Share

Bab 60

Penulis: Erlina
Baru saja Leon pergi, ketiga bocah kecil pun bangun.

Jayden melihat jam di atas nakas. Dia langsung merasa kaget. “Astaga! Sudah jam 10-an. Celaka! Celaka! Mama dan Mama Tiara pasti sudah kelaparan.”

Tanpa mengulur waktu, Jayden langsung mengesampingkan selimutnya, kemudian berlari ke luar dengan mengenakan piama.

Hayden juga ikut terbangun. Beberapa saat kemudian, Jayden kembali ke kamar, lalu berkata kepada mereka, “Mama dan Mama Tiara sudah selesai sarapan. Ada Paman yang antar sarapan buat kita.”

Begitu mendengar, Braden dan Hayden serentak berseru, “Paman?”

“Aku juga nggak kenal.”

Tanpa menggosok gigi, Braden dan Jayden langsung berlari keluar kamar untuk bertanya pada Naomi. Tiba-tiba muncul seorang pria di sisi ibu mereka yang polos itu. Tentu saja mereka mesti menanyakannya.

Naomi menjelaskan dengan tersenyum, “Dia itu suaminya dari mama angkat kalian yang satu lagi. Dia itu juga kakak tingkat Mama. Dia tahu kita datang ke Kota Jawhar, makanya dia datang untuk mengunjungi Mama
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Tasya Fika
kakean ribet
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
semoga mereka bertemu kembali...dn dengan anak² juga
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 61

    Saat menerima pesan dari Vila Uwana, Naomi masih sedang di mal. Dia pun merasa sangat emosi.Apa maksudnya akan bercerai pada waktunya? Jangan-jangan suaminya itu tidak ingin bercerai?Sialan! Betapa inginnya Naomi memaki saat ini. Ketika Naomi tiba di Mal Goldana, dia baru kepikiran untuk menelepon ke Vila Uwana. Dia ingin bertanya masalah perceraian. Saat ini, Naomi baru menyadari ternyata dia telah memasukkan nomor telepon Vila Uwana ke dalam daftar hitam.Naomi bergegas mengeluarkan nomor tersebut dari dalam daftar hitam. Kemudian, dia pun menelepon.Saat mengetahui ternyata sang suami sempat menghubunginya semalam, bahkan mengajak untuk ketemuan, Naomi sungguh merasa bersemangat. Namun, siapa sangka kondisi akan berubah.Naomi juga tidak tahu apakah suaminya marah atau tidak lantaran tidak bisa menghubunginya semalam. Setahu Naomi, sekarang dia sedang merasa sangat marah terhadap dirinya sendiri!Seandainya Naomi mengangkat panggilan itu semalam, bukannya dia sudah resmi untuk be

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 62

    Beberapa wanita mulai mendekat. Mereka semua menatap Naomi dan Jayden dengan tatapan tidak bersahabat.“Mereka orangnya?”Jayden merasa takut. Sekujur tubuhnya mulai gemetar, tetapi dia masih bisa-bisanya berkata, “Jangan tindas mamaku!”Para wanita melipat lengan di depan dada sembari mengamati Jayden. Mereka sungguh takjub ketika melihatnya. Jika Jayden masuk ke dunia hiburan, dia pasti akan menjadi bintang kecil yang sangat populer.Wajah Jayden berbeda dengan Braden maupun Hayden. Wibawa mereka juga tidak sama sedikit pun.Semuanya memang adalah anak imut. Namun, Braden dan Hayden kelihatan lebih gagah, sedangkan Jayden kelihatan lebih lemah lembut.Setelah melihat paras indah Jayden, wanita itu baru berkata dengan galak, “Anak kecil awas sana! Jangan sampai aku menamparmu!”Jayden ketakutan hingga tidak berani bernapas. Hanya saja, dia masih tidak mundur. Jayden memang penakut, tetapi dia ingin melindungi ibunya.Ibu adalah orang yang paling disukai Jayden. Dia tidak akan mengizin

