tidak menanggapi perkataan Arion. Namun dia membenarkan apa yang dikatakan pria itu. Zahira tidak pernah bermimpi bisa menikmati makan malam romantis seperti ini. Makan malam mewah seperti di film-film yang pernah ditontonnya. Malam ini penampilan mereka sangat seras

    Last Updated : 2024-05-19
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 68

    "Aku tidak menerima penolakan dari mu, baby. Menikahlah denganku. Jadilah ibu dari anak-anakku" Arion berkata dengan tegas tanpa menerima penolakan.Jantung Zahira berdegup cepat ketika mendengar perkataan Arion. Kata-kata manis pria itu mampu melelehkan hatinya "Aku akan membuat kamu mencintaiku dari hari ke hari. Aku pastikan rasa cinta itu akan semakin bertambah." Tatapan matanya dalam bahkan menembus hati si gadis. Zahira masih diam tanpa tahu harus menjawab apa. Apakah Zahira bisa menolak? jawabannya tentu tidak. Arion sudah mengambil keputusan, itu artinya dia harus menerima keputusan tersebut."Besok kita akan bertemu desainer busana untuk merancang gaun pernikahan kita." Arion berkata dengan tersenyum.Zahira seperti orang bodoh yang seakan tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam menatap Arion. Apakah ini keputusan terbaik, menikah dengan Arion?Zahira sadar bahwa dirinya tidak memiliki siapa-siapa lagi. Namun apakah benar pria itu bisa menjadi suami yang baik seperti

    Last Updated : 2024-05-20
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 69

    Bastian diam, otak cerdas mudah berpikir dan mencari panggilan yang baik untuk dirinya."Baiklah pak kalau gitu Saya akan panggil Om saja." Zia tersenyum manis memandang wajah bosnya yang tampan."Apa Kamu kira saya sudah terlalu tua, hingga layak dipanggil om." Sebastian tidak terima dengan panggilan yang tentukan oleh Zia. Meskipun usianya sudah tua namun dia menolak untuk menjadi tua. "Kenapa diam?" Sebastian berharap gadis cantik itu mengatakan bahwa dia tidak terlihat tua dan masih tampak muda.Zia diam dan mengamati wajah si bos. Tanpa mengenal sopan santun gadis cantik itu mendekatkan wajahnya untuk melihat setiap garis yang ada di wajah sang bos. Dan hal ini yang membuat Sebastian panas dingin bahkan gugup. "Casing sih belum terlalu tua Om, namun usia nggak bisa dibohongin. Karena usia itu bisa naik nggak bisa turun." Zia berkata dengan wajah polosnya.Bastian memandang Zia dengan wajah masam."Tapi memang bapak sudah tua, cocoknya sih dipanggil om." Zia berkata dengan senyu

    Last Updated : 2024-05-20
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 70

    Arion tidak sabar memberikan mahar pernikahan untuk Zahira. Sebuah rumah sakit besar yang berada tepat di sebelah perusahaannya. Untuk mendapatkan rumah sakit ini bukanlah hal yang mudah.Namun apakah Arion tahu tentang ini?Jawabnya tentu saja tidak.Sang paman lah yang selalu menuruti kehendaknya. Disaat orang kepercayaannya tidak bisa menego rumah sakit itu, Sebastian turun tangan dan langsung menemui si pemilik rumah sakit. Tanpa banyak penawaran, rumah sakit jatuh ke tangannya."Bagaimana lamaranmu diterima?" Sebastian duduk di depan Arion dan memandang keponakannya."Tentu saja sukses paman, ide mu luar biasa," puji Arion sambil tersenyum bahagia. Tidak diduga ternyata ide pamannya sangat bagus. Terbukti, Zahira tidak bisa menolaknya."Pantas saja kau sudah senyum-senyum sendiri," sindir Sebastian.Arion bahagia, begitu juga dengan dirinya. Sebastian merasa sangat bahagia ketika melihat kebahagiaan yang terpancar dari sorot mata Arion. "Sebentar lagi, aku akan melepaskab statu

    Last Updated : 2024-05-24
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 71

    Sebastian duduk di meja kerjanya. Perbedaan usianya dengan Arion selisih 8 tahun. Itu artinya sebagai seorang paman yang usia lebih tua, Sebastian harus menikah lebih dulu.Tunggu dulu! Sejak kapan perjaka tua itu punya niat untuk menikah? Apakah ini artinya Sebastian sudah menjadi pria dewasa? Sebastian menggeleng-gelengkan kepalanya ketika membayangkan pernikahan. Namun apa yang selama ini dikatakan oleh keponakannya benar. Hidup sendiri itu tidak nyaman, tidak enak dan kesepian. Apalagi sebentar lagi Arion akan menikah dan fokus dengan kehidupan barunya. Sebastian menekan-nekan keyboard komputernya secara asal dan sorot mata tertuju ke arah komputer namun pikiran jauh entah sampai ke mana. "Permisi pak," kata Zia yang sudah membuka pintu. Sebastian yang pura-pura sibuk menghentikan pekerjaannya dan memandang gadis cantik yang sudah mencuri perhatiannya. "Duduk!" Sebastian menunjuk kursi yang ada di depannya dengan dagu. "Ada apa pak?" Zia memandang pria itu dengan malu-ma

