Semua Bab MBOK JAMU SEKSI: Bab 11 - Bab 20

47 Bab

Bojo Loro

Mata Marni berbinar saat ia memasuki rumah Bude Sum yang telah berubah drastis. Setiap sudut ruangan kini berkilau dengan hiasan yang mewah dan elegan, membuat suasana menjadi semakin hangat dan menyambut. Di pintu masuk, Bleketepe yang gagah berdiri, menyapa setiap tamu dengan keindahan yang memukau, seakan memberitahu bahwa mereka akan memasuki sebuah kerajaan kecil. Cahaya lampu gantung berkilauan memantul pada permukaan marmer, memberikan kesan glamour yang tak terlupakan.Marni tak henti-hentinya mengagumi keindahan dekorasi yang telah diubah oleh Bude Sum, dengan taman mini di dalam rumah yang dilengkapi dengan air mancur kecil yang menari-nari, menambah suasana menjadi lebih ajaib."Mar, Kamu kesana ya. Mbak, ini yang bakal melayani prasmanan. Dandani yang cantik ya, walau sudah cantik biar semakin cantik." Bude Sum begitu bahagia.Sebagai orang tua, Bude Sum dan Pakde Karto tentu senang, melihat anak pertamanya kini sebentar lagi akan berkeluarga."Mari Mbak." Perias mempersil
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-07
Baca selengkapnya

Mandor Basir

Akad nikah berlangsung khidmat dan lancar. Kedua mempelai pun kini sudah bersanding di pelaminan. Bude Sum dan Juragan Karto tampak bahagia sudah menikahkan anak pertama Mereka dan pesta berlangsung dengan meriah.Tamu undangan yang datang kebanyakan kerabat dan relasi Juragan Karto.Sebagai orang kaya di Kampung tentu saja Juragan Karto banyak memiliki relasi.Silih berganti undangan yang datang memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.Marni sejak tadi sibuk melayani di bagian prasmanan tak memperhatikan bahwa sejak awal kemunculannya sudah menjadi buah bibir undangan yang satang terutama kaum Adam."Silahkan Pak." Marni memberikan piring pada antrian undangan yang akan menikmati hidangan yang tersaji dan menggugah selera."Makasi. Mbaknya cantik sekali." Goda salah satu undangan yang kini sedang antri prasmanan.Marni tak menjawab. Terpaksa senyum walau hati dongkol ditatap sedemikian rupa dan membuat risih."Maaf Pak, bisa dipercepat, antriannya sudah panjang." Marni dengan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Bubur Sumsum

Sudah menjadi tradisi kalau setelah hajatan pasti si pemilik acara membuat bubur sumsum kemudian dibagikan kepada semua yang terlibat dalam acara tersebut.Tradisi bubur sumsum setelah hajatan merupakan tradisi Jawa yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih. Bubur sumsum juga dipercaya dapat memulihkan stamina setelah kelelahan."Terima kasih Mbak Sri, Marni sudah bantu-bantu disini. Maaf kalau ada salah-salah kata dan perbuatan ya Mbak, Mar." Bude Sum dengan senyum ramah sambil memberikan mangkok berisi bubur sumsum."Sama-sama Sum. Sing penting acarane lancar sampe akhir. Semalam Aku ga ikut lihat wayangan, wes ngantuk. Makanya muleh.""Iya Bude maaf semalam Marni juga balik ga lihat wayangan.""Gapapa. Lah wong yang banyak malah Bapak-Bapak. Dan Aku sendiri mending selonjoran. Pegel." Tawa Bude Sum."Oh ya Mbak, Mar. Ini ada sedikit, mohon diterima." Bude Sum memberikan amplop kepada Bude Sri dan Marni."Loh Sum kemarin sudah dan ini ada lagi? Ya Aku sih enak saj
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Desas Desus

