"Din, ambil napas, lalu hembuskan, 'kan aku sudah bilang jangan kau bawa mereka ke sini, jadi runyam, bukan? Mereka itu dasarnya memang tak tahu malu," celetuk Ririn duduk di tepi ranjang di sampingku."Aku membawa, mereka ke sini, memberi mereka pelajaran, Rin agar tak semena-mena denganku lagi, jujur Rin, aku dendam pada mereka,"jawabku berapi-api sembari mencengkram kuat alas kasurku."Dendam, tetapi kau bawa ke sini, tidak ada cara lain, membalaskan sakit hatimu, itu?" tanya Ririn.Baru ingin aku menjawab bunyi suara gaduh dari arah dapur terdengar nyaring, aku dan Ririn bergegas bangkit berlari tergopoh-gopoh.Mataku membulat dengan sempurna, melihat makanan di atas meja makan habis berserakan, piring dan gelas pecah berhamburan ke lantai.Terlihat Bik Nur, memungut pecahan beling di lantai ubin, ayahku menghela napas menyaksikan ini semua.Dimas dan Riko yang baru datang cepat membantu Bik Nur, memungut pecahan gelas dan piring itu."Hati-hati, kacanya, Nur," ujar Riko hati-hati
Last Updated : 2025-03-04 Read more