Sementara itu, Attar membawa Cynthia dan Sandra bersembunyi di bangunan terbengkalai. Setelah dibawa pergi para preman kemarin, Attar berniat memakai cara terakhir. Dia tidak memedulikan konsekuensinya lagi dan ingin mencari cara menghubungi orang tua Camila untuk menyelamatkan diri.Namun, Attar dan keluarganya malah dicegat di tengah jalan. Orang yang mencegat mereka bukan hanya bersikap sungkan, tetapi juga membantu mereka membayar utang senilai miliaran di dalam negeri.Attar yang masih belum memahami situasinya memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatakan dirinya punya utang puluhan miliar di luar negeri. Dia meminta orang itu untuk sekalian melunasi semua utangnya. Alhasil, orang itu benar-benar membantunya!Sudah jelas, orang itu sangat kaya. Malam itu, Attar dan keluarganya dibawa ke sebuah vila mewah. Bahkan, orang itu juga memanggil dokter hebat untuk memeriksa kondisi Cynthia.Pelayan di vila melayani mereka seperti majikan. Hanya saja, para bawahan sama sekali tidak menjawa
Sesudah mengakhiri panggilan telepon, Caden kembali ke kamar dengan perasaan bersalah. Anak-anak dan Naomi sudah tidur. Caden duduk di samping tempat tidur sambil mengamati Naomi. Dia merasa panik.Jika Caden mengaku pada Naomi dia sudah menikah dan tidak punya perasaan apa pun kepada istrinya, Naomi pasti percaya. Caden akan mengatakan dia tidak sengaja menutupi pernikahannya. Dia benar-benar lupa. Naomi pasti tidak akan meragukan ucapan Caden.Caden panik karena merasa dirinya sangat ceroboh. Bisa-bisanya dia membuat Naomi menjadi pelakor! Caden pasti kalah jika Keluarga Pangestu membesar-besarkan masalah ini.Apa pun alasannya, Caden sudah punya istri. Namun, dia malah berpacaran dengan Naomi dan punya anak dengannya. Naomi pasti akan dihujat habis-habisan.Caden mengernyit. Dia benar-benar kesal pada dirinya sendiri. Caden mengatakan dia sangat mencintai Naomi, tetapi kecerobohannya malah membuat Naomi menghadapi masalah yang begitu parah. Untung saja masih ada waktu untuk menyeles
Seharusnya Caden pergi karena urusan pekerjaan. Naomi juga tidak curiga dan mengganggu Caden. Dia berniat memberi tahu Caden setelah bercerai. Naomi ingin memberi kejutan kepada Caden!Di sisi lain, Caden baru merasa tenang sesudah pengurus Vila Uwana mengatakan dia sudah berhasil menghubungi wanita itu dan memastikan wanita itu akan datang ke kantor catatan sipil besok pukul 8.30 pagi.Jika pengurus Vila Uwana tidak berhasil menghubungi wanita itu, Caden akan mengutus bawahannya untuk melakukan pencarian masif. Apa pun caranya, besok mereka harus bercerai.Sesampainya di Vila Uwana, Caden langsung mencari akta nikah. Namun, dia tidak menemukannya. Pengurus Vila Uwana menghubungi Naomi lagi untuk menanyakan tentang akta nikah.Naomi yang kebingungan berucap, "Bukannya dia yang menyimpan akta nikah? Aku nggak pernah lihat akta nikahnya."Selama ini, Naomi mengira akta nikah disimpan suaminya. Saat tinggal di Vila Uwana selama 2 tahun, Naomi tidak pernah melihat akta nikah.Pengurus Vila
Status istri sah Caden sangat tinggi. Siapa pun yang menjadi istrinya adalah wanita paling bermartabat di lingkaran sosial keluarga kaya. Dia adalah istri dari presdir Grup Pangestu dan nyonya dari Keluarga Pangestu yang berpengaruh. Bagaimanapun, Caden adalah orang terkaya di kota ini!Attar, Sandra, dan Cynthia merasa putus asa. Bisa-bisanya mereka menyerahkan posisi ini kepada Naomi! Apa Naomi pantas menjadi istri Caden?Kalau tahu pria yang menikah dengan Cynthia adalah Caden, mereka tidak akan menolak biarpun dia cacat. Namun, jelas-jelas Caden tidak cacat.Beberapa hari yang lalu, mereka baru bertemu. Postur tubuh Caden sangat bagus. Dia juga tampan dan karismatik, banyak wanita yang tergila-gila padanya!Hanya saja, mereka malah menyerahkan pria hebat seperti ini kepada Naomi. Cynthia langsung menangis dan berujar, "Bu, Caden itu milikku! Dia bukan milik Naomi sialan itu ...."Sandra juga merasa sakit hati. Namun, sebelum Cynthia menyelesaikan ucapannya, Sandra langsung menutup
