Share

Bab 351

Author: Clarissa
Malam itu, Tiffany kembali dengan digendong Sean. Saat tengah bermain-main, dia memukul bokong Sean dengan jahil. Setelah melakukan itu, dia segera kabur karena takut pria itu akan mengejar dan menghukumnya.

Namun, Tiffany lupa bahwa dia masih mengenakan sepatu hak tinggi indah yang disiapkan Sean untuknya sejak tiba di rumah Keluarga Japardi. Alhasil ....

"Aduh!" jerit Tiffany kesakitan.

Sean menggeleng pasrah. Dia segera berjongkok di depannya dan berkata, "Ayo naik."

Tiffany bertanya dengan mata berkaca-kaca, "Sayang, apa aku bodoh?"

"Kamu nggak bodoh. Kamu tahu harus kabur setelah memukulku, itu artinya kamu nggak bodoh," sahut Sean dengan geli.

Tiffany berucap dengan wajah memerah, "Sayang, maafkan aku ...." Dia hanya terlalu semangat karena melihat betapa cerianya Sean hari ini. Dia terlalu gembira hingga lupa diri.

"Aku nggak menyalahkanmu. Aku yang salah, aku nggak seharusnya menyuruhmu pakai sepatu hak tinggi," ujar Sean sambil menggendong Tiffany dengan lembut.

Tiffany buru-b
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
...️...️...️...️...️............
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 352

    Ketika keduanya tiba di ruang makan, beberapa orang sudah duduk di sana. Meja makan yang besar itu bisa menampung 50 hingga 60 orang.Pelayan membawa Tiffany dan Sean ke kursi yang sudah ditandai dengan nama mereka seperti kemarin. Sekali lagi, mereka menunggu cukup lama.Tiffany bersandar di lengan Sean. Sambil menguap, dia membuka ponselnya dan membaca pesan berisi keluhan-keluhan Julie.[ Tiff, aku benar-benar nggak sanggup menghadapi Zara. Dia terus memintaku buat tanya apa makanan favoritmu. Jadi, aku asal sebut kalau kamu suka makan paha ayam. ][ Kamu tahu apa yang terjadi? Dia ambil habis uang di dompet Charles dan membeli semua ayam di desa. Setelah meminta seseorang untuk sembelih ayam-ayam itu, sekarang dia lagi sibuk coba segala macam resep paha ayam. ][ Mark lagi hibur Charles sekarang. Aku juga ingin kabur. Zara suruh aku buat cicipi masakannya. Aku sudah makan 10 paha ayam hari ini dan dia masih nggak berhenti memasak. Tolong aku! ]Tiffany membalas sambil tertawa.[ Ba

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 353

    "Gimana kami bisa tidur dengan nyenyak saat ada orang nggak sopan dan sombong sepertimu di sini?" ujar Jayla.Jayla sama sekali tidak merasa ucapannya kurang pantas. Sebaliknya, dia malah makin menjadi-jadi dan menambahkan, "Ini pertama kalinya aku melihat seorang tamu memakai sandal ke acara formal. Memalukan banget!"Cathy bersedekap sambil mendengus. Dia menatap Tiffany dengan angkuh dan menimpali, "Nyonya Tanuwijaya, apa kamu nggak merasa perlu kasih penjelasan pada kami?"Saat orang-orang di sekitar mulai berkomentar dan mengkritik Tiffany, Derek dan Bronson tiba.Baru saja mereka duduk, Cathy langsung mengeluh, "Ayah, Kakek. Coba lihat, Nyonya Tanuwijaya yang kalian sukai itu ternyata nggak sopan banget."Di hari ulang tahunnya, Derek bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada Cathy. Sebagai cucu perempuan tertua Keluarga Japardi, dia jelas tidak terima melihat keluarganya memperlakukan orang luar seperti Tiffany dengan begitu baik.Kini saat memiliki kesempatan, Cathy ten

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 354

    "Kakiku bahkan masih bengkak sekarang!" ujar Tiffany.Sebenarnya Tiffany bukan orang yang gemar memancing belas kasihan orang lain. Namun, mereka sudah keterlaluan. Dia hanya memakai sandal, tetapi hal kecil ini sudah dianggap sebagai kesalahan besar."Terkilir?" cibir Cathy.Momen Tiffany dan Sean berjalan santai di taman kecil kemarin terbayang jelas di benak Cathy. Tiffany jelas-jelas masih begitu energik kemarin.Jadi, Cathy langsung membalas sambil mengernyit, "Alasan saja, kamu kira kami akan percaya hanya karena kamu bilang kakimu terkilir?"Cathy menarik napas dalam-dalam, lalu melambai pada pelayan dan berkata, "Panggil dokter keluarga ke sini.""Cathy! Jangan mengacau!" bentak Bronson dengan alis berkerut.Dinilai dari raut tenang Tiffany dan Sean, Bronson tahu kedua orang itu tidak berbohong. Sebagai pengamat, dia bisa melihat hal ini dengan jelas.Cathy benar-benar dibutakan oleh perasaannya. Dia masih ingin dokter datang memeriksa?Jika dokter keluarga benar-benar datang m