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 63

    Naomi memaki, lalu membungkukkan tubuhnya untuk memungut ponselnya. Baru saja ponsel berhasil diambilnya, tiba-tiba rambutnya malah dijambak.“Padahal kami belum turun tangan, kamu malah turun tangan duluan. Kamu memang minta diberi pelajaran! Dasar wanita jalang!” Para wanita itu memaki sembari hendak memukulnya.Kali ini, Naomi kelihatan sangat emosi. Seandainya bukan karena takut memperbesar masalah, dia pasti sudah menusuk mereka semua dengan jarumnya!Naomi menginjak ujung sepatu wanita yang menjambaknya tadi. Wanita itu langsung melepaskan tangannya, lalu menjerit, “Sakit, sakit, sakit! Kakiku … huhuhu ….”Meskipun tidak menggunakan jarum, wanita-wanita ini juga bukan tandingan Naomi. Konon katanya, seorang wanita yang sudah menjadi ibu akan menjadi lebih kuat lagi. Sejak Naomi melahirkan anak, dia bukanlah sosok wanita lemah yang bisa disiksa orang-orang.Apalagi Naomi pernah tinggal bertahun-tahun di dalam pegunungan. Setiap harinya Naomi mesti melakukan pekerjaan kasar seperti

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 64

    “Kamu … Kamu ….” “Aku peringatkan kalian. Lebih baik kalian jangan memancing kesabaran seorang ibu. Siapa yang berani menyentuh anakku. Aku akan habisi kalian semua!” Kali ini, Naomi tidak bisa menahan amarahnya lagi!Tidak masalah apabila para wanita itu datang untuk bertengkar maupun berkelahi dengan Naomi. Namun, anak adalah batas kesabarannya!Para wanita itu juga telah menyadari betapa kuatnya Naomi. Tidak ada yang berani maju lagi, malah beralih mendesak Susan.“Susan, cepat telepon Pak Dylan lagi. Biar Pak Dylan saja yang beri pelajaran kepadanya. Sepertinya dia memang sudah bosan hidup, dia malah berani pukul kamu!”“Iya, cepat panggil Pak Dylan kemari.”Susan menggigit gigi bawahnya, lalu membelalaki Naomi sekilas. Dia kembali mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dylan.Panggilan terhubung. Susan langsung menangis. “Dylan, aku dipukul! Kamu cepat kemari. Huhuhu ….”Kening Naomi langsung berkerut. Dia yakin pria yang ditelepon Susan pasti memiliki latar belakang yang tidak

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 65

    Tak lama kemudian, Fiona pun bergegas kemari. Tadi dia sedang memilih pakaian untuk Calvin. Ketika mendengar Naomi juga berada di mal, apalagi sedang ditindas, dia pun bergegas mencari Naomi.“Bu Naomi.” Tiba-tiba terdengar suara familier dari belakang. Naomi memalingkan kepalanya, lalu tampak sosok Fiona.“Bu Fiona?”Fiona merasa kaget.“Ternyata benar kamu ada di sini. Tadi aku merasa punggung wanita ini mirip sama kamu. Aku kira aku salah lihat. Kamu … apa yang terjadi denganmu?”Naomi merasa agak canggung. “Ada sedikit masalah dengan mereka.”Kening Fiona seketika berkerut. Dia menatap Susan dan yang lain dengan kesal. Dari semua orang di tempat, hanya Susan saja yang mengetahui identitas Fiona. Dia pun merasa kaget hingga sekujur tubuhnya gemetar.Wanita-wanita lainnya tidak mengenali Fiona. Mereka hanya merasa Fiona berasal dari keluarga kaya saja. Berhubung mereka merasa Susan memiliki Dylan sebagai sandaran, ada yang menjerit, “Kenapa? Apa kamu itu datang untuk membantu wanita

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 66

    Begitu Susan bersuara, air mata langsung mengalir. Hatinya sungguh terasa penat.Dylan segera berlari ke sisi Susan. Hanya saja … belum sempat dia berjalan ke sisi Susan, langkah kakinya dihentikan oleh jeritan Fiona. “Berhenti!”Kali ini, Dylan baru menyadari kakak kandungnya juga sedang berada di tempat. Dia terbengong sejenak, lalu segera tersenyum padanya.“Kak, kenapa kamu juga ada di sini?”“Kamu jelaskan dulu sama aku. Ada apa dengan wanita ini?”Dylan langsung mengakuinya. “Dia kekasihku.”“Kekasihmu? Apa otakmu rusak? Atau kamu sudah menyumbang bola matamu? Kamu malah menerima sembarang wanita sebagai pacarmu? Memangnya kamu itu tempat penampungan sampah?”“Ergh … ada apa ini? Kita bisa bicarakan baik-baik. Kenapa malah emosi? Jangan marah-marah, nggak bagus buat kesehatan. Nanti Kakak malah cepat tua.”“Tutup mulutmu! Kalau Papa dan Mama ada di sini, aku jamin mereka pasti akan mati dibuat emosi olehmu! Kriteria untuk menjadi menantu Keluarga Hermanto bukan dilihat dari latar

