Share

Kehamilan Ammara

Author: mamaDF
last update Last Updated: 2022-08-03 16:40:20

Ammara yang sudah tidak tahan akhirnya, menjambak rambut si wanita dan menariknya hingga terjatuh ke bawah tempat tidur, Fandi yang tahu kekuatan istrinya mencoba melerai sang istri.

Ammara yang sudah dipuncak emosinya melihat sang suami melerainya dan mencoba melindungi selingkuhannya, langsung membanting sang suami ke lantai. Hingga sang suami meringis kesakitan karena kuatnya bantingan sang istri,

“Lari Vira, kamu nggak akan kuat ngelawan dia” ujar Fandi menyuruh selingkuhannya untuk pergi

“tapi mas, kamu gimana?” tanya selingkuhannya yang hanya memakai pakaian haram.

“yang penting sekarang kamu lari dulu jangan hiraukan aku” ucapnya sambil terus meringis kesakitan.

Sedangkan OB yang dari mengikuti Ammar terpelongo melihat kekuatan Ammara dan kepandaian bela dirinya.

Dia ingin membantu tapi dia juga takut kalau dibanting seperti suaminya. OB itu akhirnya memilih menonton dan merekam kejadian tersebut. Sambil tersenyum melihat keberanian dan kekuatan Ammara.

Melihat selingkuhan suaminya berlari keluar, Ammara pun mengejarnya, namun tidak dapat, karena suaminya menahan kakinya. Ammara yang sudah diselimuti amarah akhirnya berteriak sekuat tenaga, entah orang-orang yang berada di kamar lain mendengar atau tidak, Ammara tidak peduli. Setelah berteriak sekuat tenaga Ammara pun terduduk di lantai kamar hotel, bersama sang suami yang meringis kesakitan.

Sedang si OB pergi keluar kamar untuk meneruskan pekerjaannya, membiarkan Ammara dan sang suami berada di dalam kamar berdua.

Ammara yang sudah tidak bisa berkata-kata, akhirnya pergi dari kamar itu dan meninggalkan suaminya sendirian di dalam kamar tersebut.

Dengan pakaian yang sudah tak menentu, dia berjalan menuju lift dan bersandar pada dinding, tanpa menekan tombol untuk masuk ke dalam lift. Dia tidak tau berapa lama dia sudah berdiri di depan lift, dan untungnya ada seseorang yang ingin juga ke lobi menekan tombol lift, dan Ammara pun ikut masuk ke dalam lalu pulang ke apartemen dalam keadaan yang sudah tidak karuan. Dia tidak peduli apa pendapat orang tentang dirinya, dan dia terus berjalan kaki hingga sampai ke apartemen miliknya.

**

Ammara di Jakarta hanya lah anak rantau, dia tidak memiliki keluarga di sini, yang dia punya hanya lah suaminya yang sudah mengkhianatinya.

Dia ingin curhat, tapi tidak tahu kepada siapa dia akan bercerita, dan dia sendiri tidak mau membebani pikiran ibunya yang berada di kampung. Dia hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang malang,

Ketika ingin keluar hotel tadi, dia berharap suminya mengejar dia kembali, sambil memohon ampun dan meminta maaf, tapi itu tidak dilakukan oleh suaminya, entah di mana dia sekarang. Ammara pun tidak tahu, dia sudah kehilangan akal.

Di dalam apartemen Ammara mengacak-ngacak semua barang milik suaminya yang dia lihat, dia tidak peduli entah barang itu atau mahal atau tidak. Yang dia tahu, dia hanya ingin melampiaskan kekesalannya barang-barang suaminya.

Kadang dia menangis melihat barang-barang milik suaminya, dan kadang juga tersenyum karena banyak kenangan juga yang sudah mereka lalui bersama

**

Sudah seminggu sejak kejadian perselingkuhan itu Fandi lakukan, dia tidak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan Ammara, mungkin karena takut akan kemarahan sang istri.

Sedangkan Ammara yang sudah reda emosinya mencoba untuk menenangkan diri dengan sedikit latihan silat, di dalam apartemennya. Penampilan Ammara sudah terlihat lebih baik dari pada waktu pulang dari menggerebek suminya. Tapi apartemennya masih sangat berantakan. HP nya saja tidak tahu ada di mana dia letakkan. Untungnya dia punya HP cadangan yang bisa ia pergunakan untuk menelpon HP nya yang satu lagi. Tapi HP tersebut sudah tidak aktif, entah sudah berapa lama dia tak memperdulikan HP nya. Melihat rumahnya yang sangat kacau karena ulahnya sendiri, malah menambah rasa marahnya terhadap sang suami.

