Home / Romansa / DI BALIK SENYUM SANG CEO / KAZAYA SALAH PAHAM?

Share

KAZAYA SALAH PAHAM?

last update Last Updated: 2024-09-05 10:19:43

"Maaf, Nona, saya tidak berwenang untuk menjawab pertanyaan Nona."

"Tidak berwenang apa? Aku itu nanya, jadi Bik Supi jawab aja!"

"Saya tidak mau membuat situasi semakin keruh."

"Jadi, benar, pertanda buruk, ya?"

Bik Supi tertunduk. Rachel sudah bisa menebak jawaban apa yang begitu berat disembunyikan oleh sang kepala asisten rumah tangga keluarga Kazumi tersebut.

Membuat Rachel seketika jadi bertambah sedih.

"Non, yang sabar ya, sepertinya memang nanti ketika Tuan Kazumi kembali, kalian harus bicara dari hati ke hati, mungkin ada sesuatu yang membuat Tuan Kazumi merasa sesak tapi tetap harus melakukannya karena kewajiban, bisa saja seperti itu, kan?"

Bik Supi bicara demikian dengan nada suara yang terdengar hati-hati. Membuat Rachel menghela napas dan akhirnya ia hanya mengiyakan.

Wanita itu beranjak meninggalkan Bik Supi yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat betapa ia sangat gelisah karena khawatir dengan Kazumi.

***

"Maaf, Pi. Aku belum bisa mendapatkan bukti bahwa yang se
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   SENYUMAN KAZUMI ATAU KAZAYA?

    "Apa?""Iya. Kamu memanfaatkan anak-anak ini untuk mendapatkan uang agar yayasan kamu itu memiliki dana!""Atas dasar apa Anda mengatakan hal itu pada saya? Anda tidak kenal dengan saya tapi Anda seenaknya bicara seperti itu pada saya!""Saya teman Zill, saya pernah melihat foto kamu di ponsel Zill!""Foto? Saya tidak pernah memberikan foto saya pada siapapun, saya juga jarang upload foto-foto pribadi di sosial media!""Iya, memang, foto kamu diambil Zill di salah satu foto profil sosial media kamu, makanya saya familiar dengan senyuman kamu tadi.""Zill menyimpan foto saya?""Kalian pacaran, kan?""Enggak!""Zill bukan tipe orang yang menyimpan foto perempuan di ponselnya, saya kenal dia, dan kalau kamu pacar Zill tapi kamu ternyata penipu, saya tidak akan membiarkan kamu terus berhubungan dengan Zill, karena dia teman saya dan saya tidak mau Zill ditipu oleh kamu!" "Anda ini bicara apa, sih? Saya tidak paham dengan isi pembicaraan Anda, yang pacaran dengan Zill siapa? Terus yang me

    Last Updated : 2024-09-06
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   SAMA-SAMA BERSEMBUNYI!

    "Hal lain, benarkah?""Benar, Pak!""Apa itu?"Syena melirik Kazaya sejenak, lalu...."Dia kesulitan untuk rileks saat melakukan aktivitas intim kami sebagai suami istri...."Wajah Kazaya terlihat sangat terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Syena, tapi alasan yang diucapkan oleh Syena cukup membuat Pak Barata merasa prihatin hingga akhirnya pria itu menyampaikan rasa bersalahnya karena sudah curiga dengan penyamaran yang dilakukan Kazaya sampai kemudian, pria itu akhirnya pamit dari hadapan Kazaya dan juga Syena."Lu ngapain sih ngomong gituan sama si Barata? Aktivitas intim apaan? Lu mau bilang punya gue kagak bangun gitu?" semprot Kazaya dengan nada suara yang meninggi tepat saat Pak Barata sudah keluar dari kamar mereka."Aku terpaksa, kalau enggak kayak gitu dia bakalan lama di sini terus mengorek informasi tentang apa aja, itu bahaya."Kazaya bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan ke arah jendela di kamar itu lalu membuang tatapannya ke luar sana. "Si jambul burung it

    Last Updated : 2024-09-07
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KABUR DARI JENDELA!

