Beranda / Romansa / MBOK JAMU SEKSI / Jadi yang Keempat

Share

Jadi yang Keempat

last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-10 01:25:28

"Juragan, silahkan, gorengannya masih hangat." Marni saat meletakkan Jamu pesanan Juragan Basir dan menawarkan gorengan.

"Kamu tahu aja Saya suka yang anget-anget." Juragan Basir mengambil pisang goreng dan memakannya.

"Pinter banget bikin pisang gorengnya panjang begini. Legit enak. Masih anget lagi." Sungguh rasanya Marni kepingin menendang saja manuk si ganjen dihadapannya.

Tatapan mesum Juragan Basir sambil mengunyah pisang goreng buatan Marni.

Kalau ga ingat masih butuh butuh tempat dagang dan lagi pula masih banyak orang yang melihat Marni memilih tak menanggapi.

"Kamu betah jualan disini?" Kini sambil meminum Jamu pesanannya Juragan Basir me.perhatikan Marni yang sengaja menghindar.

"Betah Juragan." Marni sekilas saja menengok. Malas sekali harus berhadapan dengan wajah cabul sang Juragan yang sudah memiliki Istri hingga tiga orang.

"Kamu masih muda, masih cantik, kenapa ga nikah? Dari pada jualan begini gimana kalau nikah sama Saya. Saya akan jamin hidup Kamu gak perlu susah b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • MBOK JAMU SEKSI   Kedatangan Babeh Ali

    "Santi! Apa-apaan ini!"Semua mata kini tertuju pada suara menggelegar yang membuat semua terkejut."Abang." Umi Halimah terkejut meski wajahnya tetap tenang."A-Abang, kok Abang kesini?" Wajah Santi yang sejak tadi nyolot berubah jinak bahkan dibuat teduh sambil menghampiri Juragan Basir.Semua mata yang melihat terlihat pura-pura tak memperhatikan namun enggan beranjak, seolah ingin mengetahui kelanjutan prahara yang begitu menarik dihadapan mata dan sayang untuk dilewatkan."Juragan, silahkan bawa kedua Istri Juragan keluar dari warung Saya. Sejak datang hanya buat rusuh saja." Marni tanpa ekspresi namun kata-kata yang dikeluarkan setajam silet.Bahkan yang sedang mengerubungi Mereka menatap ngeri akan keberanian Marni dengan halus mengusir kedatangan Juragan Basir dan Kedua Istrinya."Ndok, ada apa?" Bude Sri yang baru tiba, dibuat terkejut dan mencoba memahami situasi yang kini ada dihadapannya."Mereka berdua Istri Juragan Basir Bude datang hanya membuat gaduh dan menuduh Marni

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • MBOK JAMU SEKSI   Harga Barang Naik Di Bulan Ramadhan

    "Kamu yang dilamar sama Basir buat jadi bini keempat? Mau?"Tatapan menelisik dari pria yang Marni taksir berusia lima puluhan akhir namun masih terlihat gagah dan awet muda."Maaf Pak, Saya bukan perempuan seperti itu." Marni menunggu reaksi apalagi dari Pria Baya yang masih kekar dan berotot dihadapannya."Bagus! Jadi Gue ga perlu pusing lihat Leha ngambek gara-gara Lu bakal ngeladenin si Udin, Buaya buntung.""Tenang saja Pak, Saya juga ga minat jadi madu dari Putri Bapak.""Panggil Gue Babeh Ali. Biar sama kayak orang-orang manggil Gue. Bu Sri, kalo si Basir datang lagi dan bikin kacau lapor sama Saya.""Oh iya Beh."Babeh Ali menatap dengan sorot mata yang membuat Marni bingung, "Lu harus berani kalau emang bener! Jangan nerima aje kalo orang mau semena-mena sama Lu! Biar perempuan kudu kuat dan tahan banting!"Marni sendiri masih bingung, seperti apa sebenarnya sosok Babeh Ali yang baru saja meninggalkan lapak Bude Sri."Ndok, Kamu melamun?" Bude Sri menepuk pelan bahu Marni men

