Pada pukul 4 sore, Naomi, Braden, dan Hayden tiba di sebuah kafe. Leon sudah menunggu di dalam. Dia mengenakan setelan jas yang dipadukan dengan kemeja. Meskipun wajahnya terlihat agak lesu, matanya malah berbinar dan dia terlihat seperti seorang pemuda yang riang.Leon memiliki penampilan yang terkesan jujur dan wajah yang tampan. Orang yang tidak memahaminya tidak akan menyangka di balik penampilannya yang jujur dan tampan itu, tersembunyi hati yang sangat busuk dan kejam.Naomi diam-diam mengepalkan tangan dan berjalan ke arah Leon dengan terburu-buru. Braden dan Hayden juga mengikutinya berjalan ke sisi Leon, lalu menyapa dengan berpura-pura ramah, “Halo, Paman Leon.”Leon melirik wajah kedua bocah yang mirip dengan Caden itu dengan agak dingin. Dia tidak akan membesarkan anak Caden. Setelah dirinya bersama Naomi, mereka akan memiliki anak mereka sendiri. Dia akan menyingkirkan anak-anak Caden dengan baik. Di dunia ini, hanya dia yang layak menghamili Naomi. Pria lainnya tidak laya
Naomi sedih lagi! Setelah beberapa saat, Naomi baru berjalan keluar dari rumah sakit. Matanya terlihat merah dan bengkak.“Mama!”“Mama nggak apa-apa. Jangan khawatir. Kalian main saja.”Setelah menenangkan Braden dan Hayden, Naomi kembali ke tempat duduk dan lanjut berbincang dengan Leon.“Yang di dalam video itu Camila. Kali ini, itu benar-benar Camila!”“Emm, aku juga merasa begitu. Kamu jangan terlalu sedih. Masalahnya belum mencapai titik terburuk. Meski sudah disiksa, Camila masih hidup.”Naomi menarik napas dalam-dalam, lalu bertanya, “Kalau nggak lapor polisi, gimana kita bisa tolong Camila?”“Aku punya pemikiran seperti ini. Demi keselamatan Camila, sebaiknya kita jangan lapor polisi dulu dan lakukan perintah penculik. Habis Camila diselamatkan, kita baru lapor polisi.”Naomi mengangguk dan menjawab, “Benar, keselamatan Camila itu yang paling penting. Apa yang diminta penculik?”“Mereka mau uang, juga mau pusaka Keluarga Nandara.”“Berapa banyak uang yang mereka minta?”“Sepu
Setelah kembali ke Vila Maison, Naomi langsung melemparkan diri ke pelukan Caden dan menangis.“Aku sudah melihat Camila! Camila yang asli! Aku yakin 100% ... orang di video itu memang Camila!”“Aku tahu. Aku juga sudah melihatnya. Ini hal yang baik. Dia benar-benar masih hidup.”“Tapi, dia terluka. Lagian, tatapannya juga penuh rasa takut. Dia pasti sudah disiksa. Dia ... dia pasti menderita banget.”Caden memeluk Naomi sambil menghibur, “Kita sudah makin dekat dengannya. Percayalah padaku, kita pasti bisa segera menyelamatkannya.”Naomi menyeka air mata dan berkata, “Leon ingin memanfaatkannya untuk menipu uangmu.”“Aku punya uangnya dan bisa kasih ke dia kapan pun itu. Kamu nggak usah khawatir.”Naomi segera menjawab, “Itu uang kita! Atas dasar apa kita harus kasih ke dia! Aku lagi mikir cara gimana kita bisa selamatkan Camila tanpa kasih dia uangnya.”Caden berujar dengan lembut, “Kamu nggak usah khawatir soal cara menolong orang. Aku punya caranya.”Naomi menghela napas. Dia kuran
