Home / Romansa / Tuan Lumpuh, I Love You / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Tuan Lumpuh, I Love You: Chapter 11 - Chapter 20

52 Chapters

Bab 11 Menculik Jaden Part 2

Nara hanya terdiam melihat pria di depannya itu. Dalam hati kecil Nara berkata, jika hanya untuk membius seorang Jaden Luther saja adalah hal yang sulit. Bagaimana jika nanti mereka akan tinggal satu atap?"Tuan harus minum untuk menghilangkan rasa takut Tuan JL karena naik mobil tadi."Jaden langsung memberikan tatapan tajamnya. "Jadi, kamu tahu kalau aku takut naik mobil?""Tentu saja saya tahu karena beberapa kali melihat Tuan JL panik dan cemas saat berada di dalam mobil.""Kamu benar-benar tidak tau diri. Kamu sengaja mengajakku ke pantai agar lebih lama bisa menyiksaku di dalam mobil."Nara menggeleng pelan. "Saya sama sekali tidak ada niat seperti itu. Saya malah ingin membuat Tuan JL bisa melawan semua rasa takut yang sedang Tuan rasakan karena saya tau jika Tuan JL orang yang sangat kuat."Nara membereskan pecahan kaca dan segera berjalan keluar dari kamar Jaden Luther.Terdengar suara marah Jaden yang juga membanting beberapa barang di dalam kamarnya."Oh Tuhan, apa aku bisa
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 12 Di Rumah Kenangan Part 1

Nara sedang berpamitan dengan Nenek dan juga Reno. Dia akan segera membawa Jaden ke rumah kenangan yang letaknya lumayan jauh dari sana, dan nanti di tempat yang agak terpencil itu Jaden akan tinggal hanya berdua dengan Nara."Nara, tolong jaga cucuku dengan baik. Kalau kamu kesal padanya, ingat saja jika sebenarnya cucuku orang yang tidak seperti itu.""Nenek tenang saja karena beberapa hari dengan Tuan JL, aku sudah mulai terbiasa dengan sikapnya.""Nona Nara, semoga kamu tetap kuat dan sabar merawat Tuan Muda, tapi kalau tidak sanggup atau menyerah karena benar-benar sudah tidak bisa Nona Nara terima, Nona Nara bisa mengundurkan diri. Iya, kan Nek?" Reno melihat ke arah wanita tua yang kedua matanya tampak sembab."Iya, Nara."Nara memeluk Nenek dan Reno bergantian. Jaden sudah Nara tidurkan di kursi belakang mobil Jaden."Nek, Reno, aku mau berangkat dulu.""Iya, hati-hati, Nara." Nara mengendarai mobil sendirian memecah jalanan sore yang tampak sepi. Jaden masih terbaring nyeny
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 13 Rumah Kenangan Part 2

Nara bingung saat akan masuk ke dalam kamar Jaden karena dia takut jika pria itu masih marah dengannya, tapi Nara juga tidak bisa membiarkan Jaden tidak makan sama sekali.Pintu diketuk oleh Nara, tapi pria di dalam kamar itu tidak mau menyahut sama sekali.Nara mengetuk pintu hanya ingin memberitahu jika dia izin akan masuk ke dalam kamar Jaden, tapi saat tidak mendapat jawaban, Nara membuka kunci pintu itu. "Tuan JL," panggil Nara lirih, Nara pun berhati-hati membuka pintu kamar Jaden. Takutnya dia tiba-tiba di lempar Jaden sesuatu.Namun, saat pintu sudah terbuka, Nara melihat Jaden yang duduk dengan wajah menatap tajam pada Nara.Nara sebenarnya takut melihat tatapan Jaden yang seperti itu, walaupun Nara tau jika Jaden tidak akan menyakitinya selama jarak mereka jauh."Tuan JL, ini makan paginya." Nara meletakkan sarapan Jaden di atas meja kecil di sana."Aku tidak mau makan. Berikan saja ponselku.""Tuan makan dulu dan minum obat, kemarin Tuan belum minum obatnya.""Berikan pons
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 14 Perjanjian

