Share

BAB 21 Kejujuran Alya

Author: NK Ummu Dhila
last update Last Updated: 2025-03-01 17:00:05

Beberapa hari kemudian, Raditya kembali mendekati Alya, kali ini dengan sesuatu di tangannya.

"Ini untukmu," katanya, menyerahkan sebuah buku catatan berwarna biru tua.

Alya mengambilnya dengan ragu. "Apa ini?"

"Aku tahu kamu suka mencatat ide-ide proyekmu. Jadi, aku membelikan ini. Aku ingin kamu terus berkembang dan menciptakan hal-hal hebat."

Alya membolak-balik halaman kosong itu, hatinya bergetar. "Terima kasih, Raditya. Aku menghargainya."

"Aku tidak hanya ingin melihatmu sukses, Alya," Raditya menatap matanya dalam-dalam. "Aku ingin menjadi bagian dari hidupmu."

Alya menggigit bibirnya, perasaannya semakin tak menentu. Ia ingin percaya pada Raditya, tapi luka masa lalunya masih membayangi.

"Radit... Aku belum siap."

Raditya tersenyum kecil. "Aku mengerti. Aku nggak akan memaksa. Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku ada di sini, kapan pun kamu butuh seseorang."

Alya menunduk, meremas buku catatan itu di tangannya. "

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 22 Pengintai

    Setelah mengetahui nomor yang meneror Alya, Raditya menyalin nomor tersebut. Nanti di rumah, ia akan menyelidiki siapa pemilik nomor tak dikenal itu. Setelah Alya kembali tenang, Raditya menemaninya pulang. Sesampainya di depan rumah Alya, Raditya dengan sigap membukakan pintu mobil untuknya."Terima kasih, Radit," ucap Alya tulus."Sama-sama. Kamu yakin nggak mau aku temani masuk?"Alya tersenyum. "Mau mampir sebentar?"Tak ingin menolak tawaran dari wanita yang dicintainya, Raditya dengan suka cita menerima tawaran itu. Ia pun melangkahkan kakinya mengikuti Alya masuk ke dalam rumah."Mau minum sesuatu?" tawar Alya.Raditya menggeleng. "Nggak usah, kita tadi sudah cukup di kafe. Aku nggak mau kamu repot-repot. Aku cuma ingin lebih banyak waktu berdua denganmu."Raditya tersenyum menggoda. "Seandainya kamu sudah menerimaku, bahagianya aku. Bisa selalu berdua denganmu seperti ini, bahkan kita bisa melakukan hal yang lebih dari sekadar

    Last Updated : 2025-03-01
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 23 Diteror Mantan

    Hujan turun rintik-rintik di luar, membuat suasana malam semakin dingin. Lampu-lampu kota masih menyala, menciptakan bayangan samar di jalanan yang basah. Di sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari rumah Alya, seorang pria duduk gelisah sambil menatap ke dalam rumah melalui kaca jendelanya."Sial! Kenapa jam segini laki-laki itu tidak keluar juga dari rumah Alya? Apa hubungan mereka sebenarnya?" ujar Darel geram.Ya, ternyata pengintai itu adalah Darel, mantan suami Alya. Ia penasaran dengan kehidupan mantan istrinya yang kini terlihat cantik dan seksi. Jujur, Darel jadi menyesal dulu tak pernah memperhatikan Alya. Karena lelah menunggu, akhirnya Darel memilih pergi dari sana, dan besok ia akan mengambil langkah untuk merebut kembali hati mantan istrinya itu.Sementara itu, di dalam rumah, setelah bebersih diri, Alya hendak tidur. Ia tak lupa menyiapkan kamar yang dulunya menjadi kamar kedua orang tuanya yang berada di samping kamarnya."Radit, kamu tid

    Last Updated : 2025-03-02
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 24 Penyesalan Darel dan Pelukan Raditya

    Malam itu, usai Darel meneror mantan istrinya, Alya, ia duduk di dalam mobilnya yang terparkir di depan sebuah gedung perkantoran. Hujan gerimis membasahi kaca jendela, tetapi pikirannya lebih gelap daripada langit di atasnya. Ia menatap ponselnya, melihat foto Alya dan Raditya yang tersenyum bahagia di sebuah acara bisnis yang ia hadiri tempo hari.Darel menggeram. "Mereka pikir aku akan diam saja? Setelah semua yang terjadi, aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia begitu saja."Ia menyandarkan kepalanya ke jok mobil, menarik napas dalam-dalam, lalu berbicara pada dirinya sendiri."Aku bodoh... Aku meninggalkan Alya demi Elmira, dan lihat bagaimana akhirnya? Elmira hanya mencintaiku saat aku berada di puncak. Sekarang dia pergi begitu saja, meninggalkanku dengan kehancuran, nyatanya karirnya lebih penting daripada keberadaanku untuknya. Tapi Alya... dia seharusnya masih menjadi milikku. Dia seharusnya tidak bahagia dengan pria lain. Shit!!"Darel

