Share

Bab 106

Author: Erlina
Naomi bertanya dengan terkejut, “Kamu punya cara? Cara apa?”

Braden menjawab, “Berhubung dia gampang marah dan nggak suka berinteraksi dengan orang asing, Mama jangan muncul di hadapannya lagi. Mama biarkan saja dia tahu Mama itu orang baik dan nggak akan melukainya. Setelah dia punya kesan baik terhadap Mama, Mama baru dekati dia lagi.”

Naomi berpikir sejenak dan merasa kata-kata Braden masuk akal. Hanya saja ....

“Kalau nggak bertemu dengannya, bagaimana Mama bisa membuatnya tahu Mama ini orang baik?”

“Mama bantu saja dia secara diam-diam atau berinisiatif untuk tunjukkan niat baik. Contohnya, Mama bisa buatkan makanan kesukaannya atau belikan mainan kesukaannya, lalu suruh keluarganya untuk memberikannya padanya.”

“Tapi, aku nggak tahu apa makanan atau mainan favoritnya. Menurut cerita keluarganya, dia sama sekali nggak tertarik pada apa pun selain hal-hal yang berhubungan dengan mamanya.”

“Nggak apa-apa. Dengan menunjukkan niat baik, dia akan tahu Mama nggak punya niat buruk terhad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
braden hebat...
goodnovel comment avatar
sikimunigar1990
masa aneh , sii Naomi gak kangen rayden, kan Uda tau itu anaknya juga
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 107

    Naomi tersenyum makin lebar. Putranya ini benar-benar pengertian. Naomi mencubit pipi Braden dengan penuh kasih sayang sambil berkata, “Kamu itu anak yang paling tampan di dunia. Kalau memang mau, kamu pasti bisa populer dan jadi bintang cilik top dalam negeri kapan saja.”“Tapi, menjaga kalian adalah tanggung jawab dan kewajiban Mama. Berhubung sudah melahirkan kalian, Mama pasti akan membesarkan kalian dengan baik. Jangan khawatir, meski keadaan kita saat ini kurang bagus, Mama akan bekerja keras. Kelak, kita pasti bisa hidup lebih baik.”Memberikan kehidupan yang baik kepada ketiga anaknya merupakan impian terbesar Naomi.Braden diam-diam menghela napas dalam hati. Kenapa ingin memberikan uang kepada ibunya begitu sulit? Ibunya yang polos ini sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk melakukannya.“Kenapa ekspresimu begitu? Apa kamu nggak percaya sama Mama?”Braden buru-buru menggeleng dan menjawab, “Bukan. Dalam hati kami, Mama itu seorang pahlawan wanita! Mama sangat hebat da

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 108

    Pada saat yang sama, di Kompleks Sunia.Caden sedang duduk di sisi tempat tidur dan berbicara dengan Rayden.“Apa kamu nggak suka sama Bibi tadi pagi?”“Nggak suka!”“Tapi, dia itu orang yang direkomendasikan Paman Robbin. Demi mencarinya, Paman Robbin sudah menghabiskan banyak energi. Kamu juga tahu Paman Robbin sangat menyayangimu .... Demi Paman Robbin, apa kamu bisa membiarkannya datang lagi dan menjagamu selama beberapa hari?”“Nggak bisa!”“Kalau kamu mengusirnya dengan begitu saja, Paman Robbin akan sedih.”Rayden menatap Caden dengan kening berkerut dan bertanya, “Yang akan sedih itu Paman Robbin atau kamu?”“Hmm?”“Dia itu orang yang dicari Paman Robbin atau kamu?”Caden pun terdiam. Kemudian, Rayden tiba-tiba bertanya lagi, “Kamu menyukainya?”Caden menjawab dengan ekspresi muram, “Nggak!”“Kalau begitu, kenapa kamu bersikap begitu baik terhadapnya?”“Aku bersikap baik terhadapnya?”“Pagi ini, kamu juga mengantarnya turun. Bibi Jessica itu penyelamatku, tapi kamu nggak pernah