"Ren." Sebuah usapan lembut pada pundak Reno yang tampak terdiam setelah sambungan teleponnya di putuskan oleh Jaden."Iya, Nek.""Aku tahu jika kamu pasti sedih karena ucapan Jaden. Nenek tau jika selain kamu adalah orang kepercayaan cucuku, kamu juga adalah sahabat baik dari cucuku.""Iya, Nek. Aku sedih saja saat Tuan Muda dengan mudahnya memecatku hanya karena aku sekali ini tidak bisa menuruti keinginannya, padahal aku lakukan itu juga ingin melihat sahabatku kembali seperti dulu."Wanita tua itu menunjukkan senyum kecil nan lembutnya. "Sudahlah, kamu tidak perlu memikirkan apa yang cucuku katakan tadi, apa kamu tahu jika Jaden itu tidak akan bisa kehilangan sahabat sepertimu."Nenek yang masih terlihat cantik itu memeluk Reno.Di tempatnya, Nara melihat Jaden tertegun. Dia merasa baru kali ini melihat Jaden seperti itu."Tuan JL," panggil Nara lirih."Pergi dari sini.""Tuan kenapa?""Aku bilang pergi dari hadapanku!"Nara tahu jika hati Jaden sedang tidak baik, jadi dia lebih b
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 15 Bukan Hal Yang Manis

Nara yang sudah menyelesaikan membuat makan siangnya, segera keluar untuk mencari pria itu. Dia pergi ke arah luar si mana tadi Jaden dengan kursi rodanya berada di sana."Tuan JL kemana? Kenapa dia tidak ada di sini? Apa dia pergi ke dalam hutan, atau jangan-jangan dia ingin kabur dari sini." Nara segera berlari mencari di mana Jaden berada.Nara pun berteriak memanggil nama Jaden, tapi dia sama sekali tidak mendapat balasan. "Tuan JL ini ke mana? Kenapa dia tidak menjawab panggilanku? Apa dia beneran sudah pergi dari sini? Apa aku sebaiknya menghubungi nenek saja dan bertanya apa Tuan JL di sana?"Nara tampak berpikir sejenak dan dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk menghubungi nenek karena tidak mau nanti nenek Miranti khawatir.Nara memilih kembali mencari keberadaan Jaden karena jika Jaden pulang, pasti nenek Miranti akan menghubunginya.Tidak lama dari kejauhan, Nara melihat kursi roda milik Jaden, tapi Jaden tidak ada di atas kursi rodanya.Nara segera berlari ke tempat di
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 16 Mood Yang Aneh

Jaden tampak terdiam saat Nara masih pada posisi memeluknya. Jaden pun merasakan jika Nara memang tampak ketakutan saat ini. "Sudah, kamu jangan takut, itu hanya suara guntur dan tidak akan menyakitimu, apa lagi kamu di dalam rumah.""Tolong jangan banyak bicara, aku beneran takut.""Mau sampai kapan kamu memelukku seperti ini? Baju kamu dan aku basah, apa kamu mau kita nanti malah sakit?"Nara baru sadar jika dia memeluk Jaden dengan keadaan basah kuyup, tapi dia juga benar-benar ketakutan dengan suara guntur yang terdengar menggelegar.Nara menarik wajahnya dan dia dapat melihat wajah Jaden sekali lagi dari dekat. "Tu-tuan, apa bisa berganti baju sendiri di dalam kamar? Saya mau di sofa dulu saja."Jaden terlihat kasihan melihat wajah ketakutan Nara. "Kamu benar-benar takut dengan suara guntur, ya? Sekarang aku tau bagaimana nanti bisa menyiksa kamu jika kamu gagal dengan perjanjian kita itu." Jaden malah tersenyum miring.Nara melihat wajah Jaden malah merasa sebal. Dia kemudian i
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 17 Merawat Nara

Jaden tampak sedikit kaget saat dia melihat kamarnya masih gelap karena tirai yang belum dibuka. Dia meraih ponselnya dan jam yang ada pada layar depan ponselnya."Sudah jam sepuluh!" Jaden tampak kaget. Dia kemudian bangkit dan duduk bersandar pada tepi ranjangnya. "Pelayan Bodoh itu kenapa belum bangun? Bukannya, dia selalu membuat aku marah karena membangunkanku terlalu pagi, tapi kenapa kali ini dia malah belum bangun?"Jaden mencoba meraih kursi rodanya dan dia membuka tirai di dalam kamarnya. Sekarang kamar pria itu tampak terang."Dia pasti masih tidur. Waktu di rumahku dia mencoba menunjukan sikap profesionalnya di hadapan nenek, tapi di sini dia menunjukan sifat aslinya." Jaden malah tersenyum miring.Tidak lama pintu di ketuk oleh Nara. Jaden yang mendengar suara Nara segera menyuruhnya masuk."Selamat pagi, Tuan JL," sapa Nara lirih."Kamu kenapa baru datang ke kamarku? Kamu biasanya pagi-pagi sekali sudah menyuruhku bangun. Apa ini sifat aslimu yang seorang pemalas?" ejek
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 18 Skin To Skin