    "Untuk apa kamu melakukan hal itu?""Untuk memastikan apakah dia tidak ada kaitannya dengan dua orang yang aku curigai sebagai anak buahnya.""Kalau menurutku tidak perlu.""Kenapa?""Ernesto bukan orang yang sederhana, kalau kita melakukan pertemuan hanya untuk membicarakan masalah itu, dan dia tersinggung, maka, masalah akan bertambah panjang.""Jadi, apa rencanamu? Kamu juga pasti ingin tahu mengapa dia mengincar Kazumi, kan?"Alex terdiam. Apa yang dikatakan oleh Vivian itu benar, ia perlu tahu mengapa orang seperti Ernesto mengincar majikannya, sebab, ia sangat yakin Kazumi tidak terlibat dalam hal apapun dengan organisasi seperti itu, jadi rasanya sangat tidak masuk akal jika Ernesto menjadikan Kazumi target.Tetapi faktanya, mereka memang sedang menginginkan Kazumi, jadi apa yang sebenarnya terjadi?"Baiklah, kurasa idemu untuk menemui Ernesto itu benar, meskipun resikonya besar, tapi aku juga ingin tahu mengapa ia mengincar Tuan Kazumi.""Jadi, bagaimana? Kita keluar dari sini

    Last Updated : 2024-09-08
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DITEMUKAN ZILL

    "Sebenarnya, aku tidak cukup yakin, tapi kalau kita tidak mencoba untuk mengetahui, bagaimana kita akan tahu?""Iya, kamu benar juga. Jadi, kita harus memantau dahulu lalu mulai melakukan tindakan."Alex menyetujui apa yang diucapkan oleh Vivian, ia mengarahkan pandangannya pada bangunan yang dijadikan markas oleh para anak buah Ernesto tersebut, berusaha untuk mengamati apakah pria yang bernama Ernesto itu benar-benar ikut dengan para anak buahnya ke Indonesia atau tidak."Nih, perutmu dari tadi berbunyi, aku punya roti beberapa, bisa mengganjal perutmu."Beberapa menit mereka hanya diam di tempat sambil mengawasi bangunan di hadapan mereka, Vivian menyerahkan sebungkus roti pada Alex ketika mendengar perut pria itu berbunyi. Alex menerima roti yang diberikan oleh Vivian dengan wajah sedikit menahan rasa malu.Ia baru sadar, sejak melakukan penyelidikan, ia tidak makan sama sekali lantaran terlalu fokus dengan apa yang ia kerjakan karena begitu khawatir dengan keadaan Kazumi."Terim

    Last Updated : 2024-09-09
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   ZILL KAKAK YANG BAIK

    Setelah bicara demikian pada Zill, Moa segera membalikkan tubuhnya untuk beranjak meninggalkan Zill, tapi, Zill memegang salah satu pundak Moa hingga gerakan Moa terhenti seketika. "Moa, aku benar-benar tidak paham dengan isi pikiran kamu sekarang, Kazumi itu sudah menikah, kamu memalsukan identitas dia untuk bisa menikah dengan dia, pernikahan kamu itu apa sah? Kurasa tidak sah, Moa, karena kamu memalsukan identitas Kazumi di depan penghulu, kamu tidak takut Tuhan akan marah?" Mendengar perkataan panjang Zill, Moa menarik napas panjang, tidak menyangka Zill akan bereaksi demikian padanya. Zill tidak mungkin mengatakan hal ini karena dia cemburu, kan?Hati Moa bicara demikian sambil menatap Zill yang saat itu juga melakukan hal yang sama padanya."Kamu cemburu?" tanya Moa. Dan pertanyaan itu membuat Zill langsung melepaskan cengkraman tangannya di salah satu pundak Moa. "Aku tidak cemburu, aku hanya khawatir padamu karena kita teman, kamu sudah membuat kesalahan yang fatal, Moa.

    Last Updated : 2024-09-10
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   LIRIKAN MENGANDUNG KECURIGAAN

    "Kalau dia tidak mau memutuskan hubungan dengan Yanwar itu, aku juga tidak akan mau membawa mami bersama dengan kita." "Iya. Yanwar itu bikin racun untuk mami, gimana caranya supaya mami enggak sama dia lagi, ya, Kak? Kayaknya aku dan Kakak sudah berusaha untuk menasihati, tapi enggak ada pengaruhnya juga.""Entahlah. Aku juga sedang memikirkan masalah itu, berdoa saja, semoga suatu hari nanti, hati mami jadi terketuk untuk berubah sikap."Yui mengamini doa yang diucapkan oleh sang kakak. Sampai akhirnya, Zill membantu adiknya untuk kembali ke tempat tidur karena kondisi sang adik sejak terdeteksi penyakit serius menjadi merosot, Zill benar-benar memperhatikan kesehatan dan waktu istirahat sang adik agar adiknya itu tidak bertambah sakit. "Kak, ada apa? Kakak ada masalah selain mikirin tingkah mami dan kondisiku?" Pertanyaan Yui membuat gerakan Zill yang sedang membetulkan selimut yang dipakai adiknya terhenti. "Tidak ada apa-apa.""Tapi, wajah Kakak suram, seperti sedang berpiki