“Ingat! Kamu cuma boleh bawa uangnya keluar rumah sendiri! Kalau ada orang lainnya, kami akan langsung habisi Camila! Bu Naomi, demi keselamatan sahabatmu, sebaiknya kamu turuti perintah kami. Kami lagi mengawasimu!”Seusai berbicara, orang itu langsung memutuskan sambungan telepon.Naomi masih berada dalam keadaan terkejut ketika Leon menelepon. Leon bertanya dengan panik, “Naomi, penculiknya sudah hubungi kamu?”“Dia baru putuskan sambungan teleponnya. Ada apa ini sebenarnya?”Leon menjawab, “Penculiknya sudah tahu kita ketemu sore ini. Dia takut kamu lapor polisi, juga takut kamu kasih tahu Pak Caden, makanya dia sengaja memberimu peringatan. Mereka tahu Pak Caden sulit dihadapi dan takut Pak Caden terlibat.”Naomi berusaha untuk menenangkan diri, lalu berkata dengan kening berkerut, “Mereka suruh aku mencarimu.”“Emm. Aku lagi pergi ambil pusaka Keluarga Nandara sesuai perintah mereka. Habis itu, aku akan menjemputmu.”“Kamu mau jemput aku ke mana?”“Aku juga nggak tahu, mereka ngg
Setelah menelepon beberapa orang, Caden kembali ke sisi Naomi dan menghiburnya, “Jangan khawatir. Leon nggak akan bisa kabur, sedangkan Camila juga nggak akan kenapa-napa. Aku sudah atur semuanya.”Naomi yang baru memutuskan sambungan telepon Leon bertanya dengan panik, “Gimana ini sekarang? Aku benar-benar harus pergi cari Leon dengan bawa uangnya?”“Nggak usah. Waktu dia telepon kamu nanti, kamu temui saja dia di rumah sakit.”Naomi bertanya dengan bingung, “Rumah sakit?”“Emm. Braden, Hayden, nanti kalian temani Mama ke rumah sakit. Rayden, kamu hubungi Kakek Surendra dan yang lain ....”Baru saja Caden selesai mengatur segalanya, Leon pun menelepon Naomi. Dia berkata dengan suara berat, “Naomi, untuk sementara, aku nggak bisa ke mana-mana.”Naomi tanpa sadar melirik Caden, sedangkan Caden mengisyaratkannya untuk tidak gugup. Dia menenangkan diri, lalu bertanya, “Kamu kenapa?”“Aku terluka. Sekarang, aku lagi dalam perjalanan ke rumah sakit.”“Hah? Kok kamu bisa terluka?”“Baru saja
Hayden juga menambahkan, “Papaku itu orang paling hebat di seluruh dunia! Cuma papaku yang bisa selamatkan Mama Camila! Papaku boleh terlibat secara diam-diam!”Naomi bertanya, “Gimana kalau kita biarkan Caden mencobanya? Kakimu sudah terluka. Kamu harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa saat. Selama Camila masih di tangan penculik, aku nggak bisa tenang. Lagian, aku rasa yang dibilang anak-anak juga masuk akal. Caden sangat hebat. Dia pasti punya cara untuk selamatkan Camila.”Begitu mendengar ucapan Naomi, Leon langsung merasa tidak senang. Dia sangat ingin memberi tahu Naomi bahwa di dunia ini, hanya dia seorang yang bisa menyelamatkan Camila. Tidak ada gunanya Naomi bergantung pada Caden. Camila ada di tangannya sehingga Caden tidak mungkin bisa menemukan Camila.Leon mengembuskan napas panjang. “Demi keselamatan Camila, sebaiknya jangan biarkan Caden ikut campur. Naomi, tenang saja. Aku pasti selamatkan Camila! Kamu boleh percaya padaku.”“Tapi, kamu sudah terluka. Gimana kamu
