Share

Bab 76 Tiaranya Terlalu Berat

Author: Syakia
"Baik, kamu layani mereka dulu, aku segera ke sana." Selesai bicara, Milla buru-buru meletakkan kotak, lalu mengenakan jas dan mengambil tas untuk pergi.

Tim investigasi datang untuk menyelidiki dugaan plagiarisme proposal. Mereka bekerja secara profesional, menginterogasi satu per satu anggota tim proyek. Termasuk Milla, hampir semua karyawan yang terlibat dalam diskusi proposal dapat menjawab detailnya dengan lancar.

Saat istirahat siang, Milla bertanya dengan sopan, "Apakah para ahli sudah memiliki kesimpulan terkait kasus ini?"

Anggota tim investigasi menggeleng, lalu berkata kepada Milla, "Terus terang, kami datang ke sini setelah selesai menyelidiki Grup Bakhtiar. Sebelum datang, ketua dan beberapa juri yang hadir saat itu sudah menjelaskan secara garis besar. Kami sudah punya dugaan, tapi nggak nyangka akan sesulit ini mengumpulkan bukti."

Milla mengerti maksudnya. Keluarga Bakhtiar mengatur segalanya dengan sangat rapi kali ini, membuat tim investigasi kesulitan.

"Bu Milla, ada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 77 Umpan

    Milla tidak berpikir terlalu jauh. Setelah makan siang hingga kenyang, dia kembali bekerja sebagai karyawan yang berdedikasi.Sore harinya, tim investigasi menyelesaikan sesi interogasi mereka. Mereka merapikan barang dan bersiap untuk pergi.Sebelum pergi, mereka tidak lupa menyatakan sikap mereka, "Bu Milla, Grup Jauhari nggak dapat menunjukkan bukti apa pun untuk membuktikan kalian nggak bersalah.""Sekarang, kesaksian Grup Bakhtiar dan opini publik di internet mengarah ke kalian! Kami punya alasan kuat untuk percaya Grup Jauhari sulit melepaskan diri dari tuduhan plagiarisme proposal!""Tolong beri kami satu kesempatan lagi! Produk baru kami sudah siap. Kalau dihentikan saat ini, dampaknya terhadap Grup Jauhari akan sangat besar ...." Milla dan beberapa kepala divisi parfum mengejar tim investigasi, berusaha untuk memperjuangkan kesempatan."Nggak ada gunanya membahas ini sekarang, kecuali kalian bisa memberikan bukti!" Anggota tim investigasi tampak meremehkan. Mereka berjalan tan

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 78 Mata-Mata

    Cahaya yang tiba-tiba menyala membuat orang yang berniat jahat itu refleks mundur. Dia ingin melarikan diri, tetapi langsung ditahan oleh beberapa satpam yang sudah lama bersiaga di pintu."Bu ... Bu Milla ... bukannya kamu sudah pulang?"Orang itu ditekan di meja hingga wajahnya menempel di permukaan meja yang dingin. Dia menatap Milla dengan tatapan tidak percaya.Milla menatapnya dengan tatapan tajam saat menyahut, "Bukan cuma aku yang belum pulang, tim investigasi juga belum pergi. Semua yang barusan kamu katakan, kami sudah dengar."Begitu dia selesai bicara, beberapa anggota tim investigasi dan pemimpin divisi parfum juga masuk. Mereka semua menatap pria itu dengan tajam."Aku nggak nyangka, ternyata kamu pengkhianat itu, Reza." Milla menghela napas. "Saat tim medis pergi ke daerah terpencil, ada banyak kejanggalan setelah kejadian itu. Aku sudah lama mencurigai ada mata-mata Grup Bakhtiar dalam tim, tapi aku nggak nyangka orang itu adalah kamu.""Bukan ... bukan aku!" Reza panik

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 79 Menaklukkan Grup Mahendra

    Milla mengedipkan mata bulatnya dan menyahut, "Kamu yang paling tinggi dan paling kuat, jadi paling tahan dipukul.""Hah?" Tommy menggaruk kepalanya dengan ekspresi canggung.Seketika, semua orang tertawa. Milla juga tertawa. "Bercanda! Aku memilihmu karena kamu sangat berani dan setia. Kamu melakukannya dengan sangat baik!""Aku jamin, parfum baru kita akan menjadi bintang yang menyelamatkan seluruh divisi. Saat itu tiba, gajimu bisa naik lima kali lipat."Seketika, sorakan penuh semangat bergema di ruangan.....Setelah menyelesaikan kasus pengkhianatan yang berturut-turut, Milla merasa sangat lega. Namun, yang lebih melegakan adalah ketika dia pulang ke rumah, dia tidak melihat Chris.Malam itu, dia tidur dengan sangat nyenyak.....Keesokan siang, Milla mengajak Joy makan siang. Melihat meja yang penuh dengan hidangan lezat, Joy berseru kaget, "Ada apa denganmu hari ini? Kok mendadak jadi royal begini?""Belakangan ini aku sering merepotkanmu, jadi traktiran ini sebagai ucapan teri