Malam itu matanya tidak mau terlelap, seakan ketika menutup matanya, dia melihat suaminya sedang bercinta dengan selingkuhannya itu, membuat dirinya jijik. Melihat rumahnya berantakan dia akhirnya memilih membersihkan rumahnya dari pada tidur, dan ketika membersihkan rumah dia menemukan HP nya di bawah lemari TV yang ada di ruang tamu, dalam keadaan mati. Ammara pun segera mengambil mengenai HP nya tersebut. Hingga pukul tiga pagi Ammara baru bisa  menutup matanya karena lelah.

Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, Ammara yang baru terbangun, merasakan mual yang luar biasa, dan segera pergi ke kamar mandi. Entah berapa kali dia bolak balik ke kamar mandi dari bangun tidur tadi karena mual yang di rasakannya. Dia berpikir itu mungkin asam lambungnya yang naik, karena beberapa hari ini makannya memang tidak teratur, kadang satu hari dia hanya makan mi instan. Kadang dia pesan makanan dari luar memakai jasa ojol, dan makanan itu pun tidak dihabiskannya.

Karena Ammara mengira itu hanya asam lambung, dia mencari obat di dalam kotak P3K di rumah mencari obat untuk asam lambung, setelah meminumnya pun tetap tidak ada perubahan. Ammara yang melihat HP nya tergeletak di atas meja TV sambil dicas segera mengambil HP nya dan menghidupkannya.

Seketika langsung notifikasi tidak berhenti masuk di dalam HP nya. Dia tidak tahu apa yang terjadi, kenapa ada begitu banyak notifikasi masuk ke dalam HP nya.

Dia pun membuka satu persatu notifikasi yang masuk, ada yang chat dari WA, dan ada yang mentag nya di i*******m. Semua orang menanyakan hal sama.

WA Alisa : [Apakah kamu baik-baik saja amm? ]

WA Naura : [are you ok now amm? ] tanyanya dalam bahasa Inggris.

WA Sri : [ lihat videonya sekarang amm, kamu wanita hebat ]

Setelah membuka video tautan yang kirim oleh Sri akhirnya Ammara kaget bukan main, dia melihat video dirinya yang sedang menggerebek suaminya tengah viral di akun-akun gosip medsos. Dengan caption semangat mbaknya, kami mendukungmu 100%. Tim istri sah.

Dan Ammara pun melihat komentar-komentar yang mendukung dirinya.

@sa*** [ hajar aja mbak lelaki kayak gitu ]

@a_*** [orang kayak gitu memang pantas mendapatkan nya mbak, sikat ]

@m*** [ lihat selingkuhannya lari, ih cemen ]

@k*** [ semangat mbak kami tim istri sah ]

Bahkan lebih banyak lagi komentar-komentar yang dia lihat di akun gossip i*******m tersebut. Ammara hanya bisa terdiam, sekarang dia sudah membuat nama suaminya jelek, walau bagaimanapun, dia adalah orang yang paling dicintainya. Walaupun sekarang rasa itu hanya tinggal 45 % saja untuknya.

Dan dia baru teringat setelah membaca komentar-komentar tersebut, dia ingin mengecek aplikasi kalender kesuburan miliknya. Dan benar saja, Ammara sudah telat datang bulan selama dua minggu.

Dalam hatinya berkecamuk, apa yang akan dia lakukan sekarang dalam keadaan seperti ini. Untuk meyakinkan dirinya, akhirnya Ammara memutuskan untuk membeli testpack di apotik lantai dasar apartemennya.

“Mbak saya mau testpack nya 3 dong?” ujar Ammara yang penampilannya acak-acakan

“ini yang paling murah harganya lima ribu, dan yang paling mahal harganya lima puluh ribu mbak, yang paling mahal ini, ada dua merk? Silahkan mbak maunya yang mana?” ujar karyawan apotik menjelaskan

“saya mau yang paling ini satu, dua lagi yang paling mahal, tapi beda merk”

“Baik mbak, jadi totalnya seratus lima ribu rupiah”

Ammara pun langsung memberikan uang tersebut kepada kasir dan langsung kembali menuju apartemennya.