    Last Updated : 2024-05-29
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 72

    Deg!Jantung Zia berdetak cepat ketika mendengar perkataan Sebastian.Besok lusa menikah? Apa maksudnya? Zia memandang Sebastian dengan mata melotot."Jangan bercanda? "Alina menolak pernyataan Sebastian. Dia sangat tahu bahwa pria itu tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Bahkan Alina meragukan kejantanan pria itu. Dia yakin bahwa Sebastian bukanlah laki-laki normal. Rasanya mustahil jika Sebastian memiliki calon istri. Sebelum menjalankan rencananya, Alina sudah menyelidiki tentang Sebastian. Begitu juga dengan Heru."Aku tidak pernah bercanda dengan apa yang aku ucapkan." Sebastian tersenyum miring. Sebastian berkata dengan gaya santainya. Tanpa menyadari bahwa kedua bola mata wanita cantik-cantik itu hampir melompat dari tempatnya ketika mendengar pernyataannya."Bass, kau tidak bisa membohongi aku seperti ini." Alina benar-benar marah. Wajah cantik wanita itu sudah memerah dengan gigi merapat. "Aku tahu, kau hanya wanita jalang, jadi jangan pernah menggoda Sebastian ku."

    Last Updated : 2024-05-30
  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 73

    Zia mendorong tubuh Sebastian dengan keras namun tidak sedikitpun tubuh pria itu bergeser dari tempatnya. Bahkan Sebastian semakin erat memeluk pinggangnya."Pak lepas!" Zia memandang Sebastian dengan marah. "Jika ingin aku melepaskan mu, cium dulu, " pinta Sebastian.Permintaan nyeleneh dari si bos membuat mata gadis itu terbelalak. "Maksudnya mengapa bapak ngomong seperti itu sama mbak yang tadi datang ke sini?" Zia akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sejak tadi menumpuk di tempurung kepalanya. "Apa masih harus dijelaskan, Padahal kamu sudah dengar sendiri apa yang tadi saya katakan kepada wanita cantik itu." Sebastian tersenyum kecil ketika melihat wajah Zia yang memerah karena marah. Terlihat jelas bahwa gadis itu tidak terima ketika Sebastian memuji Alina."Jika dia cantik kenapa tidak mau menikah dengan dia. Bukannya tadi dia sudah mengungkapkan cinta sama bapak?" Gadis cantik itu memandang Sebastian dengan wajah masaknya.Setelah berulang kali menciumnya, sekarang justru me

    Last Updated : 2024-05-31

Latest chapter

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 209

    Alex menunggu di depan ruang operasi bersama dengan Arion dan Sebastian. Namun karena operasi berjalan sangat lama, Arion dan Sebastian pulang. Kini tinggal Alex seorang yang menunggu. 20 jam menunggu akhirnya lampu yang menyala di ruang operasi dipadamkan. Ini pertanda bahwa operasi telah selesai. Namun tetap saja Alex merasakan jantungnya yang berdebar dengan cepat. Bagaimana jika operasi tidak berjalan dengan baik. Hal itu rasanya tidak mungkin, mengingat tim dokter yang disediakan oleh Arion bukanlah tim Dokter sembarangan. Bahkan Arion mendatangkan dokter-dokter dari luar negeri yang memang sudah terkenal dengan kemampuan dibidangnya masing-masing. Pintu ruangan terbuka, tim Dokter pun keluar dari dalam ruangan. "Dokter Vandra, bagaimana kondisinya?" Alex langsung bertanya dengan Vandra yang merupakan ketua tim."Operasi berjalan dengan lancar namun pasien masih dalam keadaan kritis. Dalam artian kita akan menunggu selama 24 jam untuk memantau kondisi pasien. Jika kondisi pa

