Home / Fantasi / Dewi Penyembuh Surgawi / Solusi Dari Wabah

Share

Solusi Dari Wabah

Author: Yu.Az.
last update Last Updated: 2025-01-19 11:46:51

"Dan Nona Zhao mengklaim memiliki penawar untuk wabah ini?" tanya pejabat lainnya, masih dengan nada ragu.

"Benar," jawab Zhao Xueyan tanpa ragu. "Hamba telah membuat penawar menggunakan bahan-bahan alami yang dipadukan dengan metode khusus. Jika Yang Mulia berkenan, hamba dapat membuktikan keefektifan obat ini pada pasien yang terinfeksi."

Jenderal Zhao Yun menatap putrinya dengan bangga sekaligus cemas, sementara Kaisar Zheng Yu mulai menunjukkan minat yang serius. "Jika benar seperti yang kau katakan, maka kau akan menjadi pahlawan bagi kekaisaran ini, Nona Zhao Xueyan," ujar Kaisar Zheng Yu. "Namun, jika ini terbukti tidak berhasil ..."

Zhao Xueyan menatap kaisar dengan penuh keyakinan. "Hamba siap bertanggung jawab, Yang Mulia."

Setelah mendengar keyakinan Zhao Xueyan, Kaisar Zheng Yu akhirnya mengangguk. "Baiklah, Nona Zhao. Aku akan memberikan kesempatan padamu. Jika apa yang kau katakan benar, maka kau akan menyelamatkan kekaisaran ini dari kehancuran. Namun, jika tidak, kau h
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Terpukau

    Setelah melihat hasil pengobatan yang berhasil mereka kembali ke Balairung kekaisaran setelah memastikan mereka tidak tertular.Zhao Xueyan melangkah maju ke tengah aula dan berkata dengan suara tegas namun tetap lembut, "Yang Mulia, obat yang saya buat hanya cukup untuk beberapa orang. Jika kita ingin mengatasi wabah ini sepenuhnya, saya membutuhkan bahan dalam jumlah besar. Selain itu, saya juga ingin memberikan panduan agar wabah ini tidak menyebar lebih jauh."Kaisar Zheng Yu, yang masih terkesan dengan kemampuannya, langsung bertanya, "Apa saja bahan yang kamu perlukan? Aku akan mengerahkan semua sumber daya kekaisaran untuk mendapatkannya.”Zhao Xueyan dengan tegas namun tetap lembut, menyebutkan bahan-bahan utama seperti. “Hamba membutuhkan, akar tianqi, daun Lianhua, bunga Jingcao, Air bersih dalam jumlah besar.” Setelah menyampaikan daftar tersebut, dia menambahkan, "Besok pagi, hamba akan kembali dengan membawa obat dalam jumlah besar. Selain itu, saya juga ingin memberikan

    Last Updated : 2025-01-19
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Sekali Lagi Membungkam Mulut Semua Orang

    Semua orang terdiam mendengarkan ucapan Zhao Xueyan dengan seksama, Zhao Xueyan yang melihat orang-orang masih menunggu, dia melanjutkan ucapannya, “Galilah kanal tambahan di sekitar sungai untuk mengalihkan aliran air ke wilayah yang lebih rendah atau ke waduk sementara. Ini akan mengurangi tekanan pada aliran utama sungai. Tanamlah tanaman seperti bambu atau pepohonan di sekitar tepi sungai. Akar tanaman ini mampu menyerap air sekaligus mengurangi risiko tanah longsor."Untuk pemukiman yang berada di dataran rendah, buatlah panggung sederhana di bawah rumah mereka. Gunakan kayu tahan air dan pastikan rumah memiliki fondasi yang kuat."Pastikan rakyat yang tinggal di area terdampak memiliki akses ke tempat penampungan sementara di dataran tinggi. Siapkan logistik seperti makanan, air, dan obat-obatan untuk mereka."Lalu seseorang pejabat bertanya, “Tapi bagaimana kita menemukan pekerja dalam waktu dekat sedangkan kita perlu segera bertindak?” Zhao Xueyan tetap tenang dan menjawab,

    Last Updated : 2025-01-19
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Memulai Mengobati