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 355

    Tidak lama kemudian, pelayan tadi kembali bersama Cedric, dokter pribadi Keluarga Japardi.Cedric membawa kotak obatnya, lalu berjongkok untuk memeriksa kaki Tiffany. Dia berkata dengan alis berkerut, "Kakinya sudah bengkak sampai seperti ini. Siapa pun bisa lihat kalau kakinya terkilir, untuk apa kalian butuh aku untuk mengonfirmasinya?"Ruang makan langsung heboh. Bagaimanapun, ini adalah tempat untuk makan. Tiffany tidak mungkin menunjukkan pergelangan kakinya yang bengkak di depan umum. Semua orang juga tidak enak hati untuk mendekat dan melihat kakinya.Namun, Cathy dan Jayla yang berada di dekat sana pasti bisa melihatnya dengan jelas. Orang-orang mulai berkomentar.Cedric sudah mengonfirmasinya. Jadi, apa kedua gadis itu benar-benar tidak melihat pergelangan kaki Tiffany yang bengkak atau apakah mereka hanya berpura-pura tidak melihatnya?"Cederamu lumayan serius. Aku akan memberimu salep, jangan lupa oleskan sendiri nanti," ujar Cedric pada Tiffany.Usai berkata begitu, Cedric

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 356

    "Kelinci yang terpojok juga bisa menggigit orang. Sepertinya peribahasa ini memang benar." Xavier menopang kepalanya dan tersenyum tipis sambil menatap Tiffany. Semakin dilihat, dia semakin merasa Tiffany sangat imut.Sementara itu, wajah Cathy tampak masam."Kamu terus mengatakan Keluarga Japardi menjunjung aturan." Sean tersenyum dingin, menuangkan air untuk Tiffany. "Tapi, apa Keluarga Japardi nggak mengajarimu untuk menilai sesuatu dari berbagai sisi? Setiap orang punya dua kaki. Bukankah itu pengetahuan umum?"Cathy menggertakkan giginya dengan geram. Bronson juga merasa sangat malu. Dia mengernyit dan menegur, "Cathy, minta maaf pada Bu Tiffany!"Cathy menarik napas dalam-dalam, lalu menggigit bibirnya dengan enggan. Kemudian, dia melirik Tiffany dan berujar, "Maafkan aku. Aku nggak seharusnya mengira kamu nggak terluka cuma karena kamu sengaja menyembunyikan satu kakimu. Aku sudah salah."Ini adalah permintaan maaf yang paling serius yang diterima Tiffany sejak memasuki rumah Ke

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 357

    Setelah sarapan, Tiffany mulai merasa cemas. Dia bilang dia akan menari untuk Derek dan itu hanya sebuah candaan yang dipelajarinya dari Julie.Dulu setiap kali kaki Julie sakit, Tiffany selalu menanyakan kabarnya. Lambat laun, Julie pun merasa terganggu dan akan bilang, "Aku baik-baik saja lho! Percaya nggak kalau besok aku bisa menari di depanmu?"Dulu ibu Julie adalah seorang penari. Jadi, ketika Julie masih kecil, ayahnya mengirimnya ke sekolah tari dan dia belajar menari selama bertahun-tahun.Makanya, kalimat "percaya nggak kalau besok aku bisa menari di depanmu" menjadi kalimat yang sering dilontarkan Julie.Tadi Tiffany hanya ingin membuat Derek senang, jadi tidak sengaja mengatakan kalimat seperti itu. Namun, faktanya dia tidak bisa menari ....Setelah kembali ke kamar, Tiffany berguling-guling di ranjangnya dengan cemas. "Aku sudah salah ... mampuslah aku. Seharusnya aku bilang akan melafalkan puisi kuno. Aku sangat jago menghafal!"Tiffany masih berguling tanpa henti. "Selai

