author-banner
Murlox
Murlox
Author

Novels by Murlox

Kembalinya Sang Raja Naga

Kembalinya Sang Raja Naga

Setelah kematian tragis Raja Naga di tangan pengkhianat ribuan tahun lalu, kekuatan kuno sang Raja Naga bersemayam dalam Darrel Van Bertrand, putra ketiga Duke Devin Van Bertrand. Darrel, yang selama ini hidup dalam bayang-bayang keluarganya, menemukan takdir luar biasa yang menantinya ketika Elara, manifestasi dari kehendak Drakonis, membangkitkan ingatan naga dalam dirinya. Pertarungan demi pertarungan memaksa Darrel untuk menerima kekuatan Drakonis, meskipun risiko kehilangan jiwanya semakin besar. Kekuatan Drakonis yang membara di dalam tubuh Darrel terus mengancam kewarasannya. Dalam setiap pertempuran, dia semakin mendekati ambang kehilangan dirinya sepenuhnya—kekuatannya bisa menjadi kunci kemenangan atau membawa kehancuran total. Saksikan bagaimana Darrel akan menghadapi takdirnya sebagai rainkarnasi Drakonis. Apakah ia mampu mengemban tanggung jawab yang begitu besar sebagai pewari Sang Raja Naga yang pernah menguasai dunia?
Read
Chapter: Bab 144- Epilog
Malam yang terasa panjang penuh darah dan kehancuran akhirnya berakhir. Pertarungan besar antara cahaya dan kegelapan mencapai puncaknya dengan kemenangan mutlak Darrel dan pasukan dari pihaknya. Ketika fajar pertama mulai menyingsing di ufuk timur, sinarnya menerangi medan perang yang sunyi, menyisakan jejak kehancuran. Bangkai monster raksasa tergeletak di atas tanah yang retak, bersama dengan mayat-mayat undead yang sebelumnya dikendalikan para penyihir kegelapan. Kini, semua ancaman itu telah musnah tanpa sisa. Darrel berdiri di tengah medan perang, tubuhnya yang masih diselimuti aura keemasan perlahan memudar. Wujudnya kembali seperti semula, seorang pemuda dengan tekad baja yang telah memenuhi kewajibannya sebagai pewaris Drakonis. Ia memandang sekeliling, melihat para prajurit yang tersisa mulai bergerak untuk mengumpulkan rekan-rekan mereka yang gugur. Duke Davin dan Duke Melwyn mendekati Darrel, keduanya membawa luka pertempuran yang terlihat jelas. Mata mereka penuh ra
Last Updated: 2025-01-21
Chapter: Bab 143- Kekalahan dan Kebangkitan Penguasa
Darrel mengangkat tangannya perlahan, memperlihatkan sebuah artefak berbentuk sarung tangan yang bersinar gelap, Abyssal Zephyrion. Cahaya kemerahan dari artefak itu tampak kontras dengan aura keemasan yang mengelilingi tubuhnya."Artefak ini…" gumam Darrel, sambil memandangi sarung tangan itu dengan tatapan penuh keyakinan. "Sudah terlalu lama aku menyembunyikannya. Aku tidak ingin menggunakannya, kecuali di saat terakhir. Kini waktunya telah tiba."Arkanis menggeram, mencoba menyeret tubuh raksasanya untuk mendekat. "Kau pikir benda itu bisa menghancurkanku?!" Ia meraung, memaksakan dirinya berdiri meski tubuhnya terus kehilangan energi.Namun, Darrel hanya menggeleng. "Waktumu sudah habis," katanya sembari mengulurkan tangannya ke depan.Aura keemasan di sekeliling Darrel semakin terang, menyatu dengan energi dari artefak di tangannya. Pusaran energi besar mulai terbentuk, menarik setiap partikel di sekitarnya ke dalam putaran dahsyat.Arkanis menyadari bahaya itu. "Tidak! Aku tida
Last Updated: 2025-01-21
Chapter: Bab 142- Perlawanan yang Sia-sia III
Pemuda itu, yang sebelumnya terkapar tak berdaya, kini berdiri dengan teguh. Tubuhnya dilingkupi aura keemasan yang berkilauan, retakan-retakan pada sisiknya telah menyatu sempurna.Matanya bersinar terang, memancarkan kekuatan Drakonis yang sepenuhnya terbangkitkan. Udara di sekelilingnya terasa berat, penuh dengan energi yang mendebarkan.“Arkanis,” suara Darrel terdengar rendah namun jelas, dipenuhi dengan ketegasan. “Aku tidak akan membiarkanmu menginjak-injak kehormatan ras Drakonik lagi. Usaha sia-siamu berakhir di sini.”Arkanis menatap Darrel dengan mata penuh kemarahan dan keterkejutan. “Kau…! Kau seharusnya sudah mati!” raungnya dengan suara serak. “Tidak mungkin kau bisa bangkit setelah seranganku tadi!”Darrel melangkah maju, auranya yang memancar membuat tanah di bawah kakinya retak. “aku harus berterimakasih pada Falkor, berkatnya kekuatan Drakonis dalam diriku bangkit kembali setelah kristal hitam itu hancur.”Sementara itu, Arkanis memandang Darrel dengan tatapan tajam
