Share

Bab 64. Karma Buruk

Author: Ika Dw
last update Last Updated: 2023-12-06 18:12:18

"Alka! Kamu Kenapa nak? Apa yang membuatmu marah-marah seperti ini?" tanya Riana berjalan mendekati Alka yang ada di halaman belakang ditemani oleh Alvaro.

Alka hanya menoleh sekilas dengan tatapan kosong, tidak ada kemarahan untuk Mamanya, tapi sepertinya ada penyesalan yang terdalam di wajah pria itu.

"Bang, kalau ada masalah cerita sama kami, biar bagaimanapun juga kami adalah keluarga kamu. Aku memang rese, selalu berbuat ulah sama kamu, tapi biar bagaimanapun juga aku adikmu. Kamu tidak boleh memikirkan masalahmu sendirian, aku akan selalu mendukungmu. Maaf, aku sudah menyakiti hatimu, tapi aku lakukan semua ini karena aku memiliki alasan yang tidak perlu kau tahu."

Alka memicingkan tatapannya ke arah Alvaro. Ia merasa Alvaro menyembunyikan sesuatu yang tidak harus diketahuinya dan itu membuatnya curiga apa yang disembunyikan oleh Adik laki-lakinya itu.

"Kau sendiri punya masalah, tapi nggak mau berbagi denganku. Lantas untuk apa aku harus berbagi masalahku denganmu? Kau sudah me
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 65. Kau Harus Bertanggungjawab

    Setelah Alka sudah cukup sadar dan berkurang emosinya, dia memutuskan untuk duduk di pinggiran kolam, ditemani oleh Alvaro dan juga Riana. Riana tak meninggalkan kedua anaknya, dia khawatir kalau sampai mereka berdua berdebat dan berkelahi."Sekarang lebih baik kamu cerita aja Bang, apa yang tengah kamu pikirkan saat ini. Kenapa tiba-tiba saja kamu pulang dan marah-marah seperti itu. Padahal tadi pagi kamu masih baik-baik saja. Kenapa pas pulang kamu langsung marah-marah kayak gitu. Apa ada seseorang yang sudah mengganggumu dan membuatmu emosi seperti ini?"Alvaro sangat yakin, sesuatu telah terjadi pada Kakaknya. Biasanya Alka walaupun marah lebih cenderung diam dan mengurung dirinya di kamar. Atau sering kali dia memutuskan untuk keluar dan melampiaskannya pada perempuan-perempuan di atas ranjang."Iya, memang ada orang yang sudah membuatku seperti ini. Dia kurang ajar banget. Aku nggak pernah nyangka kalau dia bisa membalasku dengan kejam. Selama ini aku sudah dimanfaatkan sama dia

    Last Updated : 2023-12-06
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 66. Aku Membencinya

    "Sudah-sudah! Jangan memperpanjang masalah kalian. Ini udah usai, Alvaro sudah menikahi Calista, biarkan mereka bahagia dengan hidupnya. Sekarang pikirkanlah dirimu sendiri. Masalahmu jauh lebih besar dibandingkan mereka.Riana memisahkan kedua anaknya dengan tubuhnya gemetaran. Dia hanya khawatir kalau mereka sama-sama emosi dan berakhir dengan baku hantam."Tapi mereka sudah membohongiku, Ma. Sakit Ma, dibohongi kayak gini," jawab Alka."Terus ..., apa kau pikir Calista tidak sakit hati karena kau bohongi? Kalian sama-sama salah, tidak seharusnya kalian saling menyudutkan," cecar Riana.Semakin meluap-luap saja emosinya. Dia sudah bisa menerima jika Calista dan Alvaro pernah membuatnya kecewa, tapi Alka, jauh lebih membuatnya kecewa, karena sudah mempermalukan keluarga."Lebih baik kamu telepon perempuan itu, dan suruh dia datang ke sini. Mama ingin bicara sama dia. Apakah benar, kalau anak yang dikandungnya itu benar-benar darah dagingmu? Kalau ternyata bukan anakmu, Mama juga t

