Home / Romansa / Milyader, Mari Bercerai / Chapter 321 - Chapter 330

All Chapters of Milyader, Mari Bercerai: Chapter 321 - Chapter 330

343 Chapters

Bab 321

"Eh, kalian masih di sini?" Aku meluncurkan kata pertama yang terlintas di kepalaku saat aku menyamping memberi mereka jalan untuk masuk. Syukurlah, suaraku tidak bergetar seperti biasanya."Ya, kami sedang berusaha maksimal di proyek yang diperintahkan Bos. Siapa yang nggak mau membuat kesan baik di depan bos baru?" jawab salah satu dari mereka sambil menekan tombol ke lantai yang mereka tuju.Astaga. Ternyata kami semua menuju lantai paling atas. Sekarang tidak ada harapan lagi untuk bisa sendirian. Ini makin meyakinkanku bahwa aku benar-benar harus pergi dari sini.Sisanya memberikan respons yang terlalu rinci sampai aku tidak bisa mengikuti semuanya.Kemudian, salah satu dari mereka mengerutkan dahi kepadaku. "Aku heran kamu masih di sini. Biasanya kamu sudah pergi lebih awal."Oh. Aku biasanya pergi lebih awal untuk menjemput putriku di sekolah, tetapi sekarang dia terbaring di rumah sakit dan marah kepadaku karena dia tidak punya ayah."Aku juga sedang lembur. Kamu tahu, dengan p
Read more

Bab 322

Sudut pandang Anastasia:Aku berbalik, penasaran untuk melihat siapa yang datang dan apa yang baru saja kujatuhkan.  Aku melihat sekitar untuk beberapa saat, lalu mataku dengan cepat tertuju kepada wanita cantik yang berjalan ke arahku dari gedung PT Tasoron seolah-olah dia sedang berada di panggung peragaan busana, matanya menempel kepadaku.Pinggulnya bergoyang ke kiri dan kanan dengan irama yang memesona, menambah sentuhan elegan pada setiap langkahnya. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak terpesona oleh keluwesan gerakannya, yang dipengaruhi oleh rasa percaya diri yang begitu besar dalam setiap langkah yang dia ambil.  Pandangan mataku menelusuri tubuhnya dari ujung kepala hingga kaki lagi, memperhatikan goyangan pinggulnya, memperhatikan senyuman yang ramah tetapi mengejek di bibirnya, dan aku pun tahu. Tanpa ragu, aku tahu siapa dia.  Namun, ada satu hal lain yang aku kenali, yaitu gaun yang dia kenakan. Celana dan blazer merah beludru, yang sama persis dengan yang dikeluhk
Read more

Bab 323

"Iya, 'kan?" Sharon berseru ceria, "Aku sangat bahagia." Dia menghela napas dengan penuh mimpi."Aiden itu pria yang sangat baik dan pasangan yang perhatian, aku sangat beruntung akan menikah dengannya.  Kami akan segera menikah. Eh, tunggu sebentar." Dia berpura-pura merogoh tas desainer miliknya sejenak sebelum mengangkat kepalanya dengan ekspresi cemberut.  "Maaf sekali," dengusnya dengan ekspresi menyesal di wajahnya. "Aku berniat memberimu kartu undangan pernikahan, tapi aku nggak bawa. Tapi, jangan khawatir." Dia menepukkan tangannya, matanya membesar dengan sesuatu yang mirip dengan kegembiraan."Aku akan pastikan untuk mengundangmu ke pernikahan sebagai tamu naratama!" ocehnya tanpa henti. "Kamu pantas mendapatkannya. Kurasa kamu sedikit banyak telah membentuk Aiden menjadi pria seperti sekarang. Sangat disayangkan kalian berdua nggak berhasil."  Aku menelan ludah yang besar di tenggorokanku. Sejak dia mulai berbicara, aku terus menelan. Berjuang menahan air mata agar tidak h
Read more

Bab 324

Sudut pandang Aiden:Aku memperlambat langkahku dan akhirnya berhenti di depan deretan kubikel. Di kubikel kelima pada baris keempat, Ana duduk dengan punggung tegak, sepenuhnya fokus pada pekerjaannya. Aku tahu karena beberapa staf di sekitarnya menyadari kehadiranku dan memberikan senyum malu dengan anggukan kepala, terkadang berbisik-bisik sambil pura-pura fokus pada pekerjaan mereka.Di tengah semua ini, kepala Anastasia tetap menunduk, jarinya bekerja dengan cepat saat mengetik, kadang berhenti untuk memeriksa berkas besar di sampingnya.  Selama beberapa menit, aku hanya berdiri di sana dan mengamatinya. Aku berharap bisa berjalan mendekat dan berbicara dengannya. Aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi, tetapi aku tidak bisa. Setidaknya, aku tahu dia tidak ingin itu. Bahkan sekarang, aku berhati-hati agar tatapanku tidak terlalu jelas fokus kepada Ana lebih dari yang lainnya.  Beberapa rumor tentang aku dan Ana sudah sampai ke telingaku. Hal terakhir yang kuinginkan adalah
Read more

Bab 325

Sharon mendengus, "Wow! Aku ini apa? Klien biasa saja?"Aku tidak menjawab kali ini dan hanya kembali memfokuskan perhatian kepada apa yang sedang aku kerjakan.  Apa aku benar-benar tidak bisa mendapatkan jeda dari semua ini?  Setelah beberapa saat, aku mulai berkata, "Sharon …." Namun, dia langsung memotongku begitu kata-kata itu keluar dari mulutku.  "Apa kamu selingkuh?"  Aku terhenti, tanganku terangkat di udara saat aku mencoba meraih sebuah berkas di balik blazernya yang teronggok di meja.  Apa-apaan ini?  "Apa?" Aku menurunkan tanganku dan menatapnya.  "Kenapa kamu tanya begitu?" ulangku sambil merebahkan tubuh di kursi. "Maksudku, kita kan nggak eksklusif atau …."  Dia hampir memutar matanya kepadaku. "Seberapa eksklusif lagi kita ini, Aiden?"  Kemudian, dia berhenti menatap wajahku sambil menggelengkan kepalanya pelan. Dia juga terlihat kesal sejujurnya.  "Aku nggak percaya kita membicarakan ini."  "Kita sudah bertunangan! Kamu pada dasarnya milikku dan aku milikmu.
Read more

Bab 326

Sudut pandang Sharon:Selama beberapa bulan, aku menolak semua tawaran dari setiap pria yang mendekatiku secara romantis. Aku tidak berpikir dua kali sebelum menolak kencan di restoran mewah, kencan piknik, tawaran untuk mengajakku terbang ke negara yang aku inginkan dan menanggung semua biaya perjalanan, dan banyak tawaran menggoda lainnya.Aku tetap teguh pada pendirianku. Pria muda, bertanggung jawab, kaya, dan tampan, semuanya aku tolak. Semua itu untuk Aiden. Semua karena aku mencintainya.  Awalnya, itu hanya bisnis. Aku sangat serius dengan bisnis keluargaku, jadi aku tidak pernah membayangkan bisa terlibat hubungan romantis dengan mitra bisnisku. Aku suka memisahkan bisnis dari segala hal lainnya, yang paling penting, dari kehidupan pribadiku.Itu seperti aturan pribadiku yang tidak tertulis dan sudah tertanam di belakang pikiranku, selalu bernyanyi di kepalaku setiap kali bisnisku berubah menjadi sesuatu yang bersifat pribadi.  Aku pun selalu mendengarkan suara itu. Aku tidak
Read more

Bab 327

Aiden tidak mengirim pesan kepadaku seperti yang biasa dia lakukan. Setelah kami bercinta, dia tidak terjaga, memelukku untuk berbicara tentang pekerjaan atau memulai percakapan lainnya. Dia hanya akan berbalik dan tidur, lalu langsung melanjutkan pekerjaan.  Dia tidak tertawa sebanyak dahulu lagi, dan setiap kali dia tertawa, matanya tidak menunjukkan kegembiraan, tawanya terasa datar. Aku mencoba segala hal agar dia mau berbicara denganku, apa pun yang bisa menghentikannya agar tidak pergi begitu saja dariku, tetapi rasanya dia telah membangun tembok yang tidak tertembus di sekelilingnya, mengunci dirinya dari semua orang.  Aku mencoba untuk memahami. Dia hanya merasa kewalahan, itulah kalimat yang terus kuucapkan dalam pikiranku dan aku percaya itu, karena aku juga begitu.  Pernikahan bukanlah hal yang mudah dan segala sesuatunya terjadi begitu cepat antara kami. Di tengah keinginanku untuk menghabiskan sisa hidupku bersama pria yang sangat kucintai, aku merasa kewalahan dan taku
Read more

