Share

Bab 45

Author: Chokolate_21
last update Last Updated: 2023-11-21 20:44:32

Sejak dua puluh menit yang lalu, ke dua mata Waldi tidak bosan-bosannya menatap wajah Mila yang sedang terlelap di bawah hangatnya selimut tebal. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh, tapi Waldi belum berniat membangunkan Mila untuk shalat subuh berjamaah.

Senyum tipis selalu muncul di wajah Waldi, mengagumi kecantikan bidadari yang sedang menikmati mimpi. Waldi membelai ringan pipi Mila yang terasa halus. Sampai detik ini Waldi masih tidak menyangka ia bisa menikahi Mila.

“Aku tahu, pada saat awal-awal menikah kamu pasti tersiksa. Maafkan aku yang sudah sangat egois merenggut semua kebahagiaan dan cita-cita kamu,” kata Waldi, dengan suara pelan. Tanpa lelaki itu sadari air matanya sudah menggenang.

Mila mengerjapkan mata, sebab tidurnya terusik dengan hangatnya napas yang menyapu permukaan lehernya. Wanita itu menoleh ke samping dan mendapati Waldi sedang menenggelamkan wajah di sana.

“Mas.” Mila memanggil Waldi dengan suara serak.

“Hmm.” Waldi hanya sanggup berdehem kar
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 46

    Bumi sudah berhasil di tangani oleh dokter dan sekarang Waldi dan Mila sedang berada di ruangan mendengarkan penjelasan dari dokter mengenai kondisi Bumi.“Jadi dia bukan anggota keluarga dari Bapak atau pun Ibu?” tanya sang dokter setelah mendengar penjelasan bagaimana Waldi bisa bertemu dengan Bumi dengan kondisi seperti itu.“Iya, Dok, sebenarnya kami juga ingin sampai puncak, tapi tidak tega meninggalkan Bumi dalam kondisi seperti tadi,” kata Waldi.“Untung saja Bumi cepat ditangani, lukanya sudah bengkak, jika dibiarkan sampai berhari-hari tanpa penanganan yang benar bisa infeksi dan berakibat fatal. Saya akan resepkan beberapa obat dan salep untuk obat luarnya bisa Bapak atau Ibu tebus di apotek,” ujar dokter itu lalu menuliskan resep untuk Bumi.“Semoga Bumi lekas sembuh ya lukanya,” kata si dokter kepada Bumi yang masih duduk di brankar rumah sakit.“Iya dok,” kata Bumi.“Kalau begitu saya pamit ya, Dok,” ujar Waldi setelah berjabat tangan dengan dokter ia pun keluar.Dengan s

    Last Updated : 2023-11-21
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 47

    Waldi dan Mila sudah tiba di ibu kota pada siang hari tepatnya jam satu lebih tiga puluh menit. Masalah camping yang gagal tidak Mila pikirkan, bahkan tidak ada kecewa sedikitpun. Sekarang Waldi sedang berada di ruang kerja karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan.“Masak apa ya buat hari ini? Apa pesan online saja, badanku rasanya lelah sekali,” gumam Mila, sambil memijat leher bagian belakangnya yang terasa pegal. Mila yakin salah posisi tidur saat di pesawat.“Sayang, kamu kenapa?” tanya Waldi tiba-tiba saja datang ke dapur melihat Mila sedang duduk di kursi meja makan. Melihat istrinya memijat leher membuat Waldi khawatir.“Kamu lagi nggak enak padan?” tanya Waldi lagi sambil menempelkan punggung tangan ke kening Mila.“Nggak kok, Mas, leher aku rasanya kaku aja mungkin karena salah posisi tidur di pesawat,” jawab Mila dengan senyum.“Sudah, kamu istirahat saja ya. Nggak usah masak hari ini, kita pesan online saja. Kamu mau makan apa?” Waldi merogoh saku celana mengambil pons

    Last Updated : 2023-11-27
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 48

    “Zoya pulang!”Zoya memasuki rumahnya yang setiap hari sepi. Entah sampai kapan rumah yang selama ini menjadi tempat singgahnya selalu sepi. Terkadang Zoya jenuh, tapi ia tidak boleh marah karena takdirnya sudah seperti ini.“Dari mana saja kamu?” seorang lelaki berusia sekitar 60 tahun berjalan kearah Zoya dengan wajah terlihat marah.“Kenapa telepon dari Papa tidak kamu jawab, Zoya?”Zoya tetap diam, perempuan itu duduk bersandar pada sofa dengan mata tertutup rapat. Telinga Zoya seakan sudah tuli setiap hari mendengarkan ocehan dan ceramah dari orang tuanya.“Zoya capek, Pah, mau istirahat dulu,” kata Zoya, masih di posisi yang sama.“Jawab dulu pertanyaan Papa, kenapa kamu tidak menjawab telepon dari Papa?”“Tadi ban mobil Zoya pecah, Pah, untung ada Waldi yang bantu,” jelas Zoya.“Zoya, mau sampai kapan kamu terlihat seperti perempuan murahan, hah? Waldi sudah punya istri dan hidup bahagia, kamu juga harus mencari kebahagiaan kamu sendiri. Sudah cukup membuat malu orang tuamu, ma