Jaden masih duduk di atas kursi rodanya sembari menatap wajah Kiara yang tampak masih memejamkan kedua matanya dan ada kompres di atas kepalanya."Aku akan coba cari di dalam kamarnya saja. Siapa tau ada obat-obatan yang pelayan ini simpan."Jaden menjalankan kursi rodanya masuk ke dalam kamar Nara. Di dalam kamar Nara hanya ada satu buah koper dan tidak ada hal lain di sana."Dia hanya membawa koper ini? Dasar!"Jaden mulai membuka setiap laci di dalam kamar Nara, tapi Jaden tidak menemukan apapun di sana."Apa mungkin di dalam kopernya dia membawa obat?" Jaden mengambil koper Nara dan dia letakkan di atas tempat tidur. Jaden membuka koper Nara, dia memeriksa setiap kantong yang ada di sana, tapi tangannya malah memegang sesuatu yang seharusnya tidak Jaden pegang."Pakai dalamnya cantik sekali." Jaden malah tersenyum miring melihat satu set pakaian dalam Nara. Jaden juga melihat jika Nara hanya membawa satu bedak dan satu lipstik. "Dia benar-benar wanita yang sederhana, atau bisa di
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 19 Berdamai Dengan Keadaan

Nara duduk di depan Jaden karena dia ingin menyuapi pria itu. "Kamu istirahat saja, aku akan makan sendiri dan minim obatku sendiri.""Saya sudah minum obat, Tuan JL. Tuan, saya minta maaf karena tadi sudah marah sama Tuan.""Wajar saja kalau kamu marah seperti itu, aku sebenarnya juga tidak ingin melakukannya, tapi karena tidak ada cara lain, aku jadi melakukannya."Nara mengangguk perlahan dan tangannya mulai menyuapi Jaden. "Terima kasih sudah merawat saya tadi," ucap Nara dengan wajah sedikit malu sebenarnya dia berhadapan dengan Jaden.""Tidak perlu berterima kasih. Kalau saja ini bukan rumahku, pasti aku akan biarkan saja kamu mati." "Tuan JL sangat membenciku, Ya?""Tentu saja, sejak kecelakaan itu hidupku sudah berantakan, dan ditambah sekarang dengan kehadiran kamu yang seperti hantu memaksa menjadi pelayanku. Benar-benar tambah membuat hidupku menyedihkan.""Masalahnya itu bukan dari saya, tapi Tuan sendiri yang belum bisa menerima semua ini."Jaden tiba-tiba menahan tangan
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 20 Kenangan Buruk Nara

Nara membawa Jaden ke halaman depan rumah, dan dia melepaskan baju pria itu. Nara juga menyiapkan beberapa alat yang akan dia gunakan untuk merapikan rambut dan bulu-bulu di sekitar wajah pria itu."Apa kamu tidak ada pekerjaan lainnya selain ingin mengurusi wajahku?""Ini kan memang salah satu pekerjaanku, Tuan JL." "Tapi kamu bisa melakukan hal lainnya. Membersihkan rumah, menanam bunga mawar. Bukannya kamu bilang akan mengganti bunga mawar milik ibuku yang kamu petik.""Aku nanti akan mengerjakannya.""Lakukan hal lainnya, Nara! Kenapa mengurusi wajahku? Atau kamu bisa melompat saja ke jurang yang ada di dalam hutan." Wajah Jaden benar-benar sebal."Tidak mau! Aku sudah membuat jadwal kalau hari ini aku mau merapikan rambut dan bulu yang terlihat jelek ini." Nara mulai fokus mencukur rambut Jaden."Kamu bisa melakukannya? Jangan sampai aku malah terlihat lebih buruk.""Tuan JL tenang saja. Aku bisa melakukannya."Nara memang bisa memotong rambut, dulu saja dia sering melakukan pad
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status