แชร์

8. Saya Sudah Berniat

ผู้เขียน: Sayap Ikarus
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-02-07 23:07:21

"Ehem," Rara tertegun. Bagaimana tidak? Ryu memiliki tubuh atletis menawan, tersembunyi di balik kemeja putihnya. Ini godaan dan Rara berusaha untuk mengendalikan dirinya sendiri. "Saya bersihkan dulu ya Pak, ada yang kotor sampe ke perut ternyata. Banyak kali muntahnya Pak Ryu ini," ujarnya mengalihkan perhatiannya sendiri dari bidang 'abs' Ryu yang melambai-lambai memikat itu, pun dengan tato di bawah tulang selangka kanannya yang entah bertuliskan apa.

"Kamu mau saya muntah lagi? Bantu aja nggak usah banyak protes," ucap Ryu sembari mengurut pelipisnya dengan tangan kiri.

"Kan saya ngasih tau, Bapak," ujar Rara membasahi bibirnya. 'Godaan Ra, godaan. Jangan sampe dia makin tantrum gegara kamu cerewetin!'

"Nggak perlu, saya udah kenyang," lirih Ryu. "Lagian saya lebih suka tempe daripada tahu," tukasnya ambigu.

"Ya Allah," keluh Rara spontan. "Awas ya Bapak tantrum lagi kayak tadi di tempat makan, saya balik ke kamar beneran!" ancamnya gemas.

"Heh!" Ryu langsung menegakkan kepalanya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทที่เกี่ยวข้อง

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   9. Tawaran Mengejutkan

    Rara membasahi bibirnya berulang kali, tatapannya mengarah pada kaki meja seberang ia duduk. Sang ibu tiri beserta Yanda langsung diusir oleh Ryu, tanpa babibu dengan pernyataan mengejutkan sang GM. Situasi itulah yang membuat Rara sangat syok dan sebenarnya sangat butuh penjelasan."Bapak pasti lagi nge-prank semua orang termasuk saya. Atau, masih mabok kerang kan ya Pak?" celetuk Rara akhirnya angkat bicara."Semua kalimat yang keluar dari mulut saya, pasti saya pertanggungjawabkan!" sahut Ryu sambil memegangi keningnya. Ia sendiri sedang limbung sekarang, bingung harus menyesali ucapannya atau membiarkan semua terjadi tanpa perlu memberi penjelasan pada perempuan di depannya."Pak! Bapak baru aja bilang kalau kita mau nikah lho Pak! Tadi itu ibu tiri saya!" desah Rara gemas."Saya nggak punya urusan sama ibu tiri kamu dan temen kamu itu. Tapi, tuduhan mereka ke saya yang bilang kamu saya jadiin simpanan dan pemuas nafsu, itu keterlaluan! Punya

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   10. Bukan Karena Itu

    "Saya memang gila tapi nggak mau bunuh diri juga kali Pak!" sungut Rara ketus. "Semoga nggak ada kabar apa-apa yang kesebar di kebun pas kita pulang nanti," doanya. "Kenapa sih? Nggak cukup dengan mengontrol seluruh hidup kamu, kamu juga takut ibu tiri kamu itu bakalan menyebar rumor soal kita? Kamu takut dibilang jadi simpanan GM?" gumam Ryu bingung. "Bukan, bukan kayak gitu yang saya takutin. Saya takut orang-orang berpikir kalau Bapak serius mau nikahin saya. Bagi ibu tiri saya, punya menantu sekelas GM seperti Pak Ryu adalah ladang subur yang nggak bisa ditolak. Dia bakalan berusaha keras membuat itu terwujud termasuk mempengaruhi ayah saya seperti sebelum-sebelumnya." "Azura," Ryu mengembus napas kasar lantas berkacak pinggang, "kenapa kamu takut banget beneran jadi nikah sama saya? Itu nggak akan terjadi. Persoalan dampak celetukan saya tadi, biar saya sendiri yang atasi." "Iya saya tau Bapak ... tapi kan saya juga di

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   11. Tersebar Kabar Pernikahan

    Setelah mengusir Rara dari kamarnya karena kelepasan bicaranya semalam, Ryu sengaja tidak mengganggu Rara sampai pagi harinya. Ia biarkan sang asisten menikmati istirahatnya dalam rasa penasaran. "Jadwal kita cuma ke kantor perwakilan hari ini, Pak," sambut Rara begitu Ryu keluar dari kamarnya sudah dengan pakaian rapi. "Kita ke citymall setelahnya," ucap Ryu singkat. "Bapak mau belanja?" "Mandi," balas Ryu asal. "Hah? Emang bisa ya Pak mandi di sana?" gumam Rara polos sekali, susah payah ia imbangi langkah lebar Ryu yang sudah mendahuluinya. Langkah Ryu terhenti seketika, dihelanya napas panjang, "Tidur di sana juga boleh kalau kamu mau," tandasnya gemas. "Oh," Rara manggut-manggut. "Saya tidur di sini aja deh kalau Bapak tidur di citymall, n