    Last Updated : 2023-11-27
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 49

    Sejak duduk di bangku kuliah, Mila memang sering berkunjung ke panti asuhan hanya untuk bermain dengan anak-anak. Kehadiran Mila membuat ibu panti sangat terbantu, karena anak-anak menjadi bahagia dan bisa sedikit belajar membaca dan menghitung. Ibu panti adalah seorang janda, suaminya telah meninggal 10 tahun yang lalu. Pada saat itu panti sedang dalam keadaan kesusahan, ibu panti mengurus kurang lebih 20 anak seorang diri. Ibu panti nyaris menyerah, mengurus anak-anak seorang diri tanpa kehadiran suami itu sangat berat. Namun, Ibu panti adalah seorang wanita yang hebat, ia mampu berdiri di kaki sendiri menghidupi anak-anak dari hasil kerjanya sendiri, dan sekarang panti asuhan yang didirikannya pun sudah terkenal.“Kalian berdua sudah makan apa belum?” tanya ibu panti kepada Waldi dan Mila yang sedang duduk lesehan beralaskan karpet bersama anak-anak panti lainnya.“Ibu, duduk di sini bersama kami, jangan asik sendiri,” kata Mila.“Ibu itu nggak bisa diam kalau ada tamu datang,” uja

    Last Updated : 2023-11-27
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 50

    “Kalian berdua sudah saling mengenal?” tanya Heros menatap anaknya dan anak sahabatnya secara bergantian.Zoya diam, masih dengan tatapan terkejut ia pun duduk di samping mamanya.“Tidak begitu mengenal, Pah, kita pernah tidak sengaja bertemu di salah satu tempat,” jelas Kevin, kepada sang papa.Heros terkekeh pelan wajah lelaki paruh baya itu terlihat sangat bahagia. Zoya yang melihat kebahagiaan di wajah teman papanya itu bingung dan banyak pertanyaan di dalam pikirannya.“Mungkin secara tidak sengaja pernah bertemu di tempat nongkrong. Namanya juga anak muda pasti suka nongkrong di tempat kopi atau di mall,” kata Karmila, sambil menatap Zoya dengan senyum lebar.“Wah, sepertinya pertemuan ini akan sangat menyenangkan,” ujar Kasen, wajah kesalnya sudah tidak lagi terlihat digantikan dengan senyum cerah penuh kebahagiaan.“Mah, kita mau ngapain sih di sini?” tanya Zoya berbisik lirih di dekat telinga sang mama.“Sepertinya Zoya ini adalah tipe anak perempuan yang tidak suka ribet ya,

    Last Updated : 2023-11-27
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 51

    Zoya terus merintih kesakitan, perutnya semakin perih dan terasa terbakar. Kevin yang kebingungan mencoba mencari cara untuk agar Zoya membaik.“Kita ke dokter terdekat aja ya,” usul Kevin.“Terserah yang penting sekarang gue bisa dapet penanganan yang baik. cepetan perut gue sakit!” Zoya menjambak rambut belakang Kevin pada saat lelaki itu menggendongnya. Zoya sudah terlihat seperti ibu hamil yang sedang kontraksi dan Kevin sebagai suaminya. banyak pasang mata yang menatap keduanya, namun Kevin tidak peduli karena yang menjadi tujuan utamanya adalah menuju mobil untuk membawa Zoya ke rumah sakit.“Gara-gara kegilaan lo perut gue jadi sakit kaya gini,” omel Zoya setelah masuk ke mobil. Zoya menekuk kedua kakinya supaya sakit perutnya tidak lagi terasa menyiksa.“Aduh, iya, iya, gue minta maaf. Gue juga nggak tau kalo bakal jadi separah ini kejadianannya.” Kevin mulai menyalakan mobil dan melaju kencang menuju rumah sakit terdekat tanpa memberi tahu kedua orang tua Zoya terlebih dahulu

    Last Updated : 2023-11-27
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 52