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 80 Chris Sangat Menyebalkan

    Milla mengatupkan bibirnya, menatap Chris yang duduk tenang di tengah. Alis Chris yang tebal tampak berkerut, matanya tak sedikit pun terangkat ....Ditekan begitu ketat, terus-menerus disudutkan, apakah ini masih disebut presentasi kerja sama? Ini sudah masuk ke ranah serangan pribadi, bukan?"Bu Milla nggak bisa menjawab?" Manajer Yoan melihat wajah Chris semakin muram. Saat mengira dugaannya benar, yaitu bos besar tidak menyukai proposal Milla, dia pun semakin berani menekan. "Kalau begitu, karena kalian bahkan nggak mempertimbangkan hal dasar ini, kerja sama hari ini ....""Cukup!" Chris tiba-tiba bersuara, membanting proposal di tangannya ke meja dengan suara nyaring. "Sampai di sini saja untuk hari ini!"Wilson yang berdiri di belakangnya langsung merasa tegang, takut kalau ada orang bodoh di sekitar yang menanyakan sesuatu yang lebih berbahaya."Bu Milla, silakan kembali dan tunggu pemberitahuan." Di hadapan orang lain, Wilson tidak berani menunjukkan sikap yang terlalu ramah.M

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 81 Wanita yang Tidak Punya Hati

    Milla kembali lebih awal ke Grand Amary. Setelah berganti pakaian, dia langsung menuju dapur.Kemudian, dia menarik kepala pelayan dan bertanya, "Kak Yuli, Om Chris suka makan apa?""Tuan Chris sepertinya nggak punya makanan favorit. Aku sudah memperhatikan dengan saksama. Nggak peduli hidangan apa yang kubuat, beliau selalu mencicipi beberapa suap tanpa mengatakan suka ataupun pilih-pilih."'Apa pria ini menganggap dirinya kaisar? Takut orang lain mengetahui seleranya dan meracuninya?' Milla mengkritik dalam hati, lalu bertanya lagi, "Jadi ... nggak ada petunjuk sedikit pun?""Kalau harus dibilang, Tuan Chris suka minum sup. Ramuan obat yang dibuat sesuai instruksi Dokter Luis selalu diminum 2 mangkuk." Yuli menganalisis."Oke, hari ini serahkan saja dapur kepadaku. Kalian bisa mengurus hal lain." Milla mengosongkan dapur. Dengan percaya diri, dia mengambil tablet dan mencari berbagai resep makanan dan mulai belajar dengan penuh semangat.Namun, memasak ternyata lebih sulit dari yang

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 82 Merindukan Sentuhan

    Makan? Dia sudah kenyang karena marah!Chris memutar kursi rodanya dan pergi, malas menanggapi pertanyaan Milla.Milla berdiri dan mengejarnya, bertanya tanpa tahu apa-apa, "Lalu ... gimana dengan kontrak Yoan?"Chris menoleh, tatapan dinginnya mengarah pada wanita di belakangnya. "Mulai sekarang, nggak perlu repot-repot masak sendiri. Keluarga Mahendra nggak sanggup mempekerjakanmu."Milla berdiri terpaku, mengingat kembali tatapan dalam dan nada dingin Chris barusan. Dia baru menyadari bahwa pemahamannya tentang pria itu masih terlalu dangkal ....Chris masuk ke lift dan menuju ruang kerja. Amarahnya mulai mereda. Dia mengambil ponsel dan menelepon Wilson. "Kenapa kontrak ambasador Yoan belum disetujui? Apa yang membuat manajernya nggak puas?""Sebetulnya nggak ada masalah besar," sahut Wilson dengan hati-hati."Lalu, kenapa belum disetujui?" Mengingat bagaimana Milla diserang oleh sekelompok orang di ruang rapat siang tadi, entah kenapa Chris merasa tidak tega."Mungkin mereka hanya

