Share

Part 87

Author: Emma Shu
last update Last Updated: 2025-02-07 11:00:15

Pagi-pagi sekali, Viza sudah meninggalkan rumah, mengenakan celana gombrang khas kantor dipadu atasan berupa blazer.

Sengaja ia meninggalkan rumah pagi-pagi sekali bahkan sebelum jauh sebelum jam kantor buka karena sedang menghindari pertemuan dengan Vikram. Hatinya sedang tak tenang.

Ia berjalan lemas melewati belakang gedung kantor. Sengaja lewat belakang karena sedang bad mood.

Tadi malam, Viza tetap tidur di kamar Fairuz meski ibunya itu sedang ke luar kota, sengaja menghindari Vikram. Ia benar-benar butuh waktu untuk menyendiri.

Vikram pun tadi malam tak menyusul ke kamar Fairuz, mungkin pria itu benar-benar memberi waktu untuk Viza menyendiri dulu.

Setelah Viza tahu kalau ternyata ia adalah istri pria kaya, justru perasaannya jadi gundah gulana. Berpikir bagaimana ia akan menjalani rumah tangga yang aneh ini, suaminya terlalu banyak menyimpan rahasia.

Lalu bagaimana jika ia dicampakkan setelah Vikram mendapatkan semua yang dia inginkan? Selalu saja pertanyaan itu muncul di be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 88

    “Pokoknya Suami Non itu baik banget. Dermawan. Kalau mau pergi dadi rumah saya, dia kasih uang tuh ke saya. Jarang-jarang kan ada orang kaya sedermawan dan seperhatian itu sama orang m!skin? Non beruntung punya suami kayak Den Vikram,” sambung Pak Salim. “Kalau dengar kisah masa lalunya Den Vikram, pasti Non nangis. Dia itu lelaki yang tangguh dan kuat. Tuhan memang adil. Meski kehidupan Den Vikram dulu sangat sulit, tapi dia diciptakan sebagai manusia yang memiliki IQ tinggi, cerdas dan pintar.”Viza sampai terdiam mendengarkan semua cerita Pak Salim. Mulut pun lupa meneguk wedang ronde.“Loooh… kok nggak diminum? Apa nggak enak?” Pak Salim menatap gelas plastik di tangan Viza yang hanya dipegangi saja.“Eh iya, Pak. Ini diminum.” Viza langsung menghabiskannya.“Makasih banyak ya, Non. Semoga rejekinya makin lancar. Saya lanjut jalan lagi.”Pak Salim tegak berdiri dan mendorong gerobak menyusuri jalan.Viza membeku di tempat. Terdiam menatap kepergian Pak Salim. Helaan napas panjang

    Last Updated : 2025-02-07
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 89

    “Surat PHK?” Mawar terkejut. Gadis yang pernah memaki Viza itu membelalak menatap surat PHK. Tubuhnya menegang. Tangannya gemetar.Sosok pria memasuki ruangan, mendekat pada Mawar. Dia adalah Andra, pria yang tempo hari pernah bermasalah dengan Vikram di dalam lift. “Mawar, aku mendapat surat pemecatan. Kudengar kau juga mendapatkan surat yang sama. Benarkah?” Andra memperlihatkan surat dengan ekspresi panik.“Ya. Kita senasib. Kok bisa?”“Ayo kita tanyakan ke kepala bagian. Mereka pasti tahu alasan pastinya. Nggak ada angin nggak ada hujan, mendadak dipecat begini. Bukankah pekerjaan kita selalu beres? Lalu apa masalahnya? Jika bukan kepala bagian yang menilai kinerja kita, lalu siapa lagi?” Andra protes keras.Puluhan staf yang ada di ruangan itu sedang sibuk dengan laptop, namun mereka sampai menghentikan pekerjaan akibat kegaduhan yang tercipta. Viza tengah sibuk mengerjakan tugas yang diiberikan oleh Mawar, pandangannya tertuju ke laptop meski pikirannya bercabang. Antara peker