"Bude, kalau Marni mau nambahin dagangan sambil jualan Jamu gimana?"Sepanjang jalan bersama Bude Sri, Marni mulai berani menyampaikan apa yang ada dipikirannya.Marni melihat banyaknya pembeli Jamu yang terkadang nyari cemilan sebagai pendamping minum jamu. Meski biasanya orang minum kopi sambil makan cemilan tapi kini diwarung Jamu banyak pembeli yang menanyakan cemilan juga."Kalau memang potensi yang belinya ada gapapa Ndok. Bikin saja yang gampang dan laku. Gorengan misalnya. Sekalian saja sediakan kopi. Siapa tahu Bapak-Bapak juga mau minum kopi.""Gitu ya Bude? Oke deh besok Marni mulai tambah sedikit demi sedikit."Sudah menjadi rutinitas bagi Marni bangun pukul dua dini hari.Meregangkan tubuh, ngulet sebentar gapapa asal jangan kebablasan tidur lagi.Marni sudah terbiasa bangun di waktu seperti ini, mencurahkan segala isi hati dan harapannya diatas sajadah dalam sujud qiyamul lail yang selalu Marni lakukan.Marni tak bosen untuk berdoa dan memohon ampunan dosa serta turut me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-09
Baca selengkapnya

Jadi yang Keempat

"Juragan, silahkan, gorengannya masih hangat." Marni saat meletakkan Jamu pesanan Juragan Basir dan menawarkan gorengan."Kamu tahu aja Saya suka yang anget-anget." Juragan Basir mengambil pisang goreng dan memakannya."Pinter banget bikin pisang gorengnya panjang begini. Legit enak. Masih anget lagi." Sungguh rasanya Marni kepingin menendang saja manuk si ganjen dihadapannya.Tatapan mesum Juragan Basir sambil mengunyah pisang goreng buatan Marni.Kalau ga ingat masih butuh butuh tempat dagang dan lagi pula masih banyak orang yang melihat Marni memilih tak menanggapi."Kamu betah jualan disini?" Kini sambil meminum Jamu pesanannya Juragan Basir me.perhatikan Marni yang sengaja menghindar."Betah Juragan." Marni sekilas saja menengok. Malas sekali harus berhadapan dengan wajah cabul sang Juragan yang sudah memiliki Istri hingga tiga orang."Kamu masih muda, masih cantik, kenapa ga nikah? Dari pada jualan begini gimana kalau nikah sama Saya. Saya akan jamin hidup Kamu gak perlu susah b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Kedatangan Babeh Ali

"Santi! Apa-apaan ini!"Semua mata kini tertuju pada suara menggelegar yang membuat semua terkejut."Abang." Umi Halimah terkejut meski wajahnya tetap tenang."A-Abang, kok Abang kesini?" Wajah Santi yang sejak tadi nyolot berubah jinak bahkan dibuat teduh sambil menghampiri Juragan Basir.Semua mata yang melihat terlihat pura-pura tak memperhatikan namun enggan beranjak, seolah ingin mengetahui kelanjutan prahara yang begitu menarik dihadapan mata dan sayang untuk dilewatkan."Juragan, silahkan bawa kedua Istri Juragan keluar dari warung Saya. Sejak datang hanya buat rusuh saja." Marni tanpa ekspresi namun kata-kata yang dikeluarkan setajam silet.Bahkan yang sedang mengerubungi Mereka menatap ngeri akan keberanian Marni dengan halus mengusir kedatangan Juragan Basir dan Kedua Istrinya."Ndok, ada apa?" Bude Sri yang baru tiba, dibuat terkejut dan mencoba memahami situasi yang kini ada dihadapannya."Mereka berdua Istri Juragan Basir Bude datang hanya membuat gaduh dan menuduh Marni
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Harga Barang Naik Di Bulan Ramadhan

"Kamu yang dilamar sama Basir buat jadi bini keempat? Mau?"Tatapan menelisik dari pria yang Marni taksir berusia lima puluhan akhir namun masih terlihat gagah dan awet muda."Maaf Pak, Saya bukan perempuan seperti itu." Marni menunggu reaksi apalagi dari Pria Baya yang masih kekar dan berotot dihadapannya."Bagus! Jadi Gue ga perlu pusing lihat Leha ngambek gara-gara Lu bakal ngeladenin si Udin, Buaya buntung.""Tenang saja Pak, Saya juga ga minat jadi madu dari Putri Bapak.""Panggil Gue Babeh Ali. Biar sama kayak orang-orang manggil Gue. Bu Sri, kalo si Basir datang lagi dan bikin kacau lapor sama Saya.""Oh iya Beh."Babeh Ali menatap dengan sorot mata yang membuat Marni bingung, "Lu harus berani kalau emang bener! Jangan nerima aje kalo orang mau semena-mena sama Lu! Biar perempuan kudu kuat dan tahan banting!"Marni sendiri masih bingung, seperti apa sebenarnya sosok Babeh Ali yang baru saja meninggalkan lapak Bude Sri."Ndok, Kamu melamun?" Bude Sri menepuk pelan bahu Marni men
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