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-08
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   12. Ijinkan Aku Membuktikan

    "Baru tadi pagi ja, kaget juga aku nah. Tapi belum banyak yang komentar, maklum masih jam kerja kan, jadi belom banyak yang buka grup. Selamat ya Dek," ungkap Lia tulus. "Hah? I, iya, Kak," kata Rara reflek, ia manggut-manggut ragu. "Selamat repot, undangannya harus sampe aku juga ya," ujar Lia membuat syarat. "Keluar dulu," pamitnya seraya melambai, meninggalkan Rara yang kebingungan. Sepeninggal Lia pergi keluar ruangan, Rara meraup wajahnya berkali-kali, menjambak rambutnya sendiri. Kegalauan kembali menyelimuti seisi kepalanya. Bersamaan dengan itu, Ryu keluar dari dalam ruangan Gunawan, wajahnya selalu dingin tanpa ekspresi. "Kita ke citymall," putus Ryu tanpa menatap wajah bingung Rara. "Bapak nggak ikut grup karyawan pabrik?" tanya Rara sembari mengimbangi langkah Ryu menuju parkir mobil. "Kenapa? Berita soal saya yang mau meni

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   13. Saya Serius

    "Saya nggak minta kamu diem, tapi malah kamunya diem, aneh," kritik Ryu. Pasalnya, sejak pulang dari kunjungan ke citymall sore kemarin, Rara memilih membisu, berbicara sekenanya. "Saya pusing banget, Pak," balas Rara singkat. Ryu tampak menghela napas, "Masih soal yang heboh di grup WA? Perlu saya komentar untuk klarifikasi?" tawarnya merasa tak nyaman juga jika Rara mendiamkannya seperti ini. "Bapak mau komentar yang gimana? Nanti kalau makin parah rumornya gimana?" sambut Rara panik. "Kalau gitu, saya bersikap masa bodoh aja ya?" "Bukannya biasanya gitu ya Pak?" tembak Rara menohok. "Ya?" Ryu menoleh, mau tidak mau, spontan ia menarik kaki dari pedal gasnya hingga laju mobil yang tengah dalam perjalanan menuju ke kebun itu melambat. "Seharusnya Bapak bisa bersikap masa bodoh sejak awal. Sekarang udah kepalang basah dan ayah saya juga udah denger soal rumor itu. Dan Pak Ryu tau

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   14. Jangan Harap, Azura

    Hening. "Orang-orang tipe kayak temen dan ibu tiri kamu itu nggak akan cukup ngedenger penjelasan kenapa kamu ada di kamar saya malam kemaren. Mereka perlu dikasih pelajaran biar nggak terus berusaha memojokkan kamu, juga memukul telak harga diri saya. Oke, soal menikahi kamu, itu memang spontan keluar dari mulut saya, tapi saya sudah bilang akan bertanggungjawab atas apa yang saya ucapkan. Saya pantang menarik kata-kata saya, Azura." "Pak Ryu, Bapak tau kenapa saya cerita soal kehidupan saya? Saya ini rumit lho Pak. Saya bukan tipe alpha woman, independent apalagi." Ryu tak langsung memberi tanggapan, ia melepas kacamata hitamnya dan memilih untuk menatap Rara tajam, "Saya nggak peduli dengan latarbelakang kamu, masa bodoh dengan itu!" tegasnya. "Saya tau Pak Ryu bakalan jawab begitu. Tapi tolong Pak, jangan dengan menikah. Jangan menjerumuskan diri Bapak sendiri!" pinta Rara. "

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-09
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   15. Tidak Terselamatkan