Di dalam kamar mandi, Ammara merasa deg-degan menunggu hasil testpack nya. Dan taraaaaa,

Bersambung...

Related chapters

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Pilihan yang sulit

    Setelah memberikan uang tersebut kepada kasir, Ammara pun langsung pulang menuju apartemennya.Di dalam kamar mandi, Ammara merasa deg-degan menunggu hasil testpack nya. Dan taraaaaa,Ternyata hasil testpacknya garis dua. Ammara yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati, menangis haru, karena pada akhirnya, dia akan memiliki anak kandungnya sendiri, selama ini dia selalu di pandang perempuan mandul oleh keluarga suaminya. Tapi dia tidak peduli, selama sang suami Fandi bersamanya, dia selalu berfikir bahwa itu semua hanya omong belakang, toh kata dokter spog, rahim Ammara baik-baik saja, begitu pun sperma suami tidak ada masalah.Tapi kali ini keadaan sangat berbeda, sang suami yang dianggapnya setia, telah selingkuh di belakangnya. Entah apa yang ada di dalam pikiran suaminya, sehingga dia mau selingkuh dengan perempuan itu.Apakah dia harus memberitahu suaminya? Atau dia sembunyikan saja kehamilannya dari sang suami? Sedangkan setelah kejadian itu dia tidak pulang ke apartemen.

    Last Updated : 2022-08-03
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Dilema

    Sekarang apa yang harus dia lakukan?Dia memang masih sangat mencintai Ammara, dan sekarang di tambah lagi Ammara hamil buah cintanya yang selama ini diimpikannya.Ataukah dia harus memilih putri sang direktur utama perusahaan yang juga sedang hamil anaknya. Kalau dia tidak memilihnya, maka karir nya akan hancur.Setelah mendengar apa yang dikatakan adiknya, kaki Fandi terasa lemas, bahkan untuk berdiri saja tidak kakinya tidak mampu, dia terduduk di lantai rumah, memandangi wajah sang istri yang sedang kecewa atas kelakuan suaminya.Ammara yang dari tadi duduk di sofa tidak mempedulikan suaminya, dan berpindah tempat duduk. Karena masih kecewa terhadap Fandi.Tak berapa lama, dering telpon Fandi pun berbunyi, Fandi yang menaruh HP nya di dalam saku celana membiarkan HP nya terus berbunyi tanpa mengangkatnya. Hingga HP tersebut berbunyi untuk yang ketiga kalinya[Kamu kenapa belum pulang sih mas? Udah tiga jam lo kamu di sana?] ujar seseorang dari balik telpon dan ternyata orang itu a

    Last Updated : 2022-08-05
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Pisah atau dimadu?

    “ya udah, mending kita makan aja yuk yang, ntar makanannya kalau kelamaan di makan jadi nggak enak”Lalu merekapun makan siang berdua tanpa ada merasa bersalah sedikit pun Terhadap Ammara.Sekarang Tasya sudah tak malu datang ke kantor untuk menjumpai Fandi. Apalagi dia adalah anak sang direktur utama di bank tersebut.Pekerjaan nya sebagai model dan selebgram, tidak menghalangi niatnya untuk terus bersama Fandi, walaupun di media sosial netizen sudah banyak yang menghujatnya. Follower instagram nya saja yang awalnya 1 juta, sekarang hanya tersisa sekitar 600 ribu saja. Dia tidak peduli selama bisa bersama Fandi.“sayang kamu harus nikahin aku secepatnya? Aku nggak mau sampai mama dan papa aku tahu kalau aku hamil di luar nikah. Orang tua aku pasti malu banget sayang” ujar Tasya memaksa Fandi untuk menikahinya.“tapi aku sama Ammara gimana Tasya? Ammara juga sedang mengandung anakku.”“aku nggak peduli sayang, yang terpenting sekarang kamu harus nikahin aku dulu”Fandi hanya terdiam,

    Last Updated : 2022-08-05
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangan yang mendalam

