Home / Rumah Tangga / Dimanja Paman Mantan / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Dimanja Paman Mantan: Chapter 21 - Chapter 30

39 Chapters

Terusir

Bab21"Bukannya dia cinta mati ya sama Dion. Aku sih yakin, dia bakal terima, apapun permintaan nyonya Alisa."Wajah Ammar masam, mendengar ucapan Zaky."Akhir- akhir ini, aku sudah banyak mendapatkan info, kalau gadis bodoh itu, mulai menjauhi Dion. Dan aku sengaja memasukan diri, diantara mereka. Cukup lama aku menunggu hari ini terjadi," tutur Ammar."Nyonya Alisa bakal mati kutu, kalau tahu kamu sudah menikah," kata Zaky sambil terkekeh."Aku hanya khawatir dia hamil." Mendengar ucapan Ammar, Zaky tercengang."Kamu menindurinya? Bukannya kamu bilang, kamu hanya menikah kontrak, agar membuat Nenek kamu tenang dan nyonya Alisa panik, kenapa malah ditiduri?" "Jangan- jangan, kamu memang suka wanita itu kan?" tuduh Zaky seenaknya, membuat Ammar mencibir."Semua ulah Nenekku, dia menjebak kami berdua malam itu. Kami diminta nginap, kemudian diracuni. Aku sudah minta dia menjauh, dan mengurung diri di dalam kamar mandi. Tapi dia malah terus menerus menggedor pintu. Aku yang mulai panas
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Hamil

Bab22"Olivia, kenapa kamu jadi seperti ini?" Suara Karin terdengar.Olivia melihat ke arah mobil itu. Dion dan Karina ada di dalam sana, wanita itu gegas keluar dari mobil, disusul Dion dari sebelahnya."Olivia, wajah kamu juga luka, kamu kenapa? Siapa yang melakukan ini, kenapa kamu di jalanan seperti ini?" Karina terus melayangkan pertanyaan, karena diburu rasa penasaran."Aku tidak apa- apa," jawab Olivia, dan menjauhkan tangan Karina, yang memegang lengan Olivia."Tapi, tapi kamu seperti ini, aku kasihan sama kamu, Liv," lirih Karina, yang mencoba meraih lengan Olivia lagi. Namun, dengan cepat Olivia menepisnya."Akkh, sakit," ujar Karina. Padahal Olivia tidak menggunakan banyak tenaga, tapi Karina seakan kesakitan."Olivia, berhenti!" teriak Dion."Minta maaf pada Karina," titahnya."Dion, aku tidak apa- apa, jangan diperpanjang, aku yakin Olivia tidak bermaksud," kata Karina, memasang wajah yang sedih.Yang membuat siapa saja, akan kasihan padanya."Tidak, dia harus minta maaf.
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Ngidam

Bab23"Setelah kita menikah resmi, kamu tidak perlu memikirkan banyak hal lagi, termasuk melanjutkan pendidikan. Kamu hanya harus fokus mengurus anak, dan melayaniku ...."Kini ucapan Ammar tidak lagi seformal tadi, dia kembali ramah."Saya tidak setuju. Pendidikan itu penting, dan wajib bagi saya. Karena saya tidak mau, anak- anak memiliki ibu yang bodoh nantinya," ujar Olivia dengan tegas."Boleh jika itu emang maumu. Aku izinkan, setelah kamu melahirkan anak kita," ujar Ammar. Akhirnya, Olivia pun tersenyum simpul."Terimakasih, Paman." Ammar menatap masam."Aku bukan Paman-mu."Olivia terkekeh, dan Ammar pun keluar dari kamar wanita itu. Di depan pintu kamar, nenek Lisa sudah menyambutnya sambil tersenyum manis."Bagaimana, dia sudah bangun?""Ya, dia ada di dalam." Tanpa bicara apa- apa lagi, nenek Lisa menerobos masuk ke dalam kamar. Ammar memang membawa Olivia, ke kediaman neneknya.Karena rumah yang dia tempati, sudah beberapa hari ini dia renovasi."Olivia, cucu menantuku s
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Suami Siaga