    Last Updated : 2025-03-02
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 25 Manipulasi Darel

    Raditya mulai melajukan kendaraan dengan tenang. Di sampingnya, Alya sibuk dengan ponselnya, mengecek beberapa email yang masuk."Kamu nggak capek?" tanya Raditya sambil melirik sekilas.Alya mengangkat wajahnya. "Capek sih, tapi masih bisa ditahan. Kamu gimana? Semalam tidur di sofa, pasti nggak nyaman."Raditya tertawa kecil. "Aku udah biasa. Lagipula, kasur kamu terlalu berharga buat diinjak sama orang sepertiku, kan?" canda Raditya.Alya mendengus. "Jangan mulai pagi-pagi gini, Radit."Raditya hanya tersenyum tipis. Ia fokus menyetir hingga akhirnya mobil mereka sampai di parkiran kantor.Saat turun dari mobil, beberapa karyawan yang sudah lebih dulu tiba mulai berbisik-bisik. Mata mereka bergantian menatap Raditya dan Alya. Alya berusaha bersikap biasa, tetapi Raditya malah tersenyum santai seperti tidak terjadi apa-apa."Kenapa mereka pada ngeliatin kita gitu?" bisik Alya saat mereka berjalan menuju lobi.Raditya melirik

    Last Updated : 2025-03-02
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 26 Merasa Terbebani

    Pagi itu, Alya hendak ke kantor, namun hatinya gelisah atas ucapan Darel kemarin yang meneleponnya. Maka ia pun membulatkan tekad, ia menelepon Darel dan meminta Darel untuk bertemu di Kafe Amour pagi ini sebelum ia bekerja.KAFE AMOUR, 07:30 WIBAlya duduk di sudut kafe, jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan gelisah. Secangkir cappuccino di depannya belum tersentuh. Pintu kafe terbuka, dan sosok pria yang dinantikannya masuk dengan langkah mantap. Darel Alexander, mantan suaminya.Darel menarik kursi di hadapan Alya dan duduk. Ia menatap Alya sejenak sebelum berbicara."Kamu baik-baik saja?" tanya Darel.Alya menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. "Kenapa kamu meneleponku kemarin, Darel? Apa lagi yang mau kamu bicarakan?" tanya Alya.Darel meremas jemarinya sendiri. "Aku... Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja setelah keputusan itu," ucap Darel yang mencoba kembali membahas masa lalu mereka."Setelah keputusan

    Last Updated : 2025-03-02
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 27 Kehilangan Kendali

    Raditya duduk di ruangannya, jari-jarinya mengetuk meja tanpa henti. Pikirannya tak bisa lepas dari tatapan Alya pagi tadi. Ada sesuatu yang berbeda. Seakan ada pertanyaan yang mengendap dalam sorot matanya. Apa dia telah melakukan kesalahan? Atau ada sesuatu yang mengganggu Alya? Hari ini ia bekerja setengah hati, pikirannya benar-benar terpecah.Saat jam istirahat tiba, Raditya mengambil ponselnya dan memesan makan siang untuk dua orang. Ia memutuskan untuk menemui Alya di ruangannya. Beberapa menit kemudian, dengan dua kotak makanan di tangannya, ia berjalan menuju ruang IT tempat Alya bekerja.Saat pintu diketuk dan terbuka, Alya yang tengah menatap layar laptopnya langsung mendongak. Matanya membulat melihat Raditya berdiri di sana dengan makanan di tangannya."Kamu sengaja membawakanku makan siang?" tanyanya, suaranya sedikit ragu.Raditya mengangguk. "Aku tahu kamu sering lupa makan kalau sudah sibuk dengan pekerjaanmu. Jadi, aku pikir kita bisa ma

    Last Updated : 2025-03-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 28 Ulah Darel

