Share

Bab 47 - Makan Malam Penuh Gejolak Part 2

Auteur: AliceLin
last update Dernière mise à jour: 2024-09-12 15:50:48

Di hadapan Alicia tampak sepasang gadis kembar berparas rupawan. Mereka adalah putri kembar Aldrich Smith, Iris Smith dan Ivy Smith.

Iris Smith adalah seorang aktris ternama yang telah menyabet banyak penghargaan, sedangkan Ivy Smith adalah seorang desainer fashion terkenal yang karyanya sering dipamerkan di peragaan busana internasional. Keduanya memiliki karisma yang kuat dan memikat, membuat Alicia merasa terkesima.

Di satu sisi Alicia dapat merasakan tatapan tajam nan angkuh yang ditunjukkan oleh Iris Smith kepadanya. Ia tahu jelas alasan wanita itu bersikap tidak ramah kepadanya, mengingat lima tahun lalu Reinhard dan Iris pernah terlibat dalam skandal cinta. 

Meskipun Alicia tidak tahu alasan putusnya hubungan Iris dan Reinhard ataupun terlepas benarnya skandal tersebut, Alicia tetap saja merasa salah satu alasan Reinhard menolak cintanya dulu adalah karena wanita itu.

“Rein, aku tidak menyangka kamu akan menikah dengan wanita seperti ini

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (8)
goodnovel comment avatar
Puput Assyfa
aq suka sikap Alicia yg percaya diri dan tidak mudah dirend4hkan dan di tind4s.
goodnovel comment avatar
Popy Try
sabar alicia ini ujian , km harus buktikan klo km emang pantas untuk di samping xavier
goodnovel comment avatar
AliceLin
kepo nih yeee hahaha
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Related chapter

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 48 - Menuju Malam Pertama

    Setelah acara makan malam selesai, Selina mengajak semua orang untuk kembali berkumpul di ruang keluarga kembali sembari menikmati hidangan penutup yang akan disajikan oleh para pelayan.Alicia duduk berdampingan dengan ibu mertuanya. Reinhard tidak menemaninya karena Austin mengajaknya untuk bermain biliar bersama Aaron, sedangkan Reagan bersama kedua sahabatnya memilih untuk menikmati minuman mereka di sudut ruangan lain.Sementara itu, Iris berpamitan untuk pulang lebih awal dengan dalih tidak enak badan. Padahal Kimberly tahu jika putri sulungnya itu hanya tidak ingin berada di sana lebih lama saja. Kimberly pun meminta Ivy untuk menemani Iris karena khawatir putri sulungnya itu berbuat bodoh.Sebagai seorang ibu, tentu saja Kimberly tahu jelas perasaan putrinya. Reinhard, Iris dan Ivy tumbuh besar bersama sejak kecil dan hal semacam cinta tentu saja bisa timbul tanpa terduga. Namun, Kimberly tidak dapat memaksakan perasaan Iris kepada Reinhard. Ia membiarkan semuanya mengalir apa

    Dernière mise à jour : 2024-09-13
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 49 - Rencana Bulan Madu

    Degup jantung Alicia telah berpacu dengan cepat. Tidak dapat dipungkiri jika ia merasa sangat gugup.Sejujurnya, Alicia masih belum siap untuk melakukan malam pertama bersama Reinhard. Meskipun ia dan pria itu sudah pernah melakukan hubungan intim sebelumnya, tetapi hal itu tentu saja berbeda dengan situasinya saat ini.“Tapi, tidak ada salahnya kan kalau kalian melakukan malam pertama di sini? Mama dan Papa tidak akan mengintip kok.” Selina masih belum menyerah untuk membujuk putranya.Namun, sang suami─Reagan langsung menghentikan kekonyolan istrinya sembari berdeham pelan, “Istriku, aku rasa mereka tidak akan leluasa kalau melakukannya di sini. Jadi, biarkan mereka pulang dan menikmati waktu mereka berdua.”Selina memanyunkan bibirnya. Namun, ia memahami maksud dari suaminya dan akhirnya berkata dengan berpura-pura pasrah, “Baiklah. Kalian pulanglah.”Netra Reinhard melirik ayahnya sekilas, lalu ia tersenyum simpul seolah berterima kasih atas dukungannya tadi. Ketika Reinhard bernia