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • MBOK JAMU SEKSI   Empat Mata

    "Mar! Bude Sri!"Salah satu penjual di pasar datang dengan tergesa-gesa membuat Marni dan beberapa pembeli terkejut hingga kini semua segera menuju lapak milik Bude Sri.Marni dengan cepat mendekati Bude Sri yang kini duduk ditepi dipan sambil mengurut Kakinya."Ndok, Kamu ngapain kesini? Lah ini Kalian juga pada ngapain? Lapak Kalian siapa yang jaga?" "Bude kenapa bisa bengkak begini kakinya? Bude jatoh?" Marni mendekat sambil memeriksa Kaki Bude Sri yang bengkak."Oalah! Ini toh! Tadi Bude pas mau ke kamar mandi Bude terpeleset. Ya jadi bengkak. Tapi gapapa Ndok. Namanya wes tua jadi mungkin terkilir.""Masha Allah Bude. Bude Kita ke Rumah Sakit saja yuk!" Marni segera bangkit hendak menyiapkan keperluannya yang akan dibawa ke Rumah Sakit."Ndok. Ga usah. Nanti panggil tukang urut saja. Bude barusan sudah bell si Leha. Leha kenal tukang urutnya. Sudah Kamu ga usah panik." Bude Sri bisa melihat kekhawatiran di wajah Marni dan itu membuat hati Bude Sri menghangat.Bude Sri akhirnya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • MBOK JAMU SEKSI   Sabotase

    "Beh!" Mpok Leha membuka kasar pintu kamar rawat dimana Babeh Ali sedang dalam proses penanganan Dokter."Maaf Bu, tapi Pasie butuh istirahat dan jangan berisik." Mata tajam perawat menatap Mpok Leha yang datang dengan gaduh saking panik setelah mendengar Babeh Ali masuk Rumah Sakit."Lu dari mane Leha! Babeh tadi pamit mau berangkat Lu udah ga ada. Laki Lu juga sama aja! Kelayapan aja! Ga jelas juntrungannye." Mpok Leha membantu Babeh Ali yang ingin duduk bersandar terlihat meringis merasakan nyeri di tubuhnya yang menyisakan beberapa bekas luka yang tertinggal."Tadi Leha ke warung Bude Sri. Nganterin Mak Ipah mau ngurut Bude Sri habis jatoh di Rumah Sakit. Babeh gimana ceritanye sih bisa luka-luka begini?""Beh!" Udin drngan tergesa-gesa langsung masuk menghampiri Atah Mertuanya."Jangan berisik!" Peringatan Perawat sambil melotot kala Udin dengan gaduhnya masuk dalam ruang rawat."Aw! Pelan-pelan! Lu mau bunuh Gua!" "Maaf Beh! Udin kuatir denger Babeh kecelakaan."Babeh Ali memut

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • MBOK JAMU SEKSI   Penggusuran

    Marni dan Bude Sri yang baru saja keluar ruang rawat Babeh Ali seketika dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat."Loh, itu bukannya Juragan Basir Din?" Bude Sri menatap brangkar yang didorong oleh perawat menuju IGD.Dari arah berlawanan tampak orang yang di kenal Marni berjalan tergesa namun akhirnya tatapan Mereka bertemu."Abang!"Santi Istri kedua Juragan Basir terlihat buru-buru bersama Umi Halimah Istri pertama Juragan Basir yang sedang bergandengan dengan seorang wanita hamil menuju IGD dimana Juragan Basir berada."Bang! Ngapain Lu ngeliatin si Rina segitunya! Masih ada rasa Lu! Perempuan yang cuma bisa numpang hidup makanya mau jadi Istri ketiga dan sekarang lagi hamil anak Juragan Basir masih selera Lu sama modelan begitu! Hum?" Mpok Leha dengan tatapan nyalang menatap Udin sang Suami yang terlihat gelagapan."Enggak Ayang. Abang kan cintanya sama Lu doang! Kagak percayaan amat dah.""Pret! Kagak usah belaga pilon Lu Bang! Bilang aja barusan lihat si Rina Lu masih inget kan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • MBOK JAMU SEKSI   Luluh Lantah