    Keesokan harinya, Zhao Xueyan memulai pekerjaannya dengan penuh semangat. Dengan obat-obatan yang telah ia siapkan di ruang dimensinya, ia mulai mendistribusikan dan mengobati rakyat yang terkena wabah flu babi. “Tabib, ini obat yang semalam yang saya buat. Berikan pada rakyat,” kata Zhao Xueyan memberikan obat dan instruksi pada tabib kekaisaran. “Baik, Nona Zhao!” Setiap pasien yang menerima obat menunjukkan perubahan yang signifikan dalam waktu singkat, bahkan mereka yang kondisinya tampak kritis.Para tabib kekaisaran yang dikirim oleh Kaisar Zheng Yu untuk membantu hanya bisa terpana melihat kemampuan Zhao Xueyan. Mereka berbisik-bisik di antara satu sama lain, membahas bagaimana seorang wanita muda seperti Zhao Xueyan bisa begitu ahli menangani wabah yang bahkan membuat mereka kewalahan."Dia seolah tahu dengan pasti bagaimana cara kerja penyakit ini," ujar salah satu tabib, matanya penuh kekaguman."Lebih dari itu, dia seperti sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, se

    Last Updated : 2025-01-20
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Masalah Terselesaikan

    Setelah beberapa hari bekerja keras tanpa henti, akhirnya wabah flu babi yang melanda kekaisaran Zhengtang berhasil diatasi. Rakyat yang sebelumnya jatuh sakit kini mulai pulih, sementara mereka yang sehat menjadi lebih waspada dan menjaga kebersihan sesuai arahan Zhao Xueyan. Sorak-sorai penuh sukacita terdengar di seluruh penjuru ibu kota. Nama Zhao Xueyan dielu-elukan dengan penuh rasa syukur."Terima kasih, Nona Zhao! Anda adalah penyelamat kami!" seru seorang wanita tua sambil menangkupkan tangannya ke arah Zhao Xueyan.Kabar tentang keberhasilan ini tidak hanya menyebar di Zhengtang, tetapi jugak sampai ke kekaisaran-kekaisaran tetangga seperti Canghai dan Heifeng. Para pejabat dan bangsawan dari kedua kekaisaran itu membicarakan kehebatan Zhao Xueyan. Mereka terkesima dengan kecerdasannya, pengetahuannya yang luar biasa, serta keberaniannya menghadapi wabah yang bahkan tabib-tabib terbaik kesulitan mengatasinya.“Seorang wanita luar biasa dari Zhengtang?” tanya seorang pejabat

    Last Updated : 2025-01-20
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Niat Terselubung Kaisar Zheng Yu

    Kekaisaran Zhengtang kembali damai setelah cobaan wabah dan banjir yang melanda. Hari ini, suasana istana tampak lebih tenang, dengan berita baik yang dibawa oleh Jenderal Zhao Yun yang baru saja kembali dari daerah yang terkena banjir. Setelah beristirahat sejenak, Jenderal Zhao Yun langsung menuju istana untuk menghadap Kaisar Zheng Yu, melaporkan bahwa situasi di wilayah luar kini telah terkendali."Yang Mulia, dengan langkah yang telah diambil sesuai perintah Yang Mulia dan dukungan dari rakyat setempat, banjir berhasil ditangani. Wilayah tersebut kini aman, dan warga perlahan-lahan memulihkan kehidupan mereka," lapor Jenderal Zhao Yun tegas.Kaisar Zheng Yu mengangguk puas, namun di dalam hatinya, ia telah menyusun rencana lain. Dengan wajah penuh senyum, ia berkata, "Jenderal Zhao, kerja kerasmu patut diacungi jempol. Kau adalah pilar kekaisaran ini. Sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku ingin mengundang kau dan keluargamu ke jamuan makan malam khusus. Ini juga kesempatan untu

    Last Updated : 2025-01-20
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Memenuhi Undangan Jamuan

    Keesokan harinya, suasana di kediaman keluarga Zhao terasa sibuk. Para pelayan dengan penuh perhatian menyiapkan pakaian untuk Zhao Xueyan, merapikan rambutnya, dan memoles penampilannya. Meski mereka menawarkan berbagai gaya rumit untuk menunjukkan keanggunan dan statusnya, Zhao Xueyan dengan tegas memilih penampilan sederhana namun tetap berkelas. Di dekatnya, Niuniu berdiri sambil menggerutu, seperti biasanya. Dengan wajah penuh rasa kesal, ia berkata, "Nona, apa Kaisar Zheng Yu benar-benar lupa dengan semua yang pernah dia lakukan pada Anda? Bagaimana dia tega mencambuk dan menyiksa Nona hanya karena fitnah dari selir-selir itu? Bukankah dia dulu mengatakan kalau hmm … maaf, dia mengatakan nona adalah wanita bodoh dan buruk rupa? Sekarang setelah nona menjadi seperti ini, dia malah ingin merebut nona kembali. Betapa memuakkan!" Zhao Xueyan mendengarkan dengan tenang, tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun. Ia memandang bayangannya di cermin dan menjawab, "Niuniu, aku bukan