    Setelah Ryu dan Rara kembali ke kebun dan bekerja di keesokan harinya, rumor pernikahan yang sebelumnya menyebar kencang melalui pesan grup itu perlahan meredup. Rara setidaknya bisa lebih tenang bekerja, meski beberapa kali ia harus menemui pandangan iri dari banyak karyawan perusahaan yang lain. Ini membuat Rara sadar bahwa ada untungnya Ryu melarangnya untuk bergaul dan menimbrung sesama karyawan di jam istirahat siang, meskipun sebenarnya ada maksud yang lebih khusus dari itu. "Boleh saya tanya hal pribadi, Pak?" ucap Rara disela perjalanan pulang dari mendampingi Ryu mengunjungi anak perusahaan, Mina Utama. "Silahkan," balas Ryu singkat. Ia memilih fokus menatap layar ponselnya. "Nanti saja," ujar Rara lagi, urung bertanya karena ia tidak mau sopir pribadi yang tengah mengantar mereka ikut mendengar pertanyaannya. Ryu hanya mengedikkan bahunya sebagai tanggapan, tampak tak peduli meski Rara urung bertanya sekalipun. Se

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-10
  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   16. Pasrah dan Menyerah

    "Pa, Ma!" sapa Ryu sesaat setelah pintu ruangan terbuka dan Rain serta Mika nampak sudah duduk di sofa tamunya. "Abang!" sambut Mika, nyonya cantik yang selalu perhatian pada Rara melebihi pada anaknya. Ia peluk Ryu erat, melepas rindu. "Gimana Mina?" tembak Rain tanpa basa-basi. Ia adu kepalan tangan dari Ryu dengan kepalan tangannya pula sebagai bentuk sapaan yang sangat 'laki.' "Sejauh ini aman, Bos. Cuma ada beberapa wilayah kebun yang dua bulan lagi musti di re-plant," jawab Ryu. "Eh, Rara!" Mika mengintip di antara dua tubuh tinggi menjulang suami dan putranya, menyapa Rara. "Sini, sayang!" pintanya. Rara bergerak, ia menyeruak dua lelaki di depan Mika, lantas memeluk Mika dengan senyum yang ambigu. Jelas terlihat bahwa ia cukup khawatir akan diserang dan dicecar oleh Mika karena rumor yang beredar. "Kami ke sini karena Papamu katanya pengin ke Tanjung Puting. Ini cuma mampir kok," terang

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-10

บทล่าสุด

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   106. Kamu Harus Istirahat

    "Ayah ke mana?" tanya Rara tersadar. "Pak Darwis di Sampit, kamu lupa Ayah udah nikah lagi?" tanya Ryu balik, pelan-pelan menuntun ingatan Rara. Rara terpana, untuk beberapa saat ia terdiam sambil menutup mata. Tidak ada yang bisa ia ingat dari lelaki di depannya ini, tapi kenapa memori tentang ayahnya yang menikah lagi juga tidak ia temui? Meninggalnya sang bunda menjadi luka yang tak bisa Rara lupakan, dan kehadiran Bu Endah adalah luka lain baginya tapi masih bisa ia atasi. "Ayah nikah sama perempuan yang udah ngasih aku minuman aneh itu kan?" gumam Rara, tatapannya tampak kosong sekarang. "Kamu inget itu?" "Aku nggak bakalan lupa. Mas, kenapa dia beginiin aku? Kenapa dia jahat?" Ryu menghela napas sabar, ia raih jemari Rara dan digenggamnya jemari istrinya itu. "Aku boleh cerita?" tanya Ryu meminta ijin. "Boleh," jawab Rara lagi-lagi mengangguk. "Namanya Bu Endah, dulu satu SMA sama ayah kamu, mantan pacar lebih tepatnya," mulai Ryu hati-hati. Ia menghela napas sebentar,

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   105. Penjaga dan Pelindung

    Tiga hari lamanya, Ryu berperan sebagai orang asing untuk Rara. Praktis, selama 3 hari itu pula, Rara tidak bisa bekerja hingga Ryu terpaksa memberi istrinya cuti tahunan. Ryu juga meminta HRD untuk menugaskan Elok, personal assistant manajer operasional untuk menggantikan posisi Rara sementara. Kabar cepat merebak tapi Ryu tidak menganggapnya dan memilih fokus pada proses penyembuhan Rara. "Sudah makan, sudah mandi dan sepertinya, Mbak Rara suasana hatinya baik sekali hari ini, Pak," lapor Susi saat Ryu pulang dari GMO menjelang senja. "Dia nggak ngaco lagi kan Mbak ngomongnya?" tanya Ryu sambil melepas jasnya, ia langsung menuju ke kamar, melihat keadaan sang istri. "Enggak Pak, seperti kemarin, Mbak Rara udah nggak bilang mau mati lagi," jawab Susi. "Oke Mbak, biar saya yang temenin Rara. Mbak bisa bersih-bersih, kalau Mbak pengin mandi dan makan," ujar Ryu. Susi mengangguk, ia segera ke dapur meletakkan bekas piring yang tadi ia gunakan untuk membawakan Rara camilan, lal