    Semua pedagang di pasar kompak bergerak menghadapi petugas yang sudah bersiap menggusur lapak jualan Mereka.Marni berdiri di dekat Bude Sri berada diposisi belakang.Kaum Pria dan Ibu-Ibu berada di garda terdepan membentuk blokade menghalangi alat berat yang akan mulai dioperasikan."Kami tidak akan meninggalkan lapak dimana selama ini Kami mencari nafkah!""Kami semua memiliki bukti pembelian dan hak guna bangunan yang Sah!"Para pedagang saling menyuarakan aspirasi Mereka dan menentang keras petugas yang akan melakukan eksekusi."Kami hanya menjalankan perintah berdasarkan surat yang Kami terima. Selebihnya Bapak dan Ibu silahkan komplain kepada pihak yang terkait."Nyatanya petugas yang dikerahkan melibatkan banyak personil hingga akhirnya bagian depan hingga tengah mau tidak mau dieksekusi.Lapak yang ditempati Marnipun terkena eksekusi sedangkan barisan milik Bude Sri belum.Sedih.Marni yang baru saja memulai usaha tentu merasakan kesedihan yang dalam.Harapan dan Mimpi Marni s

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • MBOK JAMU SEKSI   Gak Ada Bibit Pelakor

    "Nah ini rumahnya." Mpok Leha menunjukkan rumah kontrakan yang tadi Mereka sepakati."Loh, Loh, Leha. Ini Rumah? Bukannya petakan ya?" Bude Sri celingak celinguk melihat sekitar dan tak ada petakan."Mpok Leha, ga salah kan? Saking kebanyakan kontrakan ya sampe bingung? Mana petakannya?" kini Marni yang tak kalah bingung."Ampun dah ni orang ya! Emang ini yang Babeh maksud. Udah, tadi kan udah deal! Masuk yuk! Lihat-lihat, Kan mesti di benahin, maklum udah agak lama kosong nih! Banyak debu pasti!" Mpok Leha membuka gembok dan kini terlihat rumah sederhana dengan teras luas namun terlihat sudah lama sekali tak diurus.Marni dan Bude Sri saling tatap. Mau bingung tapi ini kenyataan."Ayo Bude, Kita masuk." Marni kini menuntun Bude Sri memulai langkah agar yakin bahwa ini nyata bukan mimpi."Maaf ye, maklum udah lama kosong. Tahu sendiri si Babeh iseng dikit beli rumah. Ujung-ujungnye ga keurus. Lah Gua kagak boleh ninggalin die, kudu tinggal bareng die sama Bang Udin."Marni melihat rum

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • MBOK JAMU SEKSI   Keliling Lagi

    "Ndok, Kamu keliling jam berapa?" Sambil mempersiapkan warung sayurannya yang kini sedang ia tata letaknya."Jam enaman Bude. Bude udah beres? Mau buka sekarang?""Iya, biasanya kali pagi begini banyak yang mau buat sarapan jadi cari sayuran. Semoga saja ada milik rezekinya ya Ndok.""Aamiin Bude. Saling mendoakan ya, agar Marni dan Bude jualannya laris manis.""Aamiin Gusti Allah. Kabul doanya Marni.""Ya sudah, Marni keliling dulu yw Bude. Assalamualaikum." Marni pamit sambil mencium tangan Bude Sri.Udara pagi begitu segar langit mulai sedikit demi sedikit meninggalkan awan berganti secercah sinar mentari yang mulai menyapa bumi."Jamu, Jamu, Jamune Mas, Mbak, Jamu, Jamu!" Merdu alunan suara Marni membuat yang mendengar penasaran hingga menengok siapa gerangan penjual Jamu yang suaranya masih asing di daerah itu.Marni membalas senyum saat melintasi beberapa penduduk yang melihatnya datar bahkan ada yang seolah menelisik dari atas hingga bawah.Sudah biasa bagi Marni jika kaum pere

