Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Kehancuran Selir Mei Xiao

Share

Kehancuran Selir Mei Xiao

Author: Yu.Az.
last update Last Updated: 2025-01-17 11:43:32

Setelah insiden memalukan di istana, Kaisar Zheng Yu memutuskan untuk membubarkan pesta penobatan. Para tamu, baik dari kalangan bangsawan, pejabat, maupun utusan dari kekaisaran lain, dipulangkan dengan suasana hati yang beragam. Namun, satu hal yang sama adalah pembicaraan hangat mereka tentang Selir Mei Xiao.

Berita tentang kekacauan di aula, kondisi memalukan Selir Mei Xiao, serta kebohongannya terkait kehamilan tersebar seperti api yang membakar hutan. Dalam waktu singkat, seluruh kekaisaran Zhengtang dipenuhi dengan gosip dan cemoohan. Para rakyat berbicara dengan penuh semangat di pasar-pasar, kedai teh, hingga balai pertemuan.

“Siapa sangka Selir Mei Xiao ternyata berbohong soal kehamilan? Itu sangat memalukan!” ucap seorang pedagang di pasar.

“Bukankah dia selama ini dikenal sebagai wanita yang sempurna? Ternyata, semua hanya kepalsuan,” tambah yang lain.

“Bagaimana bisa seorang wanita seperti itu menjadi permaisuri? Kekaisaran benar-benar telah kehilangan martabatnya!”

Bahka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Hukuman Untuk Selir Mei Xiao

    Kaisar Zheng Yu mendengarkan dengan wajah yang semakin gelap saat tabib istana yang diperiksa mengakui semuanya. Dengan suara gemetar, tabib itu mengatakan, "Hamba hanya menjalankan perintah Selir Mei Xiao, Yang Mulia. Hamba tidak memiliki pilihan lain."Tabib itu menjelaskan bahwa sejak awal, kehamilan Selir Mei Xiao hanyalah tipu muslihat. Racun yang diberikan kepada selir-selir lain juga merupakan bagian dari rencana Selir Mei Xiao untuk menyingkirkan mereka satu per satu, sehingga ia bisa menjadi satu-satunya selir yang naik pangkat menjadi permaisuri.Tangan kanan Kaisar Zheng Yu, Menteri Gao, menambahkan dengan suara tegas, "Yang Mulia, dari penyelidikan kami, ditemukan bahwa racun yang digunakan pada Selir Rong Yue, dan Selir Xue Yuxian berasal dari sumber yang sama. Semua jejak mengarah kepada Selir Mei Xiao. Bahkan penyakit misterius yang kini diderita Selir Xue Yuxian tidak lain adalah hasil dari perbuatan Selir Mei Xiao. Dan juga, pembantaian yang terjadi pada selir Hua Lin

    Last Updated : 2025-01-17
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Kecemasan Jenderal Zhao

    Di Balairung Utama Istana Kekaisaran, suasana rapat para pejabat terasa tegang. Kaisar Zheng Yu duduk di singgasana dengan tatapan serius, mendengarkan saran para pejabat yang mendiskusikan calon pengisi kekosongan kursi permaisuri. Beberapa pejabat dengan penuh semangat menyebut nama Zhao Xueyan, putri dari Jenderal Zhao Yun, sebagai kandidat yang paling layak.“Nona Zhao Xueyan telah membuktikan dirinya sebagai wanita yang kuat dan berbakat,” kata salah satu pejabat dengan nada penuh keyakinan. “Dia adalah pilihan sempurna untuk mengembalikan kehormatan istana setelah kekacauan yang terjadi sebelumnya.”Kaisar Zheng Yu mendengarkan dengan seksama, tetapi hatinya dipenuhi oleh perasaan campur aduk. Ia tidak bisa menyangkal bahwa sosok Zhao Xueyan, mantan istrinya, kini memikat perhatian seluruh kekaisaran. Namun, sebelum ia sempat berbicara, Jenderal Zhao Yun berdiri dari kursinya dengan wajah tegas.“Ampun, Yang Mulia,” kata Jenderal Zhao Yun dengan nada berat. “Namun, sebagai ayah

    Last Updated : 2025-01-17
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Rencana Kaisar Zheng Yu