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 109

    Keesokan harinya.Pada pukul 5 dini hari, ponsel Caden tiba-tiba berdering dan membangunkannya. Dia mengambil ponsel dari meja samping tempat tidur dengan kening berkerut. Awalnya, dia mengira ada masalah pekerjaan yang mendesak. Setelah melirik layar ponsel, dia baru tahu bahwa yang menelepon ternyata adalah Naomi. Seluruh rasa kantuknya pun seketika sirna.Caden duduk bersandar di kepala tempat tidur, lalu menatap layar ponselnya dengan bingung untuk sesaat. Apa Naomi salah menelepon?Saat Caden merasa bingung, ponselnya pun berhenti berdering, tetapi segera berdering lagi pada detik berikutnya ....Berhubung Naomi menelepon lagi, itu berarti Naomi bukan salah menelepon. Caden pun mengerutkan keningnya dan menjawab telepon. Sebelum dia sempat berbicara, Naomi sudah terlebih dahulu berkata, “Turun dulu.”“Hmm?”“Aku suruh kamu turun dulu. Aku ada di bawah rumahmu.”“Buat apa kamu datang ke rumahku?”“Turun dulu. Jangan sampai ketahuan Rayden.”Caden pun terdiam, lalu turun dari tempat

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 110

    Apa maksud dari menunjukkan niat baik? Apa bedanya itu dengan merayunya? Apa yang ingin dilakukan wanita itu?Caden yang benaknya dipenuhi berbagai macam pertanyaan kembali ke rumah dan membuka kotak makan itu. Aroma yang lezat langsung menyerbak keluar. Ada 2 macam masakan, telur dadar, 6 buah pangsit, dan seporsi bubur biji-bijian dalam kotak makan itu. Sarapan ini terlihat sangat menyelerakan.Setelah ragu sejenak, Caden pun mencicipinya karena ingin mengetahui apakah makanannya beracun. Setelah yakin makanannya tidak beracun, nafsu makannya malah bertambah. Tanpa terasa, dia pun menghabiskan setengah bagian sarapan itu. Jika tidak berhenti makan tepat waktu, dia mungkin juga akan menghabiskan bagian Rayden.Berhubung waktunya masih belum menunjukkan pukul 6, Caden pun duduk menengadah dan menatap ke langit-langit. Seluruh benaknya dipenuhi oleh Naomi dan apa yang diinginkannya.Tepat pada pukul 6 pagi, Rayden bangun dan keluar dari kamar untuk menggosok gigi. Caden sudah menyiapkan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 111

    Perasaan Caden sangat campur aduk. Dia merasa gembira, tetapi juga menyesal. Dia gembira karena Rayden akhirnya tertarik pada hal lain selain ibunya. Berhubung Rayden meminta tambahan makan, itu berarti dia menyukai makanan itu. Sayangnya, Caden tidak dapat memuaskan Rayden.Namun, secara keseluruhan, Rayden yang menyukai masakan Naomi adalah hal bagus. Caden pun buru-buru menyuruh Yahya untuk datang menjaga Rayden dan segera keluar....Di sisi lain, Naomi baru mengantarkan kepergian ketiga putranya. Mereka akan sarapan di TK sehingga sudah mengikuti Tiara keluar dari pagi.Selama membersihkan rumah, Naomi tidak berhenti melirik ponselnya. Dia sangat ingin menelepon Caden dan bertanya apakah Rayden menyukai masakannya. Namun, dia juga khawatir Caden sedang bersama Rayden dan rahasia mereka akan terbongkar jika dia menelepon Caden. Jadi, dia hanya bisa menunggu dengan cemas.“Kring!” Ponsel Naomi tiba-tiba berdering.Begitu memikirkan bahwa itu mungkin adalah telepon dari Caden, Naomi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 112

    Naomi diseret kedua pria itu ke dalam bangunan setengah jadi itu. Di dalam, ada beberapa pria lain yang sedang menunggu mereka. Begitu melihat Naomi, para pria itu langsung tersenyum licik dan berkata, “Hehe. Untung kita terima tugas ini! Wanita ini benar-benar cantik! Aku bahkan bersedia membayar untuk menidurinya.”“Dada dan bokongnya penuh banget! Sial! Dia benar-benar sempurna!”“Malik, buka ikatannya. Nggak seru kalau dia nggak bisa gerak. Kalau dia bisa meronta dan berteriak, aku akan lebih bernafsu.”Naomi langsung ketakutan. Dia tidak mengenal orang-orang ini, tetapi mereka jelas berniat jahat. Begitu dibebaskan, dia langsung menendang preman bernama Malik itu dan berlari keluar. Namun, sebelum berlari jauh, ada orang yang sudah menjambak rambutnya. Dia diseret ke sisi tangki air dan dilempar masuk ke tangki air itu.“Sialan! Beraninya kamu memukulku. Kamu mungkin nggak akan takut kalau nggak dikasih pelajaran dulu!”“Umph! Umph!”Air dalam tangki sangat dingin. Naomi merasa s