Bab 328

Sudut pandang Sharon:Aku pernah membaca tentang wanita yang kehilangan akal sehatnya saat melihat seseorang yang mereka cintai secara romantis, aku pernah mendesis dan menganggap mereka menyedihkan.Aiden mengubah perspektif itu bagiku.Setiap kali aku menatap Aiden, aku hanya ingin melompat ke atasnya dan membuatnya menghujaniku dengan ciuman sensualnya.Sama seperti sekarang. Meskipun aku marah dengan tanggapannya dan sikapnya yang sesekali diam, aku tidak bisa berhenti berharap dia akan berdiri, memelukku, menciumku, dan mengatakan bahwa aku tidak perlu khawatir, lalu tepat di mejanya, kami bisa menciptakan lebih banyak kenangan, memperdalam hubungan kami.Namun, dia tetap duduk, mendesah dan mengusap pelipisnya, mengabaikanku.Sejak aku kembali, dia tidak menyentuhku. Kami bahkan tidak menghabiskan satu malam pun bersama. Tubuhku setiap hari merindukan sentuhannya, tetapi dia tidak pernah tampak seperti memikirkan hal itu dalam benaknya. Jadi akhirnya, aku mengambil langkah pertam
Read more

Bab 329

Anastasia baru saja memanggil taksi ketika aku memanggilnya dengan suara yang manis namun merendahkan. Setiap klien selalu tertipu oleh suara itu. "Hei, kamu menjatuhkan ini!"Saat Anastasia berbalik, aku terkejut dan terdiam untuk sesaat.  Fotografer yang disewa oleh penyelidik itu benar-benar tidak kompeten. Foto-foto yang diambilnya tidak menggambarkan kecantikan Anastasia dengan baik. Wanita itu sangat memukau, terlepas dari pakaian yang tidak menarik dan wajahnya yang bengkak. Apakah dia menangis karena melihat aku dan Aiden? Bagus.  "Terima kasih," kata Anastasia dengan kasar dan berbalik untuk pergi.  Tidak, aku belum selesai denganmu.  "Kamu Anastasia, 'kan?" Aku langsung pada inti pembicaraan dan ketika dia berbalik, kekagetan jelas terlihat di wajah cantiknya.  Dia tidak berkata apa-apa, lalu aku menambahkan, "Mantan pacar Aiden." Dia tampak lebih terkejut, tetapi tetap tidak berkata apa-apa. Tidak masalah. Aku bahkan tidak ingin mendengarnya bicara. Jadi, aku mulai berc
Read more

Bab 330

Sudut pandang Anastasia:"Maaf, Pak." Aku berpaling dari jendela dan menghadap pengemudi. "Antarkan ke bar terdekat saja."Pria itu mulai menyebutkan nama-nama bar di sekitar. "Pilih yang mana?" Dia menatap wajahku melalui kaca spion."Turunkan di bar mana saja." Aku melihat ke luar jendela dan melihat sebuah bangunan yang tampak seperti bar. Aku menunjuknya. "Itu, itu bar, 'kan?""Ya, benar." Dia menyipitkan mata ke arah bangunan itu, "Itu ….""Ya, turunkan aku di sana. Terima kasih."Saat dia menepi, aku turun dari mobil, membayarnya, dan menuju pintu masuk bar.Rasanya seperti malam yang penuh cinta itu, enam tahun yang lalu, lagi. Aiden telah menghancurkan hatiku dan aku berada di sebuah bar untuk menenggak kesedihanku.Aku mencium bau alkohol yang kuat saat melangkah masuk dan aku tahu aku berada di tempat yang tepat. Aku tersenyum kepada bartender itu. "Hai, aku butuh minum."Dia membalas senyumku. "Mau minum apa? Kami punya ….""Aku ingin apa saja yang bisa membuatku kehilangan
Read more
PREV
1
...
303132333435
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status