Last Updated: 2025-01-21
Chapter: Bab 141- Perlawanan yang Sia-sia II
Langit yang kelam menjadi saksi atas kehancuran yang perlahan-lahan menghampiri Arkanis. Kristal hitam, yang menyimpan usahanya selama ribuan tahun, kini telah hancur berkeping-keping. Energi keemasan menyapu medan perang, menciptakan gelombang yang mengguncang tanah sejauh ribuan mil. Arkanis menoleh dengan mata yang penuh keterkejutan. Mulutnya menganga, tak mampu menyembunyikan ekspresi ngeri. “T-tidak mungkin…! Bagaimana bisa ini terjadi?!” suaranya menggema di antara sisa-sisa kehancuran, penuh kemarahan dan kebingungan. Falkor, naga kecil yang baru saja terpental akibat ledakan energi dari kristal hitam itu, mencoba bangkit dengan tubuh yang gemetar. Sayap kecilnya berkibar penuh getaran, namun matanya tetap terpancang pada sosok Arkanis yang kini dilingkupi aura gelap yang semakin pekat. Falkor menggeram pelan, matanya membara dengan keberanian yang entah dari mana asalnya. Arkanis, dalam kemarahannya yang membara, membiarkan tubuhnya bergetar hebat. Aura hitam menyel
Last Updated: 2025-01-21
Chapter: Bab 140- Perlawanan yang Sia-sia
Di bawah langit yang gelap dan berkabut, Arkanis berdiri tegak dengan tangan terangkat, memegang kristal hitam yang berkilau. Kristal itu memancarkan cahaya samar yang berkilau dalam dua elemen yang saling bertabrakan—sebuah cahaya gelap yang menyatu dengan kilatan keemasan yang berputar di dalam intinya. Aura yang begitu kuat mengelilingi Arkanis, menciptakan suasana menegangkan yang mencekam seluruh medan pertempuran.Tawa puas Arkanis menggema di tengah heningnya mendan perang. Suaranya penuh dengan kemenangan yang sudah terasa di ujung jari. Wajahnya yang dingin kini dipenuhi kebanggaan, dan matanya yang bercahaya dengan kegembiraan yang hampir tak terkendali, mencerminkan keyakinannya bahwa ia akan segera mengakhiri semuanya. Semua usaha dan pengorbanan ribuan tahun lamanya, semuanya menuju satu titik—kekuasaan absolut di tangannya.“Bocah…” gumamnya dengan penuh kebencian, matanya yang tajam menatap Darrel yang terkapar tak berdaya di tanah. Setiap kata yang keluar dari bibi
Last Updated: 2025-01-21
Chapter: Bab 139- Artefak Kuno: Kristal Hitam
Baru saja pasukan Duke Melwyn Lionheart tiba di medan perang, mereka disambut oleh kekacauan yang sulit dipercaya. Pasukan monster terus mengamuk, menghancurkan segala yang ada di jalurnya. Para prajurit Duke Melwyn, yang dikenal sebagai pasukan elit kerajaan, tetap bertahan dan mencoba mengendalikan situasi.Namun, perhatian mereka teralihkan ketika suara ledakan besar menggema di langit. Gelombang kejutnya terasa hingga ke permukaan tanah, membuat banyak prajurit terjatuh. Ketika mereka menoleh ke atas, mata mereka terbelalak melihat pemandangan yang tak masuk akal."Astaga... apa itu?" salah satu prajurit bergumam, suaranya dipenuhi ketakutan.Di atas langit, kepulan asap hitam mengepul tebal, menutupi pandangan. Namun, di balik asap itu, kilauan keemasan yang samar terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi.“Apa itu…” gumam Duke Melwyn, yang berdiri di atas kudanya. Matanya tajam menatap ke arah cahaya itu.Dari kilauan itu, sosok Darrel terjatuh dengan kecepatan tinggi. Tubuhn
Last Updated: 2025-01-21
Legenda Dewa Racun

Legenda Dewa Racun

Du Shen, anak muda dari desa terpencil Yaocun, hidup damai bersama orang tuanya hingga tragedi mengerikan menghancurkan segalanya. Ia mendapati desanya terbakar habis, dan warga, termasuk ayahnya, menjadi korban kekejian para kelompok bandit. Ketidakberdayaan menyaksikan kehancuran itu menanamkan dendam mendalam di hati Du Shen. Sayangnya ia terlalu lemah untuk mencoba menghentika para bandit itu. Tubuh kecilnya menyerah pada kelelahan dan trauma, hingga ia terbangun di tempat asing, dirawat oleh seorang lelaki tua misterius. Lelaki itu menawarkan bimbingan untuk menjadikan Du Shen lebih kuat. Di bawah pelatihan keras sang guru, Du Shen menempa dirinya, bertekad menuntut balas dan melampaui batasnya. Namun, perjalanan menuju balas dendam ini dipenuhi tantangan dan misteri yang akan menguji tekadnya. Inilah awal dari kisah epik seorang anak muda yang kelak dikenal sebagai "Dewa Racun."