    Raditya segera berdiri dan berjalan cepat menuju pintu. Alya mengikuti di belakangnya dengan perasaan tak menentu. Begitu pintu terbuka, Aldo berdiri di sana dengan wajah tegang, sebuah tablet di tangannya."Apa yang terjadi, Aldo?" tanya Raditya dengan nada tajam.Aldo menyerahkan tablet itu padanya. "Ini, Pak. Saya baru saja mendapat laporan dari tim keamanan cyber kita. Seseorang mencoba mengakses sistem utama perusahaan secara ilegal. Dan jejak digitalnya mengarah ke... Darel."Alya tersentak. "Apa? Darel mencoba meretas perusahaan ini?"Raditya menggeram pelan. "Sialan! Ini bukan lagi sekadar fitnah, ini serangan langsung."Aldo mengangguk. "Kami baru saja berhasil memblokir aksesnya sebelum dia sempat mengambil data penting. Tapi ada sesuatu yang lebih mengkhawatirkan.""Apa itu?" tanya Raditya dengan sorot mata tajam.Aldo menarik napas panjang. "Kami menemukan bahwa dia telah berkomunikasi dengan seseorang dari dalam perusahaa

    Last Updated : 2025-03-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 29 Pengkhianat Orang Dalam

    Raditya menatap layar ponsel Alya dengan ekspresi dingin. Nama Darel terpampang jelas di sana. Jari-jarinya sempat mengepal sebelum akhirnya ia menekan tombol jawab dan mengaktifkan mode speaker."Apa maumu, Darel?" suara Raditya terdengar tajam.Dari seberang, terdengar tawa kecil yang terdengar santai, tapi juga penuh provokasi. "Santai, Radit. Aku hanya ingin mengobrol dengan istriku, kenapa kamu yang mengangkat ponselnya, Hah!! Atau, sepertinya kau sudah menemukan sesuatu yang menarik, ya?"Alya menatap Raditya dengan gelisah. Raditya mengeraskan rahangnya. "Kau meretas sistemku. Kau mencuri data perusahaan. Dan satu lagi, ALYA BUKAN ISTRIMU! KAU HANYA ‘MANTAN’! Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja? Hahh!!"Darel mendengus. "Aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Atau kau lupa? Aku tahu banyak hal tentang NW Tech, lebih dari yang kau kira. Dan percaya atau tidak, aku masih punya kejutan untukmu."Raditya men

    Last Updated : 2025-03-03

Latest chapter

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 111 Anak Adopsi

    Raditya segera bangkit dari tempat tidur, mengambil jas yang tergantung di kursi, dan mengenakan jam tangannya. Alya menggeliat pelan, matanya masih setengah tertutup saat melihat Raditya yang tampak tergesa-gesa."Radit? Ada apa?" tanyanya dengan suara serak.Raditya menoleh, mendekatinya, dan mengecup keningnya lembut. "Bunda menelepon. Ada masalah di mansion. Aku harus segera ke sana."Alya langsung terjaga. "Masalah apa? Bukankah kita memang berencana ke sana pagi ini?"Raditya menghela napas. "Aku juga tidak tahu detailnya, tapi Bunda terdengar panik. Aku akan berangkat dulu. Kamu menyusul setelah siap, ya?"Alya menggeleng. "Tidak. Aku ikut sekarang. Biarkan aku bersiap dalam lima menit."Raditya tersenyum kecil. "Baiklah, tapi jangan buru-buru sampai terluka. Aku akan menunggu di mobil."Lima belas menit kemudian, mobil mereka meluncur dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya. Alya bisa merasakan ketegangan di wajah Raditya, jemarinya yang menggenggam setir tampak lebih erat

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 110 Apapun Untuk Alya

    “Akhirnya sampai juga.”Alya melangkah keluar dari pesawat jet pribadi yang baru saja mendarat di Bandara Nusant. Ia merapatkan coat tipisnya saat angin malam menyapu kulitnya. Raditya turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya.“Lelah?” tanyanya sambil menggenggam jemari Alya erat.Alya mengangguk kecil. “Sedikit. Tapi aku lebih ingin segera sampai di rumah.”Raditya tersenyum, lalu melingkarkan lengannya di bahu Alya, membawanya berjalan menuju mobil mewah yang sudah menunggu di landasan.Di dalam mobil, Alya menyandarkan kepalanya ke jok dengan nyaman. “Kangen juga sama Nusant.”“Dan penthouse kita,” tambah Raditya. Ia melirik Alya yang sudah memejamkan mata. “Tidurlah sebentar, sayang. Aku akan membangunkanmu kalau sudah sampai.”Tak butuh waktu lama, mobil mereka meluncur melewati jalanan kota Nusant yang berkilauan oleh lampu-lampu gedung pencakar langit. Dalam hitungan menit, mereka sudah memasuki area eksklusif tempat penthouse mereka berada. Raditya menggoyan

