Seminggu kemudian aku sudah bekerja bersama Rini dan suaminya di PT sawit Abadi, aku mengajak Bagas untuk ikut bersamaku agar dia tidak merasa bosan. Aku dan Rini bekerja sebagai penebas sawit piringan sedangkan Dimas sebagai pemanen sawit.Setelah jam istrirahat, kami duduk di bawah pohon sawit sembari menyantap makan siang. Ini saatnya aku memberitahu Rini tentang kelakuan Mas Seno yang bermain api d, ,i belakangku."Tuh, 'kan apa aku bilang benar, aku tak salah, sudah Din tinggalkan saja suami, seperti itu, jahatnya nggak ketulungan," sahut Rini berapi-api sambil menyantap nasi berlauk ayam sambal."Hus! Dek, kok begitu dengan teman nggak boleh tau menyuruh bercerai," timpal Dimas pada istrinya seketika membuat Rini menghentikan makannya."Dengar, ya Bang! Untuk apa dipertahankan suami macam itu, jahat sama istri, kau bayangkan, ya, Bang, dia dengan istri Rahmat lembut berbicara mendayu-dayu, kalau dengan Dinda kasarnya minta ampun sama sifatnya dengan Marni," sentak Rini membusun
Last Updated : 2025-02-15 Read more