"pergilah,karena ayahmu tidak akan pernah datang. Jangan membuat malu dirimu sendiri. "Ucap Laura yang masih meremehkan Alona. "Kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. "Alona tersenyum kecil menatap ke arah ibu tirinya. Tidak berselang lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan.Alona tersenyum tipis memandangi wajah ibu tirinya yang terlihat begitu kesal. "Sepertinya aku menang ibu."Ucap Alona tersenyum penuh kepuasan menatap ke arah ibu tirinya yang terlihat begitu kesal. "Jangan terlalu merasa puas Alona.Kali ini mungkin kamu menang tapi setelah ini mungkin kamu tidak akan pernah menginjakkan kaki mu di sini." "Kenapa aku tidak boleh menginjakkan kaki ku?Ingat ibu,aku juga berhak atas rumah ini.Apa ibu lupa jika rumah ini sudah berdiri sebelum ibu datang?Jadi aku juga berhak untuk datang ke sini sesuka hati ku."Jawab Alona tersenyum kecil. "Kamu datang nak. "Tuan Mahardika tersenyum ke arah putrinya. Laura yang melihat hal itu terlihat begitu kesal. D
Sementara itu di depan mansion,Alona baru saja tiba.Terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah wanita cantik itu. Alona berjalan masuk ke dalam mansion dan menuju ke kamar miliknya. Setibanya di dalam kamar,wanita cantik itu tidak melihat keberadaan putranya. Alona segera mengganti pakaiannya dan berjalan keluar dari kamar dan mencari keberadaan putranya. "Kamu sudah kembali sayang?"Begitu ia hendak menuruni tangga,Suaminya bertanya kepada dirinya. Alona menoleh dan tersenyum kecil kepada suaminya. Wanita cantik itu mendekat dan memeluk erat pria yang merupakan suaminya tanpa mempedulika para pelayan yang berada di sekitar mereka berdua. "Sepertinya rencana mu berjalan lancar sayang. Kamu tidak bisa menyembunyikannya kebahagiaan mu itu." "Benarkah. "Alona tersenyum kecil menatap wajah suaminya."Ngomong-Ngomong di mana Kelvin?"Alona kembali bertanya dan menatap wajah suaminya. "Kelvin bersama dengan Lily di taman." "Aku akan ke sana.Sekali lagi terima kasih sa
Tok...tok.. Alona melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.Begitu membuka pintu,Alona melihat kehadiran Paman Jack yang sedang tersenyum kecil kepadanya. "Paman. "Alona tersenyum kepada pria paruh baya yang sudah di anggap seperti ayah baginya. "Tuan berpesan jika beliau akan pulang malam nona." "Dia tidak mengabari ku Paman." "Katanya nomor ponsel anda tidak aktif." "Benarkah. Yah sudah Paman,terima kasih. "Ucap Alona tersenyum kecil dan kembali masuk ke dalam. Alona mengambil ponselnya di dalam tas dan menemukan ponselnya dalam keadaan mati.Wanita cantik itu tersenyum kecil dan mulai mengisi daya ponsel miliknya. "Ada apa nona?" "Paman Jack mengatakan jika Alex akan pulang malam. " Sementara itu di mansion tuan Mahendra. Bibi Alice sedang memasak bersama dengan pelayan untuk menyiapkan makan siang. Wanita paruh baya itu tidak membuang kebiasaannya sejak dulu. Bibi Alice sangat senang melakukan pekerjaan yang satu itu.Meskipun dia sudah menjadi nyonya tapi di