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 109 Kembali ke Negeri Asal

    Matahari pagi menyinari Mansion keluarga Wiranagara dengan lembut, seakan ingin menghangatkan suasana yang penuh haru. Di ruang keluarga, Alya dan Raditya duduk bersama Bunda Clarissa, Kakek Bakhtiar, dan Nenek Aiko. Hari ini, mereka akan berpamitan.Nenek Aiko menggenggam tangan Alya erat, matanya berkaca-kaca. "Sayang, seminggu terasa begitu cepat. Nenek masih ingin bersama kalian lebih lama."Alya tersenyum lembut. "Aku juga, Nek. Rasanya belum cukup waktu untuk menghabiskan momen bersama kalian. Tapi... ini bukan perpisahan selamanya."Raditya menatap neneknya dengan penuh kasih. "Nenek harus menjaga kesehatan. Jangan lupa minum obat dan makan makanan sehat, ya."Nenek Aiko mengangguk pelan. "Tentu sayang, tentu. Jika nenek sudah sehat, nenek akan ke Nusant mengunjungi kalian."Alya menggenggam tangan neneknya. "Semoga kondisi nenek semakin sehat, hingga kita bisa bertemu kembali di Nusant ya, Nek."Bunda Clarissa menatap menantunya dengan penuh kehangatan, lalu tersenyum jahil. "

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 108 Sangat Romantis

    Alya menyandarkan kepalanya di bahu Raditya, menikmati semilir angin pagi yang menyentuh kulitnya dengan lembut. Sementara itu, Raditya menggenggam tangannya erat, seakan meyakinkan bahwa kebahagiaan ini akan bertahan selamanya."Radit, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Alya, mencoba mencari tahu rahasia yang disimpan suaminya.Raditya tersenyum penuh misteri. "Kalau aku kasih tahu sekarang, nggak seru dong. Yang jelas, kamu pasti suka."Alya mengerucutkan bibirnya. "Kamu selalu suka bikin aku penasaran."Raditya tertawa kecil dan mencubit ujung hidung Alya. "Karena kamu selalu terlihat lucu kalau penasaran."Alya mendengus pelan, tapi tak bisa menahan senyum. "Baiklah, aku ikut saja. Tapi kalau ternyata aku nggak suka tempatnya, siap-siap ditagih kompensasi.""Siap, Nyonya Raditya," jawab Raditya santai.Setengah jam kemudian, mereka sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil. Raditya yang menyetir, sementara Alya duduk di sebelahnya, sesekali melirik ke arah suaminya yang terlihat ten

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 107 Dua atau Tiga Anak

    Setelah cukup lama berendam dalam kehangatan, Alya menyandarkan kepalanya ke dada Raditya, merasa begitu nyaman dalam pelukannya."Radit..." panggilnya pelan."Hmm?" Raditya merespons sambil mengusap lembut lengan istrinya di bawah air."Kita bisa seperti ini terus nggak?" tanya Alya, suaranya terdengar sedikit mengantuk.Raditya terkekeh kecil. "Maksudmu berendam terus di bathtub? Bisa sih, tapi nanti kita jadi ikan," canda Raditya.Alya tertawa kecil dan mencubit lengan suaminya. "Bukan itu maksudku. Maksudnya, bisa nggak kita terus bahagia kayak gini?"Raditya menghela napas, lalu mencium puncak kepala Alya. "Tentu bisa. Aku akan pastikan itu terjadi."Alya tersenyum puas. "Kalau begitu, ayo keluar. Aku sudah cukup segar."Raditya mengangguk, lalu membantu Alya bangkit. Setelah membungkus tubuh istrinya dengan handuk, ia sendiri mengeringkan tubuhnya dengan santai.Saat mereka keluar dari kamar mandi, Raditya lebih dulu mengenakan pakaian santainya. Sementara itu, Alya sibuk memili

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 106 Romantisme Pasangan Halal

    Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah tirai membuat Alya menggeliat pelan. Tubuhnya terasa sedikit lelah setelah malam panjang yang mereka lalui semalam. Ia merenggangkan kedua tangannya di atas kepala, mendesah pelan. Raditya yang duduk di tepi ranjang hanya tersenyum, merasa istrinya begitu menggemaskan."Sayang, kamu sudah bangun?" suara serak Alya terdengar manja.Raditya mengulurkan tangan, mengusap lembut pipi istrinya. "Sudah dari tadi. Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kita."Alya membuka matanya perlahan, menatap Raditya yang sudah tampak segar. "Apa itu?"Raditya tersenyum kecil. "Bathup sudah aku isi air hangat. Aku tahu kamu butuh merilekskan tubuh setelah..." ia berhenti sejenak, menatap Alya dengan penuh arti, "setelah gemuranku semalam, bahkan kita semalam sama- sama mencapai pelepasan tiga kali, apa kamu ingat sayang?" goda Raditya.Alya yang masih dalam keadaan setengah sadar langsung memerah wajahnya. Ia menarik selimut m

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 105 Honeymoon in Shirakawa-go Japan

    Pagi itu, suasana di kediaman keluarga terasa hangat. Alya dan Raditya bersiap untuk berangkat honeymoon ke salah satu daerah di Jepang, tepatnya ke Shirakawa-go, desa tradisional dengan pemandangan salju yang romantis. Mereka berpamitan kepada Kakek Bakhtiar, Nenek Aiko, dan Bunda Clarissa."Kalian hati-hati di sana. Nikmati bulan madu kalian, jangan lupa kabari kalau sudah sampai," ujar Kakek Bakhtiar."Raditya, jaga Alya baik-baik. Jepang itu indah, tapi tetap waspada, ya," kata Nenek Aiko.Raditya menggenggam tangan Alya erat, "Tentu saja, Nek. Aku nggak akan membiarkan Alya sedikit pun terluka," jawab Raditya.Bunda Clarissa tersenyum lembut, "Alya, sayang. Jangan terlalu manja sama Raditya, nanti dia makin posesif," ujar Bunda Clarissa.Alya yang mendengarnya otomatis tertawa kecil, "Sudah terlanjur, Bun. Radit memang posesif dari dulu," kata Alya.Raditya hanya menatap Alya dengan mata tajam penuh arti, membuat Alya tersipu.**

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 104 Permintaan Haruto

    Malam itu, suasana di kediaman keluarga Bakhtiar terasa berbeda. Setelah perbincangan serius siang tadi, Kakek Bakhtiar akhirnya mengambil keputusan."Kita akan bertemu dengan Haruto nanti malam di ruang khusus," ucap Kakek Bakhtiar dengan suara mantap. "Rei, pastikan dia dalam kondisi yang pantas untuk berbicara dengan kita. Suruh dia mandi dan bersihkan diri. Aku yakin keadaannya sekarang tidak baik-baik saja."Rei mengangguk dengan hormat. "Baik, Tuan. Saya akan mengurusnya."Beberapa jam kemudian, Rei memasuki ruang bawah tanah tempat Haruto ditahan. Haruto tampak duduk diam di sudut ruangan, tubuhnya terlihat lelah, dengan wajah yang penuh dengan bekas luka dan kotoran. Rei melipat tangannya di depan dada, menatap pria itu dengan ekspresi netral."Bangun. Tuan Bakhtiar ingin bertemu denganmu malam ini. Tapi sebelum itu, kau harus mandi dan membersihkan diri. Pakaiannya sudah disiapkan."Haruto mengangkat kepalanya, menatap Rei dengan sorot mat

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 103 Seminggu Untuk Honeymoon

    Alya menarik napas dalam, hatinya berdebar kencang. Ia tahu ini bukan keputusan yang mudah, tetapi ia harus mengatakannya. Ruangan terasa lebih sunyi dari biasanya, hanya suara angin lembut dari luar jendela yang berbisik pelan. Dengan suara pelan namun tegas, ia mulai berbicara, “Nenek, Kakek, Bunda, sebenarnya kami ingin kembali ke Nusant.”Ruangan mendadak membeku. Semua mata tertuju padanya. Clarissa yang tadinya masih menggenggam tangan Nenek Aiko terdiam, sementara Kakek Bakhtiar mengerutkan keningnya, mencoba memahami maksud Alya lebih dalam. Nenek Aiko, yang baru saja merasakan kebahagiaan bertemu kembali dengan putrinya, kini menatap Alya dengan pandangan penuh kebingungan dan kesedihan.“Sayang, kenapa tiba-tiba? Apa ada sesuatu yang mengganggumu di sini?” tanya Nenek Aiko dengan suara penuh harap, sedikit gemetar.Alya menggeleng, senyum lembut tetapi sendu terukir di wajahnya. “Bukan begitu, Nek. Aku sangat bahagia bisa

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status