Home / Rumah Tangga / DINIKAHI PRIA PLAYBOY / 142 - Mulai Posesive

Share

142 - Mulai Posesive

Author: Jezlyn
last update Last Updated: 2025-01-10 19:00:06

Ryan Anggara tetaplah Ryan Anggara. Sosok laki-laki yang tampan dan jago gombal. Laki-laki yang nggak pernah cukup sekali jika melakukan hubungan suami istri. Niatnya hanya seronde tapi itu hanya bualan mulut manisnya saja. Ryan justru terus membombardir istrinya sebanyak tiga kali pelepasan. Dan, bisa dilihat kalau saat ini seorang Ryan tengah sibuk menyisir rambut sambil berkaca dengan bibir bersiul senang. 

“Senang banget, sih.”

“Iya dong, kan habis dapat suntikan amunisi,” sahutnya sambil terkekeh.

Kiki yang memang melihat perbedaan suaminya ini hanya memanyunkan bibirnya saja. Bahkan Kiki salut sekali dengan suaminya yang tidak ngantuk sama sekali padahal belum tidur semalaman. Dirinya saja sudah menguap berkali-kali.

Cup.

Kiki berdecak kala pipinya dikecup oleh Ryan. “Nggak sopan sukanya kecup-kecup.”

“Biarin aja. Rasanya pengin aku kekepin aja deh,” ujarnya yang membuat Kiki menyiku

Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   143 - Dibuat Emosi Sampai Ke Ubun-Ubun

    Kiki menggeram kesal melihat kelakuan si Melviano yang mirip dakjal itu. Mungkin dulunya dia berteman dengan firaun sampai-sampai hidupnya selalu buat orang menderita terus menerus seperti ini.Yang awalnya bahagia karena tidak disemprot pun membuat Kiki mendumel dan memaki Melviano terus menerus tiada henti. Bisa dibayangkan di mejanya saat ini ada dua tumpukkan dokumen yang menggunung macam gunung. Sialan emang manusia satu itu.Ting.Suit … suit … suit.Di saat Kiki lagi kesal datang Joko Susanto sambil bersiul dan langsung tersenyum sebagai sambutan pagi yang begitu semangat.“Pagi Mbak Kiki,” sapanya dengan semangat.“Diam!”Joko berjenggit kaget kala mendengar sahutan Kiki yang berupa bentakkan itu. Bahkan kini Joko menatap heran sesosok Kiki yang sudah duduk sambil menangis meraung-raung.“Mbak Kiki kenapa? Nggak dikasih duit jajan sama Mas Ryan, ya?”&

    Last Updated : 2025-01-11
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   144 - Tetap Berteman Meski Menyakitkan

    Saat ini Kiki tengah menggigiti bibir bawahnya karena menunggu telepon ke meja kerja Priyo belum juga diangkat. Bahkan jari jemarinya sudah ia ketuk-ketukan di meja saking lamanya diangkat.“Halo sela—““Priyo … minta bantuan boleh nggak?”“Kiki? Iya minta bantuan apa, Ki?”“Ambilin sepatu aku di tong sampah. Mau suruh Joko lagi buatin kopi.”“Lho kok bisa sampai ke sana.”“Ulah si boss, mana dia tadi ngomel-ngomel di telepon pula. Sakit hati banget gue eh aku.”Terdengar kekehan suara Priyo yang justru membuat Kiki memanyunkan bibirnya ke depan. Sudah pasti sahabatnya itu sedang bahagia menertawakan penderitaan dirinya.“Mau kan, Yo?”“Iya, emang tong sampah mana sih?”“Kayaknya tong sampah bawah deh. Masa iya aku kerja kantoran tapi nyeker begini.”“Hahaha, gapapa biar trending na

    Last Updated : 2025-01-11
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   145 - Dua Playboy Menjadi Akrab

