Ia kembali menatap sekelip mata untuk mengamati sekali lagi tampang pria yang Marina maksud akan ia nikahi,dan itu berhasil membuat Kamila kembali meringis,dan mengedipkan bahu jijik hanya dengan melihat nya.
"Tidak mungkin aku akan menikahi pria jelek seperti itu!" Lanjut Kamila dengan raut wajah penuh jijik.Marina melototi Kamila memberi kode untuk tak bersikap kurang ajar di depan pria itu."Jaga sikapmu" bisiknya dengan rahang mengeras namun Kamila tidak peduli"Hahah maaf tuan, Anak saya hanya bercanda" Ucap nya dengan cengir kakuMencoba menjaga martabat agar tidak membuat malu."Tidak apa" Ucap pria itu"Jadi kapan kita akan memulai pernikahan nya" Lanjut pria lumpuh itu"Yah, itu terserah tuan, jika ingin menikah sekarang pun boleh" Jawab Marina penuh semangat sehingga membuat Kamila semakin melotot tak percaya."Boleh, kalau begitu apa boleh aku meminjam putri anda sebentar dan selamanya?" izinnya alay.Kamila hanya mengikuti pembicaraan dengan melotot menatap bergantian dua orang ini, yang pembicaraan nya semakin kesini semakin ngawur saja."Wah tentu boleh tuan, ambillah selama yang kau inginkan" Jawabnya tambah semangatMarina lalu mendorong Kamila paksa sampai tepat di depan pria itu.Ketika menatap kembali pria itu membuat Kamila benar-benar ingin menangis jika membayangkan masa depan mereka dan kehidupan yang akan ia jalani kedepannya.Membayangkan itu membuat gadis tersebut berlari kembali ke tempat nya. Ia bermaksud menjauh."Kamila, apa yang kau lakukan, pergi sana ,jangan tinggalkan calon suami mu" ucap Marina sedikit tegasTanpa sadar, karena sangking tak inginnya ia mendekat dan menikah pria itu, Kamila yang selama ini tak sudi untuk menggandeng tangan ibu nya,saat ini untuk pertama kalinya itu malah terjadi, ia menggandeng tangan ibunya erat-erat."Tidak!" Lantang Kamila wajah penuh tekanan masih merangkul erat sebelah tangan ibu angkat nya.Lantaran takut jika perjanjian ini batal hanya karena ulah Kamila membuat Marina semakin melotot pada gadis itu."Tidak! tidak! jangan paksa aku" Berontak kamila masih menolakMiko sedikit merasa terganggu dengan suasana ini sehingga membuat nya mengucapkan....."Maaf, saya memang sangat butuh pendamping sekarang, tetapi jika putri anda tidak ingin menikah dengan saya, saya terpaksa akan mencari orang lain yang bisa menerima saya apa adanya" Ucapnya sedikit senduMarina langsung menggeleng cepat"Tidak tidak tuan, bukan begitu, Putri saya bukan nya menolak,dia hanya belum siap saja" Ucapnya menghentikan"Belum siap apanya, aku memang tidak sudi-" kamila yang terus saja berucap seenaknya membuat Marina terpaksa menutup mulut anak itu untuk sekarang."Maaf tuan, saya akan membujuk nya, bisa Anda tunggu sebentar disini?" Pinta marina sopan"Tidak masalah, saya akan menunggu" Jawab mikoBeberapa menit kemudian setelah berbincang sedikit di suatu tempat, Mereka berdua pun kembali tidak lama setelah itu.Wajah kamila kali ini tidak lagi terlihat tertekan, melainkan terlihat sangat gembira. sangat jelas terukir di wajahnya sampai membuat semua orang terkejut.Tampak kamila terus berjalan dengan senyuman tidak pernah pudar di wajahnya. ia berhenti tepat di depan miko. Dengan penuh percaya diri gadis itu mengatakan...."Baik aku setuju untuk menikah denganmu" Ucapan dengan tersenyum manis pada miko.Miko memicingkan mata sedikit tidak percaya mendengar jawaban kamila yang tiba tiba berubah secepat itu.Miko kemudian meminta selembar kertas