    Last Updated : 2025-02-08
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 90

    Pria berpakaian rapi dengan setelan jas warna hitam dan dasi warna senada itu menampilkan ekspresi marah, tatapan tajam. Delapan orang keamanan berseragam hitam mengawalnya. Semua orang terdiam dan mematung menatap kehadiran big bos yang secara tiba-tiba. Sebagian besar mereka tak tahu siapa yang sekarang memasuki ruangan itu. Sebab mereka tak kenal dengan sang owner. Namun, melihat kedatangan pria berpakaian rapi dan dikawal keamanan, mereka langsung paham bahwa pria ini bukan orang sembarangan.“Kalian benar-benar keterlaluan!” hardik Vikram dengan sorot mata tajam menghunus. Ia menunduk dan meraih pundak Viza. Membantu istrinya bangkit berdiri. Keduanya bertukar pandang. Lagi-lagi Vikram menyelamatkan Viza di waktu yang tepat.Tentu saja Vikram bisa tahu dengan apa yang terjadi pada istrinya. Sebelumnya Vikram meminta salah seorang dari pihak keamanan untuk mengecek keadaan Viza secara berkala melalui pantauan kamera cctv.Sejak Vikram melihat perlakuan kasar Mawar pada istrin

    Last Updated : 2025-02-08
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 91

    “Ya? Silakan!” Dokter mempersilakan. Dia yakin sosok asing yang memasuki ruang kerjanya itu adalah orang berwenang. Hanya orang tertentu saja yang diijinkan memasuki wilayah itu.“Saya kemari untuk mengantarkan pakaian dan jilbab untuk Nyonya Vikram,” jelas wanita berpakaian rapi bak pramugari. Dia menyerahkan plastik berisi pakaian.“Terima kasih!” Viza menerima meski agak bingung. Dia menduga pasti pakaian itu dari Vikram.“Silakan pakaiannya diganti!” Dokter tersenyum. Ia dan para perawat melangkah keluar sambil menarik tirai putih sebagai pembatas.Viza segera menukar baju miliknya dengan baju baru. Wah, bajunya bagus sekali. Pasti mahal. Eh, tapi Vikram ternyata bisa tahu ukuran badan Viza. Buktinya pakaian itu pas di badan mungil Viza.Dokter dan perawat kembali membuka tirai ketika Viza telah selesai memakai baju. Hanya jilbab saja yang belum terpasang.Pintu tiba-tiba terbuka, sosok pria bertubuh gagah berjalan gontai memasuki ruangan. Sungguh dia terlihat sangat berwibawa, kh

    Last Updated : 2025-02-09
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 92

    “Hei, kenapa kalian mengikutiku!” geram Viza.“Maaf, Mbak! Kami hanya menjalankan perintah!” sahut salah seorang pria dengan sopan.Sungguh Viza tak menyangka, para manusia berbadan tegap dan gagah itu rupanya suaranya bisa lembut juga.“Perintah?” Viza polos sekali.“Perintah Mas Vikram.”“Ngapain aku dikuntitin? Perintah apa itu maksudnya? Enggak enggak, kalian jangan bikin masalah sama aku ya! Justru aku malah dalam masalah kalau kalian menguntitiku.”“Ini bukan menguntiti, Mbak. Tapi ini atas perintah Mas Vikram demi keamanan Mbak Viza.” Pria paling depan menyahuti dengan sangat sopan, setengah membungkukkan badan.“Justru kalau aku diikuti banyak lelaki gini, aku jadinya malah nggak aman. Aku ini perempuan, sendirian, kemudian dikelilingi banyak lelaki, itu malah membahayakan. Aku risih dong gabung sama kalian yang bukan mahram gini!”“Jadi maunya Mbak Viza bagaimana?” tanya pria paling depan sopan.“Jangan ikuti aku lagi.”“Itu sama saja kami melalaikan tugas!”Ya ampun para lel

