Share

Bab 32

Penulis: Phoenixclaa
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-10 23:08:47

Beberapa hari setelah pertemuan di kantin, Raisa mengatur pertemuan pribadi dengan Bastian. Ia sengaja memilih sebuah kafe yang tidak terlalu ramai.

Bastian datang tepat waktu. Seperti biasa, ia tampil rapi dengan kemeja biru gelap yang lengan bajunya tergulung hingga siku.

Ekspresinya tetap kaku dan penuh kehati-hatian. Ia menarik kursi di hadapan Raisa dan duduk dengan sikap waspada.

"Bu Raisa," sapanya singkat.

Raisa menyunggingkan senyum tipis. "Bastian, aku senang kau datang."

"Apa yang ingin Anda bicarakan bu?"

Raisa menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap pria itu dengan pandangan penuh arti. "Aku melihat caramu menatap Naira dan Arga waktu itu. Dan aku rasa, aku tidak salah dalam menilai situasi ini. Kau memiliki perasaan terhadapnya, bukan?"

Bastian menegang sejenak, tetapi ia tidak langsung menjawab. Ia hanya mengepalkan jemarinya di atas meja.

"Tidak perlu menyangkal," lanjut Raisa dengan suara lembut namun tajam. "Kau tidak perlu malu jika kau memang menyukainya. Perasaan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 33

    Malam itu, setelah Bastian pergi, Naira bisa merasakan ketegangan di udara. Arga berdiri di sampingnya, menatap ke luar jendela dengan ekspresi yang sulit ditebak.Suara hujan yang mengguyur kaca jendela menambah suasana muram di antara mereka."Kau baik-baik saja?" tanya Arga akhirnya, suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya.Naira mengangguk pelan. "Tentu saja. Kenapa kau bertanya begitu?"Arga menghela napas, lalu berbalik menatapnya. "Aku melihat cara Bastian memperlakukanmu. Dan jujur saja, aku tidak menyukainya.""Sayang, Aku yakin Bastian tidak mendekatimu tanpa alasan."Naira menatap suaminya dengan serius. Mereka sudah lama mencurigai Raisa memiliki rencana tersembunyi, dan kehadiran Bastian hanya semakin menguatkan dugaan itu."Aku tak mau kita bermasalah karena prasangka," ujar Naira hati-hati. "Tapi kalau Bastian memang bagian dari rencana Raisa, kita harus lebih berhati-hati."Arga menatapnya dalam-dalam, lalu meraih tangan Naira, menggenggamnya erat. "Aku hanya t

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 34

    Arga merasa jantungnya berdebar begitu cepat saat mendengar kabar tentang istrinya. Langkahnya tergesa, hampir berlari menyusul kerumunan yang sudah bergerak menuju lantai atas.Pikirannya kacau, tidak ingin mempercayai desas-desus yang berkembang liar di pesta ini. Naira bukan orang seperti itu! Tidak mungkin!Di depan kamar yang disebut-sebut sebagai tempat Naira berada, suasana semakin menegangkan.Para tamu berbisik penuh penasaran, wajah mereka penuh dengan antisipasi akan skandal yang sebentar lagi terbongkar.Bu Rina dan Pak Pratama berdiri tegang di antara mereka, sementara Raisa berdiri paling depan dengan ekspresi penuh kemenangan.Dari dalam kamar, samar-samar terdengar suara aneh. Beberapa orang mulai melirik satu sama lain, desas-desus bertambah liar.Raisa tidak bisa menyembunyikan senyum sinisnya. Ini momen yang ia tunggu. Dengan penuh semangat, tangannya terulur ke gagang pintu.“Sudah cukup permainan ini,” katanya lantang. “Sekarang kita lihat sendiri siapa sebenarnya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 35

    Setelah kejadian memalukan di pesta, Raisa tidak punya pilihan selain meminta maaf di depan semua orang keesokan harinya di kantor.Namun, alih-alih mendapatkan simpati, ia justru semakin dipermalukan.Dengan wajah merah padam, Raisa menundukkan kepala di hadapan Arga dan Naira di kantor. "Aku minta maaf atas semua yang terjadi, Bu Naira," ucapnya singkat, berusaha terdengar tulus meski sorot matanya masih menyimpan perhitungan.Namun, bukannya meredam situasi, para rekan kerja yang masih berkumpul mulai berbisik-bisik, sebagian bahkan menahan tawa.Beberapa orang memandang Raisa dengan tatapan mencemooh, sementara yang lain dengan sinis berbisik tentang betapa rendahnya sikap Raisa.Salah satu karyawan bahkan berbisik cukup keras hingga terdengar oleh beberapa orang di sekitar, "Bu Raisa sudah terlalu sering terang-terangan menyerang Bu Naira. Tidak heran kalau sekarang dia mendapatkan balasannya sendiri."Arga menatap Raisa tajam, ekspresinya penuh ketegasan. "Jangan ulangi kesalaha