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   104. Kembali Padaku

    "Mbak Rara sudah saya lap tubuhnya Pak, sudah tiduran dan sudah tidak menangis," lapor Susi sekembalinya Ryu dari pinggir danau. "Oke, makasih Mbak," jawab Ryu lega. "Saya masakin untuk makan malam ya Pak, seadanya bahan," ucap Susi lagi, meminta ijin. "Tadi saya minta Jaka belikan makanan untuk siang ini Mbak, sebelum masak, tolong suapin Rara dulu," pinta Ryu. "Oh, iya Pak, siap," Susi segera berbalik menuju dapur. Ryu mengekor Susi yang masuk ke kamarnya untuk menyuapi Rara. Ia sengaja menjaga jarak agar Rara tidak histeris melihatnya. Wajah Rara sudah lebih cerah, Susi sudah merapikan rambut dan mengganti pakaiannya. "Mbak Rara, makan dulu ya," bujuk Susi ceria. Rara spontan menggeleng, "Mau mati aja," katanya. "Heh, mau apapun itu, harus makan dulu, Mbak Susi bantu ya," kata Susi tak menyerah. Sorot mata Rara yang tadinya kosong menatap keluar jendela, akhirnya berpindah menatap pada Susi. Air matanya mengalir, tapi ia tidak meracau, hanya bibirnya saja yang bergetar me

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   103. Kembali ke Awal

    "Kenapa kamu pengin mati?" Luna, dokter jiwa yang sejak bertahun-tahun lalu menangani Rara akhirnya didatangkan Ryu ke kebun. Mengingat kondisi Rara yang tidak mungkin untuk dibawa perjalanan jauh ke Sampit, Ryu meminta Jaka untuk menjemput Luna. Rara masih mengisolasi diri dan tak mau didekati lelaki, ia melempar apapun yang bisa dijangkaunya untuk menghalau Ryu saat berusaha mendekat. Baru ketika Luna datang, Rara menjadi lebih tenang. "Mau mati," jawab Rara lirih, pandangannya kosong, penampilannya sangat berantakan. "Kamu takut hidup sendiri ya?" tebak Luna berusaha untuk bertanya dengan santai. "Aku nggak mau hamil, nggak mau hidup, nggak mau semuanya," ucap Rara. "Tapi ada yang pengin kamu tetep hidup dan ada di sisinya," Luna menghela napas panjang. "Coba kamu inget Ra, ada seseorang yang sangat bisa kamu andalkan, sangat mencintai kamu. Ada nggak di ingatanmu tentang orang itu?" pancingnya. "Nggak! Dia nggak boleh tau! Dia nggak boleh liat aku begini. Aku kotor, menjiji

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   102. Terluka Kembali

    "Bundaaa," rintih Rara tak berdaya. Saat ia membuka mata, tubuhnya diseret begitu saja melewati semak, meski tak kuat, ia masih memiliki keinginan untuk melawan. "Pukul aja kepalanya!" perintah sebuah suara lain yang baru saja datang. Perlahan Rara mencoba membuka matanya, seragamnya sudah compang-camping sobek, roknya susah tersingkap. Saat itulah ia juga sadar bahwa ada 5 orang lelaki di sekitarnya, mengerubunginya. Satu orang sudah berlutut di depan Rara, siap menindih Rara yang setengah sadar. Air mata Rara mengalir, suaranya sudah tenggelam dalam rasa nelangsa yang tanpa akhir. Pening di kepalanya semakin terasa saat ia mendengar tawa dan obrolan vulgar orang-orang yang merudapaksanya. Tak ada lagi kekuatan Rara untuk sekadar membuka mata, tubuhnya digerayangi pun Rara seperti mati rasa. Kepalanya lalu dihantam sebuah benda keras, kesadaran Rara menghilang. *** "Bunda!" seru Rara seketika bangun dari posisi tidurnya dengan mata nyalang ketakutan. "Azura," panggil Ryu

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   101. Ingatan Menyeramkan Itu