pada pengurus nya yang sudah sedari tadi ia siapkan.Selembar kertas dengan beberapa perjanjian kontrak di dalamnya, dan jika kamila setuju, ia juga harus menyetujui dan menandatangani kontrak itu,atau bisa disebut pernikahan kontrak."Maaf nona-nona, hanya nona kamila yang boleh melihat perjanjian kontrak ini, kalian semua tidak diperbolehkan melihat nya" Sahut pengurus menghentikan mereka disaat ingin melihat isi perjanjian kontrak itu.kamila langsung menandatangani tanpa membaca terlebih dahulu, ia terlampau senang untuk segera keluar dari rumah ini.Berakhirnya waktu sebelum nya~Usai pernikahan, kamila langsung keluar dari rumah atas kemauan nya sendiri serta kesepakatan nya dengan Marina.Saat ini gadis itu sudah berada di rumah Miko. tepatnya di dalam kamar berdua, bertiga dengan kursi roda.Nampak kamila tengah sibuk pada kegiatan nya sendiri, begitu juga dengan Miko, pria itu terlihat sangat sibuk pada alat elektronik yang ada didepan nya, sampai tidak pernah sekalipun melirik pada sekitar nya.Bantal, bantal guling, dan selimut tampak sudah berada di pelukan kamila yang saat ini tengah berdiri di depan pintu bersiap untuk keluar. Namun ia masih enggan keluar karena berharap suami nya ini akan melirik nya walau hanya sebentar.Namun nyatanya tidak. Lantaran bosan menunggu, kamila pun membuka pintu. Sebelum pergi gadis itu mengucapkan....."Aku tidak akan tidur disini" Ucap kamila blak-blakan"Aku akan tidur di ruang tamu saja" Sahut kamila singkat kemudian menutup pintu dengan kasar.Bukannya kamila ingin mendapat perhatian dengan berharap ia dilirik, Tetapi tujuannya itu untuk menghindari konflik antara dia dengan Miko, Sedangkan kan dia sekarangkan sudah terikat pernikahan kontrak dengan pria itu, Jadi sekarang ia berada di bawah kendali Miko, bisa dibilang ganti tuan.kamila melakukan semua itu karena ia takut,bagaimana jika ia sampai usir dari rumah hanya karena sedikit kesalahan. Tidak ada rumah selain rumah pria ini sekarang. karena itu, kamila harus patuh.Walau harus berada di bawah kendali pria itu menurut kamila lebih baik, dari pada tinggal di neraka seperti rumah ibu angkatnya.Miko sama sekali tidak peduli dengan perginya kamila. ia hanya fokus pada komputer nya. pekerjaan nya lebih dari penting dari apapun.Melihat istri tuan muda Miko menuruni tangga dengan beberapa bantal dan selimut di tangan membuat pengurus Aroon.Ya! Pria paruh baya yang sudah sangat lama bekerja setia untuk Miko. Ia bernama Aroon Beletricx. panggil saja pengurus Aroon."Nona, kenapa anda turun? Seharusnya anda tidur bersama dengan tuan muda di atas" Ucap Aroon begitu sopan dengan tubuh yang terus berdiri tegak.Gadis itu meletakkan bantal dan selimut di atas sofa panjang lalu menjawab."Ingin tidur disini" Jawab singkat kamila sesungguhnya malas meladeni.Gadis itu kemudian membaringkan diri di atas sofa mulai memejamkan mata."Tapi nona, tidak baik jika tidur disini. Tempat yang sempit seperti sofa ini tidak akan membiarkan anda untuk bergerak leluasa, sehingga bisa menimbulkan nyeri pada tubuh anda nantinya, seperti leher dan punggung" Jelas Aroon.Aroon yang terus menasehati tanpa henti benar-benar tidak bisa membiarkan kamila tidur. kamila sekarang sedikit kesal dengan gangguan itu."Dengar pak, siapa nama mu?""Panggil saja saya Aroon nona" Jawabnya sopan"Ah! pengurus Aroon, dengar, Aku sudah terbiasa tidur di sofa sejak kecil, jadi kau tidak perlu khawatir tentang itu" Ucap kamila masih