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14

Bab terbaru

  • MBOK JAMU SEKSI   Disemprot Bude Sri

    Marni menyesal akhirnya ikut dalam mobil Juragan Basir. Sepanjang jalan ditengah hujan lebat dan begitu deras ada saja kesempatan Juragan Basir untuk bisa mendekati Marni."Ngak lagi-lagi ikut mobil Si Tua Keladi! Gak sadar diri! Bojo udah tiga malah ada tang lagi meteng yo mau jadikan Aku yang keempat! Edan!" Batin Marni."Abang sih masih nunggu loh, kali aja Neng Marni mau mikir lagi, Abang sih oke oke aja. Tapi jangan kelamaan Neng, digantung gak enak." Sungguh rasanya mau muntah saja melihat ekspresi genit tatapan Juragan Basir yang bagai singa lapar."Maaf Juragan, sebaiknya Juragan cari Perempuan lain saja. Saya gak berniat merubah keputusan Saya."Juragan Basir membolakan matanya, baru kali ini ada Perempuan menolaknya secara terang-terangan."Terima kasih banyak Juragan, maaf mobilnya jadi basah." Marni segera turun begitu sudah sampai di dekat rumahnya dan saat bunyi pintu mobil terbuka.Marni buru-buru menurunkan belanjaannya, meski masih keki dengan penolakan Marni Juragan

  • MBOK JAMU SEKSI   Banjir

    Juminten dan Ratmi secara bersamaan tiba di rumah Bude Sri dan Marni dengan tubuh terpapar air hujan."Jum, Mi, Kalian opo ndak pake payung? Itu basah-basahan. Masuk angin. Bentar," Bude Sri masuk ke dalam kamarnya membawa dua handuk bersih dan daster untuk keduanya."Salin dulu. Baru sana di kamar Bude.""Enakan Bude. Dasternya adem. Mana bahannya jatuh begini. Beli dimana Bude, mana masih baru ini." Juminten malah memutar tubuhnya bagai pragawati tapi dengan daster sebagai kostumnya."Loh, Bude sendiri Marni kemana?" Kini Ratmi yang kekuar dengan daster sejenis namun berneda warna."Lah yang dipakai Ratmi bagus juga warnanya. Bahannya sama dan baru juga." Juminten masih saja ribut soal daster."Wes toh, jadi ngeributin daster. Sini duduk dulu, minum jahe hangat dulu." Bude Sri membawa keduanya duduk menikmati Jahe hangat."Ini enak banget Bude Jahe hangatnya, sopo yang buat? Marni?" Ratmi yang kedinginan kembali meneguk jahe hangat yang ia tuang dari teko berbahan tanah."Iyo,""Pa

  • MBOK JAMU SEKSI   THR

    "Ini uangnya semua seratus ribuan kompak banget? Apa udah turun THRnya?"Marni dan Bude Sri berangkat bersama menuju agen yang tak jauh dari rumah Mereka.Persediaan bahan masakan yang minyak goreng, tepung-tepungan, kerupuk dan bumbu-bumbu kering sudah habis."Ndok, sekalian beli bahan kue juga, sesekali snack takjilan Kita buatin bolu. Biar ada variasinya.""Berarti tambah terigunya sama margarinnya Bude. Kalau pasta-pasta dibeli sekalian saja Bude?""Yo ambil saja yang diperlukan untuk buat bolu. Sama plastik kecil buat bungkusnya sekalian juga. Oh ya, tissu makan juga sudah tinggal sedikit, sendok garpu masih ada setengah, mau beli boleh enggak ya masih ada.""Beli yang sekiranya butuh dulu saja Bude. Selebihnya kalau kurang gampang, Marni bisa kesini atau pesan nanti diantar.""Iyo baik kalo begitu."Marni memasukkan kebutuhan membuat kue tak lupa Marni juga memasukan beberapa toping seperti mesem, chocochip dan lainnya agak kue Mereka semakin menarik."Lah kalo ada receh yo dika