    "Kenapa motornya, Dek?" Jepi, buruh panen lepas berbadan kurus kecil tapi bertato ini mendekat ke arah Rara yang tengah mengamati motor mogoknya. "Kayaknya habis bensin, Om," jawab Rara tanpa rasa curiga. "Lhoh? Emang mau ke mana?" Randu, si tambun dengan kumis tipis dan menenteng 'dodos' di tangannya ikut keluar dari sawitan, menghampiri Rara. "Mau ambil paketan ke GMO, Om," balas Rara ramah. "Lha kok sendirian, nggak takut? Rumahnya mana?" tanya Jepi lagi, pura-pura ikut mengamati motor yang dibawa Rara. "Rumahnya di Borneo Capital Om," gumam Rara. "Oh, iya, habis ini bensinnya. Kami ada bawa tapi motornya di blok I, mau dipake?" tawar Randu. "Boleh kah ulun pake, Om?" tanya Rara mengakrabkan diri. "Boleh, tapi kamu ambil sendiri ke sana ya, kami mau panen sawit lagi ini," ucap Jepi. Tanpa menaruh curiga sedikit pun, Rara mengangguk setuju. Kondisi di tengah hutan sawit, masih setengah jalan sampai ke tujuan, bantuan dari Jepi dan Randu adalah keajaiban yang tidak

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   100. Terpatri Namamu

    Rara menggigit bibir bawahnya sensual saat Ryu menegakkan tubuh untuk melepas kemejanya. Tubuh Ryu selalu menarik, apalagi hiasan tato nama Rara yang terpatri di dadanya itu, sungguh lambang kesetiaan yang tiada duanya."Tato ini, namaku kan Mas?" tanya Rara meraba dada Ryu hati-hati. "Emang ada lagi perempuan bernama Lembayung selain kamu? Nama itu khas dan langka, jelas itu nama kamu. Mau kubikin pake nama lengkap kepanjangan, sakit," ujar Ryu setengah bercanda. Dikecupinya leher Rara lembut, mengembus napas hangatnya. "Ih, gitu deh," Rara mencembikkan bibirnya. Tak menanggapi sang istri, Ryu bergerak lagi. Ia loloskan t-shirt yang Rara kenakan hingga menampilkan bra warna abunya yang penuh. Kecupannya di leher Rara perlahan semakin turun, tulang selangka, kemudian menghirup aroma manis tubuh istrinya dalam-dalam. Baru setelahnya, tangan Ryu terampil melepas kaitan bra hingga Rara spontan menopang lenga

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   99. Bulan Madu Singkat

    "Nggak pa-pa nih kita di sini?" gumam Rara menerima uluran tangan suaminya dan naik ke atas dermaga. "Ya nggak pa-pa," Ryu tersenyum. "Aku udah sengaja bawa kuncinya. Kutitip kunci mobil ke Mas Aldi biar dikasih Jaka. Ikan yang tadi kita beli biar Jaka yang bawa sekalian anter mobil ke rumah. Nanti kita jalan kaki aja ke rumah, nggak pa-pa?" gumamya seraya membuka pintu samping guest house milik perusahaan di pinggir danau itu. "Iya, iya. Kalau lewat darat, jalan kaki aja dari sini ke rumah juga deket ya Mas," gumam Rara mengitarkan pandangan. "Jadi kerasa jauh karena tadi kita naik klotok dari Kampung dan turun di dermaga," ujarnya takjub. Isi di dalam guest house selalu rapi dan bersih karena memang dirawat seminggu dua kali oleh divisi perawatan khusus. Ada dua ranjang besar di kamar yang berbeda, lengkap dengan dapur dan ruang tamu, hanya ukurannya memang lebih kecil ketimbang rumah dinas yang Ryu tempati. Di kamar mandi pun dilengkapi dengan handuk bersih dan peralatan mand

  • CINTA UNTUK GADIS TERNODA   98. Tanda Cinta

    "Di mana ada banyak orang pasang perangkap, Mas?" tanya Ryu. "Nanti kalau kita keluar di hilir sungai ketemu sama danau, banyak yang pasang Pak," ucap Aldi informatif. "Nggak sabar," ujar Rara senang. "Dulu pas jaman aku kecil, Ayah sering ngajak aku pasang lukah di belakang rumah, Mas. Enaknya kalau mancing ikan taja yang kecil-kecil kayak teri gitu, pake minyak jelantah nanti mereka udah ngumpul sendiri, tinggal dijaring," ceritanya penuh semangat. "Kangen ya sama Ayah?" tanya Ryu maklum. Rara menggeleng, "Kenangannya. Beruntung kenangan itu nggak ikut kulupain," desisnya. "Sekarang kuajak cari ikan juga ini," kata Ryu. "Bentar lagi kita sampe muara," ujarnya menunjuk papan rambu warna biru yang memang dipasang sebagai panduan lalu lintas air di danau dan sungai. "Ibu mau mancing? Saya ada bawa joran, umpannya bisa pakai tempe," tawar Aldi. Mata Rara yang tengah bertatapan dengan suaminya itu berbinar indah. Ia spontan berdiri menghampiri Aldi, menerima joran dari sang

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status