Antara Hormat dan Hasrat
Aku istri seorang Kolonel.
Hidupku diatur oleh seragam, upacara, dan tatapan penuh penilaian dari para istri perwira.
Tidak ada ruang untuk salah langkah… apalagi untuk jatuh cinta.
Lalu Arsa datang.
Prajurit muda.
Disiplin.
Tegap.
Dan setiap kali ia menunduk hormat, ada sesuatu di balik kesopanannya yang membuat jantungku berdebar tidak normal.
Ia menjaga jarak.
Aku pun begitu.
Tapi semakin kami menjauh, semakin rasa itu mengalir di antara kami.
Bahaya terbesar dalam hidupku bukanlah menjadi istri seorang komandan.
Bahaya terbesar adalah rahasia yang kami bagi, tanpa pernah menyentuh, tanpa pernah bicara terlalu lama, tanpa pernah mengakui apa pun.
Cinta ini tidak dimulai dari sentuhan.
Cinta ini dimulai dari dua orang yang sama-sama menahan diri dan sama-sama ingin menyerah pada waktu yang salah.