    Hari pernikahan Fandi dan Tasya pun telah tiba, cinta yang dulunya menyebar di seluruh aliran darah Ammara kini hanya tinggal kenangan, dia sudah tak berharap banyak kepada suaminya, lima tahun pengabdiannya menjadi istri yang setia dan selalu mendampinginya, kini telah hancur karena orang ketiga, kandungannya semakin membesar hanya itu yang membuat Ammara semangat menjalani hari-hari di rumah itu.Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, orang tua Fandi sedang bersiap-siap untuk pergi ke pernikahan kedua anaknya, walau mereka tahu itu tidak benar, mereka harus merestui nya, karena mereka juga tahu kalau Tasya sedang hamil anak Fandi, dan karena mereka juga amat menyayangi Fandi sebagai anak laki-laki satu-satunya.Ammara yang sudah memakai dress untuk pergi pernikahan suaminya sedang duduk termenung di dekat jendela apartemennya, menghirup udara yang berpolusi di langit Jakarta. Irama jantungnya berdegup kencang tak beraturan, dunia serasa gelap di mata Ammara, walaupun cahaya mentari sedang

    Last Updated : 2022-08-09
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kecelakaan

    “kami sudah berusaha sebaik mungkin pak, tapi Tuhan berkehendak lain, saya harap bapak dan keluarga bersabar menghadapi ujian ini” “maksudnya apa ya dok?” Tanya Andra yang masih bingung dengan penjelasan sang dokter “kami turut berduka cita ya pak, bayi nyonya Ammara sudah meninggal dunia karena benturan yang terlalu keras di bagian perut nyonya Ammara, dan alhamdulillah kondisi nyonya Ammara sekarang sudah melewati masa kritis” Mendengar penjelasan dari dokter, Andra yang sudah khawatir dari awal, bertambah panik, apa yang akan dia jelaskan nanti kepada Ammara tentang bayinya yang sudah meninggal. “lalu bagaimana dengan Ammara dokter? Apa yang akan saya jelaskan nanti?” ujar Andra dengan nada khawatir “untuk saat ini lebih baik bapak sembunyikan dulu tentang kematian anaknya, nanti kalau kondisinya sudah stabil, baru di bicarakan pelan-pelan ya pak, saya pergi dulu ya pak” “Terima kasih dok” ujar Andra seraya menyalami dokter yang menangani Ammara “Ya sama-sama Pak” Dua menit

    Last Updated : 2022-08-19
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangan separuh nyawa

    “Nggak mungkin, anak ku masih hidup kan fa?”Safa yang tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini, mencoba menenangkan Ammara.“Kakak yang sabar ya?”“Nggak mungkin Fa, anak ku masih hidup. Mungkin itu anak orang lain yang kamu lihat.” Ujar Ammara seraya ingin melepaskan selang infus yang ada di tangannya.Andra yang berada di belakang Safa mencoba menenangkan Ammara.“Kamu tenang dulu Ammara, nanti dokter yang akan menjelaskan semuanya, lebih baik kamu sekarang istirahat dulu” ujar Andra yang kemudian menarik tangan Safa yang sedang khawatir melihat kakak iparnya histeris.“maaf, sebaiknya kamu nggak usah kasih tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi Ammara, dia itu masih shock karena kecelakaan kemarin” ujar AndraSafa yang terpukau akan ketampanan Andra, diam tak bergerak. Seraya tersenyum tak mengerdipkan matanya.“Hei, kamu dengar saya nggak” teriak Andra lantang sambil memukul bahu Safa.“eh iya, hmm apa?” sahut Safa sambil tersenyum“Sebaiknya Ammara jangan di kasi

    Last Updated : 2022-08-19
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangannya seorang ibu

    Andra yang sedari tadi berada di belakang Ammara ikut terharu dan meneteskan air matanya. Dia tak sanggup melihat wanita yang dicintainya terluka seperti itu. Safa yang berdiri di samping Ammara ikut menangis melihat kesedihan kakak iparnya. Sembari mengelus rambut sang kakak ipar. Andra yang ikut meneteskan air mata mencoba menenangkan Ammara yang masih memeluk jasad bayinya. “Kamu yang tenang ya ra? Ini semua ujian dari Allah buat kamu, dan sekarang kamu harus ikhlaskan bayi mu?” ujar Andra berusaha menguatkan Ammara seraya memegang tangannya. “Baik buk, sekarang ibu, kakak dan masnya silahkan keluar, kami akan mempersiapkan bayinya untuk di kuburkan” ujar sang perawat yang sedari tadi menemani mereka “Aku nggak mau pergi, aku mau sama bayi aku, kembalikan bayi aku sekarang juga!” teriak Ammara sembari ingin berdiri. Dia sudah tak mempedulikan rasa sakit bekas operasi nya. Namun apa daya kaki belum kuat untuk berdiri karena nyeri perut sehabis operasi, sehingga membuat Ammara te