    Sudah hampir sepuluh menit chat miliknya belum juga dibalas oleh Ryan. Semua itu membuat Kiki semakin ketar ketir sendiri. Lagian sejak kapan sih suaminya jadi akrab sama si boss Melviano.Tak sabar menunggu balasan membuat Kiki langsung mengetikkan chat kembali untuk memastikan kalau Ryan dan Melviano tidak cekcok atau apalah yang bikin otak dan pikiran Kiki semakin kacau.Kiki : Mas.Kiki : Gimana? Kamu telepon Melviano?Tak kunjung dibalas juga yang membuat Kiki langsung memencet tombol hijau untuk memanggil suaminya. Tapi, tetap saja jaringan sedang sibuk.“Ih, mereka masa telepon-teleponan lama sih.”Tak pantang menyerah bagi Kiki membuat ia langsung kembali menelepon Ryan dan tetap jaringan masih sibuk yang membuat Kiki jadi uring-uringan sendiri.Merasa kesal dan sebal membuat Kiki melempar ponselnya ke meja. Ia kembali kerja meski pikirannya kepada Ryan juga Melviano yang tengah teleponan dan semua itu membuat Kiki k

    Last Updated : 2025-01-12
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   146 - Kerusuhan Gibah Squad

    Pada akhirnya anak-anak gibah squad pun menyetujui jika Ryan boleh gabung untuk makan siang bersama. Berbeda dengan Kiki yang masih takut dan ketar ketir jika nanti pas kembali ke kantor justru mendapat masalah sama Melviano karena kabur dari pekerjaan ini.“Ah peduli setan. Perut gue laper masa suruh puasa.”Dengan cepat Kiki langsung bergegas untuk mengambil dompet serta ponselnya. Sambil jalan pun tatapan mata Kiki ke arah ponsel karena ingin chat kepada suaminya kalau ia dan teman-teman gibah squad akan menuju ke salah satu restoran luar. Kali ini mereka akan bergaya sedikit dengan tidak makan di kantin.Kiki : Mas, nanti kamu langsung ke restoran The Eatery.Tak butuh waktu lama pun Ryan sudah membalas chat istrinya.Ryan : Nggak bareng aja?Kiki : Aku bareng sama Mbak Sila.Kiki : Kamu langsung ke resto aja.Ryan : Oke.Kiki memencet tombol lift untuk turun ke arah lobby. Tepat satu lantai di bawahnya l

    Last Updated : 2025-01-12
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   147 - Makan Siang Ditemani Boss Besar Bikin Keki

    Suasana yang awalnya suka cita pun langsung berubah jadi duka cita. Bukan karena ada yang meninggal ataupun berita menyedihkan lainnya. Melainkan kedatangan si boss yang akan gabung makan siang bersama para gibah squad dan itu membuat semuanya langsung pucat pasi.“Kepala gue mendadak migren deh,” ceplos Sila sambil memegang keningnya dan memijit-mijit pelan.“Entar mampir apotek beli koyo terus tempel,” sahut Sofi.“Udah seneng makan gratis kenapa ada aja sih cobaan hidup,” timpal Rinto.“Hidup kan nggak harus selalu mulus, Bang,” balas Kiki sambil terkikik.“Udah santai aja, lagian inikan jam istirahat jadi si boss juga nggak bisa suruh-suruh lha. Gimana pun istirahat ini hak karyawan.” Priyo mencoba menenangkan para teman-temannya yang sudah terlihat tegang.Ryan dan Melviano yang baru sampai pun langsung menabok punggung Priyo sebagai salam kedatangan mereka. Lebih tepatnya Ryan

    Last Updated : 2025-01-13
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   148 - Gibah Squad Jadi Kompor Mleduk

    Ryan merasa hatinya seperti terbakar. Dalamnya kayak ada api-apinya gitu. Entah kenapa rasanya tuh panas aja mendengar istrinya dibelikan sepatu oleh laki-laki lain. Bayangin aja hati suami mana yang nggak cemburu.“Sayang, kamu kok nggak bilang aku pengin sepatu sih?”Kiki menoleh sambil tersenyum seperti tak terjadi apapun bahkan tak paham kalau suaminya kini cemburu.“Oh … ini lho sayang, tadi sepatu aku dibuang sama si boss. Terus Priyo beliin gitu.”“Kok kamu nggak telepon aku aja sih. Kenapa kamu malahan telepon si Priyo itu.”“Iya masa aku telepon kamu yang jauh sih. Lagian sepatu aku dibuang di tong sampah sama si bos terus minta tolong sama Priyo, tapi nggak ketemu terus Priyo beliin deh. Hehehe.”“Tapikan kamu bisa telepon terus kasih kabar ke aku sayang.”“Bukan sepatu doang, Kiki tuh sering dibeliin barang-barang branded tuh sama Priyo,” sambar