"Sepertinya luka tuan Alex cukup serius. Peluru yang mengenainya adalah peluru beracun Seperti yang dikatakan oleh Louis. "Ucap dokter pribadi Alex setelah mengeluarkan peluru tersebut. Brakkk... "Nona!"Teriak Paman Jack setelah melihat Alona terjatuh ke lantai. Alona ketakutan ketika melihat suaminya yang tidak sadarkan diri dengan luka tembak di perutnya dengan bercucuran darah. Dengan cepat Paman Jack,membopong tubuh Alona ke sofa.Paman Jack sedikit bersyukur ketika melihat Kelvin yang masih tertidur pulas. Sementara Alex masih belum ada kemajuan. Hal itu membuat Paman Jack dan Louis khawatir. Tidak berselang lama kemudian,tuan Mahendra dan bibi Alice juga tiba di mansion Alex. "Bagaimana keadaannya?"Bibi Alice dan tuan Mahendra tampak begitu khawatir. "Lukanya sudah di Bersihkan sekarang tuan tapi tuan Alex masih belum sadarkan diri karena peluru yang mengenainya mengandung racun."Ucap Louis dengan tatapan yang tidak pernah beralih dari Alex. Pria itu terlihat be
"Paman Jack."Teriak Alona ketika melihat Alex menggerakkan tangannya. Paman Jack yang mendengar teriakan Alona di dapur dengan cepat berlari dengan tergopoh gopoh. Pria paruh baya itu tampak begitu terkejut,di lihat dari ekspresi nya ketika menghampiri Alona. "Ada apa nona?"Paman Jack bertanya dengan ekspresi khawatir. "Alex menggerakkan tangannya Paman." "Benarkah itu nona?Paman akan segera memanggil dokter. " "Iya Paman. " Tidak berselang lama kemudian Alex membuka matanya dan orang yang pertama dia lihat adalah wajah cantik istrinya yang terlihat begitu panik.Alex tersenyum kecil menatap wajah istrinya. Alona yang melihat suaminya sudah membuka matanya,merasa begitu lega dan begitu bersyukur. "Ada apa dengan wajah mu itu sayang?"Alex tersenyum kepada istrinya dengan wajah yang masih terlihat begitu pucat. "Kamu tahu jika kamu membuat semua orang khawatir sayang.Kamu tidak sadarkan diri dan wajah mu terlihat begitu pucat."Ucap Alona mendekati suaminya. "Aku baik
"Bagaimana Louis?"Alex menatap ke arah tangan kanannya. "Ada kemungkinan jika itu adalah tuan Jhon. Kemungkinan pria paruh baya itu tidak meninggalkan kota ini tapi dia bersembunyi di suatu tempat dan merencanakan balas dendamnya. "Ucap Louis memberikan laporan kepada Alex. "Itu sebabnya,aku masih tidak percaya jika dia meninggalkan kota ini. Dia memiliki dendam yang begitu besar kepada ayah ku dan aku sangat yakin jika dia tidak mungkin kembali tanpa ada tujuan. " "Apa tuan tahu ,apa permasalahan Paman dan dan tuan Jhon?" "Aku juga tidak tahu. Ayah merahasiakan semua itu dariku.Entah apa permasalahan mereka berdua tapi sepertinya itu masalah pribadi. "Alex tahu tentang hal itu ketika melihat ayahnya lebih banyak diam ketika mengetahui informasi jika tuan Jhon kembali. Dua hari berlalu.... Pagi itu,semua orang sudah berada di meja makan. Termasuk dengan Alex sendiri.Pemimpin Black Dragon itu sudah mulai membaik.Pria itu bahkan bersiap siap ke markas miliknya. Selesai
Tiga puluh menit berlalu,Louis dan Jim meninggalkan Alex sendirian.Sepertinya pemimpin mereka butuh waktu sendiri untuk memikirkan semua masalah yang sepertinya cukup rumit ini. "Apa ada masalah yang tidak aku ketahui?"Batin Alex memijat kepalanya. Dia tidak bisa mencari informasi apa yang sebenarnya terjadi. Baru kali ini ada masalah yang membuat seorang Alex Mahendra tidak bisa memecahkannya.Sepertinya masalah kali ini cukup rumit dan Alex harus berhati-hati tentang masalah ini,apa lagi menyangkut tentang Istrinya. Alex terus memikirkan masalahnya,seandainya hal ini tidak menyangkut istrinya. Dia sudah menyerang tuan Jhon tapi pemimpin Black Dragon itu tidak ingin bertindak gegabah kepada masalah ini. Alex terus mengutak ngatik layar komputernya,mencari informasi tentang masalah tersebut.Dua jam berlalu pemimpin Black Dragon itu menatap tajam ke arah layar komputernya ketika menemukan informasi yang begitu mengejutkan. Tidak mudah bagi Alex menemukan informasi tersebut. Di