Attar berucap, "Pasti bisa! Bagaimanapun, dulu Keluarga Pangestu nggak mementingkan status keluarga kita waktu pilih kamu. Tapi, karena tanggal lahirmu, itu senjata andalanmu. Kalau rencana kita berhasil, besok kamu juga bisa jadi istri Caden!"Mendengar ucapan Attar, Sandra dan Cynthia sangat antusias, seolah-olah Cynthia sudah benar-benar menjadi istri Caden. Attar menambahkan, "Kalau begitu, besok kita ...."Keluarga Tandi dan Keluarga Pangestu memang terlihat seperti bersekutu, tetapi sebenarnya mereka punya tujuan masing-masing. Kedua belah pihak sangat menantikan acara besok. Keluarga Pangestu dan Keluarga Tandi berharap tujuan mereka bisa tercapai.Banyak orang yang tidak bisa tidur malam ini karena terlalu antusias, begitu pula Naomi dan Caden. Mereka bukan menantikan acara besok, melainkan perceraian besok pagi.Keesokan harinya, Naomi hendak menelepon pengurus Vila Uwana pada pukul 5 subuh. Dia takut suaminya berubah pikiran lagi dan tidak mau bercerai. Jadi, Naomi ingin mene
Namun, pintu masuk kantor catatan sipil belum dibuka. Pintunya rusak sehingga staf sedang memperbaikinya. Segerombolan orang yang datang terpaksa menunggu di luar. Orang-orang yang menikah dan bercerai dibagi menjadi 2 barisan.Caden tidak turun dari mobil. Dia berniat menyuruh pengurus Vila Uwana untuk menghubungi istrinya. Tiba-tiba, dia melihat Naomi.Naomi sedang berdiri di barisan sambil memandang ke arah pintu. Jantung Caden berdegup kencang, kenapa Naomi datang ke kantor catatan sipil? Apa dia mau bercerai? Jadi, ini kejutan yang dikatakan Naomi?Caden sangat antusias. Ini memang kejutan besar untuknya! Hanya saja, kebetulan mereka bercerai di hari yang sama.Caden merasa kurang pantas jika dirinya bertemu dengan Naomi sekarang. Dia hanya duduk di mobil sembari diam-diam mengamati Naomi. Caden ingin melihat suami Naomi.Tak lama kemudian, seorang pria yang gerak-geriknya tampak mencurigakan menghampiri Naomi dan berbicara dengannya.Caden mengernyit, apa ini suaminya Naomi? Kena
Caden mengabaikan tatapan orang-orang kepadanya. Dia menghampiri Tony dengan ekspresi muram dan bertanya, "Mana Cynthia?"Tony mengenakan pakaian tradisional. Dia yang duduk di kursi roda sedang berbincang dengan sekelompok senior. Tony tampak bersemangat dan gembira.Melihat Caden yang marah, Tony tersenyum seraya menyahut, "Cynthia lagi istirahat di lantai atas. Dia merasa canggung turun ke lantai bawah karena kamu belum datang. Bagaimanapun, Cynthia nggak kenal orang-orang di sini."Caden tahu Tony yang merencanakan semua ini. Dia melirik Tony seraya berucap dengan dingin, "Setelah hari ini, aku akan menarik kembali semua saham milikmu."Selesai bicara, Caden berjalan ke lift. Mendengar ucapan Caden, ekspresi Tony berubah drastis. Hatinya terasa sakit.Tony paling mengutamakan kekuasaan. Saham yang dimilikinya sekarang adalah modal terakhir. Jika Tony kehilangan semua saham ini, dia pasti celaka.Melvin menghibur, "Pak Tony, jangan khawatir, saham ada di tanganmu. Asalkan kamu nggak
Para tamu terus berkomentar."Astaga, kembar empat! Semuanya sangat tampan! Aku benar-benar iri, pantas saja belakangan ini suamiku terus desak anakku lahirkan cucu untuknya. Aku juga mau cucu.""Tapi, kudengar selain Rayden, 3 anak yang lain dibesarkan Naomi. Dia cuma wanita biasa, tapi dia pandai merawat anak-anaknya sehingga mereka terlihat begitu berkelas.""Harus diakui Naomi memang pandai merawat anak-anaknya."Mendengar ucapan orang-orang itu, anggota Keluarga Pangestu merasa tidak senang. Salah satu dari mereka mengomentari, "Mereka beruntung mewarisi gen Keluarga Pangestu makanya begitu tampan. Apa hubungannya dengan Naomi?"Orang-orang terdiam. Mereka diam-diam membatin, 'Keturunan Keluarga Pangestu sangat banyak. Tapi, nggak semua punya tampang yang menonjol seperti keempat anak ini.'Naomi hanya fokus kepada anak-anaknya. Dia sama sekali tidak mendengarkan komentar orang-orang. Naomi buru-buru menghampiri anak-anaknya.Hayden dan Jayden menghambur ke pelukan Naomi sembari m