    Dernière mise à jour : 2024-09-13
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 50 - Kebenaran Berkata Lain

    Reinhard baru saja memarkir mobilnya dengan sempurna di lahan parkir apartemen. Saat akan keluar, dia melihat istrinya masih duduk di kursi penumpang. "Turunlah. Kita sudah sampai, Anya," ucap Reinhard, sambil membuang pandangannya ke luar. Namun, istrinya tidak merespons. Setelah beberapa detik, Reinhard baru menyadari bahwa wanita itu sudah tertidur. Sepanjang perjalanan tadi istrinya itu memang hanya berbicara beberapa patah kata sehingga Reinhard tidak menyadari sejak kapan wanita itu terlelap.Selama berada di Mansion Raffles tadi, Reinhard dapat melihat ketegangan yang dirasakan istrinya sehingga ia berpikir jika wajar wanita itu sekarang merasa sangat lelah. Berinteraksi dengan orang tuanya dan para tamu dari keluarganya pastilah sangat menguras tenaga dan pikiran istrinya tersebut.Tadi wanita itu sudah berusaha sebaik mungkin untuk bersandiwara agar tidak ada yang mencurigai hubungan mereka. Reinhard mengetahui dengan jelas betapa berat tekanan yang dialami istrinya itu, m

    Dernière mise à jour : 2024-09-14
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 51 - Kepanikan Malam Pertama

    “Apa kamu yakin tidak ada pemeriksaan yang terlewatkan ataupun terjadi kesalahan dalam pemeriksaan itu?”Reinhard masih bertanya lebih rinci kepada Austin, mencari kepastian yang lebih kuat untuk menenangkan pikirannya.Austin hanya bisa menghela napas panjang sebelum akhirnya menjawab, "Aku sudah memeriksa setiap detailnya. Tidak ada yang terlewatkan. Semua prosedur sudah diikuti dengan teliti. Aku bisa pastikan tidak ada kesalahan, kecuali ….”“Kecuali apa?” Netra Reinhard telah memicing tajam.“Kecuali sampel darah itu bukan sampel darah Tuan Besar Lorenzo,” jawab Austin sembari tersenyum tipis.“Tidak mungkin,” tukas Reinhard dengan penuh keyakinan. "Aku pastikan utusanku tidak akan melakukan kesalahan sebesar itu."Mendengar jawaban tersebut, Austin menimpali, "Kalau begitu, kamu hanya bisa menerima hasilnya, Rein."Akan tetapi, ekspresi Reinhard masih terlihat tidak puas. Austin hanya bisa menatapnya dengan penuh simpati dan rasa khawatir, "Aku tahu ini sulit, tapi mungkin sudah

    Dernière mise à jour : 2024-09-15
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 52 - Terjebak dalam Tantangan Licik

    Sudut bibir Reinhard terangkat tipis. “Aku tahu kamu sudah bangun. Tidak usah berpura-pura lagi,” lanjut Reinhard dengan nada rendah, suaranya terdengar lebih lembut dari yang diduga Alicia.Namun, Alicia masih setia memejamkan matanya. Ia hanya berusaha mempertahankan harga dirinya, tidak ingin Reinhard menginterogasinya atas kepura-puraannya ini.“Dasar wanita keras kepala.” Reinhard berdecak malas.Karena Alicia masih bersikeras untuk melanjutkan sandiwaranya sebagai “putri tidur”, Reinhard pun terpaksa menggunakan cara licik yang terlintas di dalam benaknya. Ia memutuskan untuk sedikit bermain dengan situasi tersebut.“Baiklah, karena kamu tidak mau bangun sendiri, sepertinya aku harus membangunkanmu dengan caraku,” ucap Reinhard dengan nada menggoda.‘Apa maksudnya?’ pikir Alicia, mulai panik.Sebelum Alicia sempat bereaksi lebih jauh, ia merasakan tubuhnya sudah diletakkan di atas ranjang. Diam-diam, Alicia merasa sedikit lega, tetapi jantungnya kembali berpacu cepat saat menyad