    Waldi dan Mila sudah sampai di rumah. Bahagianya hati mereka sudah berkunjung ke salah satu panti asuhan yang ada di daerah mereka tinggal.“Mau masak apa lagi?” Tanya Mila pada saat melihat suaminya sedang sibuk membuat keributan di dapur. Gelas yang beradu dengan meja dan masih banyak lagi.Waldi menatap istrinya lalu menyengir tanpa rasa bersalah. “Nggak kok, sayang, aku lagi mau buat kopi.”“Kopi lagi?” tanya Mila sambil menghampiri sang suami yang sedang memegang sebungkus kopi hitam.“Abisnya kalau nggak minum kopi aku ngantuk. Masih banyak yang belum aku kerjain, minggu depan kan kita sudah keluar kota untuk pembukaan cabang baru,” jelas Waldi, sambil mengusap puncak kepala Mila yang tidak ditutup kerudung.“Ya sudah, jangan banyak-banyak minum kopinya.”Waldi mencium pipi Mila gemas. “Iya sayang.”“Ya sudah, aku mau ke kamar dulu ya,” kata Mila kemudian berlalu pergi.Waldi menyelesaikan membuat kopinya dan kemudian masuk ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yang su

    Last Updated : 2024-01-06
  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 53

    “Sayang, aku cari ternyata di sini.” Waldi duduk di samping Mila melihat istrinya yang sedang sedih, Waldi langsung membawa Mila ke dalam dekapan.“Kenapa sayang?” tanya Waldi dengan nada lembut. Waldi mengusap puncak kepala Mila dengan penuh kasih sayang.“Setelah pulang dari rumah sakit Abi akan langsung sehat kan, Mas? Nanti kita akan pulang sama-sama kan?” air mata Mila mengalir deras ketika mengatakan isi hatinya.Waldi menghela napas kasar untuk mengusir rasa sesak di dalam dadanya. “Abi akan pulang bersama kita dan Abi akan semakin sehat nantinya.” Waldi menghapus air mata Mila menggunakan dua jempolnya. “Sudah, tidak boleh menangis. Kalau Abi tahu anak perempuannya menangis bisa kena omel nanti aku.”Mila terkekeh pelan. Abinya memang sangat posesif, tapi dibalik itu semua Adra sangat menyayangi dan mencintai putri semata wayangnya.“Nah gitu dong kalau senyum kan semakin cantik,” goda Waldi, sambil mencolek dagu Mila menggunakan telunjuk.“Ih apa sih. Pinter banget kalau gomb

    Last Updated : 2024-01-06

Latest chapter

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 85

    “Kevin, lo kebiasaan banget sih taro handuk sembarangan kaya gini.” Pagi-pagi sekali rumah yang biasa sepi sekarang selalu dihiasi oleh teriakan melengking Zoya dengan permasalahan yang sama. setelah mandi Kevin kebiasaan menaruh handuk selalu di atas kasur sehingga membuat kasurnya basah.“Kenapa sih, sayang? Masih pagi ini marah-marah terus,” kata Kevin, berjalan sampai menghampiri Zoya seperti tidak ada dosa lelaki itu.“Udah berkali-kali aku bilang, handuk jangan taruh di kasur, nanti basah jadi jamuran.” Zoya berjalan ke kamar mandi untuk menaruh handuk itu pada tempatnya.“Marah-marah nih, nanti makin cantik gimana? Jangan-jangan kamu udah mau PMS ya, makanya moodnya naik turun gini?” Kevin menarik Zoya untuk duduk di pangkuannya. Masih dengan wajah yang ditekuk Zoya tidak mau menatap lelaki di depannya.“Wajahnya kok masih cemberut gitu sih, sayang?” Kevin mencoba membujuk Zoya supaya mau menatapnya, tapi hasilnya tetap gagal karena Zoya masih marah sama Kevin.“Lagian, harus b

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 84

    Sebeluma akhirnya Mila memutuskan untuk menemui Waldi, ada banyak pertimbanga yang harus ia pikirkan. Setelah shalat dan berdoa meminta petunjuk kepada Allah, entah mengapa pikiran Mila langsung tertuju pada Waldi.“Aku ingin di posisi ini lebih lama sebelum kita ada di sidang perceraian besok,” kata Waldi, saat berada di dalam dekapan Mila yang selama ini ia rindukan. Waldi menangis di sana, ia tidak bisa menahan air matanya mengingat kebodohannya sampai membuat calon anak mereka tiada.Mila hanya diam. Tangan kanannya yang lembut dan mungil it uterus mengusap punggung suaminya yang lebar. Lagi-lagi Mila ingat besok adalah hari perceraian mereka. Keputusan terakhir sebelum berpisah secara agama dan negara.“Maafkan aku,” kata Waldi, lelaki itu tetap terus meminta maaf kepada Mila atas kesalahannya kemarin. Waldi sadar kesalahannya itu tidak bisa dimaafkan, tapi ia masih tetap berharap ada ruang kesempatan untuk dirinya memperbaiki semuanya.Mendengar kata maaf yang keluar dari mulut