Bab24Spontan, Olivia langsung menutup wajahnya, merasa malu dengan pernyataannya sendiri.Ammar pun menjadi canggung dan salah tingkah, yang akhirnya membuat laki- laki itu keluar kamar begitu saja tanpa suara. Dia pun menelpon Melvin malam- malam.'Ngapain dia telepon aku jam segini? Aku baru saja pulang dan selesai mandi, makan saja belum.' Melvin menggerutu, sebelum menjawab panggilan bos nya.[Ya, Bos.][Lama sekali kamu jawaban telepon saya!][Tadi mandi, Bos. Ada apa?][Cepat kamu kemari, ke rumah Nenek saya,] titah Ammar, membuat Melvin tercengang.'Gila! Kerjaan apalagi ini?'[Dengar nggak?][Baik, Bos.][Ok. Kamu bawakan semua bahan, yang saya kirim via teks singkat.]Ya. Panggilan telepon itu berakhir, Melvin meringis, membaca pesanan yang Ammar kirim. 'Bos gila ini, kenapa malam- malam nyuruh aku bawa beginian?' Melvin pergi dengan perasaan kesal. Ammar bukan hanya sering membuatnya lembur kerja, tapi selalu mengandalkan Melvin dalam semua hal.Sebagai asisten yang baik
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Undangan Pernikahan

Bab25Olivia masih berpura- pura tidur, dia hanya bisa mendengarkan percakapan suami dan neneknya."Urus wanita itu! Suruh dia pergi. Nenek nggak suka dia," titah nenek Lisa. Tidak terdengar sahutan Ammar, tapi lelaki itu melangkah pergi, meninggalkan kamarnya."Ammar," lirih Zoya, ketika melihat lelaki itu keluar ke arahnya.Zoya tidak juga langsung berdiri, dia tetap membiarkan dirinya berlutut, demi bisa bertemu Ammar.Semenjak kedatangannya kembali ke kota Luky, dia tidak pernah bisa menemui Ammar. Perasaan rindu dalam hatinya begitu banyak, sampai- sampai membuatnya sering merasa emosi dan pusing.Kini, dia bisa melihat kembali, wajah lelaki yang dulu sangat dia sayangi itu. "Ammar," lanjutnya, menatap nanar pada wajah tampan itu. Wajah yang kini menatap dingin ke arahnya.Jika dulu melihat Zoya seperti ini, maka Ammar akan bergegas memeluknya dan mengajaknya untuk berdiri. Kemudian mengusap lututnya yang memerah.Tapi kini, lelaki itu menatap Zoya tanpa ekspresi apapun. Hal itu
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Pesta Pernikahan

Bab26Ammar tersenyum tipis, ketika mengetahui kedatangan nyonya Alisa ke rumah neneknya. "Kamu sudah yakin, akan meresmikan pernikahan denga gadis itu?" tanya Zaky, yang kini berada di kantor Ammar."Mau bagaimana lagi? Dia sudah hamil anakku.""Kupikir kamu sudah jatuh cinta padanya. Rupanya, semua demi anak.""Apalagi? Aku tidak semudah itu, untuk menyukai gadis kecil sepertinya.""Semua ini juga demi Nenek," lanjut Ammar dengan santainya."Hhhmmm, dia sepertinya sial karena menyukai Dion, tapi celaka malah menikah dengan Pamannya," ujar Zaky terkekeh."Kalau bukan karena bersangkutan dengan mereka, aku juga tidak mungkin memilih gadis itu," jelas Ammar lagi. Zaky hanya menggeleng.Undangan pesta pernikahan Ammar Rajasa pun mulai tersebar. Dan beritanya menjadi topik nomor satu di berbagai media."Ibu ...." Zoya memekik, ketika melihat undangan pernikahan Ammar.Mona yang terkejut mendengar teriakkan putrinya pun gegas menghampiri."Kenapa sih, Zoya?""Ini ...." Zoya memperlihatk
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bukan Urusanmu.

Bab27"Tapi Zoya kami wanita hebat, berpendidikan, dan tuan Ammar tentu bangga memiliki istri sepertinya.""Sayangnya, kami sudah memilih Olivia! Gadis malang yang kalian usir. Dan akan kami jadikan nyonya Rajasa, dan akan kami berikan apapun yang dia mau.""Kalian, tidak berhak apa- apalagi, dia milik kami, keluarga Rajasa!" lanjut nenek Lisa dengan tegas.Baskoro melirik ke arah Olivia, yang tidak mau menghampiri mereka. Ada perasaan sesal dihatinya, melihat putrinya sendiri, mengabaikan mereka.Selama ini, dia maupun Mona, hanya fokus pada kebahagiaan Zoya, kesenangan Zoya, serta impian- impian anak pertama mereka itu.Hingga membuat dia mau pun Mona lupa. Bahwa ada Olivia, yang juga bagian dari tanggung jawab mereka.Sayangnya, dia malah membiarkan, Zoya menindas Olivia selama ini. Bahkan, dia juga membiarkan, Zoya mengusir Olivia begitu saja, dengan berbagai macam hinaan yang cukup kejam."Jangan datangi cucu menantu saya! Kalian tidak saya izinkan. Demi menghargai Olivia, saya s
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Perasaan Aneh