    Dernière mise à jour : 2024-09-15
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 53 - Setelah Malam Pertama

    Reinhard menatap istrinya dengan intens. Netra wanita itu bersinar tajam seolah menunjukkan tekadnya yang bulat untuk menerima tantangannya.Reinhard pun tersenyum tipis melihat kegigihan yang membara dari istrinya tersebut. Padahal tadi ia hanya berniat mengujinya saja, tetapi ternyata wanita itu malah menanggapinya dengan serius.“Anya, aku─”Belum sempat Reinhard menyelesaikan ucapannya, Alicia telah menarik tengkuk belakangnya dengan cepat. Ia pun tertegun sesaat ketika merasakan bibir Alicia menempel pada bibirnya.Reinhard tidak menduga bahwa istrinya akan bertindak seberani itu. Ciuman itu penuh dengan keberanian dan gairah, meskipun ada sedikit keraguan yang tersirat dalam gerakan bibir wanita itu.Perlahan Alicia melepaskan tautan bibirnya dan menatap pria itu dengan tajam. “Kira-kira malam spesial seperti apa yang akan kamu berikan untukku? Apa kamu yakin bisa memberikannya?” balasnya atas tantangan pria itu.Reinhard, yang awalnya hanya ingin mempermainkan wanita itu, tidak

    Dernière mise à jour : 2024-09-16
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 54 - Pertaruhan Hati

    “Bagaimana keadaanmu? Apa kamu tidak mau izin saja hari ini?”Pertanyaan penuh perhatian dari Reinhard membuat Alicia, yang sedang sibuk mengunyah sarapan cepat saji di dalam mobil, berhenti sejenak.Mereka dalam perjalanan menuju kantor, dan karena tidak sempat sarapan di apartemen, Reinhard telah memerintahkan asistennya untuk membelikan makanan siap saji sebelum menjemput mereka. Hari ini mereka benar-benar terlambat ke kantor karena bangun kesiangan, sehingga sarapan cepat saji adalah solusi yang praktis.Alicia mengalihkan pandangannya dari kotak makanannya ke Reinhard. Ia dapat memahami kekhawatiran pria itu dan tersenyum tipis. “Hari ini baru hari keduaku bekerja. Apa menurutmu pantas kalau aku meminta izin?”“Aku tidak mau ada terdengar pembicaraan buruk lagi tentangku,” imbuh Alicia lebih lanjut.Satu alis Reinhard terangkat. “Apa kemarin ada yang berbicara buruk tentangmu?”Alicia tersentak, baru menyadari kalau ia telah mengungkapkan hal yang tidak seharusnya dibicarakan. I

    Dernière mise à jour : 2024-09-16
  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 55 - Ketidaksengajaan

    “Owen, berhenti di sini," titah Alicia kepada asisten suaminya. Saat mendekati gedung Hernandez Group, tiba-tiba saja Alicia memutuskan untuk turun. “Tapi, turun di sini terlalu jauh, Nyonya. Anda bisa makin terlambat nanti,” ucap Owen seraya melirik wanita itu melalui kaca spion mobilnya. Alicia menghela napas pelan, matanya menatap kosong ke luar jendela. "Tidak masalah kalau terlambat sedikit daripada harus menunggu kamu berputar lagi, malah jadi lebih lama," ucapnya dengan nada yang terdengar datar. Meskipun jarak dari tempat ia turun saat ini memang sedikit lebih jauh seperti yang diucapkan Owen, Alicia lebih memilih berjalan kaki daripada harus menghadapi tekanan yang tidak mengenakkan di dalam mobil tersebut. Owen pun melirik tuan mudanya dari kaca spion. Mendapatkan anggukan kecil dari pria itu, Owen pun menepikan mobilnya. “Terima kasih, Owen,” ucap Alicia kepada asisten suaminya tersebut. Sebelum turun dari mobil itu, Alicia hanya melirik Reinhard sekilas. Namun, ia tid