mencoba untuk sopan sekarang, sebab tidak baik juga jika membentak orang yang lebih tua darinya."Tapi nona-""Sudah, tolong, biarkan aku tidur, aku sangat mengantuk" Pinta kamila kembali mencoba untuk memejamkan mataNamun seperti nya pengurus Aroon masih berdiri di sana. kamila semakin terganggu dengan berdirinya orang tua itu di sampingnya."Kenapa masih berdiri disitu?""Nona, anda harus ikut nasehat saya, ini demi kesehatan anda"kamila menghela berat disusul berdecak malas. orang ini benar-benar tidak pantang menyerah."Sudah kubilang kan, aku sudah terbiasa pak pengurus" Ucapnya sedikit panjang di akhir kalimat"Ya saya mengerti, tapi-""Tolong pergilah. aku tidak bisa tidur jika terus seperti ini, apa kau ingin aku sakit?""Tentu saja tidak""Kalau begitu pergi lah"Walau sudah diberi perintah pengurus Aroon masih enggan untuk pergi."Kumohon" Rengek kamila benar-benar sudah sangat mengantuk"Baik nona. Tapi jika anda butuh sesuatu langsung panggil saya ya, saya siap melayani kapan saja" jawabannya sedikit agak terpaksa"Ok ok" Gumam kamila tak jelas kemudian segera menutup mata untuk melanjutkan tidur.Akhirnya kamila bisa tidur nyenyak setelah itu.Keesokan paginya, kamila bangun pagi dan
Kamila benar-benar malas-malasan, camilan yang habis dibuang berserakan begitu saja di atas lantai. Ia tidak peduli apa kata Miko nantinya, menurutnya ini salah dia,pria itu, Miko. Mana ada suami yang mengurung istrinya di rumah, melarangnya keluar walau hanya sebatas keluar selangkah di teras rumah.Yah ini memang terdengar begitu kekanak-kanakan, tapi Kamila tetap akan marah pada Miko, ia tidak akan memaafkan nya,tidak sampai Miko yang minta maaf langsung padanya.Beberapa saat yang lalu, di saat Kamila mencoba untuk keluar rumah, banyak pelayan yang menghalangi jalannya, dengan alasan ini perintah langsung dari Tuan Miko untuk melarang Kamila keluar walau hanya sebatas keluar di teras rumah, apalagi lebih dari itu, Kamila benar-benar dibatasi sekarang.Jiwa bar-bar Kamila meronta-ronta ketika hanya menghabiskan waktunya seharian di dalam rumah saja. ia yang lebih suka keluar rumah dibanding tinggal di rumah kini malah dikurung di dalam rumah bagaikan sangkar.Ia bisa-bisa menjadi g
Miko keluar selepas membersihkan diri. Ia merasa begitu lega, seakan tubuhnya menjadi begitu ringan setelah mandi.ia kemudian naik di atas kasur setelah mengganti pakaian. ia menarik selimut lalu segera tidur. Miko benar-benar tidak memperhatikan apa yang menonjol di sebelahnya.Tepat pada jam 05.39 pagi. Dimana semua orang masih tertidur pulas sedangkan Miko sudah terbangun karena merasa tak nyaman.Ia bangkit dari tidur mengacak-acak rambut dengan perasaan tak karuan."Ahkk! kenapa aku tidak bisa tidur dengan nyenyak" Gumam MikoKetika hendak beranjak untuk membasuh wajah di kamar mandi, pria itu menoleh dan tanpa sengaja ia melihat sesuatu menonjol sampingnya. Kening Miko berkerut penuh tanya. dengan cepat ia pun menarik selimut.Dan swiss!! Selimut ditarik dan akhirnya jatuh tergeletak di atas lantai.Melihat sosok perempuan tertidur pulas memeluk guling di sampingnya membuat Miko tertegun. keningnya semakin berkerut kesal setelah melihat wanita ini tidur di atas tempat tidur yang