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 113

    Melihat ekspresi terkejut Naomi, Susan mengira Naomi takut. Dia pun mengulangi ucapannya dengan angkuh, “Caden Pangestu!”Naomi menatap Susan dengan terkejut untuk sesaat, lalu bertanya, “Apa hubunganmu dengan Caden?”“Apa hubungannya itu denganmu? Intinya, hubungan kami lebih dekat daripada hubunganmu dengannya.”Naomi tidak membantah kata-kata itu. Dia bertanya, “Caden yang menyuruhmu mencelakaiku?”Susan mengerutkan keningnya, tetapi tidak berani langsung mengakuinya. Sebab, orang yang mencarinya bukanlah Caden ....“Kamu nggak usah tahu begitu banyak. Intinya, nggak akan ada yang bisa menyelamatkanmu hari ini! Ini adalah akibat dari menyinggungku!” Seusai berbicara, Susan menatap sekelompok preman itu dan berkata, “Kalian sudah boleh mulai. Selama nggak timbulkan korban jiwa, aku bisa menjamin keselamatan kalian. Oh iya, jangan lupa rekam tampangnya dengan jelas. Kalau suatu hari video itu perlu dirilis, orang-orang juga bisa ikut menikmatinya.”Para preman itu tertawa dan menjawa

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 114

    Naomi yang seluruh tubuhnya gemetar hebat berseru, “Kamu akan dapat balasan! Cepat atau lambat, kamu akan dapat balasan!”Caden memelototi Naomi dengan ekspresi yang sangat suram. Dia jelas-jelas sudah menyelamatkan Naomi, tetapi Naomi malah menampar, memaki, dan mengutuknya. Selain itu, ini sudah yang kedua kalinya Naomi menamparnya.Memangnya Naomi berhak menamparnya dengan sesuka hatinya? Dari mana datangnya nyali Naomi?Caden mengira Naomi masih berada dalam keadan syok. Dia pun menahan amarahnya dan berkata, “Jangan nggak tahu diuntung! Aku datang untuk menyelamatkanmu!”“Menyelamatkanku? Cih! Kamu menyelamatkanku?” Naomi menangis sambil tertawa dan terlihat bagaikan orang tidak waras. Dia berseru, “Siapa yang memintamu untuk menyelamatkanku? Aku nggak butuh bantuanmu! Gara-gara kamu, kehidupanku baru menjadi begitu kacau. Kamu mau menyelamatkanku? Apa kamu kira aku akan berterima kasih padamu karena kamu menyelamatkanku?”“Kamu ....”“Kamu nggak akan bisa bayar utangmu padaku me

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1472

    “Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1471

    Rekaman video lanjut diputar ….Darman menenangkan Wanda, lalu mulai menceritakan soal asal mula virus generasi ke-8.“Waktu itu karena tekanan Keluarga Pangestu, aku dan mamamu nggak memiliki tempat untuk tinggal di dalam negeri. Jadi, kami terpaksa memilih untuk menetap di luar negeri. Dari rekomendasi teman kami, kami pun datang ke Kota Karl.”“Kota Karl terletak di area pinggiran kota, yang jauh dari keributan pusat kota. Tempat itu tenang, pemandangan di tempat juga indah. Hawa seni sangat kental di sana. Kehidupan, pendidikan, dan pengobatan di sana tergolong sangat bagus.”“Lagi pula, kebanyakan penduduk Kota Karl adalah orang dari Negara Carika. Tempat itu sangat cocok dengan kami. Jadi, aku dan mamamu memutuskan untuk menetap di sana! Orang yang merekomendasi kami kemari adalah orang dari Negara Amuriko, namanya Nirman. Dia adalah teman yang Papa kenal saat sekolah.”“Dia memang berasal dari Negara Amuriko, tapi Papa berharap kamu bisa mengingatnya! Karena dia adalah orang yan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1470