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 36

    Setelah beberapa minggu pemulihan, Reyhan akhirnya kembali ke kantor. Meski belum sepenuhnya pulih, ia merasa cukup kuat untuk bekerja.Namun, pikirannya terusik saat tanpa sengaja bertemu Naira di koridor kantor. Wanita itu tampak percaya diri seperti biasa, tetapi kali ini ada senyum tipis di bibirnya.Biasanya, Naira selalu menunjukkan ekspresi datar padanya, namun sekarang ada sesuatu yang berbeda.Mata mereka bertemu sesaat sebelum Naira meliriknya dan bertanya dengan nada santai, "Bagaimana kabarmu, Reyhan? Sudah merasa lebih baik?"Reyhan terkejut. Naira tak pernah berbasa-basi sejak mereka berpisah. Mengapa sekarang ia tampak begitu tenang, seolah menyimpan rahasia?Lebih buruk lagi, Reyhan mulai sering bermimpi tentang kecelakaannya. Dalam mimpi itu, Naira-lah yang berusaha menyelamatkannya, bukan Raisa.Suaranya memanggil namanya dengan panik, tangannya menariknya keluar dari mobil yang ringsek. Tapi itu tidak mungkin, bukan?Ia menggelengkan kepala, mencoba menepis kebingun

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 37

    Setelah pertemuan yang cukup menegangkan di rumah Pak Alfian dan Bu Ratna, Bu Maya dan Reyhan akhirnya pulang.Sepanjang perjalanan, Bu Maya tampak puas, sementara Reyhan hanya diam, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Begitu mobil berhenti di depan rumah, mereka disambut oleh Lila yang berdiri di ambang pintu dengan tangan terlipat di dada.Senyumnya merekah, matanya berbinar penuh semangat. Rambut panjangnya yang tergerai sedikit berayun tertiup angin malam, menambah kesan percaya diri pada wajahnya yang berseri-seri.“Kak Reyhan!” serunya antusias, matanya berbinar penuh kegembiraan. “Aku dengar kabar baiknya dari Ibu! Akhirnya Kakak akan tunangan lagi dengan Kak Raisa!”Reyhan hanya mengangguk kecil, sementara Bu Maya menepuk pundak putrinya dengan bangga. “Tentu saja. Ini yang terbaik untuk keluarga kita.” Nada suaranya mengandung kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan.Lila tersenyum puas. Baginya, ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan namanya di kampus.Lila harus men

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 38

    Pesta pertunangan Reyhan dan Raisa terus berlanjut dengan kemewahan yang dipersiapkan secara matang.Para tamu dari berbagai kalangan, mulai dari rekan bisnis hingga kolega keluarga, bercengkerama di dalam gedung yang dipenuhi dekorasi elegan.Suara orkestra mengalun lembut, menciptakan suasana yang tampak sempurna di permukaan.Di tengah kemeriahan itu, Arga melangkah mendekati pasangan yang baru saja bertukar cincin. Wajahnya tetap netral, mencerminkan profesionalismenya yang tak tergoyahkan."Selamat untuk kalian berdua," ucapnya, suaranya mantap namun datar. "Semoga pertunangan ini menjadi awal yang baik untuk masa depan kalian."Raisa yang sejak awal merasa canggung dengan kehadiran Arga segera tersenyum lega. Ia tahu betapa sulitnya bagi bosnya itu untuk datang, mengingat masalah yang telah terjadi.Ia juga sadar bahwa akhir-akhir ini kinerjanya di kantor sering mengecewakan Arga. Namun, pria itu tetap hadir, dan itu saja sudah cukup baginya."Terima kasih banyak, Pak Arga," ujar