    Last Updated : 2022-08-20
  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Flashback masa lalu Fandi dan Ammara

    maksud kamu apa mas!” ujar Ammara yang segera meletakkan Claire ke dalam stroller.“Safa udah panik nyariin kamu, ternyata kamu enak-enakan di sini main gila sama laki-laki lain” teriak Fandi sambil menunjuk Andra dengan penuh perasaan iri hatiAndra yang dari tadi diam mulai terpancing emosinya “maksud anda apa nuduh saya sama Ammara main gila? Ha!” teriak Andra sambil mendorong dada Fandi“Lo nggak usah ikut campur ya! Lu tu bukan siapa-siapa Ammara, gua suaminya, wajar kalau gue marahin dia!” teriak Fandi kembali seraya ikut-ikutan mendorong dada Andra yang kekar“Suami anda bilang? Suami macam apa anda! Di saat istri anda kehilangan bayi kalian anda ada di mana! Itu yang Anda bilang suami?”“Anda nggak ada hak untuk ngejudge suami saya seperti itu ya? Emang dasar dia nya perempuan nggak bener! ” timpal Tasya yang berada di situ ikut-ikutan membela suaminya dan menjelek-jelekan AmmaraAmmara yang dari tadi emosi berusaha untuk tidak meluapkan semua emosinya, dia menarik napas dala

    Last Updated : 2022-08-23

Latest chapter

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Mencoba ikhlas

    Jantung Andra berdebar kencang, ia tak menyangka akan bisa sedekat itu dengan Ammara. Dulu dia hanya bisa mengagumi kecantikan Ammara dari jauh, tanpa berani mendekat dan memperkenalkan diri.“Udah rapi nih” ujar Ammara, kemudian duduk ke kursi lagi.“Ah, hm, terima kasih ya Ra?”“Ya, sama-sama”“Jadi gimana lanjut nggak nih, interviewnya?” ujar Ammara berseloroh“Nggak usah pakai interview deh, kamu langsung aja kerja hari ini jadi sekretaris pribadi saya”“Beneran ndra? Kamu nggak bohong kan?”“Iya, saya serius, buat apa saya bohong”“Makasih banyak ya ndra?”Andra pun mengangguk, lalu kemudian menelpon seseorang lewat telepon kantornya“Kamu ke ruangan saya sekarang” ucap Andra kepada seseorang di balik telponHingga tak berapa lama datanglah seorang perempuan muda, perutnya besar, mungkin sedang hamil.“Tania, perkenalkan ini Ammara yang nanti akan menggantikan kamu, selama cuti” ujar Andra kepada Tania sang sekretaris lama“Hai, saya Ammara” ujar Ammara sembari mengulurkan tangan

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Mencari pekerjaan

    Fandi yang tidak peduli terhadap ucapan Tasya menghempaskantangan Tasya yang memegangnya, lalu mengejar Ammara yang pergi berlalumeninggalkannya dan Tasya, dia tak peduli orang-orang yang melihatnya, diahanya tak ingin bercerai dari Ammara.Waktu yang ditentukan sudah tiba, Ammara yang sudah adadi ruang tunggu pengadilan agama bersama pengacaranya duduk di bangku yangsudah di persiapkan. Hari ini adalah agenda mediasi. Hatinya hancur, dia tidakpernah membayangkan pernikahan akan berakhir dengan cara seperti ini.Fandi yang datang sendirian duduk di sebelah Ammara,hingga pegawai pengadilan agama memanggil nomor antrian yang Ammara pegang, danmeminta mereka masuk ke ruangan mediasi.Fandi dan Ammara yang sama-sama tertunduk lesu kali inimasuk ke ruangan mediasi, secara bersamaan hingga pegawai pengadilan agama memulaiacara mediasi.Fandi yang semenjak tadi terdiam kali ini memohon danberlutu di depan kaki Ammara.“Aku mohon Ammara, aku nggak mau pisah dari kamu. Akumasih cinta sama kamu

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Surat panggilan pengadilan agama