Pengurus Aroon diberi perintah untuk menggali masa lalu Kamila, Jika Aroon tidak bisa mendapatkan keseluruhan informasi tentang Kamila, maka ia tidak diizinkan untuk pulang. Itulah kata Miko.Kamila begitu dibuat bingung di saat Miko pulang dengan orang baru. Bukan lagi pengurus Aroon yang dulunya selalu setia mendorong kursi rodanya, melainkan orang lain.Beberapa hari menahan diri untuk bertanya kini Kamila akan bertanya sekarang, ia begitu penasaran. Ketika Miko hendak untuk pergi bekerja seperti biasa, untuk kedua kalinya ia menahan Miko. kalian tau yang pertama kan. Mereka berdua sangat jarang mengobrol satu sama lain. Tentu saja! Miko itu sangat malas meladeni wanita, lebih tepatnya gadis Kamila. sedangkan Kamila, ia juga tak kalah malasnya berdebat atau mengobrol dengan Miko. Kamila tak tahan melihat penampilan buruk rupa dari pria lumpuh itu. Namun Kamila lemah akan satu hal, entah kenapa ia sangat takut pada Miko suaminya, padahal dulunya ia tak segan-segan mengeluarkan ka
Membaca pesan itu sungguh menjengkelkan bagi Kamila. Begitu jengkel sampai membuat tangan nya terlihat bergetar menggenggam erat ponsel sebab marah. ia begitu tak tahan melihat sikap pria ini yang semakin semena-mena padanya.Aroon ragu bahwa Kamila akan mematuhi untuk diberi hukuman setelah melihat mimik wajah Kamila terlihat begitu marah usai membaca pesan dari Tuannya, Miko. "Aroon dengar, aku tidak akan melakukan apa-apa untuk arahan mu padaku, sekarang sampai pria itu pulang" Tekan Kamila"Nona, tapi kenapa? Jika anda menolak, anda akan mendapat hukuman dua kali lipat" Nasehat AroonKamila menjulurkan ponsel pada pengurus Aroon untuk Aroon lihat sendiri. Aroon menerima, dan melihat, sekarang ia jadi tahu alasan kenapa Kamila menolak hukuman dari Miko. "Nona, anda harus memberi tahu tuan tentang ini terlebih dulu""Masa bodoh" Ucapnya acuhAroon menghela berat, terpaksa ia yang harus menyelesaikan konflik ini."Permisi sebentar nona, saya akan menelpon tuan muda"Pengurus Aroon
Pengurus Aroon diperintahkan oleh miko agar tidak kembali ke vila. Oleh karena itu Pengurus Aroon hanya bisa memberi tahu hasilnya melalui telepon. namun yang kamila dengar dari Pengurus Aroon setelah menelepon bukanlah kabar yang ingin ia dengar.Aroon tak memberi kabar gembira untuk Kamila, melainkan sebaliknya. kamila benar-benar kecewa dan kembali tak bersemangat setelah tau ternyata Pengurus Aroon tidak bisa membujuk Miko untuknya. Gadis itu pun dengan terpaksa harus menerima hukuman dua kali.Setelah sebagian pekerjaan di kantor yang begitu melelahkan selesai, akhirnya Miko bisa istirahat sebentar. Miko tampak begitu lelah dan dibebani pikiran. Suasana begitu senyap, dimana hanya ada Pengurus Aroon dan Miko di dalam sana."Tuan, apa anda butuh minum atau makan? " Sahut Pengurus Aroon menawari sebab tau tuanya sedang kelelahan saat ini."Yah, bawakan aku makanan seperti biasa nya""Baik tuan, saya akan segera kembali"Untuk memilih makanan sesuai selera Miko, tentu harus Penguru
Karena sudah begitu lapar, Miko pun langsung menyantap makanan yang tersedia di atas meja. Miko nampak begitu santap memakannya. bahkan ia pun tidak bisa berhenti terus tambah dan tambah.Masakan kali ini begitu enak. entah karena rasa simpatinya yang membuatnya enak atau ini memang benar-benar enak. Terserah! yang Miko rasakan saat ini 'dia tidak bisa berhenti makan! '"T-tuan, makanannya sudah hampir habis, apa anda masih belum kenyang?" Sahut Pengurus Aroon khawatir.Dia cemas akan tubuh Miko. jika sampai Miko agak kegendutan karena makanan berlemak yang disajikan Kamila, Aroon akan sangat malu bertemu dengan Orang tua Miko.Semua kehidupan Miko ada pundak Pengurus Aroon. Orang tua Miko sudah mempercayakan hidup Miko padanya. Jika sampai ia melihat Miko makan makanan berlemak seperti ini, Sudah dipastikan Aroon akan dimarahi habis-habisan.Yah bisa dibilang Pengurus Aroon pengganti orang tua Miko di saat-saat tertentu, namun walau begitu, Miko tetap tidak mau terima untuk diatur-a
