Home / Romansa / Milyader, Mari Bercerai / Chapter 331 - Chapter 340

All Chapters of Milyader, Mari Bercerai: Chapter 331 - Chapter 340

343 Chapters

Bab 331

Dia terengah dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Ada dua dari kamu." Tangannya melayang di udara di samping kepalaku dan dia terengah lebih keras, matanya melebar. "Wow, kamu punya kembaran!"Aku menggeleng dan berhenti mencoba memahami ucapannya. Aku mengambil tasnya yang tergeletak di atas meja yang menampung dua nampan, masing-masing dengan tiga dan satu cangkir di atasnya."Pak, dia belum membayar untuk minuman keempat," kata bartender."Biar aku yang bayar," jawabku, lalu segera membantunya keluar. Saat aku membuka pintu dan membantunya masuk ke dalam mobil, dia terus bersikeras agar aku membiarkan 'kembaranku' ikut masuk.Sepanjang perjalanan pulang, dia terus menggumamkan kata-kata yang tak jelas sampai akhirnya suaranya mereda dan dia tertidur.Aku melirik ke arahnya dan tersenyum melihat betapa damai dan cantiknya dia dalam tidurnya. Namun, senyumanku perlahan memudar saat bertanya-tanya apa yang membuatnya sampai mabuk seperti ini.Sesampainya di apartemennya, aku mene
Read more

Bab 332

Sudut pandang Aiden:Begitu banyak skenario berputar di kepalaku, begitu banyak kata-kata yang memenuhi pikiranku hingga aku tak lagi bisa fokus pada jalan saat mengemudi. Setelah hampir menyerempet mobil lain, aku dengan cepat menepi di pinggir jalan.Aku menyandarkan kepalaku ke belakang dan memejamkan mata. Dari sekian banyak hal yang berkecamuk di pikiranku, kata-kata Sharon adalah yang paling membingungkanku.Alisku berkerut dalam saat aku bergumam, "Seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki seorang anak?"Setelah kebohongan yang dia ceritakan dan fakta bahwa dia bahkan menolak mengakui kesalahannya, aku berhenti mendengarkannya. Aku terlalu marah untuk sekadar menatapnya. Namun, kata-kata itu tetap menggema di pikiranku.Aku hampir berhenti untuk bertanya apa maksudnya saat dia mengatakan bahwa aku mengejar wanita yang sudah menikah dan punya anak, tetapi aku tidak melakukannya. Sejauh yang kutahu, bisa saja dia hanya mengarang cerita.Namun, aku tidak bisa berhenti memikirk
Read more

Bab 333

Saat berjalan di jalan masuk, aku melihat mobil yang sama dengan yang kulihat di tempat parkir perusahaanku beberapa waktu lalu. Rasanya seperti sudah lama sekali, tetapi aku masih bisa mengingat wajah pria itu dengan jelas.Aku tiba-tiba berhenti melangkah saat akhirnya bisa mengaitkan nama dengan wajah itu.Dennis. Ya. Pria itu adalah Dennis dari masa kuliah. Dia tidak banyak berubah. Hanya penampilannya dan cara berpakaiannya yang kini berbeda. Kami bukan teman atau kenalan dekat, tetapi aku mengenalnya. Semua orang mengenal Dennis.Dadaku terasa sesak. Aku menggertakkan gigiku saat kembali melangkah menuju pintu depan. Bagaimana? Kenapa dia yang bisa berakhir bersama Ana?Jangan berasumsi, aku mengingatkan diriku sendiri. Aku harus mencari tahu apakah semua ini benar seperti yang terlihat.Pintu depan terbuka sedikit. Menahan dorongan untuk langsung masuk, aku mengetukkan buku-buku jariku dengan ringan ke pintu. "Halo?"Tak ada jawaban, jadi aku mencoba lagi. "Halo? Ada orang di da
Read more