    Dernière mise à jour : 2024-09-17

Latest chapter

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 373

    Reinhard terlihat kesal. Sebenarnya ia ingin sekali turun tangan sendiri untuk menangani Ken. Akan tetapi, karena ia harus menjalani pemulihan di rumah sakit, Reinhard meminta para bawahan Dark Wolf untuk menggantikannya memberikan pelajaran kepada pria itu.Dalam kondisi terluka parah dan faktor usia yang tak lagi muda, Ken meregang nyawa lebih cepat setelah mengalami berbagai penyiksaan yang diperintahkan Reinhard.Meskipun menyesal tidak dapat menanganinya sendiri, tetapi Reinhard merasakan kelegaan yang luar biasa dengan kematian pria itu. Satu ancaman bagi Alicia telah lenyap, dan Reinhard bisa memenuhi janjinya kepada Regis.“Kamu sudah mengirimkan hasilnya kepada Regis?” tanya Reinhard.Ia memang meminta Austin menyelesaikan tugas itu sebagai bagian dari syarat yang diberikan Regis. Untuk memastikan mayat itu benar-benar Ken Stewart, Reinhard sengaja meminta otopsi. Ia tidak ingin tertipu seperti Alexei dulu, yang sempat terkecoh oleh kematian palsu Ken.“Tenanglah. Aku sudah m

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 372

    Dua minggu sudah Reinhard dirawat di rumah sakit. Hari ini akhirnya ia sudah diperbolehkan pulang setelah selama seminggu ini ia mengajukan protes dan keluhannya terhadap dokter yang menanganinya. Bahkan ia tak segan-segan mengancam pimpinan rumah sakit.Apa yang terjadi? Kenapa Reinhard melakukannya?Jawabannya sangat sederhana. Reinhard sudah tidak betah berada di rumah sakit itu.Seperti yang diputuskannya dua minggu lalu, ia dan Alicia akhirnya berbagi kamar rawat bersama agar bisa menjalani masa pemulihan bersama.Akan tetapi, Alicia sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit minggu lalu karena kondisinya sudah lebih membaik. Meski demikian, ia tetap diwajibkan menjalani bedrest di rumah hingga benar-benar pulih sepenuhnya.Karena itulah, Reinhard merasa sangat kesepian berada di dalam kamar rawat itu sekarang. Ia berulang kali mengajukan permohonan untuk pulang, tetapi ditolak karena luka-lukanya masih memerlukan perawatan intensif.Hari ini, setelah berbagai protes dan ancama

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 371

    “Apa yang kamu lamunkan, hum?” Reinhard mengetuk pelan kening Alicia, mengalihkan kembali perhatian wanita itu padanya.Alicia tersentak kecil. Ia menggeleng cepat, lalu memasang senyum lebar seolah tidak ada apa-apa.Reinhard menghela napas pelan. “Aku tahu … meskipun kamu tahu kamu hamil sekalipun, pasti kamu tetap akan mengikutiku, bukan?” terkanya, mengira Alicia masih memikirkan tentang hal yang terjadi sebelumnya.Alicia terkekeh kecil. “Kamu sangat mengenalku dengan baik, Suamiku,” ucapnya, tidak menyangkal sedikit pun tuduhan Reinhard.Saat itu, Alicia memang tidak berpikir panjang. Satu-satunya hal yang dipedulikannya hanyalah keselamatan pria itu.Reinhard mendesah berat, tetapi ada kehangatan dalam sorot matanya. “Sayang, kamu tahu kan kalau aku mencintaimu?”Alicia mengangguk.“Mulai sekarang ada nyawa lain yang harus kamu jaga. Tapi, di atas semua itu, kamu yang menjadi prioritasku. Karena itu, jangan pernah berbuat nekat seperti tadi lagi dan jangan pernah berpikir untuk