Empat Mata

"Mar! Bude Sri!"Salah satu penjual di pasar datang dengan tergesa-gesa membuat Marni dan beberapa pembeli terkejut hingga kini semua segera menuju lapak milik Bude Sri.Marni dengan cepat mendekati Bude Sri yang kini duduk ditepi dipan sambil mengurut Kakinya."Ndok, Kamu ngapain kesini? Lah ini Kalian juga pada ngapain? Lapak Kalian siapa yang jaga?" "Bude kenapa bisa bengkak begini kakinya? Bude jatoh?" Marni mendekat sambil memeriksa Kaki Bude Sri yang bengkak."Oalah! Ini toh! Tadi Bude pas mau ke kamar mandi Bude terpeleset. Ya jadi bengkak. Tapi gapapa Ndok. Namanya wes tua jadi mungkin terkilir.""Masha Allah Bude. Bude Kita ke Rumah Sakit saja yuk!" Marni segera bangkit hendak menyiapkan keperluannya yang akan dibawa ke Rumah Sakit."Ndok. Ga usah. Nanti panggil tukang urut saja. Bude barusan sudah bell si Leha. Leha kenal tukang urutnya. Sudah Kamu ga usah panik." Bude Sri bisa melihat kekhawatiran di wajah Marni dan itu membuat hati Bude Sri menghangat.Bude Sri akhirnya
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

Sabotase

"Beh!" Mpok Leha membuka kasar pintu kamar rawat dimana Babeh Ali sedang dalam proses penanganan Dokter."Maaf Bu, tapi Pasie butuh istirahat dan jangan berisik." Mata tajam perawat menatap Mpok Leha yang datang dengan gaduh saking panik setelah mendengar Babeh Ali masuk Rumah Sakit."Lu dari mane Leha! Babeh tadi pamit mau berangkat Lu udah ga ada. Laki Lu juga sama aja! Kelayapan aja! Ga jelas juntrungannye." Mpok Leha membantu Babeh Ali yang ingin duduk bersandar terlihat meringis merasakan nyeri di tubuhnya yang menyisakan beberapa bekas luka yang tertinggal."Tadi Leha ke warung Bude Sri. Nganterin Mak Ipah mau ngurut Bude Sri habis jatoh di Rumah Sakit. Babeh gimana ceritanye sih bisa luka-luka begini?""Beh!" Udin drngan tergesa-gesa langsung masuk menghampiri Atah Mertuanya."Jangan berisik!" Peringatan Perawat sambil melotot kala Udin dengan gaduhnya masuk dalam ruang rawat."Aw! Pelan-pelan! Lu mau bunuh Gua!" "Maaf Beh! Udin kuatir denger Babeh kecelakaan."Babeh Ali memut
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Penggusuran

Marni dan Bude Sri yang baru saja keluar ruang rawat Babeh Ali seketika dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat."Loh, itu bukannya Juragan Basir Din?" Bude Sri menatap brangkar yang didorong oleh perawat menuju IGD.Dari arah berlawanan tampak orang yang di kenal Marni berjalan tergesa namun akhirnya tatapan Mereka bertemu."Abang!"Santi Istri kedua Juragan Basir terlihat buru-buru bersama Umi Halimah Istri pertama Juragan Basir yang sedang bergandengan dengan seorang wanita hamil menuju IGD dimana Juragan Basir berada."Bang! Ngapain Lu ngeliatin si Rina segitunya! Masih ada rasa Lu! Perempuan yang cuma bisa numpang hidup makanya mau jadi Istri ketiga dan sekarang lagi hamil anak Juragan Basir masih selera Lu sama modelan begitu! Hum?" Mpok Leha dengan tatapan nyalang menatap Udin sang Suami yang terlihat gelagapan."Enggak Ayang. Abang kan cintanya sama Lu doang! Kagak percayaan amat dah.""Pret! Kagak usah belaga pilon Lu Bang! Bilang aja barusan lihat si Rina Lu masih inget kan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status