Read
Chapter: Bab 84 - Lorong Bawah Tanah Yang Tersembunyi
Reruntuhan kota Batu Giok. Tempat itu tampak diselimuti kabut tipis, menciptakan suasana suram di antara puing-puing bangunan yang sudah lama ditinggalkan. Dinding-dinding yang runtuh kini ditumbuhi tanaman liar yang merambat tinggi, seolah alam berusaha menelan kembali kota yang dahulu megah ini. Angin berhembus lembut, membawa bisikan samar seakan ada suara-suara dari masa lalu yang tertinggal di sana.Di atas tanah yang penuh pecahan batu dan tembok sisa-sisa bangunan, seorang pemuda melayang dengan tenang. Du Shen, terbang santai beberapa meter di atas permukaan sambil mengamati reruntuhan dengan tatapan tajam. Matanya yang hitam berkilat tajam meneliti daerah sekitarnya tanpa melewatkan satupun celah.'Hao Jifeng mengatakan bahwa di sinilah jejak terakhir yang ditinggalkan oleh para bandit itu... Tapi apa yang mereka cari di tempat seperti ini? Mungkinkah ada sesuatu yang berharga di kota ini dulu hingga menarik perhatian mereka?' batin Du Shen, semakin penasaran.Dengan gerakan
Last Updated: 2025-04-03
Chapter: Bab 83 - Pertimbangan
Hao Yexin melirik pemuda itu dengan penuh kewaspadaan. Tangannya masih sedikit gemetar, refleks dari pertarungan sengit yang baru saja ia lewati. Namun, pemuda itu tak menunjukkan niat buruk sedikitpun, hanya berdiri dengan sikap santai. Hao Yexin tetap berjaga-jaga, tetapi untuk saat, ia memutuskan untuk menyambut sapaannya."Hao Yexin," jawabnya singkat, suaranya terdengar dingin dan berjarak. "Dan kau...?""Qin Chen, murid sari sekte Pedang Bulan." pemuda itu menjawab dengan nada percaya diri, senyum tipis tersungging di bibirnya. Mata Hao Yexin sedikit menyipit mendengar nama itu. Sekte Pedang Bulan adalah salah satu dari tiga sekte terbesar di benua ini. Jika pemuda ini benar berasal dari sana, tidak heran jika ia memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan Iblis Kera di puncak ranah Blue Core dengan mudah.Qin Chen tersenyum bangga, ia tampaknya sadar bahwa namanya cukup menarik perhatian, dan ia segera melanjutkan, "Oh? Apakah kau baik-baik saja? Aku lihat dirimu tampak ke
Last Updated: 2025-04-03
Chapter: Bab 82 - Sosok Penyelamat
Hao Yexin menatap pemuda itu dengan ekspresi penuh kewaspadaan. Bahunya masih terasa nyeri akibat serangan mendadak dari Iblis Kera itu. Ia mengeratkan genggamannya pada pedang di tangannya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu.Beberapa saat yang lalu, ia tengah terburu-buru melewati hutan yang luas dan menyesatkan itu. Dengan kultivasinya yang masih rendah, perjalanan ini bukanlah hal mudah. Setiap langkahnya dipenuhi ketegangan, menyadari bahwa bahaya bisa muncul dari balik pepohonan kapan saja.Ketakutannya terbukti nyata ketika seekor Iblis Kera, makhluk buas dengan kekuatan yang hampir mencapai puncak ranah Blue Core, muncul dari balik rerimbunan pohon dan menghalangi jalannya. Berbeda dengan serigala abu-abu yang sebelumnya ia hadapi, Iblis Kera ini memiliki kekuatan yang jauh melampaui kemampuannya. Setiap gerakannya menggetarkan tanah, dan tatapan mata merahnya tampak penuh kebuasan. Hao Yexin tahu bahwa melawan makhluk itu berarti menantang kematian. Na
Last Updated: 2025-04-02
Chapter: Bab 81 - Lapisan Luar Hutan Perbatasan