    Last Updated : 2023-12-06
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 67. Kau Bukan Manusia

    Acara makan malam begitu hening. Semua orang sama-sama diam. Bayu nampak geram dengan keluarganya. Setiap pulang ada saja kelakuan keluarganya yang membuatnya tak nyaman berada di dalam rumah."Rumah ini udah mati kayaknya, nggak layak huni. Apa sebaiknya kita jual saja ya?"Tiba-tiba kalimat terlontar membuat penghuninya langsung menoleh padanya."Apa maksudnya Pa? Kita jual rumah ini?" tanya Riana. "Apa Papa punya hutang di Bank, atau orang lain?" Kembali wanita yang tidak lagi muda itu bertanya.Bayu meliriknya sekilas, ia mendadak tak berselera makan."Kalau untuk pebisnis itu pasti punya hutang, Ma. Nggak ada yang murni tanpa berhutang. Aku tak mempermasalahkan soal hutangku. Aku bekerja untuk keluarga dan juga membayar hutang-hutangku. Kamu tenang saja, masalah hutang, aku tidak akan melibatkanmu," tegas Bayu.Selama menikah dengan Riana, dia memang sudah pandai berbisnis, tapi tak sekalipun dia mengeluh dan meminta bantuan pada istrinya. Apapun yang terjadi, Riana selalu diutam

    Last Updated : 2023-12-07
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 68. Harga Diri Ditukar Dengan Uang

    "Yang! Jangan tidur dulu. Aku mau bicara sama kamu."Mendapati suaminya yang sudah merebahkan diri dengan menutup mata, Calista langsung mengguncang-guncangkan lengan Alvaro. Dia sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Alka di meja makan hingga membuat orang tuanya marah besar."Mau bicara apa lagi sayangku? Ini sudah malam, ayo kita tidur. Malam ini aku nggak menyentuhmu, kasihan kan, tadi malam udah berapa kali kita melakukannya, malam ini kita tidur biasa aja ya? aku peluk sini. Masa kamu udah minta jatah lagi."Calista langsung melemparkan batal ke arah muka Alvaro. Sangat gemas dengan ucapan suaminya. Padahal dia menghalangi Alvaro untuk tidak tidur, karena ingin tahu cerita yang sesungguhnya. Bukan meminta jatahnya sebagai istri."Kau itu keterlaluan! Siapa juga yang minta jatah. Aku walaupun nggak dikasih sebulan atau setahun nggak bakalan minta! Palingan besok pagi kamu bangunkan aku hanya untuk minta jatah, dengan merengek-rengek seperti anak kecil," bantah Calista.A

    Last Updated : 2023-12-07
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 69. Maukah Kau Merawat Bayiku?

    Pagi-pagi sekali Ratri datang menemui Calista di tokonya. Dia mencari tahu toko di mana Calista bekerja, karena penuh perjuangan, akhirnya dia bisa menemukannya. Calista sendiri sangat terkejut dengan kedatangan Ratri yang secara tiba-tiba. Padahal hubungan mereka tidaklah baik-baik saja. Semenjak kejadian di mana Calista memergokinya tengah bersatu dengan Alka, dia mendadak ilfeel pada wanita itu.Dengan berbasa-basi, akhirnya Calista bertegur sapa dengannya. "Ratri! Ngapain kamu datang ke sini?" tanya Calista dengan tatapan sinis. Sakit hati yang ditorehkan Alka dengan Ratri belum bisa membuatnya memaafkan mereka berdua, walaupun terkadang dia merasa bersalah pada Alka."Aku sengaja datang kemari karena ingin bertemu denganmu. Ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu," jawab Ratri dengan tatapan yang berbeda, sepertinya perempuan itu sedang terpuruk dan malu menghadapinya. Ratri mengabaikan rasa malunya untuk keukeh menemui Calista, walaupun ia tahu Calista tak mudah mene