    Hanya saja, setidaknya ayah dan ibu akan selalu menemani Caden, setidaknya ada yang mencintainya. Namun setelah mereka meninggal, bahkan tidak ada yang mencintai putranya lagi ….Jadi, mereka baru merasa bersalah dan bersedih! Pada saat yang sama, mereka juga merasa sangat khawatir akan disalahkan oleh putra mereka!Steven sangat emosional. Air mata sudah membasahi wajahnya.Darman dan Wanda adalah pahlawan, pantas untuk mendapat ucapan terima kasih dari semua orang. Namun, bagaimana dengan Caden? Dia adalah putranya seorang pahlawan. Dia juga sudah dikorbankan! Justru karena orang tuanya sudah berkorban, dia baru melewati hidupnya dengan begitu menderita. Saat usianya masih kecil, dia mesti menanggung semuanya sendiri, tanpa ada satu pun yang mencintainya ….Video masih diputar. Caden menekan tombol jeda dengan mata memerah. Dia mengambil rokok dan mancis, berjalan keluar untuk merokok sebatang demi sebatang.Video 20 tahun silam ini membangkitkan rasa rindu Caden terhadap orang tuany

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1469

    Darman menepuk-nepuk pundak Wanda dengan perlahan, lalu menatap ke kamera dengan mata memerah. “Caden, mungkin ini rekaman video terakhir yang Papa dan Mama tinggalkan buat kamu. Ada yang mau kami sampaikan di sini, tepatnya berhubungan dengan rahasia virus generasi ke-8! Caden, kamu mesti ingat, Papa dan Mama mencintaimu, sangat amat mencintaimu! Kami mencintaimu untuk selamanya!”“Kamu adalah buah dari percintaan kami, darah daging kami, dan juga orang yang paling kami cintai di dunia ini! Karena virus ini, kami mengambil risiko untuk mengorbankan nyawa kami. Tapi semua itu nggak berarti kami akan mencampakkanmu. Kami lagi melindungimu, melindungi sebangsa kita!”“Kalau kamu bisa melihat rekaman ini, kamu pasti sudah mengetahui betapa berbahayanya virus generasi ke-8! Ada yang ingin mencelakai kita! Mereka ingin menggunakan dengan senjata biologis untuk mengendalikan kita!”“Kalau sampai virus generasi ke-8 sampai tersebar, negara dan semua penduduk negara kita akan lenyap atau menj

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1468

    Ketika melihat tulisan familier sang ibu, hati Caden terasa lara. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya, lalu mencoba untuk memasukkan kata sandi sekali. Salah!Caden mencoba sekali lagi. Hasilnya tetap salah!Steven merasa agak panik. “Kak Caden ….”Wanda telah berpesan hanya boleh memasukkan kata sandi sebanyak 5 kali. Tidak mungkin dia hanya sedang menakuti orang-orang saja.Waktu itu, Wanda dan Darman mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencuri sampel dan mengantarnya kembali ke negara.Mereka juga bukan bermaksud untuk merusaknya, melainkan demi menyerahkannya kepada penelitian ilmiah di Negara Carika.Menghancurkan sampel itu tidak berarti sama sekali. Pihak luar negeri juga akan kembali meneliti sampel yang baru. Jadi, hanya dengan peneliti Negara Carika menemukan penawar untuk mengatasi virus itu, bahaya baru akan diatasi.Namun, demi berjaga-jaga, Wanda dan Darman tetap mengambil tindakan pencegahan, yaitu dengan memasang bom di dalam kotak!Jika diperlukan, mereka lebih memi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1467

    Bawahan yang berdiri di samping pria itu berkata, “Dia adalah juara pertama dalam tinju di pasar gelap tahun ini. Tapi di hadapan ikan itu, dia bahkan nggak bisa bertahan lebih dari 1 menit. Ikan itu semakin ganas saja.”Pria itu menggeleng, lalu berkata, “Masalahnya makanannya terlalu lemah. Kalau aku melempar Caden ke dalam, yang mati pasti ikan itu.”Anak buahnya segera menanggapi, “Tentu saja, dia nggak bisa dibandingkan dengan Pak Caden.”Pria itu mendesah dan berkata dengan nada penuh harapan, “Cepat atau lambat, aku akan menangkap Caden dan melemparkannya ke dalam. Kalian akan melihat sendiri betapa mendebarkan pertandingan yang sebenarnya!”Setelah berkata demikian, si pria berbalik dan meninggalkan ruangan, berjalan ke luar. Di luar sana terbentang lautan luas sejauh mata memandang!Pria itu duduk bersandar di atas kursi rotan sembari menikmati sinar matahari dengan wajah menghadap ke laut.Anak buahnya, yang tahu diri, berdiri agak jauh di belakangnya, tidak berani mendekat