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 370

    “Ah, ya ampun. Turunkan aku, Xavier. Aku pusing,” seru Alicia histeris.Reinhard segera menghentikan putarannya dan menurunkan Alicia dengan hati-hati di atas ranjang. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.“Maafkan aku, Sayang. Aku sampai lupa diri karena terlalu bahagia mendengar kabar ini,” ucap Reinhard seraya menangkup wajah Alicia dengan kedua tangannya, menatapnya seolah-olah wanita itu adalah seluruh dunianya.“Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit pusing saja,” timpal Alicia berusaha menunjukkan senyuman meyakinkan, meskipun kepalanya masih sedikit berdenyut.“Kamu yakin?” Reinhard menatapnya lekat-lekat, seolah mencari tanda-tanda ketidaknyamanan yang mungkin disembunyikan Alicia. “Mau aku panggilkan dokter saja?”Alicia tertawa kecil, menggeleng pelan. “Aku baik-baik saja, Xavier. Serius. Jangan berlebihan.”Reinhard mendesah lega, tetapi tidak sepenuhnya puas. Ia duduk di tepi ranjang, menggenggam tangan Alicia dengan lembut.Raut wajah Reinhard berubah sendu dan dipen

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 369

    Selang beberapa waktu, ciuman mereka semakin dalam, membuat Alicia cukup kewalahan untuk mengikuti liarnya gairah yang diberikan Reinhard melalui ciuman tersebut.“Ummph─”Deru napas Alicia terasa semakin pendek. Ia pun bergegas melepaskan tautan bibir mereka lebih dulu agar bisa menghirup udara secepatnya. Tanpa sengaja ia mendorong dada Reinhard terlalu kuat hingga pria itu meringis perih karena luka di bahunya terasa kembali berdenyut.Mata Alicia pun membelalak panik. “Ah, astaga!”Alicia pun bergegas memeriksa luka pria itu, membuka beberapa kancing baju pasien yang dikenakan Reinhard. Melihat bercak darah yang merembes pada perban di bahu pria itu, rasa bersalah pun menggelayuti hati Alicia. Ia menggigit bibir bawahnya dan menatap Reinhard dengan sorot mata berkaca-kaca.“Maafkan aku … aku─”Sebelum Alicia sempat menyelesaikan ucapannya, Reinhard telah menarik lengannya dan membawanya jatuh ke dalam pelukannya lagi.“Xavier ….” Alicia mengerjap dengan bingung. Ia berniat mendoron

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 368

    Alicia masih terdiam. Ia berusaha mencerna ucapan yang dilontarkan Reinhard. Kata-kata itu meskipun terdengar sederhana, tetapi entah kenapa Alicia merasa tidak asing seakan menyiratkan sesuatu seperti penolakan.Tiba-tiba hati Alicia terasa teremas. Ia diingatkan kembali dengan kenangan menyakitkan yang dialaminya dulu terkait dengan sikap dingin Reinhard di masa lalu.Cairan bening telah menggenang di pelupuk mata Alicia membuat Reinhard tersentak. “A-Alicia, kamu … kenapa?” tanyanya, panik.Namun, wanita itu tidak menjawab dan malah balik bertanya dengan suara bergetar yang terdengar seperti bisikan yang rapuh, “Tadi kamu bilang ... tidak ingin aku mengejarmu lagi? Maksudmu ... kamu ingin berpisah denganku?”Reinhard menatap wanita itu dengan penuh kebingungan. Namun, seulas senyuman merekah di bibirnya setelah mencerna prasangka buruk yang dilontarkan wanita itu atas ucapannya tadi.Dengan penuh kelembutan, Reinhard mengusap air mata yang hampir tumpah di sudut mata wanita itu. “D