    Last Updated : 2023-12-07
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 70. Lakukan Saja Tes DNA

    "Apa? Kau memintaku untuk merawat anakmu? Mana bisa begitu. Kau itu ibunya, kau harus merawatnya sendiri. Dasar orang gila!"Calista mendadak geram dengan Ratri. Ucapannya begitu buruk, bisa-bisanya wanita itu ingin menyerahkan anaknya jika sudah lahir tanpa mau merawatnya sendiri, hanya wanita gila saja yang tidak mau merawat anak kandungnya sendiri."Tapi aku melakukan semua ini karena terpaksa. Kalau saja Alka tidak mau merawat anaknya, buat apa aku merawat anakku sendirian. Jika aku memberikan anakku pada mbak Calista, setidaknya keluarga Pak Alka tau bahwa ini adalah keturunannya, biar bayi ini mendapatkan nama, biar dia tidak menderita hidupnya. Aku akan mencari jalan hidupku sendiri. Aku tidak akan lagi berurusan sama kalian. Sekarang Aku menyerahkan anak ini pada kalian."Kamila yang tahu anaknya tengah bersitegang dengan seorang perempuan di dalam tokonya, dia langsung menghampirinya. Dia takut Calista kenapa-napa karena ulah perempuan tersebut."Ada apa ini? Siapa dia ini C

    Last Updated : 2023-12-08
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 71. Dia Sepupuku

    "Calista!"Terdengar panggilan tertuju pada Calista di dalam tokonya, membuat si pemilik nama langsung menoleh. Calista melebarkan tatapannya pada dua gadis yang baru saja menginjakkan kaki di tokonya, dia tak lain adalah Natasha, dan Seina, Kakak sepupunya."Kak Natasha."Wanita yang memiliki kemiripan dengan Calista telah tiba di Indonesia, setelah tujuh tahun berada di luar negeri. Calista langsung menghambur memeluk sepupunya itu."Kak Tasha apa kabar? Kapan kakak tiba di sini?" tanya Calista memberikan sambutan hangat untuk sepupunya."Kemarin. Tapi masih belum sempat datang ke rumahmu," jawabnya dengan mengulas senyuman manis.Dulu Natasha memiliki kulit sawo matang, tidak seperti saudara lainnya yang kebanyakan memiliki kulit putih pucat, membuat saudaranya yang lain meledeknya, tapi sekarang saat sudah pulang, Natasha memiliki kulit putih bersih juga langsung mendapatkan ejekan dari Calista."Ini kakak habis oplas ya?"Melihat perbedaan kulit putih sepupunya, membuat Calista

    Last Updated : 2023-12-08
  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 72. Jangan Sampai Khilaf

    Sudah menjadi kebiasaan Alvaro. Setiap jam makan siang dia selalu datang membawa makanan buat Calista dan juga mertuanya."Ayang! Aku datang cintaku."Begitulah seloroh pria muda yang sudah tidak lagi perjaka itu.Ketiga perempuan yang sedang ngobrol di dalam toko itu saling bertatapan."Tuh, ayangmu udah dateng tuh. Sono cepat samperin. Kali aja minta nenen," seru Seina.Calista langsung mendelik dan melemparkan bantal ke arah Seina. "Sembarangan aja kalau ngomong! Malu tau nggak! Ada Papa sama Mama bilang gitu."Calista berharap Mama dan juga Papanya tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Seina. Mereka memang sering bercanda, tapi Calista masih malu-malu jika sudah menyangkut tentang ranjang bersama suaminya."Yang! Di mana kamu?" Alvaro tidak mendapati keberadaan Calista, karena Calista dan juga saudaranya tengah menggelar karpet di bawah dan tertutup oleh daratan almari."Iya bentar. Aku ada di sini jawab Calista langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas untuk menemui