    Last Updated : 2025-01-20
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Jamuan Makan Malam

    Ketika suara Kasim menggema mengumumkan kedatangan keluarga Jenderal Zhao, Kaisar Zheng Yu segera berdiri dari kursinya. Dengan pakaian terbaik yang memancarkan keagungan, ia memasang senyum ramah. Namun, pandangannya terpaku pada sosok Zhao Xueyan yang berjalan masuk dengan anggun, wajahnya tertutup cadar. Meski demikian, keanggunannya tetap terpancar, membuat hati Kaisar Zheng Yu berdesir. Dalam hatinya, ia merutuki kebodohannya di masa lalu. ‘Bagaimana mungkin aku melepaskan wanita secantik dan sehebat dia?’ pikirnya.Keluarga Zhao menundukkan kepala memberi hormat kepada sang kaisar. “Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar,” ujar Jenderal Zhao Yun dengan tegas. Nyonya Zhao dan Zhao Xueyan mengikuti, memberi salam dengan sopan namun tanpa emosi yang berlebih.Kaisar Zheng Yu mengangguk dengan senyum lebar. “Selamat datang, Jenderal Zhao dan keluarga. Kehadiran kalian adalah kehormatan besar bagi istana,” katanya. Ia kemudian melirik Zhao Xueyan, yang duduk tenang dengan aura mister

    Last Updated : 2025-01-21
  • Dewi Penyembuh Surgawi    Jamuan Yang Kacau

    Kaisar Zheng Yu tampaknya tidak tahu malu atau menyerah. Ia terus mencari cara untuk membuat Zhao Xueyan berbicara lebih banyak. “Xueyan, saat mendengar tentang pencapaianmu baru-baru ini, aku tidak bisa tidak merasa bangga. Aku bertanya-tanya, apa kau pernah berpikir untuk kembali ke istana dan membantuku mengelola kekaisaran?”Pernyataan itu membuat suasana ruangan sedikit tegang. Para pelayan yang melayani makan malam terdiam sejenak, dan tatapan Nyonya Zhao berubah tajam. Jenderal Zhao Yun langsung meneguk tehnya perlahan untuk menenangkan diri, sementara Zhao Xueyan menatap lurus ke arah Kaisar Zheng Yu, matanya bersinar dingin di balik cadarnya.“Yang Mulia, saya rasa posisi saya saat ini sudah lebih dari cukup untuk melayani rakyat Zhengtang—” Kehangatan palsu dalam jamuan makan mendadak hancur ketika sesosok wanita dengan wajah rusak parah dan aroma busuk memasuki ruangan. Suaranya melengking, memanggil-manggil Kaisar Zheng Yu. Para pejabat dan pelayan yang hadir tercengang,

    Last Updated : 2025-01-21

Latest chapter

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 300

    Zhao Xueyan melangkah keluar dari ruang dimensinya dengan ekspresi serius. Dia menghela napas, lalu menoleh ke arah Bai Long yang menunggunya."Bai Long, simpan mayat-mayat itu di ruang penyimpanan yang dingin. Aku tidak ingin ada pembusukan lebih lanjut sebelum kita mengetahui lebih banyak tentang mereka," perintah Zhao Xueyan tegas.Bai Long mengangguk. "Baik, Nona. Akan saya lakukan sekarang."Setelah Bai Long pergi untuk melaksanakan perintahnya, Zhao Xueyan melangkah keluar dari tendanya. Namun, baru saja ia mengangkat tirai tenda, sosok Kaisar Tian Ming sudah berdiri di depannya dengan tangan bersedekap."Kaisar?" Zhao Xueyan terkejut."Apa yang kau lakukan di dalam selama ini?" Kaisar Tian Ming bertanya dengan nada datar, tapi tatapannya tajam, jelas menuntut penjelasan.Zhao Xueyan segera menjelaskan, "Aku sudah melakukan otopsi pada mayat-mayat itu. Ada sesuatu yang janggal ... mereka sepertinya menjadi korban ritual."Mata Kaisar Tian Ming menyipit. "Ritual? Ritual apa?"Zha