    Setelah menghempaskan badan Ammara ke atas tempat tidur, Fandi pun dengan leluasa menguasai tubuh istrinya tersebut, Ammara hanya bisa mendesah, sekarang mereka berdua sudah tak berbusana, yang ada hanya kulit bertemu kulit, sudah tidak ada debar-debar di dada, hanya perasaan yang tak ingin berpisah satu sama lainnya, peluh keringat kini menghujani tubuh Fandi dan Ammara yang dipenuhi gairah nafsu. Hingga tibalah di ujung klimaks.Fandi yang kelelahan berusaha memeluk tubuh istrinya tersebut, dan menciumi seluruh wajah cantik Ammara.“Terima kasih ya sayang, semoga kita akan seperti ini selamanya. Aamiin” ucap Fandi sembari menatap mata Ammara yang berada di dalam pelukannya.Ammara yang juga puas terhadap gairah Fandi, tersenyum dan mengangguk bahagia di pelukan Fandi dan di bawah selimut yang menutup tubuh mereka.***Kembali ke masa sekarang.Ammara yang sedang berjalan pergi meninggalkan taman seketika tersadar ketika ada suara klakson mobil, dan Andra menarik tangan Ammara ke dal

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Flashback masa lalu Fandi dan Ammara

    maksud kamu apa mas!” ujar Ammara yang segera meletakkan Claire ke dalam stroller.“Safa udah panik nyariin kamu, ternyata kamu enak-enakan di sini main gila sama laki-laki lain” teriak Fandi sambil menunjuk Andra dengan penuh perasaan iri hatiAndra yang dari tadi diam mulai terpancing emosinya “maksud anda apa nuduh saya sama Ammara main gila? Ha!” teriak Andra sambil mendorong dada Fandi“Lo nggak usah ikut campur ya! Lu tu bukan siapa-siapa Ammara, gua suaminya, wajar kalau gue marahin dia!” teriak Fandi kembali seraya ikut-ikutan mendorong dada Andra yang kekar“Suami anda bilang? Suami macam apa anda! Di saat istri anda kehilangan bayi kalian anda ada di mana! Itu yang Anda bilang suami?”“Anda nggak ada hak untuk ngejudge suami saya seperti itu ya? Emang dasar dia nya perempuan nggak bener! ” timpal Tasya yang berada di situ ikut-ikutan membela suaminya dan menjelek-jelekan AmmaraAmmara yang dari tadi emosi berusaha untuk tidak meluapkan semua emosinya, dia menarik napas dala

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangannya seorang ibu

    Andra yang sedari tadi berada di belakang Ammara ikut terharu dan meneteskan air matanya. Dia tak sanggup melihat wanita yang dicintainya terluka seperti itu. Safa yang berdiri di samping Ammara ikut menangis melihat kesedihan kakak iparnya. Sembari mengelus rambut sang kakak ipar. Andra yang ikut meneteskan air mata mencoba menenangkan Ammara yang masih memeluk jasad bayinya. “Kamu yang tenang ya ra? Ini semua ujian dari Allah buat kamu, dan sekarang kamu harus ikhlaskan bayi mu?” ujar Andra berusaha menguatkan Ammara seraya memegang tangannya. “Baik buk, sekarang ibu, kakak dan masnya silahkan keluar, kami akan mempersiapkan bayinya untuk di kuburkan” ujar sang perawat yang sedari tadi menemani mereka “Aku nggak mau pergi, aku mau sama bayi aku, kembalikan bayi aku sekarang juga!” teriak Ammara sembari ingin berdiri. Dia sudah tak mempedulikan rasa sakit bekas operasi nya. Namun apa daya kaki belum kuat untuk berdiri karena nyeri perut sehabis operasi, sehingga membuat Ammara te