Tok... Tok.. Tangan kanan tuan Jhon mengetuk pintu sebanyak dua kali tapi masih belum ada jawaban sama sekali. "Ada apa dengan mu?Kenapa mengetuk pintu padahal mereka memiliki bel."Tuan Jhon menatap tajam ke arah tangan kanannya dan menekan bel yang berada di sampingnya. Bersamaan dengan hal itu,mobil hitam berhenti di depan mereka.Tuan Jhon memandang ke arah mobil yang berhenti di depan mereka.Begitu melihat pria paruh baya turun dari mobil,tuan Jhon jelas tahu dengan jelas siapa pria paruh baya di hadapannya itu. "Tuan Mahardika. Apa anda masih ingat saya?"Tuan Jhon langsung menyapa pria paruh baya itu. Tuan Mahardika yang melihat kedatangan tuan Jhon tampak begitu terkejut.Tentu saja dia tahu siapa pria yang tengah berdiri di hadapannya saat ini. "Tentu saja aku mengenalimu.Aku tidak akan pernah lupa dengan pria yang sudah menodai istriku. Dan kalian berdua telah menipuku dan membuat ku membesar kan putra kalian."Tuan Mahardika tampak begitu marah ketika berhadapan
"Bisa tidak,kamu jangan mengungkit hal itu lagi.Ayah tahu kesalahan ayah Alona.Ngomong ngomong,kamu pasti datang karena sesuatu yang penting. "Ucap Mahardika menatap wajah putrinya. "Kenapa ayah?Itu adalah kenyataannya. Dan benar sekali jika aku datang karena sesuatu yang penting. Di mana ibu ku?"Pertanyaan Alona membuat tuan Mahardika diam. "Ada apa dengan mu Alona?Kamu jelas tahu jika ibu mu sudah meninggal?Apa kamu tahu,ibu mu itu adalah wanita yang tidak tahu malu.Dia mengandung anak dari laki-laki lain tapi malah menikah dengan ayah.Benar benar tidak tahu malu sama seperti putrinya. " Plak....plak.. "Katakan sekali lagi?"Alona meninggikan suaranya di depan mereka semua.Ssudara tirinya itu benar benar menguji kesabarannya. "Kamu berani menampar ku?"Aghata bersiap untuk membalas Alona tapi tuan Mahardika menghentikan tangan putrinya. "Kamu membela Alona daripada Aghata?"Laura menatap tajam ke arah suaminya. "Aku tidak membela siapa pun. Duduklah,jangan ada yang me
"Bukan kah aku terlihat begitu menyedihkan?"Alona tersenyum kecil menghampiri putranya yang sedang melihat ke arah dirinya. "Semua orang punya cerita masa lalu nona. " "Kamu benar sekali Lily.Semua orang tidak memiliki keberuntungan yang sama. " Kedua wanita itu tersenyum kecil dan mengingat kenangan di masa lalu mereka .Kedua wanita itu memiliki kenangan mereka sendiri.Lily juga tumbuh bersama dengan pengasuhnya. Dia juga tidak memiliki kenangan bersama dengan kedua orang tuanya.Bahkan bisa di bilang jika dirinya sama sekali tidak tahu menahu wajah orang tuanya. Nasibnya tidak beda jauh dengan Alona. "Mommy."Kelvin mengecup pipi wanita yang melahirkannya dan tersenyum di hadapanya.Bocah laki-laki itu menunjukkan senyuman termanisnya di hadapan sang Mommy. "Ada apa sayang?Mommy sangat senang melihat mu tumbuh besar. Mommy tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti mu nak.Mommy kekurangan kasih sayang dan bahkan aku tidak tahu bagaimana rasanya di sayang oleh orang tua