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 358

    Tangan Tiffany yang menggenggam sumpit sontak membeku. Mampuslah .... Dia sudah tahu dirinya tidak mungkin lolos begitu saja!Derek tersenyum sambil membelai janggutnya. "Sepertinya memang ada hal seperti itu, 'kan?"Cathy tersenyum tipis. "Kemarin aku bersikap lancang kepadamu. Setelah merenungkan kesalahanku, aku memutuskan untuk menebusnya. Jadi, aku membangun panggung kecil di halaman belakang supaya semua orang bisa menikmatinya."Tiffany tidak bisa berkata-kata. Sementara itu, Derek tertawa terbahak-bahak. "Cathy, kamu perhatian sekali.""Seingatku, Cathy seorang penari yang hebat, 'kan?" Jayla bangkit dan tersenyum. "Sebagian besar wanita di sini juga sangat berbakat dalam bidang seni. Kami datang kemari untuk berteman, tapi rasanya nggak ada cara untuk mempererat hubungan."Jayla menatap Derek dengan mata berbinar-binar. "Karena sudah ada panggung, gimana kalau semua orang membuat pertunjukan untuk menghiburmu dan semua orang yang ada di sini? Dengan begini, kita semua bisa sem

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 359

    Setelah Jayla selesai menari, giliran beberapa wanita lain yang tampil. Ada yang menari Latin, ada yang menari Samba, dan ada juga yang memainkan biola.Tiffany gugup hingga betisnya bergetar. Ini ... mereka semua sangat hebat! Di hadapan mereka, dia hanya seorang amatir .... Dia tidak punya keterampilan apa pun!Tidak lama kemudian, giliran Cathy. Lampu panggung padam. Kemudian, muncul kabut tebal dan seberkas cahaya sorot.Cathy muncul dengan mengenakan pakaian tradisional. Dia mengayunkan lengannya dan menari dengan anggun.Tiffany terpana. Tarian ini bahkan jauh lebih indah daripada tarian Julie. Dia hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Hatinya dilanda rasa gugup dan putus asa. Kali ini, dia akan malu besar ....Setelah Cathy selesai menari, terdengar tepuk tangan meriah dari penonton. Bronson memuji, "Tarian Cathy semakin bagus saja, bahkan lebih memukau daripada ...."Bronson terdiam sejenak dan tidak melanjutkan kalimatnya lagi. Orang-orang di sekitar mulai berdiskusi."Tarian

Latest chapter

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 585

    Tiffany terpaku menatap video di ponsel Brandon, lalu menyeka ujung matanya yang basah. Wanita itu menarik napas dalam-dalam. "Bisa nggak kamu kirimkan video ini ke aku?""Tentu saja!" Brandon mengangguk dengan cepat, lalu langsung mengirimkan video itu ke e-mail Tiffany."Ngomong-ngomong, Dok Tiff, setelah melihat semua yang sudah dilakukan Kak Sean untukmu, kamu nggak merasa terharu?"Tiffany menerima file video itu dan mengangguk pelan. "Tentu saja aku terharu.""Kalau begitu, apakah kalian akan berdamai?" Brandon masih menatap Tiffany dengan ekspresi penuh harapan. "Kalau kamu merasa terharu, bukankah itu berarti hatimu sudah nggak terlalu menolaknya lagi?"Brandon menatap Tiffany dengan serius. "Kak Sean benar-benar tulus sama kamu, Dok Tiff.""Waktu makan siang tadi, dia menunjukkan video ini ke aku dan menceritakan banyak hal tentang perjalanan panjangnya mencarimu selama bertahun-tahun. Waktu itu, aku tiba-tiba menyadari betapa jauhnya perbedaan antara aku dan dia.""Aku bilang

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 584

    Mendengar hal itu, Julie melirik Tiffany. "Kalau aku nggak bilang, kamu sendiri nggak kepikiran?"Tiffany menatapnya sejenak, lalu menggeleng pelan. Sebenarnya, dalam hatinya, dia sudah memiliki keputusannya sendiri mengenai Sean. Bahkan tanpa Julie mengatakannya sekalipun, dia tetap bisa mempertimbangkannya.Namun, bagaimanapun juga, masa lalunya dengan Sean masih menjadi luka yang belum sembuh. Dia tidak bisa merelakan masalah itu begitu saja. Kata-kata Julie sebenarnya memberikan dorongan, sekaligus alasan baginya untuk tidak terlalu keras pada dirinya sendiri.Ternyata, bukan hanya dia yang berpikir seperti ini. Orang-orang di sekitarnya juga mendukungnya."Kamu ini ...." Julie mengusap kepala Tiffany dengan lembut. "Bi Nancy sudah lama meninggal. Relakanlah hal-hal yang seharusnya dilepaskan. Dia nggak pernah memilih untuk terlahir dari keluarga seperti itu, dengan ayah seperti itu.""Sama seperti dulu, waktu kamu nggak percaya bahwa pamanmu bisa membakar rumah dan membunuh orang,