Pada pukul 10 malam, ponsel Caden berbunyi. Itu adalah telepon dari Dylan. Semua orang langsung menoleh ke arah Caden dengan tegang.Caden menjawab, “Gimana?”“Aku sudah berhasil menyelamatkannya. Tapi, keadaannya agak labil, kayak sudah alami semacam trauma.”“Cepat bawa dia ke rumah sakit! Robbin lagi tunggu di rumah sakit. Aku sudah aturkan semuanya.”“Oke! Sampai jumpa di rumah sakit!”Setelah memutuskan sambungan telepon, Caden menatap Naomi dan berseru, “Camila sudah aman!”Naomi langsung meneteskan air mata. Seluruh tubuhnya juga gemetar hebat. “Ayo ke rumah sakit! Cepat!”...Ketika Naomi dan yang lain tiba di rumah sakit, Robbin baru saja selesai memeriksa Camila secara menyeluruh. Camila meringkuk di sudut kamar pasien dan terlihat sangat ketakutan. Seorang perawat muda yang cantik sedang menghiburnya.Nancy terlebih dahulu menerjang masuk ke kamar pasien. Begitu melihat keadaan putrinya, hatinya langsung hancur.“Camila!”Begitu mendengar suara ibunya, Camila langsung mendon
Meskipun tidak tahu jelas apa yang sudah terjadi, Leon bisa menebak bahwa hal ini pasti berkaitan dengan Caden. Dia masih berani datang karena tahu tidak ada bukti yang menunjuknya sebagai pelaku atas insiden Camila ini.Dylan memicingkan matanya dan menyapa, “Leon, jangan bengong lagi! Cepat jenguk istrimu! Kamu bahkan nggak bisa jaga istrimu dengan baik! Dasar pecundang!”Leon mengernyit sejenak, lalu berjalan masuk ke kamar pasien. Di dalam kamar pasien, Naomi dan Tiara sedang memperkenalkan diri mereka kepada Camila.“Camila, aku ini Tiara. Kamu nggak ingat lagi sama aku dan Naomi?”Camila mengerutkan keningnya dan menatap kedua wanita itu dengan hati-hati. Saat menyaksikan hal ini, Leon sama sekali tidak terkejut. Dia sudah memastikan dari awal bahwa Camila telah melupakan banyak hal dan orang. Selain orang tuanya dan Leon, Camila tidak mengingat siapa pun lagi.Leon memanggilnya dengan berlinang air mata, “Camila!”Semua orang pun menoleh ke arah Leon.Begitu melihat Leon, Camil
Ketika melihat Caden, Naomi terbengong sejenak. “Suamiku?”Caden melihat Naomi telah membuka matanya. Dia pun membalas dengan suara serak, “Emm, apa aku sudah membangunkanmu?”Naomi seperti tidak sedang mendengar saja. Dia mengusap wajah Caden. “Kamu memang suamiku. Aku memimpikanmu lagi.”Sambil berbicara, Naomi mendekati bibir Caden untuk menciumnya. Kemudian, dia tersenyum, seolah-olah telah mendapat keuntungan saja.Selesai mencium, Naomi memejamkan matanya, lalu memasukkan Caden ke dalam pelukannya. “Kupeluk.”Jakun Caden tidak berhenti bergerak. Dia memeluk Naomi dengan patuh.Naomi mencari posisi yang nyaman di dalam pelukan Caden, lalu mulai ketiduran.Caden terdiam membisu. Dia mengira Naomi sudah sadar, ternyata dia sedang mimpi.Caden berusaha untuk bersabar lagi, tidak menggoda Naomi. Dia memeluk Naomi yang sudah memejamkan matanya, lalu tidur bersamanya.Keesokan paginya.Setelah Naomi bangun, belum sempat dia meregangkan tubuhnya, dia pun menyadari ada yang aneh. Ada sese
Yang Caden pedulikan, yang sangat Caden pedulikan ….Orang yang sangat dipedulikan Caden sangatlah sedikit. Selain Naomi dan anak-anak yang muncul belakangan, orang tuanya yang sudah meninggal dini, Steven, dan Andrew, masih ada dia!Dylan, cuma dia saja!Namun sepertinya ada yang aneh. Dirinya mencurigai Dylan adalah orang misterius. Tidak mungkin dia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Caden!Namun, siapa lagi kalau bukan dia?Caden tidak kepikiran lagi!Pada saat ini, kepala Caden berdengung. Dia tidak bisa berpikir dengan kepala dingin. Ketika melihat video yang ditinggalkan orang tuanya, Caden pun merasa kesal dan marah! Ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman!Pada saat ini, Caden semakin kesal lagi dengan adanya telepon dari orang misterius!Rasa benci Caden terhadap orang misterius sudah memuncak. Dia ingin sekali langsung pergi ke hadapan orang misterius, lalu bertarung dengannya! Namun ketika kepikiran dengan akhirnya, Cade