    Last Updated : 2025-01-13
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   149 - Pemecatan Tak Terhormat

    Kiki masih saja mencerna ucapan laki-laki yang duduk di depannya ini yang statusnya itu sebagai boss. Hati dan pikirannya pun berjalan secara bersamaan untuk menganalisa kejadian hari ini.“Apa ini ada hubungannya sama Ryan?” tanyanya.“APA? Tidak ada.”“Jangan bohong, Mr. Kalian berdua tadi habis ngopi bareng kan? Terus Ryan itu nggak pengin saya kerja. Dan, tiba-tiba saya dipecat dengan alasan tak jelas seperti ini.”Bisa Kiki lihat kalau boss-nya tengah mengambil napas panjang dan menatapnya kembali. Bahkan saat ini Kiki sudah siap mengembalikan uang pesangon itu asal jangan dipecat seperti ini.“Kamu sepertinya harus banyak intropeksi diri. Berkaca. Sudah baik belum dalam bekerja. Itu yang harus kamu lakukan bukannya menuduh orang lain atas pemecatan ini.”“Tapi, Mr, saya nggak tahu kesalahannya apa?”“Ini yang kurang dalam diri kamu. Kurang membaca diri sendiri.&rd

    Last Updated : 2025-01-14
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   150 - Kiki Berkunjung Ke Rumah Mertua

    Setelah dari kantor, yang dilakukan oleh Kiki hanya tiduran sambil menangis saja sampai malam. Bahkan ia lupa makan, dan mandi. Bagi Kiki sendiri ini ujian terberat karena akan menjadi pengangguran yang kerjanya bakalan plonga plongo.Tak lama telinga Kiki menangkap suara pintu yang terbuka. Ia tahu kalau yang masuk ke kamar itu suaminya. Tak usah menoleh juga aroma tubuhnya sudah ketara.“Malam sayang, tumben udah tiduran jam segini.”Kiki diam.Melihat reaksi istrinya yang diam membuat Ryan langsung berjalan mendekat ke ranjang dan memeluk istrinya dengan gemas. Bahkan ia juga langsung mendusel-dusel ke leher jenjang istrinya.“Ih awas ah jangan pegang-pegang.”“Kenapa, hm?”“Nggak usah tanya.”“Jutek banget jawabnya.”“Lagian nyebelin sih.”“Nyebelin gimana sayang?”“Kamu tuh tadi pura-pura sinyal ilang kan? Sejak k

    Last Updated : 2025-01-14

Latest chapter

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   235 - Bahagia Itu Sederhana - Ending

    Selesai dari Candi Borobudur dan beberapa wisata lainnya, kini mereka berdua harus segera kembali ke Jakarta.Ada rasa sedih ketika harus meninggalkan kota Yogyakarta ini yang penuh kehangatan. Ryan langsung menggandeng tangan istrinya untuk segera masuk ke kereta api.Ya, mereka berdua memutuskan mengenakkan kereta api menuju ke Jakarta. Apalagi saat ini banyak sekali permintaan Kiki yang terbilang aneh ini.Sebagai seorang suami yang dilakukan Ryan hanya menurut saja dan mengalah. Karena saat ini prioritas Ryan hanya kebahagiaan keluarga kecilnya.“Sayang, kamu ada ngerasa aneh nggak?”“Aneh apa?”“Mual gitu, atau perutnya terasa nggak enak.”“Biasa aja. Lebih kayak gampang laper terus bentar-bentar pengin pipis.”Ryan mengangguk paham sambil bibirnya menyungging senyum. Ini seperti ciri-ciri wanita hamil. Gimanapun Ryan sering baca-baca di internet tentang wanita hamil ba

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   234 - Honeymoon - Pagi Panas

    Setelah olahraga malam, pasangan suami istri ini terbangun dengan wajah yang cerah, senyum semringah bahkan dengan hati yang sangat gembira.Pas terbangun pun mereka berdua bukannya langsung turun dari ranjang untuk segera mandi, tapi selalu saling mengecup satu sama lain tiada henti.Cup.Ryan menjawil hidung Kiki gemas, sesekali membalas kecupan sang istri. Bahkan posisi naked tak menjadi masalah untuk keduanya.Tubuh keduanya hanya tertutup selimut hotel berwarna putih. Kiki sendiri menjadi lebih manja dengan selalu menempel pada suaminya.“Morning love,” sapa Ryan dengan mata sayu menatap Kiki.“Telat.” Bibir Kiki maju ke depan karena sapaan Ryan telat menurutnya. Masa ngucapin setelah mereka sudah saling mencumbu. Kan aneh banget. Harusnya ngucapin pas baru bangun.“Gapapa dong, dari pada nggak ngucapin sama sekali kan?”“Hmm, iya sih.”“Yuk mandi,” ajak Ry