Wanita itu benar-benar merencanakan sesuatu, sehingga sepanjang hari dia terlihat sibuk, entah apa yang ia urus, kinan sampai bingung melihat nya.Sampai ketika malam kembali tiba, kamila sepertinya sudah siap melancarkan rencana. kamila turun dari lantai atas setelah mengganti pakaian yang baru saja ia pesan tadi pagi. Outfit yang tertutup, tampak seperti penampilan tomboy, namun agak feminim. dengan memakai sepatu putih, bukan hak tinggi.Kamila menuruni tangga terlihat begitu semangat. Namun ketika melihat kinan yang sedang bersih-bersih di ruang tak jauh darinya,membuat kamila merasa tak nyaman, takut rencananya tertunda jika kinan melihat.Kamila kemudian memanggil kinan secepatnya. kinan berbalik, dan dengan cepat langsung menghampiri Kamila."Ya Nyonya ada apa?""Tolong ambilkan aku buah apel di dapur" Perintah Kamila menunjuk pada dapur"Baik nyonya, saya akan segera kembali" kinan pun pergi tanpa mencurigai Kamila sedikitpun.Setelah kinan sudah cukup jauh di sana,ia mengamb
"Miko" Refleks Kamila tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Pengurus Aroon menunduk memijat kening tidak bisa menolong citra Miko lagi.Perlahan Kamila tersenyum puas, ia berjalan menghampiri Miko yang masih tertidur pulas."Aha. Dia benar-benar Miko. Pengurus Aroon dia Miko kan? Tuan yang sangat kau bangga banggakan " Ucapnya meledek menunjuk pada Miko"Ya nona, seperti yang anda lihat, dia adalah Tuan Miko " Jawab Pengurus Aroon tidak bisa menyangkal"Pfftttt" Kamila mencoba menahan tawa mendengar fakta bahwa pria yang selama ini selalu sombong memiliki harga diri tinggi , sekarang tidur dia atas sofa.Mendengar bising membuat Miko terbangun dari tidurnya. Kamila masih belum sadar akan kehadiran Miko. Dia masih saja terus meledek Miko dengan berbagai umpatan ke Pengurus Aroon. Pengurus Aroon hanya diam, dia sesekali menasihati Kamila agar diam, kalau tidak Miko akan bangun, dan itu benar-benar terjadi."Ada apa ini, pagi-pagi sudah berisik" Sahut Miko nada khas manusia bangun ti
"Tunggu apa lagi, ayo pulang" Ajak Miko yang saat ini menyamar sebagai Niko"Aaaaaaa, aku masih ingin minum" Rengek Kamila baru ingin melangkah masuk kembali ke dalam bar namun dengan cepat di tarik oleh Miko"Jangan menentang, Miko akan marah padaku jika aku tidak membawamu pulang" Ucapnya sembari menarik wanita tersebut sampai masuk ke dalam mobilAlhasil Kamila pun dibawa pulang. ia sesekali bergumam tak jelas di dalam mobil, bahkan muntah-muntah. Sungguh Miko tidak tahan, rasa nya dia juga ingin ikut muntah melihat wanita itu memuntahkan semua alkohol dalam perutnya.Saat ini Kamila sudah tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.Pengurus Aroon, dia sebagai paman langsung memapah Kamila naik ke dalam kamar Miko."Eh eh, kau mau membawa nya kemana" Tanya Miko dengan nada menekan"Ke kamar tuan" Jawab Pengurus Aroon begitu polosnya, lupa akan rencana.Miko berdecak malas"Baringkan dia di atas sofa dulu, aku akan memanggil Miko" Ucap Miko seperti itu untuk tetap mengelabuhi KamilaPen