    Last Updated : 2025-02-10
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 93

    Melihat Viza yang tampal berpikir, si pemhawal pun berkata, “Barang kali Mbak Viza mau mampir buat belanja, beli makanan, beli baju, atau apa?”Baru saja Viza hendak menjawab, terdengar suara chat masuk ke ponselnya. Klung.Lagi-lagi u-ang berjumlah besar masuk ke reke-ningnya.Nominalnya seratus tiga puluh ju-ta. “Hah?” Viza kaget sambil menutup mulutnya.“Ada apa, Mbak?” Pengawal sampai menegakkan punggung menoleh ke belakang, waspada, mengira ada hal burui yang mengancam majikannya.“Eh mm… enggak kok. Nggak apa-apa. Ini cuma… aku kaget aja.” Viza tersenyum salah tingkah.Kembali pandangan Viza terarah ke ponsel. Menyusul chat masuk berikutnya.Melihat nama yang muncul di layar atas adalah Vikram, Viza langsung menekan chat tersebut dan membacanya.(Itu uang bulanan untukmu. Pakai untuk keperluanmu. Bayar listrik, bayar ART, belanja rumah, semua sudah diurus sama ibu. Itu u-ang hanya untuk keperluanmu saja!)Viza masih memaku menyadari u-ang sebanyak itu masuk ke rekeningnya. Ba

    Last Updated : 2025-02-10
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 94

    “Vikram itu yatim piatu sejak kecil. Dia hidup geland4ngan, nggak punya rumah. Nggak punya apa-apa,” sambung Fairuz. “Dia dilahirkan dari hubungan gelap antara seorang pejabat dan wanita biasa. Pejabat sudah punya istri, jadi nggak mungkin bertanggung jawab atas hubungan gelap mereka. Perempuan ini membuang Vikram kecil setelah melahirkan ke jalan. Rupanya dia meninggal setelah membuang bayinya. Dan nggak lama si pejabat juga menyusul ke liang lahat.”Fairuz menjeda. Kembali meneguk minum.Ia lalu melanjutkan, “Vikram dibesarkan di panti asuhan. Di usia dua belas tahun, dia kabur karena nggak kuat dibuli teman-temannya. Saat itulah ibu ketemu dia.”Viza tertarik dengan cerita ibunya. Sampai-sampai kunyahannya terhenti.“Nasib ibu dan Vikram sama, sama-sama terpukul oleh keadaan. Ibu yang saat itu depresi berat, ketemu sama Vikram yang sedang memikul masalah. Bedanya, ibu dalam keadaan depresi, sedangkan Vikram dalam keadaan memendam rasa ingin membungkam perbuatan teman-temannya. Vikr

    Last Updated : 2025-02-11
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 95

    “Kalau begitu aku ajak kamu bulan madu, mau?” tanya Vikram.Viza menegang mendengar pertanyaan suaminya. Berani-beraninya Vikram bertanya begitu di depan ibu. Bikin salah tingkah saja.Fairuz mengulum senyum, melirik Viza yang menunduk dengan muka merona.“Ya sudah, sana gih kalau kalian mau dua-duaan. Ibu mau istirahat dulu.” Faitu, melenggang pergi dengan senyum yang lebar.Sunyi.Viza membisu. Gara-gara pembicaraan mengenai bulan madu, ia jadi salah tingkah. Grogi. Lalu sekarang mereka harus berbuat apa? Diam-diaman?Vikram tersenyum menatap istrinya yang hanya diam menunduk saja. Usia mereka terpaut cukup jauh. Beda sepuluh tahun. Wajar jika keduanya memiliki jauh perbedaan sikap. Vikram terlihat santai sekali dalam hal-hal yang berkaitan dengan urusan adegan dewasa, sedangkan Viza yang masih dua puluh satu tahun dan belum genap dua puluh dua tahun itu tentu canggung dan tak biasa. “Mas Vikram kok pulang cepat? Ini kan masih jam tiga. Jam kantor belum selesai. Biasanya pulang