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   233 - Honeymoon - Malam Panas

    Pasangan suami istri ini tengah duduk di sebuah angkringan Malioboro. Mereka langsung menikmati makan malam dengan beberapa menu yang berada di sebuah angkringan.Kiki sendiri sangat lahap kala menikmati sate telur puyuh. Ia juga tak memedulikan Ryan yang terus mengoceh karena makannya yang berantakan itu.“Pelan-pelan dong sayang, ini berantakan ke sini sini bumbu satenya.”“Hehe, lagian ini satenya enak banget, Mas,” jawabnya. “Boleh aku abisin nggak, sih?” tanya Kiki berbisik.“Boleh kalau emang perut kamu kuat.”Kiki langsung tersenyum lebar dengan tangan yang memegang sate telur puyuh. Ia pun terus menyantap tak ada kata bosan di mulutnya.Sehabis dari angkringan, mereka berpindah tempat ke pedagang minuman jahe. Ryan pun duduk menikmati kepulan aroma minuman jahe di hidungnya. Kiki sendiri duduk sambil bersandar di dada suaminya sambil membuka kacang rebus.“Kita kayak

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   232 - Honeymoon Yogyakarta

    Satu minggu kemudian.Seperti rencananya beberapa hari silam untuk berlibur ke kota Yogyakarta kini akhirnya terlaksana. Kiki dan Ryan tiba di sebuah hotel yang terletak di kawasan Malioboro.Mereka berdua sengaja tak menggunakan pesawat, tapi kereta api. Entah kenapa Kiki mendadak pengin naik kereta api agar bisa melihat pemandangan.Namun siapa sangka perjalanan itu membuat Kiki langsung tepar dan tidur saat tiba di hotel. Ryan yang melihat pun hanya bisa meringis saja.“Jangan sampai aktipin ponsel.”Suara itu membuat Ryan langsung terhenti kala ingin mengambil ponsel di tasnya. Ia menoleh dan melihat istrinya masih memejamkan mata.“Lha, dia tidur sambil ngomong?” gumam Ryan bermonolog.Tak ingin ketahuan dan berbuntut panjang membuat Ryan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan niatnya akan jalan-jalan di sekitaran Malioboro nanti malam nyari angkringan.Dua jam kemudian.Mera

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   231 - Kiki Nggak Bakat Bisnis

    Setelah membersihkan motor dan dirinya. Kini Ryan mengajak istrinya untuk pergi ke kedai bakso untuk mengambil mobil sekalian makan bakso di sana. Namun, melihat kondisi sang istri banyak yang lecet di bagian lengan dan kaki membuat Ryan mengurungkan niatnya itu.Kiki yang sedang mengobati lukanya dengan betadine langsung diambil alih oleh Ryan. Melihat banyak bekas luka seperti itu membuat Ryan langsung tak tega.“Sakit,” ringis Kiki.“Iya sayang, tahan bentar, ya.”Bahkan kaki dan lengan Kiki terdapat banyak lebam-lebam di mana-mana. Ryan memegang lembut bagian lebam pun membuat Kiki langsung meringis kesakitan.“Awww, sakit Mas.”“Maaf sayang.”Ryan langsung mengolesi bagian lebamnya dengan gel yang memang sudah sedia di kotak obat-obatan. Selesai membantu Kiki, Ryan langsung izin pamit untuk mengambil mobilnya.“Sayang, aku pergi ambil mobil dulu, ya. Kamu tinggal sendir