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 208

    Arion sibuk mengganti popok putrinya yang sedang pup. Dengan sangat telaten, pria tampan itu membersihkan pantat bayinya dengan tisu basah. Setelah bersih barulah memasangkan popok yang baru. Arion sangat menikmati perannya menjadi seorang ayah. Ketika putri kecilnya menangis, ia yang bangun lebih dulu. Jika bayi cantik itu bangun karena merasa tidak nyaman dan meminta diganti pipok, Arion tidak akan membangunkan istrinya, dia yang akan menganggti sendiri."Anak Daddy sudah wangi." Arion tersenyum dan mencium pipi bulat putrinya. "Kamu sangat cantik, Mirip mommy." Arion berkata sambil memandang Zahira yang tertidur lelap. Bayi cantik itu memandang Arion dengan bibir bulat. Seakan ia sedang berbicara dengan Daddy nya. Wajah bayi cantik itu sangatlah sempurna. Hidung mancung, bibir kecil, warna kulit putih kemerahan dan rambut yang berwarna coklat. Meskipun paras wajahnya mirip Zahira, namun warna kulit, hidung, mata, Serta alis, milik sang Daddy. Sepertinya bayi cantik itu sangat p

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 207

    "Paman, sudah 1 bulan aku disini. Aku bosan mencium aroma obat dan juga aroma desinfektan. Aku rindu aroma kamar. Aku rindu dengan tempat tidur yang empuk seperti di dalam kamar ku. Paman, Aku ingin pulang. Apa Paman bisa meminta izin dengan dokter?" Tanya Shelina. Alex diam beberapa saat. "Ya Paman, aku sudah tidak mau lagi merasakan seperti ini. aku ingin pulang saja. Aku sudah lelah merasakan jarum suntik yang selalu menusuk kulit ku. Aku juga sudah bosan minum obat, hingga lidah ku terasa pahit. Aku ingin menikmati hidup, makan yang banyak tanpa larangan. Minum-minum yang manis dan segar. Aku juga ingin makan bakso dengan cabe rawit." Shelina sudah seperti orang yang pasrah dan putus asa. Ia tidak ingin menghabiskan sisa umurnya di atas tempat tidur pasien. "Kamu jangan bicara seperti itu. Dokter sedang mengatur jadwal operasi kamu. Ada orang yang bersedia mendonorkan mata serta ginjalnya." Alex memberi tahu Shelina. Setelah mendengar ini, ia berharap Shelina akan bersemang

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 206

    Mendengar perkataan Arion, Zahira pun menganggukkan kepalanya. Dia kembali mengejan. Satu kali, dua kali hingga 3 kali, akhirnya terdengar suara bayi memenuhi ruangan. Suaranya benar-benar ngebas dan melengking. "Bisa dipastikan bakal jadi rocker." Dokter yang membantunya berkata dengan tertawa. Bayi perempuan itu benar-benar sangat cantik dengan hidung yang mancung seperti Daddy nya. Sedangkan bibir kecil seperti mommy nya. "Ini tidak mirip dengan dokter Zahira." Dokter itu langsung memberikan penilaian sambil mengamati wajah cantik bayi tersebut."Iya, mirip dengan Daddy nya," kata suster yang satunya. "Ini mirip dokter Zahira." Suster yang sedang membersihkan bayi cantik itu ikut berbicara. "Mirip sekali dengan dokter Zahira," kata dokter anak yang sedang memeriksa detak jantung bayi. Arion dan Zahira tampak kebingungan ketika melihat tim medis yang ribut memperdebatkan masalah anak yang mirip ibu atau mirip ayahnya. "Sebaiknya kalian jangan berkelahi. Kami membuat dan saling

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 205

    Didalam mobil Sebastian duduk di posisi tengah. Sedangkan Zahira di sebelah kiri dan Zia disebelah kanan. Pria itu tampak kewalahan ketika menghadapi istri, serta istri dari keponakannya. Rambutnya ditarik dari sebelah kanan dan kiri. Hingga dia harus merasakan sakit di kulit kepalanya. Mengapa kedua wanita ini begitu sangat kejam hingga menyiksanya seperti ini. Sebenarnya yang salah siapa, apakah calon anak dan juga calon keponakannya? Sebastian hanya bisa pasrah ketika rambutnya di tarik dari segala arah. Bukan hanya rambut saja yang ditarik Zahira dan Zia, tangan kiri kanan juga menjadi sasaran kesakitan kedua wanita tersebut.Selama perjalanan ke rumah sakit, Sebastian merasakan penderitaan yang luar biasa. Kedua wanita itu yang akan melahirkan, namun dia juga merasakan kesakitan yang tidak kalah hebatnya. Belum lagi Zia yang mengomel karena menganggap ini semua karena ulah Sebastian.Namun rasa kesal di hatinya mendadak hilang ketika melihat wajah Zia yang begitu sangat kesaki