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 39

    Raisa menatap layar ponselnya, membaca pesan dari Lila dengan hati berdebar. Bagaimanapun, Lila adalah adik tunangannya.Ia tidak bisa membiarkan gadis itu tenggelam dalam skandal ini terlalu dalam. Lila terus mendesaknya untuk melakukan sesuatu, memohon agar ia membantu membersihkan namanya.Namun, ia tahu betul bahwa Reyhan tidak akan setuju jika ia ikut campur, apalagi dengan cara seperti ini.Tapi di sisi lain, ia tidak bisa membiarkan Lila menghadapi ini sendirian. Adik tunangannya itu terus memohon dengan suara bergetar ketakutan, seolah hanya Raisa yang bisa menyelamatkannya.Hatinya bimbang, tetapi melihat Lila yang begitu putus asa, ia tahu ia harus mengambil keputusan, cepat atau lambat.Raisa akhirnya mengambil keputusan. Ia menelepon ayahnya, jelas sebagai seseorang yang berpengaruh dia memiliki banyak koneksi, termasuk dengan beberapa jurnalis ternama."Papa, aku butuh bantuan," ujarnya dengan nada serius."Ada apa, Raisa?" suara sang ayah terdengar tegas di seberang telep

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 40

    Reyhan menghempaskan ponselnya ke meja dengan kasar. Rahangnya mengatup rapat, matanya menatap layar yang masih menampilkan berita tentang skandal Lila. Ini sudah di luar batas.Tanpa pikir panjang, ia mengambil ponselnya lagi dan menelepon seseorang. Nada sambung berbunyi beberapa kali sebelum akhirnya terdengar suara berat di ujung sana."Reyhan? Jarang sekali kau menelepon langsung begini. Ada apa?""Aku butuh bantuanmu, Arman," ujar Reyhan dengan nada rendah namun tajam. "Ini bukan permintaan biasa. Aku ingin kau mencari informasi tentang seseorang."Di seberang sana, Arman seorang polisi yang sudah lama bersahabat dengan Reyhan terdiam sejenak sebelum menjawab, "Kedengarannya serius. Siapa yang harus kucari?"Reyhan menghela napas panjang, mencoba menahan emosinya yang masih mendidih. "Pelayan yang terlibat dalam skandal adikku. Aku ingin tahu siapa dia sebenarnya, latar belakangnya, keluarganya, dan apapun itu.”Arman terkekeh kecil. "Jadi kau ingin aku melakukan pekerjaan kotor?

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15

Bab terbaru

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 59

    Reyhan jatuh tersungkur di lantai dengan napas terengah-engah. Naira menatapnya dengan campuran keterkejutan dan kebingungan.Bagaimana bisa Reyhan ada di sini? Apa yang sebenarnya terjadi?Pria bertopeng yang tadi menampar Naira menggeram kesal. "Bodoh! Kenapa kau membawa orang lain ke sini? Ini hanya akan menyulitkan kita!""Dia mencoba mengikuti jejak wanita ini," jawab salah satu anak buahnya. "Kami menemukannya mengintai di sekitar lokasi."Naira menatap wajah Reyhan yang penuh luka, alisnya berdarah, dan sudut bibirnya pecah. Matanya perlahan terbuka, menatapnya dengan lemah. "Naira... kau tidak apa-apa?"Naira menelan ludah, berusaha meredam emosi yang berkecamuk di dadanya. "Kenapa kau ada di sini? Apa kau datang untuk menyelamatkanku?"Reyhan tersenyum miris. "Tentu saja. Aku tidak bisa diam saja melihatmu dalam bahaya."Namun, sebelum Naira sempat membalas, salah satu pria bertopeng mengangkat tangannya, hendak memberikan pukulan lagi.Namun, sebelum tangannya bisa mendarat,

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 58

    Suasana kantor masih terasa sibuk saat Naira melangkah keluar dari ruangannya. Sudah sore, tetapi karena kejar target, banyak karyawan masih lembur, termasuk Arga yang masih fokus di ruangannya.Sebelumnya, Arga sempat menawarkan diri untuk mengantarnya pulang."Aku bisa mengantarmu, sayang. Hari ini kau terlihat lebih lelah dari biasanya," katanya dengan nada penuh perhatian.Namun, Naira tersenyum kecil dan menggeleng. "Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lagipula, aku sudah berjanji dengan ibu untuk pergi ke salon bersama."Arga menghela napas sebelum mengangguk. "Baiklah, kalau begitu hati-hati. Jangan lupa beri kabar kalau sudah sampai."Naira tersenyum, lalu melangkah mendekat dan memeluk suaminya erat. "Aku akan baik-baik saja, jangan khawatir."Arga mengecup puncak kepalanya dengan lembut. "Tetap hati-hati, sayang."Di rumah, Naira mengambil tasnya dan bersiap pergi. Sebelum keluar dari pintu, ia menoleh ke arah Arga yang masih berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan cemas.Ia k