Bab28Olivia memejamkan matanya. Pikirannya rumit, memikirkan masa depannya. Sedangkan Ammar, meninggalkan dia seorang diri di kamar Hotel.Dua pengawal dia minta, untuk berjaga di depan kamar Olivia, agar wanita perlu kemana- mana, jika membutuhkan sesuatu.Meskipun Olivia muntah berkali- kali, dia tetap tidak keluar kamar sama sekali. Melihat sikap dingin Ammar tadi, dia cukup tahu diri. Dia juga merasa, Ammar sengaja memanfaatkannya, untuk menyakiti Zoya. Meskipun tujuan mereka sama, tapi dia sekilas menyadari, kalau Ammar, masih memiliki rasa pada Zoya.Malam pun berganti pagi, Ammar juga tidak kunjung datang ke kamar mereka. Pelayan mengetuk kamar, dan Olivia pun bangkit, untuk membukakan pintu.Meskipun sudah mandi, Olivia masih terlihat tampak pucat."Selamat pagi. Bagaimana tidur anda, Nyonya. Saya kemari untuk membawakan Anda sarapan," seru pelayan itu, sambil tersenyum ramah."Ya, semua baik- baik saja. Silahkan bawa kedalam," kata Olivia mempersilahkan.Selesai sarapan seo
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Kamu Menghancurkanku, Olivia

Bab29Ammar membawa Olivia ke rumah sakit, karena sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Olivia, dan juga bayi dalam kandungan wanita itu.Dia juga tidak memberitahukan nenek Lisa, tentang keberadaan Olivia, yang kini di rumah sakit. Jika neneknya tahu, Ammar pasti akan dapat omelannya.Setelah Olivia siuman, dia cukup terkejut, melihat tatapan dingin Ammar padanya."Apa yang kamu rencanakan, Olivia?" tanya Ammar dengan tatapan tajam menusuk.Olivia merasa ngeri, melihat tatapan itu."Ammar, aku kenapa?" tanya Olivia balik, dia berusaha menutupi perbuatannya, yang lalai menjaga kesehatan serta kandungannya."Jangan menguji kesabaranku, Olivia." Ammar memperingati."Aku tidak ingin melahirkan, Ammar ...." Olivia bicara dengan berani, mengungkapnya isi hatinya."Jadi kamu berniat membunuh anak ini? Anak yang tidak tahu apa- apa, manusia macam apa kamu ini?" bentak Ammar.Olivia tersentak, mendengar kerasnya ucapan Ammar."Untuk apa dia lahir?""Karena dia sudah ada di rahimmu, berarti
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Setelah Melahirkan

Bab30Olivia panik, melihat tatapan tajam Dion, dan cengkraman yang semakin kuat. Olivia menangis, dan berniat untuk berteriak.Namun, Dion langsung memindah tangannya, menahan kepala Olivia, dan mendaratkan ciuman pada bibir wanita itu.Olivia terkejut, ketika bibir mereka bertemu, Ammar masuk ke kamar rawatnya."Olivia!!" Ammar berteriak, Dion langsung melepaskan pegangan tangannya dari kepala Olivia."Dion, Olivia! Apa yang sedang kalian lakukan?" teriak Ammar dengan marah.Olivia menangis."Dia melecehkan saya, Ammar ...."Dion berusaha tenang, dan menatap Ammar."Untuk apa saya melecehkan dia, Paman? Bukannya semua orang juga tahu, kalau dia begitu menyukai saya. Bahkan tadi dia mengakui, terpaksa menikahi Paman, hanya untuk membalas saya," jelas Dion.Ammar mengepalkan tinju."Itu tidak benar, Ammar. Dia menyakitiku, dan memaksaku berciuman," kata Olivia."Terserah saja kalau sudah begini. Paman mau percaya saya, atau wanita itu. Yang jelas, bukan saya orang ketiga dia antara ka
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status