Menyuruh Steven mengatasi masalah ini juga demi melindungi mereka.Steven memahami maksud Caden. Dia pun mengangguk. “Kamu pergi dengan tenang. Serahkan masalah di sini kepadaku!”Selesai membereskan barang, Caden mengenakan jaketnya, lalu berkata dengan raut dingin, “Setelah aku pergi, kamu langsung atur pengawal untuk beraksi. Berapa pun bukan masalah. Habisi mereka semua!”“Emm! Jaga dirimu!”Baru saja Caden pergi, Steven pun menerima panggilan dari pengawal. “Kak Steven, sudah terjadi sesuatu dengan Dinala. Seorang pria yang bernama Lojel mengancamnya dengan menggunakan adiknya. Sekarang dia sedang diinterogasi.”Kening Steven berkerut. “Apa Dinala terluka?”“Dia diculik oleh komplotan Lojel.”Amarah Steven meluap. “Bagaimana kalian mengawasinya?”Pengawal merasa tidak berdaya. “Lojel adalah temannya Dinala. Dia langsung pergi ke rumah Dinala. Kita juga nggak berhasil mewaspadainya, juga nggak berani bertindak gegabah.”Kening Steven berkerut. “Sekarang aku ke sana. Kalian cari kes
“Kak Caden, aku curiga ada pengkhianat dalam tim penjemputan! Pengkhianat itu diam-diam menghubungi Paman Darman dan juga Bibi Wanda, sedangkan Paman Darman dan Bibi Wanda nggak tahu mereka adalah pengkhianat. Mereka bertemu secara diam-diam, lalu memberikan virus palsu kepada mereka.”“Sementara, pengkhianat itu nggak tahu kalau virus itu palsu. Setelah mendapatkannya, mereka segera mengutus orang untuk membunuh Paman Darman dan Bibi Wanda! Saat menyadari virus itu palsu, Paman Darman dan Bibi Wanda sudah meninggal. Mereka sama sekali nggak bisa mencari tahu keberadaan virus asli. Jadi, mereka hanya bisa memfokuskan perhatian ke dirimu!”Steven mengepal erat tangannya sembari menganalisis dengan sangat gusar.Kening Caden berkerut. Raut wajahnya sangat muram. Sekeliling terasa dingin!Steven juga sudah mengerti. Dia juga semakin paham lagi. Tanpa perlu curiga lagi, kenyataan memang seperti itu!Tim yang ditugaskan untuk menjemput Darman dan Wanda saat itu tidak seperti yang dikatakan
“Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a
Rekaman video lanjut diputar ….Darman menenangkan Wanda, lalu mulai menceritakan soal asal mula virus generasi ke-8.“Waktu itu karena tekanan Keluarga Pangestu, aku dan mamamu nggak memiliki tempat untuk tinggal di dalam negeri. Jadi, kami terpaksa memilih untuk menetap di luar negeri. Dari rekomendasi teman kami, kami pun datang ke Kota Karl.”“Kota Karl terletak di area pinggiran kota, yang jauh dari keributan pusat kota. Tempat itu tenang, pemandangan di tempat juga indah. Hawa seni sangat kental di sana. Kehidupan, pendidikan, dan pengobatan di sana tergolong sangat bagus.”“Lagi pula, kebanyakan penduduk Kota Karl adalah orang dari Negara Carika. Tempat itu sangat cocok dengan kami. Jadi, aku dan mamamu memutuskan untuk menetap di sana! Orang yang merekomendasi kami kemari adalah orang dari Negara Amuriko, namanya Nirman. Dia adalah teman yang Papa kenal saat sekolah.”“Dia memang berasal dari Negara Amuriko, tapi Papa berharap kamu bisa mengingatnya! Karena dia adalah orang yan