Brum! Derungan mobil sudah terdengar dari luar vila di saat Kinan masih sibuk bolak-balik di dalam rumah begitu berfikir keras. mendengar itu membuat wanita tersebut segera berlari keluar. Mobil tersebut ialah mobil milik Miko yang baru saja sampai. pria itu turun dari mobil dibantu dengan Pengurus Aroon, baru saja ia turun dari mobil ingin beranjak masuk, namun langkah terhenti ketika melihat salah satu pelayan yaitu Kinan kini berada di depan pintu. Setelah Miko perhatikan,wanita itu tampak gelisah. Kinan tidak menduga, bahwa Miko akan pulang secepat ini. dia tidak sempat berfikir suatu hal yang bisa tetap membuat rumah tangga Tuannya tetap harmonis, dia gagal total. walau Kamila berkata dia tidak akan lama, tapi itu semua sudah tidak ada artinya, Miko telah pulang, tidak ada yang bisa menolongnya sekarang. cepat atau lambat Kinan akan dipaksa untuk memberi tahu dimana Kamila berada. Miko segera menghampiri Kinan dengan kursi rodanya di dorong oleh Pengurus Aroon tentunya. Ia ke
Wanita itu benar-benar merencanakan sesuatu, sehingga sepanjang hari dia terlihat sibuk, entah apa yang ia urus, kinan sampai bingung melihat nya.Sampai ketika malam kembali tiba, kamila sepertinya sudah siap melancarkan rencana. kamila turun dari lantai atas setelah mengganti pakaian yang baru saja ia pesan tadi pagi. Outfit yang tertutup, tampak seperti penampilan tomboy, namun agak feminim. dengan memakai sepatu putih, bukan hak tinggi.Kamila menuruni tangga terlihat begitu semangat. Namun ketika melihat kinan yang sedang bersih-bersih di ruang tak jauh darinya,membuat kamila merasa tak nyaman, takut rencananya tertunda jika kinan melihat.Kamila kemudian memanggil kinan secepatnya. kinan berbalik, dan dengan cepat langsung menghampiri Kamila."Ya Nyonya ada apa?""Tolong ambilkan aku buah apel di dapur" Perintah Kamila menunjuk pada dapur"Baik nyonya, saya akan segera kembali" kinan pun pergi tanpa mencurigai Kamila sedikitpun.Setelah kinan sudah cukup jauh di sana,ia mengamb
Karena sudah begitu lapar, Miko pun langsung menyantap makanan yang tersedia di atas meja. Miko nampak begitu santap memakannya. bahkan ia pun tidak bisa berhenti terus tambah dan tambah.Masakan kali ini begitu enak. entah karena rasa simpatinya yang membuatnya enak atau ini memang benar-benar enak. Terserah! yang Miko rasakan saat ini 'dia tidak bisa berhenti makan! '"T-tuan, makanannya sudah hampir habis, apa anda masih belum kenyang?" Sahut Pengurus Aroon khawatir.Dia cemas akan tubuh Miko. jika sampai Miko agak kegendutan karena makanan berlemak yang disajikan Kamila, Aroon akan sangat malu bertemu dengan Orang tua Miko.Semua kehidupan Miko ada pundak Pengurus Aroon. Orang tua Miko sudah mempercayakan hidup Miko padanya. Jika sampai ia melihat Miko makan makanan berlemak seperti ini, Sudah dipastikan Aroon akan dimarahi habis-habisan.Yah bisa dibilang Pengurus Aroon pengganti orang tua Miko di saat-saat tertentu, namun walau begitu, Miko tetap tidak mau terima untuk diatur-a
Pengurus Aroon diperintahkan oleh miko agar tidak kembali ke vila. Oleh karena itu Pengurus Aroon hanya bisa memberi tahu hasilnya melalui telepon. namun yang kamila dengar dari Pengurus Aroon setelah menelepon bukanlah kabar yang ingin ia dengar.Aroon tak memberi kabar gembira untuk Kamila, melainkan sebaliknya. kamila benar-benar kecewa dan kembali tak bersemangat setelah tau ternyata Pengurus Aroon tidak bisa membujuk Miko untuknya. Gadis itu pun dengan terpaksa harus menerima hukuman dua kali.Setelah sebagian pekerjaan di kantor yang begitu melelahkan selesai, akhirnya Miko bisa istirahat sebentar. Miko tampak begitu lelah dan dibebani pikiran. Suasana begitu senyap, dimana hanya ada Pengurus Aroon dan Miko di dalam sana."Tuan, apa anda butuh minum atau makan? " Sahut Pengurus Aroon menawari sebab tau tuanya sedang kelelahan saat ini."Yah, bawakan aku makanan seperti biasa nya""Baik tuan, saya akan segera kembali"Untuk memilih makanan sesuai selera Miko, tentu harus Penguru