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   230 - Terjebur Got

    Setelah selesai mengantar ke counter pengiriman, Kiki pun mengantar mamanya pulang karena jaraknya tak terlalu jauh. Tentu saja Kiki mengantar mamanya dengan sepeda motor yang memang baru dibelinya. Awalnya Ryan ingin membelikan mobil namun Kiki tolak. Dari dulu masih sendiri memang Kiki ingin mobil, tapi mengingat itu hanya sebuah keinginan bukan kebutuhan membuat Kiki membatalkan dan memilih membeli sepeda motor agar lebih praktis jika pergi kemana-mana.“Ki, jangan ngebut lho.”“Enggak lha, Ma, Kiki aja masih rada takut kalau di jalan raya. Untung saja ini jalannya nggak besar bisa melipir lewat gang.”Ya, Kiki dan Ryan mendapat tanah di kawasan Pondok Labu dekat rumah orang tua Kiki. Dan Ryan sendiri berniat akan memindah kantornya untuk dekat rumah karena di tempat lama jaraknya terlalu jauh dan memakan waktu di jalan. Ryan sudah pasang iklan jika kantornya dijual dan akan membuat baru yang lebih besar dari sebelumnya.P

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   229 - Merasa Insecure

    Disaat Ryan ingin menghajar kembali, Wirawan sudah sampai dan mencegahnya. Berbeda dengan Panji yang sedang memegang hidungnya yang terkena pukulan oleh Ryan.“Sudah, kalian ini meributkan apa, sih?” Suara Wirawan begitu tegas.“Dia yang mulai duluan, Pa. Si manusia millennium ini mau rebut Kiki dari aku,” tukas Ryan menjelaskan dengan napas yang bergemuruh.Wirawan menoleh ke arah Panji dengan tatapan yang tak bisa terbaca. “Panji … kamu sama Kiki kan sudah selesai lama. Apalagi kalian sudah sama-sama dewasa kan? Sudah saling memiliki kehidupan masing-masing juga. Biarkan anak saya bahagia dengan tidak adanya kamu yang mengganggu.”“Maaf, Om. Saya hanya bercanda saja barusan dengan Ryan. Tapi emang dasarnya Ryan langsung gampang terpancing saja emosinya.”“Apa bercanda lo bilang? Lo anggap istri gue jadi bahan bercandaan?” emosi Ryan makin meledak kala mendengar pengakuan dar

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   228 - Ketemu Mantan Di Nikahan Abang

    14 hari kemudian.Hari ini tepat di mana Kiki terakhir bekerja di Ansell. Dan besok pun hari pernikahan kakak iparnya yang diadakan begitu sederhana saja. Ijab dan walimah urusy.Kiki pun berpamitan dan meminta maaf kepada seluruh staf Ansell saat ini sebelum berkemas barang-barangnya. Tak lupa juga ia berpamitan dengan Mirza yang tampak keberatan melepaskan Kiki.“Boleh peluk Bapak nggak?” Kiki meminta izin kepada Mirza sebelum melangkahkan kakinya ke luar kantor Ansell. Mirza pun merespon dengan mengangguk pelan.Kiki langsung berjalan maju dan memeluk Mirza. “Maaf, ya, Pak. Semoga Ansell ke depannya semakin baik dan lebih baik serta paling baik dari perusahaan lain.”“Thank you, Ki.”Kiki melepaskan pelukannya. Tanpa disadari Kiki menitikan air matanya di depan Mirza. Meski tak selama bekerja di Azekiel, tapi sikap Mirza lebih hangat dibanding Melviano. Mungkin karena Melviano sudah beristri jadi sangat

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   227 - Good Bye Ansell

    Pagi ini seperti rencana-nya semalam. Kiki memberikan surat pengunduran dirinya kepada Manda selaku bagian HRD.Awalnya Manda yang tak tahu hanya mengerutkan kedua alisnya saja dan setelah membuka dan membaca ternyata surat pengunduran diri Kiki sebagai sekertaris. Perasaan Manda pasti syok. Tapi mengingat rekor sekertaris yang bekerja sebelumnya juga tidak ada yang bertahan lama. Kiki merupakan paling lama karena bisa bertahan kurang lebih lima bulanan. Manda menatap wajah Kiki menelisik. Ia mencari alasan yang sejujurnya kepada perempuan itu."Kenapa resign mendadak gini?""Saya nggak mendadak, kan saya kasih tahu sekarang dan resign-nya 14 hari lagi genapin akhir bulan.""Iya, tapi kenapa? Padahal anak-anak sini sudah salut lho sama kamu yang bisa bertahan lumayan lama.""Gapapa, hanya saja saya capek, Bu.""Kerja kan capek Shakira. Apa si boss sudah mulai suka memarahi kamu?"Kiki menggeleng. "Bukan masalah sikap Pak Mirza,

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status