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 83

    Satu bulan telah berlalu, kondisi Mila yang semakin membaik setiap harinya membuat Yalina dan Adra senang dengan perkembangan itu. Sejak pulang dari rumah sakit, Mila sudah kembali tinggal bersama orang tuanya, sementara Waldi tinggal di rumah sendiri. Selama satu bulan itu Mila tidak tahu bagaimana kondisi Waldi dan tidak mau tahu juga. Rasa sakitnya masih terasa mendalam sampai saat ini.“Mila, besok adalah putusan sidang perceraian kalian. Apakah kamu yakin dengan keputusan ini?” tanya Adra kepada sang putri untuk mendapatkan jawaban sekali lagi yang lebih meyakinkan. Mila tetap memutuskan untuk berpisah dengan Waldi, karena ia merasa sudah tidak ada yang bisa diperbaiki lagi.“Mila yakin, Abi. Mila tahu, perceraian tidak diajarkan dalam agama kita, tapi jika terus dipaksa bersama maka Mila yang terus mendapatkan dosa,” jelas Mila. Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat lagi.“Apakah kamu tahu bagaimana kondisi Waldi selama satu bulan terakhir ini?” tanya Adra lagi.Mila menggele

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 82

    Pagi-pagi sekali ke dua orang tua Kevin berkunjung ke rumah, sebenarnya mereka berdua ingin berangkat ke kantor karena arah yang sama jadi mampir lebih dulu ke rumah anak mereka.“Wah, wah, ada apa gerangan ini kok pagi-pagi udah keramas aja, barengan lagi,” celetuk Heros pada saat melihat Zoya dan Kevin rambutnya sama-sama basah.Mendengar ucapan papa mertuanya membuat ke dua pipi Zoya merah merona karena malu.“Papa ini seperti tidak pernah merasakan jadi pengantin baru saja,” kata Anya, sambil menyenggol pelan siku sang suami.“Sepertinya sebentar lagi kita akan menimang cucu, Mah,” kata Heros, penuh semangat.“Apa sih, Pah,” ujar Kevin, meminta ke dua orang tuanya untuk berhenti menggodanya.Kevin tidak tahan melihat ke dua pipi Zoya yang sudah merah, ingin rasanya Kevin menangkup ke dua pipi itu menggunakan tangan besarnya lalu memberi sedikit cubitan. Namun, sayangnya ke dua orang tua mereka masih ada di sana.“Mama sama Papa tumben main ke sini nggak bilang-bilang dulu?” tanya

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 81

    Malam ini untuk pertama kalinya Zoya dan Kevin menempati kamar utama yang sudah sejak lama Kevin siapkan untuk istrinya nanti. Kamar yang menjadi saksi pergulatan panas mereka tadi siang yang akhirnya membawa ke duanya pada hubungan rumah tangga yang semakin erat.“Vin, lampunya nggak akan lo matiin, ‘kan?” tanya Zoya wajahnya penuh rasa takut terakhir kali lampu kamar dimatikan saat tidur, paginya Zoya demam sampai di bawa ke rumah sakit.“Kalau pakai lampu tidur aja gimana?” tanya Kevin.Zoya nampak berpikir lalu pada akhirnya mengangguk. “Boleh. Tapi lo tidurnya jangan jauh-jauh dari gue ya, gue takut gelap.”Kevin terkekeh pelan. “Dengan senang hati aku akan memberikan pelukan hangat, sayang.”“Ih, aku kamu? Kok gue geli ya dengerinya,” kata Zoya wajahnya terlihat tidak nyaman dengan panggilan baru itu. Wajar saja Zoya belum terbiasa, karena memang keseharian mereka hanya memanggil lo dan gue.“Loh, kenapa harus geli? Kita kan sudah suami istri, emang kamu nggak mau kehidupan rum