Hanya saja, setidaknya ayah dan ibu akan selalu menemani Caden, setidaknya ada yang mencintainya. Namun setelah mereka meninggal, bahkan tidak ada yang mencintai putranya lagi ….Jadi, mereka baru merasa bersalah dan bersedih! Pada saat yang sama, mereka juga merasa sangat khawatir akan disalahkan oleh putra mereka!Steven sangat emosional. Air mata sudah membasahi wajahnya.Darman dan Wanda adalah pahlawan, pantas untuk mendapat ucapan terima kasih dari semua orang. Namun, bagaimana dengan Caden? Dia adalah putranya seorang pahlawan. Dia juga sudah dikorbankan! Justru karena orang tuanya sudah berkorban, dia baru melewati hidupnya dengan begitu menderita. Saat usianya masih kecil, dia mesti menanggung semuanya sendiri, tanpa ada satu pun yang mencintainya ….Video masih diputar. Caden menekan tombol jeda dengan mata memerah. Dia mengambil rokok dan mancis, berjalan keluar untuk merokok sebatang demi sebatang.Video 20 tahun silam ini membangkitkan rasa rindu Caden terhadap orang tuany
Darman menepuk-nepuk pundak Wanda dengan perlahan, lalu menatap ke kamera dengan mata memerah. “Caden, mungkin ini rekaman video terakhir yang Papa dan Mama tinggalkan buat kamu. Ada yang mau kami sampaikan di sini, tepatnya berhubungan dengan rahasia virus generasi ke-8! Caden, kamu mesti ingat, Papa dan Mama mencintaimu, sangat amat mencintaimu! Kami mencintaimu untuk selamanya!”“Kamu adalah buah dari percintaan kami, darah daging kami, dan juga orang yang paling kami cintai di dunia ini! Karena virus ini, kami mengambil risiko untuk mengorbankan nyawa kami. Tapi semua itu nggak berarti kami akan mencampakkanmu. Kami lagi melindungimu, melindungi sebangsa kita!”“Kalau kamu bisa melihat rekaman ini, kamu pasti sudah mengetahui betapa berbahayanya virus generasi ke-8! Ada yang ingin mencelakai kita! Mereka ingin menggunakan dengan senjata biologis untuk mengendalikan kita!”“Kalau sampai virus generasi ke-8 sampai tersebar, negara dan semua penduduk negara kita akan lenyap atau menj
Ketika melihat tulisan familier sang ibu, hati Caden terasa lara. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya, lalu mencoba untuk memasukkan kata sandi sekali. Salah!Caden mencoba sekali lagi. Hasilnya tetap salah!Steven merasa agak panik. “Kak Caden ….”Wanda telah berpesan hanya boleh memasukkan kata sandi sebanyak 5 kali. Tidak mungkin dia hanya sedang menakuti orang-orang saja.Waktu itu, Wanda dan Darman mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencuri sampel dan mengantarnya kembali ke negara.Mereka juga bukan bermaksud untuk merusaknya, melainkan demi menyerahkannya kepada penelitian ilmiah di Negara Carika.Menghancurkan sampel itu tidak berarti sama sekali. Pihak luar negeri juga akan kembali meneliti sampel yang baru. Jadi, hanya dengan peneliti Negara Carika menemukan penawar untuk mengatasi virus itu, bahaya baru akan diatasi.Namun, demi berjaga-jaga, Wanda dan Darman tetap mengambil tindakan pencegahan, yaitu dengan memasang bom di dalam kotak!Jika diperlukan, mereka lebih memi