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 367

    “Memangnya ada hal yang tidak kuketahui?” Regis menyeringai kecil, nada angkuhnya begitu kentara.Reinhard hanya mendesah, menatap pria itu dengan tatapan lelah. "Tentu saja. Tuan Muda Lorenzo selalu tahu segalanya."Regis tertawa pelan, lalu mulai berbicara tanpa niat memancing pertengkaran. Ia pun menceritakan mengenai hal yang didengarnya dua hari lalu—tentang insiden yang menimpa Alicia sebelum mengalami kecelakaan tiga tahun lalu. Cerita yang secara tak sengaja Regis dengar ketika Alicia menceritakannya kepada ayah mereka.Reinhard terdiam mendengarkan cerita tersebut. Amarah di dalam dadanya mulai membara seiring dengan setiap kata yang keluar dari mulut Regis. Rahangnya mengeras, sementara tangan terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.“Jadi … tiga tahun lalu, kecelakaan itu memang bukan hanya sekadar kecelakaan?” gumam Reinhard berbisik pelan seiring dengan getaran emosi yang dirasakannya.Sebelumnya Reinhard memang telah mendengar pengakuan dari Edwin Stein mengenai p

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 366

    Reinhard telah sampai di depan pintu kamar Alicia. Koridor di depan ruangan itu sangat sepi. Sebelum masuk, ia menoleh sejenak ke arah Hans yang menemaninya hingga ke tempat itu.“Cukup antar sampai di sini saja. Saya bisa sendiri, Tuan Miller,” ucap Reinhard dengan tegas.Meskipun Hans merasa ragu dan khawatir, tetapi ia tidak dapat menolak permintaan Reinhard. Akhirnya, dengan sedikit bimbang, Hans menundukkan kepalanya dan beranjak pergi, meninggalkan Reinhard sendirian di depan pintu.Setelah Hans pergi, Reinhard pun menggeser pintu di depannya, lalu memutar kursi rodanya masuk ke dalam ruangan itu. Di tengah keheningan itu, hanya terdengar suara roda yang berputar dengan deru napas yang teratur saja.Ia berhenti sejenak. Dari balik tirai tipis yang mengelilingi ranjang, ia bisa melihat sosok Alicia yang terlelap. Dengan pelan, Reinhard berdiri dari kursinya, berjalan mendekat agar bisa melihat wajah istrinya lebih jelas di tengah penerangan temaram dalam ruangan itu.Namun, langk

  • Dikira Gelandangan, Ternyata Wanita Kesayangan Mafia Dominan   Bab 365

    “Mau ke mana?”Nada suara Reagan yang datar dan tajam, memecahkan keheningan yang terjadi di antara dirinya dan Reinhard. Mata ambernya menilik sikap putranya yang dipenuhi kewaspadaan padanya.Perlahan sudut bibirnya membentuk lengkungan tipis, mencairkan ketegangan di antara mereka. “Mencari Alicia?” tanyanya lebih lanjut.Reinhard mengangguk cepat. “Aku ingin memastikan keadaannya,” jawabnya.Melihat raut wajah putranya yang pucat, Reagan pun tersenyum mencibir, “Aku rasa dibandingkan dia, kondisimu jauh lebih mengkhawatirkan, Rein.”Sejenak, ruangan kembali menjadi sunyi. Nada suara Reagan yang terdengar tajam tersebut membuat Reinhard berpikir ayahnya itu akan menghalangi keinginannya seperti yang biasa dia lakukan.Akan tetapi, Reinhard tidak menyangka sang ayah malah berkata, “Pergilah. Tapi, perhatikan juga kondisimu. Jangan terlalu memaksakan diri.”Mata Reinhard terbelalak, tak percaya dengan pendengarannya tersebut. “Papa ….”“Kenapa? Tidak jadi?” Reagan menaikkan satu ali

Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status