    Last Updated : 2025-02-12

Latest chapter

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 127

    “Rejeki itu Allah hadirkan nggak hanya melalui tangan Vikram saja, ada banyak cara untuk kamu bisa bertahan hidup tanpa melibatkan Vikram maupun Viza,” sahut Fairuz. “Aku hanya tidak ingin berurusan dengan keluarga Bu Mulan lagi. Hubungan yang tidak baik maka lebih baik disudahi atau dijauhi, ini sama dengan menjauhi mudharat. Jadi inilah keputusanku!” Vikram lalu melenggang pergi. “Mbak Viza, kamu nggak kasian sama Bapak? Bapak lagi sakit. Ibu dan bapak nggak punya rumah hingga menumpang di rumahnya Mas Leo. Kami bahkan sekarang nggak punya penghasilan. Aku pun sedang hamil. Tolong bantu kami!” Runa memohon pada Viza, takut hidupnya akana sengsara jika tanpa pendapatan. “Mbak Viza diam-diam bisa kirimin aku uang, tolonglah Mbak. Bantu bapak berobat juga.” “Aku taat sama suamiku. Aku nggak berani berkhianat di belakangnya,” sahut Viza. “Mbak, tapi keadaan kami benar-benar down.” Wajah Runa memelas. “Kamu punya suami yang sempurna secara fisik, dia juga sehat walafiat. Insyaa

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 126

    Viza ikutan membaca tulisan itu. (Teruntuk Viza tersayang, Saat kamu membaca tulisan ini, mungkin aku sudah tiada. Atau mungkin aku telah celaka dan dalam keadaan kritis. Atau bisa saja baik-baik saja. Kemungkinan buruk itu bisa saja terjadi padaku saat aku menabrak suamimu, biarkan dia m4ti. Aku pun tak masalah jka harus meregang nyaw4 untuk kematirn Vikram. Jika bukan aku yang memilikimu, maka orang lain pun tidak boleh. Sudah sangat lama aku rencanakan kematiannya, biarlah aku ikut m4ti jika memang dikehendaki m4ti. Viza, aku sudah sangat lama memendam rasa cintaku kepadamu. Bagaimana mungkin aku merelakanmu dimiliki lelaki lain? Hidupmu hanyalah untukku. Itulah cita-citaku selama ini. Surat kaleng itu kiriman dariku. Tujuanku hanya satu, memberikan kebahagiaan untukmu. Leo telah memberikan informasi akurat untukku bisa menuliskan surat itu. Tentu saja dengan bertukar keuntungan. Aku ijinkan Leo menikahi wanita yang diam-diam dia cintai, yaitu Runa. Aku pun mendapatkan keuntun

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 125

    “Mas Vikram!” Viza menghambur dan memeluk erat suaminya. Tangisnya kembali pecah.Tubuhnya gemetar hebat dalam pelukan sang suami. Ia tak menyangka masih bisa bertemu dengan Vikram setelah mengira sang suami tak akan pernah kembali lagi.Dan kini, Viza bahkan masih bisa memegang suaminya, memeluk pria itu dengan erat.Tak lama Viza merasakan elusan di punggungnya. Deraian air mata Viza semakin deras merasakan elusan lembut itu. Artinya sang suami masih mau menerimanya dengan baik.“Mas, kupikir kita nggak akan ketemu lagi. Kupikir kamu pergi meninggalkan aku. Kamu udah janji mau menjagaku. Aku nggak mau kamu pergi. Kamu harus tepati janjiku.” Viza sesenggukan.“Tidak. Aku tidak pergi. Aku di sini,” lembut Vikram.Hati Viza basah mendengar suara lembut itu.“Mas Vikram masih sayang sama aku kan?” tanya Viza.Tak menjawab, Vikram malah mengerang. “Aaargggkh….”Viza mengernyit. Ia melepas pelukan dan memundurkan wajah, menatap sang suami bingung. “Sakit? Mana yang sakit?”“Punggung dan