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangan separuh nyawa

    “Nggak mungkin, anak ku masih hidup kan fa?”Safa yang tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini, mencoba menenangkan Ammara.“Kakak yang sabar ya?”“Nggak mungkin Fa, anak ku masih hidup. Mungkin itu anak orang lain yang kamu lihat.” Ujar Ammara seraya ingin melepaskan selang infus yang ada di tangannya.Andra yang berada di belakang Safa mencoba menenangkan Ammara.“Kamu tenang dulu Ammara, nanti dokter yang akan menjelaskan semuanya, lebih baik kamu sekarang istirahat dulu” ujar Andra yang kemudian menarik tangan Safa yang sedang khawatir melihat kakak iparnya histeris.“maaf, sebaiknya kamu nggak usah kasih tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi Ammara, dia itu masih shock karena kecelakaan kemarin” ujar AndraSafa yang terpukau akan ketampanan Andra, diam tak bergerak. Seraya tersenyum tak mengerdipkan matanya.“Hei, kamu dengar saya nggak” teriak Andra lantang sambil memukul bahu Safa.“eh iya, hmm apa?” sahut Safa sambil tersenyum“Sebaiknya Ammara jangan di kasi

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kecelakaan

    “kami sudah berusaha sebaik mungkin pak, tapi Tuhan berkehendak lain, saya harap bapak dan keluarga bersabar menghadapi ujian ini” “maksudnya apa ya dok?” Tanya Andra yang masih bingung dengan penjelasan sang dokter “kami turut berduka cita ya pak, bayi nyonya Ammara sudah meninggal dunia karena benturan yang terlalu keras di bagian perut nyonya Ammara, dan alhamdulillah kondisi nyonya Ammara sekarang sudah melewati masa kritis” Mendengar penjelasan dari dokter, Andra yang sudah khawatir dari awal, bertambah panik, apa yang akan dia jelaskan nanti kepada Ammara tentang bayinya yang sudah meninggal. “lalu bagaimana dengan Ammara dokter? Apa yang akan saya jelaskan nanti?” ujar Andra dengan nada khawatir “untuk saat ini lebih baik bapak sembunyikan dulu tentang kematian anaknya, nanti kalau kondisinya sudah stabil, baru di bicarakan pelan-pelan ya pak, saya pergi dulu ya pak” “Terima kasih dok” ujar Andra seraya menyalami dokter yang menangani Ammara “Ya sama-sama Pak” Dua menit

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Kehilangan yang mendalam

    Hari pernikahan Fandi dan Tasya pun telah tiba, cinta yang dulunya menyebar di seluruh aliran darah Ammara kini hanya tinggal kenangan, dia sudah tak berharap banyak kepada suaminya, lima tahun pengabdiannya menjadi istri yang setia dan selalu mendampinginya, kini telah hancur karena orang ketiga, kandungannya semakin membesar hanya itu yang membuat Ammara semangat menjalani hari-hari di rumah itu.Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, orang tua Fandi sedang bersiap-siap untuk pergi ke pernikahan kedua anaknya, walau mereka tahu itu tidak benar, mereka harus merestui nya, karena mereka juga tahu kalau Tasya sedang hamil anak Fandi, dan karena mereka juga amat menyayangi Fandi sebagai anak laki-laki satu-satunya.Ammara yang sudah memakai dress untuk pergi pernikahan suaminya sedang duduk termenung di dekat jendela apartemennya, menghirup udara yang berpolusi di langit Jakarta. Irama jantungnya berdegup kencang tak beraturan, dunia serasa gelap di mata Ammara, walaupun cahaya mentari sedang

  • Ammara (antara dendam dan air mata)    Pisah atau dimadu?

    “ya udah, mending kita makan aja yuk yang, ntar makanannya kalau kelamaan di makan jadi nggak enak”Lalu merekapun makan siang berdua tanpa ada merasa bersalah sedikit pun Terhadap Ammara.Sekarang Tasya sudah tak malu datang ke kantor untuk menjumpai Fandi. Apalagi dia adalah anak sang direktur utama di bank tersebut.Pekerjaan nya sebagai model dan selebgram, tidak menghalangi niatnya untuk terus bersama Fandi, walaupun di media sosial netizen sudah banyak yang menghujatnya. Follower instagram nya saja yang awalnya 1 juta, sekarang hanya tersisa sekitar 600 ribu saja. Dia tidak peduli selama bisa bersama Fandi.“sayang kamu harus nikahin aku secepatnya? Aku nggak mau sampai mama dan papa aku tahu kalau aku hamil di luar nikah. Orang tua aku pasti malu banget sayang” ujar Tasya memaksa Fandi untuk menikahinya.“tapi aku sama Ammara gimana Tasya? Ammara juga sedang mengandung anakku.”“aku nggak peduli sayang, yang terpenting sekarang kamu harus nikahin aku dulu”Fandi hanya terdiam,

DMCA.com Protection Status