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 83 Kambing Hitam

    "Tiba-tiba pulang ke rumah orang tua?" Suara dingin Chris terdengar dari belakang Milla. "Kalau orang nggak tahu, mereka pasti mengira aku menindasmu."Bukankah memang begitu? Milla menggigit bibirnya. Di depan beberapa pelayan, dia tidak ingin berdebat dan hanya berkata, "Jangan berlebihan. Besok ulang tahun ibuku, aku pulang untuk menemaninya." Setelah itu, dia mengambil tasnya dan pergi.Chris terdiam sesaat, lalu naik ke lantai atas. Begitu masuk ke kamar, dia melihat tiara yang diberikan kepada Milla masih terbungkus rapi di sudut meja.Bukankah Milla sendiri yang mengatakan bahwa tiara ini adalah sesuatu yang selalu ingin diberikan ayahnya kepada ibunya sebelum meninggal? Kenapa dia tidak menghargai pemberiannya?Tatapan Chris tiba-tiba mendingin. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman mengejek.....Meskipun bisa menghindari orang, masalah tetap tidak bisa dihindari. Milla tetap harus berusaha mendapatkan kontrak dengan Yoan.Begitu sampai di kantor, dia langsung mengunci d

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 84 Dia Menyukai yang Muda

    Sore itu, saat Milla hampir menggila karena tidak ada lagi yang bisa diperbaiki dalam proposalnya, tiba-tiba dia menerima kabar mengejutkan dari Grup Mahendra bahwa kontrak ambasador Yoan telah disetujui.Bukan hanya itu, tim Yoan kebetulan sedang melakukan pemotretan sampul majalah di studio dekat Grup Jauhari. Milla diminta membawa tim periklanan untuk menyusun konsep syuting iklan pertama.Mendengar kabar ini, Milla langsung bersemangat. Tanpa banyak bicara, dia segera membawa dua rekan dari tim periklanan dan berangkat ke studio.Di dalam studio, di bawah cahaya lampu sorot, Yoan seperti magnet berjalan. Semua wanita dalam radius beberapa kilometer selalu terpikat padanya. Setiap kali dia berpose, terdengar sorakan dari kerumunan."Penampilannya memang nggak perlu diragukan lagi. Yang paling penting, tatapannya secara alami membawa daya tarik seksual. Ini benar-benar bakat istimewa," puji fotografer pada Elvi.Elvi terlihat sangat bangga dan tersenyum puas. Namun, saat melihat Mill

Latest chapter

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 169 Dia Sedang Membujuk Milla

    Haha!Chris menoleh untuk melihat Wilson sekilas. Sorot matanya tampak dingin, seakan-akan bisa membunuh orang.Ekspresi Wilson penuh penderitaan. Kalau bisa, dia ingin langsung melompat ke dalam sumur dan mengakhiri hidupnya saat itu juga. Namun, apa yang bisa dia jelaskan? Di depan Chris, dia benar-benar tidak punya hak bicara sedikit pun.Chris dan Milla melakukan pernikahan rahasia, tapi dia yang selalu dijadikan tameng di depan calon ibu mertua. Yang paling menyebalkan, Chris tidak tega memarahi Milla karena tidak menjelaskan kepada ibunya dengan baik. Setiap kali malah dia yang selalu dijadikan pelampiasan amarah!Wilson benar-benar merasa menderita!"Kalian tadi lagi ngobrol apa?" Chris akhirnya memecah keheningan yang canggung."Oh, aku sedang menceritakan masa kecil Milla pada Wilson," jawab Nayla santai."Menarik?" tanya Chris sambil melirik dingin ke arah Wilson.Wilson langsung mematung. Dia tahu betul, entah menjawab ya atau tidak, nasibnya tetap akan menderita."Itu tadi

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 168 Salah Mengenali Menantu

    Milla sudah lama tidak bertemu dengan ibunya. Begitu sampai di rumah, dia langsung mandi dan mencuci muka, lalu menyelinap ke tempat tidur ibunya dengan manja dan bersikeras ingin tidur bersama.Melalui perbincangan semalaman yang penuh kehangatan, Milla merasa energi dalam dirinya yang sebelumnya hampir habis, kembali terisi penuh oleh kekuatan cinta. Dia pun merasa siap untuk kembali berjuang menghadapi dunia luar.Namun, soal pertanyaan yang masih tak kunjung dijawab oleh ibunya, Milla memilih untuk tidak mengungkitnya lagi.Keesokan harinya, Nayla beristirahat di rumah.Milla juga sengaja pulang lebih awal dari kantor karena ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama ibunya. Namun, begitu sampai di rumah, dia menerima telepon dari asistennya yang meminta izin untuk membahas tahap berikutnya dari percobaan parfum terbaru.Setelah kejadian heboh dengan Laura, uji coba berikutnya pasti akan mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan. Departemen parfum di Grup Jauhari pun seda