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 124

    Viza memegang kepalanya, jantungnya berdetak sangat kencang. Takut sekali. Kemungkinan buruk itu sudah bertengger di kepala Viza. Tangannya gemetar saat menggeser tombol hijau. “Ha haloo…” Suara Viza lirih. “Nyonya, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit sekarang. Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi….” Mendengar kalimat yang diucapkan dokter, Viza sudah tahu sambungannya. Dia menjauhkan hp dari telinga. Menurunkan benda pipih itu ke bawah. Ia tak perlu mendengar sambungan kalimat dari dokter. Dengan langkah gemetar, Viza menuju ke kamar yang dituju. Tubuhnya mendadak terasa dingin. Ia menerobos masuk ke kamar sesaat setelah mendorong pintu. Suster menutup bagian wajah pasien dengan kain. Dokter melepas handscoon dan bersiap hendak keluar kamar. Dokter menunjuk Viza dan berkata, “Anda…” “Istri korban,” lirih Viza menatap sayu. “Maaf, kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi sudah terlalu jauh dari kata selamat. Nyawa suami Anda tidak bisa diselamatkan. Tuhan b

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 123

    “Semua kesalahan masih bisa dimaafkan.” Fairuz berusaha menenangkan putrinya. “Vikram memang kecewa berat sama kamu, tapi pasti dia akan kembali kepadamu. Jangan khawatir ya. Ibu tahu kok bagaimana Vikram. Dia anak yang baik.” “Bagaimana kalau Mas Vikram membatalkan pesta pernikahan kami? Dia pasti nggak peduli meskipun uang milyaran yang dia gunakan untuk pesta pernikahan terbuang sia-sia.” “Nanti bisa kamu bicarakan baik-baik dengannya. Kalau hati Vikram sudah lega, dia pasti bisa diajak bicara secara dewasa kok. Ini hanya karena dia lagi emosi aja.” Viza menghela napas. “Sebenarnya, yang paling aku takutkan itu satu hal, bagaimana kalau rasa sayangnya ke aku jadi hilang gara-gara ini?” “Nggak semudah itu.” Fairuz mengusap punggung tangan putrinya dengan senyum. Perkataan Fairuz berhasil mengurangi sedikit kecemasan Viza. Meski itu hanyalah kata-kata sekedar menghibur saja, atau memang sungguhan pendapat Fairuz benar, yang jelas Viza merasa mendapat support. Brrrt brrrrt…

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 122

    Cekrek cekrek. Kilatan kamera memotret wajahnya dari berbagai sisi dan berbagai gaya pula. Bibir dibikin manyun, dibikin tersenyum, jari membingkai wajah, dan berbagai macam gaya. Viza memilih beberapa gambar dan mengirimkannya ke nomer Vikram. Tak mengapa nakal sedikit sama suami. Halal. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Caption di gambar juga dibikin nakal. ‘Mas gk pingin ketemu nih?’ ‘Aku salah, tapi aku kangen. Gimana dong?’ ‘Maafin aku ya, sayang. Pulang dong. Mau peluk.’ ‘Kalau Mas Vikram di sini, aku lepas semuanya deh.’ Pesan terkirim. Centang dua. Tapi tidak dilihat juga. Lama menunggu, bolak balik mengecek, tetap saja tidak dibaca. Duh, kok jadi cemas ya? *** Viza menggeliat di atas kasur empuk. Kasur ini memang nyaman sekali. Bikin betah berguling bebas di sini. Eh, tunggu dulu. Kok Viza sudah berada di atas kasur? Seingatnya, tadi malam ia ketiduran di kursi dekat jendela. Lalu siapa yang mengangkat badannya ke kasur dan bahkan menyelimuti dengan bed co