    Last Updated : 2024-09-11
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEPUTUSAN KAZAYA

    Pria ini kenal Alex, apakah benar Kazumi dan Ernesto itu terlibat kerja sama?Setelah melirik Alex, Vivian bicara seperti itu di dalam hati, meskipun kemudian, ia kembali fokus ke arah pria yang bernama Michael tersebut. Kenapa Vivian seperti curiga padaku? Lirikannya itu seolah ingin memaki aku....Alex juga membatin, tapi ia tidak menyuarakan nya di mulut hanya di dalam hati karena tidak mau merubah situasi yang sekarang sudah tegang menjadi semakin tegang."Aku sedang bertanya padamu, Alex, apakah kamu tidak mendengarnya? Kamu adalah asisten pribadi Kazumi, kan? Di mana dia sekarang?"Suara Michael membuyarkan pergumulan hati Vivian dan Alex tentang kesimpulan mereka masing-masing."Dia-""Jangan katakan yang sekarang ada di kantor itu, Kazumi, kami tidak bisa ditipu seperti kamu menipu semua rekan bisnismu!" potong Michael dengan nada suara yang dingin."Sebenarnya, apa hubungannya Tuan Kazumi dengan kalian? Ini yang membuat aku ke sini untuk bicara dengan kamu."Karena merasa t

    Last Updated : 2024-09-12
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEMARAHAN KAZAYA!

    "Rachel, dia sudah ketemu sama lu, tapi dia kagak mau pulang, apa menurut lu, itu sebuah hal yang wajar? Kagak bukan? Itu kagak wajar, menurut gue mungkin aja Kazumi emang kagak mau pulang karena dia kagak bahagia di rumah ini."Telapak tangan Rachel mengepal mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya padanya. Meskipun ia ingin membantah hal itu, tapi entah kenapa di dasar hatinya ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Kazaya tersebut.Namun, Rachel tidak mau menyuarakan itu karena rasanya sangat menyakitkan.Sampai Kazaya berlalu dari hadapannya pun, Rachel tidak bisa berbuat apa-apa meskipun hanya sekedar menanggapi saja ia tidak mampu. "Enggak usah terlalu dipikirkan, Kazaya sedang stress itu sebabnya, dia bicara seperti itu."Suara Syena terdengar, dan Rachel memalingkan wajahnya, tepat saat Syena juga masih menatapnya."Entahlah, apa yang dikatakan Kazaya itu sama seperti yang aku rasakan, aku benar-benar merasa, Kazumi memang sengaja tidak mau pulang karena dia tidak bahagia di r

    Last Updated : 2024-09-13

Latest chapter

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MASIH HARUS MENYAMAR

    Setelah bicara demikian pada Kazaya, Shane keluar dari dalam ruangan di mana ia menempatkan Kazaya, dan Kazaya yang mendengar perkataannya itu hanya bisa menggenggam erat kuas di tangannya seolah ia tidak bisa lagi menahan amarah, tapi ia tetap harus menahannya karena sekarang ia sedang di bawah pengawasan.Sementara itu, rapat yang dihadiri Kazumi yang menyamar menjadi Kazaya sudah selesai dengan baik dan sempurna. Kazumi mampu memerankan Kazaya dengan baik atas arahan Alex yang selama ini terus mendampingi Kazaya saat di kantor. Tanpa sepengetahuan Kazumi dan juga Alex, salah satu rekan bisnis Kazumi yang tadi ikut rapat adalah orang yang berada di pihak Radit. Ketika rapat sudah usai, ia buru-buru melakukan pertemuan dengan Radit di sebuah tempat."Aku sudah melakukan apa yang kau katakan Tuan Radit, tapi reaksinya biasa saja, sepertinya kita tidak bisa membedakan lagi yang mana Kazumi dan yang mana Kazaya, karena mereka sekarang benar-benar sulit untuk dibedakan."Orang yang b

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MENYAMAR MENJADI KAZAYA

    "Aku tidak yakin....""Tidak yakin tentang Tuan Kazaya yang kemungkinan bergabung, atau tidak yakin jika Tuan Kazaya dieksekusi?""Semuanya....""Dengan kata lain, Tuan juga merasa sedikit khawatir jika ada kemungkinan Tuan Kazaya dieksekusi?""Ya.""Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?""Kau lakukan saja apa yang aku katakan tadi, lakukan dengan cara perlahan, jangan sampai mengundang perhatian orang banyak terutama para rekan bisnis, untuk yang lainnya masih aku pikirkan, nanti aku akan konfirmasi padamu." Alex membungkukkan tubuhnya mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi. Setelah paham dengan isi perintah sang majikan pertama, Alex segera pamit untuk memulai penyelidikan.***Karena Kazaya tidak kembali juga ke perusahaan semenjak ke markas sementara anak buah Yurata, Alex terpaksa meminta Kazumi untuk kembali ke perusahaan ketika rapat penting di kantor diadakan. Beruntung, karena Alex terus memberikan informasi tentang perusahaan pada Kazumi, meskipun Kazumi tida

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA DIEKSEKUSI?