Bab 334

Sudut pandang Anastasia: Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, aku terbangun dengan seseorang yang memelukku, sementara kepalaku terasa berdenyut hebat.Aku langsung tahu kalau sakit kepala ini adalah akibat dari kebodohanku yang minum terlalu banyak kemarin, tetapi aku malah mengerutkan kening saat melihat lengan kekar yang melingkari perutku. Aku mencoba mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam, tetapi ingatanku terasa kosong.Dengan dahi berkerut, aku memutar tubuh dalam pelukan orang itu, lalu mendapati Dennis yang sedang tidur dengan damai. Saat itu juga, kenangan-kenangan dari tadi malam menyeruak dalam pikiranku seperti gelombang besar, membuat sudut bibirku terangkat tersenyum saat menatap Dennis.Aku berada dalam dekapannya, punggungku menempel pada tubuhnya yang kokoh, sementara selimut menutupi tubuh kami yang telanjang.Gambaran jelas tentang semua yang dia lakukan padaku berkelebat di benakku, membuatku buru-buru mengalihkan pandangan seakan-akan dia bisa membaca p
Read more

Bab 335

Dia tampak terkejut, yang entah kenapa justru membuatku heran. Aku hanya berharap dia tidak meragukan dirinya sendiri karena tadi malam dia benar-benar sempurna.Dennis menggeleng, lalu menenggak habis isi cangkirnya. "Aku harus memberitahumu sesuatu."Aku terdiam, tanganku membeku di udara, masih memegang sendok pengaduk teh. "Apa yang ingin kamu katakan padaku?"Dia mengalihkan pandangannya, menatap sesuatu di belakangku sebelum akhirnya kembali menatapku. "Ini tentang Aiden ... lebih tepatnya tentang apa yang terjadi bertahun-tahun lalu, tentang tuduhan perselingkuhannya.""Oh," gumamku datar. "Itu." Itu sudah berlalu. Lagi pula, sekarang semuanya baik-baik saja. Dia akan menikah dengan seseorang yang mencintai dan mempercayainya, sementara aku sudah menemukan seseorang yang kusukai dan yang juga mencintaiku. Semuanya sudah sesuai dengan jalan yang memang seharusnya kami tempuh."Ya, itu." Dennis melanjutkan dengan hati-hati, sepertinya salah paham dengan ekspresiku. "Sebenarnya, di
Read more

Bab 336

Sudut pandang Aiden:Aku menggertakkan gigi, mencengkeram setir dengan erat saat melaju ke alamat yang dia kirimkan.Pikiranku kacau. Meskipun aku tahu telah kehilangan Anastasia, dia tetap ada dalam benakku. Aku masih menyalahkan diri sendiri karena tidak berusaha lebih keras mencarinya saat dia pergi pertama kali. Aku menyalahkan diriku karena tidak mengejar taksi yang dia naiki pada hari dia mengakhiri segalanya di antara kami ... sampai ... sampai apa? Mungkin sampai dia meminta sopir untuk berhenti.Sharon juga ada dalam pikiranku, atau lebih tepatnya, kontrak pernikahan terkutuk yang aku miliki dengannya. Sekarang, setelah ayahnya menelepon dan memintaku menemuinya di sebuah alamat yang dia kirimkan, aku yakin kekacauan akan segera dimulai.Jika dia memintaku untuk menemuinya di sini, itu berarti dia telah terbang ke negara ini.Aku sebenarnya bisa saja mengabaikan panggilannya, terutama setelah aku benar-benar menyadari bahwa aku telah kehilangan Ana. Yang aku inginkan hanyalah
Read more

Bab 337

Sudut pandang Anastasia:"Amie ...." Aku mengeluh sambil tertawa. "Kamu belum selesai? Tanganku pegal."Amie terkekeh-kekeh. "Tetap jaga ekspresi wajahmu seperti tadi. Aku perlu menggambar bibirmu dengan benar."Aku menghela napas dan mengangkat kedua tangan ke udara, lalu menyeringai lebar. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia ingin menggambarku dengan pose seperti ini.Saat ini, di kamar rumah sakit Amie, aku duduk bersila di kursi dengan tangan terangkat dan senyum lebar di wajahku.Aku bertahan dalam pose itu selama beberapa menit lagi sampai akhirnya Amie meletakkan buku gambarnya dan bertepuk tangan. "Selesai! Mama, kamu kelihatan cantik sekali!"Amie sudah menghabiskan banyak waktu di rumah sakit dengan menggambar, jadi dia semakin mahir. Saat aku bergeser ke tempat tidur untuk melihat hasilnya, aku tertegun melihat sketsa di bukunya. Yang ada di sana bukan sosok manusia yang realistis, melainkan gambar seperti orang-orangan dengan tangan terangkat, kaki bersilang membentu
Read more