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1466

    Lojel lanjut bertanya, “Beberapa hari ini kamu cukup dekat dengan pria yang terluka itu. Apa dia nggak mencari tahu sesuatu dari kamu?”Dinala menjawab, “Dia lagi cari tahu teknik melatih elang dan juga makanan enak di sekitar.”Lojel berucap, “Hanya itu saja?”Langkah kaki Dinala berhenti. Dia menatap Lojel dengan tidak gembira. “Menurutmu, apa yang akan mereka tanyakan sama aku?”Bibir Lojel bergerak. Dia pun berkata dengan tersenyum, “Aku kira dia akan mencari tahu sesuatu yang berharga.”Dinala berkata, “Elang itu sangat berharga bagiku! Dia sudah mencari tahu soal itu!”Lojel mengangguk. “Oh.”Dinala mengusirnya. “Kamu jangan ikuti aku lagi. Aku mau pulang untuk menjaga adikku.”Lojel segera mengangguk. “Oke, sampai jumpa.”Dinala tidak menghiraukannya. Lojel melihat bayangan punggung Dinala dengan kening berkerut.Dinala menyadari ada tatapan tidak bersahabat di belakang tubuhnya. Keningnya berkerut. Dia pun tidak menoleh. Dia pergi ke rumah tetangga, lalu memanggil Diaz untuk pu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1465

    Sesosok bayangan tubuh melintas dengan cepat. Dinala hanya dapat melihat ujung pakaiannya saja. Hati Dinala terasa tegang. Dia segera berlari untuk memeriksa. Orang itu pun melompat dari tembok ke sebelah!Kening Dinala berkerut dan menjerit, “Ada maling! Bibi, ada yang manjat tembok masuk ke rumahmu. Coba kamu lihat!”Saat para warga mendengar kemasukan maling, semuanya langsung berbondong-bondong berlari ke sana.Dari tembok, dapat terdengar suara jerit marah wanita dan juga suara gonggong anjing, juga ada suara memelas pengampunan yang familier.Dinala segera berlari ke sebelah. Tadinya dia mengira orang yang bersembunyi itu adalah orang yang datang demi barang itu! Siapa sangka ternyata adalah temannya sendiri, Lojel! Dia adalah pemuda yang dipanggil ke klinik semalam untuk mengobati luka Steven.Lojel berjongkok di samping tembok, lalu melihat Dinala dengan sangat tidak berdaya. “Dinala, kenapa kamu malah sembarangan menjerit, dari mana ada maling!”Kening Dinala berkerut. Tadi di

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1464

    Dinala tidak perlu melayani orang gila, malah akan memiliki bala bantuan. Apa pun ceritanya, hidupnya akan lebih bagus daripada sekarang. Apalagi mereka telah menjaga virus generasi ke-8 selama bertahun-tahun, mereka juga sudah berjasa!Tidak peduli terhadap negara ataupun hubungan Darman dengan mereka, sudah seharusnya Caden menjaga Dinala dan si Gila di kemudian hari.Steven mengerti maksud Caden, hanya saja dia tidak mengerti bahwa ….“Kenapa aku yang tanggung jawab, bukan kamu?”Caden berkata, “Aku nggak leluasa.”Steven merasa bingung. “Apa maksudnya nggak leluasa?”Caden mengangkat kelopak matanya melirik Steven sekilas. Di benaknya terlintas ucapan Hayden. Hayden mengatakan Dinala adalah kakak perempuan ….Tadi Caden juga telah memperhatikannya, memang mirip!Sekarang Caden sudah memiliki istri, tidak leluasa dalam menjaga seorang gadis! Caden menggerakkan bibirnya, tetapi tidak menjelaskan. Bagaimanapun, hal itu adalah privasi Dinala. Caden tidak bisa membongkarnya. “Kalau aku

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status