    Kazaya ingin menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, tapi tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka dan muncul Shane yang langsung masuk dan mendekati Kazaya."Udah berantemnya? Gimana? Mau gambar atau kabur?"Shane melontarkan pertanyaan itu pada Kazaya, dan Syena melirik ke arah Kazaya berharap pemuda itu menolak permintaan Shane dan menyerahkan tugas itu padanya."Balikin Syena ke rumahnya, abis itu gue lakukan apa yang lu mau.""Enggak!!" seru Syena hingga membuat Kazaya mengarahkan pandangannya pada perempuan itu. Kazaya hanya memandang Syena saja, selanjutnya, ia beralih kembali ke arah Shane untuk menanti tanggapan yang akan diberikan oleh Shane atas apa yang dikatakannya tadi.Shane yang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya segera bertepuk tangan dan beberapa saat kemudian dari pintu yang masih terbuka muncul beberapa anak buah Yurata yang lain dan mereka segera diperintahkan oleh Shane untuk membawa Syena keluar. Syena yang tidak terima dipaksa keluar oleh rekan Shane yan

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DI BALIK SIKAP KAZAYA

    "Enggak semua orang bisa memperhatikan kualitas ketika ia memburu uang, aku sering beli buah, kondisi buah dicampur dengan yang busuk, hanya karena penjualnya memburu uang yang banyak dan enggak mau rugi sampai dia enggak mikirin perasaan konsumen." "Gue bukan orang yang macam itu!""Ya, sudah. Sekarang kamu lanjutin cerita kamu tadi, apa aja yang kamu lakukan untuk membuat hati kamu yang dengki sama Kazumi itu merasa puas?""Kazumi kagak mau gue memberikan nomor kontak dia sama orang yang minta itu, dan bersamaan dengan itu, bokap tahu kalo dia melukis sampai kemudian, Kazumi kena omel bokap dan semenjak saat itu, Kazumi berhenti melukis.""Ayah kalian enggak suka dengan lukisan?""Gue juga kagak tau, yang gue tau, bokap itu marah besar, terus minta Kazumi kagak perlu melukis lagi, dan semenjak saat itu, Kazumi minta sama gue buat kagak usah ngomong soal lukisan lagi.""Terus?""Karena gue terlanjur tergiur dengan uang yang banyak, gue berusaha lagi untuk melukis, tanpa sepengetahu

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PENGAKUAN DOSA KAZAYA....

    "Gue kagak pernah iseng sama lu, setiap ucapan gue tentang perasaan yang mungkin terkesan meremehkan itu, biasanya cuma untuk ngetes lu.""Ngetes aku? Untuk apa?""Buat tau seberapa besar perasaan lu sama gue!""Terus, hasilnya?""Gue tau lu benar-benar suka sama gue.""Tapi kamu enggak pernah menanggapi itu dengan serius.""Karena gue kagak mau lu semakin suka sama gue!""Kenapa?! Aku enggak boleh suka sama kamu? Kamu punya pacar? Atau kamu sudah dijodohkan juga seperti halnya kakak kamu?""Kagak. Hanya pebisnis yang sukses yang bisa dibuat untuk memajukan bisnis dengan cara melakukan pernikahan bisnis.""Seperti Kazumi?""Ya.""Terus, kenapa aku enggak boleh suka sama kamu?"Pertanyaan Syena membuat Kazaya membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi posisi Syena, sementara Syena menunggu apa yang sebenarnya akan diucapkan oleh Kazaya untuk menjawab pertanyaan darinya."Karena gue terlibat dengan organisasi mafia, Syena...."Jawaban Kazaya membuat Syena terkejut."Kamu terlibat organ

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PENGAKUAN KAZAYA....