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 57

    Pagi itu, suasana kantor dipenuhi kesibukan seperti biasa. Namun, bagi Reyhan, langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.Kepalanya masih dipenuhi oleh masalah dengan Raisa dan tuntutan pernikahan yang terus menghantuinya.Saat ia melangkah masuk ke ruangannya, matanya langsung menangkap sosok Naira yang baru saja hendak keluar dari ruangan.Namun, begitu melihat Reyhan, Naira dengan cepat menghindar, berpura-pura sibuk dengan berkas di tangannya.Reyhan mengerutkan kening. "Naira."Naira berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Aku sedang sibuk, Reyhan. Kita tidak perlu bicara."Reyhan menghela napas panjang. Ia melangkah mendekat, namun Naira justru semakin menjauh, seolah enggan berada di dekatnya lebih lama."Kau menghindariku?" tanya Reyhan dengan nada datar, namun matanya menelisik tajam.Naira tertawa kecil, tetapi tanpa humor. "Aku hanya tidak punya waktu untuk membicarakan hal yang tidak penting.""Aku baru saja kemarin mendatangi rumahmu," kata Reyhan, suaranya lebih rendah

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 56

    Reyhan menatap Bu Ratna dan Pak Alfian dengan ekspresi yang sulit ditebak. Ada amarah, frustasi, dan kepasrahan dalam satu waktu.Pernikahan? Dengan Raisa? Semua ini terasa seperti jebakan yang sudah dirancang matang, seolah mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjebaknya sepenuhnya.“Aku butuh waktu,” akhirnya Reyhan berkata, suaranya serak dan berat.“Tapi Reyhan—” Raisa mencoba berbicara, namun ia terdiam ketika melihat tatapan dingin yang diberikan Reyhan padanya.“Jangan paksa aku mengambil keputusan sekarang.” Ia mengalihkan pandangannya ke arah Bu Ratna dan Pak Alfian. “Aku akan bertanggung jawab atas anak ini, tapi pernikahan bukan sesuatu yang bisa diputuskan dalam satu malam.”Bu Ratna hendak membantah, tetapi Pak Alfian menepuk tangannya pelan, memberi isyarat agar diam. “Baiklah, Reyhan. Kami akan memberimu waktu. Tapi jangan terlalu lama. Anak ini membutuhkan kepastian.”Reyhan tidak menjawab. Ia hanya menatap Raisa sejenak sebelum berbalik dan melangkah keluar da

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 55

    Reyhan berdiri di depan pintu apartemen Naira yang kini tertutup rapat, seperti tembok yang tak mungkin ia tembus lagi.Jemarinya masih menggenggam erat gelang kecil itu, seakan bisa menghidupkan kembali waktu yang telah hilang. Tapi tidak. Waktu tak akan pernah bisa diputar kembali.Dadanya terasa sesak. Bukan hanya karena kata-kata tajam Naira, tetapi juga karena kenyataan yang harus ia hadapi.Wanita yang dulu begitu mencintainya, kini bahkan tak lagi ingin melihatnya. Wanita yang pernah ia abaikan, kini membalasnya dengan tatapan dingin yang menusuk.Dan ironisnya, di saat ia baru menyadari betapa berharganya Naira, semuanya telah terlambat.Dari balik jendela, Naira berdiri diam, menyaksikan sosok Reyhan yang mulai melangkah pergi.Ia seharusnya merasa puas, seharusnya merasa menang karena bisa melihat pria itu merasakan kepedihan yang dulu pernah ia rasakan.Tapi mengapa ada sesuatu di dalam dadanya yang terasa begitu sakit? Jemarinya menggenggam kerah gaunnya, berusaha menahan s

