Alicia menekan nomor di ponselnya, jari-jarinya sedikit gemetar, bukan karena takut, tapi karena amarah yang tertahan. Ketika suara pria di ujung sana menjawab, suaranya terdengar datar dan penuh perhitungan."Sebaiknya, kau bereskan seseorang nanti malam," kata Alicia dengan dingin."Siapa lagi kali ini?" tanya pria itu, suaranya penuh rasa ingin tahu namun tanpa emosi.Alicia menarik napas dalam, menguatkan dirinya. "Pembantu di rumah ini. Dia sudah tahu kalau ada yang menerorku dengan surat hasil tes DNA. Aku tidak mau hancur sekarang, apalagi kalau Damian sampai tahu."Sejenak, ada keheningan di seberang. Lalu pria itu tertawa pelan. "Kau tahu, kadang aku heran bagaimana kau bisa tidur nyenyak dengan semua ini."Alicia mengeratkan genggamannya pada ponselnya. "Kau tahu, kadang aku bersyukur karena Darley mati," katanya, suaranya begitu dingin hingga udara di sekitarnya terasa membeku. "Karena jika tidak, mungkin Damian lambat laun akan tahu bahwa Darley bukan anaknya, tapi anak or
Last Updated : 2025-04-02 Read more