"Aku sadar akan kesalahan ku nak.Tapi Aku berharap kamu bisa mengerti posisi ku saat itu.Di mana aku masih belum memiliki apa apa."Ucap tuan Jhon. "Sekarang anda memiliki segalanya tapi satu hal yang anda harus tahu.Aku hanya butuh sosok orang tua ku.Masalah uang,kita bisa mencarinya tapi apakah waktu bisa di putar kembali?Jawabannya tidak." Tuan Jhon terdiam mendengar ucapan dari sang putra. Apa yang di ucapkan putranya memang benar adanya tapi saat itu tuan Mahendra tidak ingin menyerahkan Louis kepadanya. "Masalah itu,sepertinya kamu sudah tahu jawabannya nak.Ayah tidak pernah ingin melepaskan mu tapi kamu tahu orang seperti aku tidak bisa berbuat apa-apa. "Tuan Jhon menundukkan pandangannya mengatakan hal itu. "Apa ibu masih hidup?"Louis bertanya kepada pria yang merupakan ayah kandungnya. "Sepertinya begitu." "Ibu masih hidup di suatu tempat dan orang yang melakukan semua itu adalah tuan Mahardika. "Ucap Louis menatap wajah ayahnya yang terlihat begitu menyedihkan
Obrolan mereka berdua terhenti oleh suara bunyi ponsel Louis. Louis berjalan ke arah meja di samping tempat tidurnya,di mana ponselnya berada. "Keraskan suaranya. "Perintah Alex yang sudah bisa menebak siapa yang menghubungi Alex. Louis mengangkat panggilan telepon yang sudah bisa ia tebak,Begitu ia mengangkat teleponnya. Louis sudah tahu siapa yang menelpon dirinya.Pria itu terlihat tidak bersemangat. "Temui aku di restoran. Aku akan mengirimkan alamatnya. "Ucap pria paruh baya itu di sebrang telepon,yang tidak lain adalah tuan Jhon. "Aku tidak bisa janji."Jawab Louis mengakhiri panggilan teleponnya. "Sepertinya dia begitu menginginkan mu."Ucap Alex tersenyum kecil. Alex sama sekali tidak mempermasalahkan jika Louis ingin menjalin hubungan baik dengan tuan Jhon. Dia bisa mengerti bagaimana rasanya tidak memiliki sosok orang tua. Alex tahu dengan baik bagaimana rasanya. Hal itulah yang membuat Alex tidak melarang Louis berhubungan dengan tuan Jhon meskipun mereka ada
"Kita ini saudara se ibu."Ucap Louis kembali. "Apa ucapan mu itu benar?"Alona masih tidak percaya dengan ucapan Louis. Wanita itu melerai pelukannya dan menatap wajah pria yang merupakan orang kepercayaan suaminya. Alona tidak ingin mereka mendapatkan masalah karena ia yakin jika suaminya tidak akan senang dengan hal ini. "Apa kamu tidak percaya dengan ucapan ku?Aku ini masih sadar Alona. Meskipun aku habis minum tapi pikiran ku masih jernih. "Ucap Louis menatap ke arah Alona yang menatap dirinya dengan tatapan kebingungan. "Jika kamu tidak percaya,kamu bisa bertanya kepada tuan Alex. Tuan Alex juga tahu semua hal itu. "Ucap Louis kembali. Alona menatap wajah pria yang mengaku sebagai saudaranya. Tidak banyak yang di katakan oleh Alona,wanita itu hanya menatap wajah Louis yang terlihat begitu menyedihkan. Entah apa yang terjadi tapi sepertinya Alona menyadari kesedihan pria di hadapannya itu. "Mungkin kamu tidak akan percaya dengan ucapan ku semudah itu tapi semua yang k
"Apa maksud dia ayah?"Aghata bertanya kepada ayahnya tapi tuan Mahardika tampaknya tidak senang ketika putrinya terlalu banyak ikut campur. "Masuk Aghata. " "Ayah.." "Ayah bilang masuk,Aghata. "Tuan Mahardika membentak putrinya. Aghata yang mendengar hal itu tidak punya pilihan lain selain melakukan apa yang di perintahkan oleh ayahnya. Gadis itu juga tidak berani menentang ayahnya. "Kenapa kamu meminta putri kesayangan mu masuk?Apa kamu tidak ingin dia tahu jika kamu adalah pria yang tidak berperasaan?"Louis kembali mendekat tapi dengan cepat tuan Mahardika menjauh. Tuan Mahardika tidak menyangka jika anak kecil yang dia buang dengan cepat dia berubah menjadi seseorang yang begitu menakutkan. "Kamu tahu,kenapa aku melakukan hal itu?Ibumu menipuku,aku kira aku membesarkan putraku tapi ternyata dia darah daging pria lain.Sebagai seorang pria tentu saja aku sakit hati di buat oleh ibumu.Seharusnya kamu bisa mengerti.Aku juga hancur,pria mana yang tidak akan sakit hati."Tu