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 299

    Zhao Xueyan mengibaskan tangannya, keempat mayat itu menghilang begitu saja. Kaisar Tian Ming dan Wu Liang terkejut, saling bertukar pandang sebelum menatap Zhao Xueyan dengan penuh tanya."Ke mana mayat-mayat itu?" tanya Kaisar Tian Ming dengan alis berkerut.Zhao Xueyan tetap tenang. "Mereka berada di tempat yang layak," jawabnya singkat. "Aku akan meneliti mereka lebih lanjut."Wu Liang yang masih kebingungan akhirnya bertanya lagi, "Meneliti? Maksudmu?"Zhao Xueyan menatapnya sekilas sebelum menoleh ke arah Niuniu. "Nanti akan kujelaskan. Sekarang, lebih baik kita beristirahat dan makan siang di sini."Meskipun masih bingung, Kaisar Tian Ming dan Wu Liang tidak bertanya lebih lanjut. Mereka percaya bahwa Zhao Xueyan memiliki alasannya sendiri.Mereka berjalan menjauh dari lokasi, mencari tempat yang lebih nyaman. Setelah menemukan sebuah tempat yang cukup lapang di bawah pepohonan rindang, mereka segera duduk.Niuniu dengan sigap mengambil makanan dari cincin ruang penyimpanannya.

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 298

    Saat fajar mulai menyingsing, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming segera bergegas menuju arah selatan, tempat Kekaisaran Heifeng berada. Setelah mendapatkan informasi dari mata-mata kepercayaan Kaisar Tian Ming, mereka tak bisa lagi menunda pergerakan. Ancaman dari bangsa iblis yang telah mengumumkan perang semalam bukan hal yang bisa diremehkan. Lebih dari itu, pengkhianat yang bersembunyi di dalam kekaisaran manusia harus segera dibereskan sebelum semuanya terlambat.Dengan kecepatan penuh, Zhao Xueyan dan Kaisar Tian Ming melesat menaiki kuda-kuda mereka yang berlari seperti bayangan di tengah angin pagi. Di belakang mereka, Niuniu dan Wu Liang ikut serta, siap melindungi majikan masing-masing dengan kesetiaan penuh.Sepanjang perjalanan, Kaisar Tian Ming tampak murung. Tatapan tajamnya penuh dengan niat membunuh. "Pengkhianat itu harus segera dienyahkan," gumamnya dengan suara dingin.Zhao Xueyan yang menunggangi kudanya di sisi sang kaisar menatapnya sejenak. "Aku tahu kau ingin me

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 297

    Setelah pertarungan yang melelahkan itu selesai, suasana mencekam masih menyelimuti desa Buo. Mayat-mayat hidup yang sebelumnya mengerikan kini telah berubah menjadi abu, dan para pria berjubah hitam telah dilenyapkan. Namun, sebelum siapa pun bisa bernapas lega, tiba-tiba sebuah suara menggema di seluruh langit. Suara itu berat, tajam, dan penuh dengan aura mengintimidasi."Aku, Penguasa Kegelapan, mengibarkan bendera perang untuk seluruh benua! Aku akan mengambil alih daratan manusia! Mereka yang memilih untuk bergabung, akan disambut. Tapi mereka yang menolak, akan dihancurkan tanpa belas kasihan!"Suara itu menggema dengan kekuatan besar, membuat siapa pun yang mendengarnya merasakan tekanan yang luar biasa. Para warga desa yang baru saja mulai merasa aman, kembali dicekam ketakutan. Mata mereka membelalak, tubuh mereka bergetar, dan napas mereka tertahan dalam dada.Zhao Xueyan menatap langit dengan ekspresi tajam. Insiden ciumannya dengan Kaisar Tian Ming yang masih membuatnya

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 296

    Dalam hitungan detik, serangan itu hampir mengenai tubuhnya. Zhao Xueyan berusaha menghindar, namun efek ilusi membuat pergerakannya sedikit melambat. Clang! Tepat saat cakar iblis itu hampir menyentuhnya, sebuah pedang lain datang menangkis serangan itu dengan dentingan logam yang memekakkan telinga.Mata Zhao Xueyan terbelalak saat melihat siapa yang telah menolongnya. Di hadapannya, berdiri seorang pria dengan jubah hitam berkilauan, sorot matanya penuh dengan kemarahan yang membara. Kaisar Tian Ming!“Kau berani menyentuhnya?” suara Kaisar Tian Ming terdengar dingin dan penuh ancaman.Iblis bertanduk tiga itu melangkah mundur sedikit, merasakan tekanan yang sangat besar dari aura Kaisar Tian Ming. Namun, ia segera menyeringai licik. “Hah! Seorang Kaisar dari benua lain ikut campur urusan kami? Menarik!”Kaisar Tian Ming tidak menjawab. Dengan sekali gerakan, ia menebaskan pedangnya yang bersinar dengan energi biru yang meny