Bab 338

Sudut pandang Anastasia:Wajah Clara terpaling ke samping akibat tamparan keras yang baru saja aku layangkan ke pipinya.Dia terhuyung ke belakang, memegangi wajahnya, lalu menatap lantai dalam diam untuk waktu yang lama.Tamparan itu hanyalah hal paling ringan dari semua yang ingin aku lakukan padanya. Aku benar-benar menahan diri agar tidak melontarkan hinaan sambil menghajarnya. Namun, untuk apa? Itu tidak akan mengubah apa pun. Yang sudah terjadi tetaplah terjadi. Semuanya sudah menjadi masa lalu."Kamu akhirnya tahu." Suaranya terdengar lirih. "Dennis yang memberitahumu, 'kan?""Aku nggak percaya kamu sampai memerasnya agar tetap diam soal ini. Kamu pikir dia sepertimu? Seorang pembohong? Kamu tersenyum padaku, tapi jauh di dalam hatimu, kamu membenciku karena ...." Aku membuat tanda kutip di udara dengan jariku, lalu melanjutkan, "Merebut Aiden darimu."Clara tetap diam, tidak mengatakan apa pun."Clara, kenapa kamu tega? Kamu temanku! Aku percaya padamu. Aku menceritakan segalan
Read more

Bab 339

Aku rasa mereka berdua memang bersalah dalam beberapa hal, tetapi Clara seharusnya tidak melakukan ini. Oh, dia seharusnya tidak melakukannya. Dia sudah keterlaluan.Clara tahu aku hamil anak Aiden, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Jika bukan demi aku, setidaknya demi bayi itu, dia seharusnya memberitahuku yang sebenarnya. Namun tidak, dia hanya diam dan menyaksikan aku berjuang sendirian membesarkan Amie.Dia ada di sana setiap malam, saat aku menangis diam-diam agar tidak membangunkan Amie karena semuanya terasa terlalu berat. Dia selalu ada di sana. Dia ada di sana, menyaksikan dengan kejam bagaimana Amie tumbuh tanpa seorang ayah.Ya Tuhan! Dia bahkan yang menenangkan Amie setiap kali putriku menangis merindukan sosok ayah!Itu semakin membuatku marah. Bagaimana bisa dia mengaku mencintai Amie, sementara dia yang merenggut bagian penting dalam hidupnya?"Kamu nggak punya pembenaran untuk semua yang sudah kamu lakukan, Clara." Suaraku bergetar, tetapi aku tetap melanjutkan, "Kal
Read more

Bab 340

Sudut pandang Anastasia:Lima bulan kemudian."Hai!" Aku melambaikan tangan pada salah satu teman Amie yang baru saja masuk bersama ibunya."Selamat datang." Aku menghampiri mereka. "Terima kasih sudah datang."Ibunya tersenyum. "Pilihanku cuma dua, datang ke sini atau mendengar Kayla menangis di telingaku seharian."Kami tertawa, sementara Kayla hanya bisa tersipu malu. Aku menutup pintu, lalu saat kami berjalan lebih jauh ke ruang tamu, aku melihat ibunya menatap bingkai-bingkai foto yang tergantung di dinding, sama seperti semua orang yang pertama kali masuk ke rumah kami.Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman kecil dan aku mengikuti arah pandangannya untuk melihat foto mana yang menarik perhatiannya. Aku menghela napas saat mataku tertuju pada pria di sampingku dalam foto itu.Dengan setelan terbaiknya, begitu katanya, Dennis berdiri sambil melingkarkan lengannya di bahuku, menatap ke arahku. Aku masih mengingat hari itu seolah baru kemarin.Fotografer sampai lelah menyuruhn
Read more
PREV
1
...
303132333435
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status