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 583

    "Sudah kubilang Sean bukan orang seperti itu."Di dalam kantor, Julie menuangkan secangkir teh untuk Tiffany sambil menggeleng pelan. "Brandon itu memang selalu di luar dugaan. Percaya sama dia lebih baik percaya sama anjing kampung di luar sana."Tiffany terkulai lesu di atas meja kerja. "Aku benar-benar salah paham sama Sean." Dia menutup matanya dan bayangan pria itu di depan hotel kembali terlintas dalam pikirannya. Sean tampak begitu kesepian dan begitu menyedihkan.Sean tidak melakukan apa pun yang membahayakan pasiennya. Namun, Tiffany malah menuduhnya macam-macam.Tiffany menghela napas panjang, lalu menutupi wajahnya dengan tangan. "Lalu, aku harus bagaimana?"Sean pasti menganggapnya keterlaluan, menganggapnya tidak masuk akal, dan terlalu keras kepala. Semua ini gara-gara Brandon!"Kenapa nggak minta maaf saja?"Julie duduk di hadapannya sembari menyeruput kopi dan membalik halaman majalah. "Kalau nggak, mau gimana lagi?""Dia datang jauh-jauh untuk mendekatimu. Ini baru har

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 582

    Mungkin sejak lima tahun lalu, saat Sean memilih Sanny dan meninggalkannya, Tiffany sudah tidak berani lagi memercayainya ....Julie menghela napas, lalu mengulurkan tangan untuk mengusap kepala Tiffany. "Tunggu saja sampai Brandon sadar, nanti kita akan tahu semuanya."Tiffany mengangguk.Dua wanita itu menunggu di luar ruang gawat darurat selama lebih dari setengah jam. Setelah setengah jam berlalu, pintu ruang gawat darurat akhirnya terbuka. Seorang perawat mendorong ranjang Brandon menuju kamar perawatan.Dokter yang menangani Brandon keluar dan menepuk bahu Tiffany. "Pasien ingin ketemu kamu."Tiffany segera berdiri dan melangkah cepat menuju kamar perawatan.Di dalam kamar, Brandon yang wajahnya masih pucat bersandar di ujung ranjang. Matanya berkaca-kaca saat menatap Tiffany. "Dokter Tiffany ...."Melihat pria dewasa menangis seperti ini, Tiffany merasa tidak tega. Dia menggigit bibirnya, lalu melangkah mendekat dan menyerahkan selembar tisu kepadanya. "Aku di sini."Brandon ter

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 581

    Setelah berkata demikian, wanita itu langsung melepaskan tangan Sean dan berlari menuju kamar tempat Brandon berada. Sean tetap berdiri di tempatnya dan matanya menyipit tajam.Tak lama kemudian, ambulans rumah sakit pun tiba. Tiffany bersama staf hotel mengangkat Brandon ke atas tandu dan ikut pergi bersama ambulans.Saat hendak naik ke ambulans di luar hotel, dia melihat Sean berdiri di pintu masuk hotel dan memandangnya dengan tatapan suram. Wanita itu menggertakkan giginya dan langsung menutup pintu ambulans.Sean ... tidak pantas!Jelas-jelas hubungan mereka sudah berbeda dari lima tahun lalu. Meskipun Sean ingin mendekatinya kembali, itu tetap membutuhkan waktu. Sekarang hubungan mereka masih terasa asing, tetapi Sean sudah berani melakukan hal seperti itu terhadap orang yang mendekatinya.Selain itu, Brandon adalah seorang pasien!Tadi Brandon sudah memberi tahu Sean bahwa jantungnya bermasalah. Namun, Sean tetap saja bertarung dengan Brandon hingga membuatnya pingsan.Setelah l