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 295

    Swoosh! Zhao Xueyan menebaskan pedangnya yang berwarna keemasan pada iblis bertanduk tiga itu. Namun, iblis bertanduk tiga itu rupanya sangat gesit dan lincah. Boom! Duakh! Setiap serangan Zhao Xueyan berhasil dihindari dengan mudah, membuatnya semakin waspada. Iblis itu menyeringai, memperlihatkan taring tajamnya sebelum melesat maju dengan kecepatan luar biasa.“Ha! Ha! Ha! Hanya itu kemampuanmu, Nona manusia?” teriak iblis bertanduk tiga dengan suara mengejek sambil menyerang Zhao Xueyan. Clang! Zhao Xueyan menatap tajam ke arah iblis itu. “Jangan senang dulu!” Zhao Xueyan dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis serangan, namun kekuatan iblis bertanduk tiga itu jauh lebih besar dari perkiraannya. Boom!Duar! Dentuman keras terdengar saat pedang dan cakar saling beradu, menciptakan percikan energi yang menyebar di udara. Ugh! Zhao Xueyan terdorong ke belakang beberapa langkah, tapi dia dengan cepat menstabilkan diri dan kembali menyerang dengan lebih agresif.Di

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 294

    Pertarungan semakin sengit. Zhao Xueyan dengan gesit melompat di antara mayat hidup yang terus berdatangan, pedangnya berkilau emas saat menebas mereka satu per satu. Setiap ayunan pedangnya mengeluarkan gelombang energi tajam, membuat beberapa mayat langsung terbelah dan hancur menjadi debu. Namun jumlah mereka terus bertambah, seakan tak ada habisnya.Di sisi lain, Bai Long dalam wujud manusianya bertarung dengan ganas. Mata tajamnya menyala, cakar hitam pekat menyapu musuh dengan kecepatan luar biasa. Setiap kali dia menyerang, angin berputar ganas di sekelilingnya, menghancurkan mayat hidup yang berani mendekat. Namun, delapan pria berjubah hitam di kejauhan masih berdiri tegak, mulut mereka komat-kamit membaca mantra."Nona, mereka adalah sumber dari semua ini!" Bai Long berseru sambil menebas beberapa mayat yang mencoba mencakar tubuhnya.Zhao Xueyan mengangguk cepat, menyadari bahwa mereka harus menghentikan pria-pria berjubah hi

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 293

    Ternyata perkataan pria berjubah hitam itu benar, pertarungan ini belum selesai. Tiba-tiba, sepuluh pria berjubah hitam kembali muncul setelah pria berjubah hitam yang satunya mati. Namun sebelum tubuhnya berubah menjadi abu, ia sempat memanggil rekan-rekannya yang lain.Sepuluh pria berjubah hitam itu berdiri mengelilingi Zhao Xueyan dan Bai Long. Mereka mulai membaca mantra, menciptakan gelombang energi hitam yang menguar di udara. Zhao Xueyan merasakan kesadarannya mulai kabur, tubuhnya melemah, dan pandangannya kabur. Ilusi mulai terbentuk di sekelilingnya—bayangan masa lalu yang menyakitkan, suara-suara yang mengganggu pikirannya.Namun, sebelum Zhao Xueyan semakin tenggelam dalam ilusi itu, Bai Long dengan cepat menghunus pedangnya dan menusukkan ujungnya ke tanah, menciptakan ledakan energi yang menyapu aura hitam di sekitar Zhao Xueyan. Ia tersentak dan sadar kembali."Nona, fokuslah! Mereka mencoba memanipulasi pikiranmu!" seru Bai Long

  • Dewi Penyembuh Surgawi    Bab 292

    Bai Long dan Zhao Xueyan bergerak secepat kilat. Pedang di tangan mereka berkilat di bawah cahaya obor yang remang-remang.Puluhan mayat hidup mengaum ganas, menyerbu tanpa takut mati. Namun, bagi Zhao Xueyan dan Bai Long, mereka hanyalah serangga yang menunggu untuk dimusnahkan.Swiing! Zhao Xueyan melesat ke depan, pedangnya berputar dalam lengkungan indah, menebas tiga mayat hidup dalam satu gerakan.Darah hitam menyembur ke tanah, tubuh-tubuh membusuk itu ambruk tanpa nyawa.Sementara itu, Bai Long bertarung dengan kekuatan naga hitamnya.Brak! Satu pukulan telak menghancurkan kepala mayat hidup yang mendekat.Bai Long menyeringai. "Terlalu mudah."Namun, musuh terus berdatangan.Dari dalam formasi, para warga semakin ketakutan.Beberapa perempuan dan anak-anak menangis ketakutan, memeluk satu sama lain."Apa kita akan mati?" bisik seorang ibu dengan wajah pucat.Niuniu berdiri di depan mereka, mencoba menenangkan."Percayalah pada Nona Zhao. Dia tidak akan membiarkan kalian mati

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status