  • MBOK JAMU SEKSI   Ojo Dumeh

    "De, tadi sore kemana toh?" Ratmi sedang mencetak nasi dan memasukkannya ke kotak nasi berkolaborasi dengan Juminten yang menata sambal goreng kentang ati plus tumis buncis putren."Oh pas buka? Aku karo Marni ke rumahnya Babeh Ali, Si Leha minta dibawakan makanan. Minta dimasakin urap sayur. Kepingin." Bude Sri duduk di meja makan sambil mengecek kelengkapan nasi kotak agar tak ada menu yang tertinggal dan memasukkan komponen terakhir pisang ambon, kerupuk udang dan air mineral."Ladalah, Jangan-Jangan ngisi yo De?" Juminten terkejut mengira Mpok Leha hamil."Wus masih pagi jangan ghibah! Nduk, pisangnya masih ada di dalam, ini tuker, kekecilan. Kasian yanh dapet takut iri ngelihat kotak nasi sebelahnya pisangnya gede!" "Bude bisa saja, Lah tahu gitu doyanan wong pisang yang gede-gede!" Juminten malah mesam mesem sendiri sambil memikirkan sesuatu tang bersifat mesum."Yo koe aja Jum yang otaknya ngeres, tak sapu nanti. Lah pisang yang diomong iki pisang buahan, Ora pisang bojomu!""

  • MBOK JAMU SEKSI   Diusir

    Brakkkk!Tatapan tajam dengan nafas memburu, garis wajah mengeras, rahang yang ditumbuhi jenggot yang telah memutih gemeretak menahan amarah yang telah memuncak jelas tergambar dari sorot penuh emosi yang Babeh Ali tunjukkan saat ini"Beh, Leha! Saya minta maaf, Abang minta maaf Leha, Beh, Udin minta maaf." Bang Udin baru saja datang seketika meringsut di bawah kaki Babeh Ali."Lu bawa semua barang-barang Lu! Gua gak sudi nampung gelandangan tang gak tahu diri kayak Lu!" Sekali hentak Babeh Ali melepas tangan Bang Udin yang memegangi kakinya."Leha, Leha, tunggu! Abang bisa jelasin!" Bang Udin menggapai tangan Mpok Leha besar harapan agar Istrinya mau mendengarkan kata-katanya."Abang, cukup sampe disini aje ye. Leha ikhlas Bang, Abang pergi aje ye. Nanti tunggu surat dari pengadilan." Tak lagi melihat kebelakang Mpok Leha mengikuti Babeh Ali masuk ke dalam rumah."Bang," penjaga rumah Babeh Ali menghampiri Bang Udin.Udin merasa akan di bantu namun tidak sesuai harapan, "Bang mending

  • MBOK JAMU SEKSI   Wonder Women

    "Kamu kenapa toh Ndok? Sejak tadi Bude perhatikan yo mesam-mesem gitu. Gak kesambet kan di rumah Bu RW? Maklum banyak patung tadi rupanya." Bude Sri heran melihat Marni sesekali menatap Bude Sri sambil senyum-senyum."Ndak Bude. Marni baik-baik saja. Marni ruh cuma lagi kagum saja. Keren!" Marni masih tersenyum menatap Bude Sri sambil memberikan dua jempolnya."Sopo yang keren? Lah Bude gak lihat ono lanang disini." Bude Sri celingak celinguk memperhatikan apakah ada pria yang membuat Marni senyum-senyum begitu.Keduanya masih menunggu angkot yang lewat menuju pasar untuk membeli belanjaan."Yang keren itu ada si depan Marni!""Bude?"Anggukan serta senyum manis Marni dengan semangat membenarkan."Ada-ada saja Kamu Ndok. Lah Bude pake baju lama, Dandan juga enggak, yo keren dari mana? Wes mujimu salah alamat Ndok. Bude kasih sewu mau ora?" Tawa Bude Sri balik menggoda Marni."Ih Bude, Bukan karena penampilan, tapi Bude Keren banget tadi bisa melibas makhluk-makhluk julid yanh ada di r