    Pagi itu, Zhao Xueyan berjalan dengan tenang menuju tokonya, mengenakan hanfu sederhana tetapi anggun, dengan cadar yang tetap menutupi wajahnya. Meskipun wajahnya kini telah diketahui banyak orang, cadar itu menjadi ciri khasnya, menambah aura misterius yang memikat. Di sepanjang jalan, orang-orang memandangnya dengan rasa hormat dan kekaguman, tidak seperti dulu ketika mereka mencemooh dan meremehkannya.Tokonya semakin ramai dengan pelanggan yang berdatangan, sebagian besar wanita bangsawan yang ingin mencoba produk-produk perawatan kulit yang sudah menjadi tren di kekaisaran. Niuniu, pelayan setianya, dengan cekatan melayani pelanggan, sementara Zhao Xueyan lebih banyak mengawasi dari kejauhan, memberikan aura tenang namun tegas."Nona, semakin hari toko Anda semakin lebih ramai," kata Niuniu dengan senyum ceria. "Semua ini berkat nama besar Anda setelah turnamen itu."Zhao Xueyan hanya mengangguk pelan. "Pastikan semua pelanggan dilayani dengan baik. Tidak peduli siapa mereka, k

    Last Updated : 2025-01-18
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Wabah Di Kekaisaran Zhengtang

    Pagi itu, kereta kuda milik Zhao Xueyan berjalan melewati pasar, Zhao Xueyan dan Niuniu duduk memperhatikan suasana kota terasa berbeda. Banyak warga terbaring di jalanan, beberapa terlihat lemah, sementara yang lain sudah tak bernapas. Tangis dan teriakan memenuhi udara, sementara para pedagang mencoba menutup kios mereka dengan tergesa-gesa."Nona, ini sangat menyeramkan," kata Niuniu dengan suara gemetar sambil memegang tangan Zhao Xueyan. "Apakah ini sama seperti di tempat pengasingan kita dulu? Penyakit typus?"Zhao Xueyan menggeleng pelan, matanya tajam memeriksa keadaan sekitar. "Tidak, Niuniu. Ini berbeda. Gejala ini lebih cepat menyebar, dan tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan. Aku yakin ini adalah jenis virus baru."Niuniu menghela napas panjang, tampak kebingungan. "Tapi semua orang membicarakan bahwa ini adalah kutukan para dewa, seperti yang terjadi di desa Qinghe sebelumnya."Selama perjalanan ke toko, Zhao Xueyan dan Niuniu mendengar para rakyat membicarak

    Last Updated : 2025-01-18
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Mulai Menganalisis Dan Membuat Obat

    Di tengah kekacauan itu, Zhao Xueyan kembali ke kediaman jenderal Zhao dengan membawa beberapa sampel dari pasar. Dia segera masuk ke ruang dimensinya untuk memulai analisis."Jika ini benar flu babi," gumamnya sambil memeriksa bahan-bahan di hadapannya, "Maka ada cara untuk menghentikannya. Tapi waktunya tidak banyak, dan aku harus bekerja cepat sebelum semuanya terlambat.”Zhao Xueyan masuk ke kamarnya dan segera memastikan pintu terkunci rapat. Ia menoleh pada Niuniu yang berdiri di luar pintu, memberikan peringatan terakhir."Niuniu, aku sedang tidak ingin diganggu. Apa pun yang terjadi, jangan biarkan siapa pun masuk," ucapnya tegas.Niuniu mengangguk patuh. "Baik, nona. Saya akan berjaga."Setelah memastikan keadaan aman, Zhao Xueyan mengangkat pergelangan tangannya, tempat gelang giok hijau melingkar di sana. Gelang itu tampak biasa bagi orang lain, tetapi bagi Zhao Xueyan, itu adalah kunci menuju ruang dimensinya. Dengan sedikit aliran energi spiritual, giok itu berkilauan lem

    Last Updated : 2025-01-18
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bencana Yang Bertubi-tubi

    Zhao Xueyan keluar dari ruangannya dengan tatapan tenang, meski pikirannya dipenuhi rencana. Di koridor utama, ia bertemu sang ayah, Jenderal Zhao Yun, yang sedang bersiap pergi dengan ekspresi wajah yang terlihat gusar."Xueyan, tetaplah di sini. Wabah ini berbahaya dan mudah menular. Jangan keluar rumah kecuali benar-benar diperlukan," ujar Jenderal Zhao Yun dengan nada tegas.Saat jenderal Zhao Yun ingin melangkah, suara Zhao Xueyan menghentikannya membuat pria paruh baya itu menoleh. "Ayah, mau ke mana?" tanya Zhao Xueyan sambil mengamati perlengkapan perang yang dikenakan ayahnya."Ayah dipanggil ke kekaisaran. Kaisar Zheng Yu mengadakan rapat darurat untuk membahas wabah ini," jawab sang jenderal singkat, terlihat terburu-buru.Mendengar hal itu, Zhao Xueyan dengan tenang berkata, "Ayah, izinkan aku ikut. Aku tahu apa yang terjadi dengan wabah ini, dan aku memiliki obatnya."Jenderal Zhao Yun tertegun, menatap putrinya penuh kebingungan. "Apa maksudmu, Nak? Sejak kapan kau mema