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 80

    Keluarga Waldi dan Mila sudah sampai di rumah sakit, ketika diberi tahu Mila mengalami kecelakaan tentunya mereka syok berat bahkan Yalina sempat tidak sadarkan diri di rumah. “Kamu keterlaluan, Waldi!” Jeff murka setelah Waldi menjelaskan semuanya. Menurut Jeff, apa yang dilakukan Waldi memang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia.Jeff memutuskan untuk duduk supaya emosinya reda dari pada ia menjadi pusat perhatian karena membuat keributan di rumah sakit.“Setelah anakku keluar dari rumah sakit, ceraikan dia!” perintah Adra. Lelaki itu juga naik pitam karena cinta putri semata wayangnya dikhianati oleh Waldi. Waldi yang sebelumnya sudah mendapatkan restu dari keluarga, tapi dengan mudahnya mengkhianati begitu saja.“Abi, Waldi mohon beri satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Semua yang kalian dengar tidak seperti yang kalian kira,” kata Waldi, lelaki itu mencoba untuk meluruskan masalah, tapi semuanya sudah terlanjur berantakan.“Apa lagi yang mau kamu perbaiki, Wa

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 79

    Sekarang Kevin dan Zoya sudah berada di rumah sendiri. Akhirnya bisa lepas dari pertanyaan ‘kapan punya momongan?’ dari orang tuanya sendiri. Jika mendengar pertanyaan yang sama lagi dari orang tuanya, Zoya ingin menenggelamkan diri saja di sungai Amazon.“Woy, lagi ngelamun in apa?” tanya Kevin yang tiba-tiba saja membawa banyak cemilan di tangannya.“Ih, apa itu? Gue mau dong.” Zoya menatap penuh minat jajanan di tangan Kevin.“Dih, ambil sendiri lah,” kata Kevin, sambil menyembunyikan jajanan yang ia bawa tadi.“Nggak usah pelit sama istri sendiri.” Zoya merebut paksa jajanan yang ada di tangan Kevin. Raut wajah kemenangan Zoya langsung terpancar jelas.“Malah ngalah mengalah aja lo baru sadar udah punya suami. Tapi lo lupa tugas sebagai istri itu apa aja,” kata Kevin, sambil membersihkan sisa-sisa micin di tangannya.“Bodo.” Lalu Zoya meninggalkan Kevin dan tidak lupa membawa jajanan yang sudah berhasil ia rampas tadi.Kevin yang ditinggalkan begitu saja pun merasa kesal dan marah

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 78

    “Halo.”Mila begitu tenang mengangkat telepon, meskipun itu dari seorang perempuan yang sudah menghancurkan keluarga kecilnya.“Maaf, ini siapa ya?” tanya seseorang di seberang sana.“Saya istrinya,” jawab Mila, nada bicaranya masih terdengar tenang.“Saya ingin bicara sama Pak Waldi, apakah beliau ada?”“Siapa?” tanya Waldi tanpa suara hanya melalui gerakan mulutnya.Tanpa menjawab, Mila langsung memberikan ponsel itu kepada Waldi supaya lelaki itu bisa tahu sendiri. Saat Waldi hendak pergi, Mila menahan meminta lelaki itu berbicara di depannya. Waldi tidak punya pilihan sekali menuruti keinginan Mila.“Iya, kenapa, Sonya?” tanya Waldi nadanya sangat ramah sekali.Mendengar nada bicara Waldi kepada perempuan itu membuat Mila tersenyum sinis. Meskipun hati Mila teramat sakit, tapi ia mencoba untuk menjadi perempuan yang tenang.“Apa, kran kamar mandi di apartemen kamu rusak?”“Sewa saja orang untuk membetulkannya,” kata Mila, pelan.“Em, saya tidak bisa ke sana sekarang, karena masih

  • Dinikahi Lelaki Kaya   Bab 77

    Keesokan paginya, tepatnya pada jam setengah enam subuh, Zoya nyaris berteriak saat melihat Kevin sedang melaksanakan sholat subuh. Zoya pikir Kevin adalah sosok hantu yang sedang berdiri, sebab penerangan yang remang-remang membuatnya hampir salah sangka.“Udah bangun?” tanya Kevin sambil melipat kembali sajadah yang baru saja ia pakai shalat subuh. Setelah itu Kevin melepas peci dan juga baju koko. Dari mana lelaki itu mendapat baju koko?“Baju koko siapa yang lo pake?” tanya Zoya dengan suara serak.“Bajunya Papa,” jawab Kevin.Zoya menganggukkan kepalanya lalu kembali memejamkan mata ingin melanjutkan tidur.“Kenapa lo nggak bangunin gue buat shalat?” tanya Zoya dengan mata terpejam.“Gue nggak mau maksa lo. Gue tau lo belum terbiasa,” jawab Kevin, santai.Zoya merasa malu, karena selama ini memang jarang sekali shalat, bahkan dalam satu tahun bisa dihitung pakai jari.“Lain kali ajarin gue shalat, gue juga pengen belajar bisa shalat lima waktu dalam satu hari,” kata Zoya.“Lo ngg

DMCA.com Protection Status