    Last Updated : 2023-12-08

Latest chapter

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 143. Ulang Tahun si Kembar

    Acara makan malam bersama keluarga besar membuat keluarga Bayu sangat bahagia. Kedua besannya diundang datang ke rumah untuk menikmati hidangan yang sudah mereka sajikan dalam acara ulang tahun kedua bocah kembar anak dari Calista dan juga Alvaro beserta anak dari Alka dan juga Natasha yang memiliki tanggal kelahiran sama Namun beda bulan. Mereka sengaja ingin merayakan ulang tahun anak-anaknya di hari yang sama."Wah, meriah sekali ya malam ini. Baru kali ini kita bisa merayakan ulang tahun anak-anak bersama seperti ini. Biasanya kita nggak ada waktu luang untuk berkumpul bersama seperti ini."Malam itu Riana begitu bersemangat karena tidak lagi sendiri tapi ditemani oleh kedua besannya yang masih keterkaitan keluarga."Iya dong, Ma, kapan lagi kita bisa berkumpul bersama seperti ini. Aku sangat bersyukur sekali karena pada hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat walafiat dan bisa menemani bocil yang sedang berulang tahun. Nggak nyangka, anakku kini sudah tumbuh besar."Tak

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 142. Aku Harap Tidak Khilaf

    "Kalian ini dari mana saja? Kalian lagi jalan-jalan di luar ya?" tanya Calista saat suami dan anak-anaknya datang ke toko tempatnya bekerja.Di saat weekend, Calista diminta untuk membantu orang tuanya di toko, karena ada banyak barang yang harus dikirim ke luar kota. Dia meminta sang suami untuk menemani anak-anaknya."Enggak kok, kita dari toko terus beliin makanan buat kalian di sini," jawab Alvaro dengan menurunkan Ivy dari gendongannya."Aku tadi niatnya mau istirahat, tiduran sama mereka, nggak tahunya mereka malah bangun minta jajan. Sebenarnya di rumah juga masih banyak jajan, tapi mereka nggak mau, maunya beli di luar, terus mau beli makanan juga buat kamu. Ya udah, kita lanjut beli makanan dan mampir ke sini. Jujur aku sebenarnya capek banget pengen tidur sama mereka."Alvaro merenggangkan otot-otot pinggangnya yang berasa kaku."Ternyata masih enakan kerja daripada momong bocah. Kalau anaknya nggak terlalu aktif mungkin masih bisa dikendalikan, kalau anaknya macam mereka, di

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   141. Masalah Buat Lho!

    "Dad! Uang!"Dua bocah kembar terbangun dari tidurnya langsung memeluk daddy-nya dan meminta uang. Padahal matanya saja masih belum terbuka dengan sempurna."Kalian ini. Baru bangun tidur langsung minta uang. Buat apaan minta uang? Daddy masih belum punya uang, masih belum waktunya gajian," jawab Alvaro.Seketika bola mata Ivy membola. "Loh katanya Daddy itu bos. Kenapa Bos nggak punya uang? Bukannya Bos itu gudangnya uang?" Dengan selorohnya, gadis kecil itu tidak mempercayai, Ayahnya tidak memiliki uang."Siapa bilang Daddy itu Bos? Daddy tuh cuman karyawan biasa. Kalau belum waktunya gajian, ya nggak dapat uang. Itu artinya, kalian gak boleh jajan banyak-banyak."Dengan cepat Kenzo membalasnya. "Bohong! Daddy itu bohong dek. Daddy itu uangnya banyak. Kemarin aku tahu kok, Daddy taruh uang di dompet. Buruan dikasih dad, memangnya kalau nggak dikasih anaknya mau dikasih siapa? Mau dikasih cewek yang waktu itu?"Kenzo masih kesal mendapati keberadaan ayahnya bersama wanita lain, tanpa