    Last Updated : 2025-01-18
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Kedatangan Zhao Xueyan

    Balairung kekaisaran yang semula penuh tekanan mendadak menjadi hening saat Zhao Xueyan dan Jenderal Zhao Yun melangkah masuk. Semua mata tertuju pada Zhao Xueyan, yang mengenakan hanfu elegan dengan cadar yang menutupi wajahnya, memberikan aura misterius namun memikat. “Apa yang dilakukan putri jenderal Zhao Yun kesini?” bisik para pejabat yang hanya dibalas gelengan yang lainnya. Para pejabat tampak bingung, bertanya-tanya alasan kehadiran Zhao Xueyan di tengah rapat darurat ini.Bagi Jenderal Zhao Yun, kehadirannya tentu tidak memancing pertanyaan. Sebagai pemimpin militer, dia sering menghadiri rapat penting seperti ini. Namun, kehadiran putrinya jelas membuat para pejabat saling bertukar pandang penuh tanya.Di sisi lain, Kaisar Zheng Yu merasa egonya tersentuh. Dalam benaknya, ia mengira Zhao Xueyan hadir karena merindukan dirinya. Senyum tipis muncul di wajahnya, namun segera ia sembunyikan di balik sikap berwibawa seorang kaisar.Jenderal Zhao Yun dan Zhao Xueyan membungkukk

    Last Updated : 2025-01-19
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Solusi Dari Wabah

    "Dan Nona Zhao mengklaim memiliki penawar untuk wabah ini?" tanya pejabat lainnya, masih dengan nada ragu."Benar," jawab Zhao Xueyan tanpa ragu. "Hamba telah membuat penawar menggunakan bahan-bahan alami yang dipadukan dengan metode khusus. Jika Yang Mulia berkenan, hamba dapat membuktikan keefektifan obat ini pada pasien yang terinfeksi."Jenderal Zhao Yun menatap putrinya dengan bangga sekaligus cemas, sementara Kaisar Zheng Yu mulai menunjukkan minat yang serius. "Jika benar seperti yang kau katakan, maka kau akan menjadi pahlawan bagi kekaisaran ini, Nona Zhao Xueyan," ujar Kaisar Zheng Yu. "Namun, jika ini terbukti tidak berhasil ..."Zhao Xueyan menatap kaisar dengan penuh keyakinan. "Hamba siap bertanggung jawab, Yang Mulia."Setelah mendengar keyakinan Zhao Xueyan, Kaisar Zheng Yu akhirnya mengangguk. "Baiklah, Nona Zhao. Aku akan memberikan kesempatan padamu. Jika apa yang kau katakan benar, maka kau akan menyelamatkan kekaisaran ini dari kehancuran. Namun, jika tidak, kau h

    Last Updated : 2025-01-19

Latest chapter

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 299

    Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 298

    Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 297

    Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 296

    Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 295

    Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 294

    Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 293

    Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 292

    Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 291

    Angin malam bertiup lembut, menggoyangkan lentera-lentera yang menyala di rumah-rumah.Di bawah cahaya perisai emas yang kini melindungi desa, penduduk bisa tidur dengan tenang untuk pertama kalinya setelah sekian lama.Namun, jauh di kejauhan, sepasang mata merah mengawasi dengan dingin.*****Di sisi lain di ruang kerja yang luas dan mewah, Kaisar Tian Ming duduk di belakang meja besar dari kayu hitam.Tumpukan dokumen tertata rapi di hadapannya, tetapi pikirannya terus melayang pada sosok wanita dengan mata tajam dan sikap tak kenal takut.Zhao Xueyan.Sejak kejadian beberapa hari lalu, dia terus memikirkan wanita itu.Suara ketukan pintu menginterupsi lamunannya."Masuk," katanya dengan suara rendah dan berwibawa.Seorang pria berbaju hitam dengan armor ringan melangkah masuk. Dia adalah Yu Qie, pengawal elit kepercayaannya.Yu Qie berlutut dengan satu tangan di dada, melaporkan dengan suara tegas."Yang Mulia, pasukan iblis yang berani menerobos wilayah Kekaisaran Tian Yang telah

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status