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 67

    Dylan memalingkan kepalanya melihat ke sisi Susan dan yang lain. Dia masih menyipitkan matanya, menunjukkan sikap lugu dan temperamen bagusnya. Namun, aura di sekitarnya mulai terasa dingin!Susan dan teman-temannya merasa sangat kaget dan takut hingga tubuh mereka terasa gemetar.Tatapan Dylan tertuju pada diri Susan. Nada bicaranya tergolong lembut. “Coba kamu jelaskan. Kalau kamu nggak bersalah, meskipun aku dipukul kakakku sampai mati, aku pasti akan melindungimu. Tapi, jangan sampai kamu berbohong.”Susan tetap tidak mengakui perbuatannya. “Dia yang lagi berbohong. Jelas-jelas anaknya yang dorong anak kakakku. Dia nggak bersedia untuk minta maaf, makanya aku minta penjelasan dari dia. Aku juga nggak sangka dia bakal segalak ini. Dia ….”“Pasti ada kamera CCTV di sini. Kita lihat rekaman CCTV saja,” sela Naomi lantaran tidak ingin melihat sandiwaranya lagi.Usai mendengar, Susan seketika merasa gemetar. Dia pun berkata “Aku juga dengar semua ini dari kakakku. Kak, coba kamu jelaska

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 68

    Di lantai bawah, Fiona menyuruh orang untuk membubarkan orang-orang yang berkerumun. Kemudian, dia mencari tempat yang lebih sepi untuk mengobrol dengan Naomi. Dia benar-benar menganggap Naomi sebagai penyelamat dan juga sahabatnya!“Keluarga Hermanto dan Keluarga Himawan tergolong berkedudukan di Kota Jawhar. Kelak kalau kamu bertemu masalah lagi, kamu bisa beri tahu aku. Aku akan bantu kamu untuk selesaikan masalahmu!”“Baik, terima kasih, ya.”“Kamu nggak usah bersikap sungkan sama aku. Kamu sudah berkali-kali membantu Calvin, bahkan nggak bersedia untuk menerima imbalan. Kami akan merasa lebih nyaman jika bisa membantumu.”Ketika mengungkit masalah ini, Naomi juga merasa sangat tidak berdaya. Dia membantu Calvin benar-benar bukan demi imbalan. Waktu itu, Rowen malah memberinya selembar cek yang bernilai 2 miliar. Nominal itu sungguh mengejutkan Naomi!Seandainya mereka memberi uang 5 atau 10 juta sebagai tanda terima kasih, mungkin Naomi masih akan menerimanya lantaran memikirkan k

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1310

    Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1309

    Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1308

    Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1307

    Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1306

    Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1305

    Camila segera menjelaskan, “Kami berdua cuma teman saja. Belakangan ini karena masalah Leon, Dylan sudah banyak membantuku. Aku sungguh berterima kasih sama dia. Tadi dia dipukul sama Paman Kevin, kami sangat khawatir sama kondisi dia.”“Kata Pak Caden, Dylan nggak makan makanan pemberian dia dan Bibi. Jadi, dia suruh aku ke sini. Maksud Pak Caden, seharusnya Dylan bakal segan untuk menolak niat baikku. Aku datang dengan bawa anggur merah. Maksudku, aku ingin bujuk dia untuk makan sedikit. Alhasil, kami malah mengobrol, lalu … minum koleksi alkohol Kakek ….”“Kemudian, kamu dan Paman Kevin ke dalam. Aku lihat ada Bu Dahlia dan Bu Keiza juga. Aku takut mereka akan salah paham dan menyebar gosip nggak benar di luar sana, makanya aku memilih untuk bersembunyi.”Ketika melihat Lyana masih ragu dengan omongannya, Camila pun menegaskan, “Aku dan Dylan cuma teman saja. Kami nggak ada hubungan lain.”Pelayan datang dengan membawa mantel. Lyana pun membungkus tubuh Camila. “Emm, kamu nggak usah