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 140. Rencana Ganti Profesi

    "Ngapain kamu pulang pakai manyun gitu? Kalau marah nggak usah dibawa pulang, emangnya orang rumah jadi bahan pelampiasan orang marahan? Di rumah ada anak-anak, jangan lampiaskan kemarahanmu sama mereka. Mereka nggak tau permasalahanmu."Mendapati suaminya yang baru pulang kerja dengan muka tertekuk, Calista langsung mengomelinya. Dia sangat malas dijadikan pelampiasan kemarahan suaminya terus, padahal kemarahannya dia bawa dari kantor, dan pulang-pulang dilampiaskan pada setiap orang yang ditemuinya di rumah, sungguh menjengkelkan bukan?"Aku tuh capek, di kantor banyak masalah, ditambah lagi dibodohi sama orang," bantah Alvaro. Dia frustasi, hampir setiap hari dia mendapatkan masalah dari orang-orang yang berniat untuk mengajak kerjasama, tapi nyatanya dia hanya diberikan harapan palsu. Mereka tidak serius untuk bekerja sama dengannya."Andai saja aku punya pilihan lain, aku tinggalkan bisnisku. Aku sudah malas berbisnis kalau dipermainkan orang terus. Aku kok malah ingin menjadi pe

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   139. Wanita Pengganggu

    "Vera! Ngapain kamu ada di sini?" Alvaro dikejutkan oleh keberadaan Vera yang tiba-tiba saja ada di cafe tempatnya bertemu dengan seorang klien yang dia sendiri belum pernah bertemu sebelumnya. Dia mendapatkan pesan dari sekertarisnya, kalau dirinya diminta untuk datang ke sebuah cafe untuk menemui seseorang yang katanya dari salah satu perusahaan yang tengah bekerja sama dengan perusahaannya. Tidak pernah terlintas di pikirannya kalau dirinya ternyata dikibuli oleh seorang wanita yang sebelumnya diancam oleh Calista."Iya, memang aku yang datang kemari. Aku datang ke sini karena diutus oleh Pak Prayogo untuk mewakili meneruskan kerjasama antar perusahaan kita. Jadi di sini intinya aku datang kemari untuk alasan yang pertama, ingin melanjutkan kerjasama dengan kamu, dan yang kedua Aku ingin bertemu dengan kamu secara pribadi."Tanpa merasa malu, Vera langsung menyatakan bahwa dirinya ingin menemui Alvaro secara pribadi dan itu membuat Alvaro tersenyum iris."Hah! Apa kau bilang? Kamu

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 138. Di setiap Detak Jantungku Hanya Ada Kamu

    "Puas kamu! Itulah kalau kamu ceroboh suka deketin cewek. Lagian, kamu itu udah tua masih juga kegenitan, mau jadi apa kamu! Belum puas juga sama satu wanita? Nggak malu kamu sama anak kamu? Awas aja kalau sampai aku tahu kamu main-main, jangan panggil aku Calista lagi, aku tidak sudi lagi bareng sama kamu, dan aku, akan meninggalkanmu."Karena geramnya, Calista memberikan ancaman pada suaminya. Selama hampir tiga tahun menemani dalam biduk rumah tangga, kini ada duri duri yang bermunculan di rumah tangga mereka. Calista akan membuang dan membakar duri-duri itu agar tidak menyakitinya. Dia tidak ingin rumah tangganya hancur karena kebodohan saja."Siapa juga yang main-main sama cewek sih, yang! Aku itu nggak pernah main-main sama cewek lain, cuman sama kamu doang waktu itu. Kalau kamu nggak nganterin diri kamu ke aku, aku juga nggak bakalan ngelakuin itu sama kamu. Kamu mabuk, dianterin pulang juga nggak tahu rumahnya, kan waktu itu." Alvaro mengingatkan Calista kembali pada kejadian

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 137. Aku Tidak Ada Hubungan Denganmu