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 204

    Mpok Siti berlari ke rumah Sebastian tanpa memutuskan sambungan telepon dengan Arion. "Tuan Sebastian!" Empok Siti langsung memanggil Sebastian. "Ada apa mpok." Sebastian tampak sedang panik. Pria itu baru saja keluar dari kamar sambil memapah istrinya."Tuhan Sebastian, Nyonya Zahira sedang kesakitan. Sedangkan Tuan Arion sekarang di rumah sakit. Jika menunggu tuan Arion pulang, takutnya Nyonya Zahira kelamaan menahan sakitnya. Apakah tuan bisa membawa Nyonya Zahira ke rumah sakit." Mpok Siti berkata dengan tergesa-gesa. Tampak jelas bahwa wanita paruh baya itu benar-benar panik dan mencemaskan kondisi majikannya. "Zia juga sedang kesakitan mau melahirkan. Saya juga mau ke rumah sakit. Baiklah sekalian saja saya akan membawa mereka langsung ke rumah sakit," kata Sebastian "Nyonya Zia juga akan melahirkan?" Mpok Siti terkejut ketika mendengar perkataan dari Sebastian. "Iya, Mpok tolong bawakan tas ke mobil." Sebastian menunjuk tas yang sudah disiapkannya."Baik Tuan." Mpok Siti

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 203

    "Paman, segera temukan orang yang menyiram Sherina dengan air keras. Aku yakin pelakunya sama dengan orang yang menikam Shelina." Arion berkata dengan wajah marah.Meskipun Heru begitu kejam terhadapnya namun ia tidak sepenuhnya membenci Shelina. Rasa sayang terhadap Shelina tidak akan pernah hilang begitu saja.Melihat Shelina sakit hingga tubuhnya kurus seperti ini saja sudah membuat dia sedih. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada yang mau mendonorkan ginjal untuk gadis malang tersebut."Baik," jawab Alex. Tanpa di perintahkan Arion, ia akan mencari orang itu sampai dapat. "Berikan perawatan terbaik untuk Sherina. Aku ingin dia ditangani oleh dokter kulit terbaik. Begitu juga dengan matanya. Jika perlu kamu boleh mendatangkan dokter dari luar negeri. "Arion berkata sambil memandang Dokter Vandra yang duduk di depannya. "Baiklah, aku memiliki teman yang merupakan dokter terbaik di dunia. Aku akan mengundangnya datang ke sini. Aku yakin dia pasti bersedia untuk memb

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 202

    Setelah selesai menjenguk sang Papi, Shelina berpindah ke lapas perempuan. Ia di kursi tunggu sambil menunggu kedatangan sang Mami dan juga Kakaknya. Shelina tersenyum ketika melihat Ema dan Alina datang secara bersama. "Mami, Shelin bahwa dimsum." Dengan senyum ceria Shelina memeluk Ema. Setelah seluruh keluarganya ditahan, Shelina kehilangan semangat dalam hidupnya. Ia juga tidak bisa bebas keluar, karena pembencinya yang begitu banyak. Dimanapun Shelina berada, Jika berjumpa dengan masyarakat, pasti langsung di hujat. Tak jarang juga, ia dipukul dan dipermalukan di depan umum. Karena statusnya anak seorang pembunuh. Naman Irwan yang melekat di belakang namanya, membuat Shelina tidak bisa bekerja di manapun. Namun walau seperti kondisinya, Shelina tetap tidak mengeluh dan menyalakan orang tuanya."Wah enak sekali, apa ini Shelin yang masak?" Ema langsung membuka kotak makanan dan mencicipi masakan yang dibawakan Shelina."Iya dong mi," jawab Shelina dengan bangga."Enak sekali k

  • Dokter Manis Kesayangan Tuan Crazy Rizh   Bab 201

    Shelina tidak kuasa menahan tangisnya ketika melihat berita. Pemberitaan diberitahukan bahwa tanggal eksekusi mati untuk 3 orang terpidana pembunuhan sadis sudah di tetapkan. Tanggal 25 Januari 2025, tiga orang terpidana akan dieksekusi. Terpidana itu adalah Heru Irawan 50 tahun, Ema Sari 47 tahun, Alina Irawan, 25 tahun. Itu artinya hanya satu Minggu lagi. Seharusnya Heru sudah di hukum mati sejak tanggal 10 November 2024. Namun ternyata diundang hingga tanggal 25 Januari. Shelina duduk termenung sambil memandang foto keluarga. Foto ini diambil ketika Alina baru kembali dari Paris. Ia tidak menduga bahwa inilah foto terakhirnya bersama keluarga. Kuat tidak kuat, ia harus tetap menghadapinya dan mencoba untuk iklas menerima kematian orang-orang yang disayanginya dengan cara seperti ini. Mungkin dengan cara kematian seperti ini dosa-dosa mereka dapat sedikit terampuni. Tubuh Shelina semakin lama semakin lemah. Kesehatannya juga semakin memburuk. Seharusnya dia sudah menjalani operasi

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status