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1304

    Camila bertukar pandang dengan orang tua Dylan. Jantungnya berdetak kencang ….Inilah yang dinamakan canggung!Canggung sekali!Camila sudah tidak bisa bersembunyi lagi. Dia hanya ingin menggebuki Dylan saja. Hanya saja, sekarang orang tua Dylan sedang berada di tempat!Jelas sekali Dylan mengkhianati Camila demi melindungi pengawalnya! Tadi Dylan sengaja memberi tahu gosip Edward dan Levon demi mengusir orang tua mereka berdua, guna untuk mengkhianati Camila!Amarah di hati Camila seketika membeludak. Sebelum menuruni ranjang, dia menggertakkan giginya sembari mengentakkan kakinya. Dia diam-diam sedang meluapkan rasa penat di hatinya.Barang yang diletakkan di atas nakas pun ditendang Camila hingga jatuh! Suara keras terdengar. Kemudian, barang itu bergelinding ke kolong ranjang.Dylan tahu apa itu. Kedua matanya spontan terbelalak lebar!Saat ini, kepala Camila masih kliyengan. Dia sama sekali tidak tahu apa yang telah ditendangnya. Dia juga tidak peduli, diam-diam membelalaki Dylan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1303

    Kevin tidak sepenuhnya percaya. “Siapa yang ambilkan alkohol itu buat kamu?”“Aku sendiri!”“Bohong! Apa kamu masih bisa berdiri! Jujur, siapa orang di luar sana yang ambilkan buat kamu?” Kevin mencurigai pengawal.Dylan tidak ingin pengawal di luar sana terkena hukuman. Dia masih saja bersikeras berkata, “Aku ambil sendiri!”“Kalau begitu, coba kamu ambilkan sebotol lagi sekarang!”“Nggak … nggak ada lagi alkohol di sana.”“Ada lagi di tempat kakek buyutmu! Berdiri! Ambillah!”Dylan masih saja berbohong. “Aku nggak mau berdiri!”Apa Dylan bisa berdiri? Kalau dia berdiri, bukannya keberadaan Camila akan terbongkar?Raut wajah Kevin menjadi muram. “Kamu nggak mau berdiri, ‘kan? Oke! Kamu kira aku nggak punya cara untuk beri pelajaran kepadamu!”“Kalau kamu nggak berdiri, aku akan hukum semua pengawal di luar sana! Aku juga penasaran, kira-kira siapa yang mengabaikan ucapanku!”“Kamu ….” Dylan menggertakkan giginya.Hubungan di dalam Keluarga Hermanto sangat bagus. Majikan sangat sayang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1302

    Dylan kesakitan hingga matanya terbelalak lebar. Dia langsung menjerit, “Sakit!”Suasana di dalam aula hening dalam seketika. Amarah di hati Kevin sembari membara lagi.“Sakit kepalamu! Apa aku memukulmu! Kamu masih berjarak beberapa meter dariku! Apa kamu mau fitnah aku? Kalau aku nggak habisi kamu hari ini, aku akan panggil kamu sebagai ayahku!”Tangisan Lyana semakin kencang lagi. “Pukul! Pukul saja! Coba saja kalau kamu pukul dia! Aku akan cerai sama kamu. Huhuhu ….”Dahlia dan Keiza juga segera membujuk, “Kevin, kamu tenangkan dirimu. Sewaktu ayahmu masih hidup dulu, dia paling sayang sama cucunya. Semua alkohol itu memang koleksi kesayangan ayahmu, tapi alkohol itu juga bukan diminum oleh orang luar!”“Iya, dia pasti nggak bakal marah karena alkohol itu dihabiskan cucu kandungnya sendiri.”Namun, amarah di hati Dylan masih belum reda. “Dia masih belum menikah. Dia nggak pantas untuk minum alkohol itu! Semua itu bukan disimpan untuk dia, tapi untuk istrinya!”Semakin gaduh suasana

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status