    "Ada yang bisa dibantu mbak?" tanya Calista dengan berjalan mendekati seorang wanita yang duduk di ruang tunggu.Wanita itu menoleh dengan kedua alisnya tertaut. "Anda siapa ya mbak? Di mana atasan anda? Saya ingin bertemu dengan atasan anda.""Saya sendiri atasannya, memangnya anda perlu apa dengan saya? Sepertinya saya belum pernah bertemu dengan anda sebelumnya, kenapa anda tiba-tiba saja datang kemari?" tanya Calista membuat wanita yang bernama Vera itu seketika seperti orang cengo'"Apakah mbak serius? Pemilik perusahaan ini? Bukannya ini perusahaan Pak Alvaro?"Agak kecewa saat datang bukan Alvaro yang menyambutnya, tapi perempuan lain."Pak Alvaro itu kan suami saya, jadi intinya saya juga atasan di sini. Ada perlu apa anda mencari suami saya? Apakah suami saya sudah membuat janji dengan anda?" Kembali Calista bertanya dengan tatapan dingin. Dia sangat yakin kalau perempuan itu, memiliki rencana tidak baik untuk keluarganya.Tidak mendapatkan jawaban dari Vera, Calista pun lan

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 136. Atau Kalian Ada Hubungan di Belakangku?

    "Permisi Pak," ucap seorang perempuan mengetuk pintu ruangan Alvaro.Alvaro menoleh sekilas ke arah pintu, dan beralih menoleh pada istrinya yang duduk di sofa sembari menatap laptopnya yang menyala."Ya, silakan masuk," jawab Alvaro dengan tegas.Seorang wanita muda masuk ke ruangan itu berjalan dengan sopan, dan berakhir berdiri di depan meja kerja Alvaro."Maaf Pak, di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan Bapak," ucap wanita itu."Siapa?" tanya Alvaro dengan menautkan kedua alisnya."Kalau itu saya kurang tahu Pak, dia hanya mengatakan kalau sudah mengenali Bapak, dan sedang menjalin kerja sama dengan Bapak. Dia tidak pernah datang kemari Pak, tapi sudah bertemu dengan Bapak sebelumnya," ucap Angeline, sekretaris Alvaro.Alvaro bahkan tidak sedang berjanjian dengan siapapun untuk bertemu. Sedangkan rekan kerjanya tidak hanya satu orang, tapi banyak orang, bahkan dari luar daerah."Baiklah, saya akan temui dia. Suruh tunggu sebentar. Jangan biarkan dia masuk ke sini. Saya tidak

  • Cinta Semalam dengan Calon Ipar   Bab 135. Kulitmu Macam Kerbau

    "Wah! Ternyata kantor Daddy bagus juga ya? Kirain kantornya Daddy kecil kayak rumahnya keong." Kenzo mulai mengoceh saat tiba di lobby kantor.Baru pertama kalinya Alvaro mengajak anak-anaknya datang ke kantor, dan kini mereka menjadi pusat perhatian para pegawainya."Apa kau bilang tadi? Kantornya Daddy mirip rumahnya keong? Kamu itu keongnya. Kecil-kecil cabe rawit," seru Alvaro dengan menyentil hidung anak laki-lakinya.Mereka berempat memasuki lobby dan mendapatkan sambutan hangat dari para karyawan yang ada di dalam kantor itu."Selamat pagi Pak, Bu," ucap beberapa karyawan yang ada di lobby kantor."Pagi," jawab Alvaro dan juga Calista dengan mengulas senyuman tipis."Selamat pagi semuanya, tampan cantik," jawab kenzo dengan selorohnya.Semua karyawan tersenyum dengan menatap gemas anak kecil itu."Astaga, anakmu ini ya? Kenapa bisa jadi seperti ini bibitku," gerutunya. "Sebenarnya unggul nggak sih?" Alvaro bergumam dengan berjalan pelan menatap Kenzo yang melambai-lambaikan ta

DMCA.com Protection Status