Share

Bab 52. Pengakuan

“Syukurlah, semua sesuai yang harapan. Perkembangan Tuan Dominic bagus. Bahkan sangat bagus,” ucap Dokter menciptakan helaan napas lega. “Tapi tetap dalam masa penyembuhan, pasien harus istirahat dulu.”

Tadi setelah Alex tersadar, mereka membawa kekasihku itu kembali memeriksa secara keseluruhan. Katanya, perkembangan harus dipastikan keberhasilannya dengan pemeriksaan rontgen. Gumpalan darah yang membeku akibat benturan di dada, tidak mengganggu paru-paru kembali. Juga pemasangan penguat pada tulang rusuk, seperti yang direncanakan.

Setelah beberapa lama, baru aku diizinkan menemui Alex kembali.

Laki-laki yang kurindukan menatapku dengan menunjukkan senyuman yang aku rindukan. Ini seperti aku mendapatkan kembali duniaku yang nyaris hilang. Kata syukur tidak henti-hentinya terucap di hati ini.

Namun, bukan seorang Alexander Dominic kalau tidak memantik mata melotot. Dengan wajah masih pucat dan tubuh terkapar menyerah pada jarum infus, sempat-sempatnya dia mengerlingkan mata.

“Ray
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status