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 167 Menangis demi Dirinya

    Di luar jendela toko dessert.Sebuah mobil Maybach hitam perlahan berhenti di tepi jalan. Jendela mobil turun separuh. Dari dalam, sorot mata Chris yang tajam menembus ke arah jendela kaca toko dan jatuh tepat pada sosok wanita di dalamnya.Air mata yang mengalir dari sudut mata Milla, menghujam langsung ke dasar hatinya. Apakah Milla menangis karena dirinya?Mengingat kembali ucapannya tadi, Chris merasa dirinya memang agak keterlaluan.Chris adalah pria yang rasional dan tenang. Namun hari ini, dia malah terbawa emosi dan mengucapkan kata-kata yang begitu menyakitkan. Kenapa bisa begitu?Chris menggenggam erat kemudinya dan mengernyit dalam.Saat dia hendak membuka pintu dan turun, Wilson meneleponnya.“Pak, tebakan Anda benar. Zeno memang menyuruh orangnya menyusup di acara jamuan. Tapi setelah Anda membawa Nyonya pergi, sepertinya mereka langsung membatalkan semua rencana. Kami hanya menemukan sedikit petunjuk .... Apakah Anda mau datang dan melihatnya sendiri?”"Aku mengerti, aku

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 166 Milla Adalah Pengecualiannya

    Sepuluh menit kemudian.Zeno kembali muncul di hadapan Milla. "Bu Milla, kenapa kamu tiba-tiba berubah pikiran?"Milla tersenyum segan. "Pak Zeno mau dengar sejujurnya atau cuma sekadar basa-basi?"Mata Zeno berkilat dingin dan tertawa, "Coba kamu katakan dua-duanya?""Alasan palsunya, aku nggak sabar ingin membalas budi padamu. Tapi alasan sebenarnya ... aku baru tahu kalau beberapa rekan bisnis yang ingin kutemui malam ini, ternyata hadir di acara jamuan ini."Tatapan Zeno tertuju pada Milla yang berdiri di hadapannya dengan pesona yang begitu kuat. Sudut bibirnya sempat bergerak sedikit, menampakkan senyuman samar.Milla menambahkan, "Tapi memang, aku nggak suka berutang budi sama siapa pun. Jadi alasan ‘palsu’-ku tadi, sebenarnya nggak sepenuhnya palsu.""Hahaha."Zeno tertawa, "Bu Milla, kamu benar-benar wanita yang menarik."Milla tersenyum. Lengkungan di sudut bibirnya manis dan anggun.Zeno lalu menekuk sedikit lengannya, memberi isyarat agar Milla menggandengnya. Milla pun me

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 165 Dia Tidak Bisa Menolak

    Sunny hampir tersedak ludahnya sendiri! Dia sudah mengerahkan segala cara untuk bisa mendekati Zeno. Kini setelah akhirnya berdiri begitu dekat dengannya, Milla malah menghancurkan suasana!Milla benar-benar pembawa sial dalam hidupnya!Sunny mengepalkan tangan, bibirnya sampai pucat karena terlalu keras menggigit. Dia hanya bisa menatap Zeno dan Milla yang berjalan pergi bersama dan semakin menjauh darinya."Pak Zeno, terima kasih sudah mengalah tadi," ujar Milla dengan sopan.Zeno tersenyum sambil menggeleng, "Jangan panggil aku Pak Zeno, cukup panggil Zeno saja. Ngomong-ngomong, kenapa kamu mengincar tanah itu? Menurutku, dari segi harga dan lokasi, nilai investasinya nggak terlalu tinggi."Milla pun menjelaskan tentang rencana pembangunan pabrik baru milik Grup Jauhari dan bagaimana lokasi tanah itu sangat mendukung logistik dan efisiensi. Kemudian, dia balik bertanya, "Kalau kamu sendiri? Kenapa kamu tertarik sama tanah itu? Kalau aku nggak terus menawar, tanah itu pasti sudah kam