Membaca pesan itu sungguh menjengkelkan bagi Kamila. Begitu jengkel sampai membuat tangan nya terlihat bergetar menggenggam erat ponsel sebab marah. ia begitu tak tahan melihat sikap pria ini yang semakin semena-mena padanya.Aroon ragu bahwa Kamila akan mematuhi untuk diberi hukuman setelah melihat mimik wajah Kamila terlihat begitu marah usai membaca pesan dari Tuannya, Miko. "Aroon dengar, aku tidak akan melakukan apa-apa untuk arahan mu padaku, sekarang sampai pria itu pulang" Tekan Kamila"Nona, tapi kenapa? Jika anda menolak, anda akan mendapat hukuman dua kali lipat" Nasehat AroonKamila menjulurkan ponsel pada pengurus Aroon untuk Aroon lihat sendiri. Aroon menerima, dan melihat, sekarang ia jadi tahu alasan kenapa Kamila menolak hukuman dari Miko. "Nona, anda harus memberi tahu tuan tentang ini terlebih dulu""Masa bodoh" Ucapnya acuhAroon menghela berat, terpaksa ia yang harus menyelesaikan konflik ini."Permisi sebentar nona, saya akan menelpon tuan muda"Pengurus Aroon
Pengurus Aroon diberi perintah untuk menggali masa lalu Kamila, Jika Aroon tidak bisa mendapatkan keseluruhan informasi tentang Kamila, maka ia tidak diizinkan untuk pulang. Itulah kata Miko.Kamila begitu dibuat bingung di saat Miko pulang dengan orang baru. Bukan lagi pengurus Aroon yang dulunya selalu setia mendorong kursi rodanya, melainkan orang lain.Beberapa hari menahan diri untuk bertanya kini Kamila akan bertanya sekarang, ia begitu penasaran. Ketika Miko hendak untuk pergi bekerja seperti biasa, untuk kedua kalinya ia menahan Miko. kalian tau yang pertama kan. Mereka berdua sangat jarang mengobrol satu sama lain. Tentu saja! Miko itu sangat malas meladeni wanita, lebih tepatnya gadis Kamila. sedangkan Kamila, ia juga tak kalah malasnya berdebat atau mengobrol dengan Miko. Kamila tak tahan melihat penampilan buruk rupa dari pria lumpuh itu. Namun Kamila lemah akan satu hal, entah kenapa ia sangat takut pada Miko suaminya, padahal dulunya ia tak segan-segan mengeluarkan ka
Miko keluar selepas membersihkan diri. Ia merasa begitu lega, seakan tubuhnya menjadi begitu ringan setelah mandi.ia kemudian naik di atas kasur setelah mengganti pakaian. ia menarik selimut lalu segera tidur. Miko benar-benar tidak memperhatikan apa yang menonjol di sebelahnya.Tepat pada jam 05.39 pagi. Dimana semua orang masih tertidur pulas sedangkan Miko sudah terbangun karena merasa tak nyaman.Ia bangkit dari tidur mengacak-acak rambut dengan perasaan tak karuan."Ahkk! kenapa aku tidak bisa tidur dengan nyenyak" Gumam MikoKetika hendak beranjak untuk membasuh wajah di kamar mandi, pria itu menoleh dan tanpa sengaja ia melihat sesuatu menonjol sampingnya. Kening Miko berkerut penuh tanya. dengan cepat ia pun menarik selimut.Dan swiss!! Selimut ditarik dan akhirnya jatuh tergeletak di atas lantai.Melihat sosok perempuan tertidur pulas memeluk guling di sampingnya membuat Miko tertegun. keningnya semakin berkerut kesal setelah melihat wanita ini tidur di atas tempat tidur yang