Louis yang berada di dalam kamarnya,berjalan menuju ke balkon. Pria itu melihat ke arah Alex dan Alona. Tatapan pria itu terlihat begitu menyedihkan. Dia memiliki nasib yang sama dengan wanita yang tidak lain adalah saudara se ibunya. Louis meninggalkan kamar miliknya dan menuju ke suatu tempat. Ada hal yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Louis meninggalkan mansion dan melajukan mobilnya ke suatu tempat. Sepanjang perjalanan pria itu terlihat memikirkan sesuatu. Louis menatap sebuah rumah mewah yang saat ini berada di hadapannya. Pria itu menatap rumah mewah itu dengan tatapan sendu.Louis melajukan mobilnya memasuki pagar setelah mendapat izin dari sekurity,mendapatkan izin masuk sangat mudah bagi Louis. Semua orang tahu jika pria itu merupakan pria yang sangat berpengaruh. Tidak ada yang berani menyinggung dirinya. Setibanya di depan kediaman tuan Mahardika,kebetulan pria paruh baya itu sedang duduk di teras rumah. Tuan Mahardika sedikit terkejut ketika melihat mobil h
Louis menelan ludah ketika melihat anjing anjing peliharaan Alex.Anjing anjing ganas itu membuat Louis ketakutan. Dia tidak berani mendekat tapi Alex memberinya perintah yang tidak bisa ia bantah. "Buka!"Perintah Alex tapi Louis sama sekali tidak bergerak. Jika dia membuka pintu kandang anjing tersebut,itu sama jika dia ingin bunuh diri.Louis tidak akan melakukan hal itu. "Kamu tidak berani tapi kamu datang menemui tuan Jhon. Situasi sekarang tidak beda jauh ketika kamu bertemu dengan tuan Jhon.Kamu begitu ceroboh Louis. Kenapa kamu melakukan hal itu sendiri tanpa memberi tahu ku.Apa kamu masih saja tidak mempercayai mu?"Alex menatap ke arah Louis setelah mengatakan hal itu. "Maafkan aku tuan. "Louis menundukkan wajahnya dan meminta maaf kepada Alex. "Buka!"Lagi lagi Alex memberi perintah yang semakin membuat Louis ketakutan. "Maafkan aku tuan.Aku hanya penasaran. Aku begitu merindukan sosok orang tua ku." "Aku tidak menyalahkan mu.Tapi aku hanya ingin kamu memberi t
Louis masuk ke dalam apartemen miliknya,menuju ke ruangannya.Tanpa menunggu lama,Louis segera mencari tahu apa yang terjadi dan kebenaran yang dikatakan oleh tuan Jhon. Ke esokan paginya... Louis yang tidak bisa menunggu lagi,melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke mansion tuan Mahendra. Pria itu ingin bertanya secara langsung dengan kebenaran informasi tentang orang tuanya. Louis sudah mencari informasi tersebut dan hasilnya sama dengan apa yang di katakan oleh tuan Jhon. Tapi tetap saja pria itu ingin mendengar secara langsung dari mulut tuan Mahendra. Setibanya di depan mansion tuan Mahendra. Louis berdiam diri sejenak dan menatap ke arah mansion milik tuan Mahendra. Pria itu turun dari mobil ketika bibi Alice menyapa dirinya. Mau tidak mau Louis turun dari mobil dan menyapa wanita paruh baya yang selalu bersikap baik kepada dirinya. "Bibi,dimana tuan?" "Dia ada di ruangannya nak.Kamu ingin bertemu dengannya?" "Iya bibi.Temuilah tuan di ruangannya."