Wilayah di luar Hutan Kabut Ilusi dikenal sebagai Hutan Perbatasan, daerah liar yang jarang dikunjungi manusia. Meskipun berbahaya, tempat ini masih lebih ramah dibandingkan Hutan Kabut Ilusi, yang konon menyembunyikan kengerian tak terbayangkan. Kabarnya tidak ada yang bisa kembali setelah melangkah ke dalam kabut pekatnya.Hutan Perbatasan terbagi menjadi dua lapisan: bagian luar dan bagian dalam. Lapisan luar masih memungkinkan para pemburu atau kultivator biasa untuk mencari sumber daya, meski selalu dalam bahaya. Namun, bagian dalamnya adalah dunia lain yang dipenuhi makhluk buas dan energi qi yang kacau, tempat yang hanya segelintir orang yang berani menginjakkan kaki.Di ujung barat, beberapa ratus kilometer dari bagian luar Hutan Perbatasan, dulunya pernah berdiri Kota Batu Giok. Kota ini satu-satunya benteng pertahanan manusia yang berdiri tegak dan mampu bertahan dari ancaman binatang buas. Dikelilingi tembok kokoh dan benteng alami pegunungan berbatu, Kota Batu Giok bertah
Last Updated: 2025-04-02
Chapter: Bab 80 - Binatang Buas Serigala Abu-Abu
Di tengah perjalanannya, Hao Yexin tiba-tiba berhenti. Perasaannya terusik oleh sesuatu—tatapan dingin yang mengintai dari kegelapan hutan di depannya. Napasnya tertahan sejenak, nalurinya mengatakan bahwa ada bahaya yang mengintainya.Dengan hati-hati, ia memperkuat genggaman pada pedangnya, matanya menyapu sekitar, berusaha memastikan ancaman yang bersembunyi di balik rimbun pepohonan dan semak belukar. Daun-daun bergemerisik, ranting-ranting kecil patah dengan suara lirih yang membuat suasana semakin tegang.Tiba-tiba, dari balik semak-semak lebat, seekor serigala abu-abu muncul. Matanya berkilat tajam, sorotnya penuh kelicikan dan niat membunuh. Binatang buas itu menggeram rendah, suaranya menggetarkan udara di sekeliling, menciptakan suasana mencekam. Rahangnya terbuka sedikit, menampakkan taring-taring tajam yang siap merobek mangsanya tanpa ampun."Binatang buas...?" gumam Hao Yexin, tak merasa terkejut sedikitpun.Setelah menempuh perjalanan panjang meninggalkan kota Danau Hit
Last Updated: 2025-04-02
Chapter: Bab 79 - Sepucuk Surat
Setelah menelusuri hutan sejauh puluhan kilometer, Du Shen akhirnya tiba di sebuah lembah yang diapit oleh pegunungan berbatu yang menjulang tinggi. Langkahnya terhenti di tepi jurang sempit, di mana angin pegunungan berdesir kencang, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang berguguran. Mata Du Shen menyapu sekeliling, memeriksa setiap celah yang bisa menjadi tempat persembunyian atau ancaman tersembunyi.Dengan gerakan ringan dan nyaris tak bersuara, tubuhnya melesat ke udara. Dalam sekejap, ia sudah berada di puncak salah satu gunung tertinggi, berdiri di atas batu besar yang lapuk oleh waktu. Dari ketinggian ini, pemandangan di depannya begitu luas dan mencengangkan: ratusan gunung menjulang, hamparan hutan lebat yang menyerupai lautan hijau, dan yang paling mencolok adalah reruntuhan sebuah kota kecil yang tersembunyi di antara perbukitan dan pegunungan berbatu.Dari kejauhan, puing-puing bangunan itu tampak suram, seperti luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Dinding-dindin
Last Updated: 2025-04-02
Pendekar Elemen Ganda

Pendekar Elemen Ganda

Mandala, seorang pemuda yang dilahirkan dalam kemiskinan, menghadapi ujian berat setelah kehilangan kedua orang tuanya pada usia 2 tahun. Dibimbing oleh Mak Gawan, seorang pengasuh yang penuh kasih, mereka tinggal di desa kecil bernama Jelok di tepi hutan. Saat Mandala mencapai usia 18 tahun, panggilan petualangan mulai memanggilnya. Dengan Wejangan bijak dari Mak Gawan, yang tak hanya sebagai wali, tetapi juga sebagai guru dan orang tua, Mandala memulai perjalanan untuk mencari makna sejati kehidupan di luar desa yang selama ini menjadi rumahnya. Petualangannya membuka tabir rahasia masa lalunya dan membawanya pada pemahaman mendalam tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya.