  • MBOK JAMU SEKSI   Julid

    "Ndok, udah dikunci?" Bude Sri memastikan pintu belakang dan juga depan sebelum Mereka berangkat berbelanja kebutuhan Katering."Sampun Bude, kompor juga uwis. Sekalian mampir ke warung mau beli gas. Habis. Ada dua tabung yang kosong. Biar diantar nanti pas Kita sudah di rumah.""Iyo Ndok. Untung saja persoalan Gas yang sempat langka segera teratasi ya. Bulan Puasa yo repot kalo gas langka macam kemaren. Kalo dulu di Kampung bisa masak pakai kayu bakar. Lah disini jangankan kayu bakar, pohon aja susah. Tanah sudah gak ada. Lahan buat nanem ya seadanya."Marni tersenyum mendengarkan ceriwisnya Bude Sri yang membuatnya selalu sayang dengan perempuan yang sudah Marni anggap Ibunya sendiri."Bude, Kita naik angkot saja yo berangkatnya. Nanti pulangnya baru naek becak. Kan bawa belanja banyak.""Iyo, Wes jalan ke depan itung-itung olahraga.""Bu Sri mau kemana iki?" Sapa salah seorang tetangga."Mau belanja buat Katering. Loh, iki mau kemana toh ramean?""Itu loh Bu Sri, denger-denger Cucu

  • MBOK JAMU SEKSI   Kembali Pulang

    Setiap dini hari aktivitas di dapur Bude Sri sudah sibuk. Menyiapkan seratus porsi Katering orderan Mpok Leha untuk anak-anak Pabrik yang bekerja di Pabrik milik Babeh Ali.Ramadhan memang selalu mendatangkan rezeki bagi siapa saja yang mau berusaha.Tergantung bagaimana setiap individu menyikapinya.Ada yang mengisi Ramadhan dengan tidur saja seharian, ada yang memilih fokus beribadah namun tak sedikit yang mencari rezeki dengan berjualan takjil dan sebagainya.Dibalik kejadian penggusuran lahan di pasar yang hingga kini masih terkendali soal pemberian kompensasi, Bude Marni bersyukur Allah masih memberikan jalan bagi dirinya dan Marni untuk dapat menjemput rezeki dengan cara lain yakni dengan berjualan sayur dan kini saat Ramadhan tidak disangka-sangka Allah datangkan rezeki lewat order Katering sebulan full.Betapa rasa syukur yang terucap dari lisan dan hati Bude Sri atas segala kemurahan Allah kepada dirinya dan Marni untuk bisa bertahan dalam situasi apapun.Selesai menunaikan s

  • MBOK JAMU SEKSI   Ribut

    Tok!Tok!Tok!"Kayaknye ada yang ngetok pintu Mar?" Mpok Leha menajamkan indera pendengarannya sambil ekor mata beralih kearah pintu rumah."Iya ya, Bude kalau pulang pasti salam dan langsung masuk. Apa Aku lupa ngunci ya. Sek Mpok tak lihat dulu."Marni bangkit dari kursi diikuti Mpok Leha yang beradang dibelakang Marni.Ceklek!"Leha! Lu disini! Lu bikin Abang kuatir seharian! Lu gak angkat telepon! WA Abang Lu kagak bales! Pulang!" Bang Udin langsung saja masuk tak memperdulikan Marni yang kini melongo dengan apa yang kini Ia lihat."Lu jangan ciba deket-deket agua Bang! Gua kagak mau Lu sentuh! Najis! Tangan Lu udah kotor belas megang-megang Si Sundel!" Mpok Leha menepis tangan Bang Udin yang memegang lengannya."Lu kenape sih! Ngomong jangan begini Leha! Malu! Ini dirumah orang! Lu malah disini! Abang cari Lu dirumah Babeh tapi gak ada orang. Babeh lagi ke Kota dan Lu Gak bisa dihubungin! Abang Kuatir Leha!""Dah Bang! Lu Kagak usah banyak cincong! Gua udah gak mau lagi Lu boongin

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status