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 121

    Gubrak! Viza tersungkur setelah tersandung. Duh, Vikram kali ini lengah, dia tidak menangkap badan Viza. Entah pria itu sedang tidak sigap, atau memang dia sengaja tak mau menangkap badan Viza. Dada Viza yang masih dalam masa perkembangan itu sakit sekali. Kalau suami marah, efeknya Viza jatuh sendiri, bangkit pun sendiri. Tanpa bantuan. Eh, Viza melihat tangan terjulur ke depan wajahnya. Pandangan Viza naik dari telapak tangan menuju ke wajah. Wajah datar Vikram dingin sekali. Viza tersenyum menyambut tangan suaminya. “Terima kasih, Mas.” Meski dibantu dengan muma dingin, namun Viza tetap menunjukkan sikap manis. Viza sedang berusaha melukuhkan hati suaminya, maka jangan putus asa. “Diamlah supaya tidak terjatuh!” titah Vikram kemudian melenggang keluar rumah. Pria itu masih terluhat dingin. “Mas…… Tunggu….!” Viza mengejar Vikram. “Aku minta maaf. Plis, jangan marah! Mas, aku sayang kamu.” Vikram masuk ke mobil. Senyum Viza perlahan lenyap menatap mobil yang kemudian

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 120

    Hening.Beberapa detik benar-benar sunyi.Lalu terdengar suara sepatu melangkah mendekat. Vikram berada tepat di belakang Viza.Caruk leher Viza sempurna meremang. Ia kemudian bangkit berdiri, memutar badan hingga menghadap dengan Vikram. Mereka bertukar pandang.Wajah Vikram tak seperti biasanya. Pria yang selalu terlihat manis dan hangat, kini dingin. Tatapannya pun dingin.“Mas, aku…”“Aku bahkan telah membatalkan meeting dengan dua klien besar untuk makan malam kita di restoran kemarin,” potong Vikram datar. Viza semakin merasa bersalah. Aduh, bagaimana ini? Vikram pasti merasa sangat kecewa. Begitu banyak hal besar telah dia korbankan demi hal kecil bersama dengan keluarga kecilnya, tapi istrinya ini malah memporak-porandakannya.Demi apa Vikram melakukan hal itu? Tentu demi rasa sayangnya pada Viza. Huh, kenapa Viza bisa termakan ucapan si pengirim surat kaleng itu?“Maaf, aku sudah mengacaukan semuanya.” Viza berucap lirih.“Tidak ada bulan madu ke Mesir, tidak ada pesta.”“Ta

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 119

    “Ucapanku ini berlaku jika memang tuduhanmu benar, tapi kenyataannya tuduhanmu ini keliru. Kamu salah paham, Viza.” “Kalau begitu jelaskan dan luruskan dimana letak kesalahpahamanku supaya aku mengerti.” Mones mengusap air mata, tangisnya sudah terhenti. Ia menarik napas untuk menenangkan diri. “Memang benar aku mencintai Vikram sejak lama, aku menyimpan perasaan itu, aku memendamnya karena takut persahabatan kami akan rusak oleh perasaan yang nggak seharusnya. Juga karena aku takut dia akan menjauhiku saat tahu aku mencintainya,” jelas Mones. “Setahuku, Vikram hanya mencintaimu. Dia nggak pernah mencintaiku. Bahkan setelah dia mendengar pengakuanku di restoran waktu itu, bahwa aku mencintainya, responnya sangat datar. Dia bilang supaya aku profesional kerja. Sebab dia sudah beristri.” “Lalu, kartu undangan itu apa?” Viza menunjuk kartu undangan di tangan Mones. “Ini?” Mones mengangkat kartu itu. “Ini adalah salah satu bentuk dan caraku menuangkan rasa cintaku ke Vikram. Ini car

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status