Read
Chapter: Bab 23-Secercah Harapan
Mendengar itu, Mandala sedikit merasa aneh. Sebenarnya, bukan itu yang dia maksudkan, tapi entah mengapa gadis ini memiliki begitu banyak pertanyaan.Mandala mencoba menjelaskan, "Tentu aku bersedia bekerja sama, tapi kita juga harus fleksibel. Mungkin akan ada situasi di mana kita harus bergerak sendiri. Yang penting, kita saling mendukung dan berbagi informasi.""Baiklah kalau begitu," kata Hayin. "Aku juga akan berusaha menemukan informasi mengenai kebenaran semua ini."Berpikir untuk menemukan ide dalam memecahkan masalah, Mandala dan Hayin berusaha keras mengobrak pikirannya, memikirkan rencana apa yang harus dia lakukan.Tapi, dengan kekuatannya saat ini, menghadapi bahaya tak terduga ataupun berurusan dengan para Mangku misterius itu sangatlah mustahil baginya. Bukan hanya dirinya, bahkan seluruh pemuda yang senasib dengannya tidak akan mampu mengatasi orang-orang itu, walaupun jumlah mereka terbilang banyak.Dalam keheningan gua yang gelap, Mandala dan yang lainnya terus menca
Last Updated: 2024-02-29
Chapter: Bab 22-Belenggu Pengikat
Mandala dan para anak muda berdiri bersama, memperhatikan dengan seksama sosok Mangku yang tampak memiliki aura mencekam dan menakutkan. Mereka merasakan kehadiran yang kuat dan misterius dari para Mangku tersebut.Tak seorang pun menunjukkan celah identitas mereka, hampir semua tubuh mereka tertutup kain hitam, kecuali daerah sekitar mata.Anak-anak muda yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menggigit bibir dengan rasa takut dan khawatir.Sejak diculik, mereka terikat tali cukup lama, tanpa mengetahui alasan atau penyebabnya. Ikatan itu kemudian dilepaskan, namun mereka dibawa ke tempat yang tidak diketahui.Sekarang, mereka berdiri kaku, menyembunyikan keresahan hati masing-masing di hadapan sekelompok orang berbahaya ini."Satu hal yang harus kalian ketahui, mulai sekarang kalian akan menghadapi kehidupan seperti neraka, dan jangan coba-coba kabur dari sini." Nada suara yang dingin masih membingungkan.Sebagian dari pemuda yang diculik tidak mengerti perkataan itu."Tunggu, apa maksud
Last Updated: 2024-01-10
Chapter: Bab 21-Rencana kelompok Misterius
Waktu berlangsung sangat lambat bagi Mandala yang terkurung di dalam gerbong tanpa dapat bergerak bebas.Di dalam gerbong kereta itu, Mandala tak mengetahui berapa waktu yang telah berlalu. Namun, menurut perkiraannya, telah lewat satu hari penuh, dari malam hingga malam lagi.Langkah kuda dan roda gerbong kereta tiba-tiba berhenti bergerak, memberikan sedikit rasa tegang dan kepanikan di antara Mandala dan anak-anak lainnya.Tak lama pintu kayu yang dilapisi jeruji besi perlahan terbuka, memperlihatkan nyala obor dan sekelompok orang berpakaian hitam. Penampilan mereka tampak misterius di mata anak muda yang tinggal di dalam gerbong."Kalian semua bisa keluar!" tukas salah seorang dari sekelompok sosok misterius itu.Mereka ragu-ragu sejenak, namun dengan terpaksa melangkah keluar setelah melihat tatapan tajam dari mata sekelompok orang misterius itu.Setelah keluar dari gerbong, Mandala dan anak-anak lainnya dikepung oleh sosok-sosok misterius. Suasana tegang semakin terasa ketika s
Last Updated: 2024-01-03
Chapter: Bab 20-Penculikan?