    "Lu perlu uang? Berapa yang lu mau, sebutkan ke gue, kasih nomor rekening lu, gue transfer, tapi abis itu jangan ikut campur masalah keluarga besar gue lagi, paham?""Aku enggak butuh!" Syena mundur menjauhi Kazaya sambil mengucapkan kalimat itu pada adik kembar Kazumi tersebut."Kagak butuh? Lu bilang kagak butuh, tapi lu menerima tawaran rambut biru ini buat melukis muka kagak jelas, lu bilang kagak butuh?""Hei!"Shane berteriak hingga Kazaya yang tadi menanggapi perkataan ketus Syena yang mengatakan bahwa ia tidak butuh uang langsung mengarahkan pandangannya pada Shane. "Apa?!" katanya dengan sangat galaknya."Lu tadi bilang apa? Melukis wajah kagak jelas? Lu pikir kami orang yang kagak punya kerjaan melukis muka orang kagak penting!!" seru Shane pada Kazaya, yang hanya ditanggapi Kazaya dengan senyuman setannya."Ya, buat lu mungkin penting, tapikan buat gue dan Syena itu kagak penting?!""Bacot, lu! Gue kasih waktu 30 menit buat berantem, ntar gue balik lagi!"Shane berbalik d

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   AKU PERLU UANG....

    "Aku tidak mengatakan hal itu secara pasti, tapi tidak mungkin tidak ada alasan yang mendasari apa yang mereka lakukan, kan?"Moa menghela napas mendengar apa yang diucapkan oleh Zill. Ingin membantah, tapi apa yang dikatakan teman yang pernah disukainya itu memang benar, namun entah kenapa, ia yakin Kazumi tidak terlibat dengan organisasi seperti itu."Jadi, kamu enggak mau bantu aku, Zill?" tanya Moa setelah beberapa saat ia hanya diam."Aku tidak berjanji, tapi aku akan usahakan, hanya saja mungkin aku tidak akan melakukannya dengan cara maksimal.""Tidak apa-apa, yang penting kamu bisa coba bantu. Aku juga melakukan hal ini untuk ayahku, aku ingin ayahku enggak terlena lebih jauh sampai ingin bekerjasama dengan organisasi seperti itu.""Semoga beliau akhirnya sadar, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."Moa mengucapkan terima kasih pada Zill sebelum akhirnya perempuan itu pamit. Ketika Zill ingin ikut meninggalkan meja tersebut, Chika, anak bosnya sudah berdiri di hadapan

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA MENYUSUL SYENA

    Kazaya bicara kembali, dan ini membuat ia mendengar, di seberang sana Bertrand menghela napas.{Aku memang suka pada Syena, tapi Syena suka padamu, meskipun dulu Syena istri Tuan Kazumi, tapi setelah aku tahu mereka hanya menikah kontrak, aku mewajarkan perasaan Syena padamu, jadi aku harap jika kau memang punya sedikit perasaan padanya, pikirkan dia, kalau kamu tidak mau mengakui karena kau gengsi, aku akan berusaha untuk meyakinkan Syena bahwa aku juga menyukainya}Setelah bicara seperti itu pada Kazaya, Bertrand mengakhiri panggilan. Dan Kazaya menggenggam erat ponsel tersebut pertanda ia kesal dengan apa yang diucapkan oleh Bertrand tadi padanya. Sementara itu, Alex yang berusaha untuk mencari jejak Syena lewat ponsel yang digunakan oleh Syena karena ponsel itu pemberian Kazumi hingga untuk sekedar melacak keberadaan Syena itu adalah hal tidak terlalu sulit buat Alex selama ponsel itu masih dimiliki dan dipakai oleh Syena. Sudah menemukan titik terang.Setelah mendapatkan posisi

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEPURA-PURAAN KAZAYA

    "Apa maksud lu sebenarnya? Lu apain Syena, hah?!""Santai! Gue kagak apa-apain mantan ipar lu itu kalo lu mau patuh sama apa yang gue katakan!""Apa mau lu?" "Lakukan peran lu sama peran Kazumi.""Ngomong yang jelas! Dari tadi lu selalu bilang hal itu tapi lu kagak menerangkan apa yang lu maksud itu dengan jelas!"Kesabaran Kazaya nyaris habis karena Shane menurutnya terlalu berbelit-belit. Hingga nada suaranya terdengar meninggi tapi tetap saja, Shane tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh Kazaya padanya. "Karena lu kagak bisa mengatakan di mana gue bisa ketemu kakak lu, jadi lu harus melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh kakak lu, melukis dan menerima kontrak kerja sama dari bos gue.""Kagak! Gue kagak mau!""Gampang amat lu ngomong? Kagak paham dengan apa yang tadi gue bilang? Kalo lu kagak mau mematuhi apa yang gue katakan, Syena yang akan melakukannya!"Karena emosi, Kazaya langsung meraih kerah pakaian milik Shane dan menariknya dengan erat ketika ia mendengar S

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status