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 164 Pembawa Sial

    Acara lelang pun dimulai.Beberapa tanah di awal adalah pilihan favorit. Ada yang lokasinya strategis, ada yang dekat dengan sumber air, dan ada juga yang punya nilai ekonomis tinggi, semuanya jadi rebutan.Namun, Milla tetap tenang dan tidak menunjukkan minat sedikit pun. Sesekali, dia bahkan melirik ponsel untuk melihat berita terkini.Di media sosial, Laura benar-benar sudah ditinggalkan oleh agensinya. Isi kolom komentar semuanya penuh hujatan. Yah, itu memang akibat dari perbuatannya sendiri.Menjelang akhir acara, barulah tanah terakhir yang memang diincar oleh Milla akhirnya muncul.Pembawa acara memberikan sedikit penjelasan tentang tanah tersebut, lalu mengumumkan harga pembuka, yaitu 80 miliar."Sembilan puluh miliar!"Milla mengangkat papan nomor dengan suara lantang.Beberapa pria yang duduk di barisan depan refleks menoleh ke belakang. Itu suara wanita pertama yang ikut menawar malam itu. Begitu melihat wajah cantik Milla, mereka tampak puas. Suara dan penampilannya sama-s

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 163 Menggaet Pria Kaya

    "Pak Zeno!"Melihat pria yang familier itu, Milla langsung teringat kembali saat dia berada di Rumah Sakit Kota Cevo. Pria inilah yang datang mewakili pesta sosialita internasional untuk menjenguknya waktu itu.Milla masih ingat, nama pria ini adalah Zeno.Pria yang elegan di hadapannya itu, langsung menunjukkan sorot mata berbinar dan menggeleng takjub, "Bu Milla benar-benar luar biasa .... Bu Milla masih ingat aku?"Milla tersenyum tipis tanpa menjelaskan apa pun. Alasan nama itu melekat di ingatannya adalah karena Chris tampak sangat memperhatikan orang ini waktu itu."Boleh tahu, Bu Milla hari ini datang hanya untuk melihat-lihat, atau memang ada tanah yang sangat Anda incar?" tanya Zeno sambil berbasa-basi."Keluarga kami berencana membangun pabrik baru, dan memang ada sebidang tanah yang menarik perhatian," jawab Milla dengan tenang dan percaya diri.Zeno tersenyum sambil mengangguk. "Kebetulan, aku juga."Keduanya saling bertukar sapa dan mengobrol ringan. Mereka tidak menyadari

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 162 Chris Turun Tangan Sendiri

    "Berhenti!"Fotografer menghentikan sesi pemotretan, "Kita istirahat sebentar ya, mungkin kalian kelelahan. Yoan, coba cari dulu mood-nya."Begitu keluar dari sorotan lampu dan kamera, Yoan langsung melihat Wilson yang memberi isyarat mata dari tempat tersembunyi. Dia pun buru-buru mengikutinya keluar.Di ruang istirahat, Chris sudah menunggu.Melihat tatapan Chris yang tajam dan berbahaya itu, Yoan langsung teringat momen horor saat di acara sosial para sosialita, ketika dia dipermalukan habis-habisan. Tanpa sadar, dia menutup dadanya dengan kedua tangan."Om Chris? Bukannya Anda bilang nggak akan datang?" tanya Yoan dengan hati-hati."Kalau aku nggak datang, gimana aku bisa tahu kalau kamu sudah tumbuh besar dan mulai keras kepala?" Tatapan Chris dingin menusuk."Om, tolong jangan salah paham. Tadi Om juga lihat sendiri, aku duduk diam dan nggak bergerak! Bahkan aku nggak berani lihat mata Tante! Sumpah!" Yoan buru-buru mengangkat tiga jari sebagai janji secara refleks.Chris mendeng

  • Dikhianati Tunangan, Dimanja Presdir Miliarder   Bab 161 Apa Paman Bisa Tahan?

    'Baguslah kalau Om nggak datang,' batin Yoan sambil diam-diam menyimpan ponselnya ....Setelah selesai menangani dokumen di tangannya, Chris merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Yoan tadi. Dia pun segera memerintahkan Wilson, "Cari tahu, apa yang sedang dilakukan Yoan."Tak lama kemudian, Wilson kembali melapor, "Pak Chris, Pak Yoan hari ini sedang syuting iklan kedua untuk parfum Grup Jauhari, dan ... pasangan perempuannya tiba-tiba diganti menjadi Nyonya.""Apa?"Alis Chris langsung mengernyit. Dia berkata tegas, "Bawa ke sini proposal iklan yang terakhir kali diserahkan oleh Grup Jauhari!""Baik!"Wilson tidak berani menunda. Dia segera mengambil dokumen proposal dan meletakkannya di depan Chris. Melihat desain iklan yang penuh adegan berpelukan dan mengangkat tubuh wanita, pupil mata Chris memicing tajam. Dia langsung menginstruksikan dengan suara tegas, "Ke studio sekarang juga!"....Yoan sedang syuting adegan solonya. Sementara itu, Milla duduk santai di kursi istirahat sambil

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status