Ketika malam semakin larut, sosok Mandala tiba-tiba membuka mata dari tidurnya yang nyenyak. Entah mengapa, ia merasakan kegelisahan dalam dirinya tanpa penyebab pasti. Mandala kemudian bangun dari tempat tidurnya, mengedarkan pandangannya ke segala arah. Namun, ia hanya menemukan kamar yang tenang, diterangi oleh cahaya samar dari lampu minyak."Apa aku baru saja bermimpi buruk?" ungkapnya dengan rasa keanehan."Kurasa tidak, atau mungkin aku terlalu kelelahan," ucapnya lagi sebelum hendak duduk bersila di atas lantai kamar penginapan.Tapi, secara tak terduga, sosok berseragam hitam muncul di belakangnya, memberikan Mandala kejutan yang luar biasa.Sayangnya, ia tidak dapat bereaksi tepat waktu sebelum sosok berseragam hitam itu menghantam tengkuknya dengan keras, membuat Mandala terjatuh pingsan dalam sekejap mata."Target terakhir selesai," bisik kata sosok itu.Ia kemudian membawa tubuh Mandala yang jatuh pingsan di atas bahunya, keluar melewati jendela kamar pengitapan di tempa
Last Updated: 2023-12-30
Chapter: Bab 19-Kemenangan
Semuanya mengangguk setuju, berdasarkan penilaian mereka, tidak ada yang memenuhi syarat untuk memasuki perguruan, kecuali para peserta mencapai peringkat sepuluh besar, atau mungkin mendapatkan pengecualian berdasarkan performa mereka.Kembali ketika tombak-tombak tanah terbang ke arah Mandala dengan kecepatan luar biasa yang tidak mungkin dihindari oleh orang biasa.Namun, Mandala dengan keahliannya menghindari serangan itu seolah itu hanya angin yang berlalu. Terhitung selusin tombak terbang di udara, melewati tubuh Mandala yang bergerak seperti kilat membentuk lintasan cahaya yang luar biasa.Di balik tekanan yang luar biasa, terdapat kekuatan hebat yang baru saja bangkit dalam dirinya. Hal ini mendorong Mandala menuju tingkatan yang beberapa kali lebih tinggi dibanding kemampuan yang dia miliki sebelumnya.Gamara dengan ekspresi terkejut, ia tak menyangka serangan terkuatnya akan dihindari dengan semudah itu.Sekejap mata, sosok Mandala muncul tepat di hadapan Gamara, membuatnya s
Last Updated: 2023-12-28
Chapter: Bab 18-Mandala VS Gamara
Sayangnya, Mandala dengan sigap menghindari serangan tersebut dengan gerakan yang sangat gesit. Keduanya saling berhadapan dalam pertarungan yang semakin mendebarkan.Mandala tidak tinggal diam. Dengan kecepatannya yang didorong oleh unsur angin, ia mendekati Gamara dan melancarkan serangan bertubi-tubi. Gamara, sementara itu, terus menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan unsur tanah, menciptakan rintangan dan perangkap di sekitar arena.Pertarungan menjadi semakin kompleks dengan setiap serangan dan kontra yang dilancarkan. Teknik tenaga dalam dan gerakan bela diri tangan kosong saling berkejaran di tengah arena. Penonton terlihat antusias oleh pertunjukan kekuatan dan keahlian yang ditunjukkan oleh kedua petarung.Tetua Manik Putih di podium penjurian, sementara itu, memperhatikan dengan cermat. Ia meresapi setiap aspek pertarungan, mencoba memahami kedalaman strategi dan keahlian bela diri yang ditunjukkan oleh Gamara dan Mandala.Di tengah intensitas pertarungan, Gamara dan Ma
Last Updated: 2023-12-25
You may also like
Mata Batin
Mata Batin
Fantasi · Nannys0903
17.5K views
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA
Fantasi · Suwito Sarjono
17.4K views
Pendekar Seruling Sakti
Pendekar Seruling Sakti
Fantasi · Zhu Phi
17.1K views
Penguasa Dunia Virtual
Penguasa Dunia Virtual
Fantasi · Legend of BlueBlue
17.0K views
Pendekar Cahaya
Pendekar Cahaya
Fantasi · Omesh
16.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status