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 580

    "Pertama, aku nggak enak membicarakan masa lalu di antara kami di depannya secara langsung. Aku takut itu akan membangkitkan kenangan menyakitkan baginya.""Kedua, Dokter Tiffany masih belum kenyang. Nggak mungkin kita mengganggunya bahkan saat dia sedang makan, 'kan?"Brandon berpikir sejenak dan merasa itu masuk akal. Dia pun bangkit dan berucap, "Dokter Tiffany, silakan lanjut makan. Kami akan keluar sebentar untuk mengobrol."Tiffany bahkan belum sempat bereaksi. Kedua pria itu sudah bangkit dan turun dengan lift bersama.Tiffany termangu sesaat. Kemudian, dia berdiri untuk mengejar mereka. Namun, setelah mengambil dua langkah, akhirnya dia berhenti.Sudahlah. Terserah mereka mau melakukan apa. Lagi pula, dia ingin menjauh dari kedua pria ini. Jadi, kalau mereka pergi bersama, itu justru lebih baik.Dengan tenang, Tiffany melanjutkan makannya. Sesudah selesai, dia bahkan membayar tagihan di restoran.Sepuluh menit kemudian, saat turun ke lobi hotel, dia mendengar suara panik dari m

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 579

    Restoran di Grand Oriental, restoran bintang lima, sunyi senyap.Demi mengundang Tiffany dan Sean makan, Brandon meminta manajer hotel untuk mengosongkan seluruh restoran. Di dalam restoran yang luas itu, hanya ada tiga orang, yaitu Brandon, Tiffany, dan Sean.Di sebuah meja persegi panjang, ketiganya duduk dalam posisi yang aneh. Tiffany duduk di satu sisi, sementara Brandon dan Sean duduk di sisi lainnya.Dari sudut pandang mereka berdua, Tiffany seperti sedang berhadapan langsung dengan masing-masing dari mereka.Tak lama setelah mereka duduk, pelayan mulai menyajikan semua hidangan. Sean duduk di kursi yang empuk, tersenyum tipis sambil menatap meja makan di depannya.Jelas sekali, Brandon benar-benar telah berusaha keras untuk Tiffany. Jika tidak, bagaimana mungkin seluruh meja dipenuhi makanan yang sesuai dengan selera Tiffany?Memikirkan hal ini, Sean mengangkat alisnya sedikit, lalu menatap Tiffany sambil bertanya kepada Brandon dengan suara datar, "Semua ini makanan favorit Ti

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 578

    Brandon mengernyit, menatap Tiffany dengan curiga. "Jadi, kalian berdua di dalam itu ...."Tiffany hanya merasa kepalanya semakin pusing. Dia menarik napas dalam-dalam. "Barusan mantan suamiku sakit, aku hanya merawatnya."Brandon memiliki banyak koneksi di rumah sakit. Tiffany tidak ingin semua orang di rumah sakit mengetahui hubungan serta perkembangan antara dirinya dan Sean.Jadi, dia tersenyum tipis ke arah Brandon. "Kamu juga tahu, dokter harus memiliki hati yang penuh belas kasih.""Dia memang mantan suamiku, tapi saat dia sakit dan butuh perawatan, aku nggak mungkin tinggal diam."Brandon langsung menatap Tiffany dengan mata berbinar. "Dokter memang seperti yang aku bayangkan, benar-benar malaikat kecil yang baik hati!"Tiffany terdiam untuk sesaat. Kemudian, dia berdeham pelan. "Bukannya kamu bilang ingin aku memeriksamu? Kemarilah ...."Brandon langsung berlari kecil ke arah Tiffany. "Maaf sudah merepotkanmu."Tiffany berdeham dua kali. "Duduk dulu, aku akan memeriksamu ...."

  • Dimanja Suami Pembawa Sial   Bab 577

    Usai berbicara, Tiffany mengambil jasnya dan keluar dari kamar.Di luar, Brandon menatapnya dengan penuh kekaguman. "Dokter, sudah setengah bulan kita nggak bertemu, kamu tetap secantik seperti biasanya."Tiffany mengerutkan alisnya, lalu meliriknya sekilas dengan ekspresi datar. "Cari tempat duduk saja. Sebenarnya jantungmu sudah nggak ada masalah lagi. Tapi kalau kamu masih merasa khawatir, aku akan melakukan pemeriksaan sederhana.""Baik! Baik!" Brandon menatapnya dengan terkagum-kagum. "Aku akan pesan kamar sekarang ...."Tiffany langsung mengernyit. "Kita cuma berdua, jangan pesan kamar."Setelah berkata demikian, Tiffany melirik ke arah area duduk di kejauhan yang biasanya digunakan untuk menikmati pemandangan dari atas. "Kita duduk di sana saja."Brandon menggigit bibir dan bergumam, "Justru aku suka kalau cuma berdua denganmu ...."Tiffany mengambil barang-barangnya, lalu berjalan ke tempat duduk itu. Sementara itu, Brandon tampak sedikit enggan, tetapi tetapi mengikuti dari be

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status