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 54

    Reyhan berdiri di depan pintu apartemen Naira, dadanya naik turun dengan napas yang tertahan.Tangannya terangkat, ragu-ragu sebelum akhirnya mengetuk. Tiga ketukan pelan namun penuh harap. Hening. Tidak ada jawaban.Ia menelan ludah, lalu mengetuk lagi. Kali ini lebih keras. Jantungnya berdetak lebih cepat saat langkah kaki terdengar dari dalam.Tak lama kemudian, pintu terbuka perlahan, memperlihatkan sosok yang selama ini menghantuinya dalam setiap mimpi buruk dan penyesalan.Naira.Wanita itu berdiri di hadapannya dengan tatapan yang dingin dan datar, seolah kehadirannya bukanlah sesuatu yang berarti.Rambut panjangnya tergerai rapi, wajahnya cantik seperti yang selalu Reyhan ingat, tetapi ada sesuatu yang berbeda.Mata itu, mata yang dulu penuh cinta saat menatapnya, kini hanya dipenuhi dengan sesuatu yang jauh lebih tajam. Jauh lebih berbahaya.Reyhan merasa dadanya sesak."Ada apa?" suara Naira terdengar tenang, hampir terlalu tenang, seolah ia tidak terganggu sedikit pun denga

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 53

    Raisa duduk di depan layar laptopnya, matanya memandang kosong pada layar yang menampilkan satu lagi email penolakan.Tangannya mengepal erat, wajahnya memerah karena frustrasi. Sudah lebih dari dua puluh perusahaan yang ia lamar, namun semuanya menolak tanpa memberikan alasan yang jelas."Ini pasti ulah Arga!" desisnya marah, suaranya penuh kebencian.Ayahnya, Pak Alfian, berdiri di belakangnya dengan wajah keruh. Sebagai seorang pengusaha senior, ia masih memiliki pengaruh.Namun setiap kali ia mencoba menghubungi kenalan bisnisnya untuk membantu Raisa mendapatkan pekerjaan, mereka selalu menolak secara halus atau bahkan langsung memutuskan komunikasi, seolah takut hanya dengan menyebut nama keluarganya."Aku tidak mengerti, Raisa," kata Pak Alfian, suaranya berat dan penuh ketakutan. "Bahkan perusahaan-perusahaan yang berutang budi padaku pun menolak membantumu. Ini... ini bukan kebetulan." Raisa menggertakkan giginya, tangannya mencengkeram ujung meja hingga buku-buku jarinya memu

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 52

    Malam itu, di kamar mereka yang remang-remang dengan pencahayaan hangat, Arga menatap Naira yang tengah bersandar di dadanya.Jemarinya dengan lembut memainkan rambut istrinya, sementara pikirannya masih dipenuhi dengan kejadian hari itu."Jadi, apa rencanamu selanjutnya setelah Raisa dipecat?" Arga bertanya dengan suara rendah, matanya penuh perhatian menatap wajah Naira.Naira tersenyum tipis, sorot matanya penuh tekad. "Aku ingin dia kehilangan segalanya, pekerjaan, reputasi, dan setiap peluang di dunia bisnis. Biarkan dia merasakan kehancuran yang sama seperti yang dia rencanakan untukku."Arga mengangguk, ekspresinya tetap tenang meski ada kilatan tajam di matanya. "Aku bisa mengurus itu. Aku akan menghubungi beberapa koneksi dan memastikan tidak ada satu pun perusahaan besar yang mau menerimanya."Naira mengangkat wajahnya, menatap Arga penuh cinta. "Terima kasih, sayang. Aku tahu aku bisa mengandalkanmu."Arga mengusap pipi istrinya dengan lembut, menatapnya dengan sorot mata t

  • Dibuang Suami, Dipinang CEO   Bab 51

    Naira masih berbaring di sofa, merasakan kehangatan genggaman tangan Arga. Meski tubuhnya lelah, hatinya terasa lebih ringan setelah semua yang terjadi.Arga duduk di sampingnya, jemarinya mengusap lembut punggung tangannya. "Kau baik-baik saja?" tanyanya dengan nada khawatir.Naira mengangguk pelan. "Aku hanya butuh sedikit waktu untuk beristirahat. Terima kasih karena selalu ada untukku."Arga tersenyum, lalu menghela napas panjang. "Aku sudah memecat Raisa. Dia tidak akan mengganggumu lagi. Kau tidak perlu khawatir tentangnya."Naira terdiam sesaat, lalu mengangguk kecil. "Terima kasih, Arga. Aku tidak ingin hal ini berlarut-larut."Arga menatapnya dengan penuh kelembutan. "Kau sudah bekerja terlalu keras. Aku ingin kau pulang lebih awal hari ini dan beristirahat dengan baik. Aku akan mengurus semua urusan di kantor."Naira tersenyum kecil, merasa lega karena Arga begitu memperhatikannya. "Baiklah, aku akan pulang lebih awal."Arga mengusap pipinya perlahan. "Aku akan mengantarmu s

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status