“Sudah dipanggil Hayden. Ayo, bangun!”Caden tidak membuka matanya. Dia masih merasa malas. “Tidur sebentar lagi.”Naomi mencubit pipi Caden dengan kuat. “Tidur kepalamu! Anak-anak sudah bangun semuanya. Kita malah masih malas-malasan. Apa kamu nggak merasa malu?”Caden pun tersenyum, tapi dia masih tidak membuka matanya.“Nggak malu. Siapa juga yang menetapkan setelah jadi orang tua, kita mesti bangun lebih pagi daripada anak-anak?”“Dasar nggak tahu malu. Ayo, cepat bangun! Kalau kamu nggak bangun lagi, aku marah, nih!”Caden mengangkat kelopak matanya. Meski dia masih kelihatan mengantuk, dia tetap kelihatan tampan bagai pemeran utama di dalam komik saja. “Ciuman pagi hari!”Naomi menggigit dagu Caden. “Selamat … pagi!”Caden pun tersenyum, lalu mengangkat dagu Naomi dan menciumnya dengan kuat. Tatapan Caden ketika menatap Naomi penuh dengan rasa manja. “Selamat pagi.”Naomi menjulingkan matanya, lalu mengesampingkan selimutnya untuk pergi membasuh tubuhnya.Semalam Caden memang sud
Caden tidak berani mengatakan telah terjadi sesuatu karena Camila mengantar makanan. Sebab, semua itu juga diatur oleh Caden.Reputasi Dylan di luar sana sangat buruk. Sikap Naomi terhadapnya juga sangat jelas. Naomi memang menganggap Dylan sebagai teman. Namun jika membahas soal hubungan asmara, Naomi pun merasa risi.Seandainya Naomi sampai mengetahui Keluarga Hermanto salah paham dengan maksud Camila mengantar makanan untuk Dylan. Sepertinya Naomi akan menyalahkannya?Jadi, alangkah bagusnya Caden berlagak tidak mengetahui masalah Dylan dan Camila.Caden mengalihkan topik pembicaraan. “Kamu nggak usah khawatirin Dylan. Dengar dari Steven, besok kalian mau main ski?”“Emm, anak-anak juga ingin main ski. Papa dan Mama juga tertarik. Jadi, aku berencana untuk pergi main ski besok.”“Nggak ajak aku?” Naomi bertanya kembali, “Bukannya kamu nggak ada waktu?”“Kata siapa aku nggak ada waktu?”Naomi mengedipkan matanya sembari menunjukkan ekspresi terkejut. “Apa kamu ada waktu?”Ketika mel
“Aku sudah baca di internet. Kabar itu sudah viral.”“Ha!” Caden merasa gembira. “Anika itu memang ibu kandungnya Leon!”Pria mana yang akan mengekspos hal memalukan seperti ini? Para pria pasti akan memilih untuk merahasiakannya. Anika malah mengeksposnya!Tanpa perlu berpikir panjang, setelah Leon siuman nanti, dia pasti akan murka!Naomi mengambil ponsel di atas nakas, lalu memperlihatkannya kepada Caden. “Coba kamu lihat, berita Camila dan Leon terus muncul di laman pencarian Instagram-ku. Ada juga berita Dylan!”Setelah Leon diantar ke rumah sakit, Anika mendengar kabar bahwa organ vital putranya sudah hilang. Dia langsung jatuh duduk di koridor rumah sakit dan menangis histeris!Anika mengutuk Camila secara terang-terangan, juga menuduh bahwa Camila telah mengebiri “aset berharga” Leon!Tujuannya adalah untuk mengungkap kejahatan Camila dan mengajak seluruh warganet untuk ikut mengecamnya. Namun, setelah video Anika yang penuh ratapan dan tangisan diunggah ke internet, reaksi war
Caden menggigit bibirnya. Terlintas rasa bangga dan juga benci di dalam tatapannya!Orang tuanya benar-benar telah dikorbankan dalam virus generasi ke-8! Mereka bisa gugur juga demi menyelamatkan orang-orang! Caden pun merasa bangga atas kontribusi mereka!Pada saat yang sama, Caden juga merasa sangat gusar lantaran kekuatan dari luar yang berusaha untuk mencelakai kami!Setelah meninggalkan rumah Wesley, Caden berdiri di depan pintu menatap ke sisi kamera, lalu berkata, “Kalau ada yang menginginkan virus generasi ke-8, cari aku. Kita ngomong secara langsung!”Ucapan itu Caden tujukan kepada orang misterius. Dia tahu orang misterius sedang mengawasi Wesley.Setelah sekian lama bertahan, kini saatnya untuk beraksi!Caden tidak akan membunuh sosok misterius itu, tetapi juga akan menghancurkan markas mereka! Siapa pun yang merugikan negara ini wajib mati!Caden melangkah keluar dari gedung apartemen. Di samping mobil, Andrew sedang bersandar dengan santai.Ketika melihat ekspresinya yang
Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang
Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.
Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d
Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A
Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa